“Bukan, kok, Bu. Bukan batereinya. Di sini kondisinya memang berkurang 17%, tetapi masih bagus. Problemnya di charger-nya saja,” kata Mbak-mbak CS di ASUS Customer Service di STC Senayan, ketika minggu lalu saya ke sana membawa Laptop ASUS Vivobook saya yang sudah berusia 3 tahun.

Laptop ASUS usia 3 tahun batereinya masih awet

Jadi, ceritanya, laptop saya tuh suka tiba-tiba mati, padahal indikator batereinya terlihat masih lumayan banyak. Lalu, ketika mencoba ngecharge, eh, nggak nyala juga. Weleh, bikin puyeng, aja, padahal kebutuhan memakai laptop cukup intensif di rumah. Kalau nggak saya yang makai buat bekerja, ya, anak-anak saya yang menggunakannya buat belajar online.

Kemudian, saya coba mencharge laptop itu lagi. Kali ini agak lama, sekitar 2 jam. Hasilnya, alhamdulillah, laptop nyala dan bisa digunakan kembali. Namun, hal itu tidak berlangsung lama, karena esoknya mati-mati lagi seperti sebelumnya.

Akhirnya, daripada mumet, saya bawa saja ke ASUS Service Center. Bener-bener khawatir kalau yang bermasalah batereinya, soalnya biayanya kan nggak murah juga kalau ganti baterei, heuheu.

Namun, alhamdulillah yaaa, masalahnya ada di chargeran. Batereinya hanya berkurang 17% setelah 3 tahun pemakaian. Masih normal, lha, penurunan segitu. Artinya, durabilitas baterai laptop saya tuh masih sangat baik dan awet.

Wah, nggak salah nih, kalau dulu memutuskan membeli Laptop ASUS di antara brand-brand laptop  lainnya yang dipajang di toko. Selama 3 tahun pemakaian, sejauh ini tidak ada masalah berarti, masih OK performanya.

Kalau charger-nya kemungkinan besar rusak karena kebiasaan langsung menggulung kabel setelah pemakaian. Ditambah lagi, kadang bocil-bocil di rumah nyabutnya suka ngasal. Saat mencabut chargeran yang dipegang adalah kabelnya, bukan adaptornya (head charger). Pernah ketahuan soalnya pas adaptornya kebuka dan hampir terbelah dua. Cuma waktu itu masih selamet. Hadeeeh, ada-ada aja.

Tapi, yaweslah, jadi pelajaran ke depan. Datang ke ASUS Service Center hari itu juga nggak sia-sia, karena jadi tahu kondisi terkini baterei laptop saya dan dapat tips bagaimana cara merawat charger.

BTW, ketika sedang nanya-nanya tentang laptop, saya sempat melihat di meja sebelah ada customer yang datang membawa Laptop ASUS Zenbook DUO yang layarnya ada dua itu, lho. Melihatnya, terbersit keinginan untuk punya laptop lagi, supaya nggak bergantian lagi dengan bocah-bocah di rumah. Rencananya tetap memilih Laptop ASUS, tetapi kali ini pengen punya seri Zenbook terutama tipe yang tipis dan berbobot ringan.

Laptop ASUS, unggul di durabilitas

Oh ya, nggak cuma menang di penampilan luar yang tipis dan ringan, Laptop ASUS  yang saya sebutkan di atas tuh juga unggul di durabilitas fisik, lho. Laptop-laptop tersebut sudah memenuhi standar militer AS (MIL-STD-810H), sehingga tetap andal untuk pemakaian jangka panjang.

Namun, tak berhenti sampai di situ, laptop-laptop tersebut juga memiliki ketahanan yang melampaui penggunaan biasa, bahkan pada penggunaan yang ekstrem. Misalnya, nih, kalau laptop tidak sengaja jatuh atau tersiram air atau terkena guncangan hebat saat mengemudi di jalan, laptop tersebut akan tetap dalam kondisi baik.

Keunggulan pada durabilitas fisik inilah salah satu faktor yang membuat ASUS memiliki reputasi baik di kalangan user laptop Indonesia. Khususnya, kalangan profesional dan juga pelajar/ mahasiswa.

