Eskaningrum, Asisten Profesor yang Gemar Bercerita Melalui Blog

Eskaning Arum Prawestri adalah nama asli Eskaningrum, salah seorang blogger yang saya kenal semenjak setahun lalu. Salah satu hal yang menarik dari blogger pemilik blog www.eskaningrum.com adalah namanya yang unik. Konon, menurut orang tuanya, pada saat perempuan berjilbab ini dilahirkan ke dunia, berbarengan dengan ketika Sang Ayah mendapatkan Surat Keputusan (SK) resmi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jadilah, untuk mengenang momen tersebut, perempuan kelahiran Kebumen tanggal 12 Juli 1989 ini diberi nama Eskaningrum.

Aktivitas Eskaningrum berkutat di dunia kampus, tepatnya sebagai Asisten Profesor di salah satu pusat riset di Universitas Indonesia (UI) atau biasa disebut sebagai Junior Researcher. Namun, semenjak melahirkan buah hatinya bersama Riyadi Eko Nugroho pada awal Oktober tahun lalu, saat ini Eskaningrum masih menikmati masa maternity leave supaya bisa fokus pada pertumbuhan dan perkembangan putri kecilnya, Adzkia Halwa.

index

Eskaningrum bersama keluarga kecilnya.

Meski sibuk mengurus putrinya, Eskaningrum masih menyempatkan diri untuk menulis di blog. Menurut Eskaningrum, justru pada saat cuti dari pekerjaan sekarang ini lah, perempuan yang sangat menyukai durian ini bisa menulis. Maklum, pekerjaannya sebagai peneliti mengharuskannya untuk sering bepergian melakukan penelitian dan menulis report, khususnya di bidang maternal dan nutrition health. Akibatnya, Eskaningrum masih belum bisa konsisten menulis dan update blognya. Namun, pada dasarnya Eskaningrum sangat menyukai kegiatan blogging sebagai salah satu aktivitas pengisi waktu dalam kesehariannya.

Baca juga: Nunu Amir, Berawal dari Promosi MLM Hingga Jatuh Cinta pada Dunia Blogging.

Perkenalan Eskaningrum dengan blog sebenarnya sudah terjadi sejak jaman perempuan berkerudung ini berkuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Pada saat itu isi blognya kebanyakan curhatan-curhatan ala anak remaja dan sebagian puisi karyanya. Tapi, akhirnya sekitar tahun 2011, blog tersebut dihapus oleh Eskaningrum karena perempuan yang gemar travelling ini merasa isi blognya kurang berbobot. Hingga pada tahun 2014, Eskaningrum bergabung dengan Komunitas Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan beberapa kali mengikuti event yang diselenggarakan oleh KEB. Salah satu event yang membuatnya makin mengenal dunia blogging adalah saat perempuan yang suka berwisata kuliner ini mengikuti fashion show di acara Penganugerahan Srikandi blogger. Sayangnya, pada saat itu kesibukan di tempat kerja menyita waktunya. Eskaningrum masih belum tertarik untuk konsisten ngeblog.

Kemudian, tahun 2016, Eskaningrum menyadari bahwa blogging lama-kelamaan menjadi sangat ngehits. Blogger bisa mendapatkan pendapatan/ uang dari blognya atau yang biasa dikenal dengan monetize blog. Eskaningrum yang kini berdomisili di Depok ini kemudian tertarik juga untuk upgrade pengetahuannya tentang blogging. Eskaningrum kemudian mulai rajin mencari banyak info tentang cara memonetize blog. Bagai pucuk dicita ulam tiba, pada Bulan April 2016, Eskaningrum membaca informasi bahwa Komunitas Blogger Perempuan dan Blogholic mengadakan workshop tentang blogging di Dilo Telkom Bogor. Eskaningrum pun mendaftar untuk mengikuti workshop tersebut bersama suaminya, yang kebetulan juga berminat belajar blogging.

Motivasi Eskaningrum untuk ngeblog pun bangkit lagi. Perempuan yang saat ini juga sedang berburu beasiswa untuk belajar di salah satu negara empat musim ini berkeinginan menjadi lebih konsisten menulis dan bisa memonetize blognya. Sehingga, apabila kelak, misalnya, sudah tidak bekerja kantoran lagi, perempuan yang suka makan sate ini masih bisa produktif melalui karya-karyanya di blog.

Tahun 2016 ini, saat saya hamil, saya mulai penasaran kembali dengan dunia blog. Saya baru tahu kalau blog itu bisa dimonetize. Nah, motivasi saya untuk ngeblog bangkit lagi, nih. Saya pikir kalau nanti misalnya tidak bisa lagi bekerja di kantor mungkin saya bisa produktif melalui blog. Setelah cari-cari info, akhirnya saya memutuskan untuk punya domain sendiri di eskaningrum.com. Sejak awal tahun 2016 saya rajin cari kegiatan-kegiatan di komunitas-komunitas blog, termasuk acara di Dilo kemarin itu.” (Eskaningrum).

Blog Eskaningrum saat ini diakuinya masih belum semarak isinya. Namun, ketika saya mengintip blognya, ternyata sudah sangat bagus. Template-nya bersih dan tulisan-tulisan Eskaningrum mengalir, seolah bercerita sendiri. Isi blognya tak jauh-jauh dari aktivitas kesehariannya sebagai peneliti di bidang kesehatan, ada kategori health di sana. Saah satu artikel yang menjadi favorit saya dari blog Eskaningrum adalah tentang kisahnya saat melahirkan putrinya dengan dengan metode “Gentle Birth”.

Baca juga: Ifa Musyrifah, Si Hijaber yang Kreatif.

Apakah teman-teman (terutama yang sedang/ merencanakan kehamilan) tertarik membaca artikel tersebut? Atau mungkin mau sharing dengan Eskaningrum tentang “Gentle Birth”? Teman-teman dapat berkenalan dengan Eskaningrum via media sosialnya:

  • Blog: www.eskaningrum.com
  • Facebook: Eskaning Arum Pawestri
  • Twitter: @eskaningrum
  • Instagram: @eskaningrum

Selamat sharing pengalaman tentang “Gentle Birth” atau aktivitas lainnya dengan Eskaningrum, ya! 🙂

Depok, 5 januari 2016

April Hamsa

10 Comments

  1. Iya, setuju, mba. Rejeki melaui blog juga menjadi impian kalau mungkin, suatu saat nanti nggak bisa cari duit di luar rumah. Sukses, mba Eska dan mba April 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *