Sebenarnya udah lama kepengen nyobain makan mie-miean alias ramen di Golden Lamian, tetapi enggak ada kesempatannya xixixi. Nah, ketika mudik sebelum lebaran ke Surabaya kemarin, kan masih puasaan tuh, ada hari di mana saya, suami, dan anak-anak bisa ngemall. Yawda, sekalian deh berbuka puasa di mall yang dekat dari rumah, yakni Trans Icon Mall yang ada di Jl. A. Yani. Ternyata di Trans Icon ada Golden Lamian, yawda kami putuskan untuk berbuka puasa di resto ini.

Kami udah dapat tempat duduk sekitar setengah 20-25 menitan sebelum adzan Maghrib berkumandang. Dengan asumsi waktu buat nyiapin dan nunggu makanan kami bisa lebih dari 15 menit lha ya. Jadi, kami rasa waktu segitu cukup.

Kebetulan, saat kami duduk, resto-nya enggak terlalu penuh. Hanya ada beberapa meja terisi oleh orang-orang yang sudah makan sebelumnya, sehingga kami bebas memilih kursi. Lalu, saya memilih meja yang agak ke pinggir, karena niat foto-foto buat bikin konten blog (yang ini πŸ˜› ). Khawatirnya, kalau saya duduk di area tengah resto yang lebih ramai pengunjung khawatir mereka terganggu saat saya foto-foto, hehe.

Ternyata, selain menjual ramen, Golden Lamian juga menjual menu seperti nasi hainan dan dimsum. Namun, karena udah pengen makan ramen Golden Lamian sejak lama, kami pesan mie ramen aja.

Harga mie-nya kalau enggak keliru berkisar antara Rp. 45.000,-an hingga Rp. 50.000,-an per mangkuk. Mangkuk Golden Lamian terkenal big size, sehingga harga segitu lumayan lha ya untuk ukuran mangkuk di resto yang ada di mall.

Makanan yang kami pesan waktu itu adalah:

  • Creamy Chicken Collagen Lamian untuk saya, harganya Rp. 49.545,-00.
  • Lamian Extra Spicy Beef untuk suami, harganya Rp. 49.545,-00.
  • Lamian GCS Chicken dengan harga Rp. 50.909,-00. Kalau enggak keliru buat Maxy. Saya lupa GCS ini singkatannya apaan yaaa. Kemungkinan besar sih Golden Chicken Soup ya?
  • Menu terakhir adalah Lamian BBQ Combo seharga Rp. 48.181,-00 buat Dema.

Untuk minumannya, suami memesan Es Lemon Tea seharga Rp. 13.636,-00. Kalau anak-anak saya pesankan Choco Shake yang harganya total buat dua gelas adalah Rp. 45.454,-00. Kalau saya memilih Es Ocha yang dibandrol Rp. 12.727,-00 yang boleh reffil, hehe.

BTW, kalau ada pertanyaan β€œItu kenapa sih harganya kok enggak genap gitu?” Jawabannya, saya juga enggak tahu YGY haha. Mungkin biar unik atau gimana gitu, kali. Kayaknya hanya orang marketing yang paham gitu-gitu. Itu juga bukan pajak, karena biaya pajak ada sendiri yakni sebesar Rp. 27.000,-00.

Cara memesan makanan di Golden Lamian Trans Icon Surabaya ini adalah langsung datang ke meja service yang merangkap sebagai meja kasir. Tinggal tunjuk atau pilih menu yang tertea di papan info yang ada di belakang mas-mas/ mbak-mbak yang melayani di meja itu. Setelah pesan, langsung bayar di situ juga, nanti makanan akan diantar ke meja kita.

Oh ya, Golden Lamian in ikan terkenal dengan cita rasa mie-nya yang masih fresh ya? Jadi, mie-nya tuh dibikin dengan tangan gitu. Pengunjung resto juga bisa menyaksikan sendiri mas-mas kokinya membuat mie dari awal. Soalnya dapurnya terlihat dari area dine in. Lokasinya persis di sebelah meja service tadi.

Setelah membayar, kami pun menunggu makanan diantar. Waktu itu enggak masalah agak lama, toh belum waktunya buka juga. Mungkin, beda kalau enggak puasa, lebih dari 10 menit saja pasti udah kerasa lama, haha.

Tepat seperti perkiraan, sekitar 25 menitan, makanan dan minuman yang kami pesan kemudian diantar. Wah, bener ya, mangkuknya gedhe-gedhe, walaupun sepertinya isinya enggak full semangkuk, sih. Namun, cukup lumayan lha porsinya. Suka banget sama kuahnya yang berlimpah juga.

Tak lupa mas-mas pelayan yang mengantarkan makanan memberikan peralatan makan, seperti sumpit, sendok, dan sedotan untuk kami. Lalu, di atas meja juga disediakan bumbu-bumbuan untuk melengkapi sendiri cita rasa dari mangkuk yang dihidangkan. Ada kecap manis, kecap asin, sambal, minyak ebi, dll.

Tak lama kemudian bedug Maghrib pun berkumandang. Alhamdulillah, bisa segera berbuka puasa, karena makanan telah tersaji di depan mata.

Secara umum, saya akan memberikan nilai 8/ 10 untuk resto Golden Lamian Trans Icon di Surabaya ini. Makanannya enak, tempatnya resik, bisa melihat sendiri mie-nya dibuat, pelayanannya juga lumayan lha yaaa.

Itulah teman-teman, pengalaman saya berbuka puasa atau makan di Golden Lamian Trans Icon Surabaya. Kayaknya bakal jadi tempat makan lagi kalau mudik ke Surabaya lagi, deh πŸ˜€ .

April Hamsa

 

 

Categorized in: