Blogger Reporter Education Events Kids Activity Kids Toys Our Kids Parenting Parenting Tips Product Review Workshop ZooMoo

Mengajari Anak Cinta Alam dan Hewan Pakai ZooMoo

Hello, teman-teman, khususnya para parents, sesuai janji saya di Instagram beberapa waktu lalu, melalui postingan kali ini, saya mau cerita tentang ZooMoo. ZooMoo, saluran televisi yang berfokus pada dunia hewan dan alam ini pasti enggak asing lagi buat teman-teman yang berlangganan First Media ya? Namun, buat yang belum kenal ZooMoo, don’t worry, sekarang ZooMoo sudah ada aplikasinya dan bisa diunduh secara gratis di Playstore atau Appstore smartphone teman-teman, lho.

Saya dan Dema saat bermain ZooMoo.

Sebelum saya bercerita banyak tentang ZooMoo ini, saya mau sharing dulu nih teman-teman mengenai betapa pentingnya anak-anak kita untuk mengenal alam dimana mereka tinggal. Anak-anak kita sebaiknya paham sejak dini, bahwa di alam ini, mereka enggak hanya hidup berdampingan dengan sesama manusia, namun juga dengan tumbuhan, hewan, dll. Nah, setelah anak-anak kita mengenal alam, maka kita bisa mengajari mereka untuk mencintai alam tersebut.

Mengapa sih anak-anak perlu mencintai alam dan hewan?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya mau nanya ke teman-teman, sebagai orag tua dulu nih, “Penting enggak sih kita mengajari anak-anak kita untuk mencintai alam dan hewan?”

Kalau menurut saya, sangat penting lho mengajari anak-anak kita mengenal dan mencintai alam semesta ini. Alasannya, ya kita bisa lihat di sekeliling kita. Apakah teman-teman menyadari bahwa akhir-akhir ini tuh sering terjadi bencana, seperti tanah longsor, banjir, perubahan iklim dan cuaca yang ekstrem, dll? Nah, bencana-bencana itu salah satu penyebabnya adalah karena manusia makin enggak ramah pada alam.

Yuk, ajari anak kita cinta alam dan hewan.

Ada manusia yang enggak bertanggungjawab menebang hutan sembarangan, ada yang menguruk sungai untuk dijadikan hunian, ada yang suka buang sampah ke sungai, dll. Belum lagi, ada yang suka mencemari laut, ada yang mengambil hasil laut seperti ikan dengan cara-cara yang kurang baik, ada yang membunuh hewan untuk kesenangan yang berakibat rusaknya ekosistem, dll.

Sedih ya teman-teman dengan perilaku-perilaku semacam itu? Jangan sampai deh anak-anak kita kelak jadi orang-orang yang enggak bertanggungjawab seperti itu. Oleh karena itu, ini benar-benar PR besar buat kita untuk memutus mata rantai generasi perusak dan menghasilkan generasi yang mencintai alam dan seisinya.

Tips mengajari anak cinta alam dan hewan

Lalu, bagaimana ya caranya supaya anak kita bisa cinta alam dan hewan?” Pertanyaan yang bagus banget, teman-teman.

Kebetulan, tanggal 26 Januari lalu saya mengikuti Workshop ZooMoo yang banyak memberi informasi dan tips bagaimana caranya agar orang tua bisa membimbing anak-anak mencintai alam dan hewan. Workshop yang berlangsung di The Den of Kalaha, Jakarta Selatan tersebut menghadirkan beberapa narasumber, yakni:

  • Sally Kailola (Ibu Sally) dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara.
  • Merry Inggriani (Ibu Merry), mom influencer sekaligus ibu dari selebgram anak Baby Moonela.
  • Stella Seet (Ibu Stella), Brand Manager ZooMoo.

Suasana Workshop ZooMoo.

Dari workshop tersebut saya jadi mengenal suatu nilai yakni AQ atau Animal Quotient yang juga sangat penting dimiliki anak, selain IQ dan EQ. Jika anak memiliki AQ, maka anak akan punya banyak pengetahuan tentang hewan, mulai dari deskripsi, karakteristik, perilaku, serta habitat hewan. Anak-anak pun bisa mulai menyukai hewan dan paham bahwa hewan ini harus mereka lindungi juga.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Sally mengatakan bahwa masih sedikit orang tua yang mengajari anak tentang alam. Orang tua lebih banyak fokus ke exam atau akademis tapi lupa mengajari anak untuk menyelamatkan alam tempat mereka tinggal.

Banyak ortu konsen ke exam. Padahal penting untuk ngajarin anak tentang lingkungan dan planet. Bahwa planet ini saat ini sedang sakit, lagi dalam kondisi bahaya, maka penting lho mengajari anak bagaimana caranya save planet. Planet kita saat ini lagi dying, banyak yang rusak. Maka, sejak dini, anak-anak harus diajari supaya punya tanggung jawab ke depannya,” kata Ibu Sally.

Ibu Sally mengajak para orang tua untuk mengenalkan anak-anak kepada alam dan hewan.

Ibu Sally juga mengatakan bahwa tayangan dan aplikasi seperti ZooMoo, yang mencerminkan bumi dan realitas lingkungan, namun sekaligus menghibur anak-anak, bisa jadi alternatif supaya anak bisa belajar cinta alam. Ibu Sally juga berpesan supaya para parents bisa memberi pengetahuan kepada anak-anak, kalau makanan dan minuman yang kita makan tuh semua berasa dari alam. Maka, kita sebaiknya enggak cuma mengambil dari alam, namun juga memberi kepada alam. Salah satu caranya adalah dengan tidak merusak alam, syukur-syukur merawat alam, menanam pohon, menjaga ekosistem hewan, dll.

Sedangkan Ibu Merry sharing bahwa cara dirinya mengajari Baby Moonela cinta alam dan hewan adalah dengan cara yang fun dan menyesuaikan dengan usianya. Ibu Merry lebih memilih memberi tayangan di YouTube atau ZooMoo yang menarik anak.

Aku enggak paksain anak nonton Discovery Channel, tapi aku kasi tayangan kayak ZooMoo, buka YouTube. Beri tayanagn yang ringan, informatif, tapi juga menarik. Kalaj anaknya bosan ya diganti. Tapi, pas nonton, misal nonton ZooMoo, nanti aku selipin informasi ini hewan apa, makannya apa, pokoknya masukinnya ya kayak entertainment saja. Kita seolah enggak lagi belajar, tapi di sisi baliknya sebenarnya lagi belajar,” jelas Ibu Merry.

Menanggapi tips mengajari anak mencintai hewan dari Ibu Merry, Ibu Sally pun mengamini. Menurut Ibu Sally, kita memang enggak bisa langsung memaksa anak menyukai alam atau binatang, tapi memang harus ditanamkan terus supaya anak-anak paham.

Ya memang begitu. Anak enggak bisa langsung makan makanan keras, kasi makanan lembut supaya bisa mereka cerna. Pengalaman pribadi yang kita ajarkan akan mereka ingat terus. Kita harus kasi contoh ke mereka,” saran Ibu Sally.

Lalu kalau misalnya kita sudah mengajari anak cinta alam dan hewan, eh ternyata lingkungan enggak mendukung. Misal, tetangga kita atau teman anak kita berperilaku yang sebaliknya bagaimana?” Nah, hayyooo gimana ya?

Ibu Merry sharing tentamg caranya mengenalkan Baby Moneela pada alam dan hewan.

Ibu Sally mengatakan memang kita saat ini enggak tinggal di lingkungan yang ideal untuk mengajari anak-anak kita mencintai alam dan hewan, namun bukan berarti kita berhenti berusaha ya teman-teman. Berikut tips ngajarin anak cinta alam, jika kondisi kita seperti itu:

  • Kita edukasi bahwa perbuatan seperti memelihara burung yang seharusnya terbang bebas enggak bagus.
  • Jika punya peliharaan seperti kucing, dll kita ajarkan kalau mereka harus diberi makan, sama seperti kita makan.
  • Kita bisa mengajak anak berkebun di kebun sendiri. Ajarkan kenapa harus berkebun. Ajak anak tanya jawab/ diskusi.
  • Kalau ada orang buang sampah sembarangan beri tahu hal tersebut adalah hal buruk, dll.

Ibu Merry kemudian menambahkan, ketika lingkungan kita kondisinya semacam begitu, memang tantangannya biasanya anak menolak apa yang kita ajarkan. Namun, Ibu Merry mengatakan supaya kita para orang tua jangan lekas menyerah. Justru, harus diupayakan terus supaya anak paham.

Kalau awal-awal agak menolak ya jangan menyerah, harus diedukasi, pola pemberitahuannya yang kita ganti. Kita harus selalu dampingi anak dan katakan itu salah. Justru karena masih anak kecil maka akan lebih mudah ditanamkan, daripada nanti mereka besar,” pesan Ibu Merry.

Ibu Merry kemudian mengatakan bahwa untuk mengajari anak-anaknya menyukai alam dan hewan, dirinya juga memilih media digital seperti ZooMoo. Menurut Ibu Merry aplikasi semacam ini bisa membantu anak-anak mmeperluas pengetahuan tentang hewan atau AQ tadi.

Tentang aplikasi ZooMoo

Saya sendiri sepulang workshop saat itu telah download aplikasi ZooMoo. Ternyata, isinya memang bagus buat anak-anak lho. Dengan aplikasi ZooMoo ini, anak-anak, bahkan kita yang orang dewasa, bisa berinteraksi, berbicara, dan belajar mengenal koleksi hewan-hewan.

Seperti yang saya katakan tadi, ZooMoo bisa kita download gratis. Menariknya, ZooMoo ini punya kelebihan:

  • Kalau memainkannya kita enggak perlu pakai internet, jadi bisa offline.
  • Enggak muncul iklan-iklan saat anak bermain aplikasi ini.

Sehingga, aplikasi ini sangat edukatif dan benar-benar cocok serta aman buat anak-anak kita.

Ibu Stella dari ZooMoo.

Ibu Stella mengatakan ZooMoo memang diciptakan khusus untuk mengembangkan AQ anak-anak. ZooMoo akan membawa anak-anak mengeksplorasi dunia hewan melalui berbagai program pilihan yang menghibur, interaktif, dan mendidik.

ZooMoo bisa meningkatkan AQ anak. Dengan meningkatkan AQ anak, kesadaran dan kecintaan anak-anak terhadap lingkungan dan hewan akan besar dan anak-anak akan jadi orang dewasa yang peduli terhadap bumi ini,” kata Ibu Stella, menceritakan tujuan ZooMoo dibuat.

Nah, teman-teman semua, para orang tua, pasti juga kepengen anak-anak kita cerdasnya sempurna bukan? Ya dari sisi IQ, EQ, dan tak kalah penting AQ? So, jangan sampai lupa mendidik anak-anak kita untuk mencintai alam dan hewan yaaa. Kita bisa memulainya dengan hal-hal yang disarankan oleh Ibu Sally dan Ibu Merry tadi atau bisa juga mengajari anak melalui aplikasi edukatif ZooMoo. Silahkan dipraktikkan 😀 .

Semoga tips mengajari anak cinta alam dan hewan yang saya dapatkan dari workshop, serta informasi tentang ZooMoo ini bermanfaat yaaa… 🙂 .

April Hamsa

48 Comments

  1. Inka Amalia 2 Februari, 2019
  2. CatatanRia 2 Februari, 2019
  3. Aminnatul Widyana 2 Februari, 2019
  4. Dian Restu Agustina 2 Februari, 2019
    • Dian Restu 3 Februari, 2019
  5. Nia K. Haryanto 2 Februari, 2019
    • Ainhy Edelweiss 14 Februari, 2019
  6. Bety Kristianto 3 Februari, 2019
  7. Fenni Bungsu 3 Februari, 2019
  8. Visya 3 Februari, 2019
  9. herva yulyanti 3 Februari, 2019
  10. Ludyah Annisah 3 Februari, 2019
  11. Diah Woro Susanti 4 Februari, 2019
  12. ajeng pujianti lestari 4 Februari, 2019
  13. Inka Paramita 4 Februari, 2019
  14. Leyla 5 Februari, 2019
  15. Dita Indrihapsari 5 Februari, 2019
  16. Bella agmia 5 Februari, 2019
  17. Reni Dwi Astuti 6 Februari, 2019
  18. adeuny 7 Februari, 2019
  19. TIAN LUSTIANA 8 Februari, 2019
  20. Latifika Sumanti 8 Februari, 2019
  21. Laily 9 Februari, 2019
  22. Nefertite Fatriyanti 10 Februari, 2019
  23. Fika anaira 10 Februari, 2019
  24. Nanik Nara 11 Februari, 2019
  25. Niken 11 Februari, 2019
  26. Gifta Alvina 11 Februari, 2019
  27. Ria Rochma 11 Februari, 2019
  28. Diah Kusumastuti 11 Februari, 2019
  29. kanianingsih 11 Februari, 2019
  30. Lisdha 11 Februari, 2019
  31. Elisabeth Murni 11 Februari, 2019
  32. Yessi Greena 11 Februari, 2019
  33. Arsen story 11 Februari, 2019
  34. Evi Indrawanto 11 Februari, 2019
  35. Erin Friyana 11 Februari, 2019
  36. Lina Sophy 11 Februari, 2019
  37. Dedew 11 Februari, 2019
  38. Dian Restu Agustina 11 Februari, 2019
  39. lendyagasshi 11 Februari, 2019
  40. Yurmawita 11 Februari, 2019
  41. Diar Ronayu 11 Februari, 2019
  42. Larasati Neisia 12 Februari, 2019
  43. Nurul Fitri Fatkhani 12 Februari, 2019
  44. Ida Raihan 12 Februari, 2019
  45. herva yulyanti 13 Februari, 2019

Tinggalkan Balasan ke Yessi Greena Batalkan balasan

Instagram

error: Content is protected !!