“Jalan-jalan ke Parung (cakeeep 😀 ), sepanjang jalan scroll-scroll timeline. Kalau mau wisata edukasi burung, datang yuk ke Jakarta Bird Land.”
Ahahaha, bisa aja, saya 😛 .
Yaaa, kali ini mau cerita pengalaman saya dan keluarga mengunjungi Jakarta Bird Land yang merupakan salah satu wahana yang masih terbilang baru di Taman Rekreasi Ancol (Ancol). Apabila, teman-teman pernah ke Sea World atau Samudra, nah, Si Jakarta Bird Land lokasinya masih satu dengan kedua tempat wisata keluarga tersebut. Jakarta Bird Land ini resmi hadir menjadi wahana Ancol pada akhir tahun 2022, lalu.
Mengunjungi Jakarta Bird Land.
Saya dan keluarga berkunjung ke Jakarta Bird Land pada Hari Minggu terakhir di bulan Juli lalu. Kami ke sana agak siang ke sore, sekitar pukul 14.30 WIB, karena pagi harinya kami mengunjungi ikan-ikan di Sea World dulu. Dari Seaworld ke Jakarta Bird Land cukup jalan kaki aja, nyeberang jalan, sampai.

Banyak burung berkeliaran dengan bebas di sini.
Cara masuk ke wahana ini cukup gampang. Tunjukkan saja tiket yang sebelumnya dibeli, lalu petugas akan mengecap tangan kita, deh. Setelah melewati gate pemeriksaan tiket tersebut, kemudian petugas akan mempersilakan kita masuk ke dalam melalui suatu pintu dengan tirai dari rantai yang gedhe-gedhe.
Nah, salah satu keunikan Jakarta Bird Land adalah setiap kita memasuki suatu pintu, itu tuh ada semacam tirai dari rantai. Hmmm, fungsi tirai rantai ini kemungkinan besar buat mencegah burung-burung besar ke luar kali, ya? Atau bisa jadi sekadar aksesoris, aja? Nyesel, deh, lupa nanya waktu itu, hehe 😛 .
Menikmati pertunjukan musikal di Jakarta Bird Land
Lanjut…
Begitu kami masuk, sebenarnya, niatnya mau menjelajahi setiap sudut Jakarta Bird Land. Anak-anak udah antusias pengen lihat-lihat aneka varian burung yang ada di sana. Eh, sayup-sayup kedengeran ada pengumuman kalau sebentar lagi akan ada pertunjukan.
Kami pun menuju lokasi yang disebutkan announcer. Dari pintu yang ada tirai rantai tadi, kami mengarah ke kiri hingga menemukan pintu dengan tirai rantai lagi, namun kali ini lebih kecil dibandingkan gate masuk.
Setelah masuk, saya melihat dari kejauhan ada air terjun dan danau buatan. Kami pun terus berjalan melalui kandang ostrich alias burung unta, hingga tiba ke amfiteater yang rupanya udah banyak pengunjung lain yang sudah duduk di sana. Petugas yang berjaga di amfiteater kemudian meminta kami segera mengambil tempat duduk.
“Lho, lho pertunjukannya ternyata jam segini? Wah, alhamdulillah, pas banget,” batin saya.

Penonton yang bersiap menyaksikan pertunjukan.
Saya coba buka handphone, eh, bener. Ada info kalau setiap pukul 14.30 WIB ketika weekend ada pertunjukan di sana.
Jadi, di Jakarta Bird Land memang selalu ada pertunjukan yang mereka sebut Free Flight Bird Show. Sesuai namanya, nanti pengunjung bisa menyaksikan burung-burung beterbangan sambil menyaksikan pertunjukan musikal.


Para pemeran pertunjukan yang menggunakan pakaian adat Kalimantan.
FYI, Free Flight Bird Show ini ada setiap weekdays pukul 13.00 dan 16.00 WIB. Kalau weekend diselenggarakan pada pukul 11.30, 14.30, dan 16.30 WIB. Nah, rezeki banget, waktu itu, saya dan keluarga bisa menonton pertunjukan utama di jam 14.39 WIB yang berjudul The Jungle Heroes.

Melihat burung elang dari dekat. Ternyata besar ya, badannya.
The Jungle Heroes ini secara garis besar menceritakan tentang kisah penyelamatan burung langka di tanah Kalimantan dari tangan pemburu liar. Hmmm, kok, kisahnya kek relate sama apa yang sebenarnya terjadi di Kalimantan sana, ya? Banyak orang-orang nggak bertanggungjawab merusak alam, memburu hewan-hewan khususnya burung, karena serakah?
Pertunjukan dimulai dengan tarian oleh dua orang penari yang berpakaian adat suku Dayak. Kemudian, ada karakter kepala suku yang juga muncul. Selain itu ada pula dua tokoh utama, yakni seorang traveler dan peneliti burung. Awalnya, mereka berada di dekat “perbukitan” dekat air terjun yang saya sebutkan sebelumnya tadi. Agak jauh dari penonton. Namun, tak lama kemudian, semua karakter maju ke panggung utama yang ada di atas danau dekat amfiteater.

Burung-burung beterbangan selama pertunjukan berlangsung.
Ceritanya, traveler dan peneliti mau menjelajahi hutan Kalimantan untuk melihat burung-burung langka yang ada di sana. Eh, tak disangka muncul dua orang pemburu jahat yang ingin menembaki burung-burung itu.
Si traveler dan peneliti kemudian terlibat duel dengan kedua pemburu tersebut, sayangnya mereka kalah. Untungnya, kepala suku dan anak buahnya muncul dan membantu menyelamatkan mereka. Kepala suku juga berhasil mengalahkan kedua pemburu. Yaaa, ending yang diharapkan semua penonton kan? Hehe.
Pertunjukan tersebut berlangsung seru, karena sesuai namanya, Free Flight Bird Show, sepanjang pertunjukan ada burung-burung beterbangan di atas kepala para penonton. Setia pada burung melintas, penonton langsung bertepuk tangan riuh. Anak-anak excited mengikuti pergerakan kepakan saya burung-burung itu.
Salah satu burung yang paling menarik perhatian adalah burung rangkong. Burung rangkong ini terkenal pula dengan sebutan burung hornbill atau julang atau enggang.


Burung enggang atau rangkong yang mendekati kami. Senang sekali bisa melihatnya dari dekat.
Burung rangkong yang memiliki paruh besar melengkung ini terbang ke sana-kemari. Kebetulan, kami duduk agak di pinggir. Eh, burungnya tuh menclok di pinggiran panggung. Anak saya happy banget bisa melihatnya dengan jelas.
Selain rangkong, juga ada beberapa burung lain yang beterbangan. Ada burung kakaktua (putih), burung berwarna merah (saya lupa namanya, sepertinya makau), burung elang, dan burung-burung lainnya. Bahkan, burung-burung gereja yang kemungkinan datang sendiri untuk tinggal di sana juga ikut meramaikan pertunjukan ini.

Ending yang diharapkan, pemburunya kalah.
Sepanjang pertunjukan ada efek-efek suara seperti tembakan, serta ada pengendara jet ski yang bolak-balik muter-muterin danau menciptakan ketegangan ketika ada perkelahian karakter-karakter utama dengan pemburu.
Saya melihat tak hanya anak-anak yang antusias menyaksikan pertunjukan yang berdurasi sekitar 25 menitan ini, tetapi orang-orang dewasa yang hadir juga. Kami mendapatkan point-nya bahwa memburu burung-burung itu memang perbuatan buruk. Anak-anak pun belajar bahwa hal-hal semacam itu tak boleh dilakukan. Harapannya pesan tersebut terbawa sampai mereka besar nanti, yaaa.
Menyaksikan burung-burung di Jakarta Bird Land lebih dekat lagi
Setelah pertunjukan usai, tanpa dikomando, penonton membubarkan diri dan meninggalkan amfiteater. Ada yang berjalan ke sisi kiri, ada pula yang kembali ke sisi kanan ke arah pintu sebelum kendang ostrich tadi. Hal terakhir ini adalah yang saya dan keluarga lakukan. Apalagi, beberapa kali petugas juga mengumumkan kalau pengunjung bisa feeding ostrich. Lha, penasaran kan?


Foto sama burung unta.
Sampai di sana, kami melihat kalau nggak keliru ada tiga ostrich di dalam kendang yang cukup luas. Wajah burungnya sih lucu yaaa, kek keluarga unggas pada umumnya. Namun, saya melihat kakinya keker. Pantesan burung ini dikenal berbahaya kalau menendang. Jadi, sebaiknya jangan digodain berlebihan kalau mampir kendang ostrich. Cukup dipandang saja.
Memberi makan ostrich diizinkan dengan arahan petugas. Oh ya, untuk feeding ini berbayar ya, teman-teman. Cuma, maaf, saya lupa berapa harga makanannya. Waktu itu, beberapa pengunjung, saya lihat ada turis luar negeri juga, antusias memberi makan burung ini, sedangkan kami cukup puas melihat saja.
Burung ostrich-nya juga sangat antusias makan biji-bijian yang diberikan oleh pengunjung. Ngasi makannya tidak langsung dari tangan, melainkan biji-bijiannya dimasukkan ke dalam mangkuk alumunium, gitu. Pengunjung memegangi mangkuknya dengan pengawasan dari petugas.
Saya melihat ada beberapa anak yang usia dan badannya tampak lebih besar dari anak-anak saya, agak takut-takut menyodorkan mangkuk tersebut ke mulut ostrich. Petugas kemudian membantu dan meyakinkannya untuk lebih mendekat. Ternyata, aman, sih. Ya, asalkan tidak digodain berlebihan seperti kata saya tadi, ya.

Di dalam kandang ada burung elang.

Ada burung hantu.
Selepas melihat ostrich, kami kemudian beranjak ke beberapa kandang burung di sampingnya. Kandang-kandang yang di sini lebih tertutup. Ternyata isinya ada burung hantu, ada elang, dll. Ada beberapa papan info larangan kepada pengunjung supaya tidak memasukkan tangan ke kandang.
“Kenapa kita nggak boleh masukin tangan?” Tanya anak saya penasaran.
“Nanti burungnya keganggu, trus nggigit,” jawab saya.
Selain kandang-kandang burung itu, rupanya Jakarta Bird Land ini memiliki pembagian area untuk rumah berbagai burung yang ada di sana, yakni antara lain:
-Area makau atau kakaktua
Di area ini, terdapat dua jenis burung yakni Makau Amerika dan Kakaktua Indonesia. Pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan kedua jenis burung tersebut, seperti memegang burung, berfoto dengan burung, hingga memberi makan burung.

Berfoto sama burung.
Anak saya juga antusias berfoto dengan burung-burung ini, walau awalnya agak takut-takut. Petugas meyakinkan kalau burung-burungnya cukup jinak dan mereka akan menjaga dari jarak cukup dekat.
-Area hornbill family
Hornbill ini adalah rangkong berparuh melengkung berwarna kuning terang yang menjadi salah satu bintang di pertunjukan yang kami tonton tadi. Di area ini terdapat burung rangkong jantan dan betina yang juga bisa berinteraksi langsung dengan pengunjung.

Burung rangkong sedang ngumpul.
Namun, saat ketemu mereka (burung ini nggak dikandangin) yang sedang bertengger di semacam gagang, gitu, kami agak jiper juga. Paruhnya itu, lho, gedhe ya dan mukanya songong-songong haha. Akhirnya, kami hanya berfoto dengan mereka sambil menjaga jarak.
-Area para pemangsa
Nah, untuk area pemangsa ini, sepertinya juga masih di bagian kandang-kandang yang kami kunjungi tadi. Terdapat beberapa burung pemangsa yang ada di Jakarta Bird Land, seperti elang, alap-alap, elang tikus, dll.
Selain itu ada beberapa burung lainnya yang kami lihat lebih suka di tanah, salah satunya adalah burung gagang bayam timur. Unik ya, namanya?

Burung gagang bayam timur.
Burung ini cukup menarik perhatian kami saat itu, karena kedua kakinya yang berwarna pink itu sangat panjang. Dia juga memiliki tubuh berbeda warna. Sayap dan leher belakangnya berwarna hitam, sementara kepala dan tubuhnya putih. Ternyata setelah googling-googling, burung ini berkaki panjang, karena terbiasa hidup di area perairan, seperti rawa-rawa, tambak, persawahan, gitu. Pantesan kakinya panjang, biar bulunya nggak basah rupanya 😀 .
Selain burung gagang bayam timur, kami juga melihat burung mandar batu lagi santuy di atas tanah. Mereka berkelompok bareng sesama teman-temannya. Ternyata, burung ini habitat aslinya juga senang dekat air karena mereka makan udang dan tumbuhan air.

Burung ini sepertinya mandar batu. Ada burung merak yang lagi mager juga.
Masih ada beberapa burung lainnya, seperti kakareng perut putih, burung merak, bangau sendang lawe, dll. Untuk burung-burung yang saya sebut tadi tidak dikandangi, melainkan dilepas bebas. Meski demikian, kami juga tidak berani pegang-pegang karena khawatir burung-burungnya baper trus mematuk kami, hehe.
Eh, tetapi memang sebaiknya tidak memegang burung-burung itu selain yang diizinkan oleh petugas, sih, ya. Khawatir mereka terganggu dan merasa tidak nyaman trus membuat mereka stress juga.
Oh ya, ngobrolin burung merak, kami melihat ada merak hijau dan merak putih di sana. Jujurly, baru tahu ada merak putih setelah kunjungan ke Jakarta Bird Land. Selama ini yang kami tahu adalah burung merak berwarna campuran hijau dan biru.

Si merak putih awalnya berjalan mendekati kami.
Lagi-lagi googling, kami dapat fakta kalau ternyata merak putih tuh bulunya berwarna putih karena burung ini mengalami mutase genetic yang dikenal dengan sebutan leukisme. Akibatnya, bulu mereka terhambat pembentukan melaninnya, sehingga menjadi berwarna putih.
Waktu itu, ada satu merak putih yang berjalan bebas ke sana kemari, mondar-mandir di dekat kami. Ekornya yang panjang beberapa kali hampir menyentuh kami. Lalu, burung ini tiba-tiba membelakangi kami sembari menggoyangkan bokongnya dengan sok cantik.
“Ngapain tuh burung?” Saya bertanya-tanya.


Si burung putih yang tiba-tiba memamerkan kalau ekornya bisa mekar.
Tak lama kemudian, burung merak putih ini memekarkan ekornya. “Owalah pamer, too, kalau bisa mekar.” Hehe.
Sumpah cakep banget, liat perubahan ekornya dari mingkup ke mekar. Kami pun tak melewatkan kesempatan mekarnya si merak putih untuk berfoto.
Sayangnya, nih, merak putih agak bandel yaaa. Dia tuh nggak mau balik badang, jadi cuma mau memperlihatkan bagian belakang ekornya aja alias bokongnya kek ngece, gitu.
Sampai akhirnya, ada orang yang jadi volunteer berdiri di depan si merak putih yang membuat burung cantik ini balik badan. Cepat-cepat saya minta anak-anak berdiri di belakang si merak buat foto bareng. Yeaaay, dapat fotonya, haha.
Naik ke jembatan gantung di Jakarta Bird Land
Puas berfoto dengan merak dan beberapa burung lainnya yang ada di area itu, kami melanjutkan petualangan di dalam Jakarta Bird Land dengan naik ke jembatan gantung. Jembatan gantung ini biasa disebut juga sebagai jembatan pandang.

Jembatan gantung atau jembatan pandang.

Tak lupa berfoto di bawah jembatan.
Yup, wahana ini dilengkapi dengan jembatan gantung atau jembatan pandang yang membuat pengunjung makin leluasa melihat burung dari ketinggian. Jembatan gantung ini terdiri dari dua jenis, ada jembatan kaca dan jembatan kayu. Waktu itu kami berjalan di atas jembatan kayu saja, baru ngeh kalau ada jembatan kaca dari sebelahnya dan kami udah terlanjur otw turun ke bawah hahaha 😛 .

Jembatan kayu yang bergoyang.
Berjalan di atas jembatan kayunya aja, cukup menantang, ya, karena goyang-goyang gitu. Namun, anak-anak nggak ada takut-takutnya, malah merasa kayak berpetualang 😀 .
Untuk naik ke jembatan gantung ini bisa menggunakan eskalator alias tangga berjalan. Kebetulan, si merak putih tadi ada persis di depan eskalator ini. Kami naik ke atas sambil dadah-dadah meninggalkan si merak putih yang langsung menarik perhatian pengunjung lainnya.


Naik tangga berjalan ke jembatan pandang.
Dari atas jembatan gantung, kami bisa melihat sebagian besar wilayah Jakarta Bird Land. Ternyata, jembatan gantung ini menghubungkan antara area-area burung. Pengunjung bisa turun melalui tangga atau bisa juga melalui jalan melandai yang bisa membawa pengunjung ke area burung di bawah.

Selain jembatan kayu juga ada jembatan kaca di sebelah sana.
Dari atas, kami juga bisa melihat air terjun dan danau buatan yang tadi menjadi lokasi pertunjukan digelar. Selain itu, dari atas jembatan juga terdengar jelas suara kicauan burung dan bisa melihat beberapa burung yang terbang bebas.
Puas melihat Jakarta Bird Land dari atas jembatan gantung, kami kemudian turun ke bawah melalui jalan landai. Kami kemudian tiba di beberapa area burung yang saya sebutkan tadi. Di sana kemudian kami lanjut mengambil foto-foto dan video buat kenang-kenangan.
Kebetulan ada petugas yang jagain juga di area-area tersebut. Kami pun bisa bertanya-tanya mengenai jenis burung apa saja yang ada di sana.
Lanjut, kami juga berfoto bersama burung yang ada di kolam buatan dekat jembatan panjang di bagian bawah. Kebanyakan burung-burung di sana kakinya tinggi-tinggi, sesuai fungsinya yang kemungkinan besar hidup di perairan ya.

Burung-burung pun ada di kolam ini.
Lalu, kami berjalan lagi, eh, ternyata ketemu si merak putih lagi dan beberapa burung makau yang bertengger di dahan dekat area eskalator. Burung makau ini juga menarik perhatian pengunjung buat berfoto bersama, karena warna-warni cantiknya, ada yang warna biru, merah, dll. Kami pun tak melewatkan kesempatan berfoto bersama burung-burung cantik ini.
Eh, tak disangka, ada burung buang pup sembarangan haha. Tangan anak saya kena huhu. Namun, ya kejadian itu kami tertawakan saja. Apalagi sebagai orang Jawa tuh, saya pernah dengar mitos kalau kena kotoran burung tuh tanda-tandanya bakal dapat rezeki tak terduga wkwk. Mitos yang baik dipercaya aja, deh 😛 .
Untungnya, tak jauh dari sana ada kran yang bisa digunakan buat membasuh tangan yang terkena kotoran burung, sehingga kotorannya bisa langsung dibersihkan deh. Lumayan lha ya, dapat pengalaman lucu 😀 .
Fasilitas di Jakarta Bird Land
Tak hanya kran air, sebenarnya Jakarta Bird Land juga menyediakan toilet, kok. Jadi, kalau mungkin ada yang mengalami kejadian serupa, bisa membersihkan badan di toilet juga. Toiletnya cukup bersih. Sayang, waktu itu kelupaan kefoto.
Lalu, ada pula toko souvenir. Seperti halnya keluar dari Sea World, kalau kita melangkah keluar dari wahana Jakarta Bird Land, nanti akan melewati toko souvernir. Sesuai namanya, toko ini menjual berbagai souvenir seperti boneka, kaus, gantungan kunci, topi, dll.


Toko souvenir.
Kemudian, kalau teman-teman mau sholat, bisa sholat di masjid besar (Masjid Baiturahman) yang ada di kawasan Ancol. Bisa juga sholat di Mushola Nurul Falah yang lokasinya ada di sebelah wahana Samudra.
Kalau teman-teman merasa lapar dan haus, persis di depan Jakarta Bird land juga ada penjual makanan, minuman, serta minimarket. Jadi, tinggal melipir ke sana saja. Bisa juga nyeberang ke pujaseranya Sea World.
Jadi, untuk fasilitasnya cukup lengkap, ya, teman-teman.
Gimana-gimana, ada yang tertarik mengunjungi Jakarta Bird land juga seperti kami dalam waktu dekat?
Mengapa, sih, harus ke Jakarta Bird Land?
Kalau ada yang bertanya, “Mengapa sih harus ke Jakarta Bird Land?”
Wah, pokoknya, saying banget deh, kalau tidak berkunjung ke sini, karena nanti bisa melewatkan kesempatan:
-Melihat burung lebih dekat
Kalau kita datang ke Jakarta Bird Land kita akan mendapatkan pengalaman baru melihat langsung kehidupan burung-burung dari dekat. Sekadar informasi, di wahana yang luasnya kurang lebih 6000 meter persegi ini terdapat lebih dari 100 spesies burung yang bisa kita jumpai.

Berfoto sama dua burung rangkong yang sadar kamera di belakang kami.
Sebagai pengunjung, kita juga berkesempatan untuk berinteraksi, menyentuh, hingga memberi makan burung-burung tersebut.
-Tempatnya Instagramable
Wahana Jakarta Bird Land ini juga memiliki spot-spot menarik buat berfoto. Bonus bisa berfoto dengan burung-burung. Wahana ini juga memiliki dome berukuran 3600 meter persegi dengan ketinggian 15 meter yang menarik sebagai tempat untuk mengambil foto keluarga. Lumayan lho buat di-posting di Instagram, hehe.
-Mengajari kepedulian kepada alam khususnya burung
Semakin kita memahami kehidupan burung, maka secara tak langsung kita juga belajar mengenai betapa pentingnya peduli kepada alam sekitar, khususnya spesies burung-burung liar. Di wahana ini, semua orang, terlebih lagi anak-anak akan belajar peduli dan berempati kepada burung-burung.

Jangan khawatir kesasar karena banyak papan petunjuk di wahana ini.
Untuk menuju ke wahana Jakarta Bird Land ini juga cukup mudah. Kalau teman-teman menggunakan transportasi umum bisa naik TransJakarta bisa naik bus jurusan Tanjung Priuk, lalu turun di halte Stasiun Ancol atau Stasiun Kampung Bandan.
Kalau mau ke sana naik commuter line (KRL), apabila rumahnya ada di area red line (Bogor, Depok, Jaksel, dll) bisa turun Stasiun Jakarta Kota atau lanjut sekalian ke Stasiun Ancol. Kalau rumahnya di area greenline (BSD, Tangsel, dll), seperti kami, bisa turun di Stasiun Kampung Bandan setelah sebelumnya transit di Stasiun Tanah Abang.
Cukup murah meriah kok ke Jakarta Bird Land, Ancol, naik transportasi umum. Waktu itu aja, kami cuma membayar Rp5000,- x 4 orang naik KRL.
Lalu, setelah sampai stasiun tujuan (Jakarta Kota atau Ancol atau Kampung Bandan), bisa nyambung naik kendaraan online. Saran saya naik Grab saja, karena sepertinya Ancol bekerjasama dengan Grab, sehingga kalau masuk ke area Ancol naik Grab, tiket kita sudah termasuk untuk kendaraan dan driver Grab-nya.
Untuk yang membawa kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat pun jangan khawatir, karena Ancol menyediakan area parkir yang sangat luas.
Harga tiket Jakarta Bird Land
Untuk tiket masuk Jakarta Bird Land, dibandrol seharga:
Weekday: Rp60.000,-
Weekend: Rp100.000,-

Pintu masuk wahana Jakarta Bird Land.
Bisa juga bundling tiket dengan wahana Ancol lainnya, supaya mendapatkan harga lebih miring, yakni:
Weekday:
Jakarta Bird Land + Samudra + Sea World: Rp185.000,-
Jakarta Bird Land + Samudra: Rp155.000,-
Weekend:
Jakarta Bird Land + Samudra + Sea World: Rp235.000,-
Jakarta Bird Land + Samudra: Rp200.000,-
Terdapat pula tiket dengan diskon special dengan syarat dan ketentuan tertentu. Teman-teman bisa melihat informasinya di website resmi Ancol, ya.
Mampir ke Pantai Ancol
Setelah puas mengunjungi Jakarta Bird Land, saya dan keluarga kemudian jajan es krim di booth yang ada di depan wahana Jakarta Bird Land. Agak lama kami di sana sambil ngemil dan ngaso sebentar.
Sekitar pukul 16.00, kami mampir sholat ke Mushola Nurul Falah. Sengaja memang pulang sore, karena ingin melihat pantai Ancol di sore hari. Niatnya mau sunsetan, gitu.

Mushola Nurul Falah, Ancol.
Untuk menuju ke Pantai Ancol bisa menggunakan fasilitas Bus Wara Wiri yang disediakan Ancol sebagai kendaraan shuttle di area Ancol. Bus yang beroperasi pada pukul 08.00 hingga 22.00 WIB ini akan mengantarkan kita ke Dufan, Sea World, Samudra, Jakarta Bird Land, pantai, dll di kawasan Ancol. Naik bus ini tidak dikenakan biaya alias gratis.
Kami pun naik Bus Wara Wiri ini dari halte yang lokasinya tak jauh dari belakang wahana Samudra dan berhenti di Pantai Lagoon. Ternyata di pantai ini saat Hari Minggu ramai dengan pengunjung.


Naik Bus Wara Wiri ke pantai.
Saya lihat di sekitar sana ada restoran cepat saji, tempat bilas, dan fasilitas wisata naik perahu. Ada bapak-bapak menawari kami naik perahu, tetapi kami tolak, karena memang niatnya ke sana cuma melihat pantai saja.
Banyak anak-anak bermain di pinggir pantai, bahkan ada yang berenang. Menurut bocoran bapak-bapak yang menawari kami perahu tadi, nggak perlu khawatir bermain di area perairannya, karena lautnya udah dibendung, sehingga tidak aka nada ombak besar.
Anak-anak saya memilih bermain pasir dan kecipuk-kecipuk di pinggiran saja, soalnya sebelumnya saya berpesan supaya tidak main basah-basahan karena tujuan kami ke sana memang Cuma melihat pantai saja, sehingga tidak bawa baju ganti.

Anak-anak bermain air di pinggir pantai.
Untungnya anak-anak nurut hehe, kalau nggak repot, nih, karena tidak membawa baju ganti.
Meski begitu anak-anak bilang ke saya kalau kepengen lagi bermain di Pantai Ancol buat main air. “Ya, ya insyaAllah, ya anak-anak.”

Alhamdulillah bisa lihat pantai di sore hari.
Kami tidak lama berada di sana, karena mendengar petugas penjaga pantai juga mulai woro-woro untuk meninggalkan pantai sebelum pukul 18.00 WIB. Maka, sekitar pukul 17.30 WIB kami sudah meninggalkan pantai dengan naik busa Wara Wiri lagi.
Kami turun di Pintu Gerbang Timur Ancol, lalu lanjut naik Grab Car ke Stasiun Kampung Bandanlagi.
Itulah pengalaman kami jalan-jalan ke Ancol hari itu, khususnya ke wahana Jakarta Bird Land.
Kesimpulan
Nah, kesimpulannya, Jakarta Bird Land yang ada di kawasan Ancol ini merupakan wahana wisata edukatif mengenai satwa terutama burung. Jakarta Bird Land ini cocok untuk pengunjung segala jenis usia.
Di wahana ini kita akan melihat langsung kehidupan burung. Bisa berinteraksi dan berfoto dengan burung-burung juga. Apabila datang di jadwal tertentu yang sudah saya tuliskan juga di atas, bisa melihat pertunjukan Free Flight Bird Show.

Wahana Jakarta Bird Land ini luasnya sekitar 6000 meter persegi.
Tempatnya instagramable, jadi sangat menghibur untuk pengunjung, terlebih lagi yang mau membuat foto atau video untuk kenang-kenangan. Anak-anak pun dijami tidak bosan.
Jakarta Bird Land ini memiliki fasilitas umum yang cukup lengkap dan mudah diakses dengan transportasi umum.
Semoga tulisan tentang Jakarta Bird Land ini memberikan gambaran mengenai wahana Ancol satu ini ya.
April Hamsa


Menariknya pengunjung bisa langsung interaksi sama burung2nya ya, mbak?
Kek mereka ngga dkandangin gitu…
Trus penasaran deh sama pertunjukan burungnya. Di tulisan ini cuma ada foto, aku penasran itu burung disuruh ngapain, trus abis baca ini aku buka yutub, dong, hehhe
Andai aku orang Jakarta pasti berencana kesini bareng anak2 deh. Meski tiketnya mehong, tapi diusahakan banget soalnya kelihatan seruuu
cocoknya kalau liburan sekolah main ke JBL ini ya… anak bakalan puas menikmati interaksi dengan berbagai jenis burung. walaupun agak mahal tapi di DKI harga segitu mah worth it lah ya…
Asyik banget ya kalau ke Ancol tapi gak ke pantai. Ke jakarta bird aja lihat burung. Apalagi pas banget ada musical show. Untuk lagu-lagunya berbahasa Indonesia apa bahasa daerah? Soalnya pake baju adat gitu.
Mungkin itu si merak putih tahu banget keindahan dirinya terletak di ekor jadi gitu deh doi, bandel dikit tapi cantik kan katanya hihihi.
Aseli memang itu cakep banget, mekarnya Indah.
Kalau si bird land ini baru ada di 2022, udah fix banget aku belum kesana. Inget banget terakhir datang ke Ancol sebelum covid. Fasilitasnya lengkap dan bersih jadi nilai lebih banget kalau datang ketempat bermain seperti Jakarta bird Land Ancol.
Seru sekali jalan-jalannya. Lihat-lihat burung gini saya jadi ingat Eco Green Park di Kota Batu. Asyik lihat aneka jenis burung begini ya.
Suatu hari kalau main ke Ancol bisa dicobain nih. Terima kasih infonya. Kalau datang harus memastikan dapat jam pertunjukan biar nggak rugi ya ?
Ceritanya April soal Jakarta Bird Land bikin hati ikutan nge-tweet bahagiaaa!
Seru banget ngajak anak-anak ke tempat yang bukan cuma fun, tapi juga edukatif! Pas banget buat quality time bareng keluarga. Foto-fotonya juga gemesin, penuh warna dan ekspresi polos anak-anak yang excited banget lihat burung-burung lucu. Kayak ikut jalan-jalan juga rasanya.
Makasih udah sharing pengalaman serunya, jeng jadi wishlist destinasi weekend selanjutnya, nih!
Wah, seru ada pertunjukkan burung gratis! Cerita yang dibawakan juga edukatif, ya. Semoga pengunjung tak hanya terhibur tapi juga dapat hikmahnya.
Itu merak putih cakeeepppp, kayak burung surgawi haha.
Aku ke jembatan gantung atau jembatan kayu aja deh, masih belum percaya sama jembatan kaca di Indonesia wkwk.
Seneng banget baca artikel ini dari awal sampai akhir. Story tellingnya keren banget Pril. Aku serasa diajak menyusur JAKARTA BIRD LAND mulai dari datang sampai pulang plus berkenalan dengan banyaknya jenis burung dan fasilitas yang ada di sana. Dan perhatianku terpatri saat membaca bagian tentang FREE FLIGHT BIRD SHOW. Pasti seru banget itu. Apalagi melihat para burung yang begitu terlatih untuk tampil di depan publik.
BTW, aku sampe melototin foto GAGANG BAYAM TIMUR dan MERAK PUTIH nya. MashaAllah kece-kece banget. Allah memang ya begitu bijak menciptakan keindahan ciptaan-Nya yang adalah mahakarya. Aaahh jadi pengen ngajak anak2 ke sini. Meski sudah pada dewasa, sepertinya mereka akan tertarik ke JAKARTA BIRD LAND ini. Apalagi kalau ada iming2 nongkrong di pinggir pantai. Seru betul.
Kalau di borneo, rangkong itu disebut enggang. Cakep emang burungnya.
Suka sih konsep yg membolehkan pengunjung punya interaksi dengan para burung, tentu dengan batasan khusus sih Jadi nggak cuma learning by audio visual tapi juga pengalaman …jadi kapankah akuh terbang ke dari kalimantan ke Jakarta bird land ancil inih
ih typo. .. Jakarta Bird Land Ancol, maksudnya
ya ampun cantik banget si merak putih
Saya inget dulu kalo ke kebun binatang pasti nyari burung merak dan berharap ada bulunya yang jatuh
Bulu itu dipakai untuk pembatas buku, dan katanya bisa “beranak”
hahaha maklum masih bocil jadi bisa dibohongi ya?
Eniwei Mbak April beruntung datang siang ya? Jadi bisa lihat pertunjukannya
Senangnya melihat aneka unggas. Ini jadi jalan-jalan yang menyenangkan, terlebih bisa bawa bocil ya. Karena banyak yang dilihat, terus ada pertunjukkan juga. Hemm, kebayang nih kalo pas weekend maupun libur hari raya bisa padat merayap hehe
Luas banget ya area Jakarta Bird Land. Terpenting masih satu kawasan sama Sea World juga nih. Lumayan pisan bisa jelajah setiap spot sambil mempelajari terkait burung-burung.
Bisa nonton pertunjukan dan jadi lebih deket sama para burung indah dan jarang bisa kita lihat di keseharian ya.
Nah spot jembatan gantung cakep Instagramable buat berfoto. Oalah ternyata ini dia area eskalator hits di Jakarta Bird Land.
Cieee, selesai jelajah area Jakarta Bird Land bisa lanjut menikmati keindahan pantai ? liburan bareng keluarga yang berkesan pastinya ya mba.
Beberapa tahun lalu tuh aku pernah main ke Ancol. Cuma belum tahu soal Free Flight Bird Show ini.
Atau memang belum ada ya waktu itu.
Seru kayaknya nonton burung-burung berterbangan sambil ada drama musikalnya
Ya ampun mbakkkk, burungnya kok cantik-cantik, aku yang lihat ini jadi gatel pengen pegang bulu dan pepotoan. Dannn, aku pengen banget ke ancol dari aku kecil dan belum pernah ke situ. Padahal beberapa kali ke Jakarta untuk dinas. Hahaha… Fixed ke jakarta kudu ke sana, mana sekarang kan ada bird land dan banyak satwa burung yang cakep-cakep. 😀
Senangnya bisa interaksi langsung dengan burung. Apalagi itu yang putih ekornya mekar, cantik banget ya…
Apalagi nonton pertunjukan burung termasuk kan ya pasti lebih seru
Waktu kemping under the sea hari ke dua ke jakarta bird land juga kan, malah interaksi dengan pinguinnya juga tuh
Saya belum pernah ke Jakarta Bird Land Mbak. Pada ini bisa sekalian ke SeaWorld dan Gelanggang Samudra ya. Bisa sekali main ke pantai Ancol juga.
Jakarta Bird Land Memang cocok sekali mengajak anak-anak. Happy sekaligus edukasi juga. Dan apa benar Mbak April dapat rezeki Setelah tangan kakak kena kotoran burung hehehe
Aaah, jadi pengen ke Jakarta Bird Land lagii liat inii. Yang paling aku suka di sini tuh karena memang pertunjukannya banyak. Satu hari dia tuh ada beberapa pertunjukan gitu lho, jadi pengunjung bisa nonton sampai 2 atau 3 kali (kalau datang dari pagi, hehehe).
Sebenernya menurut aku tempatnya gak luas-luas banget, tapi mereka pinter ya menyusun alurnya, jadi kayak semua lengkap ada di sini. Soalnya pas berkeliling tuh, sekali keliling aja kayak udah sampai pintu depan lagi. Tapi ya gitu, walaupun kecil, kita bisa puas melihat pertunjukan, terus naik ke jembatan gantung, dan lihat banyak banget jenis burung.
Wah baru tahu Birdland ini, ternyata beli tiketnya bisa bundling dengan Samudra dan Sea World ya.. bisa nih dikunjungi pas liburan biar bisa nonton pertunjukan burung.. cakep banget burung rangkong..
seruuu mbak, aku udah lama banget nggak wisata ke taman burung seperti ini.
Dulu mentok ya cuman ke Ancol aja kayaknya
melihat dan feeding burung-burung dari deket, pastinya bikin happy. Jadi keinget waktu aku kecil, melihat burung merak aja udah seneng. Jadi pengen balik lagi ke masa itu
terus tiket masuknya ini nggak terlalu mahal juga ya
Wah, seru juga ajak anak anak ke Jakarta Bird Land ya
Anak-anak bisa tahu berbagai jenis burung
Kapan kapan klo ke Jakarta, mau kesini ah
Sekalian bundling sama tiket ke Ancol
Terakhir ke Ancol 20 tahun lebih lalu haha, dulu main ke Sea World dan gak ngeh ada taman burung ini, eh setelah baca ternyata tergolong baru tamannya. Untuk HTMnya juga masih standar ya apalagi ukuran Jakarta. Soalnya di Palembang ada juga Palembang Bird Park yang HTMnya sama tapi secara fasilitas jauh di bawah Jakarta Bird Land Ancol ini.
Dan mba April beruntung banget pas ke sana ada pertunjukan gratisnya. Keinget video di sosmed ada cowok yang melamar ceweknya bekerja sama dengan burung yang lagi show. Jadi, burungnya akan terbang dan hinggap ke ceweknya, sambil bawa tulisan “Will You Marry Me” hwhw.
Ini liburannya sepertinya puas banget ya mbaa…seharian di ancol dan komplit banget wisatanyaa….
Rejeki banget mbaa sampe ke land bird lgsg ada pertunjukan juga, besar banget areanya, bersih dan lengkap juga fasilitasnya..
Enak disini bisa foto bebas yaa dengan burung2 soalnya kan ada juga di bbrp temoat wisata klo mau foto dgn binatang harus bayar gt soalnya…
Harganya juga worthes bangt sie menurutku soalnya tempatnya juga gede banget apalagi klo ambil budling dah paling enak bisa seharian dr pagi sampe sore ini…
Hahahahahahaha sukaaaa deh part si merak putih pamer ????. Tahh ajaaaa doi kalo cantik hihihihi… Lebih cantik putih begitu drpd yg hijau biru menurutku. Jadi kayak salju dikasih Glitter emas ?.
Birdland ini aku tahu, dan udh pernah plan mau kesana. Ga jadi2 yg ada. Pas anak libur asyik kayaknya.
Apalagi ada bird show nya. Aku sukaaaa bird show begini sejak nonton di taman safari Bogor mba. Tp tiket masuk kesana kan mahal yaaa. Kayaknya mending di birdland ini.
Kalo pantai Ancol aku sampe skr blm pernah kesitu ?. Ngeliat ramenya bikin mundur ??
Nah aku malah mikir nih Merak tahu kalau Mbak April Blogger. Pikirnya ya, “gile! Ada blogger. Aku deketin ah, pamer bulu. Kali aja di review. Ya, lumayan bisa terkenal.” ?
Tapi ya, lihat burung² gitu suka gemes sendiri. Apalagi ya tampang mereka mah polos aja gitu. ?
Ya ampun tambah pengen ke ancolll ini..
duh, mupeng aku ngeliat Jakarta Bird Land ini. Melihat langsung berbagai macam jenis burung langsung, warna warni pula. Yang paling bikin aku naksir si merak putih yang narsis juga pamer ya ke pengunjung. Tapi burung2 lain juga punya tingkah yang menarik, karena IMHO ya hewan itu kurleb kyk kita2 juga. Mereka mau aja berinteraksi tapi kita kadang suka kebablasan. Kalau bercanda suka gak sengaja kasar, ya berakhir dipatuk deh sama mereka.
Dengan adanya Bird Land ini, kita bisa melihat berbagai macam jenis burung tanpa harus jauh2 ke tempat asal mereka ya 🙂 Dan anak2 pun bisa belajar agar jangan merusak lingkungan atau mendukung kegiatan yang bisa membuat populasi para burung cakep ini menipis dan tahu2 punah.
Sebetulnya daku setiap ke kebun binatang lebih milih skip area burung, tapi kok setelah baca tulisan Mba April aku jadi kepo sama Bird Land Ancol ini.. Sepertinya terakhir daku ke Ancol 2020 ya.. jadi belum ada spot ini..
Bisa banget jadi pilihan berwisata all in ya kalau di Ancol, edukasinya ada, seru semuanya juga ada.. apalagi bagian ke pantaaaii… walau daku tim cuma liat pantainya dari jauh aja, >,<
Banyak ya di sana varian burung
Anak anak bisa belajar bahwa burung tak cuma satu jenisnya tapi buanyaaak sekali
Jadi pengen nih bawa Trio S ke Ancol
Nunggu sampai yang bungsu dah gak minta gendong lagi, haha
Merak putih mentang-mentang cakeeeep pamer dia haha…
Ternyata selengkap itu Jakarta Bird Land Ancol. Untuk tiket sepadan dengan pengalaman yang didapatkan apalagi bisa lebih hemat jika bundling dengan wahana lain
Fixed mesti agendakan ke Ancol lagi, dah ada wahana baru yang enggak kalah seru
BirdLand ini cocok untuk wisata anak dan ortu. Ke Jakarta wajib nih berkunjung ke BirdLand lalu mampir ke Pantai Ancol biar sekalian jalan-jalannya. Pengen juga aku foto sama satwa burung yang biasanya ditaruh di pundak gitu, hehehe
Kemarin-kemarin pas ke Samudera belum sekalian ke Bird land-nya, sayang banget. Ternyata seseru itu tempatnya. Dikira liat-liat koleksi burung saja, ada pentas dramanya juga ternyata, ya. Menarik sih ini.
Paling salfok pas lihat foto merak putih yang sedang memamerkan ekornya. MasyaAllah indah sekali
Huaa, seru sekali belajar dan melihat berbagai jenis burung di Bird Land ini, mbak. Aku kalau ke sana sepertinya bakal tertarik dengan Ostrich juga, meskipun memang rada-rada serem sih lihat kakinya yang keker itu. 😀
Asik banget sih Kak, pas pula lagi si merak putih lagi memamerkan ekornya yang mekar. Momen kayak gitu untung²an sih ya. Kalau pas meraknya memang friendly ya mau aja dianya. Langsung dah kita gercep mengabadikan. Lah semisal lagi gak mood dia, bikin meng-sedih pastinya
Sesuai dengan judul artikelnya ? main ke Jakarta Bird Land auto beneran akrab sama banyak burung di dalamnya. Secara bukan hanya sekadar lihat saja, beberapa burung ada show nya pula ? kalau ajakin keponakan ku kesini, auto happy banget dia. Bisa-bisa seharian jelajah area ini deh. Secara fasilitas pun mumpuni banget. Beneran oke dan rekomen buat dijadikan tempat rekreasi sekaligus edukasi.
Bahkan banyak spot foto kece juga ya mba. Sukaaa baca artikelnya karena detail, lengkap. Udah kebayang kalau kesana mau kemana aja dan ngapain aja. Serasa diajak jalan-jalan virtual dan simulasi sebelum jalan beneran, yeay.
Belum pernah kesini, tapi dari artikel tersebut seru banget dan wajib di coba kesana bareng keluarga
Artikel ini bakalan aku share ke adik-adikku mbak. Biasanya kalau pas mudik baliknya mampir Jakarta. Kalau pas mudik suka kebingungan mau main ke mana. Secara rumah mertuanya deket beberapa wisata alam dan udah bosen main ke situ melulu
Jakarta Bird Land Ancol memang tampak menakjubkan. Pengalaman interaktif dan koleksi burungnya pasti membuat kunjungan tak terlupakan, cocok untuk keluarga yang mencari petualangan edukatif. Pasti seru!
Menarik sekali ini. Bisa bercanda dengan binatang sekaligus menambang pengetahuan tentangnya. Banyak spot menarik juga, ya.
Seru ya di sana. Kebayang anak-anak pasti seneng banget, mana bisa foto sama macam-macam burung dan liat pertunjukannya. Tapi pas baca sinopsis dari pertunjukan utamanya, saya kepikiran anak saya tuh suka sedih sama cerita model gitu. Pernah ke Taman Safari juga ada pertunjukan gajah yang ceritanya tentang penyelamatan gajah hutan, eh dia nangis gak mau lanjut nonton karena gajahnya ditembak. Padahal belum liat akhir ceritanya.
Udah lama sih saya penasaran sama Jakarta Bird Land ini sejak anak saya jalan-jalan ke Sea World sama sekolahnya. Pas banget nemu review ini, jadi masukin list jalan-jalan keluarga juga deh.
Saya pikir warna putih itu merak betina atau sejenis ciri pembeda antara betina dengan jantan eh ternyata mutasi genetik ya, berarti ini terhitung abnormal atau langka ya kasus keberadaaannya?
Terakhir kali saya ke Ancol, main ke SeaWorld kayanya belum ada Jakarta Bird Land ini. Sekitar tahun 2020 apa 2021 ya, memang baru tahun 2022 Jakarta Bird Land ini diresmikan. Seru banget kalau ajak anak main ke sini, pasti senang liat beraneka macam burung, saya baru tahu ada merak putih, karena selama ini setahu saya ada warnanya. Bisa berinteraksi langsung dengan berbagai burung. Bisa foto-foto, tempatnya instagtamable. Anak-anak pasti happy nih diajak ke sini. Next time masukin whistlist deh.
udah lama ga ke Ancol niy mba April, banyak yang seru-seru ya ternyata sekarang di sana, kalau baca beberapa pengalaman teman-teman yang ke sana, termasuk pengalaman mba April yang ke Jakarta Bird Land Ancol ini, saya belum pernah cobain ke sini tapi bisa jadi rekomendasi saya kalau bawa keponakna-keponakan kecil buat liburan sekolah, berarti harganya mending ambil paket yang Bird Land+Samudra_Sea World ya jatuhnya jadi lebih murah mba April, nice info mba April save buat liburan bareng keponakan
Beruntung banget mbakkk, pas dateng pas pertunjukannya dimulai. Kalo saya malah kebalikannya, tiap kali masuk ke tempat wisata tuh sering banget pas udah lewat pertunjukan atau sebaliknya, heuheu.
Tapi ini bisa jadi tambahan wisata yang menarik sii, apalagi sekarng udah ada paket bundling. Jadi selain ke Birdland, bisa sepaket juga tuh melipir dulu ke Seaworld + Gelanggang Samudera.
Wah banyak juga ya koleksi burungnya ratusan. Wisata bird land seperti ini memang seru untuk wisata keluarga dan edukatif tuk anak2 ya. Kalo gak salah di Bali Zoo jg ada yg serupa. Jadi ingat dulu waktu anak2 masih kecil pernah ngajak mereka ke KL Bird Park di Malaysia. Baca ceritanya, Birdland di Ancol ini gak kalah lho..
Dengan harga yg terjangkau bisa dapet lihat berbagai jenis burung dan nonton atraksi/pertunjukanburung, worth it banget.
Salah Satu Destinasi ‘perburungan’ yang aku belom sempet kunjungi nih tahun ini. Bismillah, pengennya sih nabung dulu.. terus nantinya siap2 buat melipir di awal tahun. Pantesan aku kok kayak baru tau yaaa.. ternyata bukan akunya yang belom pernah, tapi wahana nya aja yang emang masih baru. Belom ada 3 tahun ternyata.
Tiketnya menurut aku masih oke, apalagi kalau bundling. Soalnya kan sekalian bisa ke Sea World dan Samudra, jadi sehari full bisa jadi paket wisata keluarga. Anak-anak pasti happy, orang dewasa juga nggak bakal bosen karena banyak spot foto Instagramable.
Beberapa kali ke Ancol sepertinya belum pernah mampir ke Bird Land ini deh mumpung liburan sekolah mau nggak ya anak-anakku diajak ke sini? seru juga pertunjukannya..