Blogger Reporter Events

Ngeblog, Hobi yang Berpotensi Menjadi Profesi?

Blogging atau lebih mudahnya kita sebut ngeblog, zaman sekarang berbeda dengan dulu. Kalau dulu, orang menulis di blog untuk menuangkan perasaannya atau sekadar menyalurkan hobi menulisnya. Kalau sekarang sudah banyak orang menjadikan ngeblog sebagai profesi.

Teman-teman penasaran bukan bagaimana caranya? Hehehe, mestinya kemarin, teman-teman yang kepengen tahu bagaimana caranya ngeblog bisa menjadi profesi ikutan workshop-nya Komunitas Rep Zone by Republika (Rep Zone). Tapi, enggak pa pa, bagi yang kemarin tidak bisa menghadiri acara workshop itu, saya mau sharing ceritanya di sini, ya…

Memulai aktivitas ngeblog

Jadi, hari Minggu tanggal 16 Juni kemarin saya berada di kantor Harian Republika bersama beberapa teman-teman blogger lainnya untuk menyimak sharing pengetahuan dan pengalaman blogging seorang Ani Berta. Ani Berta atau yang akrab disapa Teh Ani merupakan salah seorang blogger perempuan di Indonesia yang sudah berhasil memonetize blognya.

Bukan hanya itu, karena kegemarannya ngeblog, Teh Ani mendapatkan beberapa kesempatan antara lain bekerja untuk Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan Australian Aid. Berkat ngeblog juga, Teh Ani bisa keliling Indonesia dan travelling keluar negeri.

Siapa yang enggak ngiler dengan pencapaian semacam itu? Semuanya berawal dari kegemaran menulis di platform blog. Dimana semua orang yang bersentuhan dengan internet pasti bisa melakukannya. Enggak peduli usia, jenjang pendidikan, bahkan status sosialnya.

Workshop bertema “Blogging: Hobi dan Profesi” yang diikuti oleh kurang lebih 60 orang tersebut dibagi menjadi dua sesi. Karena tidak semua peserta yang hadir sudah memiliki blog, maka khusus sesi pertama Teh Ani memberikan dasar pengetahuan tentang blog. Seperti dari mana asal istilah blog, siapa yang memperkenalkan blog pertama kali, kapan blog populer di Indonesia, dan pengetahuan mendasar mengenai blog yang lain.

Ani Berta saat memberikan materi tentang blogging.

Teman-teman yang sudah sering menulis di blog juga belum tentu tahu bukan? Sekadar informasi saja buat yang belum tahu ya? Istilah blog berasal dari kata log atau masuk ke dalam website. Orang yang memperkenalkan blog pertama kali adalah warga Amerika bernama Justin Hall pada tahun 1994. Lalu, blog mulai populer di Indonesia mulai tahun 2004.

Setelah memberikan dasar pengetahuan tentang blog, kemudian Teh Ani membeberkan apa saja tujuan orang ngeblog. Tujuan orang ngeblog itu bermacam-macam, antara lain menciptakan sejarah sendiri, menambah wawasan, mengembangkan hobi menulis, curhat, bahan penulisan buku, memberitakan suatu kejadian, untuk mendapat penghasilan, sebagai media promosi, sampai menjadi media kampanye politik.

Teh Ani kemudian bercerita mengenai tujuan awalnya ngeblog. Menurut Teh Ani pada waktu itu tujuannya ngeblog sekadar menuliskan pengalaman dan aktivitasnya sehari-hari. Kemudian Teh Ani menceritakan tentang salah seorang peserta yang hadir pada waktu itu, Sinta namanya.

Sinta kemudian diminta maju ke depan untuk ikut sharing tentang pengalaman ngeblog-nya. Sinta lalu menceritakan kalau dirinya adalah seorang kuis hunter (kuter) yang sudah sering dapat hadiah dan pengalaman travelling. Sinta lalu menceritakan kalau Teh Ani lah yang mendorongnya untuk membuat blog supaya bisa mendokumentasikan pengalamannya sebagai kuter dan kisah-kisah travelling-nya.

Setelah sharing mengenai pengalaman Sinta, Teh Ani kemudian meminta peserta untuk menetapkan tujuan ngebognya. Kalau sudah punya tujuan, Teh Ani menyarankan peserta untuk segera memulai ngeblog.

Menurut Teh Ani, aktivitas ngeblog itu adalah sebagai berikut:

  • Menulis artikel di blog, baik berupa opini, reportase, fiksi, maupun nonfiksi.
  • Blogwalking ke blog-blog orang lain.
  • Mencari referensi untuk menulis.
  • Membuat konten blog dengan tulisan tema tertentu, seperti video, musik, animasi, dan sebagainya.
  • Mengoptimasi SEO blog.

Kemudian Teh Ani memperkenalkan beberapa jenis platform blog yang sudah umum dipakai oleh blogger, yakni antara lain: Blogspot, WordPress, Blogdetik, Thumblr, atau domain sendiri yang berbayar.

Saya mulai menulis blog tahun 2008 di blogdetik saat itu. Namanya anny, A, N-nya double, Y. Dot blogdetik dot com,” kata Teh Ani.

Selanjutnya, karena sebelumnya peserta diminta membawa laptop, maka Teh Ani kemudian mengajari praktik membuat blog langsung saat itu juga. Platform yang dipilih adalah Blogspot. Syaratnya satu, peserta harus memiliki akun email di Google/ Gmail.

Step by step cara membuat email di Gmail dijelaskan dengan detail oleh Teh Ani. Setelah semua peserta sudah dipastikan memiliki email di Gmail, Teh Ani melanjutkan dengan menjelaskan langkah-langkah membuat blog berplatform Blogspot. Peserta pun menekuni laptop dan gadget masing-masing untuk mempraktekkan cara membuat blog seperti yang dijelaskan oeh Teh Ani.

Peserta workshop asyik menyimak materi dari Teh Ani.

Segera praktik, ya!” kata Teh Ani. “Sebaiknya beli domain sendiri dan usahakan jangan memakai nama yang alay,” pesan Teh Ani menutup sesi pertama workshop yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 14.00 WIB itu.

Ngeblog bisa jadi hobi sekaligus profesi

Sedangkan dalam sesi kedua, Teh Ani memfokuskan kepada tujuan ngeblog yang berupa “bisa membuka banyak peluang” salah satunya menjadi sumber penghasilan. Teh Ani menegaskan kepada peserta, apabila memang ingin serius dalam ngeblog, maka sebaiknya seorang blogger harus melakukan hal-hal berikut:

  • Update rutin

Menurut Teh Ani, sebaiknya blog selalu di-update secara rutin. Jangan kadang rajin menulis blog, namun kemudian lama membiarkan blognya enggak ter-update.

Minimal seminggu sekali. Tapi lebih baik lagi kalau seminggu bisa update dua kali,” kata Teh Ani.

  • Share artikel

Saran Teh Ani, setelah menulis blog maka sebaiknya kita share ke semua sosial media yang kita miliki, seperti Google+, Facebook, Twitter, dan Instagram.

Jangan malu share blog karena kita kan blogger, terutama di media sosial sendiri atau media sosial komunitas blogger. Lain ceritanya kalau kita share di komunitas yang enggak ada hubungannya sama blog,” kata Teh Ani.

  • Investasi gambar, video, dan desain

Zaman sekarang isi blog itu kurang greget kalau enggak ada gambar, video, dan desain. Namun, Teh Ani berpesan sebaiknya menggunakan foto atau gambar sendiri, jangan asal comot di Google kecuali izin kepada yang punya.

  • Hadiri workshop atau event

Untuk bahan tulisan, salah satu yang bisa dilakukan oleh blogger adalah menghadiri workshop atau event. Selain itu, menghadiri event dapat menciptakan networking untuk blogger. Oleh karena itu Teh Ani berpesan miliki kartu nama supaya bisa memperkenalkan diri kita kepada orang lain saat ada kesempatan.

  • Banyak membaca

Jangan cuma mengandalkan gugling di internet! Nanti tulisan kita enggak ada bedanya dengan yang lain,” kata Teh Ani.

Yup, Teh Ani menyarankan kepada peserta untuk banyak membaca buku atau media cetak, tidak sekadar mencari bahan tulisan di internet saja. Sebab, blogger yang kurang membaca, biasanya wawasannya kurang sehingga tulisannya tidak kaya.

Jika blog sudah bagus kontennya, menurut Teh Ani, biasanya akan ada celah peluang dari menulis blog. Biasanya sih peluang itu juga enggak jauh-jauh dari menulis, seperti ditawari menjadi Copywriter, Content Writer, juga penulis buku.

Awalnya saya diminta menulis waktu itu tanpa dibayar. Meskipun saya sendiri saat itu sibuk. Tapi karena saya suka, maka saya lakukan. Lalu, tanpa saya sangka, ternyata setahun kemudian SK-nya keluar yang menyatakan bahwa saya bagian dari mereka,” Teh Ani menceritakan saat masih aktif menulis di website Serempak milik KPPA.

Jadi, memang enggak mustahil bukan? Kalau berawal dari ngeblog, tawaran pekerjaan lain yang masih linier dengan bidang menulis datang sendiri? Sebagaimana cerita Teh Ani?

Maka dari itu, Teh Ani menyarankan supaya peserta memulai aktivitas ngeblog-nya dengan hal-hal yang disukai. Bisa dari tiga hal berikut:

  • Hobi: kalau misalnya suka nonton film, maka tulis saja review film. Kalau suka makan, ya tulis review kuliner atau restoran.
  • Curhat: menurut Teh Ani curhat itu boleh banget kok. Apalagi curhat di blog sendiri. Namun, sebaiknya ya enggak alay-alay banget lha, curhat-nya. Bisa dengan menulis cerpen, prosa, atau puisi.
  • Minat: kalau kita berminat pada suatu hal, misal sesuai bidang pendidikan kita, kita bisa mengulas tentang itu di blog. Teh Ani kemudian memberikan contoh seorang peserta bernama Charles yang seorang dokter. “Pak Charles bisa menulis mengenai kesehatan di blog,” kata Teh Ani.

Selanjutnya, mengakhiri workshop siang itu, Teh Ani juga berpesan kepada peserta bahwa dalam ngeblog sebaiknya selalu menjadi diri sendiri dengan selalu:

  • Menulis dengan ekspresi yang jujur.
  • Percaya pada diri sendiri bahwa tulisannya bagus.
  • Selalu mengedit setiap selesai menulis, sebelum publish.

Tak lupa, Teh Ani sekali lagi menekankan, “Langsung praktik ya! Mulai sekarang juga! Jangan cuma semangat saat di sini saja!”

Workshop pun ditutup dengan berfoto bersama Teh Ani, peserta, dan panitia penyelenggara dari Rep Zone.

Sekilas tentang Rep Zone

Pada awal saya menulis artikel ini, teman-teman ingat tidak kalau saya menyebut Rep Zone? Teman-teman dari Rep Zone merupakan panitia dari acara blogging workshop bersama Teh Ani tersebut.

Rep Zone merupakan sebuah media warga (citizen media) yang digagas oleh Harian Republika. Semacam Kompasiana-nya Kompas lha. Sebelum Teh Ani menyampaikan materinya, Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi sempat memberikan gambaran tentang Rep Zone.

Irfan Junaidi menjelaskan tentang Rep Zone.

Dulu saat awal dibentuk, cuma ada empat orang di Rep Zone. Lalu kami kedatangan profesional. Mereka melatih orang-orang ini untuk menjadi social media specialist, hingga Rep Zone menjadi sebuah komunitas seperti sekarang. Harapannya, Rep Zone ini bisa membuat anggotanya memberikan manfaat dengan terus menghadirkan konten yang positif dan berkualitas,” jelas Irfan Junaidi.

Teman-teman pun semua bisa gabung di Komunitas Rep Zone. Informasinya bisa buka-buka website www.repzone.id.

Semoga sharing ini berguna, terutama buat teman-teman yang baru akan mulai ngeblog, ya? Selamat ngeblog teman-teman. Yuk, kita ukir nama mengukir nama kita dalam sejarah di jagat maya!

April Hamsa

39 Comments

  1. Lucky Caesar Direstiyani 18 Juli, 2017
  2. Maria Soraya 18 Juli, 2017
  3. shona vitrilia 19 Juli, 2017
  4. eonni 19 Juli, 2017
  5. ummiland 19 Juli, 2017
  6. tambuah-ciek 19 Juli, 2017
  7. sulis 19 Juli, 2017
  8. Iput 19 Juli, 2017
  9. DoniNurdians 19 Juli, 2017
  10. Tia Marty Al-Zahira 19 Juli, 2017
  11. Kuma Seo 19 Juli, 2017
  12. Dian Safitri 20 Juli, 2017
  13. Anjar Sundari 20 Juli, 2017
  14. Leli 20 Juli, 2017
  15. Liza Fathia 20 Juli, 2017
  16. Dewi Nuryanti 20 Juli, 2017
  17. Taufik 20 Juli, 2017
  18. Endah marina 20 Juli, 2017
  19. Nchie Hanie 21 Juli, 2017
  20. MeriskaPW 21 Juli, 2017
  21. lianny hendrawati 21 Juli, 2017
  22. Lia Harahap 21 Juli, 2017
  23. Yurmawita 21 Juli, 2017
  24. Ernawati Lilys 21 Juli, 2017
  25. norikoreza 21 Juli, 2017
  26. nova 22 Juli, 2017
  27. Okti 22 Juli, 2017
  28. Rach Alida Bahaweres 22 Juli, 2017
  29. adi pradana 22 Juli, 2017
  30. Dila Augusty 22 Juli, 2017
  31. Helena 23 Juli, 2017
  32. Lendyagasshi 23 Juli, 2017
  33. dewaayuinda 23 Juli, 2017
  34. Tatiek Purwanti 23 Juli, 2017
  35. Ani Berta 24 Juli, 2017
  36. Agatha mey 24 Juli, 2017
  37. bundasaladin 25 Juli, 2017
  38. Eni Rahayu 26 Juli, 2017
  39. Dee Ann Rosediana 12 Oktober, 2017

Leave a Reply

Instagram