Blogger Reporter Events Food Health Product Review So Good

Penuhi Kebutuhan Gizi Keluarga, So Good Hadirkan Produk Protein Hewani Berkualitas

Siapa yang yang selalu menyimpan persediaan So Good di rumah? Eh, tahu So Good yang saya maksud kan? Itu tuh produk protein hewani yang siap olah/ siap masak yang suka dijual di minimarket atau supermarket? Kalau saya sih selalu nyetok produk So Good ini di freezer. Soalnya So Good merupakan andalan saya untuk memenuhi kebutuhan produk protein hewani untuk keluarga saya.

Lho, So Good kan makanan kemasan? Apa enggak khawatir berpengawet? Apalagi dikonsumsi oleh anak-anak?” Mungkin masih ada yang berpikir demikian? Emang sih, zaman sekarang, kita suka mendengar/ membaca informasi aneh-aneh mengenai produk makanan kemasan. Sudah sepatutnya kita aware. Enggak salah kok. Namun, for your information ya teman-teman, So Good tidak mengandung pengawet. Itulah sebabnya saya enggak ragu memasak So Good dan mengkonsumsinya bareng keluarga saya di rumah.

Saya sering menyediakan lauk So Good di rumah untuk keluarga. Foto oleh: Bubu Dita.

Pertanyaan selanjutnya barangkali, “Kalau enggak berpengawet, kok produk So Good bisa keliatan tetap segar dan tahan lama?” Sepengetahuan saya, So Good bisa tetap segar dan tahan lama karena beberapa alasan berikut:

  • Seluruh produk So Good dibuat dari daging pilihan, tanpa suntik, tanpa hormon, bebas formalin, dan tanpa bahan pengawet.
  • Produk So Good seperti nugget dan sejenisnya telah melalui proses pemasakan dengan suhu 170 derajat Celcius selama tidak kurang dari tiga menit, kemudian langsung dibekukan secara cepat dengan menggunakan teknologi Individual Quick Frozen (IQF) untuk menjamin kesegaran, kelezatan, serta nutrisinya.

Sekarang, teman-teman sudah punya gambaran jelas bukan mengenai keamanan dan kualitas produk So Good ini? InsyaAllah So Good aman dikonsumsi karena enggak mengandung pengawet. Bahan baku produk So Good juga pilihan, yakni dari daging berkualitas semua.

Saya mengetahui informasi tersebut setelah mengikuti blogger gathering yang dihelat So Good dan Blogger Perempuan pada tanggal 27 Februari 2018 kemarin. Dalam acara blogger gathering yang diselenggarakan di The Hook Resto and Cafe tersebut, So Good memperkenalkan (melaunching) logo dan kemasan barunya. Selain launching logo, kemasan, dan slogan baru So Good, juga ada sesi talkshow mengenai pentingnya mengkonsumsi protein hewani untuk memenuhi gizi keluarga.

Acara talkshow tentang gizi seimbang. Kiri ke kanan: MC, Bpk. Soegiono, Bpk. Andi Prasetyo, Maria Harfanti, Prof. Hardinsyah.

Berperan sebagai narasumber dalam talkshow tersebut antara lain:

  • Head of Marketing & New Business Development PT So Good Food Bpk. Soegiono.
  • Head of Japfa Foundation Bpk. Andi Prasetyo.
  • Duta Gizi Japfa Foundation Maria Harfanti.
  • Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia Prof. Hardinsyah MS PhD.

Logo, kemasan, dan slogan baru produk protein hewani So Good

Talkshow dibuka oleh Head of Marketing & New Business Development PT So Good Food Bpk. Soegiono yang menjelaskan mengapa So Good melaunching logo dan kemasan baru. Bpk. Soegiono juga menjelaskan makna dari tampilan logo So Good yang baru.

So Good selalu ingin memberikan yang terbaik khususnya dalam memberikan solusi protein hewani berkualitas untuk membangun dan memenuhi gizi bangsa. Dalam perjalanan kami selama berdiri dari tahun 1999, kami selalu didukung oleh pihak-pihak yang mempunyai visi yang sama dengan kami yaitu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga Indonesia. Tahun ini kami meluncurkan kemasn dan logo baru dengan desain yang lebih fresh yang kami persembahkan untuk para pelanggan setia yaitu keluarga Indonesia, juga para ahli yang selalu menginspirasi kami untuk terus memproduksi produk-produk mengandung protein berkualitas, praktis dan lezat,” jelas Bpk. Soegiono.

Kalau teman-teman masih ingat, tampilan logo lama So Good berbentuk kotak dengan sentuhan biru tua dan hijau. Nah, kalau logo baru So Good, logo yang lama itu dipertajam dengan diberikan lingkaran berwarna emas. Kemudian di antara lingkaran emas dan logo kotak So Good terdapat background warna hijau yang diberi simbol-simbol: protein hewani (simbol ayam, daging, ikan, udang dll), simbol ahli (topi chef, alat masak), dan simbol senyum serta jempol.

So Good kini punya kemasan, logo, dan slogan baru.

Mau tahu enggak makna logo So Good yang terbaru? Makna logo baru So Good, adalah sebagai berikut:

  • Lingkaran berwarna emas: Melambangkan trust. Makna keseluruhan adalah So Good ingin selalu menjaga kualitas dan terpercaya.
  • Background warna hijau: Fresh dan natural. Maksudnya So Good ingin selalu memberikan pembaharuan yang segar dan dinamis untuk setiap inovasi yang So Good ciptakan.
  • Simbol sumber protein hewani: Melambangkan protein hewani yang sangat dibutuhkan tubuh untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang sehari-hari.
  • Simbol ahli: Memiliki makna bahwa So Good adalah ahlinya dalam memberikan pengalaman gizi kuliner protein hewani yang seimbang.
  • Simbol senyum dan jempol: Melambangkan rasa puas, senang, dan bahagia yang diharapkan datang dari pelanggan So Good.

Oh ya, selain kemasan dan logo baru, So Good juga mempopulerkan slogan baru, lho. Kalau dulu slogan So Good adalah “So Good is Very Good”, sering denger kan kalau di iklan-iklan TV? Kalau sekarang slogannya berubah menjadi “Lebih Baik So Good”. Slogan So Good terbaru memakai Bahasa Indonesia untuk menunjukkan bahwa So Good memang hadir untuk memenuhi kebutuhan protein hewani yang dibutuhkan oleh para keluarga Indonesia.

So Good lakukan kegiatan edukasi gizi seimbang khususnya kebutuhan protein hewani

Komitmen So Good dalam memenuhi kebutuhan protein hewani untuk keluarga Indonesia enggak cuma dalam bentuk logo, kemasan, maupun slogan baru. Selama ini, So Good juga kerap melakukan program edukasi dan sosialisasi tentang himbauan hidup sehat dengan gizi seimbang yang berkualitas untuk keluarga Indonesia. Dalam melakukan program-program tersebut, So Good menggandeng pihak-pihak yang memiliki visi dan misi yang sama.

Salah satu pihak yang sering bekerjasama dengan So Good dalam program edukasi dan sosialisasi hidup sehat adalah Japfa Foundation. your information, Japfa Foundation yang berdiri sejak tahun 2015 ini merupakan coorporate foundation PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. dan entitas terkait. Japfa Foundation berfokus pada mengangkat isu tentang pentingnya nutrisi bangsa. Japfa Foundation yang memiliki visi “Memaksimalkan potensi generasi muda melalui pengembangan pendidikan” ini juga sering menjalankan program-program peningkatan gizi dan kesehatan dasar.

Fokus kami adalah untuk mengangkat pentingnya nutrisi bangsa dengan menjalankan program-program peningkatan gizi dan kesehatan dasar. Kami percaya bahwa kedua faktor ini adalah landasan penting untuk memberi kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk tumbuh sebagai anak yang memiliki tubuh juga pikiran sehat yang siap untuk berkembang dengan potensi terbaik mereka,” kata Head of Japfa Foundation Bpk. Andi Prasetyo.

Selain itu, Japfa Foundation juga sering melakukan kegiatan advokasi melalui media sosial dan inovasi lainnya supaya masyarakat melek nutrisi. Japfa Foundation juga memiliki Duta Gizi yang memiliki tugas utama untuk mensosialisasikan dan menularkan gaya hidup sehat dengan gizi seimbang. Tugas Duta Gizi adalah mensosialisasikan gaya hidup sehat terutama perihal gizi seimbang untuk disampaikan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

So Good bekerjasama dengan Japfa Foundation melakukan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang.

Duta Gizi Japfa Foundation saat ini adalah Maria Harfanti yang telah bertugas sejak tahun 2016. Pada kesempatan itu, Maria Harfanti berbagi pengalamannya saat berkunjung ke Pagrik So Good Food di Cikupa, Banten. Maria Harfanti melihat sendiri proses pembuatan produk So Good, khususnya chincken nugget. Dimulai dari melihat peternakan hewan (ayam), kemudian melihat proses penyembelihan hewan (dilakukan secara Islami), sampai proses pengolahan dan pengemasan produk So Good. Enggak sekadar bercerita, Maria Harfanti juga memutar video kunjungannya saat itu.

Maria Harfanti menyatakan bahwa setelah melihat dengan mata kepala sendiri proses produksi So Good, dirinya makin mantap untuk terus mengkonsumsi produk So Good dalam memenuhi kebutuhan gizi seimbangnya sehari-hari. Kayaknya saya juga ikut makin mantep deh mengkonsumsi So Good, baik buat lauk pada menu makanan maupun buat cemilan 😀 .

Memenuhi kebutuhan protein hewani keluarga dengan So Good

Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia Prof. Hardinsyah MS PhD juga membagikan pengalamannya dengan produk So Good. “Saya sudah mencoba juga memeriksa kualitas produk pangan hewani dari PT So Good Food dan saya bisa pastikan bahwa produk-produk mereka telah memenuhi standar utama yaitu produk diolah dari daging segar, kemasannya baik dan utuh, disimpan pada suhu sesuai petunjuk atau informasi pada label, ada nomor MD atau ML atau PIRT dari lembaga berwenang, ada jaminan Halal dari MUI,” kata Prof. Hardinsyah. Prof. Hardinsyah juga mengatakan bahwa So Good bisa menjadi alternatif protein hewani untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang keluarga sehari-hari.

Konsumsi protein hewani sangat penting untuk kesehatan tubuh.

Prof. Hardinsyah kemudian menjelaskan mengenai betapa pentingnya mengkonsumsi protein hewani, yakni antara lain:

  • Membuat pertumbuhan sel-sel organ tubuh dengan baik/ memperbaiki sel tubuh yang rusak.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Membantu pertumbuhan.
  • Membentuk otak manusia dan sel darah merah.
  • Meningkatkan fungsi otak, sehingga bisa meningkatkan prestasi dan produktivitas.

Prof. Hardinsyah juga menjelaskan tentang estimasi kebutuhan asupan protein perhari yang ideal untuk keluarga Indonesia yang telah disosialisasikan oleh pemerintah selama ini, yakni:

  • Kebutuhan protein 1,0-1,5 g/ kg BB atau 35-72 g/ anak sekolah dan remaja/ hari.
  • Kebutuhan protein hewani 7-15 g/ hari atau 1-2 porsi (60-120 g)/ hari.
  • Protein untuk anak 1-18 tahun dianjurkan lebih tinggi dari yang dikonsumsi oleh orang dewasa.

Tak lupa Prof Hardinsyah juga membagikan tips memilih protein hewani segar dan kemasan (seperti produk So Good) sebagai berikut:

  • Daging Sapi: Tampak segar, warna merah tidak kebiruan, lunak, berserat halus, aroma natural sesuai jenis dagingnya (tidak berubah bau).
  • Daging Ayam: Tampak segar, warna cerah putih kemerahan, lembut kenyal, tidak banyak mengandung air, aroma natural daging ayam (tidak berubah bau).
  • Ikan: Tampak segar, kenyal, bila ditekan dengan ujung jari tidak membentuk cekungan, insang merah segar, aroma natural sesuai jenis ikan (tidak berubah bau).
  • Pangan hewani kemasan komersial: Kemasan baik dan utuh, disimpan pada suhu sesuai petunjuk/ informasi ada label, ada nomor MD atau ML atau PIRT dari lembaga berwenang, bisa juga ada jaminan halal dari MUI, tidak kadaluarsa.

Khusus untuk produk So Good, saran dari Bpk. Soegiono mengatakan bahwa store yang menjual So Good selalu diberi fasilitas lemari pendingin. Jadi, kalau teman-teman menemukan produk So Good enggak ditaruh di lemari pendingin, teman-teman bisa melaporkannya ke customer service So Good ya? Begitu pula kalau teman-teman abis beli So Good di store/ supermarket, kalau udah sampai rumah, sebaiknya segera simpan So Good ke dalam lemari pendingin/ freezer ya.

Itulah teman-teman rangkuman saya mengenai isi talkshow di acara blogger gathering sekaligus launching logo, kemasan, dan slogan baru So Good kemarin. Semoga informasi mengenai produk So Good, juga informasi mengenai pentingnya protein hewani untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang keluarga yang saya rangkum ini bermanfaat ya teman-teman 🙂 .

April Hamsa

35 Comments

  1. Lina W. Sasmita 5 Maret, 2018
  2. Dian Safitri 5 Maret, 2018
  3. Wian 5 Maret, 2018
  4. mpo ratne 5 Maret, 2018
  5. miss dapur 5 Maret, 2018
  6. Apura 5 Maret, 2018
  7. Ade UFi 5 Maret, 2018
  8. Hanni Handayani 5 Maret, 2018
  9. Nurul dwi larasati 5 Maret, 2018
  10. mira utami 6 Maret, 2018
  11. Latifika Sumanti 6 Maret, 2018
  12. Latifika Sumanti 6 Maret, 2018
  13. Irni Irmayani 6 Maret, 2018
  14. Rach Alida Bahaweres 6 Maret, 2018
  15. Triani Retno A 6 Maret, 2018
  16. Noe 6 Maret, 2018
  17. Leyla 6 Maret, 2018
  18. Hani S. 6 Maret, 2018
  19. rizka edmanda 6 Maret, 2018
  20. Annisa 6 Maret, 2018
  21. DoniNurdians 6 Maret, 2018
  22. Nurul Sufitri 6 Maret, 2018
  23. Amelia Fafu 6 Maret, 2018
  24. Faridilla Ainun 6 Maret, 2018
  25. Tina sindi 6 Maret, 2018
  26. Nunu Halimi 6 Maret, 2018
  27. Elva Susanti 6 Maret, 2018
  28. Nova DW 7 Maret, 2018
  29. Anjar Sundari 10 Maret, 2018
  30. Adriana Dian 10 April, 2018
  31. Ida Tahmidah 10 April, 2018
  32. priyo harjiyono 10 April, 2018
  33. Ayu anggarini 10 April, 2018
  34. Annafi 10 April, 2018
  35. Septia 10 April, 2018

Tinggalkan Balasan ke Irni Irmayani Batalkan balasan

Instagram

error: Content is protected !!