Agung Podomoro Group Agung Podomoro Land Blogger Reporter Events House and Property Kota Kertabumi Kota Podomoro Tenjo Podomoro Golf View Podomoro Park Bandung Vimala Hills

Walau Pandemi, Agung Podomoro Group Tetap Ngegas Bangun Properti di Jawa Barat

Agung Podomoro Group. Siapa sih yang tak kenal dengan perusahaan properti yang satu ini? Proyek propertinya udah banyak banget, mulai dari apartemen, perumahan, pusat perbelanjaan, dll. Daaan, tahu enggak sih teman-teman, bahwa ternyata walau pandemi, Agung Podomoro Group ini tetap konsisten membangun proyek propertinya, lho. Bahkan, di area Jawa Barat, Agung Podomoro Group ngegas mengerjakan proyek-proyeknya. Tak tanggung-tanggung, bukan hanya satu proyek, melainkan lima proyek sekaligus, khususnya perumahan (rumah tapak).

Walau musim wabah, Agung Podomoro tetap melanjutkan proyeknya khususnya di area Jawa Barat.

Hayyooo, siapa di antara teman-teman yang sedang mencari rumah, baik untuk hunian maupun investasi? Sini-sini merapaaatt!

Musim pandemi kok malah beli rumah? Apa untungnya?

Jadi, belakangan saya tertarik dengan properti, kerena ada rencana merenovasi rumah dan kepengen sekali punya properti kedua untuk investasi. Trus, saya mengetahui bahwa Agung Podomoro Group tanggal 5 November kemarin bikin webinar tentang proyek-proyeknya. Saya kepoh donk, trus join webinar itu.

Saya ketika ikut webinar tentang properti yang diselenggarakan oleh Agung Podomoro.

Pembicara di webinar tersebut salah satunya adalah Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Bapak Ali Tranghada. Dari beliau, saya jadi tahu kalau ternyata minat masyarakat pada properti masih lumayan besar, meskipun kondisi seperti sekarang ini.

Lagi musim pandemi gini kok mikirin beli rumah?” Mungkin ada yang heran?

Kenyataannya, menurut data IPW, sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Ali Tranghada, antusiasme masyarakat membeli properti masih besar. Walaupun, memang terjadi beberapa perubahan gara-gara pandemi. Salah satunya adalah kecenderungan ke jenis rumah landed (tapak).

Narasumber ketika acara webinar berlangsung.

Lalu, mengapa sih kok masyarakat tetap antusias membeli properti di masa susah kayak sekarang?” Mau tahu?

Saya coba rangkum alasannya, sesuai survei IPW September 2020 yang disampaikan oleh Bapak Ali Tranghada dalam webinar itu ya:

  • Properti sebagai instrumen investasi

Properti masih dipandang sebagai investasi yang terbaik. Tidak hanya melindungi dalam arti sebagai peluang ke depan, namun untuk saat ini sebuah properti juga benar-benar melindungi dalam arti sebenarnya. Melindungi seseorang atau sebuah keluarga dari kepanasan, kehujanan, dll.

Berbeda halnya dengan instrumen investasi yang lain seperti emas, saham, reksadana, dll, mungkin terlihat ada uangnya, namun tidak bisa melindungi dalam artian sebenarnya tadi. Tingkat risikonya juga cukup besar. Sedangkan, properti lebih stabil.

  • Sisi emosional

Ketika memiliki properti, khususnya rumah, seseorang biasanya merasa lebih sejahtera. Ada rasa aman dan nyaman karena sudah punya rumah.

  • Membeli untuk dijual kembali

Mungkin karena ada dananya, trus harga properti juga tekoreksi, maka ada yang berniat membeli properti untuk kemudian, kelak dijual kembali.

  • Membeli untuk anaknya

Kemudian, ada kecenderungan orang tua untuk melindungi anak-anaknya, yang sebenarnya juga disebabkan karena pandemi. Orang tua ingin kalau terjadi lagi wabah semacam ini, setidaknya anak-anaknya bisa lebih survive karena seenggak-enggaknya sudah memiliki properti

  • Kebiasaan bekerja yang mengalami perubahan

Pandemi juga membawa perubahan perilaku, salah satunya aktivitas, yang dulu mungkin lebih banyak kegiatan di luar rumah, sekarag lebih banyak dilakukan di dalam rumah. Banyak orang yang melakukan work from home, misalnya, menyadari bahwa mereka butuh space buat bekerja, yang lebih representatif (lebih luas, lebih nyaman, lebih bagus sirkulasi udaranya, pencahayaannya, dll).

 Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Bapak Ali Tranghada.

Sehingga, tak heran permintaan pasar untuk sebuah properti masih ada, khususnya rumah. Sesuai dengan survei IPW, yang mengatakan bahwa minat masyarakat membeli properti nomor satu memang berupa rumah landed. Baru kemudian dikuti oleh keinginan membeli tanah kavling, apartemen, ruko dll.

Jenis properti yang diminati oleh konsumen di masa pandemi sesuai survei IPW.

Bapak Ali Tranghada juga menyampaikan beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan masyarakat membeli rumah di masa pandemi, antara lain:

  • Harga

Harga yang menarik dengan banyak promo tetap menjadi pertimbangan pertama. Masyarakat butuh fleksibilitas dalam pembayaran ketika membeli rumah di masa seperti sekarang. Maka, apabila ada pengembang properti yang bisa menyediakannya, masyarakat cenderung tertarik.

  • Brand Pengembang

Masyarakat melihat enggak hanya nama besar perusahaan, namun juga track record-nya. Maka, di masa pandemi seperti sekarang ini brand properti yang sebelum pandemi “mati-matian” membangun nama dan track record yang baik akan menuai apa yang dtanamnya dulu.

  • Desain

Karena pandemi, masyarakat juga tertarik untuk memiliki rumah dengan desain yang lebih kembali ke alam, sirkulasi udara bagus, pencahayaan juga baik, dll. Pokoknya yang mendukung aktivitas dan gaya hidup mereka yang lebih sehat.

  • Green Landscape

Ini juga tak kalah penting, karena masyarakat menginginkan lingkungan yang sehat, tentu saja berharap banyak green landscape di sekitar hunian mereka.

  • Fasilitas

Tak dipungkiri, fasilitas menjadi daya tarik orang untuk membeli rumah. Tujuannya untuk lebih memudahkan hidup mereka.

  • Transportasi

Transportasi yang memudahkan masyakarat mobile apabila ada keperluan sewaktu-waktu juga menjadi pertimbangan utama dalam memilih lokasi rumah.

Nah, menurut Bapak Ali Tranghada, salah satu perusahaan properti yang sudah sering memenuhi permintaan semacam itu adalah Agung Podomoro Group. Bapak Ali Tranghada juga menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Agung Podomoro Group, yakni ngegas membangun di area Jawa Barat, akan punya efek positif untuk perekonomian negara ini.

Hal-hal yang membuat pembeli membeli properti.

Hmmm, kalau dipikir-pikir iya juga sih ya? Permintaan untuk rumah tetap ada, tentu saja hal ini adalah sebuah peluang buat industri properti untuk bergerak. Enggak malah diam aja di tengah ketidakpastian seperti sekarang ini. Soalnya, kalau diam aja, malah tidak menciptakan perputaran ekonomi kan?

Agung Podomoro Group ngegas bangun lima proyek di Jawa Barat

Nah, ada yang penasaran enggak sih, proyek apa saja yang tengah dibangun oleh Agung Podomoro Group secara ngegas saat ini?

FYI, lima proyek yang sedang ngegas digarap tersebut, antara lain:

  • Kota Podomoro Tenjo
  • Podomoro Park Bandung
  • Podomoro Golf View
  • Kota Kertabumi
  • Vimala Hills.

Marketing Director Agung Podomoro Group, Bapak Agung Wirajaya yang juga hadir menjadi narasumber dalam webinar tersebut mengatakan bahwa ngegas-nya pembangunan tersebut bukannya tanpa alasan. Namun, hal tersebut terjadi karena disebabkan oleh permintaan properti yang meningkat di kelima proyek tersebut, walaupun saat ini sedang musim wabah.

Marketing Director Agung Podomoro Group, Bapak Agung Wirajaya.

Kami bersyukur di tengah pandemi yang sangat dahsyat ini permintaan properti di proyek-proyek Agung Podomoro di Jawa Barat tetap tinggi. Inilah yang membuat kami tetap ngegas untuk segera menghadirkan properti terbaik bagi ribuan konsumen Agung Podomoro,” jelas Bapak Agung Wirajaya.

Selain itu, Agung Podomoro Group ternyata juga telah mengamati perilaku masyarakat ini sejak pandemi di awal Maret lalu. Hasilnya, mirip-mirip pendapat Bapak Ali Tranghada, bahwa ada faktor-faktor istimewa yang membuat konsumen tetap membeli rumah.

Ada empat faktor yang mempengaruhi alasan konsumen masih mau membeli rumah pada saat ini, yakni:

  • Aspek kesehatan dan kelengkapan infrastruktur

Masyarakat makin punya kesadaran tinggi untuk hidup di lingkungan yang memiliki ruang terbuka hijau dan penerangan dari cahaya alami yang baik. Selain itu, masyarakat juga ingin tinggal di lingkungan yang memiliki kelengkapan infrastruktur, termasuk terdapat teknologi informasi yang baik.

  • Kemudahan akses

Walau lokasi ada di pinggiran kota, asalkan akses untuk mobile ke pusat kota gampang, maka masyarakat akan tetap memilihnya.

  • Harga properti yang diproyeksikan akan naik usai pandemi

Masyarakat sudah mampu memperkirakan properti mana yang akan mengalami peningkatan harga jual, kelak, apabila pandemi usai.

  • Rekam jejak dan kredibilitas pengembang

Masyarakat hanya akan memilih pengembang yang benar-benar terpercaya ketika membeli rumah.

Menurut Bapak Agung Wirajaya, Agung Podomoro Group ini memiliki semua persayaratan tersebut. Makanya, perusahaan properti yang sudah berpengalaman di bidangnya selama 51 tahun ini berani ngegas untuk melanjutkan proyek-proyek yang dikembangkan di area Jawa Barat.

Selain itu, Bapak Agung Wirajaya juga berpendapat bahwa masa pandemi ini, meski daya beli masyarakat ada yang menurun, namun tetap bagus untuk membeli properti, karena:

  • Terdapat harga jual yang terkoreksi
  • Ada fleksibilitas harga maupun cara bayar, karena ketka pandemi usai makan semua akan bertumbuh dan penawaran tersebut kemungkinan besar tidak akan ada lagi
  • Karena proyeknya masih baru, maka sebaiknya beli pada saat harga perdana, karena pada saat sudah ada pembangunan infrastruktur, biasanya akan ada perubahan harga lagi.

Tentang lima proyek perumahan yang dikembangkan Agung Podomoro Group di Jawa Barat

Hmmm, kira-kira benar atau enggak ya yang dikatakan oleh Bapak Agung Wirajaya di atas? 😀

Nah, pada saat webinar, ternyata perwakilan marekting dari masing-masing proyek yang saya sebutkan tadi juga hadir lho, antara lain:

  • Asst. Vice President Marketing Kota Podomoro Tenjo, Bapak Zaldy Wihardja
  • Asst. Vice President Marketing Podomoro Golf View, Bapak Rubby I. Widjaja
  • Head of Marketing Kota Kertabumi, Bapak Emil S. Utomo
  • Marketing General Manager of Podomoro Park Bandung, Bapak Tedi Guswana
  • Head of Sales and Marketing Vimala Hills Ferdynand Sadrach.

Secara garis besar, beliau-beliau ini menjelaskan tentang lima proyek yang sedang digas pol pembangunannya di Jawa Barat tadi.

Ada yang mau tahu kira-kira gimana sih masing-masing perumahan yang dikembangkan tersebut? Baeklah, saya coba gambarkan secara garis besar mengenai proyek-proyek tersebut, sesuai yang saya ketahui dari webinar itu yaaa:

Kota Podomoro Tenjo (KPT)

KPT ini lokasinya ada di kawasan yang merupakan pertemuan tiga kabupaten/ kota, yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan. Bapak Zaldy Wihardja mengatakan bahwa daerah ini direncanakan akan menjadi kota satelit berikutnya. Untuk saat ini, harga tanah di sana masih sangat murah. Namun, karena sudah ada rencana jadi kota satelit berikutnya, maka prospek ke depan akan sangat bagus.

Asst. Vice President Marketing Kota Podomoro Tenjo, Bapak Zaldy Wihardja.

Ini kesempatan masyarakat melihat dengan jeli, apalagi tahun depan ekonomi naik, harga rumah di sana sekarang masih sama antara dua ratus sampai lima ratus juta,” kata Bapak Zaldy Wihardja.

Kemudian, Bapak Zaldy Wihardja menjelaskan empat kelebihan dari proyek KPT ini, antara lain:

  • Mega structure

Akan ada pembangunan kawasan menjadi sebuah kota satelit, nanti akan ada grand Transit Oriented Development (TOD) yang langsung terhubung dengan kawasan. Menyatu dengan stasiun KRL Tigaraksa juga, nanti. Selain itu, nanti juga akan menempel dengan pembangunan tol Serpong-Balaraja.

  • Ada nilai kesehatan dalam sebuah kawasan

Terdapat taman hijau yang panjang (3.5 km). Ini pertama kali di Indonesia, di mana ada developer yang mengorbankan sebanyak itu tanahnya untuk sebuah taman.

Kota Podomoro Tenjo.
  • Harga terjangkau, namun fasilitas tetap eksklusif

Harga terjangkau (Rp. 200-500 juta), namun fasilitas benar-benar eksklusif sebagaimana proyek-proyek Agung Podomoro sebelumnya.

  • Desain yang sophisticated

Desainnya cakep, up to date, long lasting desain. Konsepnya berupa rumah tumbuh, sehingga prioritas tanahnya dibuat besar.

Podomoro Park Bandung

Perumahan yang satu ini merupakan hunian resort strategis yang berlokasi di kawasan strategis, yakni hanya 2 km dari gerbang tol Buahbatu, 8 km dari Alun-alun Bandung, dan 9 km dari pusat Kota Bandung. Maka tak heran, meski pandemi, banyak konsumen yang berminat membeli rumah di sana. Hingga Oktober kemarin penjualannya malah mengalami peningkatan sampai terjual 700 unit.

Asst. Vice President Marketing Podomoro Golf View, Bapak Rubby I. Widjaja.

Dalam webinar tersebut Bapak Tedi Guswana mengatakan bahwa salah perumahan ini memiliki kawasan hunian sehat, sesuatu yang dicari banyak orang, khususnya setelah pandemi ini. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Podomoro Park Bandung ini disebut hunian sehat:

  • Punya pemandangan pegunungan

Punya view pemandangan pegunungan Malabar dan Patuha, sehingga sekelingnya tampak indah dan hijau.

  • Udaranya sejuk dan bersih

Karena dikelilingi pegunungan dan perkebunan teh, maka kawasan ini memiliki udara sejuk dan bersih, serta bebas polusi.

  • Ruang terbuka hijau yang luas

Luas perumahan ini totalnya sekitar 130 hektar, namun tidak semua dibangun. 50 persennya didedikasikan untuk ruang terbuka hijau.

Podomoro Park Bandung dengan view danau.
  • Pepohonan rindang

Agung Podomoro memiliki pembibitan untuk ruang terbuka hijau, sehingga pada saat serah terima kawasan tersebut sudah ditumbuhi pepohonan yang rindang. Landscape-nya tidak gersang.

  • Terdapat danau

Punya danau sepanjang 1 km yang didesain khusus untuk penghuni bersosialisasi dan juga berolahraga.

Podomoro Golf View (PGV)

Teman-teman ingin memiliki rumah dekat dengan bandara Halim Perdanakusuma, maka PGV inilah jawabannya. Menurut Bapak Rubby I. Widjaja lokasi perumahan ini tepat di depan exit tol Cimanggis (easy to reach) dan cuma 30 menit berkendara ke bandara.

Podomoro Golf View.

Kawasan seluas 60 hektar ini infrastrukturnya sudah jadi, fasilitasnya sudah lengkap, ada apartemen, hunian tapak, lalu ada area komersil, dan fasilitas lainnya, seperti sekolah, masjid, dll. Tak ketinggalan ada TOD (easy to mobilitydan dikelilingi oleh tiga lapangan golf.

Apartemen di sana juga sudah dihuni pembeli walaupun masih ada pembangunan, karena pembeli merasa semua kebutuhan mereka sudah dapat dipenuhi di sana. Baik itu kebutuhan untuk komersial, konsumsi (makan), transportasi, dll.

Asst. Vice President Marketing Podomoro Golf View, Bapak Rubby I. Widjaja.

Kemudian untuk hunian tapak, kelebihannya antara adalah bangunan rumah di sana dibuat dengan konsep rumah sehat dengan ciri-ciri:

  • Desain rumahnya bukaan dan jendelanya besar-besar sehingga pencahayaannya optimal.
  • Terdapat pengelolaan ruang yang optimal dan lega sehingga pertukaran udara akan menjadi lebih baik.
  • Terdapat backyard linear park di mana nanti ada taman yang terhubung antara rumah satu dengan rumah lainnya agar memudahkan penghuni bertemu dan berolahraga, berjemur, dll.

Tipe terbaru yang akan segera diluncurkan di perumahan ini adalah “The Cottage” yang masih mengusung konsep rumah sehat seperti cluster-cluster sebelumya dan tentu saja dengan fasilitas yang tak kalah lengkap.

Kota Kertabumi

Ada yang tertarik tinggal di kota Karawang? Seperti yang kita ketahui, kota Kerawang kini pertumbuhannya sangat pesat karena di sana dekat kawasan industri. Selain itu ada beberapa hal yang membuat pembangunan proyek perumahan di Karawang ngegas, antara lain:

  • Infrastruktur

Khususnya akses atau transportasi yakni:

  • Terdapat tol layang Jakarta-Cikampek yang beroperasi sejak Desember 2019 lalu, membuat perjalanan dari Jakarta ke Karawang cukup ditempuh hanya dalam waktu 45 menit saja.
  • Akan ada kereta api cepat Jakarta-Bandung yang kecepatannya sekitar 300 km/jam yang direncanakan akan beroperasi pada Mei 2021. Sehingga dari Jakata ke Karawang hanya butuh waktu 15 menit saja.
  • Sedangkan naik kereta api reguler dari Jakarta ke Kerawang bisa ditempuh cukup 1 jam saja.

Kota Kertabumi yang diprediksi akan menjadi kawasan hunian di pusat kota Karawang.
  • Akan dibangun Bandara Soekarno-Hatta II di Ciampel, Karawang

Hal ini nanti akan membuat masyarakat Karawang tak perlu jauh-jauh lagi ke bandara karena di sana akan memiliki bandara sendiri.

  • Terdapat proyek jalan tol baru

Akan ada pembangunan jalan tol Sentul Selatan menuju Karawang Barat, sehingga nanti kalau dari Sentul tidak perlu lagi berputar di Cibubur.

  • Terdapat pelabuhan internasional di Patimban, Subang, Jawa Barat

Tentu membantu apabila ada usaha/ bisnis.

Head of Marketing Kota Kertabumi, Bapak Emil S. Utomo.

Sedangkan untuk lokasi Kota Kertabumi ini menurut Bapak Emil S. Utomo terletak di kawasan Menteng-nya Karawang, sangat strategis. Targetnya menyasar pada segmen kelas menengah ke atas. Total ada sekitar 200 unit rumah di perumahan Kota Kertabumi ini dan lahan terbuka hijaunya juga cukup luas, yakni 40% dari total luas lahan 5,6 hektar.

Menariknya, Kota Kertabumi ini berani memberikan promo berupa:

  • Promo KPR dengan DP 20% yang bisa dicicil 20 kali.
  • Cicilan flat 60x tanpa DP.

Vimala Hills

Terakhir, Vimala Hils. Buat yang tinggal di Bogor dan suka ke Puncak kayaknya bakal melewati hunian ini deh. Kebetulan saya pernah masuk area perumahan ini pada saat mengunjungi rumah makan Bumi Sampireun cabang sana (lokasinya dalam perumahan) dan melihat sendiri kalau areanya tuh view-nya cakep banget dan suasananya masih sangat asri.

Vimala Hills yang dikelilingi gunung di Bogor.

Lokasinya juga tak jauh dari pusat kota Bogor. Dari Jakarta juga gampang diakses, hanya 30 menit perjalanan sepanjang tol Jagorawi dengan jarak tempuh 48 km. Fasilitasnya juga sudah lengkap, selain ada rumah makan yang saya sebutkan tadi, ada pula fasilitas seperti Flower Hills, CLub House, Deer Park, dll. Fasilitas kesehatan pun ada, yakni Vimala Clinic yang bekerja sama dengan Bogor Senior Hospital.

Tak hanya itu, di perumahan ini juga terdapat hotel bintang lima berskala internasional yakni Pullman Ciawi Vimala Hills Resort Spa & Convention, sehingga menjadi tujuan destinasi orang untuk liburan. Apalagi memang view-nya bagus, berupa kontur perbukitan hijau dan pemandangan menawan dari tiga gunung, yakni Gunung Gede Pangrango, Gunung Salak, dan Gunung Geulis.

Head of Sales and Marketing Vimala Hills Ferdynand Sadrach.

Bapak Ferdynand Sadrach menginformasikan bahwa cluster terbaru yang dipasarkan saat ini adalah Cluster Everest yang berada pada ketinggian 600-700 meter di atas permukaan laut. Selain pemandangan yang bagus, udara di sana juga sangat sejuk. Uniknya hanya cluster inilah yang memiliki small club house, di mana ada kolam renang, ada outdoor gym, ada yoga garden-nya juga. Cocok untuk investasi maupun hunian buat mereka yang mencari kawasan yang lebih sehat untuk dihuni.

Nah, itulah teman-teman kelima proyek perumahan di Jawa Barat yang saat ini sedang digarap dengan ngegas oleh Agung Podomoro Grup. Sudah ada gambaran ingin membeli rumah yang mana? 😀

Kalau masih bingung dengan penjelasan dari saya, mungkin teman-teman bisa langsung bertanya ke media informasi milik Agung Podomoro Group saja ya 🙂 :

April Hamsa

61 Comments

  1. Dian 7 November, 2020
  2. Rach Alida 8 November, 2020
  3. Mei Daema 8 November, 2020
    • Jiah Al Jafara 12 November, 2020
  4. winda - dajourneys.com 8 November, 2020
  5. Lidya 8 November, 2020
    • Uniek Kaswarganti 10 November, 2020
  6. Dewi S 8 November, 2020
  7. Mugniar 8 November, 2020
  8. Cilya 8 November, 2020
  9. Hani S. 8 November, 2020
  10. Eni Martini 9 November, 2020
  11. Farida Pane 9 November, 2020
    • Farida Pane 12 November, 2020
  12. Uniek Kaswarganti 9 November, 2020
  13. Putri Istiana 9 November, 2020
  14. lendyagasshi 9 November, 2020
    • lendyagasshi 10 November, 2020
      • lendyagasshi 12 November, 2020
  15. nyi Penengah Dewanti 9 November, 2020
    • diane 14 November, 2020
  16. Sri Widiyastuti 9 November, 2020
  17. Helena Magdalena 10 November, 2020
  18. Nia Haryanto 10 November, 2020
    • lendyagasshi 14 November, 2020
  19. Ainhy Edelweiss 10 November, 2020
  20. Indah Nuria 10 November, 2020
  21. Monica Anggen 10 November, 2020
  22. Herva Yulyanti 10 November, 2020
  23. Dian Farida Ismyama 10 November, 2020
  24. Zefy 11 November, 2020
  25. Peri Hardiansyah 11 November, 2020
  26. nuy 11 November, 2020
  27. Florensi Mellia 11 November, 2020
  28. Jiah Al Jafara 11 November, 2020
  29. Rindang Yuliani 11 November, 2020
  30. Ana Ike 12 November, 2020
  31. Dzulkhulaifah 12 November, 2020
  32. unggulcenter 12 November, 2020
  33. tukang jalan jajan 12 November, 2020
  34. Marfa 12 November, 2020
  35. Dyah Kusuma Susanti 12 November, 2020
  36. Ruli retno 12 November, 2020
  37. Khoirur Rohmah 12 November, 2020
    • Khoirur Rohmah 14 November, 2020
  38. Erin 12 November, 2020
  39. umimami 12 November, 2020
  40. Nanik Nara 13 November, 2020
  41. Keke Naima 13 November, 2020
  42. Mugniar 13 November, 2020
  43. Nurul Sufitri 13 November, 2020
  44. Dian Restu Agustina 13 November, 2020
  45. Ophi Ziadah 13 November, 2020
  46. Andiyani Achmad 13 November, 2020
  47. Hidayah Sulistyowati 13 November, 2020
  48. Suciarti Wahyuningtyas 13 November, 2020
  49. Dian Farida Ismyama 13 November, 2020
  50. Dedew 14 November, 2020
  51. Lina W. Sasmita 14 November, 2020
  52. Aswinda Utari 14 November, 2020
  53. ira duniabiza 14 November, 2020

Leave a Reply

Instagram

error: Content is protected !!