Mungkin ada yang mengernyitkan dahi, nih. “Jauh amat makan siangnya nyampek di Pan & Flip Buaran Plaza?” Rumah di mana, makannya di mall mana. Hahaha.

Pamer kemesraan dulu wkwk.

Jadiii, ceritanya hari itu kami baru mengantar anak-anak ke salah satu Rumah Sakit Jiwa (RSJ) yang ada di Jakarta Timur. Hehe, iyaaaa, dua-duanya kami antar ke RSJ 😛 . Ngapaiiinn? Tenang-tenang…. Buat tes IQ, doank, kok 😀 . Pilih RSJ ini karena biayanya lebih miring dibanding klinik psikolog lain  (buat yang nanya alasannya 😛 ).

Makannya lahap, capek abis mikir haha.

Lalu, ternyata, tesnya nggak bisa langsung dua anak barengan, jadi satu-satu gitu. Alhasil, pulangnya siang, pas banget perut laper. Akhirnya, googling di mana bisa lunch yang lumayan proper, ketemulah resto Pan & Flip yang berlokasi di Buaran Plaza ini 😀 . Ini pertama kalinya kami ke plaza/ mall ini dan baru ngeh ada mall ini, padahal kayaknya kalau naik commuter line (KRL) ke Bekasi mall ini keliatan dari rel, lho. Emang ndak perhatian aja selama ini, hehe.

Lokasi Pan & Flip di Buaran Plaza

Begitu masuk Buaran Plaza (sepertinya melalui pintu utama), kami tidak langsung menemukan resto Pan & Flip ini. Namun, dari Google Maps tahu sih kalau lokasinya ada di lantai 1, yang artinya kami udah di lantai yang bener.

Restoran ini cukup ramah anak.

Cumaaa, waktu itu sempat celingak-celinguk karena nggak nemu, hehe. Masuk pintu itu, kalau nggak salah kami ke arah kanan, eh, malah nemu Hokben, Solaria, dll. Kalau tidak salah kami putuskan balik arah, hingga menemukan resto yang kami cari ini. Lokasinya dekat dengan salon Johny Andrean. Persis di sebelahnya.

Ketika melihat resto ini, sepintas vibes-nya agak mirip dengan D’Cost, deh. Selain di bagian dalam, ada pula bangku-bangku di luar. Bisa dikatakan dari interiornya, resto ini tuh merupakan restoran keluarga. Cuma keknya Pan & Flip cuma satu saja di Buaran Plaza, berbeda dengan D’Cost yang cabangnya ada di mana-mana.

Begitu melewati pintu masuknya, pengunjung bisa langsung menemukan logo berbentuk wayang untuk makanan alias logo Halal. Jadi, tidak perlu mempertanyakan lagi restoran ini muslim friendly atau nggak ya 😀 .

Dekorasi restoran.

Lalu, kalau melihat venue resto-nya, langsung terjawab juga tuh mengapa namanya Pan & Flip. Di dindingnya terdapat banyak pan yang di-flip alias dibalik hehe. Kemungkinan besar menu-menu di restoran ini kebanyakan dimasak dengan pan #sokteu :D.

Trus, kalau ditanya restoran ini spesifik menyajikan menu apa, ternyata banyak sekali menunya. Gabungan antara Indonesian, Western, dan Oriental.

Kami duduk di deretan meja kursi ini.

Tadinya, ketika baca Google Review-nya, saya tuh kepengen mesen makanan Western-nya, eh, ternyata pas nyampek dan lihat menu ndadak pengen mangan sego, karena laper, wkwkwk. Maklum, perjalanan pulang ke rumah masih jauh dari Jakarta Timur yang udah lintas propinsi 😀 . Yawes, akhirnya memesan makanan khas Indonesia saja, deh.

Makanan dan minuman yang kami pesan di Pan & Flip

Beberapa makanan yang kami pesan hari itu antara lain sate ayam, tongseng sapi, dan tumis kangkung. Awalnya, kami memesan empat nasi, selain memesan menu-menu tersebut.

Eh, ternyata kata mas-mas pelayannya sate dan tongsengnya udah dapat nasi. Lha,  padahal, tadinya kirain tuh menu sharing gitu. Akhirnya kami kurangin dua nasinya. Soal makanannya, yawda, gpp, dah terlanjur, ntar kalau makanannya kurang ya mesen lagi, haha.

Ternyata, ketika makanannya datang porsinya cukup besar buat dimakan satu orang, sehingga beneran bisa buat sharing. Sate ayamnya dapat sejinah, kalau kata Orang Jawa, alias dapat 10 tusuk. Disajikan di atas piring saji yang sebelumnya dialasi dengan daun pisang.

Sate ayam.

Tak lupa, sate ini disajikan dengan siraman bumbu kacang yang cukup berlimpah. Kemudian diberi tambahan acar yang terdiri dari irisan bawang merah, potongan cabe rawit dan ½ potongan jeruk nipis kecil.

Bentuknya mirip-mirip penyajian sate Khas Senayan tetapi keknya ini versi murahnya, hehe. Dari harga juga udah jauh 😀 .

Namun, buat rasa, hmmm, menurut saya bumbu kacangnya cukup halus, melimpah, dan rasanya cenderung gurih. Menurut saya nggak pedas juga, sehingga cukup aman buat anak-anak.

Potongan daging ayamnya memang tidak terlalu besar, tetapi tektsurnya menurut saya pas, nggak a lot. Hasil panggangan dagingnya juga bagus, nggak terlalu banyak daging gosong. Pas aja sih, menurut saya ya.

Oh ya, tad ikan saya bilang kalau pesan sate ini ternyata udah sama nasi putih. Ternyata, boleh memilih lontong juga, lho. Namun, saya nggak memesannya sih, cuma buat info aja, hehe.

Oke, lanjut tongsengnya. Mengenai tongsengnya, kami dapat satu mangkuk yang tidak terlalu besar ukurannya, tetapi saat mencoba menyendok kuahnya, isi dagingnya mayan banget, lho. Kadang, orang beli semangkuk tongseng kan kayak kuah doank isinya, ini mangkuknya cukup berisi daging sapinya 😀 .

Tongseng daging sapi.

Menurut lidah saya, kuahnya tidak terlalu pekat tapi juga yang nggak encer banget. Perpaduan bumbu rempahnya pas.

Daging sapinya cukup empuk. Nggak perlu effort buat mengunyahnya. Selain juga karena irisannya tidak terlalu besar.

Oh ya, selain tongseng sapi, resto ini juga menyediakan tongseng ayam dan tongseng kambing. Tadinya, kalau makanannya kurang, rencananya mau nambah tongseng kambing. Eh, ternyata makanan yang kami pesan hari itu cukup banget buat kami berempat.

Lalu, untuk pesanan tumis kangkung, ternyata menu sayuran ini dilengkapi dengan irisan daging ayam dan telur puyuh yang mayan ya. Secara umum, menurut saya rasanya cenderung perpaduan oriental-lokal yang gurih dan segar.

Tumis kangkung kaya protein hewani.

Potongan ayamnya gurih, telur puyuhnya bertekstur lembut, sehingga mudah dikunyah. Daun dan batang kangkungnya masih berwarna hijau dan tekturnya crunchy.

Penyajiannya cukup unik. Jadi mulanya diantar ke meja dengan menggunakan mangkuk keramik biasa, kemudian di atas meja dipindah ke wadah hotplate supaya tetap panas.

Kemudian, untuk minumannya, suami memesan ice lemon tea. Lalu, saya dan anak-anak memesan milkshake. Pilihan milkshake-nya ada tiga, yakni rasa strawberry, vanila, dan cokelat. Akhirnya kami memesan ketiganya sekaligus biar saling incip wkwk.

Es lemon tea.

Saya lihat harga milkshake-nya tuh cukup miring kalau dibandingkan resto lain, ternyata karena ukuran gelasnya lebih kecil dikit. Namun, untungnya rasanya enak. Teksturnya cukup kental dan creamy dengan topping krim yang manisnya seimbang. Nggak yang muaniss banget, gitu. Nggak eneg after taste-nya.

Milkshake 3 rasa.

Yaaa, jadi itulah cerita makan siang kami, perdana makan di restoran Pan & Flip yang berlokasi di Buaran Plaza.

Secara umum, tempatnya memang ok buat makan bareng keluarga. Untuk masa penantian makanan disajikan juga yaaa cukup normal aja, nggak terlalu lama juga, sih, sekitar 15-20 menit, lha.

Untuk semua makanan dan minuman yang kami nikmati hari itu, kami mengeluarkan duit sebesar Rp273 ribu. Sudah termasuk pajak untuk negara. Semoga dengan sumbangsih ini 2030 negara nggak bubar yaaaa. AAMIIIN, kenceng 😛 .

BTW, teman-teman yang tinggal di sekitar Jakarta Timur sudah ada yang pernah makan di Pan & Flip ini juga nggak? Jika iya, kasi rekomendasi donk, menu apa yang sebaiknya kita pesan kalau makan di sini? Thanks 😀

April Hamsa

Categorized in: