Beberapa waktu ada orang cerita di salah satu medsos tentang pelayanan resto Bakmi GM yang super OK. Jadi, waktu itu Si TS nih cerita kalau pergi sama beberapa orang, entah temen atau keluarga, gitu, ke Bakmi GM (nggak tahu cabang mana). Trus, setelah semua orang duduk, mbak-mbak/ mas-mas pelayannya narik satu kursi, sambil bilang kalau kursi itu buat naruh tas TS. Katanya supaya lebih nyaman duduknya. Maksudnya, kek, segitu amat perhatiannya? 😀

Lalu, ada lagi yang cerita kalau kursi yang didudukinya oglak-aglik (opo iki boso Indonesiane? Wkwkwk… Oh yaa, kek goyang, nggak stabil, gitu), trus bilang ke pelayan GM juga. Ternyata yang dilakukan bukan ngganjel tuh kursi, melainkan bawa obeng, otak-atik tuh kursi, sehingga nggak goyang lagi.

Wiiihhh…

Makan siang di Bakmi GM AEON BSD City.

Yaa, pelayanan yang excellent kek gitu, emang bikin pelanggan betah balik lagi, sih, ya?

Mungkin udah gitu SOP Bakmi GM, kali, ya? Soale, saya baru tahu juga kalau resto ini masih satu grup dengan BCA. Pantes aja, service-nya mayan mantul 😀 .

Porsinya cukup banyak dan mengenyangkan.

Jadi keinget beberapa waktu lalu, abis anter anak fieldtrip cekulahan di Gramedia AEON BSD City, kami mampir buat makan siang di Bakmi GM yang kalau nggak keliru masih satu lantai sama Gramedia.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama kami ke Bakmi GM ini. Kalau ke AEON BSD City, selain Yoshinoya dan KFC, Bakmi GM juga jadi jujugan kami buat makanan, karena rasa makanannya cocok di lidah dan harganya juga cocok ma dompet, haha 😛 .

Keinget zaman mereka kecil kalau makan bakmi dibagi dua, sekarang satu mangkuk kek kurang haha.

Hari itu setelah keluar dari Gramedia, anak-anak langsung request kepengen makan bakmi. Saya beri pilihan mau makan di Pasmod Intermoda BSD yang emang nggak jauh dari AEON dan sejurusan kami pulang (karena kami naik KRL dari Stasiun Cisauk yang nempel pasar ini) atau di Bakmi GM. Mereka bilang maunya Bakmi GM.

Eh, ternyata beberapa teman-temannya yang abis fieldtrip bersama ortu mereka juga pada mau ke sana juga. Yawda, kami ikut bergerak ke sana juga.

Sampai di Bakmi GM, ternyata beberapa orang barengan kami tadi ada yang mau masuk store AEON dulu, ada pula yang memutuskan takeaway aja. Akhirnya, kami bertiga doank yang makan di sana hahaha.

Begitu masuk, mbak-mbak pelayannya langsung bertanya mau duduk di mana. Kami kemudian duduk di area tengah yang kebetulan saat itu masih cukup lengang.

Kemudahan order dan bayar di Bakmi GM

Setelah duduk, mbaknya menjelaskan untuk memilih langsung menunya dengan scan kode QR yang ada di meja. Setelah scan, link-nya mengarah ke website, bukan ke aplikasi yang harus download. Baguslah, saya lebih suka gini, sih, nggak ribet download apalagi masukin data, dll.

Anak-anak udah tahu apa yang akan mereka pilih, jadi cepet aja order-nya, hehe. Anak saya, Dema, memesan bakmi bakso, Maxy memesan bakmi ayam, dan saya order bakmi ayam cah jamur Untuk minumnya saya memesan es teh tawar dan fruit punch.

Nungguin pesenan bakmi.

Pembayaran pun bisa dengan mudah dilakukan di meja saja. Jadi, nanti kalau udah totalan berapa harga yang harus dibayarkan buat makanannya, bisa langsung scan/ bayar atau kalau cuma pakai satu HP, bisa screeshoot kode QR-nya lalu masukkan ke aplikasi e-banking kita. Udah auto terbayar, tanpa kita perlu berdiri-berdiri lagi ngantre depan meja kasir.

Iyalah, satu naungan sama BCA gitu, lho. Tentu gampang aja buat mereka menciptakan sistem bayar yang simple, gini, yekaaan?

Hal-hal kayak gini juga, sih, yang sebenarnya bikin kami suka kembali lagi ke Bakmi GM ini, khususnya yang di  AEON BSD City 😀 .

Makanan yang kami nikmati di Bakmi GM

Untuk makanan yang kami nikmati hari itu, mulai dari pesanan saya dulu, ya. Saya pesan bakmi ayam cah jamur. Pada dasarnya bakmi ini tuh ya bakmi, lalu diber topping irisan ayam, irisan jamur kancing yang berwarna coklat, sayur casim atau sawi hijau, dan potongan daun bawang. Disajikan dengan semangkuk kuah dari kaldu ayam bening yang rasanya gurih.

Bakmi ayam cah jamur.

Kalau pesanan Dema, bakmi bakso, isinya bakmi dengan topping potongan ayam dan casim. Lalu, kuahnya juga disajikan terpisah dengan 3 pcs bakso. Kalau punya Maxy, pada dasarnya mirip punya Dema, tetapi kuahnya tidak ada baksonya.

Bakmi ayam bakso.

Bakmi di Bakmi Gm tuh terkenal dengan tekstur mie-nya yang pipih, tipis, halus, dan kenyal, sehingga kalau dikunyah rasanya tuh lembut di mulut. Sejak anak-anak bocil banget udah suka sekali makan mie yang teksturnya seperti ini.

Topping ayamnya, irisannya pas, tidak terlalu besar, tak juga terlalu kecil. Rasanya gurih. Kalau yang topping-nya bercampur jamur seperti yang saya pesan, terasa sekali perpaduan saus tiram dan kecapnya, tetep dominan gurih dengan rasa manis yang seimbang.

Bakmi ayam aja.

Lalu, kuah kadunya terasa gurih tetapi ringan. Biasanya cara makannya kami campur ke mangkuk bakmie atau kami sosrop (opo basa indone “sosrop”? wkwkwk) dari mangkuknya aja.

Sekte kasi sambel banyak.

Selain bakmi, kami juga memesan tambahan snack pangsit goreng. Kalau sama bapake biasanya kami memesan isi 10, itu pun kebanyakan, kadang kami bawa pulang sisanya satu atau dua, hehe. Nah, karena kami kali ini hanya bertiga, maka order yang isi 5 pangsit saja.

Pangsit Bakmi GM tuh menurut saya khas banget, ya. Ukuran setiap pangsit lumayan besar. Kulit pangsitnya tipis, tetapi tidak keras, bahkan cenderung renyah. Kalau digigit kriuk-kriuk, gitu. Di bagian tengahnya ada sedikit isian daging ayam campur udang giling.

 

Pangsit ini disajikan dengan saus cocolan yang rasanya manis asam dengan konsistensi yang kental. Rasanya nggak pedas, sehingga aman juga kalau anak-anak memakannya. Kalau saya, sih, biasanya malah saya campur sambal bakminya, karena saya justru kepengen sausnya pedes, hehe.

Untuk rasa minumannya, yaaa, kalau es teh tawar, sama ajalah kek teh tawar pada umumnya. Kalau fruit punch, terus terang saya baru order kali ini dan ngrasa cukup cocok di lidah.

Es teh tawar.

Fruit punch ini merupakan campuran sari buah antara jambu, sirsak, dan jeruk, dengan sirup buah dan soda. Rasanya seperti es soda tetapi dominan rasanya buah-buahan. Seger banget, cocok buat pendamping makan bakmi.

Selesai makan, mbak-mbak pelayannya langsung mengambil piring dan mangkuk kosongnya, sambil bertanya mungkin ada kritik dan saran buat Bakmi GM. Saya sih bilang kalau bisa sayurnya ditambah hehe. Mbaknya senyum aja dan ngucapin terima kasih 😀 .

Fruit punch. Recommended!

Oh ya, untuk makanan dan minuman yang kami makan hari itu, kami membayar sebesar Rp187.000, udah termasuk pajak juga. Lumayan kan harga segitu makan bertiga udah sama snack pula? 😀

Tempatnya juga luas, pelayanannya OK. Kalau weekdays meski di jam makan siang nggak terlalu ramai, sehingga nyaman makan di sana. Itulah sebabnya, Bakmi GM menjadi salah satu resto jujugan kami kalau sedang main ke AEON BSD City.

Teman-teman ada yang sering makan di Bakmi GM juga nggak? Apa menu favoritmu kalau makan di resto ini? Share ya di kolom komen 😀 .

April Hamsa

Categorized in: