Ayu Ningtias, Si Blogger Nomaden yang Penuh Semangat

Nama aslinya, Ayu Citraningtias. Namun, blogger asal Lamongan ini biasa memperkenalkan dirinya sebagai Ayu Ningtias. Alasannya, supaya lebih ringkas. Perempuan berhijab ini baru saja pindah dari Sampit ke Palangkaraya karena mengikuti tugas sang suami. Hmmm, Sampit dan Palangkaraya, keduanya adalah kota-kota yang selalu ingin saya kunjungi. Suami saya dulu lahir di Palangkaraya, kemudian sempat menghabiskan masa kecil beberapa tahun lamanya di Sampit, sebelum hijrah lagi ke kota-kota lain. Namun, nenek suami saya masih tinggal di Sampit. Membaca blog Ayu Ningtias yang banyak menceritakan tentang Sampit membuat saya makin ingin berkunjung ke sana.

3Ayu Ningtias bersama suami.

Ayu Ningtias banyak menulis tentang Sampit di blognya www.gendhiss.com. Perempuan yang lahir pada tanggal 3 Juni 1990 ini menceritakan tentang Mentaya Seberang, Pantai Ujung Pandaran, Pantai Sei Bakau, dan beberapa tempat wisata lain yang bisa kita kunjungi apabila berada di Sampit. Tak hanya senang-senangnya saja yang Ayu Ningtias ceritakan tentang Sampit, namun juga dukanya. Seperti, saat pemadaman listrik, saat terjadi kabut asap karena kebakaran hutan, kesusahan memasang jaringan internet. Namun, baik suka maupun duka itu berusaha dilalui oleh ibu dari Zayyanah (7 bulan) ini dengan senantiasa berpikir positif. Lagi pula, selama ini bisa dibilang pindah tempat tinggal bukanlah hal yang baru. Sebelum tinggal di Sampit, Ayu Ningtias sempat tinggal di Lamongan, Surabaya, Sidoarjo, Cikarang, Sampit, dan awal tahun 2017 pindah lagi ke Palangkaraya.

“Saya sering berpindah tempat tinggal. Jadi, sebut saja saya blogger nomaden.” (Ayu Ningtias)

Iya, seperti yang saya ceritakan di awal tulisan ini, suami Ayu Ningtias baru saja mendapat amanah baru di Kota Palangkaraya. Bagi Ayu Ningtias, kepindahan keluarganya ke Palangkaraya tentu saja disambutnya dengan riang gembira. Sebab, itu artinya mereka sekeluarga akan tinggal di kota yang lebih ramai dari Sampit, sehingga lebih mudah mendapatkan barang-barang kebutuhan sehari-sehari, nanti. Ditambah lagi, sebelumnya Ayu Ningtias dan suami sudah memiliki sebuah rumah di Palangkaraya. Meski demikian, Ayu Ningtias juga tetap bersiap-siap andai sang suami akan dipindahtugaskan lagi ke kota lain lagi. Sebagai seorang istri bagaimanapun Ayu Ningtias memilih untuk mengikuti imamnya kemanapun sang suami pergi.

Rasanya saya sudah bisa menerima kenyataan bahwa suami akan terus berpindah-pindah untuk mengemban tanggung jawab dan rejeki baru hingga pada masanya akan berhenti jika pensiun.” (Ayu Ningtias).

Aktivitas sehari-hari Ayu Ningtias saat ini adalah mengurus rumah tangga dan membesarkan buah hatinya yang masih balita. Alumnus Teknik Elektro Industri Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ini, sebelum memutuskan hijrah mengikuti dinas sang suami, pernah bekerja sebagai software tester di PT Samsung Electronics Indonesia (Samsung) di Cikarang selama hampir empat tahun. Banyak pengalaman berharga yang didapatkan oleh perempuan yang sangat suka memakan sate daging sapi ini selama bekerja di Samsung. Namun, keputusannya untuk resign tidak membuatnya menyesal. Ayu Ningtias bahagia bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya dan berusaha sebaik-baiknya menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga. Supaya enggak bosan di rumah Ayu Ningtias pun tidak berhenti melakukan aktivitas blogging.

Ayu Ningtias dan aktivitas blogging

Ayu Ningtias mengenal blog sejak tahun 2011. Saat itu dia mengetahui blog dari salah seorang teman kuliahnya. Blogging bagi perempuan yang hobi memasak dan baking ini saat itu hanya sekedar untuk menulis curhat-curhat pribadi tanpa tujuan yang jelas. Namun, setelah agak lama blogging, Ayu Ningtias mulai mengenal blogwalking dan juga giveaway (GA). Akhirnya, tujuan Ayu Ningtias dalam blogging meningkat menjadi GA dan lomba blog hunter. Beberapa kali Ayu Ningtias memenangi hadiah dari GA dan lomba blog. Beberapa prestasi Ayu Ningtias lewat blognya, antara lain:

  • Juara 2 menulis artikel “Touching and Inspiring Story” oleh Samsung Electronics seluruh dunia (2012).
  • 15 postingan menarik lomba blog Kosmetik Halal Wardah (2012).
  • Juara hiburan lomba blog Pojok Pulsa (2013).

Khusus untuk penghargaan yang didapatnya dari Samsung Electronics pada tahun 2012, ternyata membawa kesan yang mendalam bagi Ayu Ningtias. Berkat perlombaan tersebut Ayu Ningtias mendapatkan sebuah hadiah berupa kamera keren, serta mengenal banyak teman baru dari berbagai penjuru dunia.

12Artikel yang membuat Ayu Ningtias mendapatkan kamera dari Samsung.

Menjadi blogger juga membuat Ayu Ningtias bisa membantu biaya kuliah adiknya. Memang sejak awal Ayu Ningtias membuat blog untuk di-monetize. Beberapa job review pun menghampirinya, sehingga meskipun tidak lagi bekerja kantoran, Ayu Ningtias masih bisa memperoleh penghasilan sendiri. Alasan tersebut yang membuatnya senang menjadi blogger. Selain itu, blogging juga memberinya hiburan di sela-sela aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga, sebab bisa mengenal banyak orang dan bisa curhat lewat tulisan. Blogging juga membuat perempuan yang kini sedang hamil lagi ini bisa memiliki beberapa karya buku antologi, antara lain: Best of Monday FlashFiction, Long Distance Relationship, Heart Ring, dan Harapku Untukmu.

Ayu Ningtyas dan semangatnya

Bahkan di tengah-tengah keterbatasannya, sebab tinggal di kota yang belum ada komunitas blogger-nya, Ayu Ningtias tetap semangat blogging. Harapan ke depan yag berhubungann denga aktivitas blogging, Ayu Ningtias ingin memperbaiki manajemen waktu antara blogging dengan aktivitas mengurus anak. Ayu Ningtias juga ingin sekali bisa kopi darat dengan blogger-blogger lain dan mengikuti workshop blogging. Ayu Ningtias juga berharap ada komunitas blogger di Palangkaraya, kelak.

Ayu Ningtias memang sejak kecil memiliki semangat yang tinggi dan pekerja keras. Sempat mengalami bullying secara verbal ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), namun hal tersebut tak menyurutkan semangatnya untuk sekolah.

Saya adalah gadis kampung asal Lamongan yang alhamdulillah masuk di SMP nomer satu melalui jalur tes. Sayangnya, sepanjang tiga tahun saya menjadi bahan olok-olokan beberapa teman yang mungkin lebih kaya, rupawan, pintar. Mereka memberi saya julukan Else yang artinya elek semangat. Semangat saya memang tinggi, setiap hari menempuh jarak kurang dari 20 km dengan sepeda onthel untuk sekolah. Semangat itu nyatanya membawa saya masuk pada SMA favorit. Alhamdulillah, saya bebas dari bully-an dan mulai belajar mengembangkan diri lewat ekstrakulikuler pecinta alam.” (Ayu Ningtias).

Selepas SMA tepatnya dari SMA Negeri 2 Lamongan, Ayu Ningtias melanjutkan kuliah di Surabaya. Meskipun awalnya sempat merasa salah memilih jurusan, tenyata kuliah di bidang elektro arus kuat membawa banyak perubahan dalam hidupnya. Ayu Ningtias berhasil lulus dengan prestasi gemilang, cumlaude. Tugas akhir atau skripsinya bahkan diliput oleh dua surat kabar ternama di kotanya. Tak lama, setelah lulus, Ayu Ningtias langsung bisa bekerja di Samsung.

Semua pencapaian tersebut membuat Ayu Ningtias bersyukur. Meskipun, kini aktivitasnya lebih banyak di rumah, namun tak membuatnya patah semangat untuk berhenti berkarya. Kini, Ayu Ningtias juga tengah merintis sebuah usaha online shop. Selain itu, perempuan yang suka membaca buku ini juga aktif mengikuti acara perkumpulan ibu-ibu di kantor suami.

Inspiratif sekali, ya, kisah Ayu Ningtias? Semangatnya sangat patut dicontoh. Teman-teman, mau berkenalan dengan Ayu Ningtias dan ketularan semangatnya? Yuk, kenalan dengan Ayu Ningtias melalui media sosialnya:

Blog: www.gendhiss.com dan www.ayuningtias.com

  • Facebook: Ayu Ningtias
  • Twitter: @ayuningtias90
  • Instagram: @ayuningtias

Semoga bisa ketularan semangatnya Ayu Ningtias, ya!

April Hamsa  

8 Comments

  1. Nomaden ada asyiknya juga, apalagi sebagai penulis, haha… Suasana baru, jadi bisa buat materi nulis. Aduh itu si Samsung kapan lagi ya ngadain lombanya lagi. Pingin uji nyali karena lombanya berbahasa Inggris, haha…

  2. Mursi

    Wah waaah…
    Bacaanya semoga bisa membuat saya terinspirasi untuk bisa menulis..
    sampai sekarang, saya masih tahap belajar untuk menulis yang benar, dan enak dibaca.
    terimakasih karena artikelnya mudah dibaca, dan enak dipahami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *