Events Food Health Kids Health Product Review Recipe Review & Contest Tips & Opinion

Balita di Rumah Susah Makan? Coba Buat Variasi Menu MPASI Menggunakan Bahan Bubur Bayi Cerelac!

Siapa yang punya balita di rumah dan susah makan? Sayaaaa! (Sambil ngacung, hehe). Secara teori, memang katanya akan ada waktunya balita mengalami mogok makan alias gerakan tutup mulut (GTM). Setelah GTM mereda, maka nafsu makannya akan kembali normal, bahkan meningkat. Meski demikian, sebagai ibu, enggak dipungkiri saya stress kalau anak GTM. Pertanyaan-pertanyaan seperti, “Nanti kalau lemas terus sakit, bagaimana?” atau “Kalau nanti berat badan turun, gimana?”. Pusing, kan?

7

Saya pernah curhat kepada dokter yang biasa mengimunisasi anak saya kalau anak saya susah makan dan sering GTM, terutama yang nomor dua yakni Si Dema. Dokter malah “mengomeli” saya dan menyuruh saya untuk belajar masak supaya menu Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) balita di rumah enggak melulu menu itu-itu saja. Walah, pekerjaan rumah (PR) berat, neh. Oh ya, dokter juga pernah berpesan bahwa dalam mengkreasikan menu makanan hal terpenting yang harus diperhatikan adalah nilai gizinya Makanan sehat dan bergizi memang merupakan makanan wajib buat balita, mengingat masa-masa balita adalah golden ages. Golden ages adalah waktunya balita untuk bertumbuh dan berkembang secara optimal.

MPASI Homemade atau Instan?

Sebenarnya MPASI yang terbaik buat balita itu seperti apa, sih? Jawaban para bunda yang memiliki balita sudah pasti akan beragam. Ada yang mengatakan bahwa MPASI itu sebaiknya dari bahan-bahan alami alias homemade, namun ada juga yang mengatakan MPASI instan lebih baik sebab praktis dan nilai kandungan nutrisinya sudah jelas. Sebenarnya baik MPASI homemade maupun instan ada kelebihan dan kelemahannya, yakni:

Kelebihan MPASI Homemade:

  • Kita dapat memastikan kebersihan dari bahan-bahan MPASI yang kita masak, sebab bahan-bahan tersebut kita bersihkan/ cuci dengan tangan sendiri.
  • Dengan memberikan MPASI homemade bayi kita dapat merasakan rasa asli bahan-bahan makanan.
  • Makanan yang disajikan lebih variatif.

Kelebihan MPASI Instan:

  • Proses memasaknya praktis.
  • MPASI instan telah difortifikasi dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi
  • Pilihan rasa yang ditawarkan sudah sangat banyak dan bayi lebih mudah menyukai rasanya.

Kelemahan MPASI homemade:

  • Menyiapkan bahan-bahan dan memasaknya untuk MPASI homemade membutuhkan waktu lebih lama.
  • Apabila bunda salah dalam membersihkan dan mengolah bahan-bahan maka dapat berisiko kehilangan nutrisi yang sebenarnya dibutuhkan oleh bayi.

Kelemahan MPASI instan:

  • Mengandung penguat rasa.
  • Harus jeli memperhatikan tanggal kadaluwarsa bahan MPASI instan.

Kalau saya pribadi, anak-anak saya memang lebih banyak saya beri MPASI homemade. Namun, saya enggak saklek sampai harus menghindari MPASI instan. Sesekali anak-anak saya juga memakan bubur bayi instan, terutama jika kondisi tak memungkinkan saya untuk memasak, seperti saat sedang travelling, misalnya. Salah satu bubur bayi instan pilihan saya untuk anak adalah Bubur Bayi Cerelac. Bubur Bayi Cerelac merupakan salah satu produk dari Perusahaan Nestle. Siapa yang tak mengenal perusahaan produsen makanan dan minuman ini? Nestle sudah 150 tahun berpengalaman membuat produk-produk yang juga layak dikonsumsi oleh masyarakat, bahkan untuk balita. Pengalaman selama itu membuat mutu, kualitas, dan keamanan produk Nestle sangat terjamin. Salah satunya, ya, produk Bubur Bayi Cerelac tadi.

Keunggulan Nutrisi Bubur Bayi Cerelac

Bubur Bayi Cerelac adalah MPASI untuk bayi berusia 6-24 bulan. Ada dua pilihan Bubur Bayi Cerelac yakni Cerelac Harga Ekonomis dan Cerelac Bubur Susu. Cerelac Harga Ekonomis dapat memenuhi kebutuhan nutrisi balita dengan harga yang cukup ekonomis. Sedangkan, Cerelac Bubur Susu dapat membantu menjaga sistem pencernaan dan otak balita.

6

Nestle memang menciptakan produk Bubur Bayi Cerelac sebagai produk MPASI terbaik sehingga dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil. Keunggulan yang dimiliki oleh Bubur Bayi Cerelac dibandingkan dengan bubur untuk balita sejenis adalah:

  • Bubur Bayi Cerelac memiliki cita rasa mendekati alami sebab tidak memerlukan penambahan sukrosa dalam proses produksinya. Hal itu dapat terjadi sebab Nestle sebagai produsennya memiliki teknologi yang dapat menghidrolisa karbohidrat secara alami dengan menggunakan enzim. Selain tidak membutuhkan sukrosa tambahan, teknologi tersebut membuat Bubur Bayi Cerelac memiliki tekstur lembut sehingga mudah dicerna oleh bayi/ balita.
  • Bubur Bayi Cerelac memiliki kandungan zat besi per saji lebih dari 50% Angka Kecukupan Gizi untuk anak usia 6-24 bulan. Zat besi merupakan komponen hemoglobin dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Apabila kebutuhan zat besi si kecil tercukupi, maka akan bisa terhindar dari anemia defisiensi zat besi (ADB). Sehingga, pertumbuhan dan perkembangan si kecil pun optimal.
  • Bubur Bayi Cerelac kaya akan Vitamin A yang berfungsi membantu mempertahankan keutuhan lapisan permukaan (mata, saluran pencernaan, saluran pernafasan, dan kulit).
  • Bubur Bayi Cerelac juga kaya akan Vitamin C yang memiliki peran dapat membantu dalam pembentukan dan pemeliharaan jaringan kolagen.

Wah, nutrisi Bubur Bayi Cerelac benar-benar lengkap ya? Untuk menjaga supaya nutrisinya tetap terjaga maka kita harus membuat bubur sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertera di box-nya. Saat mengolah Bubur Bayi Cerelac pastikan tangan dalam keadaan bersih. Lalu, tuangkan air masak hangat (sekitar 40 derajat Celcius) ke bubur. Jangan mencampur Bubur Bayi Cerelac dengan air di atas suhu 60 derajat Celcius karena akan merusak kandungan nutrisinya. Selain itu, Bubur Bayi Cerelac juga mengandung bakteri baik yang akan mati jika kita mencampur Bubur Bayi Cerelac dengan air yang sangat panas.

Kreasi Bubur Bayi Cerelac untuk Dikonsumsi Balita Sehari-hari.

Biasanya, penyajian bubur bayi instan itu kan selalu standar ya? Masukkan bubur bayi instan ke mangkuk, lalu tuangkan air panas, diaduk-aduk, berikan deh ke bayi atau baita yang di rumah. Namun, ternyata Bubur Bayi Cerelac bisa lho dikreasikan dengan bahan-bahan segar, sehingga tidak membosankan buat balita kita.

Wiken kemarin, tepatnya Minggu tanggal 13 November 2016 saya mendapat kesempatan dari Komunitas Kumpulan Emak Blogger (KEB) mengikuti acara Kreasi MPASI Bernutrisi Bersama Chef Steby Rafael di Kota Kasablanka Jakarta. Acara ini merupakan bagian dari perayaan ulang tahun Nestle ke-150. Umur Bubur Bayi Cerelac ternyata juga 150 tahun, lho. Tak heran, nama bubur ini enggak asing, lha wong sejak jaman saya belum lahir sudah ada. Sepertinya, ibu saya juga memberikan saya dan adik saya bubur ini ketika kami masih balita.

Acara dimulai dengan demo masak MPASI oleh Chef Steby Rafael. Sambil mendemokan resep-resepnya, Chef Steby Rafael juga memberikan tips pemberian MPASI. Menurut Chef Steby Rafael, ketimbang makan dengan porsi banyak, sebaiknya bayi/ balita makan dengan porsi sedikit, namun sering. Jadi, sebaiknya perhatikan frekuensi pemberian MPASI kepada si kecil, ketimbang jumlah makanan yang masuk sekali waktu.

Chef Steby Rafael memperkenalkan tiga resep kreasi MPASI bernutrisi dengan bahan-bahan segar seperti buah pisang, apel, kurma, ubi ungu, dan lain-lain yang mudah kita temukan di tukang sayur/ pasar tradisional dan tentu saja Bubur Bayi Cerelac. Pada mulanya, saya mengira mungkin bahan-bahan segar tersebut akan diblender, lalu dicampur begitu saja dengan Bubur Bayi Cerelac yang sudah disajikan sebelumnya. Ternyata saya salah, hahaha. Chef Steby Rafael dengan terampil mengolah bahan-bahan segar tersebut supaya bisa dimasak bareng Bubur Bayi Cerelac.

Tiga resep kreasi MPASI dari bahan-bahan segar dan Bubur Bayi Cerelac yang diperkenalkan oleh Chef Steby Rafael antara lain Crepes Cerelac Apel Pisang, Puding Cerelac Kurma Madu, dan Bubur Ubi Ungu dengan Cerelac Wortel Bayam Labu Berikut adalah resep ketiga menu kreasi MPASI tersebut:

1. Crepes Cerelac Apel Pisang

Bahan Crepes:

  • 75 gr tepung terigu
  • ½ butir telur
  • ½ sdt garam
  • 160 ml susu cair
  • 1 sdt mentega, lelehkan

Isi:

  • 20 gr Cerelac Bubur Susu Pisang
  • 150 ml air hangat 40 derajat Celcius
  • 1 sdt margarin
  • 8 buah pisang raja matang

Saus Apel:

  • ½ buah apel, kupas, parut halus
  • 1 sdt gula pasir
  • 1 cm kayu manis batang
  • 1 sdt maizena, larutkan dengan 50 ml air
  • 1 sdm keju parut

Cara membuatnya:

  • Crepes: Campur semua bahan crepes, aduk hingga rata, panaskan pan dadar (bisa pakai teflon biasa), oleskan margarin, buat dadar tipis. Angkat, lakukan hal yang sama hingga bahan habis.
  • Isi: Campur semua bahan, aduk hingga rata dan halus Panasan margarin, masukkan pisang hingga pisang harum dan matang, angkat.
  • Saus Apel: Campur apel, kayu manis, gula pasir, masak hingga harum. Lalu masukkan larutan maizena, masak hingga mengental, angkat.
  • Ambil selembar crepes, oles dengan campuran isi, lalu letakkan satu buah pisang, gulung hingga padat dan rapi.
  • Potong-potong dan sajikan dengan saus apel dan taburan keju parut.

2. Puding Cerelac Kurma Madu

Bahan-bahan:

  • 100 gr Cerelac Kurma Madu
  • 150 liter susu cair
  • 2 butir telur
  • 25 gr kurma, potong kecil-kecil

Cara membuatnya:

  • Campur Cerelac Kurma Madu dan susu cair, aduk hingga rata.
  • Tambakan telur, kocok kembali hingga rata.
  • Masukkan kurma, kocok kembali.
  • Tuangkan adonan ke dalam cetakan atau mangkuk yang telah dioles.
  • Kukus atau panggang hingga matang. Lalu, angkat dan sajikan.

3. Bubur Ubi Ungu dengan Cerelac Wortel Bayam Labu

Bahan-bahan:

  • 5 sdm Cerelac Wortel Bayam Labu
  • 60 gr ubi merah atau ubi ungu
  • 170 ml air hangat

Cara membuatnya:

  • Kukus atau rebus ubi hingga matang, lalu dihaluskan
  • Campurkan Cerelac Wortel Bayam Labu ke dalam sebuah mangkuk.
  • Campurkan air hangat.
  • Menu siap disajikan.

5Tiga menu kreasi MPASI yang diperkenalkan Chef Steby Rafael.

Bahan-bahan segarnya gampang ditemukan dan cara membuatnya gampang, bukan? Eh, saya enggak ngecap doank, lho, sebab pada saat acara saya juga ikutan menjadi peserta kompetisi memasak MPASI-nya. Waktu itu saya dan peserta lainnya hanya diberikan waktu 15 menit saja untuk memasak. Saya tidak memasak sendiri, melainkan berkelompok dengan dua Emak Blogger lainnya, yakni Mbak Ade Ufi dan Mbak Silva Gustani. Kami tergabung dalam Kelompok C dan diwajibkan memasak Crepes Cerelac Apel Pisang. Cuma pada saat itu crepes-nya disediakan oleh panitia, jadi peserta tinggal mengolah isi crepes dan sausnya saja. Alhamdulillah, kelompok kami menang juara satu kompetisi masak Crepes-nya dan berhak mendapat hampers berisi paket produk Nestle dan hadiah voucher belanja dengan total Rp. 1,8 juta. Selain hadiah, tentu saja yang paling berharga yang saya dapatkan dari acara tersebut adalah pengalaman membuat kreasi MPASI untuk balita di rumah. Saya jadi mengetahui, “Ooo, gini toh, cara mencampur bahan-bahan supaya jadi menu istimewa yang enggak biasa buat anak-anak saya di rumah” dan “Wah, ternyata membuat kreasi MPASI itu enggak perlu bahan-bahan mahal dan dibuat rumit ya? Bahan-bahan biasa pun bisa, kok”.

4Saat kelompok saya serius berkompetisi memasak. Foto oleh Helena Safitri.

3Saya dan anggota kelompok C.

2Blogger dari KEB berfoto bersama Chef Steby Rafael di akhir acara. Sumber foto: KEB.

Kalau ditanya, apakah saya akan memasak resep kreasi dengan Bubur Bayi Cerelac lagi untuk makanan balita saya lagi di rumah? Jawabannya, “Ooo sudah pasti!” Kebetulan saya paling suka dengan resep Crepes-nya dan ada persediaan Bubur Bayi Cerelac di rumah. Jadi, saya mau memasak untuk kedua balita saya di rumah. Teman-teman mau mencoba berkreasi juga? Resepnya sudah saya tulis di atas, ya! Silahkan dicontek! Hehe. Selamat memasak kreasi MPASI untuk balita di rumah, ya! Semoga balitanya makin makan dengan lahap! 🙂

Depok, 17 November 2016

April Hamsa

81 Comments

  1. Helena 17 November, 2016
    • April Hamsa 17 November, 2016
    • menu mpasi 6 bulan 12 Mei, 2017
  2. Ajen 17 November, 2016
    • April Hamsa 18 November, 2016
  3. bundashidqi lia 17 November, 2016
    • April Hamsa 18 November, 2016
  4. Bunda Zaitun 18 November, 2016
    • April Hamsa 18 November, 2016
  5. Leyla 18 November, 2016
  6. lianny hendrawati 18 November, 2016
    • April Hamsa 18 November, 2016
  7. bundasaladin 18 November, 2016
    • April Hamsa 18 November, 2016
  8. Mel Allira 18 November, 2016
    • April Hamsa 18 November, 2016
  9. ade ufi 18 November, 2016
  10. Shona Vitrilia 18 November, 2016
    • April Hamsa 18 November, 2016
  11. Okti Li 18 November, 2016
    • April Hamsa 21 November, 2016
  12. Nurul Fitri Fatkhani 18 November, 2016
    • April Hamsa 21 November, 2016
  13. Lina W. Sasmita 18 November, 2016
    • April Hamsa 21 November, 2016
  14. Eni martini 18 November, 2016
    • April Hamsa 21 November, 2016
  15. ayu anggarini 18 November, 2016
    • April Hamsa 21 November, 2016
  16. Ivonie 19 November, 2016
    • April Hamsa 21 November, 2016
  17. Nyi Penengah Dewanti 19 November, 2016
    • April Hamsa 21 November, 2016
  18. Gena Lysistrata 19 November, 2016
    • April Hamsa 21 November, 2016
  19. farida 19 November, 2016
    • April Hamsa 21 November, 2016
  20. Yuni 20 November, 2016
  21. Lubena ali 21 November, 2016
    • April Hamsa 21 November, 2016
  22. Fitri Astuti 21 November, 2016
    • April Hamsa 21 November, 2016
  23. Leni 21 November, 2016
    • April Hamsa 21 November, 2016
  24. Katerina 21 November, 2016
  25. Baby AE 21 November, 2016
  26. Anisa 21 November, 2016
  27. Wisata Malang 21 November, 2016
  28. Kepanjen Kita 21 November, 2016
  29. Kepanjen Kita 21 November, 2016
  30. AE Publishing 21 November, 2016
  31. nunung yuni 22 November, 2016
  32. Trip Jalan Jalan 23 November, 2016
  33. Deddy Huang 28 November, 2016
  34. Vety Fakhrudin 28 November, 2016
  35. Syarifani 28 November, 2016
  36. alfu laila 29 November, 2016
  37. Ipeh Alena 29 November, 2016
  38. kania 29 November, 2016
  39. Ucig 29 November, 2016
  40. Wahyu Widyaningrum 29 November, 2016
  41. monalisadeborah 29 November, 2016
  42. mas Irwin 29 November, 2016
  43. Edwina 29 November, 2016
  44. emanuella aka nyonyamalas 29 November, 2016
  45. Wian 29 November, 2016
  46. fika anaira 30 November, 2016
  47. Shita Rahmawati 30 November, 2016
  48. ericka 30 November, 2016
  49. wida 30 November, 2016
  50. Sie-thi Nurjanah 30 November, 2016
  51. Elisa 1 Desember, 2016
  52. agi pranoto 4 Desember, 2016
  53. Diah_syauqiya 4 Desember, 2016
  54. Reni Dwi Astuti 6 Desember, 2016
  55. Retno 8 Desember, 2016
  56. Beautyasti1 14 Januari, 2017
  57. wahyu 9 Mei, 2017

Leave a Reply

Instagram