Advertorial Food Product Review Review & Contest

Memulai Bisnis Jual Seblak

Variasi makanan dari Indonesia memang tidak ada habisnya. Salah satu yang saat ini sedang populer di masyarakat adalah makanan khas dari Bandung yaitu seblak. Makanan ini mempunyai citarasa gurih dan pedas dan dibuat dari bahan kerupuk basah yang direbus dan dibumbui dan ditambahkan bahan lain sesuai selera pembuatnya. Sekarang ini makanan kerupuk basah rebus tersebut bukan hanya diminati warga Bandung tetapi sudah marak dijual di berbagai kota di Indonesia.

Hal pertama yang harus dipikirkan ketika memulai bisnis usaha makanan kerupuk basah tersebut ialah memilih tempat yang strategis untuk berjualan. Tempat yang dipilih harus mempunyai mobilitas yang tinggi dan dilalui banyak orang setiap hari sehingga akan dapat menarik pelanggan. Selain itu dekat dengan tempat berkumpul banyak orang seperti di taman atau pusat perbelanjaan yang ramai. Tempat yang paling strategis lainnya adalah yang dekat dengan kampus karena mahasiswa akan suka dengan cita rasa baru dari eksperimen makanan seperti kerupuk basah tersebut.

seblak instan keluargahamsa.comSeblak, makanan yang berasal dari bahan dasar kerupuk basah. Sumber: bukalapak.com.

Seblak sendiri mempunyai beragam varian campuran yang dapat dipilih sendiri sesuai selera pelanggan. Kerupuk basah yang direbus tersebut dapat dicampur dengan makaroni, ceker ayam, mie kuning, tulang, baso, batagor, aci, siomay, ada juga yang dicampur dengan jamur dan beragam bahan lain sesuai dengan kreatifitas penjualnya. Sedangkan untuk menambah keunikan dan tantangan bagi penyuka rasa pedas, makanan ini memberikan pilihan level kepedasan yang berbeda-beda. Ada yang mengklasifikasikan kepedasan dari level 1-5 bahkan ada yang mempunyai level 1-15, semuanya tergantung dengan seberapa banyak bumbu cabe yang dimasukkan dalam suatu adonan.

Karena kepopulerannya, saat ini kerupuk basah tersebut dapat ditemui dijual di kedai khusus ataupun dijual hanya menggunakan gerobak. Tidak masalah bagaimana menjualnya karena hal yang terpenting ialah rasa yang ditawarkan makanan ini. Kelebihan menjual kerupuk basah dalam gerobak adalah tidak mengeluarkan uang untuk sewa tempat sehingga akan mengurangi modal yang dikeluarkan. Hal yang terpenting untuk diperhatikan baik itu menjual makanan ini di kedai atau gerobak adalah mengenai kebersihan yang harus selalu dijaga.

Contoh untuk menjaga kebersihan dan tetap menjaga rasa adalah dengan membersihkan berbagai peralatan masak setelah dipakai. Cuci wajan yang dipakai untuk membuat adonan agar selalu bersih. Selain dapat untuk tetap menjaga cita rasa kerupuk basah agar tetap sama peralatan masak yang bersih juga dapat menunjukkan kepada pelanggan bahwa penjual tetap menjaga kebersihan demi menjaga mutu dari makanan tersebut. Penggunaan bahan yang segar dan baik untuk membuat adonan juga merupakan syarat untuk dapat menarik pelanggan. Seperti penggunaan kerupuk basah akan lebih baik bila membuatnya sendiri sehingga dapat memastikan mutunya, atau bisa juga dengan bekerjasama dengan pihak lain yang sudah credible. Begitu juga dengan bumbu yang digunakan, usahakan untuk memilih bumbu yang segar sehingga rasanya lebih nikmat.

Dalam perkembangannya karena banyak yang meminati seblak sekarang ini juga dijual dalam kemasan yang bisa langsung jadi. Kerupuk basah dengan kemasan seperti pop mie tersebut dapat bertahan lebih lama daripada kerupuk basah biasanya yang harus selalu harus dimakan langsung ketika panas. Kerupuk basah dinilai lebih praktis karena pelanggan dapat membuat langsung dengan menyeduhnya dimana saja dan kapan saja. Selain itu, kelebihan dalam bentuk kemasan juga dapat dijual dengan cara online sehingga menghasilkan banyak keuntungan. Hal ini merupakan strategi penjualan yang bagus dan masa kini.

Bagaimana, tertarik untuk memulai bisnis makanan seblak juga? Hmmm, nampaknya ini salah satu bisnis yag menjanjikan, bukan? šŸ˜€

April Hamsa

45 Comments

  1. Hidayah Sulistyowati 4 Desember, 2016
    • April Hamsa 7 Desember, 2016
  2. Lendyagasshi 5 Desember, 2016
    • April Hamsa 7 Desember, 2016
  3. Okti Li 5 Desember, 2016
    • April Hamsa 7 Desember, 2016
  4. Astin Astanti 5 Desember, 2016
  5. Ira duniabiza 5 Desember, 2016
  6. @bangsaid 5 Desember, 2016
    • April Hamsa 7 Desember, 2016
  7. Yervi Hesna 5 Desember, 2016
    • April Hamsa 7 Desember, 2016
  8. Ranny 5 Desember, 2016
    • April Hamsa 7 Desember, 2016
  9. Afifah Mazaya 5 Desember, 2016
    • April Hamsa 7 Desember, 2016
  10. Rika Wa 5 Desember, 2016
    • April Hamsa 7 Desember, 2016
  11. Utieadnu 5 Desember, 2016
    • April Hamsa 7 Desember, 2016
  12. Helena 5 Desember, 2016
  13. tutyqueen 5 Desember, 2016
    • April Hamsa 7 Desember, 2016
  14. Nurul Fitri Fatkhani 5 Desember, 2016
    • April Hamsa 7 Desember, 2016
  15. nur aliah saparida 5 Desember, 2016
    • April Hamsa 7 Desember, 2016
  16. nitalanaf 6 Desember, 2016
  17. Alris 6 Desember, 2016
    • April Hamsa 7 Desember, 2016
  18. Sulis 6 Desember, 2016
    • April Hamsa 7 Desember, 2016
  19. Komunitas Bahasa 7 Desember, 2016
  20. Noni Khairani 7 Desember, 2016
  21. Ivonie 7 Desember, 2016
  22. Witri Prasetyo 8 Desember, 2016
  23. Ika Maya Susanti 12 Desember, 2016
  24. Keke Naima 15 Desember, 2016
  25. rumahulin 27 April, 2017

Leave a Reply

Instagram