Blogger Reporter Events Health Kids Health

Anak Cerdas Itu Seperti Apa Sih?

Anak cerdas itu anak yang bisa jalan sebelum umur setahun.”

Anak cerdas itu saat usia dini udah pinter membaca.”

Anak cerdas itu anak yang selalu dapat rangking/ peringkat terus di sekolah.”

Dll.

     

Mendidik anak supaya cerdas adalah tanggung jawab orang tua.

Teman-teman, khususnya para orang tua, pasti enggak asing bukan dengan berbagai definisi anak cerdas yang semacam itu? Mostly, masyarakat menggambarkan ciri-ciri anak cerdas itu seperti beberapa definisi yang saya sebutkan tadi. Namun, tahukah teman-teman, bahwa ciri-ciri anak cerdas itu sebenarnya lebih dari sekadar cepat jalan, cepat bisa baca, atau dapat peringkat di sekolah terus?

Lalu, anak cerdas itu yang seperti apa, donk?” Ada yang kepengen tahu?

Jadi, begini teman-teman, tanggal 9 Agustus kemarin, saya mendapatkan undangan mom blogger gathering dari Cerebrofort. Teman-teman seangkatan saya pasti enggak asing kan dengan Cerebforort? Iyaaa, vitamin untuk anak yang dulu sering diberikan ke kita oleh para orang tua itu lhoo… 😀

Sebagai brand yang terkenal sebagai multivitamin untuk menunjang kecerdasan anak, Cerebrofort merasa punya tanggung jawab moril untuk benar-benar mewujudkan generasi anak-anak Indonesia yang sehat dan cerdas. Maka, tahun ini, Cerebrofort mengadakan kampanye #AnakCerdasItu.

Melalui kampanye #AnakCerdasItu, Cerebrofort ingin mengajak orang tua Indonesia menjadi orang tua yang cerdas, yang bisa membentuk keluarga cerdas. Sebab, anak cerdas itu sesungguhnya berasal dari keluarga cerdas. Nah, acara mom blogger gathering sekaligus talkshow tersebut merupakan bagian dari kampanye Cerebrofort #AnakCerdasItu tersebut.

Empat pilar #AnakCerdasItu oleh Cerebrofort

Sebelum saya cerita tentang materi parenting tentang kecerdasan anak yang saya dapatkan dari talkshow, saya mau cerita dulu mengenai kampanye #AnakCerdasItu oleh Cerebrofort yaaa. Jadi, teman-teman, kali ini, Cerebrofort mengusung tentang empat pilar #AnakCerdasItu, yakni:

Anak cerdas itu SEHAT

Sehat maksudnya anak tidak sakit, serta optimal dalam pertumbuhan dan perkembangannya.

Zona Sehat di acara Cerebrofort.

Anak Cerdas itu PEDULI

Hal ini merupakan kecerdasan sosial-emosional anak. Sebab, sesungguhnya keberhasilan anak di masa depannya enggak cuma ditentukan oleh IQ, namun juga kecerdasan sosio-emosionalnya.

Zona Peduli di acara Cerebrofort.

Anak Cerdas itu KREATIF

Anak cerdas memiliki kemampuan menemukan solusi atau sudut pandang baru saat menghadapi problem.

Zona Kreatif di acara Cerebrofort.

Anak Cerdas itu BERANI

Anak yang berani berarti punya kepercayaan diri, asertivitas, dan kemandirian. Hal-hal tersebut nantinya akan membentuk keberanian dalam bersikap, mengambil tindakan dan keputusan, serta kesiapan menghadapi risiko.

Zona Berani di acara Cerebrofort.

Cerebrofort ingin empat pilar tersebut senantiasa menjadi pedoman orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya.

Mengapa empat pilar tersebut dianggap penting? Sebab, definisi “cerdas” itu sebenarnya berbeda dengan “pintar”, teman-teman. Supaya seorang anak bisa sukses dalam kehidupan/ masa depannya, enggak cukup hanya “pintar” aja, namun juga harus “cerdas”.

Teman-teman tahu tidak perbedaan antara “pintar” dan “cerdas”? Perbedaan antara “pintar” dan “cerdas” adalah:

Kalau “pintar” biasanya mengacu pada aspek-aspek berikut:

  • Punya banyak pengetahuan, wawasan, dan ilmu.
  • Sering dikaitkan dengan prestasi akademik.
  • Ada kedisiplinan dna keteraturan.
  • Diperlukan proses/ tahapan pelatihan untuk menguasai pengetahuan/ keilmuan itu.

Sedangkan, definisi “cerdas” mencakup hal-hal seperti:

  • Memperoleh pengetahuan dan berpikir abstrak.
  • Terbuka terhadap pengalaman baru.
  • Fleksibel dan sensitif terhadap lingkungan.
  • Punya keinginan untuk mengambil risiko.
  • Punya motivasi untuk melakukan aksi.

Nah, terlihat bukan perbedaannya? Seorang anak yang pintar belum tentu cerdas, namun anak yang cerdas biasanya juga tumbuh jadi anak pintar.

Bagaimana? Setelah mengetahui perbedaan antara “pintar” dan “cerdas”, teman-teman ingin buah hatinya punya dua kemampuan itu bukan? 🙂 .

Talkshow #AnakCerdasItu

Lalu bagaimana definisi tentang anak cerdas berdasarkan sudut pandang psikologi dan medis? Nah, soal itu dibahas di talkshow #AnakCerdasItu yang saya singgung sebelumnya tadi, teman-teman. Talkshow bertema “Menciptakan Anak Cerdas yang Sehat” yang berlangsung di AEON BSD City Tanggerang Selatan itu menghadirkan beberapa pembicara/ narasumber, yakni antara lain:

  • Psikolog Klinis dan Forensik sekaligus Founder Kasandra & Associates, Dra. A. Kasandra Putranto (Ibu Kasandra).
  • Head of Vitamin PT Kalbe Farma Terbuka, Bapak Johan Leo (Bapak Johan).
  • Medical Officer at Consumer Health Division Kalbe Farma, dr. Claudia Anggi (dr. Anggi).
  • Creative Director Majalah Sang Buah Hati, Bapak Pieter A. Budiono (Bapak Pieter).

Ibu Kasandra (berbaju merah rambut panjang), Bapak Johan (berbaju biru), dan dr. Anggi (berbaju hitam).

Dalam talkshow tersebut dibahas tuntas bagaimana sih ciri-ciri anak cerdas itu dan bagaiamana supaya kita, para orang tua, bisa mewujudkan generasi cerdas, pintar, dan juga sehat. Sehat nomor satu dulu yaaa, teman-teman. Kalau anak sudah sehat, biasanya mudah sekali menstimulasinya untuk jadi anak cerdas maupun pintar.

Anak cerdas itu yang pertama adalah harus sehat, baik dari sisi fisik maupun mental,” kata Ibu Kasandra yang sudah 26 tahun malang melintang di dunia psikologi ini, ketika memulai materi talkshow-nya.

Kemudian, Ibu Kasandra melanjutkan dengan menanggapi empat pilar #AnakCerdasItu Cerebrofort. Menurut Ibu Kasandra empat pilar #AnakCerdasItu Cerebrofort tersebut sudah sesuai dengan teori psikologi. Seperti teori dari Renzulli yang mengatakan bahwa ada tiga faktor yang membentuk perilaku cerdas, yakni:

  • Kemampuan berpikir di atas rata-rata.
  • Kreativitas.
  • Task Commitment dimana anak enggak cuma tahu, ngerti teori, namun juga melakukannya.

Jadi, cerdas itu enggak melulu pintar. Cerdas juga meliputi aspek-aspek kemmapuan lain, seperti intelektual, natural, berhitung, plus talent atau bakat,” kata Ibu Kasandra.

Siapa sajakah yang memiliki peran membentuk anak cerdas itu? Ibu Kasandra menjelaskan bahwa ada tiga pihak yang bisa mewujudkan anak cerdas, yakni:

  • Orang tua: Orang tua memegang peran besar, sebab orang tua adalah guru pertama anak. Orang tua harus ngajarin anaknya dulu, menanamkan terlebih dulu, mengenai sikap/ sifat cerdas itu.
  • Sekolah: Sekolah adalah guru berikutnya yang menanamkan aspek kecerdasan kepada anak.
  • Masyarakat: Masyarakat punya fungsi mendukung kecerdasan anak. Masyarakat ini bisa perusahaan, media, dll.

Ibu Kasandra juga menjelaskan bahwa terdapat dua aspek utama yang menunjang perkembangan kecerdasan anak, yakni:

Nature

Merupakan faktor genetik dan biologis.

Nature ini meliputi: kapasitas intelektual, potensi alami anak, dan karakteristik fisik.

Nurture

Pengaruh Lingkungan, yang meliputi: pola asuh orang tua, motivasi dari orang tua dan guru, lingkungan rumah, sekolah, sosial, dll, dan gizi/ nutrisi yang diberikan kepada anak.

Satu lagi menurut Mbak Kasandra adalah Will.

Will

Will adalah niat. Jadi, kalau anak udah punya faktor genetik, kemudian diajarin orang tua, lalu punya niat kuat, maka anak tersebut pasti akan jadi anak cerdas.

Mbak Kasandra kemudian bercerita kalau dirinya dan beberapa rekan membuat Attitude Achievement for Titanium Generation (gerakan Titanium Generation). Gerakan ini, menurut Mbak Kasandra, setara dengan empat pilar #AnakCerdasItu Cerebrofort.

Mengapa diberi nama titanium? Sebab, sekarang emas itu udah enggak cukup lagi. Emas bisa dilebur, sedangkan titanium lebih kuat dari emas,“ kata Mbak Kasandra.

Gerakan Titanium Generation ini menekankan juga kepada keterampilan sosial emosional anak, serta sikap mental profesional anak, yang semuanya tercakup dalam empat pilar kecerdasan itu. Harapannya anak-anak bisa tumbuh mencapai kehidupa yang lebih baik dalam keluarga dan masyarakat.

Alat untuk mendeteksi #AnakCerdasItu

Dalam kesempatan tersebut, Mbak Kasandra juga memberikan alat/ metode pendeteksi kecerdasan anak kepada para orang tua yang hadir di acara talkshow. Metode untuk mendeteksi apakah buah hati kita telah memiliki ciri-ciri anak cerdas atau belum itu sangat sederhana. Metode tersebut dipakai dalam gerakan Generasi Titanium yang tadi diperkenalkan oleh Mbak Sandra.

Ini adalah metiode sekaligus alat deteksi dini yang sederhana, cukup lihat dari hasil tes sederhana ini, kita bisa tahu anak kita sudah cerdas atau belum,” kata Mbak Kasandra.

Mbak Kasandra menyebut metodenya sebagai metode A-G. Apakah metode A-G itu?

Attitude and Achievement

Kita lihat sikap anak saat menghadapi masalah. Contoh, ada dua anak yang jatuh. Satu anak abis jatuh ya berdiri lagi lalu move on, sedangkan yang satu tetap saja menangis. Sikap anak kita seperti apa, teman-teman?

Kemudian A yang kedua adala achievement atau pencapaian, dimana kita sebagai orang tua punya peran mendorong dan mendukung anak, bukan menuntut anak. Misalnya, kalau anak kalah lomba, ya kita dorong ikut lagi. Besarkan hatinya, dll.

Big Brain and Heart

Otak anak secara fisik harus tumbuh besar, harus maksimal. Maka hal tersebut hendaknya dimulai sejak dalam kandungan. Saat masa anak-anak juga, yaaa… Maka, sebagai orang tua, kita harus memaksimalkan nutrisi anak, supaya otaknya tumbuh maksimal.

Lalu, apakah anak-anak kita punya hati yang besar. Misal, menerima kekalahan, mengikhlaskan sesuatu, dll.

Care and Love

Otak anak harus kita isi dengan care and love, supaya anak punya kepedulian terhadap sesama. Namun, perlu diingat, bahwa kepedulian anak bisa muncul, kalau si anak ini juga punya orang tua yang peduli juga. “Ingat ya garbage in garbage out,” pesan Mbak Kasandra.

Dance and Exercise

Anak yang aktif, banyak bergerak, berarti tubuh plus otaknya bekerja.

Eat Healthy Food and Drinks

Anak-anak harus makan dan minum makanan/ minuman sehat, jangan junk food. Penuhi kebutuhan gizi anak dengan nutrisi terbaik.

Fun Edutainment

Anak harus senang saat belajar, jangan merasa tertekan. Sebab, berada di bawah tekanan itu enggak baik untuk anak-anak.

Good Quality of Sleep

Anak tidur dengan nyenyak, enggak kebangun-bangun, supaya besok aktivitasnya bisa dilakukan dengan baik.

Nah, dari A-G itu, kira-kira, anak-anak kita banyak plus atau minus-nya, teman-teman? Semoga hasilnya positif semua yaaa… Namun, kalau hasilnya banyak minus, Mbak Kasandra menyarankan supaya kita ada usaha memperbaiki lagi, antara lain mengubah pola asuh dan menstimulasi anak. Bila perlu konsultasi kepada ahlinya.

#AnakCerdasItu harus sehat

Setelah Mbak Kasandra memberikan materi, giliran dr. Anggi yang menjelaskan definisi anak cerdas dari sisi kesehatan. Yup, seperti yang saya singgung tadi, kalau mau punya anak cerdas, maka anaknya harus sehat dulu. Salah satu yang bikin anak sehat adalah makanan/ nutrisinya.

Seorang anak bisa kreatif dan peduli kalau anaknya sehat. Kalau di bawah satu tahun, ibunya yang nagturin makanannya. Yang jadi PR itu kalau anaknya sudah di atas setahun dan si anak sudah punya prevelansi makanan sendiri,” kata dr. Anggi.

Maka, dr. Anggi pun menyarankan kepada para orang tua untuk memberi contoh baik buat anak-anaknya. Misalnya, makan sayur. Bagaimana seorang anak suka makan sayur kalau orang tuanya enggak suka makan sayur? Iya kan? Maka, beri contoh dulu, supaya anak-anak mudah menyerap apa yang kita ajarkan, khususnya untuk pilihan makanannya.

Kalau dulu, kita mengenal empat sehat lima sempurna, nah kalau sekarang kita mengenal piramida gizi seimbang. Dimana makin ke bawah itu yang seharusnya paling banyak dikonsumsi dan yang paling atas adalah yang sebaiknya paling sedikit dikonsumsi. Berikut urutannya ya teman-teman:

  • Air putih: anak-anak harus banyak mengkonsumsi air putih.
  • Karbohidrat komplek: seperti nasi, roti, olah-olahan tepung, jangan hanya gula (karbo sederhana).
  • Sayur dan buah: harus makan sayur tiap hari, minimal tga kali, lalu ngemilnya buah. Sayur dan buah ini kaya akan vitamin, mineral, dan serat.
  • Protein: baik protein hewani maupun nabati. Protein adalah zat pembangun yang bagus buat masa petumbuhan anak.
  • Kemudian di puncak piramida ada gula, garam, dan minyak yang sebenarnya anak-anak hanya butuh sedikit aja.

Berdasarkan piramida gizi seimbang tersebut, dr. Anggi mengatakan bahwa sebaiknya anak-anak jangan sering-sering makan makanan yang digoreng. Harus ada variasi cara mengolah makanan yang lain, sehingga nutrisi anak bisa tercukupi dengan baik.

Kemudian, dr. Anggi menyarankan supaya orang tua dalam melihat pertumbuhan dan perkembangan anaknya tidak membandingkan dengan anak-anak lain, melainkan sering melhat tabel milestones aja. Dr. Anggi juga menyarankan supaya orang tua banyak-banyak membaca buku tentang kesehatan anak.

Dr. Anggi juga memberi solusi buat anak-anak yang enggak suka makan protein (padahal ini sumber omega 3 dan 6) dan sayur/ buah (sumber vitamin dan mineral). Caranya orang tua harus mengolah makanan tersebut semenarik mungkin buat anak-anak. Selain itu, bisa juga melengkapi kebutuhan Omega 3 dan 6, vitamin, dan mineral anak dengan multivitamin seperti Cerebrofort.

Tentang Cerebrofort

Menyinggung soal Cerebrofort nih teman-teman, dalam kesempatan tersebut Bapak Johan mengatakan bahwa Cerebrofort sudah selama 47 tahun lamanya memberi dukungan terhadap nutrisi anak, khususnya dalam hal pemberian multivitamin anak.

Tahukah teman-teman bahwa vitamin itu punya manfaat penting buat anak-anak? Vitamin itu punya manfaat sebagai berikut:

  • Untuk membantu metabolisme tubuh anak.
  • Menjaga kesehatan otak anak.
  • Menguatkan sistem kekebalan tubuh anak, dll.

Cerebrofort ini bisa melengkapi pemberian vitamin untuk anak, yang mungkin tidak didapatkan anak dari makanan yang dikonsumsinya. Cerebrofort sendiri memiliki dua varian/ bentuk:

Cerebrofort Gold

Angkatan saya pasti tahu nih, bentuknya sirup/ cair. Memiliki kandungan minyak ikan. Tersedia dalam dua ukutan yakni 100 ml dan 200 ml. Ada dua varian rasa yakni orange dan strawberry.

Cerebrofort Gold mampu mendukung kecerdasan dan tumbuh kembang anak secara optimal karena memiliki kandungan:

  • AA + DHA + EPA + Asam Folat + Asam Glutamat untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan otak anak.
  • Lysine untuk menambah nafsu makan anak.
  • Biotin untuk membuat gizi anak tetap terjaga.
  • Vitamin A untuk emnjaga kesehatan mata.
  • Vitamin B komplek untuk membantu metabolisme tubuh anak.
  • Vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh anak.
  • Vitamin D untuk membantu pembentukan tulang dan gigi.

Cerebrofort Marine Gummy

Merupakan satu-satunya gummy sehat yang mengandung minyak ikan tuna. Ikan tuna itu kayak akan omega 3 lebih banyak 28x dibandingkan ikan air tawar. Vitamin ini juga diperkaya dengan Omega 3 (DHA dan EPA) yang baik untuk kecerdasan otak anak. Perbandingan DHA:EPA-nya adalah 4:1, mirip seperti Air Susu Ibu (ASI) sehingga mudah diserap oleh tubuh. Tersedia dalam beberapa pilihan rasa: orange, mango, grape, dan mixed fruits.

Cerebrofort Kids Got Talent 2018

Selain mengelar talkshow #AnakCerdasItu, tahun ini Cerebrofort juga menggelar Kids Got Talent. Acara ini adalah suatu event audisi yang mencari bakat-bakat potensial untuk berkembang bagi anak usia 4-11 tahun. Kids Got talent ini adalah ajang mengasah salah satu kecerdasan anak yakni BERANI.

Untuk menyukseskan acara ini, Cerebrofort menggandeng majalah Sang Buah Hati. Bapak Pieter dari majalah Sang Buah Hati menjelaskan bahwa nanti, pemenang Kids Got Talent berkesempatan menjadi cover model majalah Sang Buah Hati, lho.

Bapak Pieter menjelaskan tentang Kids Got Talent.

Apabila teman-teman berminat mengikutkan buah hatinya ke Cerebrofort Kids Got Talent 2018, teman-teman bisa mengikuti audisinya di:

  • Mall AEON BSD City, Tanggerang (9-12 Agustus 2018)
  • Hartono Mall, Solo (31 Agustus-2 September 2018)
  • Mall AEON Cakung, Jakarta (7-9 September 2018)
  • Botani Aquare Bogor (5-7 Oktober 2018)
  • Baywalk Mall Pluit (26-28 Oktober 2018)
  • Nopah Mall Makassar (2-4 November 2018).

Grand final Kids Got Talent akan dilaksanakan pada bulan Desember di Indonesia Mother and Baby Expo di JCC, Jakarta. Yuk, kita dukung anak cerdas (berani) dengan mengikuti acara ini. Oh iya, nanti selain ada acara mencari bakat, juga ada booth-booth/ zona-zona kecerdasan anak dimana anak bisa bermain juga, lho.

Wah, enggak kerasa cerita saya udah panjang aja. Semoga informasi saya ini bisa dipahami ya teman-teman. Juga, semoga sharing saya mengenai kecerdasan anak dan juga lomba Kids Got Talent ini bermanfaat yaaa… Sukses buat putra/ putrinya 🙂 .

April Hamsa

44 Comments

  1. Icha Faizah 15 Agustus, 2018
  2. herva yulyanti 15 Agustus, 2018
  3. Tian lustiana 15 Agustus, 2018
  4. Arni 15 Agustus, 2018
  5. Ade UFi 15 Agustus, 2018
  6. Uci 15 Agustus, 2018
  7. Siti Nurjanah 15 Agustus, 2018
  8. Afifah Mazaya 16 Agustus, 2018
  9. Fenni Bungsu 16 Agustus, 2018
  10. Sae 16 Agustus, 2018
  11. Emma 16 Agustus, 2018
  12. Elly Nurul 16 Agustus, 2018
  13. Inka Amalia 16 Agustus, 2018
  14. cicidesri 16 Agustus, 2018
  15. hida 16 Agustus, 2018
  16. Rach Alida Bahaweres 16 Agustus, 2018
  17. Wulan 16 Agustus, 2018
  18. aya 16 Agustus, 2018
  19. Mugniar 16 Agustus, 2018
  20. Keke Naima 16 Agustus, 2018
  21. cerite si mpo 16 Agustus, 2018
  22. Opi Rahmita 16 Agustus, 2018
  23. Ira Hamid 16 Agustus, 2018
  24. Shine 16 Agustus, 2018
  25. Nurul dwi larasati 17 Agustus, 2018
  26. Visya 17 Agustus, 2018
  27. Leyla Imtichanah 17 Agustus, 2018
  28. Helena 17 Agustus, 2018
  29. Eni Martini 17 Agustus, 2018
  30. Bunda Erysha (yenisovia.com) 17 Agustus, 2018
  31. adeuny 17 Agustus, 2018
  32. Riri Restiani 17 Agustus, 2018
  33. Liswanti 17 Agustus, 2018
  34. Elva Susanti 17 Agustus, 2018
  35. Aswinda Utari 17 Agustus, 2018
  36. Suciarti Wahyuningtyas 17 Agustus, 2018
  37. Desy Yusnita 18 Agustus, 2018
  38. Anisa Deasty Malela 18 Agustus, 2018
  39. ruziana ina 18 Agustus, 2018
  40. Andi Mirati Primasari 19 Agustus, 2018
  41. Milda Ini 19 Agustus, 2018
  42. Faradila Putri 19 Agustus, 2018
  43. Faradila Putri 20 Agustus, 2018
  44. Ika Maya Susanti 27 Agustus, 2018

Leave a Reply

Instagram

error: Content is protected !!