Yeah, moms yang suka bikin camilan praktis buat anaknya pasti kenal deh sama Simple Chocolate Cheese Cake. Ituuu, yang bikinnya tanpa dipanggang, dikukus, atau diapa-apain, melainkan cukup ditaruh di freezer aja. Tahu kaaan? Ya, camilan yang kalau bahan dasar kejunya makin banyak makin enak itu lha, pokoknya πŸ˜€ . Nah, kemarin kebetulan saya baru bikin tuh Simple Chocolate Cheese Cake. Berbeda dengan sebelum-sebelumnya, kali ini, saya bikinnya pakai YUMMY PeranChiz Cheddar Cheese.

Jadi, menurut beberapa member di cooking group di medsos yang saya ikuti, YUMMY PeranChiz Cheddar Cheese ini beda dari yang lain. Keju ini katanya memiliki cita rasa sempurna menyerupai cheddar klasik. Sehingga kalau dibikin olahan makanan atau kue, rasanya lebih enak gitu.

Bikin Simple Chocolate Cheese Cake pakai YUMMY PeranChiz Cheddar Cheese lebih enak.

Obrolan tentang keju ini bikin saya jadi penasaran donk ya? Beneran enggak sih Si YUMMY PeranChiz ini rasanya lebih enak. Akhirnya, saya mencoba mencarinya di supermarket langganan deket rumah. Eh, ketemu donk keju ini di rak pendingin. Harganya lumayan terjangkau pula, cuma sekitar Rp. 29.000-,00 aja.

Langsung beli tiga biji. Kebetulan keluarga saya tuh pecinta keju semua. Apa aja makanan kayaknya dipakein keju. Nasi goreng, pasta/ spageti, roti bakar, pisang goreng, dll, semua ditaburi keju kalau mau menyantapnya. Biar lebih yummy aja, sih, hehe.

Anak-anak saya juga paling suka nyemilin keju. Kadang keju yang slice itu ya dimakan gitu aja. Kadang kalau saya memarut keju cheddar, serutan keju seringnya enggak aman dari radar anak-anak. Belum kekumpul parutan kejunya, eh, udah abis duluan πŸ˜› .

Tentang keju cheddar dan manfaatnya

BTW, adakah di antara moms yang tahu sejarah keju cheddar itu gimana? Kalau baca-baca dari artikel Wikipedia, ternyata, keju yang bentuknya biasanya padat, agak keras, dan berwarna kuning pucat ini, pertama kali diproduksi pada tahun 1170 di desa Cheddar, Somerset, Inggris. Makanya dikenal dengan nama cheddar, karena asal mulanya dari sono πŸ˜€ .

YUMMY PeranChiz Cheddar Cheese yang citra rasanya seperti keju cheddarΒ klasik.

Keju cheddar klasik ini kemudian menjadi keju favorit se-Inggris. Kemudian, banyak daerah lain di Inggris, sampai negara lain, juga membuat keju cheddar. Termasuk di Indonesia, keju cheddar merupakan keju yang populer untuk bahan makanan/ kue. BTW, keju cheddar klasik konon katanya memiliki tekstur yang rapat, padat, kencang, namun lembut. Apabila dimakan langsung meleleh di mulut kita.

Oh iya, keju cheddar tuh punya banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, lho, yakni antara lain:

Menjaga kesehatan tulang

Keju yang bahan dasarnya susu ini merupakan sumber kalsium yang sangat bermanfaat buat kesehatan tulang. Ada hasil penelitian yang mengatakan bahwa anak yang mengkonsumsi keju secara teratur memiliki kepadatan tulang yang lebih tinggi daripada mereka yang jarang makan keju. Kalau tulangnya padat, insyaAllah akan terhindar dari risiko oestoporosis. Jadi, usahakan untuk memberi keju ke anak-anak kita ya moms.

Menjaga kesehatan gigi

Ada beberapa penelitian yang mengatakn bahwa bakteri yang terdapat dalam keju bisa mencegah kerusakan gigi. Selain itu, kandungan kalsiumnya bisa membuat gigi jadi lebih kuat dan sehat.

Membuat kulit jadi lebih sehat

Keju mengandung vitamin B yang bisa mencegah kerusakan se-sel di tubuh maupun kulit, sehingga kulit bisa jadi lebih cerah dan bercahaya gitu, moms.

Memperbaiki sel-sel tubuh

Keju yang kaya akan protein membantu mempercepat memperbaiki sel-sel di dalam tubuh.

Membuat rambut terhindar dari kerontokan

Kandungan kalsium dalam keju juga bagus buat kondisi rambut. Rambut menjadi kuat dan terhindar dari kerontokan.

Masih, banyak lagi sih moms, manfaat keju. Apalagi buat anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Moms bisa googling sendiri yaaa. Inga-inga yang namanya dairy foods enggak cuma susu, keju juga salah satu di antaranya πŸ˜€ .

Nah, setelah mengetahui manfaat keju yang banyak banget gitu, rugi banget deh kalau kita enggak konsumsi keju. Yekaaan?

GAMBAR

Tentang YUMMY PeranChiz Cheddar Cheese

Kembali lagi ke YUMMY PeranChiz Cheddar Cheese yang tadi saya obrolin di awal. Packaging keju Yummy PeranChiz ini cukup simple, berupa plastik transparan dilengkapi bagian logo berwarna biru. Sekilas, kalau melihat kemasannya, terlihat sekali kepadatan YUMMY PeranChiz Cheddar Cheese ini. Apalagi kalau kita sentuh/ pegang, teksturnya padet.

Kemasan YUMMY PeranChiz Cheddar Cheese yang simple.

Saya pribadi sangat menyukai kemasan keju yang simple begini. Soalnya, tinggal sobek satu bungkus dan praktis. Kalau misal sekali pakai enggak abis, saya tinggal menyimpannya di wadah kedap udara, lalu memasukkannya ke chiller/ kulkas.

FYI, YUMMY PeranChiz Cheddar Cheese sudah memiliki sertifikat Halal MUI dan juga izin beredar dari BPOM. Semua keterangan tersebut disebutkan jelas di kemasannya. Begitu pula mengenai informasi gizi, tanggal produksi, sampai tanggal kedaluwarsanya juga sudah tertulis jelas di kemasannya.

β€œLalu apa bedanya YUMMY PeranChiz Cheddar Cheese dengan keju sejenis?”

Jadi, moms, pertama kali beli keju cheddar ini, saya tuh langsung mencicipinya. Eh beneran lho, teksturnya padat saat kita pegang pakai tangan kosong. Namun, begitu kita gigit dan masuk mulut, kejunya tuh lumer di dalam mulut. Cobain sendiri deh, soalnya susah kalau cuma dibayangin doank, hehe.

Trus, ketika saya parut, YUMMY PeranChiz Cheddar Cheese ini parutannya enggak mudah ambyar alias enggak patah-patah gitu, moms. Jadi, tetep utuh gitu panjang pendeknya parutan kejunya sesuai tenaga kita saat memarut hehe.

YUMMY PeranChiz Cheddar Cheese diparut tidak gampang patah.

YUMMY PeranChiz Cheddar Cheese ini juga enggak cuma cocok sebagai topping makanan/ kue, namun juga enak dipakai sebagai bahan masakan. Salah satunya di resep Simple Chocolate Cheese Cake yang saya bikin kemarin. Beneran moms, rasanya jadi lebih enak dari resep serupa yang saya bikin sebelumnya. Anak-anak saya jadi nagih, minta dibikinin lagi, hehe.

Resep Simple Chocolate Cheese Cake

Wealah, tak terasa jadi ngalor ngidul nobrolin soal keju cheddar, haha. Padahal, tadi tujuan nulis postingan kali ini adalah berbagi resep Simple Chocolate Cheese Cake pakai YUMMY PeranChiz Cheddar Cheese yak? πŸ˜€

Yoweslah, saya coba berbagi resepnya yaaa. FYI, ini adalah resep modifikasi dari resep yang pernah saya jumpai di cooking group yang saya ceritakan tadi di awal.

Bahan-bahan:

Bahan-bahan Simple Chocolate Cheese Cake.Β 
  • 1 bungkus (180 gr) YUMMY PeranChiz Cheddar Cheese
  • 28 butir biskuit coklat
  • 200 ml susu UHT plain
  • 3 sdm gula pasir
  • Β½ sdt garam
  • 2 sdm tepung maizena
  • 50 ml air untuk melarutkan tepung maizena
  • Meses

Cara membuat:

  • Haluskan biskuit coklat hingga menjadi tepung/ bubuk coklat.
  • Parut 100 gr YUMMY PeranChiz Cheddar Cheese.
  • Masukkan parutan keju, susu, gula, garam ke dalam wajan anti lengket. Masak dengan api kecil. Aduk-aduk sampai tercampur merata.

Cara memasak Simple Chocolate Cheese Cake.
  • Sementara itu larutkan tepung maizena dengan air, kemudian campurkan larutan itu ke dalam adonan keju yang dimasak. Aduk terus supaya enggak gosong ya moms.
  • Aduk-aduk sampai adonan keju tadi mengental dan terlihat meletup-letup.
  • Setelah itu, matikan kompor dan angkat adonan.
  • Siapkan cetakan. Masukkan selang seling adonan keju dan biskuit coklat yang sudah dihaluskan tadi.

Simple Chocolate Cheese Cake di dalam cetakan.
  • Terakhir, parut sisa keju dan taruh sebagai topping dari cheese cake yang kita bikin,
  • Supaya lebih manis, tambahkan meses di tengah topping.
  • Kemudian, masukkan cheese cake ke dalam freezer sampai mengeras sekitar setengah sampai satu jam.

Simple Chocolate Cheese Cake dalamΒ freezer.
  • Setelah itu, Simple Chocolate Cheese Cake pun siap dinikmati deh.

Gampang bukan moms?

Coba deh, bikinin buat anak-anak moms, pasti seneng deh. Udah gitu, camilan ini lebih menyehatkan ketimbang kita beli camilan/ jajanan di luar sana πŸ™‚ .

Well, semoga obrolan tentang keju cheddar dan sharing resep Simple Chocolate Cheese Cake pakai YUMMY PeranChiz Cheddar Cheese ini bermanfaat ya moms. Silakan bila mau dipraktikkan πŸ™‚ .

April Hamsa