Blogger Reporter Events Health Health Tips Product Review Tips & Opinion

Terkena Cipratan Minyak Goreng Panas? Begini Lho Cara yang Betul untuk Mengobatinya

Terkena cipratan minyak goreng panas. Pernah enggak teman-teman, khususnya ibu-ibu yang hobi memasak di dapur, mengalaminya? Kalau saya pernaaaaahhh, sering malah, hehe . Apalagi kalau menggoreng ikan atau ayam. Duh, enggak tahu rasanya kok selalu nyiprat-nyiprat gitu ya minyaknya? Maklum, masih amatir di dapur 😛 .

By the way, kalau terkena cipratan minya goreng panas kayak gitu apa yang selanjutnya teman-teman lakukan? Wait, sebelum menjawab, saya mau beri beberapa jawaban beberapa teman saya ya:

A: “Diolesin pakai odol.”

B: “Diolesin mentega.”

C: “Dikasi tepung.”

D: “Dikasi kecap.”

Tanggapan saya:

Buat A: “Emang mau gosok gigi?”

Buat B dan C: “Mau bikin kue ya?”

Buat D: “Emangnya mau bakar sate?”

Soal tanggapan saya itu bercanda aja ya teman-teman, please jangan diambil hati 🙂 . Eh, tapi saya mau obrolin serius ahtentang jawaban teman-teman saya itu. Sepengetahuan saya jawaban teman-teman saya itu kurang tepat dalam menangani luka akibat terkena cipratan minyak goreng panas. Terus terang saya kaget lho mendengar bahwa ada yang mengobati luka bakar karena cipratan minyak goreng dengan olesan mentega, tepung, bahkan kecap. Kalau soal diolesin odol atau pasta gigi sih, saya emang tahu. bahwa itu sudah umum dilakukan oleh masyarakat kita. Namun, hal itu juga cara penanganan luka bakar karena kecipratan minyak goreng panas yang keliru ya teman-teman.

Mengapa enggak boleh mengolesi odol ke luka bakar karena cipratan minyak goreng panas?

Kalau teman-teman bertanya kepada dokter atau tenaga kesehatan manapun pasti enggak akan ada yang merekomendasikan mengolesi luka bakar dengan odol. Apalagi diolesin dengan mentega, tepung, atau kecap. Ini berlaku untuk luka bakar apapun ya, baik itu disebabkan oleh cipratan minyak goreng panas, nyenggol setrika panas, kena knalpot, kesiram air panas, dll.

Alasan mengapa enggak boleh mengolesi odol dll ke luka bakar adalah karena:

Luka bakar perlu penanganan cepat dan caranya harus steril. Sedangkan di odol dll itu belum tentus steril bukan? Apalagi, misalnya dalam odol, ada kandungan zat-zat lain seperti pemutih, pewarna, dll yang justru malah bahaya kalau kena luka. Luka bisa jadi malah kena infeksi yang lebih parah dari zat-zat tersebut.

Biasanya kalau kena luka bakar tuh akan muncul gelembung berisi cairan gitu kan? Nah, kalau kulit kita tutup dengan odol dll, maka akan menghambat keluarnya cairan itu. Akibatnya proses penyembuhan makin lama.

Proses “pembakaran” pada luka akan terus terjadi apabila kita enggak menangani luka bakar dengan cara yang tepat. Odol, misalnya, mungkin hanya akan memberikan rasa dingin di kulit yang kena luka bakar, tapi tidak ada efek mengobati. Kekeliruan penanganan seperti malah bisa jadi memperparah kondisi jaringan kulit. Luka bakarnya jadi makin dalam atau menyebar karena telat dan salah penanganan.

Cara yang betul untuk mengobati luka bakar akibat cipratan minyak goreng panas

Lalu, bagaimana cara yang untuk mengobati luka bakar? Sebelumnya, teman-teman bisa menyimak video di bawah ini ya?

 Sumber video: Channel YouTube Combiphar.

Video di atas menunjukkan contoh luka bakar akibat terkena cipratan minyak goreng panas. Sama persis sama yang sering kita alami kan teman-teman? Dari video di atas, kita juga jadi tahu bahwa cara mengobati luka bakar akibat terkena cipratan minyak panas yang betul adalah:

  • Siram area kulit yang terkena luka bakar dengan air yang mengalir dari kran kirakira sekitar 30-30 menit. Tujuannya untuk menghentikan proses “pembakaran”, supaya panasnya enggak menjalar ke jaringan kulit lain atau yang lebih dalam.
  • Apabila luka bakarnya sekiranya hanya luka luar, yang ringan, ciri-cirinya kulit terlihat kemerahan, teman-teman bisa mengolesi luka bakar itu pakai salep khusus luka bakar seperti Mebo ya. Jadi, oles salep Mebo tipis-tipis pada luka dengan ketebalan kira-kira 1 mm setiap 4-6 jam sekali.
  • Kalau luka bakarnya sakit banget dan sekiranya parah, segera ke dokter ya!

Mengapa Mebo ampuh mengobati luka bakar akibat cipratan minyak goreng panas

Salep luka bakar Mebo.

Mengapa sebaiknya mengolesi luka bakar, seperti luka karena terkena cipratan minyak goreng panas, dengan salep khusus seperti Mebo? Soalnya ya emang Mebo ini diformulasikan khusus buat mengobati luka bakar. For your informatin, nama Mebo sendiri merupakan akronim dari “Moist Exposed Burn Ointment”. Mebo ini memiliki efek:

  • Memberikan suasana lembab pada kulit yang terkena luka bakar.
  • Bisa membantu meminimalkan bekas luka bakar di kulit.
  • Meredakan rasa nyeri akibat luka bakar.

Mebo yang diluncurkan sejak tahun 2006 oleh Combhipar ini telah banyak dipakai oleh ahli medis untuk mengobati/ merawat luka bakar di Indonesia. Coba deh kalau ke rumah sakit atau apotek nanya tentang Mebo, pasti udah pada kenal dengan salep luka bakar ini. Eh, enggak cuma di Indonesia aja ding, Mebo juga sudah dipakai di 73 negara melalui Mebo International.

Bahan dasar Mebo terbuat dari:

  • Minyak wijen: Melembabkan (moist) area luka bakar dan menyerap sisa panas pada area luka bakar, sehingga bisa mengurangi keparahan luka bakar. Kandungan β-sitosterol di minyakj wijen bisa mengurangi peradangan pada luka bakar, sehingga akan menghindari pembengkakan, kemerahan, gatal, serta meredakan rasa nyeri. Kandungan Lipid serta Vitamin E dan K yang terdapat dalam minyak wijen bisa menunjang pemulihan jaringan kulit, sehingga akan menghidari terjadinya bekas luka.
  • Beeswax: Melembabkan kulit dan cepat mengganti sel-sel kulit yang rusak.

Minyak wijen dan Beeswax.

  • Bahan-bahan alam lainnya, tanpa antibiotika kimia.

Jadi, jelas ya teman-teman, kandungan dan manfaat Mebo. Maka, saran saya, kalau terkena luka bakar, baik karena cipratan minyak goreng panas atau penyebab yang lain, sebaiknya olesi dengan Mebo. Stop oles-oles luka bakar dengan odol dll tadi.

Combiphar dan PERAPI gelar workshop penanganan luka bakar yang betul

Sekadar informasi, melihat kondisi bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara penanganan luka bakar yang betul, maka pada tanggal 12 Mei kemarin, produsen Mebo, Combiphar bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia (PERAPI) menggelar seminar sekaligus workshop penanganan luka bakar. Seminar dan workshop penanganan luka bakar tersebut dilaksanakan di Manado, Sulawesi Tenggara. Seminar dan workshop tersebut diikuto oleh 200 peserta yang berprofesi sebagai dokter dan perawat.

Suasana seminar dan workshop penanganan  luka bakar.

Berperan sebagai narasumber dalam acara tersebut adalah:

  • VP Consumer Healthcare & Wellness and International Operations Combiphar Weitarsa Hendarto.
  • Senior GM Marketing Women’s Health and Active Day Care Combiphar, Ni Ketut Sukartiwi.
  • Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PERAPI, dr Donna Savitry, SpBP-RE.
  • Perwakilan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, dr Mendy H Oley, SpBP-RE.

Tujuan dari seminar dan workshop penanganan luka bakar ini adalah supaya dokter dan perawat sebagai frontliner praktisi pelayanan kesehatan bisa memberikan penanganan yang tepat kepada pasien yang menderita luka bakar. Diharapkan peserta yang mengikuti acara ini juga bisa mengedukasi pasiennya (masyarakat) mengenai cara penanganan luka bakar, kayak yang sering terjadi di rumah, misal kecipratan luka bakar tadi, dengan tepat.

Selain seminar dan workshop, dalam kesempatan tersebut Combhipar mendonasikan 100 tube salep Mebo kepada Rumah Sakit Kandou Manado. Harapannya supaya salep Mebo bisa dipakai untuk menangani pasien luka bakar di wilayah Manado.

Penyerahan donasi 100 tube salep obat bakar Mebo.

Oh iya teman-teman, seminar dan workshop itu juga mengumumkan data yang mencengangkan bahwa luka bakar ternyata banyak juga diderita oleh anak-anak. Data dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada tahun 2013-2015 menunjukkan 108 pasien (82,3%) luka bakar adalah anak-anak berusia 1-4 tahun.

Jadi, teman-teman yang memiliki anak balita, awasi baik-baik anak-anaknya ya. Apalagi jika mereka berada di area dapur atau ruang makan. Khawatir tersiram air panas, kuah panas, bahkan kecipratan minyak goreng panas. Begitu pula, saat anak-anak bermain alat-alat elektronik/ listrik, sebaiknya jangan dibiarkan, khawatir tersetrum. Jangan lupa pula untuk senantiasa menyediakan Mebo di kotak P3K yang di rumah ya. Buat jaga-jaga aja sih. Kalau langkah-langkah pengobatan. Penanganan luka bekar sudah saya tulis secara detail di atas. Semoga bermanfaat ya 🙂

April Hamsa

14 Comments

  1. lianny hendrawati 15 Mei, 2018
  2. herva yulyanti 15 Mei, 2018
  3. Mydaypack 15 Mei, 2018
  4. Ahmad Kumaedy 16 Mei, 2018
  5. kania 16 Mei, 2018
  6. Andi Mirati Primasari 17 Mei, 2018
  7. Tetty Hermawati 17 Mei, 2018
  8. Ria Buchari 17 Mei, 2018
  9. Evi Fadliah 17 Mei, 2018
  10. Ria 18 Mei, 2018
  11. yayat 18 Mei, 2018
  12. kurnia amelia 19 Mei, 2018
  13. Sally 19 Mei, 2018

Leave a Reply

Instagram

error: Content is protected !!