Breast Pump Breastfeeding Tips Health Kids Health Motherhood Review & Contest Technology Tips & Opinion

Tips Memilih Pompa ASI dan Review Medela Swing Maxi

Pompa ASI. Berkat peralatan menyusui yang satu itu, kini working mom yang juga seorang ibu menyusui tetap bisa memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayinya. Dengan bantuan pompa ASI, working mom dapat menggantikan kegiatan menyusui langsung dengan cara memberikan ASI Perah (ASIP) kepada bayinya.

Hal ini tentu saja berbeda dengan beberapa tahun lalu, saat pengetahuan mengenai ASI belum se-booming sekarang. Para working mom terpaksa memberikan susu formula sebagai pengganti ASI, sebab tidak mengetahui bagaimana caranya memberikan ASI, selagi ibu sedang bekerja di luar rumah.

Working MomΒ kini tetap bisa memberi ASI berkat pompa ASI.

Kalau zaman sekarang sih udah enak ya? Sudah banyak buku, jurnal, artikel di media cetak, maupun media elektronik, terutama yang bisa diakses lewat internet, membahas tentang ASI. Sehingga, ulasan tentang bagaimana caranya supaya working mom bisa sukses menyusui bayinya sangat mudah ditemukan dimana-mana.

Salah satu cara yang paling populer di kalangan working mom adalah dengan cara memberikan ASI Perah (ASIP) tadi. Tak heran, kalau kadang kita bisa melihat ada working mom berangkat ke kantor sambil menenteng cooler box plus peralatan memerah ASI-nya. Salah satu peralatan memerah ASI yang wajib dibawa biasanya pompa ASI.

Semua ibu menyusui sebaiknya memiliki pompa ASI

By the way, berbicara tentang pompa ASI nih, kalau menurut saya, sebaiknya semua ibu menyusui, enggak peduli working mom maupun stay at home mom, memiliki peralatan yang satu ini. Bahkan, kalau bisa, semenjak hamil, teman-teman memasukkan pompa ASI ini ke dalam list barang-barang keperluan bayi yang akan dibeli. Saya pun β€œcuma” stay at home mom, namun saya menyediakan pompa ASI di rumah.

Jadi, ceritanya, saat hamil anak pertama dulu, terus terang saya belum tahu banyak mengenai per-ASI-an. Sehingga, saya enggak menyiapkan pompa ASI sebelum bayi saya lahir. Saya baru membeli pompa ASI, begitu anak pertama saya Si Maxy kesusahan menyusu.

Penyebab Maxy kesusahan menyusu adalah karena dia terlahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Waktu itu saya anemia dan baru ketahuan saat pindah dari Surabaya ke Jakarta. Sehingga, kondisi mulut Maxy mungil banget. Sementara, payudara saya besar dan puting payudara saya datar. Akibatnya, tentu saja Maxy kesusahan menyusu langsung.

Menurut saya pompa ASI adalah barang yang wajib dimiliki oleh semua ibu menyusui.

Saya pun berkonsultasi kepada konsultan laktasi, kala itu, supaya bisa menyusui Maxy dengan benar. Konsultan laktasi mengajari saya memerah ASI dan memberi saya banyak referensi mengenai manajemen ASI. Itulah sebabnya, dulu, cara saya menyusui Maxy adalah dengan cara menyusui langsung selama 10-15 menit, kemudian sesudahnya saya memberikan tambahan ASIP sekitar 25-30 cc.

Supaya saya bisa memerah ASI dengan lebih maksimal, karena saya waktu itu tinggal di Jakarta tanpa support group, keluarga jauh di luar kota sana, saya kemudian membeli pompa ASI. Waktu itu, pompa ASI yang saya beli adalah pompa ASI elektrik. Tujuannya, supaya saya tetap bisa pumping sambil menyusui atau mengajak Maxy bermain.

Eh, tapi meski anaknya terlahir normal (enggak BBLR), saran saya sebaiknya teman-teman tetap menyediakan pompa ASI di rumah. Percaya deh, memerah ASI bagi stay at home mom yang sedang menyusui itu banyak sekali manfaatnya. Antara lain, bisa menambah kuantitas dan kualitas ASI, sebab prinsipnya ASI kan supply and demand. Makin sering dikeluarkan, maka ASI akan makin berlimpah.

Selain itu, stock ASIP yang dimiliki oleh stay at home mom bisa diminum oleh bayi saat ibu ingin me time atau mendadak terpaksa harus meninggalkan bayinya karena kondisi darurat, seperti sakit, atau keluar kota yang enggak memungkinkan membawa bayi. Saat bayi sudah berusia enam bulan nanti, stock ASIP tersebut juga bisa dipakai sebagai campuran Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Jadi, insyaAllah enggak akan sia-sia, jika seorang stay at home mom juga punya pompa ASI dan memerah ASI.

Memilih pompa ASI yang bagus

Lalu, pompa ASI seperti apa yang sebaiknya dimiliki oleh ibu menyusui? Memang, biasanya yang menjadi kebingungan ibu menyusui adalah memilih jenis pompa ASI yang bagus. Bagus dalam artian cocok dan nyaman dipakai untuk memerah, serta awet.

Kalau menurut saya, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat memilih pompa ASI:

Memilih jenis pompa ASI

Pompa ASI yang saat ini beredar di pasaran adalah pompa manual dan pompa elektrik. Bedanya, kalau pompa manual dijalankan dengan tangan, sedangkan pompa elektrik memakai energi listrik atau baterai. Sehingga, udah tentu kalau pakai pompa manual tuh tenaga untuk pumping lebih gedhe.

Bahan pompa ASI yang aman

Sebaiknya, pilih pompa ASI yang bahannya aman. Kebanyakan pompa ASI, botol, selang, mesin, dan sparepart lainnya terbuat dari plastik. Maka, untuk keamanan usahakan untuk memilih pompa ASI yang bahan-bahan pembentuk/ sparepart-nya aman.

Misalnya, untuk botolnya, pilih yang bahan plastiknya memakai High Density Polyehylene (HDPE) atau Bisphenol A (BPA) free. Kedua bahan plastik tersebut, menurut penelitian, aman untuk menampung ASIP.

Bentuk dan ukuran pompa ASI

Hal ini sangat penting untuk dipertimbangkan, terutama jika ibu menyusui mobile, sering keluar rumah. Sebaiknya pilih bentuk dan ukuran pompa ASI yang memudahkan untuk dibawa kemana-mana.

Mudah digunakan

Pilih pompa ASI yang mudah digunakan. Baik pada saat memasangnya/ merangkainya menjadi satu kesatuan pompa ASI, kan biasanya sparepart pompa ASI terpisah tuh? Maupun, pada saat digunakan untuk memerah ASI.

Daya isapnya kuat

Daya isap pompa ASI sebaiknya juga dijadikan bahan pertimbangan saat memilih atau membeli pompa ASI. Caranya, bisa dengan membaca review pompa ASI di berbagai media, bisa juga bertanya-tanya pada teman yang sebelumnya sudah memiliki pompa ASI, atau mencobanya saat membeli pompa ASI.

Lho, emang boleh dicoba? Hehe, ya enggak dicoba dalam artian sebenarnya, sih. Dulu, saat saya membeli pompa ASI di salah satu toko offline yang menjual pompa ASI, penjualnya mencoba kekuatan daya isap pompa ASI dengan menggunakan balon gitu.

Setelah pompa ASI dirangkai, kemudian corongnya dipasang ke balon. Terlihat bahwa balon kuat ditarik oleh pompa ASI-nya.

Mudah dibersihkan

Pastikan bahwa sparepart pompa ASI mudah dibersihkan. Sebab, bagaimanapun pompa ASI akan kita gunakan dalam jangka waktu yang lama, sekitar 6 bulan sampai 2 tahun lamanya. Jika, sparepart pompa ASI mudah dibersihkan, maka pompa ASI akan awet.

Sparepart-nya mudah ditemukan

Dulu, pernah ada salah satu bagian sparepart pompa ASI saya yang rusak. Alhamdulillah, saya enggak perlu membeli pompa ASI baru, melainkan cukup membeli sparepart yang rusak itu aja. Jadi, kalau teman-teman membeli pompa ASI, pastikan juga kalau sparepart-nya mudah ditemukan/ dibeli ya?

Harga jual preloved-nya masih tinggi

Karena akan ada masanya kita berhenti menyusui, sudah pasti suatu saat pompa ASI itu enggak akan kita pakai lagi. Biasanya kalau enggak dihibahkan ke saudara atau teman, pompa ASI itu akan kita jual. Jadi, saran saya beli pompa ASI yang kira-kira harga jual preloved-nya masih tinggi. Biasanya sih ada merk-merk pompa ASI tertentu yang demikian. Salah satu contohnya adalah pompa ASI merk Medela.

Review pompa ASI Medela Swing Maxi and Calma

Saya mengenal pompa ASI Medela dari rumah sakit (RS) tempat saya melahirkan Maxy. Setelah melahirkan, dokter menyarankan saya langsung memerah ASI. Waktu itu, saya dipinjami pompa ASI Medela yang hospital grade.

Ibu susunya Maxy dulu, juga memakai pompa ASI Medela. Iya, jadi saat itu saya kesulitan menyediakan stock ASIP untuk Maxy. Lalu, ada seseorang yang berbaik hati mendonorkan ASIP-nya yang berlimpah untuk Maxy.

Ibu susunya Maxy ini seorang working mom dan pompa ASI miliknya adalah Medela yang elektrik. Maka, saya pun tertarik menggunakan pompa ASI yang sama dengan pompa ASI Medela yang dimiliki oleh ibu susunya Maxy, kala itu.

Semenjak dahulu hingga sekarang, pompa ASI Medela memang sangat dikenal di kalangan ibu menyusui. Mungkin, karena banyak RS Ibu dan Anak di Indonesia yang juga merekomendasikan merk ini. Pengalaman dua kali melahirkan di dua RS yang berbeda, di sana sama-sama tersedia pompa ASI yang made in Switzerland ini.

Saya punya seorang teman yang kakaknya berjualan perlengkapan bayi, salah satunya pompa ASI. Kakak teman saya ini suka ngeblog juga. Saya pernah membaca artikelnya mengenai pengalaman menjual pompa ASI.

Ternyata, menurut kakak teman saya tersebut, Medela adalah merk pompa ASI yang paling dicari oleh konsumennya. Hal tersebut, katanya sih lumrah sebab merk pompa ASI Medela sudah terkenal di seluruh dunia sebagai merk atau brand yang sangat support ibu menyusui. Terbukti dari berbagai artikel mengenai menyusui yang banyak diulas di website Medela.

Tidak hanya di Indonesia, Medela juga dipercaya oleh RS dan tenaga medis di banyak negara, seperti di Amerika, Eropa, dan Asia. Coba kalau ada yang punya kenalan ibu bule atau ibu menyusui yang tinggal di luar negeri, tanyain pompa ASI-nya apa, hehe.

Kalau sepengetahuan saya, beberapa teman saya yang melahirkan di luar negeri seperti Jerman, Singapura, dan Australia, juga mengenal pompa ASI Medela ini. Jadi, pompa ASI Medela ini sepertinya kesayangan ibu menyusui dimana-mana ya? πŸ˜€

Salah satu pompa ASI merk Medela yang disarankan untuk ibu menyusui adalah Medela Swing Maxi dan Calma. Kata kakak teman saya, yang tadi saya ceritakan memiliki toko perlengkapan ibu dan bayi, Medela Swing Maxi dan Calma ini merupakan jenis double pump keluaran tahun 2013.

Box Kemasan Pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma.

Sebelum membicarakan mengenai keunggulan pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma ini, berikut adalah komponen atau sparepart pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma:

Keterangan foto:

  1. Stand botol sebanyak dua buah.
  2. Botol @150 ml sebanyak dua buah.
  3. Mesin motor Swing Maxi.
  4. Dot Medela Calma.
  5. Adaptor 12V
  6. Corong (dua buah)
  7. Freestyle Connector (dua buah)
  8. Selang Swing Maxi.

Pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma ini sangat direkomendasikan buat ibu-ibu menyusui yang ingin memiliki persediaan stock ASIP. Tak heran, banyak working mom yang memilih pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma untuk memerah ASI.

Berikut adalah beberapa keunggulan pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma, menurut saya:

Pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma diproduksi berdasarkan clinical research

Komponen-komponen pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma seperti botol susu dan selangnya terbuat dari plastik yang BPA Free. Semua fungsi komponennya benar-benar diperhitungkan, termasuk apakah daya isap mesinnya yang dibuat bisa diatur sedemikian rupa sehingga bisa di-setting sesuai keinginan pada saat pumping.

Mesin motor pompa ASI Medela Swing Maxi.

Bentuk dot Calma juga menyesuaikan dengan cara kerja saat bayi mengisap payudara ibu. Sehingga, bayi yang meminum ASIP dengan media dot Calma, kecil kemungkinan akan mengalami bingung puting.

Sudah dilengkapi dengan dot Calma yang bisa langsung dipasang ke botolnya.

Bisa memakai baterai

Ada dua pilihan cara untuk menjalankan pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma ini. Memakai colokan listrik atau baterai. Kalau sedang mobile, kita bisa memakai pilihan pumping dengan tenaga baterai.

Bisa dijalankan dengan menggunakan baterai.

Bentuk dan ukuran pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma mendukung untuk mobile

Selain bisa ganti tenaga dengan menggunakan baterai, bentuk dan ukuran pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma juga mendukung untuk dibawa mobile. Ukurannya enggak gedhe-gedhe banget.

Bentuknya memang double pump, namun kalau teman-teman cuma mau menggunakannya sebagai single pump juga bisa, kok. Tinggal merakit selangnya sedemikian rupa. Meski demikian, kalau pun dibawa mobile sebagai double pump, bobot pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma ini cukup ringan.

Pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma bisa di-setting double pump atau satu pompa saja.

Daya isapnya menyerupai hisapan bayi dan membuat produksi ASIP berlimpah

Seperti yang saya katakan sebelumnya, daya isap pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma ini menyerupai hisapan bayi. Medela memiliki teknologi 2 phase expression. Yang pertama untuk merangsang let down reflect (LDR), kedua fase pemerahan.

Fasilitas double pump-nya juga bisa membuat ASI makin berlimpah. Sehingga, sangat cocok digunakan oleh ibu menyusui yang enggak punya waktu banyak untuk memerah. Singkatnya, kalau pakai pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma dengan kecepatan daya isap yang bagus, kita lebih bisa menghemat waktu pumping.

Fasilitas double pump membuat ASIP makin berlimpah serta menghemat waktu pumping.

Mesin pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma tidak berisik

Ini yang paling saya sukai dari pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma. Mesinnya enggak berisik, halus banget. Sehingga, kalau pumping enggak mengganggu bayi tidur atau orang lain.

Pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma mudah dirakit dan dibersihkan

Saat kita membeli pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma, sudah ada buku petunjuk manualnya yang memberitahu detail cara merakit dan membersihkannya. Sangat mudah dipahami, kok. Saat saya mencoba merakit sendiri juga enggak perlu waktu lama.

Cara membersihkannya pun mudah, bisa langsung dicuci dengan air kran biasa lalu disteril. Pengisap pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma yang enggak berbentuk corong, membuat pompa ASI ini makin mudah dibersihkan. Enggak ada bekas ASI yang nyelip di pengisapnya.

Bisa dipakai dengan freestyle

Maksudnya tanpa dipegangin. Apabila ibu menyusui memiliki korset Easy Expression Bustier. Itu lho, semacam korset yang dikenakan di daerah dada atau payudara yang memiliki lubang di area puting dan aerola. Corong pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma ini bisa cocok masuk ke korset tersebut.

Sparepart-nya mudah ditemukan dan dibeli

Kalau misalnya ada bagian yang enggak sengaja hilang atau rusak, sudah banyak toko perlengkapan bayi offline maupun online menyediakan sparepart-nya. Sehingga, kita enggak perlu membeli pompa ASI baru.

Harga jual preloved-nya terbukti tinggi

Kalau melihat beberapa review dan juga iklan-iklan pompa ASI preloved atau secondhand, pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma termasuk yang harganya lumayan.

Kalau dipikir-pikir, keunggulan pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma tuh sudah sesuai dengan beberapa hal yang tadi saya sebutkan sebelum membeli pompa ASI sebelumnya tadi, ya teman-teman?

Semoga tips memilih pompa ASI dan review mengenai pompa ASI Medela Swing Maxi dan Calma ini bisa menjadi bahan pertimbangan buat teman-teman yang saat ini sedang hamil atau menyusui dalam memilih dan membeli pompa ASI πŸ™‚ .

April Hamsa

Save

65 Comments

  1. Tina Sindi 18 September, 2017
    • April Hamsa 18 September, 2017
  2. mpo ratne 18 September, 2017
  3. Tetty Hermawati 18 September, 2017
    • April Hamsa 18 September, 2017
  4. Nurul dwi larasati 18 September, 2017
    • April Hamsa 18 September, 2017
  5. gita siwi 18 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  6. Haryadi Yansyah | Omnduut 18 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  7. erin 18 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  8. Maria Soraya 18 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  9. lianny hendrawati 18 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  10. Ade UFi 18 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  11. Utie adnu 18 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  12. andyhardiyanti 18 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  13. Okti 18 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  14. Rach Alida Bahaweres 18 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  15. Shine 18 September, 2017
  16. ivonie 18 September, 2017
  17. Helena 19 September, 2017
    • Arni 19 September, 2017
      • April Hamsa 25 September, 2017
  18. Leyla 19 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  19. Arni 19 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  20. Tuty Queen 19 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  21. Alma Wahdie 19 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  22. Icha faizah 19 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  23. Dita Indrihapsari 19 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  24. Witri Prasetyo 19 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  25. Dewi Nuryanti 19 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  26. Frida Herlina 20 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  27. Kang Alee 20 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  28. Nunu 20 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  29. Maria G Soemitro 25 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  30. eni rahayu 25 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  31. Nurulrahma 25 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  32. retno 25 September, 2017
    • April Hamsa 25 September, 2017
  33. Amelia Fafu 25 September, 2017
  34. Ria Bilqis 26 September, 2017

Leave a Reply

Instagram