Blogger Reporter Company Diabetes Events Health Health Tips Merck Sharp & Dohme MSD Tips & Opinion Tips Sehat Puasa

Tips Sehat Berpuasa untuk Penderita Diabetes

Hello, assalamuallaikum, teman-teman. Enggak terasa ya Bulan Puasa Ramadan, bulan yang dinanti semua Umat Muslim, sebentar lagi datang. Teman-teman sudah mempersiapkan apa saja nih untuk puasa nanti? Jangan lupa jaga kesehatan yaaa. Khususnya buat teman-teman yang menderita penyakit diabetes, semoga puasanya dimudahkan. BTW, ngobrolin tentang puasa bagi penderita diabetes, saya mau sharing nih mengenai tips sehat berpuasa untuk penderita diabetes. Tips sehat berpuasa untuk penderita diabetes ini saya dapatkan saat mengikuti talkshow kesehatan bertema “Kontrol Gula Darah, Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Tetap Nyaman Jalani Ibadah Puasa Tanpa Hipoglikemia” yang diselenggarakan oleh Merck Sharp & Dohme (MSD) di Double Tree by Hilton Jakarta pada tanggal 26 April lalu.

 Talkshow kesehatan bertema “Kontrol Gula Darah, Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Tetap Nyaman Jalani Ibadah Puasa Tanpa Hipoglikemia” yang diselenggarakan oleh MSD.

FYI, MSD adalah sebuah perusahaan farmasi global terkemuka yang memproduksi vaksin dan obat-obatan untuk berbagai penyakit paling menantang di dunia. Perusahaan ini telah berdiri lebih dari 100 tahun. Saat ini, MSD beroperasi di lebih dari 140 negara, salah satunya di Indonesia, untuk memberikan solusi kesehatan yang inovatif.

Kembali lagi ke acara talkshow yang menyinggung mengenai tips sehat berpuasa untuk penderita diabetes tadi, saat itu yang berperan sebagai narasumber adalah:

  • Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD (Prof. Ketut)
  • Medical Affairs Director MSD Indoneisa, dr. Suria Nataatmadja (dr. Suria)
  • Pasien dan penyintas Diabetes, Machrosin (Mas Osi).

Dr. Suria mengatakan bahwa MSD sangat berkomitmen mendukung kelancaran ibadah puasa para penderita diabetes. Salah satunya dengan mengadakan talkshow kesehatan semacam ini, sebagai edukasi bahwa penderita diabetes pun bisa berpuasa, namun juga tetap mengetahu risikonya dan cara mencegah risiko tersebut terjadi.

Dr. Suria Nataatmadja.

Pasien diabetes rawan terserang hipoglikemia selama puasa

Prof. Ketut mengawali materinya dengan mengatakan bahwa momok bagi penderita diabetes pada saat menjalankan puasa adalah hipoglikemia. Hipoglikemia adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar gula dalam darah berada di bawah normal, yaitu kurang dari 70 mg/ dL. Masalahnya, risiko hipoglikemia pada pasien diabetes, terutama Diabetes Melitus Tipe 2 (DTM2), meningkat 7,5 kali lipat sepanjang puasa Ramadan.

Selama Ramadan, terjadi peningkatan insiden hipoglikemia yang signifikan pada pasien DMT2. Hal ini dikarenakan pasien DMT2 mengalami kekurangan zat gula dari makanan yang dicerna dan diserap, sehingga kadar gula dalam tubuh menurun secara drastis,” jelas Prof. Ketut.

Lalu, apa saja sih tanda-tanda penderita diabetes terkena hipoglikemia? Berikut adalah tanda-tanda atau ciri-cirinya:

  • Muncul keringat dingin
  • Merasa cemas/ gelisah
  • Badan lemas
  • Kesulitan mengontrol emosi dan konsentrasi
  • Menjadi linglung/ kebingungan.

Tanda-tanda di atas terjadi kalau hipoglikemia yang dialami belum terlalu parah. Namun, pada tahap yang lebih berat dimana kadar glukosanya < 50 mg/dL, pasien diabetes dapat kehilangan kesadaran, mengalami kejang, koma, mengalami gangguan fungsi pembuluh darah sampai kontraksi detak jantung yang berujung pada kematian. Jadi, memang hipoglikemia ini sebaiknya jangan dianggap sepele ya teman-teman.

Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD.

Mas Osi, pasien dan penyintas diabetes juga menceritakan dirinya pernah mengalami hipoglikemia. Mas Osi mengamini bahwa kalau orang diabetes kena hipoglikemia maka gejalanya akan sangat bikin menderita, mulai dari keluar keringat dingin bisa sampai merasa mood swing parah.

Tiba-tiba merasa keringatan. Lalu merasa kok badan mulai lemes ya. Trus enggak fokus juga. Mengalami mood swing yang parah. Pokoknya senggol bacok. Trus kayak merasa kehausan juga,” cerita Mas Osi.

Mas Osi sebenarnya bukan penderita DTM2, melainkan DTM1, yakni suatu kondisi dimana organ tubuh (pankreas) enggak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. DTM1 ini bisa dikatakan semacam kelainan atau penyakit autoimun dan enggak akan bisa sembuh, namun masih bisa dikontrol untuk mencegahnya kambuh. Risiko terkena DTM1 akan meningkat apabila ada keluarga inti yang pernah terkena penyakit yang sama juga.

Kalau DTM2 biasanya lebih karena lifestyle yang kurang sehat, seperti:

  • Terlalu banyak makan, khususnya yang manis-manis, sehingga berat badannya jadi obesitas. Oh iya, mau tahu enggak dirimu termasuk obesitas apa enggak? Coba ambil meteran, lalu ukur lingkar pinggangmu. Menurut Prof. Ketut, lingkar pinggang ideal orang Asia itu adalah maksimal 80 cm untuk perempuan dan 90 cm untuk laki-laki. Maka, kalau lingkar pinggang teman-teman lebih dari itu, maka bisa dikatakan obesitas. Maka, kudu berhati-hati ya, karena risiko orang obesitas terkena DTM2 itu lebih tinggi.

Prof. Ketut saat memberi contoh cara mengukur lingkar pinggang.
  • Kurang gerak, kurang olahraga.
  • Bisa juga karena keturunan, walaupun lifestyle yang enggak sehat berdampak lebih signifikan.

Lifestyle yang kurang sehat tersebut mengakibatkan kadar glukosa darah di atas normal, sehingga akibatnya tubuh kebal terhadap insulin/ enggak bisa menggunakan insulin, sehingga terjadi DTM2 tadi.

Oh iya, pada kesempatan itu, Prof. Ketut memberikan informasi mengenai klasifikasi risiko saar puasa Ramadan. Berikut adalah klasifikasinya mulai dari yang tinggi sampai yang rendah:

Klasifikasi risiko saat puasa Ramadan.

Dari tabel di atas, kita bisa mengetahui bahwa mereka yang masuk klasifikasi risiko ringan/ sedang boleh berpuasa. Sedangkan kalau sudah masuk risiko tinggi dan sangat tinggi enggak dianjurkan berpuasa.

Nah, itulah teman-teman, khususnya penderita diabetes, bahwa ada risiko hipoglikemia yang harus diperhatikan apabila teman-teman menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan ya. Meski demikian, kalau teman-teman ingin berpuasa ada tips yang perlu teman-teman perhatikan.

Cara untuk mencegah hipoglikemia

Sebelum menjalani puasa, penting bagi pasien DMT2 melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi manajemen puasa yang tepat dan meminimalisir risiko hipoglikemia,” begitu saran dari Prof. Ketut ketika ditanya apa yang perlu dilakukan penderita diabetes sebelum berpuasa.

Kemudian, Prof. Ketut juga memberikan beberapa tips sehat berpuasa untuk penderita diabetes. Namun, tips ini sebaiknya justru dilakukan sebelum berpuasa ya, sebagai upaya mempersiapkan tubuh penderita diabetes. Tipsnya antara lain sebagai berikut:

  • Lakukan pola diet seimbang.
  • Tetap aktif beraktivitas fisik.
  • Rutin memantau kadar gula secara berkala.
  • Melakukan perubahan pengobatan yang memicu pelepasan insulin secara berlebihan.

Sedangkan pada saat menjalankan puasa Ramadan, penderita diabetes dianjurkan:

  • Mengkonsumsi makanan yang melepaskan energi secara lambat, seperti biji-bijian, beras merah, produk susu rendah lemak, dan kacang-kacangan pada saat sahur dan buka puasa.
  • Menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi.
  • Lakukan olahraga ringan.
  • Serta, sekali lagi jangan lupa, lakukan kunjungan rutin ke dokter juga supaya bisa mendapatka rekomendasi manajemen diabetes selama bulan puasa.

Penderita dan penyintas DTM1 Mas Osi.

Tips dari Prof. Ketut diamini oleh Mas Osi. Menurut Mas Osi, cermat memilih makanan untuk sahur dan buka sangat penting. Selain itu, Mas Osi juga mengatakan pada saat puasa dirinya membatasi dosis obat.

Diabetes bukanlah penghalang, kita masih bisa aktif. Masih bisa puas, masih bisa punya karier, punya keluarga bahagia, juga anak keturunan yang sehat,” kata Mas Osi.

Lalu, bagaimana kalau pada saat berpuasa, penderita diabetes tiba-tiba terserang hipoglikemia? Prof. Ketut menganjurkan melakukan hal-hal berikut:

  • Bagi mereka yang masih dalam kondisi sadar dan bisa makan dan minum berikan/ konsumsi karbohidrat, seperti nasi, roti, air gula, jus, dsb.
  • Sedangkan, bagi mereka yang sadar tetapi tidak bisa minum atau tidak sadar segera dibawa ke dokter/ rumah sakit agar secepatnya bisa mendapatkan Dextrose 40% Intravena.

Nah, itulah teman-teman sharing informasi yang saya peroleh dari talkshow kesehatan pada saat itu. Semoga sharing ini bermanfaat, khususnya buat teman-teman yang memiliki penyakit diabetes. Semoga puasanya lancar yaaa… aamiin…

April Hamsa

20 Comments

  1. Fenni Bungsu 4 Mei, 2019
  2. Dwi 4 Mei, 2019
  3. Okti Li 4 Mei, 2019
  4. Tetty Hermawati 4 Mei, 2019
  5. Indri 5 Mei, 2019
  6. Nia K. Haryanto 6 Mei, 2019
    • Nia K. Haryanto 6 Mei, 2019
  7. Yoanna Fayza 6 Mei, 2019
  8. Inka Amalia 6 Mei, 2019
  9. Irena Faisal 6 Mei, 2019
  10. anggraeni septi 7 Mei, 2019
  11. Rach Alida Bahaweres 7 Mei, 2019
  12. Diah 8 Mei, 2019
  13. antung apriana 8 Mei, 2019
  14. Dwi Puspita 9 Mei, 2019
  15. Faradila Putri 9 Mei, 2019
  16. Andi Mirati Primasari 9 Mei, 2019
  17. Nurul Dwi Larasati 23 Mei, 2019

Leave a Reply

Instagram

error: Content is protected !!