Buka media sosial, eh, ada kabar kurang menyenangkan tentang banjir rob yang melanda kawasan Ancol. Padahal, hari terakhir di bulan November kemarin, saya dan keluarga baru saja piknik ke Ocean Dream Samudra Ancol. Waktu itu, sebelum masuk gerbang Ancol, saya perhatikan memang air di sungai yang ada di sekitar sana tuh tingginya hampir menyamai jalan raya, sih. Yaaa, semoga saja saat ini banjirnya sudah tertangani dengan baik, agar banyak keluarga bisa piknik lagi ke Ancol. Aamiin.
Piknik ke Ocean Dream Samudra Ancol akhir November lalu.
Piknik ke Ocean Dream Samudra Ancol
FYI, buat yang belum tahu, Ocean Dream Samudera ini masih satu kawasan dengan Sea World dan Jakarta Bird Land. Jadi, kalau mau piknik ke tiga tempat wisata Ancol ini sekaligus dalam sehari tuh memungkinkan banget. Cuma, waktu itu, kami memang sengaja mau piknik ke tempat wisata yang dulunya bernama Gelanggang Samudra ini aja, sehingga tidak singgah ke tempat wisata lainnya. Oh ya, FYI lagi, hari itu adalah pertama kalinya kami ke Ocean Dream Samudra, sehingga penasaran sebenarnya apa saja yang ada di tempat wisata ini.
Hari itu, tak seperti dua minggu sebelumnya saat kami ke Dufan, alhamdulillah cuaca cerah. Begitu masuk Ocean Dream Samudra, ternyata ada family gathering salah satu perusahaan, gitu. Saya melihat ada tenda dan kursi-kursi untuk acara tersebut. Sepertinya pesertanya cukup banyak. Mereka mengenakan kaus yang sama. Meski demikian, keramaian hari itu masih cukup kondusif. Mungkin karena cuaca juga mendukung kali ya?

Komidi putar di Samudra Ancol.
Selain ke tenda acara gathering, pandangan saya langsung tertuju wahana komidi putar yang jalannya lelet banget, hahaha. Nama wahananya Karausel. Komidi putar ini kayaknya versi mininya Turangga-Rangga di Dufan, tetapi cocoknya yang naik keknya anak-anak usia PAUD/ TK, gitu. Pelaaaaann, alon-alon banget, haha.
Lalu, di sebelahnya ada kolam lumba-lumba Dolphin Bay yang sepertinya ini tuh kek wahana di mana pengunjung bisa berfoto bareng lumba-lumba. Cuma sepertinya membayar tiket lagi ya. Saya nggak nanya juga, hehe.

Dolphin Bay.
Abis, lihat-lihat area di luar kolam lumba-lumba tersebut, saya kemudian mengajak suami dan anak-anak saya ke wahana Mola-Mola.
“Kata orang-orang belum ke Samudra, kalau belum naik Mola-Mola,” kata saya.
Naik wahana Mola-Mola
Singkat cerita, kami udah berbaris mengantre di wahana Mola-Mola ini, haha. Antreannya, lumayan eui, tetapi nggak sampai sejam, sih. Yaaa, kurang lebih sekitar 30 menitan, lha. Sementara naik wahananya paling cuma 5-7 menit, hahaha.

Wahana Mola-Mola.
Namun, tak apa-apa, kembali lagi ke: “Kata orang-orang belum ke Samudra, kalau belum naik Mola-Mola.” Wkwkwk 😛 .
Oh ya, di antara pengunjung yang mengantre, kebanyakan mereka yang pakai seragam gathering tadi. Namun, beberapa di antaranya terpaksa mundur, karena beberapa hal, seperti: anaknya tinggi badannya kurang dari 100 cm, pengen nonton pertunjukan panggung satwa atau apa gitu, ada yang nggak sabar nunggu aja karena bocilnya udah rewel duluan, haha.

