Siapa ibu-ibu pembaca blog ini yang suka main game online Cooking Fever? Huahaha toooss duluuu! Soalnya, saya suka bermain game yang satu ini juga.

Tentang game Cooking Fever

Dari namanya sebenarnya sudah ketebak kan game ini tentang apa?

Yup, benar. Enggak jauh-jauh dari cooking alias memasak makanan.

Enggak tahu kenapa, walau di dunia nyata saya enggak terlalu betah di dapur tetapi saya tuh suka bermain game yang bertema masak-masakan seperti ini πŸ˜€

BTW, sebenarnya, game memasak tuh banyak, sih. Namun, Cooking Fever ini unik. Game ini enggak sekadar memasak, namun juga menantang dari segi waktu. Soalnya, selain memasak, dalam permainan ini player (kita) diminta untuk menyajikan masakannya juga kepada pelanggan. Yup, ceritanya memasaknya tuh di kedai gitu.Jadi, bisa dibilang game ini masuk ke dalam kategori Restaurant Game.

Pelanggan pertama saya di Cooking Fever.

Ada beberapa restoran atau kedai dalam game ini yang lokasinya berbeda-beda. Layarnya bisa diputar menjadi tiga lokasi berbeda, yakni perkotaan, pulau, dan area pegunungan. Masing-masing lokasi memiliki restoran-restoran yang bisa kita beli apabila sudah memiliki cukup uang atau permata.

Yup, reward permainan ini berupa uang dan permata ya, teman-teman. Namun, sebelum mendapatkan bayaran ya tentu aja player mesti bekerja keras dulu, yakni memasak dan melayani pelanggan dengan baik.

Pelanggan yang datang ke restoran kita enggak satu dua aja, melainkan bisa empat orang sekaligus yang meminta segera dilayani. Pelanggan ini nanti akan order makanan dan/ atau minuman ke kita melalui kotak-kotak yang bentuknya mirip balon percakapan berisi gambar makanan/ minuman yang dipesan. Kemudian, player dituntut menyajikannya secara tepat dan cepat.

Maksimal ada empat pengunjung dalam satu putaran.

Sebagai gantinya, para pelanggan tersebut akan memberi kita uang (koin) plus tip jika dia menyukai pelayanan kita. Uang tersebut nanti bisa kita kumpulkan dan dapat dipakai buat beli-beli. Membeli apa? Nanti saya jelaskan πŸ˜€ .

Tak ketinggalan, setiap naik level, nanti kita juga akan mendapatkan reward berupa permata. Kalau sudah banyak, kita bisa memakainya untuk membeli sesuatu yang berharga, misalnya membeli restoran lain atau merenovasi interior kedai πŸ˜€ .

Nah, kalau uang yang kita peroleh, bisa kita pakai untuk upgrade penampilan kedai atau restoran kita yang sekarang. Bisa juga untuk membeli peralatan masak baru supaya makanan dan minuman yang kita sajikan pun bisa lebih bervariasi.

Dalam game ini, manajemen waktu sangat dibutuhkan oleh player. Pasalnya saat kita tengah memasak makanan, eh, udah ada pelanggan baru yang tiba-tiba datang untuk memesan makanan lain. Kalau kita enggak cepat, nanti pelanggan akan lari. Enggak jadi beli makanan kita. Belum lagi,ada risiko masakan yang kita masak bisa gosong. Alhasil makanan tersebut terpaksa dibuang deh.

Koin dan tips dari pembeli harus kita ambil supaya datang pelanggan baru.

Problemnya adalah tiap makanan atau minuman yang kita buang nanti akan membuat jumlah koin kita berkurang. Huhuhu, seperti dunia nyata ya, kalau buang-buang makanan artinya ya rugi juga.

Sedikit tips dari saya, kalau misalnya lagi enggak bisa cepet-cepet melayani pembeli, maka koin dan tip yang diberikan oleh pelanggan sebelumnya jangan disimpan dulu. Kalau udah siap baru koin-koin tersebut kita ambil supaya pelanggan baru pun muncul.

Tak ketinggalan, di permainan Cooking Fever ini, player juga dituntut untuk teliti terhadap makanan atau minuman yang telah dipesan pelanggan. Kalau keliru pelanggan akan merasa kesal. Ada risiko mereka enggak jadi membeli makanan kita juga.

Game yang satu ini tampak santai pada awalnya, namun seiring bertambahnya level, ternyata menuntut konsentrasi lebih, sehingga enggak bisa memainkannya sambil disambi-sambi melakukan aktivitas lain.

Oh iya, sama seperti game pada umumnya, Cooking Fever ini juga terdiri dari beberapa level. Setiap naik level sudah pasti makin menantang tetapi yang bikin seneng, restoran yang kita kelola makin bagus dan peralatan dapurnya semakin lengkap. Makin semangat memasak dan melayani pembeli, deh πŸ˜€ .

Buat yang penasaran dengan game Cooking Fever ini, hayuk rasakan sendiri sensasinya dengan menginstall game ini pakai gadget-mu. Kalau saya sih mainnya pakai smartphone aja.

Bermain game Cooking Fever membutuhkan jaringan internet

Oh ya, game Cooking Fever ini sebelumnya bisa dimainkan seara offline maupun online. Namun, kalau enggak keliru saat ini hanya bisa dimaikan jika tersambung jaringan internet saja.

Saya pernah baca forum di Facebook mengenai Cooking Fever ini, katanya saat ini wajib terhubung dengan jaringan internet karena banyak masalah, seperti kecurangan player, reward yang enggak diberikan, dll. Teman-teman bisa cari informasinya di FanPage Cooking Fever sendiri ya, nanti.

Kalau uang dan permatanya sudah banyak nanti bisa membeli kedai baru.

Untung di rumah saya udah terpasang IndiHome, sehingga bermain Cooking Fever bisa saya lakukan setiap waktu di rumah. Terutama saat lagi penat.

Iyes, bermain game seperti Cooking Fever tuh bisa saya manfaatkan untuk melepas penat dari aktivitas ibu rumah tangga yang rasa-rasanya enggak ada habis-habisnya, hehe. Keberadaan jaringan internet dari Telkom Indonesia yakni IndiHome juga benar-benar saya rasakan manfaatnya.

Manfaat internet buat ibu rumah tangga seperti saya salah satunya adalah sebagai media untuk mencari hiburan. Enggak cuma bermain game, namun juga untuk streaming musik, film, juga berita-berita via aplikasi. Dengan keberadaan jaringan internet saya juga bisa membuat postingan untuk media sosial saya, maupun sekadar scroll-scrool sosmed.

Selain itu, IndiHome enggak hanya menyediakan internet saja, namun juga menyediakan channel-channel stasiun televisi baik lokal maupun internasional yang bisa saya tonton.

Itulah sebabnya, saya tuh enggak merasa jenuh walaupun lebih sering beraktivitas di rumah aja. Soalnya dengan adanya IndiHome di rumah, saya mendapatkan banyak akses hiburan sekaligus informasi.

Mengapa dulu saya memasang IndiHome yang terkenal sebagai Internetnya Indonesia ini? Soalnya, IndiHome jaringannya sangat luas. Awal mula pindah rumah, waktu itu daerah saya belum ada sambungan internet sama sekali. Ketika saya mencoba menelepon customer service-nya, alhamdulillah tak lama kemudian teknisinya datang mengecek apakah daerah rumah saya bisa dipasang IndiHome atau enggak. Untungnya sih bisa.

Modem IndiHome di rumah.

Maka, sejak itu yawda pakai IndiHome aja. Begitu pula ketika pindah rumah ke tempat baru, IndiHome menjadi provider internet yang mudah dipasang di rumah baru. Tinggal kontak customer service, eh, esoknya mas-mas teknisi langsung datang memasang kabel dan modem. Internetnya pun langsung bisa dipakai hari itu juga, horeeee.

Cepet lha, pokoknya service-nya IndiHome. Enggak nyesel jadi pelanggannya.

Sejauh ini, alhamdulillah enggak pernah bermasalah yang gimana-gimana gitu. Kalaupun ada kendala tinggal menghubungi layanan customer service, trus langsung disamperin deh untuk dilihat dan diperbaiki kendalanya oleh mas-mas teknisi.

Jadi, kalau di rumah teman-teman belum ada koneksi internet, saran saya pakai IndiHome aja. Layanan pelanggannya makin hari makin baik.

Kalau ada jaringan internet di rumah yang lancar seperti IndiHome tuh enak, kita bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan hiburan, informasi, hingga membantu aktivitas/ pekerjaan kita. Apalagi kalau ada work from home (inget kan saat Covid-19 sedang tinggi-tingginya?), keberadaan jaringan internet dengan Wi-Fi seperti IndiHome sangat berguna.

Okey, teman-teman, khususnya ibu-ibu, begitulan cerita saya melepas penat dengan bermain game online Cooking Fever. Yuk, main juga buat melepas penat. Namun, ingat, game ini butuh koneksi internet yang lancar seperti Wi-Fi IndiHome ya πŸ™‚ .

April Hamsa