Kemalingan Motor

Hiks, masih kerasa merindingnya sampai sekarang. Ceritanya, kemarin (2/7), komplek kontrakan kami heboh karena ada yang kemalingan motor. Kok, ya, yang kehilangan motor adalah penghuni yang baru dua bulanan menghuni kontrakan. Padahal selama hampir dua tahun kami tinggal di kontrakan, selama ini aman-aman aja tuh.

Merindingnya tuh, karena kami duluan yang tahu kalau ada pencurian motor. Maksudnya, yang agak curiga terlebih dulu gitu. Jadi, kemarin sekitar pukul empat pagi, Maxy rewel. Dengan mata masih agak-agak merem, Bunda dan Ayah bangun. Karena bangun kepagian (biasanya kesiangan hehe 😛 ), Ayah akhirnya sholat Subuh ke mushola dekat rumah. Saat Ayah selesai wudhu, Ayah ngomel-ngomel, karena (lagi-lagi) air kran mati. Emang, udah penyakit lama kalau pompa di kontrakan tuh suka error. Pemiliknya benar-benar pelit deh, mengeluarkan uang untuk menambah daya listrik ataupun membeli pompa baru. Akhirnya, Bunda berinisiatif mengirim pesan via whatsapp ke ibu-ibu penghuni kontrakan untuk memberitahu kalau air mati, subuh itu juga.

Sepulang dari mushola, Ayah ngomel-ngomel sendiri. Bunda bertanya kenapa? Ternyata, karena pintu gerbang kontrakan terbuka lebar. Gembok bahkan raib, entah kemana. Ayah juga sempat bilang ke Bunda, “Itu, motor suaminya Mbak Putri yang gedhe nggak ada.” Bunda sempat berpikir, masa ya, ada pencurian motor. Namun, Bunda mengurungkan mau mengeluarkan statement itu, soalnya suami Mbak Putri, tetangga kami itu, kan sering dinas malam, siapa tahu belum pulang kan? Kalau soal pintu gerbang nggak kekunci, akhir-akhir ini, semenjak ada penghuni baru beberapa kali Bunda mendapati gerbang nggak kekunci. Mungkin ada yang lagi nakal, nggak tanggung jawab aja, pikir Bunda.

Setelah itu, Bunda pergi belanja ke Mang Ucup. Mumpung masih pagi banget, dengan harapan masih bisa dapat ikan buat menu makan Maxy. Sepulang dari Mang Ucup, eh itu gembok tetap nggak ada di gerbang. Akhirnya, Bunda nge-whatsapp lagi ke ibu-ibu perihal kunci gerbang nggak ada.

Kemudian, Bunda melanjutkan acara mengeringkan pakaian yang sudah dicuci malam sebelumnya dengan mesin cuci dan memberi ASIP buat sarapan Maxy. Oh iya, saat mengeringkan pakaian, Bunda samar-samar mendengar banyak suara kayak orang ngumpul-ngumpul gitu. Tapi, pikiran Bunda saat itu, ah, mungkin tetangga lagi pada ngobrolin sesuatu. Belum ngeh, kalau pada kumpul karena Mbak Putri kemalingan motor. Meski, jujur, sempat kepikiran ke arah sana.

Ternyata, setelah menerima pesan Bunda, Mbak Uli, salah seorang tetangga merespon dengan menempel kertas bertuliskan himbauan supaya selalu mengunci gerbang setiap keluar masuk komplek kontrakan. Tentang inisiatif Mbak Uli ini, Bunda nggak tahu sebelumnya. Bunda baru tahu, begitu akan keluar menjemur pakaian, ketemu sama Mbak Evi, tetangga samping rumah.

“Mbak, udah tahu?” Tanya Mbak Evi.

“Tahu apa?” Tanya Bunda.

Tante Evi belum menjawab, tapi pandangannya mengara ke arah rumah depan gerbang.

“Eh, motor ya?” Tanya Bunda lagi, seolah tahu pikiran Mbak Evi. Padahal Mbak Evi belum ngomong apapun saat itu.

Bunda langsung menuju rumah Mbak Putri.

Begitu ketemu orang-orang, Bunda langsung nembak, “Mbak, motor ya? Tadi, suamiku subuhan ke mushola, dia bilang motor suaminya Mbak Putri nggak ada. Terus, gerbang kebuka lebar. Gembok nggak ada. Saya mau ngetuk pintu pagi-pagi sungkan. Saya kira suami Mbak Putri mungkin dinas malam-malam, gitu.”

Yah, beneran deh, ilang motornya. Bunda merinding eui. Bisa jadi kan, kejadiannya beberapa menit sebelum Ayah keluar subuhan. Kalau pas Ayah mergokin malingnya gimana? Hiiiihh. Kurang ajar banget itu maling.

Setelah itu, kayaknya kabar raibnya motor suami Mbak Putri sudah didengar seluruh warga kampung daerah kontrakan.

Akhirnya malamnya, suami Mbak Putri lapor ke kantor polisi. Pemilik rumah, yang kayaknya baru pulang dari kantor juga datang. Dalam hati, Bunda berpikir, “Kayaknya nggak ada gunanya juga dia tahu.” Hehehe, Bunda keliatannya bete banget ya sama itu orang? Iya, emang hehe. Abisnya, dia kurang begitu peduli sama warga penghuni kontrakannya. Udah gitu lucunya lagi, saat kami meminta kontrakan dipasang CCTV, dia malah menawari kami dummy CCTV. Lhaaaaa, buat apa coba dummy CCTV? Bisa diketawain maling tuh, kalau ketahuan masang dummy doank. Huuufftt. Astaghfirulloh. Males deh, ngomong ma itu orang, nggak solutif.

Akhirnya, penghuni kontrakan sepakat buat iuran beli gembok lagi. Masing-masing juga dihimbau untuk lebih waspada lagi. Yah, mudah-mudahan, nggak ada lagi kemalingan di kontrakan kami. Semoga, keluarga kami, segera diberi rejeki sama Allah supaya bisa punya rumah sendiri. Aamiin.

-Bunda-

Numpang pengumuman juga nih soal motor yang ilang:

Ikutan ngeshare status tetangga ya, mungkin ada yang liat di wilayah Jkt n sekitarnya:
Semua temanku tolong bantuannya !!!!!
Telah hilang, sebuah motor
Merk : honda tiger
Tahun : 2009
Plat : D.6630.ZO
Lokasi kehilangan:
Jl.swadaya 1 sekitar daerah poltangan, pasar minggu
Beserta hilangnya motor itu hilang juga, sebuah heln berwarna pink fusia, merk ink.
Yang merasa melihat motor dengan ciri2 tersebut. Langsung TABRAK SAJA. Dan minta tunjukan stnk nya. Kalo tidak ada berarti itu motor curian. Jika ada yg melihat disekitaran daerah mana, bisa hubin no tlp. 081312954894/081809155436

Terima kasih…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *