Blog Contest Dema Food Health Kids Health Maxy Our Kids Product Review Review & Contest

Milna, Membantu Para Bunda Memenuhi Gizi Balita dengan Produk-produk Makanan Pendamping ASI yang Bernutrisi

Bicara soal Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) membuat saya terkenang betapa excited-nya saya dulu ketika menyambut usia keenam bulan anak-anak saya. Anak-anak saya, Maxy dan Dema, dulu memang pertama kali makan MPASI ketika mereka berusia enam bulan. Alasan mengapa saya memberikan MPASI saat mereka sudah berusia enam bulan adalah karena pada usia tersebut, menurut dokter organ pencernaannya telah siap memproses makanan lain selain ASI. Selain itu, pada saat usia enam bulan, bayi membutuhkan tambahan nutrisi seperti zat besi, seng, dan lain sebagainya yang lebih banyak. Sedangkan pada saat usia bayi enam bulan, biasanya ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Lalu, alasan yang lain adalah karena saat bayi berusia enam bulan, bayi mulai aktif dan sudah bisa duduk tegak. Sehingga kalau saya memberikan MPASI pada usia enam bulan, saya tidak takut anak-anak saya tersedak.

Pengalaman MPASI perdana atau 1st Bite Day-nya Maxy (kiri) dan Dema (kanan).

Pilihan makanan pertama yang saya berikan untuk anak-anak saya adalah dari bahan makanan serealia. Serealia merupakan bahan-bahan makanan yang berasal dari tanaman yang ditanam untuk dipanen dan dimanfaatkan biji-bijinya sebagai sumber karbohidrat. Contoh serealia misalnya beras putih, beras merah, gandum, jagung, dan lain-lain. Alasan saya memberikan serealia terlebih dahulu sebab serealia jarang sekali menjadi penyebab pencetus alergi. Serealia juga tinggi kandungan serat sehingga dapat mencegah sembelit dan melancarkan sistem pencernaan bayi. Oleh karena itu saya merasa jenis bahan makanan ini tepat untuk anak-anak saya, saat mereka mulai makan MPASI, dulu.

Produk Bubur Organik dari Milna.

Saya suka membuat sendiri bahan makanan serealia untuk anak-anak saya dengan cara memproses sedemikian rupa beras-berasan seperti beras putih, kacang hijau, atau beras merah. Namun, ada kalanya saya kehabisan bahan-bahan baku beras atau saat nggak mau repot karena sedang travelling, maka saya memberikan anak-anak saya bubur bayi yang dapat saya beli dengan mudahnya di minimarket terdekat. Tidak ada salahnya sesekali memberikan bubur bayi dari minimarket sebab bubur bayi ini biasanya telah difortifikasi dengan nutrisi yang dibutuhkan bayi, misalnya zat besi, seng, dan lain-lain. Salah satu brand bubur bayi yang saya percaya untuk dikonsumsi oleh anak-anak saya adalah Milna. Para Bunda di Indonesia yang punya bayi pasti tidak asing dengan Milna, bukan? Milna yang merupakan salah satu produk dari Kalbe Nutritionals ini telah turun-temurun dikenal di Indonesia sebagai ahlinya makanan bayi dan toddler. Produk-produknya dikenal aman dikonsumsi oleh balita dan memiliki kandungan nutrisi lengkap. Salah satunya adalah Milna Bubur Bayi Organik.

Dua varian Milna Bubur Bayi Organik, Beras Merah dan Kacang Hijau. Sumber: FP MilnaID

FYI, Milna Bubur Bayi Organik adalah produk MPASI organik pertama yang diproduksi di Indonesia. Produk ini mengandung 95% bahan pangan segar organik yang sudah tersertifikasi resmi. Milna juga membuat produknya ini diformulasikan dengan metode khusus sehingga bahan bakunya tetap terjaga, plus diberi tambahan protein, 12 vitamin, dan 8 mineral yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan si kecil. Jadi, Milna Bubur Bayi Organik sebagai Bubur Organik Pertama di Indonesia dan terbuat dari bahan alami organik pilihan ini memang option yang tepat sebagai MPASI untuk bayi.

Pertumbuhan bayi, khususnya pada usia 0-3 tahun, memang sangat menentukan masa depan mereka. Masa ini sering dikenal dengan istilah “Golden Age”. Masa-masa inilah masa yang menentukan apakah bayi kelak bisa tumbuh sehat dengan berat badan, lingkar kepala, dan tinggi badan sesuai dengan usianya atau tidak. Untuk mencapai pertumbuhan anak yang optimal maka salah satu yang patut diperhatikan oleh para Bunda, termasuk saya, adalah kebutuhan gizi bayi.

Keunggulan Milna Bubur Bayi Organik.

Kebutuhan gizi bayi dapat dipenuhi dengan memberikan makanan yang berbahan baku organik, seperti Milna Bubur Bayi Organik ini. Milna Bubur Bayi Organik memiliki keunggulan:

  • Terbuat dari bahan pangan organik yang memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi yakni sekitar 10 sampai 50% dibandingkan bahan pangan pada umumnya. Antioksidan ini berperan menurunkan risiko penyakit degeneratif pada saat bayi dewasa, nanti.
  • Bahan-bahannya yang organik dapat membuat bayi mengenal rasa asli makanan dengan baik.
  • Bahan-bahannya yang organik dapat meminimalkan risiko alergi pada bayi/ anak.
  • Memiliki kandungan nutrisi yang terjaga dengan baik.

Milna Bubur Bayi Organik Rasa Beras Merah.

Kandungan nutrisi yang terdapat dalam Milna Bubur Bayi Organik antara lain:

  • Tinggi protein: Milna Bubur Bayi Organik memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Protein merupakan komponen esensial dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi. Apabila bayi memperoleh cukup protein maka dapat membangun dan memperbaiki jaringan tubuhnya.
  • Sumber serat: Milna Bubur Bayi Organik kaya akan serat, sehingga dapat melancarkan sistem pencernaan bayi.
  • Tinggi kalsium: Milna Bubur Bayi Organik memiliki kandungan kalsium yang tinggi. Kalsium berperan dalam pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi bayi.
  • Tinggi zat besi: Zat besi merupakan komponen hemoglobin dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Milna Bubur Bayi Organik mengandung zat besi yang sangat dibutuhkan bayi sesuai dengan usianya, yang sudah tidak dapat lagi dipenuhi dari ASI saja.
  • Tinggi seng: Seng (Zinc) sangat dibutuhkan untuk kekebalan tubuh bayi. Milna Bubur Bayi Organik sangat tinggi seng.
  • Omega 3 dan 6: Milna Bubur Bayi Organik mengandung omega 3 dan 6 yang berfungsi untuk membantu perkembangan otak bayi.
  • Sumber 12 vitamin dan 8 mineral: Banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh yang terdapat dalam Milna Bubur Bayi Organik ini antara lain Vitamin A, C, D, E, K, B1, B2, Niasin, B6, B12, Asam folat, Asam pantotenat, Kalsium, Besi, Fosfor, Seng, Yodium, Magnesium, Selenium, dan Kalium.

Memang, Milna memperhatikan betul keamanan makanan dan kandungan nutrisi dari produk-produknya, khususnya produk Milna Bubur Bayi Organik ini. Ditambah, Milna telah mendeklarasikan diri sebagai brand makanan bayi yang mendukung peran Pemerintah melalui kampanye MILNA 1ST BITE DAY – MOMEN MAKAN PERTAMA Si Kecil, dalam rangka membantu perbaikan gizi nasional untuk anak-anak Indonesia. Komitmen Milna dalam menjamin keamanan dan keaslian bubur organiknya pun telah terbukti. Masa iya brand pendukung program Pemerintah akan memproduksi produk yang tak aman dikonsumsi anak-anak Indonesia? Nggak mungkin, bukan? Maka dari itulah, saya tidak ragu memberikan anak-anak saya makanan berupa produk dari brand ini.

Harapan kami, edukasi kampanye Milna 1st Bite Day dalam pemberian MPASI yang tepat guna memenuhi zat gizi spesifik yang dibutuhkan anak untuk berkembang optimal, baik dari segi fisik maupun kognitif, bisa berperan dalam mengatasi masalah gizi kompleks yang ada serta mewujudkan Indonesia sehat,” (Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition for Infant and Baby Kalbe Nutritionals).

Sumber kutipan: www.koran-sindo.com

Membuat MPASI perdana dari Milna Bubur Bayi Organik juga sangat mudah dan praktis. Caranya dapat dilihat dalam video di bawah ini:

Cara penyajian Milna Bubur Bayi Organik sebagaimana yang telah saya contohkan dalam video adalah sebagai berikut:

  • Tuangkan air putih panas sebanyak 75 ml ke dalam mangkuk.
  • Masukkan Milna Bubur Bayi Organik sebanyak 2,5-3 sendok makan.
  • Aduk sampai bubur menjadi lembut.
  • Sajikan dalam keadaan hangat untuk bayi Bunda.

Mudah dan praktis, bukan?

Produk Snack dari Milna.

Saya memberikan Maxy dan Dema bubur bayi hingga mereka menginjak usia delapan bulan. Saat mereka berusia delapan bulan saya melanjutkan MPASI-nya dengan soft food yang terdiri dari beragam varisi bahan makanan yang bergizi. Lalu, saat keduanya berusia setahun mereka sudah makan family food, yakni makanan yang sama dengan yang dimakan oleh saya dan ayahnya, kedua orang tua mereka.

Sebagai snack/ makanan selingan/ cemilan saya juga suka memberikan biskuit kepada Maxy dan Dema. Hal ini untuk merangsang mereka supaya berlatih menggigit dan mengunyah. Biskuit yang saya pilih untuk Maxy dan Dema adalah Milna Toddler Biskuit. Saya memilih biskuit ini untuk kedua anak saya sebab dengan makan tiga keping Milna Toddler Biskuit berarti anak-anak saya sama saja telah mengkonsumsi energi setara satu gelas susu (100 kkal). Jika, anak-anak saya makan enam keping biskuit maka anak-anak saya seperti telah mengkonsumsi kalsium dari satu gelas susu (280 mg). Maxy dan Dema sangat suka yang rasa coklat. Biasanya selain emang sengaja saya berikan sebagai cemilan, biskuit ini juga sangat membantu saya saat galau jika anak-anak saya sedang melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM). GTM memang momok semua Bunda, bukan? Hehehe. Tapi, saat anak GTM, nggak mau makan apapun, saya cukup tenang saat mereka masih mau nyemil biskuit Milna.

Milna Toddler Biskuit.

Selain biskuit, andalan saya yang lain, pada saat mereka GTM adalah memberikan puding kepada Maxy dan Dema. Namun, adakalanya kesibukan rumah tangga seperti beberes rumah dan menyiapkan makanan untuk keluarga membuat saya tidak punya banyak waktu untuk memasak puding buat anak-anak. Untungnya, Milna Ahlinya Makanan Bayi memiliki inovasi hebat berupa Milna Toddler Instant Pudding. Milna Toddler Instant Pudding memiliki tiga varian rasa yakni coklat, vanila, dan strawberry. Anak-anak saya paling suka rasa coklatnya. Selain pilihan rasanya yang enak, Milna Toddler Instant Pudding ini merupakan makanan selingan yang bergizi, lho. Puding ini mengandung kalsium dan 10 vitamin yang berperan dalam pembentukan tulang dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi.

Milna Toddler Instant Pudding.

Kelebihan lain dari Milna Toddler Instant Pudding ini adalah cara membuatnya yang sangat praktis dan hemat waktu. Saya cuma perlu memasukkan satu bungkus bubuk puding ke dalam wadah, lalu menuangkan 300 ml air panas (100 derajat Celcius), kemudian saya aduk-aduk sekitar tiga menitan sampai tercampur rata. Selanjutnya adonan saya tuang ke cetakan puding, tunggu puding mengeras, lalu saya masukkan ke kulkas deh. Anak-anak saya memang sangat menyukai puding yang dingin.

Memang, produk-produk Milna ini sangat membantu saya sebagai seorang Bunda dalam memenuhi kecukupan gizi dan nutrisi untuk anak-anak saya. Sampai sekarang pun Maxy yang sudah berusia hampir empat tahun dan Dema yang telah berusia 19 bulan masih sangat menggemari cemilan berupa biskuit dan puding Milna.

Anak saya Dema sangat suka biskuit dan puding coklat Milna.

Pssssttt, saya, Bundanya, juga suka, lho…

Abis, rasanya memang enak, sih 🙂 .

Bagi yang masih penasaran apa saja produk-produk Milna, bisa mencari tahu di media sosial Milna di bawah ini:

  • Website: www.bayimilna.com.
  • Facebook: MilnaID.
  • Twitter: @BundaMilna.
  • Instagram: @milnaid.

Semoga mendapat pengetahuan lebih tentang pemenuhan gizi balita, khususnya bayi, dari sana ya! 🙂

Surabaya, 15 Agustus 2016

April Hamsa

60 Comments

  1. Arina Mabruroh 15 Agustus, 2016
    • April Hamsa 16 Agustus, 2016
  2. Roosvansia 15 Agustus, 2016
    • April Hamsa 16 Agustus, 2016
  3. lingga permesti 15 Agustus, 2016
    • April Hamsa 16 Agustus, 2016
  4. Witri prasetyo aji 16 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  5. Nining 16 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  6. yuni andriyani 16 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  7. Vety Fakhrudin 16 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  8. baiqrosmala 16 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  9. Mugniar 16 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  10. Ranny 16 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  11. bunda asraf 16 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  12. Ophi Ziadah 17 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  13. Tuty Queen 17 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  14. Rach Alida Bahaweres 17 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  15. nitalanaf 17 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  16. Nurul Fitri Fatkhani 17 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  17. Adriana Dian 17 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  18. Omali 17 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  19. Euisry Noor 17 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  20. Helena 17 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  21. Lidha Maul 17 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  22. Nchie Hanie 17 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  23. Rotun DF 17 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  24. Yasinta 18 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  25. Irawati Hamid 18 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  26. Inna Riana 18 Agustus, 2016
    • April Hamsa 19 Agustus, 2016
  27. Oline 19 Agustus, 2016
  28. gustyanita Pratiwi 19 Agustus, 2016
  29. Lily Widjaja 19 Agustus, 2016
  30. Ida Tahmidah 19 Agustus, 2016
  31. Anisa AE - Baby AE 20 Agustus, 2016
  32. ernawati lilys 22 Agustus, 2016
  33. Titin nurjanah 8 September, 2016
  34. Pritahw 10 September, 2016

Leave a Reply

Instagram