Advertorial Health Kids Health Product Review Review & Contest

Jangan Sepelekan Mata Belekan!

Saya sama sekali tidak menyangka kalau kebahagiaan karena bisa mudik ke Surabaya saat Idul Fitri kemarin berubah jadi tangisan. Hehe, kesannya lebay, ya? Tapi, memang liburan Idul Fitri tahun ini benar-benar berkesan buat saya sekeluarga. Namun, bukan kesan membahagiakan, seperti yang saya bilang di awal tulisan ini. Melainkan sebaliknya, menjadi pengalaman yang “enggak banget”, hiks. Pasalnya, saat orang lain merayakan Idul Fitri dengan suka cita, anak pertama saya Maxy terserang sakit mata belekan (konjungtivitis). Jadi, terpaksa saat Idul Fitri, saya dan anak-anak tidak ikut Sholat Ied.

Maxy terkena belekan karena tertular dari anak-anak saudara saya yang kebetulan menginap di rumah orang tua saya karena suatu urusan. Sebenarnya, sempat gondok juga sih, kenapa memilih menginap di rumah orang tua saya? Kenapa enggak di rumah saudara lain saja yang enggak ada anak kecilnya? Saya kan khawatir anak-anak ketularan. Benar deh, kejadian. Selang beberapa hari setelah saudara saya itu pulang, Maxy mulai menunjukkan tanda-tanda terserang konjungtivitis. Tanda-tandanya antara lain:

  • Salah satu mata terlihat memerah (biasanya akan menular ke mata yang lain).
  • Mengeluarkan air mata.
  • Terdapat kotoran atau belek yang keluar dari mata.
  • Kotoran mata ini biasanya membentuk kerak, terutama saat kondisi mata tertutup karena tidur di malam hari. Akibatnya, keesokan harinya, kelopak mata seperti dilem, susah untuk dibuka.
  • Mata terasa ada yang mengganjal, bahkan sakit.

Penyebab konjungtivitis sebenarnya bermacam-macam. Ada yang disebabkan karena virus, bakteri, maupun karena alergi. Berikut ciri-ciri konjungtivitis yang berdasarkan penyebabnya (dari hasil baca-baca di Milis Sehat):

  • Virus: Is a limited condition. It usually affects one eye and causes excessive tearing. The discharge is usually mild.
  • Bakteri: It is seen as a pink eye. It affects both the eyes usually and leads to thick discharge of mucus from both the eyes.
  • Alergi: It results in excessive tearing from the eyes and itching & redness in the eyes. It may sometimes be associated with a runny nose.

Sengaja tidak saya terjemahkan sebab lebih mudah dipahami dengan menggunakan Bahasa Inggris (alasan doank, padahal bingung nerjemahinnya hehehe).

Baca juga: Cara Mengatasi Mata yang Mudah Lelah Akibat Keseringan Melihat Layar Gadget.

Biasanya kasus konjungtivitis yang terjadi pada anak lebih banyak disebabkan oleh virus dan bakteri. Ciri-ciri yang gampang terlihat, sebagaimana yang saya tuliskan dalam Bahasa Inggris di atas, kalau virus biasanya menyerang satu mata dulu, baru menular ke mata lain. Kalau karena bakteri, matanya memerah bersamaan. Ciri-ciri lainnya, kalau penyebabnya virus maka mata akan berair dan mengeluarkan kotoran kuning atau bening. Sedangkan jika penyebabnya bakteri maka kotorannya cenderung lebih keruh, berwarna kuning kehijauan.

Jika penyebab konjungtivitis adalah virus dan alergi biasanya akan sembuh sendiri. Hanya tergantung pada daya tahan tubuh si anak. Tapi, kalau penyebabnya karena bakteri maka membutuhkan pengobatan dengan Antibiotik. Kasus Maxy kemarin, saya yakin penyebabnya adalah virus. Makanya saya memutuskan untuk melakukan home treatment saja untuk Maxy. Apalagi ini bukan pertama kalinya Maxy belekan. Dulu, saat masih bayi juga pernah dan sembuh dengan cara sering-sering saya seka/ kompres matanya dengan kapas/ kasa yang saya basahi dengan air anget.

Namun, saya lupa kalau Maxy sekarang sudah besar. Dia memberontak saat saya membersihkan kotoran matanya. Enggak seperti dulu, ketika dia masih kecil masih menurut sehingga cepat sembuh. Akhirnya karena sakit matanya tidak menunjukkan tanda-tanda membaik, maka saya memutuskan membawa Maxy ke dokter spesialis mata. Dokter memberi Maxy obat dan sekitar dua hingga tiga hari kemudian, Maxy sembuh.

Setelah Maxy sehat, eh, giliran saya terkena konjungtivitis. Saat awal-awal mengalami gejala konjungtivitis sebenarnya saya langsung pergi ke rumah sakit mata dekat rumah. Namun, hingga satu minggu kemudian, mata saya semakin parah. Akhirnya, saya mengunjungi dokter spesialis mata yang sebelumnya pernah mengobati Maxy. Sebelumnya, saya memang sengaja memilih rumah sakit mata milik pemerintah dekat rumah saja. Pada saat Maxy sakit, rumah sakit mata tersebut kebetulan tutup. Ternyata, sakit mata saya makin parah. Bahkan oleh dokter-nya Maxy katanya kornea dan lipatan mata saya terinfeksi jamur. Hyaaahh, bagaimana bisa ada jamur di mata saya? Dokter mengatakan itu karena kelembaban dan faktor kebersihan. Selain itu, saya juga tidak mengistirahatkan mata, terlalu sering berada di depan leptop (maklum, detlen 😛 ). Kemudian dokter menganjurkan saya untuk opname di rumah sakit selama beberapa hari. Namun, karena teringat anak kedua Dema yang masih menyusu, saya meminta dokter mengijinkan saya berobat jalan saja.

Total tiga minggu saya bolak-balik kontrol ke dokter untuk memeriksa apakah mata saya sudah bebas jamur atau belum. Lumayan juga biaya yang harus dikeluarkan saat itu. Apalagi BPJS saya tidak bisa digunakan karena saya tidak memiliki rekomendasi dari fasilitas kesehatan pertama di rumah saya di Depok sana. Posisi saya di Surabaya, sedangkan suami masih dinas di Cilacap. Alhasil, meskipun biaya pengobatan nanti diganti oleh kantor suami, namun untuk sementara terpaksa memakai dana sendiri. Saat itulah saya menyadari betapa pentingnya asuransi kesehatan. Saya dan suami pun akhirnya memilih-milih asuransi kesehatan terbaik yang kami rasa bisa diandalkan saat anggota keluarga kami mendadak sakit, seperti peristiwa saat liburan Idul Fitri kemarin.

Kami membanding-bandingkan asuransi dan memilihnya dari situs Futuready.com. Futuready.com merupakan broker asuransi online pertama yang memegang lisensi resmi dari OJK. Futuready.com ini merupakan bagian dari AEGON, salah satu perusahaan asuransi terbaik di dunia yang berbasis di Den Haag, Belanda. Futuready.com tidak memiliki produk asuransi sendiri, melainkan hanya merekomendasikan asuransi terbaik untuk kliennya.

Caranya cukup mudah.Pertama, kita buka situs Futuready.com, lalu kita bisa memilih asuransi apa yang ingin kita beli. Terdapat tiga pilihan yakni: asuransi kesehatan, asuransi perjalanan, dan asuransi kecelakaan. Pada masing-masing pilihan, nanti kita dapat melihat detail dan memilih produk yang sesuai keinginan kita.

Oh ya, satu lagi pesan saya, buat orang tua yang anaknya (atau dirinya sendiri) mengalami konjungtivitis sebaiknya lakukan hal-hal berikut:

  • Rajin-rajinlah membersihkan mata.
  • Bersihkan tangan dan potong kuku anak untuk mencegahnya mengucek-ucek mata.
  • Untuk sementara “kurung” anak, jangan biarkan anak bermain dulu dengan teman-temannya supaya tidak menulari yang lain.
  • Jika terpaksa keluar rumah maka pakaikan kacamata.

Konsultasikan kepada dokter spesialis mata tentang penyakit mata yang diderita apabila dirasa setelah melakukan home treatment, mata tidak kunjung membaik. Tapi, semoga kita semua tidak pernah terkena belekan (lagi) ya! Terus terang saya trauma, hiks.

Surabaya, 15 September 2016

April Hamsa

55 Comments

  1. Rach Alida Bahaweres 15 September, 2016
  2. Rotun DF 15 September, 2016
  3. Ety Abdoel 15 September, 2016
  4. Arina Mabruroh 15 September, 2016
  5. Nchie Hanie 15 September, 2016
  6. Helena 15 September, 2016
  7. cputriarty 16 September, 2016
  8. Noe 16 September, 2016
  9. Susindra 16 September, 2016
  10. Bibi Titi Teliti 16 September, 2016
  11. Ratna Dewi 16 September, 2016
  12. bundashidqi lia 16 September, 2016
  13. Vety Fakhrudin 16 September, 2016
  14. tutyqueen 18 September, 2016
  15. Ria 19 September, 2016
  16. Dian Ravi 27 September, 2016
  17. Ajen Angelina 27 September, 2016
  18. keninglebar 27 September, 2016
  19. Mahadewi Shaleh 27 September, 2016
  20. Jung 27 September, 2016
  21. Tukang jalan jajan @dodon_jerry 27 September, 2016
  22. Cindraprasasti 27 September, 2016
  23. Tius 27 September, 2016
  24. Nurul Fitri Fatkhani 27 September, 2016
  25. Adi Setiadi 27 September, 2016
  26. Udafanz 27 September, 2016
  27. bena 27 September, 2016
    • Elisa 27 September, 2016
  28. Lendyagasshi 27 September, 2016
  29. Jiah 27 September, 2016
  30. Muhammad Zaini 27 September, 2016
  31. Bayu Setya Romansyah 27 September, 2016
  32. Fandhy 27 September, 2016
  33. Mia Fajarani 27 September, 2016
  34. Natalia Bulan 27 September, 2016
  35. Yulia 27 September, 2016
  36. Florensi Mellia 27 September, 2016
  37. Susindra 28 September, 2016
  38. Dede Ruslan 28 September, 2016
  39. Wanda syafii 28 September, 2016
  40. andhikamppp 28 September, 2016
  41. rini 28 September, 2016
  42. erina 28 September, 2016
  43. Yesi Intasari 28 September, 2016
  44. Wulan 28 September, 2016
  45. Anita Makarame 28 September, 2016
  46. liza 28 September, 2016
  47. Rinrin Rinjaniah 28 September, 2016
  48. Wahyu Pratama 28 September, 2016
  49. adi nugraha 29 September, 2016
  50. omith 29 September, 2016
  51. Achmad Muttohar 29 September, 2016
  52. Informasi Terkini 10 Oktober, 2016
  53. Wisata Terkini 10 Oktober, 2016
  54. Bang Satrio 10 Oktober, 2016

Leave a Reply

Instagram