Mengunjungi Kantor ASUS Indonesia

Ngobrolin ketangguhan Laptop ASUS, dua hari lalu (10/03/2026) saya berkesempatan mengunjungi Kantor ASUS Indonesia di The Kensington Office Tower, area Kelapa Gading, bersama beberapa rekan-rekan blogger. Di sana, kami bertemu dengan Country Marketing Manager ASUS Indonesia Mbak Davina Larissa, Head of Public Relation and Digital ASUS Indonesia Mas Brama Setyadi, dan Technical Public Relation ASUS Indonesia Mas Adrian Pradipta.

Dalam kesempatan itu, Mbak Davina Larissa mengatakan bahwa ASUS merupakan brand laptop nomor satu di Indonesia sejak 13 tahun terakhir. Hal ini tak lepas dari inovasi ASUS, juga pada kualitas dan ketahanan produknya.

Country Marketing Manager ASUS Indonesia Mbak Davina Larissa.

Mas Brama Setyadi kemudian menyambungnya dengan menjelaskan bagaimana produk ASUS bisa berkualitas bagus. Ehm, sebenarnya di atas tadi saya sudah menyinggung tentang standar militer itu, ya. Nah, dari Mas Brama Setyadi ini saya mendapatkan detailnya bahwa ternyata ada 26 Extreme Testing Procedure yang diberlakukan supaya mendapatkan produk dengan durabilitas yang unggul. Jadi, produk ASUS tidak cuma tahan banting, kesiram air, maupun goncangan, doank. Sesungguhnya tesnya jauh lebih ekstrem dari kondisi-kondisi itu.

Lalu, Mas Brama Setyadi juga menginformasikan bahwa ASUS Service Center di Indonesia jumlahnya cukup banyak, yakni 141 cabang, sehingga kalau ada keluhan mudah melakukan pengecekan. ASUS Service Center ini bahkan sudah ada di 113 negara, sehingga misalnya kalau kita sedang traveling ke luar negeri sambil membawa Laptop ASUS, lalu ada problem dengan laptop tersebut, kita juga bisa mencari ASUS Service Center yang ada di negara tersebut.

Head of Public Relation and Digital ASUS Indonesia Mas Brama Setyadi

Informasi lain yang tak kalah penting buat user Laptop ASUS dari Mas Brama Setyadi adalah mulai tahun 2026 ini ASUS melakukan upgrade service. Salah satunya adalah 3 Years International Accidental Damage Protection (ADP) yang artinya Laptop ASUS kita akan dilindungi garansi selama 3 tahun. Apabila ada kerusakan, maka ASUS akan menanggung biaya perbaikan dan penggantian komponen laptop kita. ADP ini mencakup perbaikan akibat kelalaian user (human error), seperti layar pecah karena jatuh, laptop kena cairan, dll.

Tahun ini, ASUS juga menawarkan longer protection di mana  laptop jenis premium, yakni ProArt, Zenbook,dan Vivobook S/ Flip, bisa mendapatkan fasilitas garansi berupa 3Y & 3Y Upgrades (3 Tahun Garansi Internasional + 3 Tahun ADP). Lalu, ada pula paket garansi standar 2Y & 2Y Upgrades (2 Tahun Garansi Internasional dan 2 Tahun ADP) untuk seri Vivobook klasik, ROG, dan TUF Gaming.

Hal tak kalah menarik, ASUS juga memiliki on-site service khusus untuk produk non-portable seperti Desktop PC ASUS dan AIO PC. Layanan ini memungkinkan teknisi untuk datang ke rumah atau kantor, sehingga tidak perlu repot-repot membawa computer ASUS ke ASUS Service Center. Oh ya, khusus untuk AIO PC mendapatkan 2 tahun on-site service dan 1 Tahun ADP.

ASUS mendeklarasikan diri sebagai no 1 dalam Quality Service.

Ada pula kebijakan 100% replacement untuk aksesoris perangkat ASUS. Misalnya, mouse atau keyboard teman-teman rusak, bisa minta ganti baru. Namun, replacement ini tidak berlaku buat tas bawaan dan adaptor.

Kemudian, ada juga layanan upgraded service untuk tipe Laptop ASUS premium seperti ROG, ProArt, dan Zenbook. Salah satunya berupa Laptop Spa ASUS, yakni layanan cleaning dan perawatan mendalam untuk menjaga kebersihan komponen eksternal maupun internal, supaya kinerja laptop tetap bagus. Layanan ini bisa didapatkan free selama masa garansi, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Technical Public Relation ASUS Indonesia Mas Adrian Pradipta.

Kembali ke tes-tes ekstrem yang diberlakukan untuk menguji durabilitas Laptop ASUS, Mas Adrian Pradipta menjelaskan mengenai 6 tes yang sudah dilakukan, antara lain:

  • Shock test

Tes ini menjamin perangkat bertahan secara fisik dan fungsional dari benturan saat digunakan. Biasanya kondisi semacam ini terjadi kalau user sedang melakukan perjalanan,  naik kendaraan, kemudian ada goncangan hebat, yang membuat komponen perangkat terlepas. Kondisi lain, misalnya kalau user tak sengaja menjatuhkan laptop. Nah, produk ASUS sudah teruji aman dari shock semacam itu.

  • High temperature test

Tes ini mengevaluasi dampak kondisi suhu panas ekstrem terhadap keamanan, integritas material, dan performa operasional perangkat. Tes ini juga menjamin material tidak melengkung, baterai tidak membengkak, dan layar tidak berubah warna ketika terpapar panas ekstrem. Contoh yang terjadi di realitas adalah ketika laptop ditinggal agak lama dalam bagasi mobil.

  • Low temperature test

Tes ini mengevaluasi perangkat pada suhu dingin ekstrem supaya tetap aman dan berfungsi optimal saat penyimpanan maupun pengoperasian. Menjamin laptop tidak retak dan layar tetap berfungsi.

  • Weight pressure test

Tes ini memvalidasi kekuatan structural sasis dalam menahan tekanan beban konstan, memastikan panel layar dan komponen internal tetap terlindungi dari tekanan eskternal yang berat.

  • Keyboard spill-resistant test

Tes ini menguji kemampuan dalam mengalirkan tumpahan cairan menjauh dari komponen vital. Juga, memberikan perlindungan ekstra terhadap insiden tumpahan air yang tidak disengaja.

  • Vibration test

Tes ini memverifikasi bahwa perangkat tetap berfungsi normal dan mampu menahan paparan getaran konstan yang ditemui selama siklus hidup produk. Fokusnya adalah  integritas structural long term, seperti mengecek apakah dengan getaran konstan tersebut bautnya ada yang kendur, kabel fleksibel layar akan terlepas, dll.

ASUS sudah membuktikan bahwa perangkatnya lolos semua uji coba/ tes tersebut.

Membuktikan sendiri ketangguhan Laptop ASUS

BTW, kalau cuma dari ucapan Mas Adrian Pradipta aja mungkin ada yang susah percaya ya dengan durabilitas perangkat ASUS yang lolos semua tes tersebut? Nah, hari itu, saya berkesempatan melihat bahkan mencoba sendiri keenam tesnya.

Vibration test.

Pertama, saya melihat vibration test, di mana Laptop ASUS diletakkan di alat vibration plate yang biasa digunakan untuk olahraga kaki itu. Pada tes ini, laptop digetarkan secara terus menerus, tetapi laptop tetap bergeming dan perfomanya tetap OK.

Tes kedua adalah weight pressure test. Pada tes ini ada Laptop ASUS yang tipis dengan bobot kurang dari 1 kg dalam kondisi menyala diberi beban sebesar 100 kg. Lalu, setelah beban tersebut disingkirkan, ternyata fisik laptop masih dalam kondisi tetap baik dan masih menyala.

Laptop tipis ditimpa beban berat.

Lalu, saya mencoba sendiri melakukan weight pressure ke Laptop ASUS, dengan cara menginjaknya dengan kedua kaki. Beban tubuh saya sekitar 50 kg, ditambah dengan dua buah barbel masing-masing 5 kg. Hasilnya, laptop tetap OK dan masih ON.

Menguji weight pressure.

Berikutnya, saya melihat low temperature test yang dilakukan untuk Laptop ASUS. Laptop tersebut diletakkan di atas balok-balok es batu yang memiliki suhu minus atau low. Saya juga mengeceknya sendiri pakai thermometer digital. Meski diletakkan di suhu minus, tetapi laptop masih menyala dan bekerja dengan baik. Suhu terendah yang sempat tercatat ketika melakukan uji ini kemarin adalah -38°C.

Membuktikan daya tahan di suhu rendah.

Setelah low temperature test, saya juga memastikan Laptop ASUS bekerja dengan baik di suhu panas ekstrem. Jadi, di sana ada kotak khusus seperti sauna, di mana laptop diletakkan di dalam kotak tersebut dan diberi panas ekstrem hingga mencapai 80°C. Terlihat bahwa laptop masih bagus performanya, layarnya masih menampilkan warna normal dan tidak ada komponen material yang berubah bentuk (melengkung).

Beat the heat!

Setelah menguji suhu dingin dan panas, saya melanjutkan dengan keyboard spill-resistent test. Pada uji cob aini saya  diberi kesempatan untuk menumpahkan air ke keyboard laptop. Hasilnya, tidak ada masalah yang berarti. Tombol-tombol di keyboard yang terkena cairan masih bisa digunakan dengan normal, setelah keyboard-nya dikeringkan menggunakan kain lap.

Coba menyiram laptop dengan air.

Tes selanjutnya yang tak kalah menarik adalah shock test. Di sini saya punya kesempatan menjatuhkan laptop dari ketinggian ke lantai. Hal yang tidak mungkin sengaja saya lakukan di kehidupan sehari-hari, kecuali kalau memang nggak sengaja nyenggol laptop di meja trus ngejatuhinnya. Haha, amit-amit, jangan ya.

Namun, kalau laptop-nya produk ASUS sih, insyaAllah masih bisa bernafas lega, karena saya membuktikan sendiri, setelah saya jatuhkan, laptop-nya tidak rusak. Body-nya masih OK dan layarnya masih menyala normal. Hal begini tentu saja meminimalisir kekhawatiran kita kalau nggak sengaja ngejatuhin laptop ya.

Tes menjatuhkan laptop.

Nah, kalau sudah mencoba semua tes itu sendiri baru deh percaya sama pernyataan Mas Adrian Pradipta, xixixi . Saya berharap teman-teman pembaca blogpost ini juga ikut percaya ya, haha 😀 .

Oh ya, masih di tempat yang sama untuk menguji ketangguhan laptop, ada juga booth demo Laptop Spa ASUS. Di  sini, bisa konsultansi langsung mengenai kendala laptop yang dialami atau menanyakan syarat serta ketentuan kalau mau spa laptop.

Spa laptop.

Kemudian, sedikit mengulik mengenai performa Laptop ASUS ya. Dari segi performa, secara umum Laptop ASUS juga bisa diandalkan, karena beberapa tipe laptop telah memiliki layar OLED yang membuat tampilan jernih, sistem pendingin yang bisa membuat laptop bisa digunakan berlama-lama, daya tahan baterai yang terkenal awet, memakai prosesor yang efisien untuk pekerjaan berat, bahkan memiliki fitur-fitur canggih, salah satunya seperti Teknologi AI yang dibenamkan ke produknya.

Bulan Maret 2026, waktu paling tepat beli Laptop ASUS baru

Semenjak menguji sendiri ketahanan Laptop ASUS pada hari itu, keinginan saya untuk punya laptop baru makin menggebu. Apalagi, menjelang lebaran gini, biasanya ada saja tambahan rezeki seperti bonus atau THR yang artinya memang anggarannya ada kalau mau membeli laptop baru. Afirmasi positif duluuuu 😀 .

Ditambah lagi, ada kabar dari Mbak Davina Larissa yang mengatakan bahwa Maret 2026 ini adalah waktu yang tepat buat membeli laptop sebagai investasi aset produktivitas digital, karena seluruh produk ASUS akan mengalami penyesuaian harga (price adjustment) efektif mulai April 2026. Hal ini dilakukan karena dinamika politik dan ekonomi global yang lumayan sedang carut marut saat ini, sehingga memaksa penyesuaian harga. Begitu, sih, infonya, teman-teman.

Waduh, gimana makin nggak galau ya denger kabar seperti itu? Hahaha 😛 .

Laptop ASUS cocok menjadi investasi aset produktivitas digital.

Teman-teman ada yang berencana ganti laptop juga di tahun ini? Saran saya sih, mending segera membelinya di Bulan Maret ini sebelum harga laptop yang diincar naik bulan depan.

Daaan, kalau boleh merekomendasikan, sih, beli Laptop ASUS saja, karena seperti yang saya tuliskan tadi, produk ASUS memiliki beberapa keunggulan seperti durabilitas standar militer, kantor service center-nya banyak, punya proteksi purna jual 100% biaya jasa service, juga punya performa andal plus Teknologi AI terdepan.

Buat yang tertarik membeli Laptop ASUS tahun ini silakan cek langsung produk-produknya di ASUS Official Online Store ya. Semoga benar-benar ada rezekinya dan berjodoh dengan Laptop ASUS-nya ya 😀 .

April Hamsa

Categorized in: