Blog Contest Events Review & Contest

Tak Punya Meja Makan, Tapi Punya Cerita

Langit Jakarta yang mendung, tak menyurutkan langkah kaki saya menghadiri Blogger Gathering yang diselenggarakan oleh salah satu portal media daring, Viva.co.id. Ternyata, event Blogger Gathering kali ini, bukan sekedar acara kumpul-kumpul para Blogger, melainkan juga peluncuran Kampaye “Meja Makan Punya Cerita” bersama Tupperware. Tahu kan, Tupperware? Itu tuh, merk peralatan rumah tangga yang terbuat dari plastik berkualitas terbaik, yang sudah umum dipakai oleh ibu-ibu di Indonesia. Produk Tupperware juga tak asing buat saya dan keluarga. Kotak bekal makan suami dan wadah-wadah penyimpanan untuk ikan, daging, dan sayur di kulkas saya, semuanya bermerk ini. Tupperware memang punya branding yang kuat sebagai wadah penyimpanan makanan, sehingga tak salah saya mempercayakan keawetan bahan makanan saya kepadanya.

Saya datang ke event dengan anak kedua saya, Dema.

Suasana peluncuran Kampanye “Meja Makan Punya Cerita”.

Seiring dengan kemajuan jaman, Tupperware tak berhenti berinovasi. Produk terbaru yang diperkenalkan dalam acara Blogger Gathering sekaligus peluncuran Kampaye “Meja Makan Punya Cerita” tanggal 20 Mei lalu, adalah Petite Blossom. Petite Blossom didesain oleh Tupperware sebagai wadah saji modern untuk menyajikan makanan sehari-hari di meja makan. Produk ini memiliki warna green avocado yang cerah, fresh, dan cantik.

Ketika pertama kali saya masuk ke lokasi event, yang berada di lantai 12 Head Office Tupperware Indonesia Gedung South Quarter Tower A, mata saya langsung tertuju pada produk ini. Petite Blossom disusun sedemikian cantik, disajikan di atas meja makan dengan nuansa putih di sana. Saya yang kebetulan tidak punya meja makan di rumah, begitu tahu ada produk-produk cantik tertata di meja makan, langsung tertarik. Saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk mencoba duduk di meja makan dan berandai-andai sedetik dua detik, kalau meja makan dengan peralatan makan Petite Blossom itu adalah milik saya di rumah. Dapat saya bayangkan, anak-anak dan suami saya akan makin lahap sekali makannya 😀 .

Saya dan Dema menjajal duduk di meja makan idaman.

Penasaran dengan bagaimana rupa Petite Blossom? Berikut adalah gambar-gambar dan videonya:

Ada enam item dalam produk Petite Blossom, yakni:

  • Petite Blossom Soup Server: wadah untuk makanan berkuah seperti sup sayur, crème soup, tom yam, atau shabu-shabu. Dasar bowl-nya berbentuk cekung, sehingga makanan mudah diraih hingga dasar wadah dengan sendok/ ladle-nya. Dimensi ukurannya 19.0 x 21.2x 9.0 cm, dengan kapasitas 1,2 liter.
  • Petite Blossom Saucy Dish: wadah semi cekung untuk menyimpan makanan tumisan atau berkuah sedang seperti capcay, semur, sambal goreng. Ukurannya 19.0 x 21.2 x 6.7 cm, dengan kapasitas 800 ml.
  • Petite Blossom Serving Platter: wadah yang sangat ideal untuk menyimpan makanan seperti ikan utuh, ayam panggang, lauk pauk kering. Serving Platter ini juga cocok dipakai untuk menghidangkan aneka kue. Ukurannya 19.1 x 26.2 x 3.85 cm, dengan kapasitas 390 ml.
  • Deep Serving Spoon: adalah sendok untuk menyajikan makanan yang berkuah. Berkapasitas 35 ml, sendok dengan ukuran 21.2 x 6.2 x 4.5 cm ini, memiliki sudut yang tumpul. Sehingga sangat memudahkan untuk menyendok sisa makanan.
  • Serving Spoon: sendok dengan ukuran 22.5 x 7.4 cm untuk mengambil lauk pauk atau kue yang disajikan di platter.
  • Blossom Bowl: mangkok dengan kapasitas 350 ml ini, cocok untuk diisi sup, salad buah, maupun aneka sayuran lain. Ukurannya mungil, yakni berdiameter 16 cm dan tingginya 5,5 cm

Petite Blossom, dalam event ini diperkenalkan oleh Product Manager Marketing Tupperware Indonesia Rina Sudiana. Rina Sudiana memperkenalkan Petite Blossom, sembari melanjutkan pesan yang disampaikan terlebih dahulu oleh Product Manager Tupperware Indonesia Edwin Jonathans, saat acara pertama kali dibuka. Sebelumnya, Edwin Jonathans dalam pidato sambutannya, mengatakan bahwa Tupperware mengapresiasi ibu-ibu Indonesia yang gemar memasak dan menyajikan makanannya (serving) dengan apik. Nah, tentu saja akan lebih baik jika makanan tersebut disajikan di atas meja makan, lalu keluarga makan bersama. Duduk bersama di meja makan, menurut Edwin Jonathans akan membuat nilai-nilai keluarga dapat ditransfer ke anak-anak. Itulah sebabnya makan bersama keluarga itu sangat penting dan patut digalakkan kembali lewat Kampanye “Meja Makan Punya Cerita”. Kemudian Rina Sudiana, menyambung dengan menceritakan betapa fenomena makan bersama keluarga ini, kini semakin jarang. Inilah yang ingin dikembalikan oleh Tupperware lewat produk terbarunya, Petite Blossom.

Product Manager Tupperware Indonesia Edwin Jonathans memberikan sambutan.

Product Manager Marketing Tupperware Indonesia Rina Sudiana memperkenalkan Petite Blossom.

Tak lupa, Rina Sudiana juga menjelaskan keunggulan Petite Blossom, yakni:

  • Serving: tampilan desain dan warna Petite Blossom sangat cerah dan modern, ukurannya pun kompak dan mungil sehingga sangat ideal digunakan sebagai wadah saji harian di rumah.
  • Microwaveable: Petite Blossom dapat digunakan untuk memanaskan makanan (re-heat) dalam microwave.
  • Nesting: produk ini dapat saling bersarang satu dengan yang lain, dimulai dari produk terkecil, bisa dimasukkan ke produk yang lebih besar dan seterusnya. Sehingga, sangat menghemat tempat untuk penyimpanan di lemari maupun di box, ketika produk sedang tidak digunakan.
  • Fridge: dapat digunakan untuk menyimpan makanan di dalam kulkas.

Oh ya, selain Petite Blossom, Rina Sudiana juga memperkenalkan produk Turbo Chopper. Turbo Chopper ini adalah perlengkapan dapur berupa chopper yang multifungsi. Bisa dipakai untuk mencacah bawang, membuat bumbu rujak, menghaluskan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk bayi, maupun menggerus es batu. Turbo Chopper sangat praktis, tidak perlu listrik, tidak perlu ulegan, tinggal tarik. Produknya pun ada garansinya berupa lifetime warranty, seperti pada produk Tupperware yang lainnya.

Berikut adalah Turbo Chopper:

Kemudian, melanjutkan tentang Kampanye “Meja Makan Punya Cerita” tadi, Rina Sudiana menunjukkan video, yang membuat hampir seluruh peserta gathering merasa “mak jleeeb” banget. Berikut adalah videonya:

Video tersebut memberi pertanyaan kepada semua orang, “Kapan sih, terakhir kali, makan bersama keluarga di rumah?

Sudah menjadi suatu hal yang biasa, ketika di jaman sekarang, keluarga Indonesia, terutama yang tinggal di perkotaan, makin susah untuk bertemu dan makan bersama. Kalaupun bisa makan bersama, ada saja yang asyik dengan gadget-nya. Sungguh menyedihkan, bukan? Video tersebut memuat mengenai hal tersebut, plus menggambarkan alangkah indahnya jika suatu keluarga membudayakan kembali acara makan bersama.

Hadir pula dalam acara tersebut Psikolog Ajeng Raviando S.Psi sebagai narasumber yang membawakan materi “Pentingnya Makan Bersama di Rumah”. Ajeng Raviando memaparkan tentang betapa pentingnya sebuah keluarga untuk duduk dan makan bersama di satu meja. Menurut Ajeng Raviando, saat ini banyak orang tua yang dua-duanya sibuk bekerja, sampai rumah kelelahan karena kena macet. Jadi, sangat susah untuk mengajak anak-anak mereka makan bersama. Anak-anak jaman sekarang juga tak kalah sibuknya, pulang ke rumah pun akhirnya makan sendiri-sendiri. Hal ini membuat orang tua tidak memiliki kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai keluarga kepada anak-anaknya.

Psikolog Ajeng Raviando S.Psi membawakan materi “Pentingnya Makan Bersama di Rumah”.

Ajeng Raviando juga menjelaskan bahwa makan bersama keluarga mampu menciptakan ikatan emosianal, sebab dengan saling berpandangan dan bertanya apa aktivitas hari ini, bisa mendekatkan antar anggota keluarga. Hal yang sederhana namun sangat bermakna, jika dilakukan sesering mungkin. Dengan saling berkomunikasi saat makan dapat menciptakan suasana yang akan dikenang terus oleh seluruh anggota keluarga, khususnya anak-anak. Hal ini bisa membuat mereka akan selalu rindu pulang ke rumah.

Ah, saya merasa tertohok juga dengan materi yang disampaikan oleh Ajeng Raviando. Kedua anak balita saya, Maxy (3 tahun) dan Dema (1 tahun) sudah bisa makan sendiri. Kadang setelah menyajikan makanan untuk mereka, saya beralih ke gadget untuk mengecek email atau notifikasi media sosial saya. Padahal, sebenarnya hal itu dapat saya lakukan nanti, ketika anak-anak selesai makan.

Akhirnya, saya dan suami bersepakat untuk benar-benar menemani anak-anak makan, tanpa gangguan gadget. Meski awalnya susah, namun kalau dibiasakan, kami yakin kok, pasti bisa. Apalagi, jika tidak diperhatikan aktivitas makannya, anak-anak saya kadang suka berulah. Meleng sedikit, eh makanan dibuang atau kalau nggak, makanannya dimasukkan ke dalam gelas minumnya. Hahaha. Namanya juga balita, ya, ada aja polahnya. Dengan mengawasi mereka makan, mengajak mereka bicara, sekedar bertanya, “Ini, namanya sayur apa? Ini namanya ikan apa?” ternyata anak-anak saya lebih anteng dan gembira. Semoga bisa konsisten menerapkan hal ini untuk keluarga kecilku.

Tetiba, saya jadi teringat masa kecil saya di Kota Surabaya dulu. Tiap hari, keluarga saya selalu makan bersama di rumah. Tapi, kami tak melakukannya di meja makan. Hehe. Kan, yang penting makan bersama-samanya, bukan? Jadi, dulu, meskipun ada meja makan di rumah, kami sekeluarga berempat, bapak ibu, saya, dan adik, lebih memilih lesehan makan di ruang tengah. Kami selalu bertukar cerita tentang aktivitas dan cerita-cerita menarik lainnya. Kebetulan, kantor bapak dekat dengan rumah, jadi berangkat ke kantor bisa santai, waktunya makan siang pulang ke rumah, saat malam, ya pasti makan bersama keluarga lagi.

Saat ini, keluarga kecil saya belum punya meja makan, sehingga mau tak mau kalau makan bersama, ya, lesehan juga. Bedanya, tinggal di Jakarta, membuat waktu makan dengan anggota keluarga lengkap menjadi hal mustahil. Namun, untungnya, suami selalu bisa menyempatkan sarapan bersama saya dan anak-anak di rumah, karena berangkat ke kantornya agak siangan. Jadi, waktu sarapan itu adalah waktu yang berharga buat kami sekeluarga. Meskipun tak punya meja makan, saat ini, kami berharap waktu yang singkat tapi berharga ini, bisa membuat cerita yang bisa dikenang oleh anak-anak kami, hingga mereka dewasa, kelak. Aamiin.

Tak punya meja makan, tapi semoga bisa membuat cerita 😀 .

Terima kasih Tupperware dan Viva.co.id atas undangan gathering dan pencerahan tentang makan bersama keluarga-nya. Semoga suatu hari nanti, keluarga kami benar-benar punya meja makan, lengkap dengan Petite Blossom-nya, serta punya banyak cerita untuk membangun bonding antar anggota keluarga kami.

Depok, 23 Mei 2016

April Hamsa

Sumber referensi: FP Tupperware Indonesia dan www.tupperware.co.id.

40 Comments

  1. Monda 23 Mei, 2016
    • April Hamsa 24 Mei, 2016
  2. eskaningrum 23 Mei, 2016
    • April Hamsa 24 Mei, 2016
  3. Hairi Yanti 23 Mei, 2016
    • April Hamsa 24 Mei, 2016
  4. Ika Puspitasari 24 Mei, 2016
    • April Hamsa 24 Mei, 2016
  5. Haryadi Yansyah | Omnduut.com 24 Mei, 2016
    • April Hamsa 24 Mei, 2016
  6. Ima 24 Mei, 2016
    • April Hamsa 24 Mei, 2016
  7. Arni 24 Mei, 2016
    • April Hamsa 24 Mei, 2016
  8. Ihwan 24 Mei, 2016
    • April Hamsa 24 Mei, 2016
  9. Rach Alida Bahaweres 24 Mei, 2016
    • April Hamsa 24 Mei, 2016
  10. Ria M Fasha 24 Mei, 2016
    • April Hamsa 24 Mei, 2016
  11. Fanny f nila 24 Mei, 2016
    • April Hamsa 24 Mei, 2016
  12. elok 24 Mei, 2016
    • April Hamsa 27 Mei, 2016
  13. Witri prasetyo aji 24 Mei, 2016
    • April Hamsa 27 Mei, 2016
  14. bersapedahan 25 Mei, 2016
    • April Hamsa 27 Mei, 2016
  15. ILYAS AFSOH 26 Mei, 2016
    • April Hamsa 27 Mei, 2016
  16. Indah Primadona 26 Mei, 2016
    • April Hamsa 27 Mei, 2016
  17. Nia Haryanto 27 Mei, 2016
    • April Hamsa 27 Mei, 2016
  18. Anisa AE 28 Mei, 2016
  19. Usup Supriyadi 28 Mei, 2016
  20. Ida Tahmidah 28 Mei, 2016
    • April Hamsa 30 Mei, 2016
  21. Wenny Pangestuti 19 Juni, 2016
    • April Hamsa 21 Juni, 2016

Leave a Reply

Instagram