Kalau makan malam sekitar pukul 21.30 tuh udah kemalaman nggak, sih? Xixixi. Soalnya, di rumah, kami makan malam tuh maksimal banget sebelum waktu Isya. Malah, saya dan suami udah jarang makan lagi di atas pukul 18.00 saat hari-hari biasa. Biar ndak ndundut pemirsaahh hahaha. Yeah, beberapa waktu lalu, ketika maen-maen ke Bintaro XChange Mall 2 kami terpaksa deh makan malam kemalaman. Kali ini, kami memilih makan di Yakitate Kalbi Yakiniku-Don. Panjang beut yeee nama resto-nya wkwk 😀 .
Sebenarnya, kami tuh tidak ada rencana sama sekali masuk ke resto ini. Jadi, ceritanya, buat yang sering baca blog saya, ehem, masih inget nggak waktu saya dan keluarga makan malam di Leko The Breeze BSD beberapa waktu lalu? Waktu itu kan saya juga tidak berencana makan di sana, karena sebenarnya kepengen nukerin voucher buat makan Subway. Nah, akhirnya, sekitar 2-3 minggu kemudian keturutanlah nukerin voucher-nya. Namun, saya tidak ke The Breeze, melainkan ke Bintaro XChange Mall 2.
FYI, saya paling suka ngemall ke Bintaro XChange Mall ini, karena kalau dari rumah saya tinggal modal naik KRL doank bayar Rp3000 udah nyampek tujuan, karena mall ini terintegrasi dengan Stasiun KRL Jurangmangu. Sampai stasiunnya, nanti bisa langsung jalan aja melalui terowongan bawah tanah menuju mall ini.

Makan malam kemalaman di Yakitate Kalbi Yakiniku-Don.
Waktu itu, kami berangkatnya siang ke sore, sehingga makan Subway-nya sore. Lalu, lanjut ngopi di food court-nya Bintaro XChange Mall ini sampai Maghrib keknya. Setelah Maghrib, kami keasyikan keliling mall, karena kebetulan waktu itu ada barang yang dibeli, sehingga kami jalan-jalan (baca: membandingkan harga 😛 ) dari satu store ke store lain hihihi.
Eh, lha kok ndak berasa udah jam 20.00 lebih. Nggak kerasa laper mungkin efek makan sandwich dan ngopi yang kesorean tadi kali ya? 😛
Akhirnya, setelah barang yang diincar sudah terbeli, kami pun memutuskan makan malam. Kami putuskan makan malam di food court. Ternyataaa, food court full, huhu. Di sini emang banyak tenant-tenant-nya, tempatnya juga lumayan nyaman. Ada sih pilihan di balkon area outdoor, tapi malesin ah kalau ketemu perokok.
Waktu itu kami ngemall-nya, kalau tidak keliru, malam Senin alias Hari Minggu malam, yang besoknya ada cuti bersama sebelum Imlek itu. Yaaa, pantes dah mall masih hidup.
Akhirnya, kami balik lagi ke area pertokoan mall, niat kepengen makan Hokben aja. Namun, dasar belum rezekinya makan di Hokben, resto ini juga masih ramai, padahal waktu udah makin mendekati pukul 20.30.

Yakitate Kalbi Yakiniku-Don di Bintaro XChange 2.
Saat melirik Hokben, saya perhatikan juga ada beberapa restoran di sebelah-sebelahnya yang cenderung lebih sepi. Nah, salah satunya, saya menemukan Yakitate Kalbi Yakiniku-Don.
Jujurly, saya tidak tahu ini resto lokal dengan nama jejepangan ataukah resto Jepang asli, karena namanya se-Jepang itu hihihi. Kami pun memutuskan masuk ke resto ini. BTW, saya tidak ragu masuk ke restoran ini, karena di depannya banget udah ada logo HALAL yang terpampang nyata 😀 .
BTW, FYI, Yakitate Kalbi Yakiniku-Don ini secara harfiah dalam Bahasa Indonesia memiliki arti sebagai berikut:
- Yakitate: Baru matang setelah dipanggang.
- Kalbi: Daging iga sapi (penonton drakor pasti tahu kalau ini dari Bahasa Korea yang artinya “daging iga sapi”).
- Yakiniku: Daging panggang ala Jepang.
- Don: Singkatan dari “donburi” yang berarti “nasi dalam mangkuk dengan lauk di atasnya”. Sebut saja rice bowl gitu, kali, ya?

Suasana di dalam resto Yakitate Kalbi Yakiniku-Don.
Sesuai namanya, konsep resto Yakitate Kalbi Yakiniku-Don adalah menyajikan makanan (nasi) di dalam mangkuk dengan lauk dan sayuran di atas nasinya.
Ketika kami masuk ke resto-nya sudah ada beberapa pengunjung di beberapa meja. Meski demikian, masih ada beberapa meja yang kosong.
Mas-mas pelayannya dengan gercep menyambut kehadiran kami, kemudian menyodorkan buku menu. Jadi, konsepnya memesan di counter, lalu lanjur membayar, selanjutnya makanan akan diantar ke meja kita.
Sayangnya, waktu itu saya udah kepengen banget makan, sehingga tidak sempat menamatkan buku menunya. Tetapi, sepertinya, secara umum menu yang mereka sediakan adalah kalbi-don dan ramen. Ada beberapa pilihan pedas dan tidak pedas.
Saya bertanya ke anak-anak mau makan nasi atau ramen. Anak-anak akhirnya sama-sama memesan menu namanya tori paitan ramen. Padahal, udah diarahin sama emaknya supaya mencoba makanan yang berbeda (biar banyak yang bisa direview gitu wkwk 😛 ) tetapi anak-anak keukeuh pesanannya sama.
Eh, lha, kok, bapake melu-melu. Saya memesan kalbi-don, bapaknya juga idem. Hyaahh, jadi hanya dua jenis makanan saja yang bisa saya ceritakan, deh 😛 .

Ocha yang bisa refill.
Untuk minumnya kami memesan green tea (ocha) aja. Alasannya, ini tuh free refill, pemirsaahh, hehe 😛 .
Setelah memesan makanan, kami dipersilakan memilih meja. Kami memilih di meja bagian tengah yang memang pas buat berempat.
Oh ya, sebelum duduk, kami mengambil ocha dulu. Mereka menyediakan dispenser ocha ini di tengah-tengah area resto. Jadi, setelah membayar kami diberi gelas kosong untuk mengambil minuman sendiri, gitu.
Sampai di meja, ternyata sudah tersedia beberapa macam persausan. Ada mayonaise, agemono sauce, yakiniku sauce, bubuk cabe, serta saus sambal dari tomat yang seperti di warung mie ayam itu, lho. Kebetulan tadi makanan yang kami pesan tidak pedas semua, sehingga saya merasa lega ada persausan tersebut di meja. Buat nambah rasa-rasa, karena saya mencari rasa yang ada pedes-pedesnya.

Aneka saus di meja.
BTW, buat yang belum tahu “agemono sauce”, saus ini tuh merupakan saus yang umum digunakan untuk makan gorengan ala Jepang. FYI, “agemono” artinya “makanan yang digoreng”.
Tak lama kemudian makanan pesanan kami pun datang. Pertama yang diantarkan adalah kalbi-don milik saya dan suami. Baru kemudian pesanan anak-anak, tori paitan ramen.
Kalbi don ini terdiri dari nasi putih pulen hangat dengan topping berupa daging sapi yang diiris tipis dan memiliki tekstur juicy. Rasanya perpaduan antara manis dan gurih, karena sepertinya diberi saus yakiniku. Kemudian ada pula sayuran yakni tauge dan sawi hijau yang masih krenyes-krenyes, serta taburan wijen.

Kalbi don yang tidak pedas.
Jujur, karena masakan kalbi don ini tidak pedas, saya kurang menikmatinya. Untungnya ada persausasn yang sebelumnya saya sebutkan di atas, sehingga saya campur saja dengan saus sambalnya, supaya menambah cita rasanya.
Sebenarnya, ada sih menu pedas kalbi don juga, kalau saya lihat di buku menunya. Namun, waktu itu karena sudah terlalu malam, saya khawatir sama perut, secara baru pertama kali makan di Yakitate Kalbi Yakiniku-Don, belum tahu tingkat kepedasannya kayak gimana. Mungkin, next, kalau ke sana lagi mau nyobain menu yang pedas.
Untuk tori paitan ramennya, sesuai namanya, “tori” berarti “ayam” dan “paitan” artinya “sup putih”, maka ini tuh ramen yang berkuah putih/ keruh. Kuah ini berasal dari rebusan bagian tubuh ayam seperti tulang, sayap, hingga ceker, sehingga menghasilkan kaldu kaya akan kolagen. Rasa kaldu ini gurih, tetapi halus, karena tidak terlalu berlemak.

Ramen dengan kuah keruh.
Tori paitan ramen ini disajikan dengan irisan daging ayam, telur rebus, nori, serta daun bawang. Semuanya berpadu dengan baik di mulut.
Itulah teman-teman kalbi don dan tori paitan ramen yang kami makan di Yakitate Kalbi Yakiniku-Don hari itu. Untuk semua makanan dan minuman yang kami nikmati hari itu, kami merogoh kocek sebesar Rp222.000,- tambah pajak Rp22.200,-. Lumayan sih untuk ukuran makan di mall buat empat orang. Apalagi bisa refill minuman hehe.
Ternyata porsinya banyak 😀 .
Secara umum, makanannya cukup enak, porsinya pun lumayan besar. Padahal, awalnya kami mengira porsinya dikit, lho, khususnya menu rice bowl-nya, eh, nggak tahunya nasinya padat di dalam mangkuk hehe.
Restorannya juga cukup nyaman, walaupun didominasi warna merah tetapi nggak bikin mata sepet, karena mungkin juga karena pencahayaan lampunya yang warm. Selain meja buat berempat, di resto ini juga tersedia meja buat makan rame-rame. Kali ada yang minat berpuka puasa di sini hehe.

Pilih nasi atau ramen?
Ada yang pernah ke Yakitate Kalbi Yakiniku-Don juga, nggak? Kayaknya selain di Bintaro XChange 2, Yakitate Kalbi Yakiniku-Don juga ada di Summarecon Mall Serpong (SMS), Gandaria City (Gancit), hmmm, di mana lagi ya? Ada yang tahu dan pernah makan di resto ini juga? Share pengalamanmu di kolom komentar, ya! 😀
April Hamsa


Ternyata sudah malam masih banyak juga yang hunting makan malam ya. Mbak April setahu saya resto kebanyakan emmilih warna cerah seperti merah atau jingga karena dapat meningkatkan nafsu makan, katanya lho ya. Makanya kalau diperhatikan beberapa franchise memilih warna tersebut sebagai warna dominan di resto maupun di perlengkapon makanan.
Jujurly aku belum pernah makan di yakitate kalbi yakiniku, sepertinya sudah ada ini di Surabaya. Saya jarang melirik resto Jepang soalnya, paling yang sering dituju ya Hokben
Ooo begitu, baru tahuuu hehe 😀
Auto ikutan kenyang, ngeliat foto porsinya yang banyak.
Manalagi makannya sdh lewat batas maksimal ya.
Cuma kalau sesekali, nggak apa-apa juga. Soalnya, saya dan suami sekarang juga sudah mulai rutin, makan malam maksimal sebelum jam 6 sore
Aku tuh kalau makan di resto Jepang enggak biasa nyoba macem-macem sausnya karena khawatir asing. Ternyata yang ini ramah di kantong ya
Aku dan keluarga termasuk tim penggemar sajian Jepang. Apalagi yang sudah punya sertifikasi halal seperti Yakitate Kalbi Yakiniku-don ini. Kuahnya yang ngaldu, tambahan condimentnya yang kaya rasa, dan mie nya yang unik, bikin jajan di resto Jepang tuh selalu ngangenin. Kaldu kuah putih bak susu di Paitan Ramen nya itu nyenengin banget kalo diseruput ya Pril. Apalagi kalau masih dalam kondisi hangat. Duh mendadak ngiler akutu. Satu lagi yang bikin betah jajan di resto Jepang itu adalah free refil Ocha nya ya. Baik yang hangat maupun yang dingin. Bikin nagih.
Makan ber-4 dengan harga segitu sih menurutku murah Pril. Apalagi segitu sudah termasuk pajak dengan kuantitas yang banyak. Sekarang-sekarang kan jajan di mall rata-rata memang pricey. Yah karena mungkin harus menanggung biaya operasional yang tinggi.
BTW, aku jadi ngeh juga. Kenapa ya resto Jepang seringnya berwarna merah gonjreng dengan gambar-gambar yang garis-garisnya seru gitu? Dah memang DNA nya kali ya hahahaha
Iya bener, makanan Jepang itu khas banget dan restonya dibuat warna merah biar eye catching nggak sih? Memancing orang notice hehhee tebak-tebakan banget.
Tetapi emang nih, logo halal dan sertifikasi halal di resto krusial banget. Aku pun kalau beli makanan cari yang beneran ber-logo halal biar tenang serta nyaman makanannya apalagi buat makanan Jepang, Korea, sejenisnya emang agak tricky juga.
Porsinya gede, menantang banget sih apalagi kalau ramen, wuah bakalan cepet kenyang dan yup bener kuahnya itu aduhai memanjakan lidah sekali.
Pagi-pagi baca ini, jadi kebayang enaknya makan ramen hangat apalagi mall nya emang nyaman buat di explore juga. Bahkan dari rumah mbak April Deket banget euy, enakeun lah.
senengnyaaaa….jalan-jalan ber-4, kompak bangettt
Baca tulisan Mbak April, saya jadi pingin tori paitan ramen, terakhir nyobain di jatinangor rasanya seperti ramen-ramenan 😀
yang dipesen anak-anak itu kaya enak banget……otw cari resto yakitate kalbi yakiniku don (panjang banget :D) di Bandung
Ini sih bikin perut berontak. menarik banget pasti iga sapi dimasak Jejepangan. Apalagi sausnya yg kayaknya menarik banget.
Hehehe. Sebagai keluarga yang lebaran tahun ini di Jabodetabek, relate banget, kondisi mall mulai sepi tapi restoran masih ramai. Apalagi jam makan malam mepet tutup. Asyik juga ke Yakiniku-Don ini mbak.
Setelah Aku cek, aku belum pernah mencoba makanan di resto Jepang tersebut mbak. Namanya sangat panjang sekali dan memang ada artinya.
Menarik, memang rata-rata ocha di restoran Jepang selalu free refil. Makanya aku selalu pesan Ocha buat minuman hehehe.
Nah, iya, porsi makannya gede-gede banget. Aku biasa maksimal makan malam itu jam 7 an, kalau ramadan. Kalau bulan biasa kadang jam 8 malam sepulang kerja. Tetapi jarang dan nggak dibiasakan. Sesekali mah gapapa yak hehehe.
Tempatnya nyaman, bener kata yang mbak April tuliskan. Makan berempat dengan budget segitu, masih sangat worth it.
Huaaah kok aku dejavu dengan brand satunya ya
Mirip
Mungkin karena memang sama sama makanan Jepang
Dari namanya yang panjang jadi tahu bagaimana filosofi orang Jepang kalau memaknai sebuah hal, khususnya dalam urusan dagang dan makanan
Aku juga biasanya selalu minta anak dan suami pesan yg beda, biar bisa saling Coba. Tp anak2 susah memang, kdg ga mau dipaksa hahahaha.
Tp kalau suami pesen yg sama kayak aku, biasanya sih, aku yg ganti menuku mba ????. Jadi tetep beda.
Naah kalau ga pedes, aku juga kurang enjoy. Jadi biasanya aku tambahin cabe bubuk yg pedas, biar adalah pedes2nya dikit ????. Lidah kita inikan, susah yaaa kalau dah terbiasa pedas ????.
Tertarik loh aku liat ramen paitannya . Biasanya kuah putih begitu gurih bangetttt ❤️❤️. Aku suka
Sama nih mbak. Aku juga seringnya pesan beda-beda. Kebetulan suami juga berprinsip sama. Jadi kalau anak sudah piliha A, saya pilih B, suami pilih C. Apalagi suami suka pedas, saya enggak, jadi kebanyakan seleranya beda hehehe…
whaaa aku pernah diajakin adekku ke mall Bintarp Xchange ini…tapi seingatku waktu itu kami masih puasa , jadi yhaaaa ngga beli makanann dah… atau mungkin beli tapi buat takeway doang. Lali.
yg jelas mall nya apik ancen.
dan mayan dekat dgn Pamulang, rumah adekku …eh ternyata integrated dgn st jurang mangu ya.Mantab nian
Ini mah masuknya ke list comfort food kalo buatku mbak, hihihi. Soalnya yang namanya restoran jepanggg, itu hampir ga pernah ada yang gagal. Apalagi kalo pesennya tori paitan, beuhhh.. kuahnya yang creamy dan gurih, itu bikin kita jadi pengen nyeruput sampe mangkoknya kosong, hihihi.
Liat jenis daging yang dipake, kurang lebih sama dengan aku suka supply ke restoran jepang si itu mbak. Daging yang diiris tipis, agak sedikit berlemak dan rasanya luaarrrr biasa enak sekali, ihihi.
Tar ah, kapan tau mungkin kesampean ngebolang ke Bintaro Xchange. Terakhir kesana aku naik MRT doang, dan maennya pun gak terlalu lama.
Nasi ditanak dan dilaburi mentega
Nampak padat, mertua pun nyerocos
Paling enak makan tuh sekeluarga
Kumpul hangat walau sedikit boncos
Sepertinya anak-anakmu setype dengan aku deh, kalau udah suka dengan sesuatu tidak mau mencoba yang lain, apalagi soal makan. Bisa banget tuh aku berulang ke tempat yang sama tapi yang di pesan itu lagi itu lagi ha ha ha.
Kadang suka di omelin sama teman, coba yang ini, itu enak tau… gitu katanya ha ha ha. Daaan sepertinya aku belum pernah nyoba yakitate kalbi ini. Mau aah lain kali nyoba. Mungkin tidak ke Bintaro yak. Walau aku juga suka dengan mall itu tetapi tempat tinggalku sekarang agak ribet kalau kesana he he he.
Iyayaah…?
Aku juga ternyata tipenya kayak ka Nik deeh.. hahaha.. ikut ikutaan..
Aku juga bukan tipe orang yang exploring gituu.. seneng yang monoton karena udah tauu rasanyaa..
Tapi sering juga nyesel.. karena gamau keluar dari zona nyaman.
Hiikss~
Kayaknya kalau daku makan Kalbi Don dalam posisi kemalaman gitu, nggak kuat dah, soalnya porsinya lumayan banget. Kecuali dinawaitu kan untuk memang makan malam di jam segitu hihi, jadinya persiapan dari sore nggak makan dulu eh ????
Asik juga nih restonya di sekitaran BSD. Moga aja pas ada event ke sana, biar daku bisa mencicipi makanannya wkwkwk
Nama restonya panjaang banget ya mbak April,,,hehe saya gak bakal hapal sekali duduk hehehe. Alhamdulillah akhirnya nemu juga resto yang masih sepi yaa. Resto Jepang mah jangan khawatir deh masalah rasa pasti enaak hehe,,,saya udah menjajal banyak resto Jepang yaa rasanya enak-enak sih. Saya lihat di foto menunya juga enak keknya,,,jadi kenyang ya mbak. Gpp sih makan kemaleman toh gak tiap hari yaa hehe
Iya bener. Semacam rice bowl gitu. Kayaknya menu-menu Jepang tuh kebanyakan ya rice bowl begitu ya. Biar lebih simpel kali ya penyajiannya. atau kalau pas dibawa pulang pun nggak ribet.
Aku jarang sih makan di restoran jepang macam Yakiniku begini
Saya belum pernah datang ke restoran yang namanya terlalu panjang untuk diingat ini tapi kalau dari menu memang ngomongin soal daging sapi dan juga pakai nasi yang pasti banyak sekali peminatnya apalagi kalau ada ramen itu favorit anak-anak nanti mau nyobain deh kayaknya
Belum pernah makan di yakitate kalbi yakiniku don…
Akutu juga suka galau kalo pesen makanan. Tapi iya siih.. suka minta ke anak-anak buat “Beda-beda pliiss…”
…jadi kejadian, makanan mamah lebih enak dan terpaksa tukeran, ini sring terjadiii..
Apalagi anak pertamaku lagi seneng nyobain makanan pedes.
Jadii.. kalo kepedesan, suka “Maah… ga kuat maah.. tuker yaah…”
Hihihi.. begitulah… dan so happyy kalo free refil minuman yaa.. jadi lebih hemat dan lebih sehat.
Yeeaayy~
Wah, baca ulasannya langsung bikin laper! Konsep live cooking di Yakitate Kalbi ini memang menarik banget ya, apalagi kalau dagingnya dipanggang pakai charcoal—aroma smoky-nya itu yang biasanya bikin beda dan makin menggugah selera. Seru banget melihat ada opsi kuliner Jepang yang autentik tapi tetap ramah di kantong gini.
Pilihan menu yang beragam dari Rice Bowl sampai mie juga jadi solusi praktis buat makan siang atau makan malam bareng orang tersayang. Penjelasan soal tekstur daging yang empuk dan bumbu yang meresap ini benar-benar ngembantu buat yang lagi cari referensi tempat makan baru. Jadi makin penasaran mau coba signature Kalbi Don-nya langsung tuh!
Kemaleman sih teh makan 21.30 mah efek tadi makan sangwit kali ya teh and then aku suka transum yv dijakarta tuh ini bisa nyambung ke mall hihi 3 rebu udh nympe aja ya teh
Kalau aja di bdg ada ya kayknya ngemall tiap hari walau jln2 doang ma bocil haha
Nama resto nya panjang amat tar di Bandung ini ada gak ya ?
Makan malam jam 21.30 emang malam banget ya. Tapi sesekali nggak apa-apa hehehe… Tapi emang masih bisa ya? Mall biasanya tutup jam 22.00 kan?
Btw Kalbi don-nya tampak menarik. Apalagi bagian daging sapi yang diiris tipis. tori paitan ramennya juga tampak enak. Kuah putihnya menggoda.
Makan malemnya bener² malem ya mbak. Jam setengah sepuluh malam. ????
Saya kaget lho kalau di jakarta masih ada resto yang buka jam segituan. Jarang² ada lho mbak, rata² kalau yg aku tahu di kotaku mentok resto tutup jam sembilan malam. Last ordernya jam 20.30. Bahkan sekelas di mall.
Tapi sesekali ya nggak apa² ya. Nyoba makan malam yang bener² malam di luar. ????
Asli sampe sekarang belum pernah ke Bxchange. Padahal gak terlalu jauh dari Serpong. Ini mumpung lagi di Serpong mau coba juga ke sini. penting ada free refill ocha tuh ya Mbaaa
wih murah ya ini kalau dihitung cuma 50 ribuan per orang. tapi kayaknya faktor minumannya yang ocha soalnya kan kalau di resto itu kadang yang bikin mahal minumannya. hihi. aku tertarik sama ramennya nih soalnya kayaknya kaldunya kental banget yaa
Sekarang minimal kayanya segitu yaa untuk makan di mall. Tapi lumayan sih, perorang sekitar 50-60 ribu aja kalau gitu (ini pun minumannya ocha).
Anw, jadi ngiler sama tori paitan ramennya deh, ahaha. Apalagi ini udah halal, jadi gak perlu khawatir lagi ya untuk makannya maah.
Terus, ternyata jam segitu masih ramai ya mall? sampai milih makan di mana aja mesti pindah pindah tempat, huhu. Gapapa lah ya makan malamnya kemaleman, sesekali ini ya gak, bukan setiap hari, hehehe.
Wah, emang sih malam banget
Tapi ternyata masih banyak yg buka dan orang-orang yang makan ya
Gpp lah sesekali makan malam kemaleman
Selama menunya selezat ini
Memang kalau sudah asyik window shopping di Bintaro XChange 2, waktu rasanya jalan cepat banget sampai tahu-tahu sudah hampir jam 10 malam.
Saya jadi ikut membayangkan nikmatnya Kalbi-don yang juicy itu, apalagi porsinya ternyata padat dan mengenyangkan. Pilihan yang aman banget ya, karena sudah terpampang logo Halal jadi makin tenang makannya. Belum lagi ocha yang bisa free refill, juara banget buat menutup makan malam yang “kemalaman” itu. Next time sepertinya memang wajib coba versi pedasnya biar makin mantap
Enaknyaaaaa ada ramen yang beneran ramen, ada kalbi kalbinya, disini adanya ramen ala-ala mie sedap yang di seduh sama air panas doang, minumnya Ocha bukan teh dandang yang udah 2x di refil. Jam segitu di tempat mamang mah udah waktunya bapak bapak sarungan nongkrong di poskamling, suasana juga udah pasti sepi banget.