Blog Contest Health Kids Health Product Review Review & Contest

Lactacyd Baby, Andalan Ibu untuk Mencegah dan Mengobati Penyakit Kulit Bayi

Kulit bayi sangat sensitif, sehingga rawan terkena iritasi kulit. Itulah pengetahuan yang saya dapatkan dari Talk Show “Healthy Skin Happy Baby: Cara Tepat Merawat Kulit Sensitif Pada Si Kecil” yang diselenggarakan oleh Lactacyd Baby bekerjasama dengan Majalah Mother and Baby Indonesia tanggal 28 Mei lalu. Selain karena kulit bayinya sendiri yang masih sensitif, kondisi sistem kekebalan bayi yang masih lemah juga membuatnya mudah terserang infeksi maupun alergi. Infeksi dan alergi yang menyerang bayi ada kalanya juga berdampak terhadap gangguan kesehatan kulit bayi.

Gangguan kesehatan kulit bayi menimbulkan berbagai macam penyakit. Pencetus atau penyebabnya pun bermacam-macam. Menurut mayoclinic.org terdapat beberapa penyakit kulit yang biasanya diderita oleh bayi, antara lain:

Milia.

Benjolan-benjolan putih kecil yang biasanya terdapat pada bayi yang baru lahir. Biasanyanya terlihat di dagu, hidung, dan pipi. Milia terbentuk karena sel-sel kulit mati terjebak di bawah permukaan kulit, sehingga membentuk kista kecil yang keras. Pada umumnya milia tidak berbahaya, hanya menimbulkan gangguan estetika.

Cradle cap (kerak di kepala bayi).

Kerak di kepala bayi biasanya muncul pada bayi yang baru lahir dan akan menghilang sendiri saat bayi berusia enam bulan. Hal ini ditandai dengan sisik yang tebal, berwarna putih agak kekuningan, dan agak berminyak di kepala bayi. Penyebabnya adalah peradangan kelenjar minyak di kulit kepala.

Diaper rash (ruam popok).

Ruam popok adalah salah satu penyakit kulit yang banyak menyerang bayi, khususnya yang masih memakai popok sekali pakai (pospak). Biasanya terjadi karena pospak bayi terlalu lama diganti, sehingga kulit bergesekan atau kontak terlalu lama dengan urine atau feses.

Baby acne (jerawat pada bayi).

Jerawat biasanya terjadi pada bayi yang baru dilahirkan. Pada umumnya muncul di dahi dan pipi. Penyebabnya kemungkinan besar adalah paparan hormon ibu selama kehamilan.

Heat rash (biang keringat).

Biang keringat juga salah satu penyakit yang banyak diderita bayi. Penyebabnya adalah penyumbatan pada pori-pori kulit sehingga mengakibatkan keringat tidak bisa keluar. Akibatnya muncul bintik-bintik halus yang terlihat jelas bahkan kadang kemerahan di permukaan kulit bayi.

Baby eczema (eksim pada bayi).

Nama medis dari eksim adalah dermatitis atopik. Tanda-tandanya kulit menajadi merah, bersisik, kering, dan gatal. Penyakit kulit ini salah satu yang bersifat kronik (berjangka waktu lama). Pemicunya bisa bermacam-macam, antara lain alergi makanan, debu, bulu, dan penyebab iritan lainnya.

Baca juga: Redwin Sorbolene Moisturiser, Pelembab bagi Segala Usia yang Memiliki Masalah Kulit Sensitif.

Anak-anak saya yang masih balita, Maxy (3y8m) dan Dema (1y5m) juga termasuk anak-anak yang kulitnya sangat sensitif. Ketika masih kecil, jika saya terlambat mengganti pospaknya, maka akan muncul ruam di daerah pantat dan kemaluannya. Ada beberapa produk sabun bayi yang tidak cocok untuk kulit keduanya. Keduanya juga memiliki bakat alergi turunan, yang pencetusnya adalah udara. Jika udara terlalu panas, maka pada kulit keduanya akan muncul ruam kemerahan berupa heat rash atau biang keringat. Bahkan pernah, suatu kali biang keringat itu berubah menjadi bisul karena mereka menggaruk-garuk kulitnya yang gatal.

Saat Maxy dan Dema terkena biang keringat yang berubah menjadi bisul ketika digaruk.

Bisul tersebut membuat saya khawatir, sebab makin banyak benjolan-benjolan yang muncul, utamanya di area kepala dan lengan/ tangan. Lalu, saya mendapat informasi dari tetangga, bahwa sebaiknya air mandi mereka diberi campuran produk antiseptik cair. Akhirnya, setiap mereka mandi, saya melarutkan antiseptik cair ke air mandi anak-anak. Ternyata, bukannya membaik, bisul-bisul itu malah makin parah. Akhirnya, saya memutuskan membawa keduanya ke dokter anak.

Dokter kemudian memberi saya saran supaya tidak lagi melarutkan produk antiseptik cair ke air mandi anak-anak, melainkan ganti saja dengan Lactacyd Baby. Sebab Lactacyd Baby lebih sesuai untuk anak-anak, terutama yang kulitnya sensitif seperti bayi saya. Sedangkan larutan antiseptik yang sebelumnya, saya gunakan, lebih cocok buat orang dewasa.

Stop menggunakan antiseptik cair sebab produk semacam itu berbahaya untuk anak-anak. Jangan sekali-sekali memakaikan sabun dan produk orang dewasa lainnya untuk anak-anak! Produk semacam itu biasanya menggunakan bahan-bahan kimiawi yang tidak cocok untuk kulit bayi yang masih sangat tipis! ”

Saya kemudian menuruti saran dokter, memakai Lactacyd Baby untuk mandi kedua balita saya, sembari mengompres bisul-bisul mereka dengan air hangat. Alhamdulillah, tak lama kemudian, penyakit kulit mereka sembuh.

Ternyata memang berisiko sekali memakaikan larutan antiseptik, apalagi sabun untuk orang dewasa kepada balita. Sebab kondisi kulit anak-anak, terutama yang masih bayi begitu sensitif. Sebenarnya, apa sih yang menyebabkan kulit anak-anak, terutama bayi, begitu sensitif jika dibandingkan dengan kulit orang dewasa?

Sepintas, kulit bayi memang terlihat sama saja dengan kulit orang dewasa. Namun, sebenarnya, kedua kulit tersebut memiliki perbedaan berupa karakteristik struktural dan fungsional. Berikut adalah perbedaan karakteristik struktural dan fungsional antara kulit bayi dengan kulit orang dewasa:

Struktural

Kulit bayi dan kulit orang dewasa memiliki perbedaan karakteristik struktural yang dignifikan. Hal tersebut dapat dilihat jelas melalui mikroskop. Perbedaannya akan terlihat pada:

  • Struktur kulit bayi yang lebih renggang jika dibandingkan kulit orang dewasa.
  • Kulit bayi lebih tipis hanya 40-60% dari kulit orang dewasa.
  • Kulit bayi memiliki rambut lebih sedikit dari orang dewasa.
  • Ikatan antar sel pada kulit bayi lebih longgar.
  • Produksi kelenjar keringat dan kelenjar minyak lebih sedikit.

Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan karakteristik struktural antara kulit bayi dengan kulit orang dewasa bisa dilihat di gambar ini:

Perbedaan kulit bayi dan kulit orang dewasa.

Kita bisa menganalogikan bahwa kulit bayi seperti susunan batu bata yang renggang, sedangkan kulit orang dewasa lebih rapat. Itulah sebabnya jika ada kontak dengan zat kimiawi atau zat-zat berbahaya lainnya, kulit bayi lebih mudah menyerapnya, sebab pertahanannya belum sempurna.

Fungsional

Sedangkan perbedaan karakteristik fungsional antara kulit bayi dengan kulit orang dewasa adalah:

  • Kulit bayi lebih sedikit memproduksi melanin, yang berfungsi melindungi bayi dari gangguan dan perubahan cuaca/ sinar matahari lebih tipis daripada kulit orang dewasa. Hal ini membuat kulit bayi lebih rentan dan memiliki risiko terbakar matahari lebih tinggi.
  • Kulit bayi belum memiliki pertahanan yang sempurna untuk melindungi diri dari bakteri tertentu. Selain itu bayi juga kekebalan tubuhnya masih belum sepenuhnya efektif untuk melawan infeksi. Itulah sebabnya kulit bayi lebih rentan terhadap infeksi.
  • Kulit bayi memiliki kemampuan mengurangi produksi keringat. Hal ini menyebabkan kulit bayi kesusahan membuang panas tubuh melalui keringat. Akibatnya bayi sering mengalami biang keringat.
  • Lapisan lemak di bawah kulit bayi yang berfungsi sebagai bantalan ketika terjadi benturan belum banyak, sehingga bayi lebih rentan terhadap gangguan iritasi eksternal, seperti gesekan dengan popok, dll.

Itulah sebabnya dilarang keras memakaikan produk orang dewasa, seperti sabun, shampoo, larutan antiseptik, dan kosmetika orang dewasa lain yang bersentuhan dengan kulit, kepada anak-anak, khususnya bayi. Alasan lain adalah sebab produk untuk kulit bayi biasanya dikembangkan khusus melalui riset khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan kulit bayi. Contoh mudahnya, sabun bayi mungkin tidak sewangi sabun orang dewasa, hal itu karena komponen bahan yang menimbulkan wangi tidak dipakai. Komponen ini biasanya adalah zat kimiawi yang berbahaya jika dipakaikan untuk kulit bayi.

Sabun bayi yang banyak direkomendasikan oleh tenaga medis anak, salah satunya dokter yang saya percaya untuk konsultasi kesehatan anak-anak saya, adalah Lactacyd Baby. Pengetahuan saya mengenai keunggulan produk Lactacyd Baby bertambah setelah mengikuti Talk Show “Healthy Skin Happy Baby: Cara Tepat Merawat Kulit Sensitif Pada Si Kecil”. Ternyata, Lactacyd Baby diformulasikan khusus untuk bayi. Artinya ada riset dan uji klinis dalam beberapa tahapan yang dilakukan dengan serius sebelum meluncurkan produk Lactacyd Baby ini ke pasaran.

Ada beberapa hal yang saya catat dari talk show saat itu berkenaan dengan produk Lactacyd Baby:

  • Lactacyd Baby yang diproduksi oleh PT Sanofi Aventis Indonesia ini sudah melalui tahap uji klinis, sehingga sangat aman untuk bayi.
  • PH kulit bayi berkisar antara 6-7, sedangkan PH kulit orang dewasa 3-4. Itulah sebabnya kulit bayi lebih rentan terhadap iritasi, infeksi bakteri, bahkan reaksi alergi. Supaya kulit bayi tetap sehat, maka PH-nya harus diturunkan menjadi sekitar 3-4. Lactacyd Baby memiliki yang PH yang sesuai dengan yang dibutuhan anak, yakni 3-4.
  • Salah satu kandungan Lactacyd Baby adalah ekstrak susu sapi. Namun, para orang tua yang anaknya memiliki alergi terhadap susu sapi tidak perlu khawatir menggunakan produk ini, sebab alergi susu sapi hanya akan terjadi jika susunya dikonsumsi/ diminum oleh anak.
  • Komposisi Lactacyd Acid pun ditunjukkan lengkap dalam kemasan produknya, sehingga orang tua bisa mengecek sendiri kandungan apa saja yang terdapat dalam sabun tersebut.

Komposisi Lactacyd Baby.

Jika membaca komposisinya maka keunggulan Lactacyd Baby terletak pada:

  • Lactacyd Baby ini juga tidak memiliki banyak busa karena memang tidak memiliki kandungan detergen, sehingga sangat aman untuk bayi.
  • Lactacyd Baby tidak seharum sabun mandi bayi biasa atau sabun orang dewasa sebab tidak mengandung fragrance oil yang merupakan bahan pengharum kimiawi.
  • Lactacyd Baby memiliki bahan baku air (aqua) yang merupakan bahan alami dan aman untuk kulit.
  • Terdapat TEA-lauryl sulfate and ammonium lauryl sulfate yang berfungsi untuk membersihkan kuman.
  • Ethyleneglycol stearate untuk skin conditioning sehingga membuat kulit bayi menjadi lebih lembut.
  • Hydrogenated peanut oil merupakan kandungan minyak alami untuk melembabkan kulit bayi.
  • Natural orange flavour untuk bau sedap pada kulit bayi.
  • Sodium methyl paraben biasanya digunakan untuk mengawetkan produk sabun bayi. Namun jangan khawatir, kandungan paraben Lactacyd Acid sangat kecil, makanya masa expirednya juga cepat.

Cara penggunaan Lactacyd Baby pun sangat mudah:

  • Larutkan atau encerkan 3-4 sendok Lactacyd Baby ke air dalam bak mandi bayi/ anak. Mandikan bayi seperti biasa. Gosok-gosok dengan perlahan kulitnya.
  • Lactacyd Baby juga bisa digunakan sebagai shampoo untuk kepala. Caranya, tuangkan dulu ke tangan lalu gosok-gosok, dan usapkan ke rambut bayi.
  • Selain itu jika ingin digunakan ke wajah bayi, gunakan seperti pemakaian sabun cair biasa.
  • Untuk kulit yang mengalami ruam/ iritasi atau penyakit-penyakit kulit yang sudah saya jelaskan sebelumnya (Milia, Cradle cap, Diaper rash, eksim, Baby Acne, biang keringat) tuangkan Lactacyd Baby ke kapas lalu gosokkan secara perlahan ke kulit bayi yang terkena iritasi.

Mudah bukan cara penggunaannya?

Maxy dan Dema mandi dengan Lactacyd Baby.

Kini, di rumah saya selalu tersedia Lactacyd Baby untuk Maxy dan Dema. Alhamdulillah, dengan rutin memakai produk ini, keduanya jarang kena ruam popok dan biang keringat. Lactacyd Baby ini benar-benar andalan saya agar anak-anak terhindar dari penyakit kulit lagi. Oh ya, sebagai tambahan informasi, berikut cara merawat kulit bayi yang benar:

  • Jangan menggunakan air terlalu panas ataupun terlalu dingin untuk memandikan bayi, pergunakan air yang suam-suam kuku.
  • Encerkan Lactacyd Baby 3-4 sendok ke dalam air mandi bayi.
  • Jangan memandikan bayi terlalu lama.
  • Pakai handuk yang bersih setiap kali selesai memandikan bayi.
  • Apabila bayi berkeringat maka segera ganti pakaiannya. Gunakan pakaian bayi yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat.
  • Hindari penggunaan kosmetika bayi (bedak, minyak, parfum, dll ) secara berlebihan.

Mungkin bagi sebagian ibu, agak ragu menggunakan Lactacyd Baby karena bandrol harganya yang sepintas terlihat lebih mahal, jika dibandingkan dengan sabun-sabun bayi lainnya. Padahal, sebenarnya dengan pemakaian yang benar jatuhnya malah Lactacyd Baby ini lebih hemat. Apalagi Lactacyd Baby ini benar-benar sudah teruji untuk mencegah dan mengobati penyakit kulit bayi. Nggak akan rugi memakainya, sangat worth it, apalagi jika dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengunjungi dokter akibat anak terlanjur kena penyakit kulit yang parah. Nah, mencegah penyakit selalu lebih baik dibandingkan dengan mengobati, kan?

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap tentang Lactacyd Baby bisa mengunjungi Fan Page Lactacyd Baby.

Surabaya, 30 Juni 2016

April Hamsa

Sumber referensi tulisan dan gambar:

  • mayoclinic.org
  • desitin.com
  • babycenter.com
  • ingininfosehat.blogspot.co.id

72 Comments

  1. rahmiaziza.com 30 Juni, 2016
    • April Hamsa 1 Juli, 2016
  2. Julian Sukrisna 30 Juni, 2016
    • April Hamsa 1 Juli, 2016
  3. Keluarga Biru 30 Juni, 2016
    • Dian farida 30 Juni, 2016
      • April Hamsa 1 Juli, 2016
    • April Hamsa 1 Juli, 2016
  4. ernawati lilys 30 Juni, 2016
    • April Hamsa 1 Juli, 2016
  5. Ira duniabiza 30 Juni, 2016
    • April Hamsa 1 Juli, 2016
  6. cutdekayi 30 Juni, 2016
    • April Hamsa 1 Juli, 2016
  7. Katerina 30 Juni, 2016
    • April Hamsa 1 Juli, 2016
  8. Khoirur Rohmah 30 Juni, 2016
    • April Hamsa 1 Juli, 2016
  9. Riski Ringan 30 Juni, 2016
    • April Hamsa 1 Juli, 2016
  10. Nyi Penengah Dewanti 30 Juni, 2016
    • April Hamsa 1 Juli, 2016
  11. Grace Melia 30 Juni, 2016
    • April Hamsa 1 Juli, 2016
  12. Ophi Ziadah 1 Juli, 2016
    • April Hamsa 1 Juli, 2016
  13. Rach Alida Bahaweres 1 Juli, 2016
    • April Hamsa 1 Juli, 2016
  14. Haryadi Yansyah | Omnduut.com 1 Juli, 2016
    • April Hamsa 1 Juli, 2016
  15. Arina Mabruroh 1 Juli, 2016
    • April Hamsa 4 Juli, 2016
  16. macam penyakit kulit 11 Oktober, 2016
  17. Siti chotimah 2 November, 2016
    • April Hamsa 2 November, 2016
  18. Mayang 17 November, 2016
    • April Hamsa 17 November, 2016
  19. Dona Asyriah 26 Desember, 2016
  20. Firda 18 Januari, 2017
    • April Hamsa 20 Januari, 2017
  21. mila 28 Januari, 2017
    • April Hamsa 28 Januari, 2017
  22. Bunda manda 31 Januari, 2017
  23. Dewi 2 Februari, 2017
    • April Hamsa 2 Februari, 2017
  24. siti nurlaeni 15 Februari, 2017
    • zidna ilma 21 Maret, 2017
  25. eka 4 Maret, 2017
    • April Hamsa 22 Maret, 2017
  26. zidna ilma 21 Maret, 2017
    • April Hamsa 22 Maret, 2017
  27. Mae 5 April, 2017
    • April Hamsa 5 April, 2017
  28. Linda 9 April, 2017
    • April Hamsa 11 April, 2017
  29. Yuyun Kurniawan 11 April, 2017
    • April Hamsa 11 April, 2017
  30. mama alvaro 11 April, 2017
  31. April Hamsa 11 April, 2017
  32. mama alvaro 11 April, 2017
    • April Hamsa 12 April, 2017
      • mama alvaro 12 April, 2017
  33. Nury Firdausia 22 April, 2017
    • April Hamsa 3 Juni, 2017
  34. Achmad subari 27 April, 2017
    • April Hamsa 3 Juni, 2017
  35. Beautyasti1 25 Mei, 2017
    • April Hamsa 3 Juni, 2017
  36. Evi 3 Juni, 2017
    • April Hamsa 3 Juni, 2017

Leave a Reply

Instagram