Saya sudah berdamai dengan yang namanya penyakit dermatitis atopik a.k.a ruam gatal yang terjadi pada anak-anak, sejak mereka masih bayi. Dermatitis atopik yang anak-anak alami sepertinya terjadi karena keturunan, soalnya ayahnya (suami saya) juga sering mengalami ruam gatal apabila enggak cocok dengan makanan tertentu atau kontak dengan debu. Yeah, mungkin dermatitis atopik-nya enggak bisa disembuhkan ya kalau penyebabnya karena keturunan? Namun, kata dokter sih enggak usah khawatir, karena penyakit ini bisa kita kontrol. Salah satunya dengan penggunaan obat atau krim atau lotion oles untuk mengurangi gejala gatalnya. Kalau di rumah kami memakai Atopiclair. Nah, melalui postingan kali ini saya mau sharing pengalaman memakai Atopiclair untuk jinakkan monster gatal ya πŸ™‚ .

Saat dermatitis atopik menyerang langsung oles Atopiclair.

Apakah dermatitis atopik itu?

Sebelum sharing pengalaman pakai Atopicalir, saya mau coba menjelaskan terlebih dahulu ya (dengan bahasa yang simple) tentang dermatitis atopik. Don’t worry ini sumbernya dari dokter anak-anak dulu plus beberapa website dan buku kesehatan yang kredible, kok πŸ˜€ . Barangkali, ada yang belum paham tentang penyakit kulit yang juga sering dikenal sebagai β€œeksim” ini.

Jadi, teman-teman, penderita dermatitis atopik tuh biasanya memiliki gejala berikut ini:

  • Kulit kering dan bersisik.
  • Kulit kemerahan dan terasa gatal. Biasanya makin parah saat malam hari.
  • Kulit kemerahan ini biasanya ada di tangan, kaki, dada atas, punggung, kulit kepala, wajah, area bottom, lipatan siku dan lutut.
  • Kadang ada sedikit penebalan kulit dan muncul lenting (semacam gelembung kecil yang berisi cairan).

Ruam kemerahan dan terasa gatal adalah salah satu ciri dermatitis atopik.

β€œLalu, apa sih penyebab dermatitis atopik apa itu?” Sejujurnya, saya juga penisirin sih πŸ˜€ .

Kalau menurut dokter yang biasa menangani anak-anak dulu, sebenarnya agak susah menentukan penyebab penyakit kulit yang satu ini. Soalnya, ada beberapa hal yang bisa menjadi pencetus dermatitis atopi. Bisa karena makanan, bisa karena kosmetik (kalau pada anak-anak biasanya enggak cocok sama sabunnya, minyak telonnya, dll), bisa karena lingkungan, dll.

Nah, makanya, dulu dokter tuh suka wanti-wanti supaya saya mengingat secara runut apa yang sebelumnya terjadi, apabila anak-anak sudah mengalami ruam kemerahan di kulitnya. Apakah anak-anak abis makan sesuatu yang enggak biasa? Apakah ada perubahan suhu yang terlalu ekstrem? Apakah anak-anak abis bermain mainan atau beraktivitas di tempat yang berdebu? Dll. Sehingga, kalau anak-anak mengalami ruam kemerahan, saya wajib menjauhkan mereka dari apa yang diduga sebagai pencetusnya itu.

Trus, tak berhenti sampai di situ, biasanya kalau anak mengeluh gatalnya semakin parah, saya akan memandikannya. Setelah itu, saya juga akan mengolesi bagian kulitnya yang gatal dengan krim/ lotion sepert Atopiclair, yang saya sebut di atas tadi.

Pengalaman memakai Atopiclair untuk mengatasi dermatitis atopik

Tujuan saya mengolesi kulit yang kemerahan dan gatal adalah supaya dapat mengembalikan kelembaban kulit, sehingga kulit (anak) bisa berkurang gatalnya. Biasanya kalau kulit sudah enggak terlalu gatal, maka anak pun akan mereda cranky-nya. Harapannya begitu πŸ™‚ .

FYI, saya mengenal Atopliclair ini dari seorang teman yang anaknya juga punya problem yang sama dengan saya. Anak teman saya ini masih bayi dan menyusu trus sering mengalami ruam kemerahan gitu di pipinya. Nah, oleh dokter anaknya direkomenin Atopiclair ini buat anaknya.

Ah, kalau melihat anak teman saya itu, saya jadi teringat anak kedua saya. Sejak bayi, pipi anak kedua saya tuh juga sering mengalami ruam kemerahan. Dokter anak waktu itu mengatakan karena anak saya punya alergi makanan. Akibatnya, waktu itu saya yang masih menyusuinya juga melakukan diet ketat supaya ruam yang juga bikin si anak rewel (karena mungkin gatal) itu enggak muncul.

Sedangkan, dalam kasus teman saya, di samping melakukan diet makanan seperti saya dulu, teman saya ikhtiar pakai Atopiclair juga. Atopiclair berhasil meredakan gejala penyakit kulit itu, sehingga anaknya enggak terlalu rewel dan bisa tidur lebih nyenyak.

Atopiclair aman buat anak-anak.

Ketika diberi tahu informasi mengenai Atopiclair, saya akhirnya ikutan memasukkan obat oles untuk dermatitis atopi ini ke kotak P3K di rumah. Soalnya, sampai sebesar sekarang, anak-anak, suami, bahkan saya sendiri sesekali masih mengalami ruam kemerahan. Kadang penyebabnya tak jelas, tapi makanan dan debu merupakan dua hal yang saya curigai kalau keluarga saya ada yang mengalami gatal-gatal.

Khususnya untuk anak-anak saya ya? Saya enggak tega membiarkan mereka mengalami gatal-gatal parah karena dermatitis atopik. Saya agak trauma tentang hal ini. Pasalnya, dulu banget, saat anak-anak masih kecil, mereka menggaruk kulitnya yang gatal itu, kemudian jadi infeksi kulit yang menyebabkan jadi bisul.

Kedua anak saya bisulan barengan waktu itu. Cuma, yang paling parah adalah si adik. Bisulnya jadi membandel dan membesar, trus sempat divonis operasi sama dokter. Qodarullah, kok, alhamdulillah pada pagi hari setelah periksa ke dokter (saya mau second opinion waktu itu), bisul si adik pecah #sujudsyukur. Selamat deh, enggak jadi operasi. Lagipula serem anak sekecil itu dibius total β€œhanya” buat memecahkan bisul. Belum lagi biayanya yang puluhan juta (waktu itu sempet β€œiseng” nanya ke bagian admin rumah sakitnya πŸ˜› ).

Maka, kalau anak mengalami ruam kemerahan, dermatitis atopinya kumat, enggak salah donk ya, saya jadi panik. Namun, alhamdulilah, semenjak sedia Atopiclair di rumah, saya jadi agak tenang. Tinggal olesin saja Atopiclair, maka kelembaban kulit akan terjaga dan gatal berkurang.

FYI, dosis pemakaiannya adalah 3 kali dalam sehari. Kalau saya biasanya setelah mandi pagi, setelah mandi sore, dan jelang tidur malam hari setelah bagian kulit yang mengalami ruam dibersihkan. Cara menggunakan Atopiclair adalah dengan mengoleskannya secara tipis pada area kulit yang mengalami masalah ruam kemerahan dan gatal-gatal. Efek Atopiclair yang melembabkan membuat gatal berkurang dan biasanya anak jadi enggak rewel lagi.

Oleskan Atopiclair 3 kai sehari untuk melembabkan kulit yang gatal.

Udah gitu, efek lembab dari olesan Atopiclair ini bertahan lumayan lama lho. Berbeda dengan beberapa krim atau lotion sebelumnya yang pernah saya coba untuk si kecil, yang kayaknya cuma bertahan 1-2 jam untuk menjaga kelembaban kulit, Atoplclair ini bisa bertahan lebih lama. Sehingga, enggak perlu terlalu sering diolesin. Lebih hemat jatuhnya. Apalagi, masa kedulawarsa di kemasannya juga lebih dari satu tahun. Tahan lama, lha.

Satu lagi yang saya sukai dari Atopiclair ini, produk ini menurut klaimnya tidak mengandung steroid, sehingga aman kalau digunakan dalam jangka panjang. Udah gitu, produknya enggak berbau menyengat atau wangi, sehingga saya yakin enggak ada kandungan pewanginya juga. Pewangi soalnya juga berpotensi bikin kulit anak jadi alergi kan?

Makanya, kalau produk yang dipakai buat anak, saya biasanya cari yang enggak mengandung pewangi. Selain itu, saya juga say no sama produk yang mengandung pewarna. Kalau Atopiclair ini, menurut klaimnya enggak mengandung keduanya, baik pewangi maupun pewarna. Jadi, saya cocok sama produknya.

Produk Atopiclair ini, selain direkomendasikan oleh dokter (kulit), juga cukup mudah ditemukan di apotek dekat rumah. Beli di online marketplace atau apotek online juga ada. Untuk harganya, kalau yang bentuknya krim sekitar Rp. 150.000,-an, sedangkan yang lotion kurang lebih Rp. 300.000,-an.

Tentang Atopiclair, obat non-steroid untuk menangani dermatitis atopik

Yup, jadi produk Atopliclair ini ada dua kemasan, ya teman-teman, yakni berupa krim dan lotion. Kemasan krimnya berukuran 40 ml, sedangkan lotion-nya 120 ml. Produk Atopiclair ini dibuat oleh produsen farmasi terkemuka di Indonesia yakni PT Transfarma Medica Indah.

Dua kemasan Atopiclair.

Perusahaan ini memformulasikan Atopiclair khusus untuk penderita dermatitis atopik berdasarkan rekomendasi para ahli kesehatan (kulit) di dunia. Bahan yang dipakai antara lain ekstrak anggur dan tentu saja tidak mengandung steroid, sehingga aman baik buat orang dewasa maupun anak kecil. Plus, aman untuk penggunaan jangka panjang.

Perbedaan antara produk Atopiclair Lotion dan Atopiclair Cream adalah:

  • Atopiclair Lotion konsistensinya lebih cair, sedangkan Atopliclair Cream lebih pekat.
  • Atopliclair Lotion lebih cocok digunakan untuk mengurangi kekambuhan dermatitis atopi yang berulang, sedangkan Atopiclair Cream cocok dipakai saat ruam kemerahan muncul.
  • Atopiclair Cream bisa dipakai untuk pengobatan tunggal.

Atopiclair Lotion.

Namun, baik Atopiclair Lotion maupun Atopiclair Cream, keduanya dapat dipakai bersamaan dengan preparat tropikal lainnya yang diresepkan oleh dokter. Tentunya jangan lupa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu ya supaya lebih yakin lagi πŸ™‚ . Oh iya, buat yang mau tahu lebih banyak lagi soal Atopiclair, bisa baca informasi lengkapnya di:

Itulah teman-teman sharing pengalaman saya pribadi tentang bagaimana meredakan gejala dermatitis atopik yang dialami oleh keluarga saya, khususnya anak-anak, serta informasi tentang Atopiclair.

Atopiclair Cream.

Tips supaya dermatitis atopik tidak kambuh

Oh iya, walaupun sudah berjaga-jaga simpan Atopiclair di rumah, namun, sebaiknya kalau anak sering mengalami dermatitis atopik berulang, kita juga harus berusaha supaya penyakit yang bikin kulit gatal itu enggak muncul lagi. Berikut beberapa tips yang mungkin bisa diterapkan supaya dermatitis atopik tidak kambuh lagi:

Hindari faktor pencetus alergi yang kita curigai menyebabkan dermatitis atopik pada anak.

Mandikan (anak) minimal dua kali sehari. Mengingat Indonesia adalah negara beriklim tropis dengan suhu yang kadang cenderung panas dan bikin badan bau dan lembab, terlebih lagi kalau aktivitasnya banyak.

  • Gunakan handuk yang lembut untuk anak.
  • Ketika anak berkeringat, sebaiknya segera ganti pakaiannya.
  • Pakaikan pakaian yang nyaman dan bisa menyerap keringat untuk anak.
  • Cukupi kebutuhan cairan (air minum) anak.
  • Olesi krim pelembab non-steroid apabila muncul ruam kemerahan di kulit anak.

Semoga sharing tentang bagaimana mengatasi dermatitis atopik kali ini bermanfaat ya πŸ™‚ .

April Hamsa