One Day One Post Parenting Parenting Tips Tips & Opinion Travelling

Tentang Mengajak Balita Bepergian Naik KRL

Bagi saya dan keluarga, moda transportasi commuter line (KRL) merupakan pilihan utama untuk bepergian. Apalagi, kebetulan, rumah kami yang di Depok sekarang ini cuma 20 menit jaraknya, kalau jalan kaki ke stasiun. Selain itu, biayanya cukup ramah kantong.

Namun, salah satu kelemahan kalau naik KRL adalah padatnya jumlah penumpang saat jam-jam sibuk, terutama jam berangkat dan pulang kantor. Sedangkan saat weekend ada jam-jam tertentu dimana KRL juga padat. Biasanya, karena penumpangnya mau rekreasi ke pusat kota atau luar kota seperti Bogor. Sehingga, sebagian orang, terutama yang memiliki anak kecil (bayi atau balita) suka merasa ragu kalau menggunakan moda transportasi yang berjalan di atas rel ini.

Maxy dan Dema terbiasa naik KRL.

Saya dan suami termasuk sering membawa anak-anak naik KRL. Yaaa, mau bagaimana lagi, pilihan yang masuk akal, ramah kantong, dan bebas stress karena macet, cuma itu. Hehehe.

Kali ini, saya mau sharing tentang mengajak anak bepergian naik KRL. Bagaimana supaya anak kooperatif, enggak rewel selama berada di KRL. Berikut hal-hal yang saya lakukan:

Pilih jadwal naik kereta yang bukan di jam sibuk

Seperti yang saya jelaskan di awal, biasanya jam-jam sibuk itu jam berangkat dan pulang kantor. Maka, kalau bawa balita naik KRL sebaiknya hindari jam-jam tersebut.

Lalu, bagaimana, jika terpaksa naik KRL pada jam segitu. Biasanya, kalau bepergian saya akan memilih masuk gerbong yang masih lowong. Patokan saya sih pintunya. Kalau orang enggak terllau banyak bergerumbul di depan pintu, insyaAllah masih ada cukup ruang untuk masuk.

Tapi, kalau gerbong yang dimaksud tidak kunjung terlihat, saran saya sabar saja tunggu KRL berikutnya. Toh, jaraknya enggak sampai sejam.

Pakai kartu multi trip

Supaya menghemat waktu, usahakan memiliki kartu multi trip. Jadi, teman-teman enggak perlu lagi antri membeli tiket di stasiun. Kasian, bayinya ntar gerah dan keburu rewel.

Kartu ini bisa dibeli di stasiun KRL, nanti kita sudah dapat kartu sekaligus saldonya. Saya lupa tepatnya berapa, ntar saya update ya πŸ˜€ . Selain itu, teman-teman bisa juga memakai kartu bank seperi e-money Mandiri, kartu flazz BCA, juga kartu Indomaret.

Khusus buat warga Depok

Buat teman-teman yang naik KRL dari stasiun Depok, Depok Baru, Pondok Cina, dan Universitas Indonesia, bisa menunggu KRL yang berangkat dari stasiun Depok. Lebih lowong dan enggak penuh dengan penumpang, dibandingkan KRL yang berangkat dari stasiun Bogor.

Jangan ragu meminta tempat duduk prioritas

Terutama buat yang membawa bayi atau balita. Jika, semua bangku penuh, minta tolong petugas untuk membantu memberikan tempat duduk atau bangku, biasanya bangku prioritas.

Itulah sebabnya, saya suka memilih gerbong yang terlihat petugasnya. Terutama, kalau bepergian sendiri dengan anak-anak (tanpa bapaknya). Biasanya petugas akan stand by di gerbong paling depan dan paling belakang (gerbong khusus wanita). Minimal, saya akan duduk di gerbong campur yang terdekat dengan gerbong itu. Jadi, bisa dengan mudah minta tolong ke petugasnya.

Bawa bagpack dan tas selempang kecil

Memang kalau bawa bayi atau balita, perlengkapannya segambreng ya? Saya pun kalau bepergian udah kayak orang mau pindahan kemana gitu. Untuk mengatasi supaya tidak membawa banyak barang, maka saya memasukkan semua barang dalam satu bagpack. Namun, untuk minum atau susu anak, biasanya saya masukkan ke tas selempang kecil. Jadi, kalau anak minta minum, bisa dengan mudah saya berikan tanpa harus ribet buka-buka bagpack.

Supaya balita enggak rewel

Kalau saya, biasanya anak-anak saya sounding, β€œBesok kita naik KRL ya, enggak boleh rewel ya?” Biasanya, berhasil sih. Lalu, saat perjalanan sudah agak jauh, saya beri mereka susu UHT. Makan dan minum memang enggak diizinkan di KRL ya, hehe, tapi gimana ya, namanya juga balita kadang pengen nyusu.

Kalau makan, saya enggak kasi, karena khawatir remah-remah makanannya mengotori KRL. Kalau mulai ngek ngok ngek ngok karena bosan, biasanya saya suruh melihat ke arah jendela. Kalau anak mau berdiri-diri, jangan lupa melepas sepatunya ya bu-ibu! Kasian ntar kalau yang duduk di bekas duduk kita, kotor kena jejak sepatu anak.

Begitulah beberapa hal yang sering saya lakukan saat membawa anak bepergian naik KRL. Semoga teman-teman yang masih ragu membawa anak-anak, terutama bayi dan/ atau balita, jadi enggak khawatir lagi naik KRL ya πŸ˜€ .

April Hamsa

#ODOP #Day24 #BloggerMuslimahIndonesia

27 Comments

  1. Ihwan H 25 Agustus, 2017
    • April Hamsa 27 Agustus, 2017
  2. deddyhuang.com 25 Agustus, 2017
  3. Munasya 25 Agustus, 2017
  4. Aisyah 25 Agustus, 2017
    • April Hamsa 27 Agustus, 2017
  5. Rahma 26 Agustus, 2017
  6. lendyagasshi 12 September, 2017
  7. Dian Hendrianto 12 September, 2017
  8. zefy 12 September, 2017
  9. Rhoshandhayani KT 13 September, 2017
  10. Rinda Gusvita 13 September, 2017
  11. Rindang 13 September, 2017
  12. Dian Safitri 13 September, 2017
  13. Ilham Bachtiar 13 September, 2017
  14. Mita 13 September, 2017
  15. Susindra 13 September, 2017
  16. Dikki Cantona Putra 13 September, 2017
  17. Farhandika Mursyid 13 September, 2017
  18. Fandhy Achmad Romadhon 13 September, 2017
  19. Tukang Jalan Jajan 13 September, 2017
  20. Diah Kusumastuti 13 September, 2017
  21. erinajulia 13 September, 2017
  22. Bela 13 September, 2017

Leave a Reply

Instagram