Mengenal Adya Pramudita, Penulis Novel Namaku Loui(sa)

Ibu memanggilku Louisa, namun aku lebih senang dipanggil Loui. Ibu menyebutku perempuan, namun semakin dewasa, aku semakin meragukan itu. Tubuhku tak bertumbuh layaknya perempuan normal. Dan aku mulai jatuh cinta pada sahabat perempuanku sendiri. Hingga akhirnya aku sadar, aku seorang Ambigu.”

Itulah penggalan tulisan yang tertuang dalam sebuah novel berjudul Namaku Loui(sa). Namaku Loui(sa) yang terbit pada tahun 2015 ini menceritakan tentang perjalanan hidup seseorang yang memiliki dua jenis kelamin (Ambiguous Genitalia). Novel ini ditulis dengan apik oleh Adya Pramudita, seorang penulis yang tinggal di Kota Hujan, Bogor.

Penulis Namaku Loui(sa) Adya Pramudita.

Karya Adya Pramudita bukan hanya Namaku Loui(sa). Sebelumnya, ibu dari Fadel (12y), Irma (7y), dan Aira (20m) ini telah menelurkan Menjeda, sebuah novel yang berkisah tentang pencarian muara cinta seorang gadis yang terbit pada tahun 2013. Selain, dua novel solo, pemilik nama asli Tuti Adhayati ini juga memiliki novel kolaborasi bersama dua orang temannya berjudul Maret Flowers (2015) dan satu buku antologi berjudul Once More Ramadhan (2014)

Baca juga: Yonna Kairupan, Make Up Artist yang Jago Bikin Wajah Jadi Seram.

Adya Pramudita mengatakan bahwa dirinya memiliki passion kuat dalam menulis fiksi. Sebelum menerbitkan novel, beberapa hasil karyanya pernah dimuat di media, seperti majalah dan koran. Diantaranya adalah Cerita pendek (cerpen) Mata Hati Kiara yang dimuat di Majalah Paras (September 2015) dan Sepasang Sayap untuk Marlia yang tayang di Pikiran Rakyat (17 April 2016). Prestasi menulis penggemar siomay ini juga berderet. Adya Pramudita pernah menjadi salah satu dari sembilan besar penerima Beasiswa Mizan Antitesa pada tahun 2013. Prestasi ini membuatnya berhak untuk belajar menulis novel selama tiga hari bersama Penerbit Mizan. Pada tahun 2015, salah satu cerpennya menjadi juara kedua dalam ajang Green Pen Literary Award yang diadakan oleh Perhutani.

Beberapa Novel karya Adya Pramudita.

Di sela-sela kesibukannya menulis fiksi, Adya Pramudita yang lahir pada tanggal 19 Oktober 1980 ini, juga menyempatkan diri menulis blog. Pada mulanya, Adya Pramudita menulis blog sebagai salah satu media personal branding-nya, isinya masih tak jauh-jauh dari memperkenalkan karya-karyanya kepada khalayak dan bercerita tentang kehidupan kesehariannya sebagai seorang penulis. Adya Pramudita yang mengaku serius menulis sejak tahun 2011 ini, kini sedikit demi sedikit membenahi blognya dengan cara bergabung dengan beberapa grup blogger dan berusaha konsisten mengisi blognya.

Blog saya isinya masih gado-gado, tapi mulai ingin membenahi sedikit demi sedikit. Karena kendala gaptek pembenahan itu jadi lama, sementara waktu ngeblog saya Cuma satu minggu sekali. Karena repot dan semua butuh diperhatikan, saya membuat jadwal setiap hari, kapan hari menulis novel, cerpen dan posting blog. Khusus hari rabu adalah hari saya buat ngeblog atau otak atik blog.”

Jika kita membaca blog Adya Pramudita, kita bisa mendapatkan banyak Tips Menulis darinya. Salah satunya, Adya Pramudita berbagi pengeetahuannya tentang bagaimana cara menulis dan menerbitkan novel. Adya Pramudita tidak pelit menjelaskan dengan detail dalam postingannya itu bagaimana sebuah novel bisa menembus penerbit dan akhirnya dipasarkan. Mulai dari cara merencanakan novel, termasuk bagaimana mendapatkan ide. Lalu, bagaimana cara membuat kerangka novel, supaya novelnya terarah saat dibuat. Bagaimana cara menulis dan mengedit novel yang sudah dibuat itu, sampai mengirimkan naskah novel ke penerbit yang diincar.

Blog milik Adya Pramudita.

Adya Pramudita juga menceritakan kehidupannya sebagai seorang ibu dari tiga orang anak dengan tiga rentang usia yang berbeda di blognya. Karena rentang usia yang berbeda tersebut Adya Pramudita tentu saja memiliki pola pendekatan yang berbeda dalam mengasuh dan mengarahkan mereka. Adya Pramudita banyak bercerita tentang anak-anaknya, yang dapat kita temukan dalam tag Family. Terinspirasi dari anak-anaknya ini, Adya Pramudita ingin sekali kelak memiliki karya berupa novel anak.

Baca juga: Rach Alida Bahaweres, Jurnalis yang Menulis Blog.

Selain ingin membuat novel Anak, Adya Pramudita yang pernah bergabung sebagai anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Bandung dan Depok ini, juga bercita-cita membuat sebuah Grup Membaca di Kota Bogor. Kini, Adya Pramudita, tengah menyelesaikan novel solo ketiganya. Penanggung jawab Cerpen Dewasa di Komunitas Penulis Be A Writer Community dan Merah Jambu ini juga ingin serius memonetize blognya, suatu hari nanti.

Bagi yang ingin mengenal Adya Pramudita lebih lanjut, ingin tanya-tanya soal bagaimana caranya menulis cerpen atau menerbitkan novel, bisa menghubunginya di:

Semoga perkenalan dengan Adya Pramudita bisa menginspirasi dalam menulis (khususnya fiksi), ya!

Surabaya, 3 Juli 2016

April Hamsa

27 Comments

  1. Sandi Iswahyudi

    gini mbak wawancara beliaukah? atau seperti apa? suka kagum dengan ibu-ibu yang tetap konsisten berkarya ditengah kesibukannya sebagai seorang ibu rumah tangga

    • April Hamsa

      Iya Mas ada interviewnya, selain juga baca2 profil yang diberikan oleh yang diulas 😀
      Iya, ibu2 pdhl riewuh banget kan ya hehe

  2. zata ligouw

    Asik, jadi termotivasi nih. Dari dulu nulis fiksi cuma bisa buat skenario aja, mau nulis novel gak slesai2 karena males, huhuhu..

  3. ria

    mudah2an cita2nya membentuk group baca kesampaian, karena sekarang ini banyak orang malas membaca. Entah karena memang harga buku yang mahal atau memang malas saja.

    • April Hamsa

      aamiin moga2 ya Mbak Ria. Tentunya kalau ada grup/ klub semacam itu manfaatnya besar banget, terutama buat anak2 🙂

  4. Beautyasti1

    Sepertinya aku belum pernah saling blogwalking dengan mba adya.. Semoga bisa bw :)) Btw agak kaget nih dengan prolog awalnya hehehe..

  5. NLP Surabaya

    Wah semoga kesmpaian untuk membuat group baca . Jaman sekarang orang lebih suka baca artikel via Google

  6. eskaningrum

    jadi pengen belajar nulis novel, tapi saya nulis blog aja belum konsisten. masih harus mengasah kemampuan nulis nih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *