Aplikasi TIKI Blogger Reporter Business Company Events Experience Marketplace Online Application Product Review Selling Tips TIKI Tips Belanja Online UMKM Usaha Mikro Kecil dan Menengah

Pilih TIKI untuk Kemudahan Berbelanja Online di Masa Pandemi

Pilih TIKI untuk Kemudahan Berbelanja Online di Masa Pandemi  Sejak Covid-19 mewabah di Indonesia, ada banyak hal yang berubah dalam kehidupan saya dan keluarga. Salah satunya yang masih kami terapkan dari Maret 2020 hingga sekarang adalah tidak keluar rumah apabila tidak penting-penting amat. Termasuk salah satunya aktivitas berbelanja.

Enaknya belanja online

Maksud saya, bukan berarti berbelanja kebutuhan pokok atau lainnya itu enggak penting. Cuma kalau masih bisa digantikan dengan belanja online, ya ngapain keluar rumah kan?

Biasanya, kami membeli barang-barang kebutuhan pokok, seperti beras, minyak, gula, camilan anak-anak, dll via marketplace. Selain kebutuhan pokok, sekarang kalau beli buku, mainan anak, pakaian, dll juga lebih banyak via online.

Memang awalnya tuh kurang sreg karena dahulu sebelum pandemi, kami kan terbiasa jalan ke mall atau supermarket. Bisa megang-megang barangnya, sekaligus memanjakan mata. Namun, setelah 1,5 tahun lebih kondisinya begini, alhamdulillah bisa juga kok beradaptasi dengan aktivitas belanja online ini.

Pandemi membuat saya lebih banyak belanja online.

Niatin aja sebagai ikhtiar meminimalisir risiko tertular virus. Apalagi hingga sekarang, masih ada aja orang-orang di luar sana yang enggan memakai masker 🙁 .

Lagipula, kalau belanja online tuh biasanya harga produk yang kita dapatkan bisa lebih murah. Mungkin karena yang jualan juga enggak perlu mengeluarkan anggaran untuk bayar orang memajang barangnya di etalase kali ya? Trus, biasanya pilihan produknya juga lebih lengkap dan beragam dibanding yang biasa kita temukan di etalase tempat belanja offline.

Selain itu, saya pribadi merasa bahwa belanja online cukup menghemat waktu dan uang. Hemat waktu karena enggak perlu bepergian ke tempat belanja, tinggal menunggu paket belanjaan datang dibawakan oleh kurir ke rumah. Hemat uang karena kalau belanja online tidak ada biaya tambahan seperti mampir resto untuk makan usai belanja, juga tak ada rengekan anak minta dibeliin mainan, hehe.

Keuntungan lainnya, kadang jika beruntung bisa dapat cashback. Yaaa, zaman susah kayak sekarang gitu lho, kudu berusaha banget menghemat pengeluaran, sekecil apapun itu.

Supaya aman dan nyaman saat berbelanja online

Meski demikian, memang tidak bisa dipungkiri, berbelanja online pun memiliki kekurangan. Salah satunya yang sering menjadi keluhan adalah penipuan.

Contoh kasusnya antara lain: sudah bayar tapi seller tak kunjung mengirim barangnya, produk yang dikirim ternyata berbeda dengan yang ditawarkan, produk mengalami kerusakan, dll.

Nah, untuk mencegah kasus-kasus seperti itu, biasanya saya mengantisipasinya dengan cara:

  • Hanya berbelanja di marketplace atau toko online terpercaya

Saya lebih sering belanja di online marketplace, karena uang yang saya bayarkan tidak langsung diterima oleh seller. Apabila ada ketidaknyamanan atau ketidaksesuaian barang yang saya terima, saya lebih gampang komplain, sehingga ada jaminan uang bisa kembali.

Kalau beli di toko online yang mandiri, saya biasanya memilih belanja di toko milik kenalan atau teman atau yang direkomendasikan oleh circle saya.

  • Membaca ulasan dari pembeli lainnya

Sebelum membeli barang secara online, biasanya saya membaca ulasan dari pembeli sebelumnya. Kalau ulasan dan rating-nya bagus, saya cenderung ikut beli juga di sana.

  • Membaca deskripsi produk dengan baik

Ini wajib banget, supaya kita paham produk yang dijual sesuai yang kita butuhkan. Termasuk membaca syarat dan ketentuannya, juga memastikan bahwa harga yang tertera masuk akal sesuai harga pasaran barang tersebut.

Oh iya, satu lagi yang tak kalah penting adalah memilih jasa pengiriman untuk mengantar barang belanjaan. Mengapa jasa pengiriman penting? Menurut saya adalah agar kita terhindar dari masalah paket rusak atau hilang.

Pilih TIKI sebagai jasa pengiriman saat belanja online supaya pasti sampai.

Biasanya kalau membeli barang online kita kan bisa request tuh mau pakai jasa pengiriman apa. Nah, untuk hal yang satu ini saya biasanya saya memilih TIKI.

Mengapa pilih TIKI sebagai jasa pengiriman?

Ada beberapa alasan mengapa kalau berbelanja online saya meminta seller mengirim barang saya pakai TIKI, karena:

  • Jasa pengiriman TIKI sudah lama ada

Sejak saya masih kecil kayaknya jasa pengiriman ini udah lama ada. Pas iseng googling, eh, ternyata beneran, jasa pengiriman yang satu ini telah ada sejak tahun 1970.

Kebetulan dulu dekat rumah juga ada gerai TIKI, sehingga kalau mau kirim barang atau dokumen penting ya pakai TIKI.

Yeah, bisa jadi ini kebiasaan atau mungkin mindset yang tertanam dalam pikiran bawah sadar. Sama kayak kalau pakai produk pasta gigi, misalnya, biasanya orang cenderung pakai produk yang sudah dikenal sejak kecil. Begitu pula dengan saya kalau kirim paket atau sebaliknya saat belanja online, yawes, udah biasa pilih TIKI sebagai jasa pengiriman.

Daaan, menurut saya makin lama pengalaman si jasa pengiriman maka track record-nya juga biasanya bagus. TIKI sih udah bertahun-tahun pengalamannya.

Sudah terbiasa pakai TIKI untuk kirim-kirim barang.
  • Pengalaman mengirim barang pakai TIKI aman dan tepat waktu

Alhamdulillah, sepanjang pengalaman mengirim barang atau belanja online with request pakai TIKI, barang tersebut sampai dengan selamat dan tepat waktu. Malah kadang dibikin takjub lho, pilih layanan reguler yang 3-4 hari sampai, eh esoknya udah nyampek aja.

  • Paket layanan pengiriman lengkap

TIKI memiliki paket layanan pengiriman yang lengkap yang bisa kita pilih sesuai kebutuhan:

  • SDS (Same Day Service): Kiriman kita bisa tiba di hari yang sama. Layanan ini cocok digunakan kalau kita tiba-tiba harus mengirim dokumen yang penting yang dibutuhkan segera. Bisa juga untuk mengirimkan makanan yang kurang awet..
  • ONS (Over Night Service): Pakai layanan ini, maka barang yang dikirim hari ini akan tiba ke tujuan pada esok hari.
  • TDS (Two Days Service): Sesuai namanya, barang yang kita kirim akan tiba dalam 2 hari,
  • REG (Regular Service): Ini merupakan layanan regular TIKI, di mana barang akan sampai dalam waktu 3-4 hari setelah hari pengiriman.
  • ECO (Economy Service): Mau hemat ongkos kirim? Maka paket layanan ECO ini bisa mejadi solusi. Biasanya akan sangat membantu online seller atau buyer untuk menekan biaya.
  • TRC (Trucking Service): Kalau barang yang dikirim beratnya lebih dari 10 kg, maka sebaiknya pakai layanan ini.
  • INT (International Service): Solusi untuk mengirim barang keluar negeri dengan biaya masuk akal dan terjangkau.

Layanan TIKI lengkap tinggal pilih sesuai kebutuhan.
  • Biaya pengiriman TIKI masuk akal

Saya pribadi kalau mau kirim barang pakai jasa pengiriman trus biayanya mahal, biasanya enggak jadi pakai huhu. Nah, TIKI ini biaya pengirimannya masuk akal. Bahkan, saat mengirim paket ke daerah yang agak pelosok sekalipun, biayanya masih bisa diterima.

Mungkin, karena gerai TIKI udah banyak juga ya di mana-mana karena memang sudah berpengalaman bertahun-tahun sebagai layanan jasa antar, sehingga bisa memberikan service biaya yang bagus. Apalagi opsi paket layanannya bervariasi. Tinggal pilih yang biayanya sesuai budget.

  • Pengiriman barang dapat di-tracking/ dilacak secara real time

Satu lagi yang biasanya bikin kita yang belanja online atau mungkin online seller deg-deg’an adalah ingin mengetahui nyampek mana barang kita. Nah, enaknya pakai TIKI tuh paket kita bisa dilacak secara real time.

Tinggal buka website TIKI di www.tiki.id. Nanti masukkan nomor resi di kolom RESI pada website tersebut, langsung deh bisa terlacak.

Website TIKI.

Cara lain adalah mentracking pakai aplikasi TIKI. Di aplikasi TIKI ini, kita juga bisa mengecek resi dan melacak sampai di mana barang yang kita kirimkan.

Yup, sekarang TIKI juga punya aplikasi, lho. Teman-teman bisa mendownload dan menginstall-nya di smartphone supaya lebih memudahkan dalam kirim-kirim barang.

Layanan TIKI berbasis teknologi

Dengan adanya aplikasi ini, TIKI pun kini telah memiliki produk dan layanan berbasis teknologi, antara lain:

  • Jempol

Jempol adalah akronim dari “Jemput Online” yang memungkinkan kita bisa meminta kurir TIKI mengambil (pick up) barang kiriman kita di lokasi sesuai permintaan kita. Penjemputan barang/ paket ini tanpa minimal jumlah dan tanpa biaya tambahan lho. Kita hanya membayar biaya kirim sesuai paket layanan antar yang kita pilih. Nanti akan langsung tertera di aplikasinya.

Aplikasi TIKI.
  • Putar

Putar ini adalah “Jemput Antar”. Mirip dengan layanan TIKI yang SDS, sama-sama akan diantarkan di hari yang sama, namun Putar ini kelebihannya terletak pada komitmen waktu. Kalau SDS mungkin jam berapapun akan diantar, pokoknya masih di hari yang sama, sedangkan Putar menekankan pada urgensi pengiriman paket. Jadi, cuma dalam hitungan jam sejak barang diserahkan pada kurir, maka akan langsung diantar ke alamat tujuan.

Layanan TIKI berbasis teknologi bisa memudahkan mengirim barang.

Sayangnya, sepertinya Jempol dan Putar masih terbatas di beberapa kota besar. Kebetulan, rumah saya di Cilebut, Kabupaten Bogor. Pada saat mencoba layanan Jempol dan Putar ternyata belum bisa. Namun, ketika saya coba kirim dari kota Depok (pas kebetulan bepergian ke sana beberapa waktu lalu) alhamdulillah 2 layanan TIKI tersebut bisa digunakan.

Harapan saya, semoga area layanan Jempol dan Putar TIKI makin meluas nanti. Soalnya, layanan-layanan seperti ini sangat membantu sekali buat yang sering kirim paket, namun kesusahan keluar rumah. Entah penyebabnya karena pemberlakukan kebijakan PPKM, tidak punya kendaraan untuk pergi ke gerai TIKI terdekat, emak-emak ribet mau pergi ngirim paket tapi enggak bisa ninggalin anak, dll.

  • TIKI Online Booking (TOB)

TOB ini bisa diakses baik melalui website maupun aplikasi TIKI. Jika sudah berhasil, nanti akan ada SMS notifikasi yang dikirim ke kita, untuk pengambilan dan pengantaran paket.

  • Serlok

TIKI juga memfasilitasi para pelaku usaha/ UMKM/ online seller yang ingin memasarkan usahanya dengan fasilitas Serlok (Seller Online Booking) ini. Salah satu syaratnya adalah mendownload dan membuat akun di aplikasi TIKI.

Menariknya, TIKI juga bisa mengirim “barang dagangan” berupa tumbuhan dan hewan, lho. Namun, tentu saja ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi.

Terus terang saya baru mengetahui hal ini ketika mengikuti webinar tentang “Aman dan Nyaman Berbelanja Online” yang diselenggarakan oleh TIKI bersama komunitas Kumpulan Emak Blogger (KEB) tanggal 14 Juli lalu.

 Webinar yang membahas tentang belanja online pada bulan lalu.

Waktu itu, salah seorang teman sesama member KEB yakni mbak Rina Susanti sharing bahwa dirinya berjualan tanaman secara daring. Menurut mbak Rina Susanti, pandemi ini membuat toko online-nya makin laris. Pembelinya bahkan ada yang berasal dari luar pulau Jawa (Fyi, Mbak Rina Susanti tinggal di Bogor).

Mbak Rina Susanti waktu itu sharing bahwa untuk pengiriman tanamannya, dia memilih ekspedisi yang berpengalaman seperti TIKI. Soalnya ekspedisi yang berpengalaman biasanya kurirnya lebih gampang mencari alamat tujuan.

Pernah waktu itu coba ekspedisi baru ternyata tidak sampai. Alasannya alamat susah dicari. Kalau pakai TIKI gerainya sudah banyak, alamat di mana pun bisa ditemukan, dan tepat waktu. Waktu itu pernah pakai TIKI, pengalaman ke pelosok pun bisa sampai. Waktu itu pernah kirim ke Riau, Sulawesi, Maluku,” cerita mbak Rina Susanti.

Trus, kalau pengiriman hewan, kalau kata mas-mas yang bertugas di gerai TIKI dekat rumah saya, biasanya sih pedagang online ikan hias gitu yang sering kirim hewan hdup. Menurut masnya dalam satu bungkus hanya boleh ada satu jenis spesies hewan, enggak boleh nyampur dengan spesies lain. Kalau spesies hewannya sama, boleh ditaruh dalam satu bungkus.

Oh iya, baik tanaman maupun hewan yang dikirim adalah jenis-jenis yang tidak harus uji laboratorium terlebih dahulu. Biasanya untuk jenis tanaman dan hewan (ikan) hias biasa. DI gerai TIKI dekat rumah sih dikasi informasi jenis-jenis tanaman atau hewan apa aja yang boleh dikirim via TIKI.

TIKI juga menyediakan bungkus khusus, contoh kalau buat ikan wajib pakai styrofoam. Lalu, TIKI juga berhak mencocokkan isi paket, sudah sesuai atau tidak dengan yang kita declare ke petugas gerai/ kurir.

Sama-sama memudahkan lha yaaa, kalau kita bener-bener mau jualan online dengan pengantaran pakai TIKI 🙂 .

Pengalaman memakai jasa TIKI sebagai seller

Online seller pada masa pandemi gini memang salah satu pekerjaan yag menjanjikan sih.

Seperti yang saya singgung sebelumnya di atas, perilaku masyarakat banyak berubah. Makin banyak yang melek belanja online.

Saya pun belakangan memulai lagi mengaktifkan toko online saya di salah satu marketplace. Dahulu, saya pernah berjualan baju ibu hamil dan buku parenting. Kebetulan, karena masih ada stock barang-barang jualan lama di gudang, saya pun membuka kembali toko tersebut.

TIKI menjadi salah satu jasa pengiriman andalan online seller.

Saya niatin jualan barang preloved, karena selain stock yang saya maksud, saya juga menjual beberapa barang elektronik yang saya dapatkan sebagai hadiah. Ada rice cooker, blender, seterika, lampu, dll. Barang-barang tersebut tidak terpakai, sehingga daripada mubazir, saya putuskan jual dengan harga lebih rendah.

Lumayan kan buat tambahan pendapatan di saat pandemi gini? 🙂

Di settingan toko online saya tersebut, saya juga memilih TIKI sebagai jasa pengiriman. Alasannya udah saya sebutkan di atas ya, karena TIKI sudah berpengalaman, biaya kirimnya masuk akal, serta tak ketinggalan juga memiliki asuransi untuk barang-barang yang saya kirimkan.

Saat mengantar paket untuk pembeli.

Mas-mas petugas di gerai TIKI dekat rumah juga termasuk ramah. Sering kasi masukan tentang packing apa yang aman untuk barang-barang preloved saya yang kebanyakan barang elektronik itu.

Ke depannya, karena sharing di webinar sama mbak Rina Susanti yang tadi saya ceritakan, saya jadi ingin deh jualan produk yang sama seperti dulu saat masih aktif menjadi online seller.

TIKI dorong online seller berkembang di masa pandemi

Oh iya, ngobrolin aktivitas sebagai online seller, ternyata TIKI saat ini juga berupaya membantu online seller. Caranya dengan menyediakan layanan Serlok yang tadi saya sebutkan dan juga bikin semacam komunitas gitu yang beranggotakan online seller yang sudah mendaftar di aplikasi TIKI. Nanti, TIKI akan bikin beberapa program webinar untuk para online seller yang kebanyakan tujuannya memberikan insight gimana caranya supaya bisnis teman-teman seller berkembang.

Bapak Rudi Cahyadi (kiri bawah) saat sharing tips berjualan online.

Ini juga saya ketahui dari webinar TIKI bareng KEB bulan lalu. Waktu itu Marketing Communication Manager TIKI Bapak Rudi Cahyadi juga sharing tentang layanan dan program TIKI untuk para online seller.

Selain itu, Bapak Rudi Cahyadi juga sharing tips gimana caranya berjualan online. Beberapa yang saya catat antara lain:

  • Tentukan produk yang akan dijual. Sebagai seller hendaknya memahami apa kelebihan serta kekurangan produk yang kita jual.
  • Lalu, cari distributor/ supplier yang dapat dipercaya. Pastikan untuk memiliki sample produk sebelum mengambil barang dari supplier supaya kita tahu kualitas barang yang kita lepas ke konsumen. Pastikan juga perbandingan harga, ketersediaan stock-nya, dll.
  • Ketika menentukan harga jual sebaiknya jangan langsung pasang harga rendah, namun pertimbangkan harga yang bersaing. Jangan lupa memperhitungkan keuntungan.
  • Dalam menjual barang secara daring sebaiknya perhatikan tampilan di website tempat kita memajang etalase jualan. Upload foto yang bagus dan menarik sehingga memberi kesan positif dan membuat calon pembeli tertarik berlama-lama melihat produk kita, bahkan melakukan check out dan pembayaran.

Nah, gimana, tertarik juga kah berjualan online dengan memanfaatkan jasa pengiriman TIKI, bahkan bermitra dengan TIKI?

Coba deh cek media sosial TIKI di Instagram @tiki_id untuk informasi lebih jelas. Semoga membantu ya 🙂 .

Wuaaah, tak terasa nih dari ngobrolin belanja online, eh lha kok keterusan jadi sharing soal jadi online seller. Yaaa, apapun itu, tak bisa dipungkiri, bahwa yang namanya belanja online makin populer sekarang ini. Bahkan, ibu saya yang dulu hampir enggak pernah membeli barang via daring, sekarang tahu gimana cara beli barang di online marketplace.

Kurir TIKI dihimbau untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.

Tentu saja jasa pengiriman seperti TIKI juga sangat membantu aktivitas kita selama pandemi ini ya teman-teman. Yuk, kita sama-sama mendoakan supaya bapak-ibu kurir TIKI semuanya sehat-sehat, sehingga barang-barang yang kita order saat belanja online maupun yang kita kirimkan bisa sampai tujuan dengan aman 🙂 .

TIKI juga selalu menegaskan kepada kurir untuk senantiasa memakai masker saat menjemput dan mengantar barang, menjaga jarak aman dengan pengantar/ penerima paket juga. Semua barang masuk maupun keluar dari TIKI juga didesinfeksi.

Teman-teman juga semoga sehat-sehat selalu semuanya yaaa 🙂 . Jangan lupa, untuk mematuhi protokol kesehatan jika terpaksa keluar rumah. Selain kesehatan fisik, perhatikan pula kondisi psikis/ mental kita. Sesekali refreshing belanja online barang yang teman-teman pengen juga tak masalah kok untuk release stress 🙂 .

April Hamsa

52 Comments

  1. Retno Kusuma Wardani 18 Agustus, 2021
  2. Cerita Maria 18 Agustus, 2021
  3. Mechta 18 Agustus, 2021
  4. Mpo Ratne 19 Agustus, 2021
  5. winda - dajourneys.com 19 Agustus, 2021
  6. Nurul Sufitri 19 Agustus, 2021
  7. Keke Naima 19 Agustus, 2021
  8. diane 19 Agustus, 2021
  9. Ade UFi 19 Agustus, 2021
  10. Era Sapamama 19 Agustus, 2021
  11. Wiwied Widya 19 Agustus, 2021
  12. Sovi Nur Wakhidah 19 Agustus, 2021
  13. lendyagassi 20 Agustus, 2021
    • lendyagassi 21 Agustus, 2021
      • lendyagassi 23 Agustus, 2021
  14. Farida Asadi 20 Agustus, 2021
  15. Yuni 20 Agustus, 2021
  16. Tuty Queen 20 Agustus, 2021
  17. nyi Penengah Dewanti 20 Agustus, 2021
  18. Yuniari Nukti 20 Agustus, 2021
  19. Rahmah 20 Agustus, 2021
  20. Novitania 20 Agustus, 2021
  21. Ainhy 20 Agustus, 2021
  22. Chela 20 Agustus, 2021
  23. Katerina 20 Agustus, 2021
  24. Nabilla - Bundabiya.com 20 Agustus, 2021
  25. nurulrahma 20 Agustus, 2021
  26. Arinta Adiningtyas 20 Agustus, 2021
  27. Sri Widiyastuti 20 Agustus, 2021
  28. Diah Kusumastuti 20 Agustus, 2021
  29. Susie Ncuss 20 Agustus, 2021
  30. Susindra 21 Agustus, 2021
  31. Dedew 21 Agustus, 2021
  32. Milda Ini 21 Agustus, 2021
  33. Rina Susanti 21 Agustus, 2021
  34. Hidayah Sulistyowati 21 Agustus, 2021
  35. Witri 21 Agustus, 2021
  36. Ruli retno 21 Agustus, 2021
  37. Dian 21 Agustus, 2021
  38. echaimutenan 21 Agustus, 2021
  39. @hm_zwan 22 Agustus, 2021
  40. Nia Haryanto 22 Agustus, 2021
    • nyi Penengah Dewanti 23 Agustus, 2021
  41. Liza 22 Agustus, 2021
  42. Eni Rahayu 22 Agustus, 2021
  43. Diah Kusumastuti 22 Agustus, 2021
  44. nyi Penengah Dewanti 23 Agustus, 2021
  45. Nanik Nara 23 Agustus, 2021
  46. Ririe 24 Agustus, 2021
  47. Tika Samosir 24 Agustus, 2021
  48. Tian Lustiana 26 Agustus, 2021

Tinggalkan Balasan ke Chela Batalkan balasan

Instagram

error: Content is protected !!