Waktu mengantre Mola-Mola.
Kalau kami sih sabar saja ngantre, soalnya panas matahari mayan juga jam segitu, ya. Sekalian nunggu waktu Dhuhur juga, karena rencananya kami mau sholat dulu, baru kemudian explore Ocean Dream Samudra.
Setelah lama mengantre, akhirnya kami dapat giliran naik wahananya. Di wahana ini kalau membawa tas yang agak besar, sebaiknya dititipkan ke petugas operator Mola-Mola. Lalu, kalau bawa HP buat merekam, saran saya pakai tali ya, supaya HP-nya tidak terjatuh.
Kemudian, kami pun memilih kursi. Sengaja memilih duduk di kereta bagian tengah, karena sebelumnya melihat anak yang duduk di kereta paling depan menangis. Saat itu, anak saya Dema satu kereta dengan ayahnya, sedangkan saya bersama Maxy.

Dema sebelum nangis 😛 .
Oh ya, saya belum menjelaskan ya mengenai wahana satu ini. Jadi, apakah wahana Mola-Mula itu?
Wahana Mola-Mola ini tuh pada dasarnya seperti kereta hias. Dalam satu kereta ada empat pasang kursi. Posisinya dua kursi saling memunggungi dua kursi lainnya. Kereta ini akan melalui rel yang lintasannya meliuk-liuk dan naik turun.
Kalau wiken, katanya Mola-Mola ini hanya buka sampai jam 13.00 siang. Entah karena petugasnya istirahat, lalu nanti wahananya akan dibuka lagi, nggak tau, deh. Namun, seingat saya, ketika sore hari kami keluar dari Ocean Park Samudra, Mola-Mola ini nggak jalan lagi. Sore itu hanya terlihat petugas sedang mengecek kereta dan lintasannya.
Selain bergerak maju mengikuti lintasan rel, kereta Mola-Mola ini juga bisa berputar 360 derajat. Trus, saat menuju lintasan yang menurun, turunnya tuh dibuat seolah-olah keretanya anjlok. Lumayan mendebarkan dan memacu adrenalin sih ini. Meski demikian masih ramah anak-anak, kok.
Tapi, yaaa, seperti yang saya sebut sebelumnya, ada beberapa anak kaget, lalu menangis. Eh, lha kok salah satunya anak saya, Dema. Padahal, awalnya dia yang excited pengen naik Mola-Mola. Rupanya kaget saat kereta tiba-tiba terasa kek mau jatuh, weleh. Sementara Maxy yang awalnya ogah-ogahan naik wahana kayak gitu, malah menikmati. Emang yaaa bocah-bocah ini nggak ketebak.

Malah Maxy yang menikmati haha.
“Aku nggak mau naik itu lagi!” Kata Dema 😛 .
Seperti yang saya singgung tadi, bahwa naik wahana ini tuh cuma sebentar saja. Kereta hanya berputar dua kali di lintasan yang tidak seberapa panjang, lalu waktu bermain pun usai.
Setelah bermain, kami pun mengambil tas dan segera keluar wahana. Ternyata di pintu keluar ada booth foto. Rupanya saat pengunjung asyik bermain Mola-Mola, ada fotografer yang menjepret momen bermain kami.
Kalau mau mengambil foto tersebut maka harus membayar Rp70.000,-. Nanti, kita akan mendapatkan satu foto yang sudah dicetak dan seluruh file-nya. Karena jarang-jarang ke Samudera, yawda kami beli buat kenang-kenangan. Untuk file fotonya kami diberi link menuju ke folder yang nanti akan dihapus setelah lima hari. Jadi, sebaiknya setelah dapat link-nya, langsung download aja, supaya tidak kelupaan.
BTW, tadi saya bilang kan kalau kami ikut ngantre di Mola-Mola, salah satu tujuannya menghabiskan waktu menuju Dhuhur. Nah, tadinya kan mau langsung ke masjid, tuh. Namun, karena Dema menangis, kami akhirnya kembali ke bagian depan Ocean Dream Samudra, dekat komidi putar yang lelet tadi untuk membeli es krim. Biar anaknya tenangan dulu, gitu.

Makan es krim dulu.
Kami pun membeli es krim dan memakannya sambil ndeprok di rumput sintetis yang berada di bawah pohon rindang. Kami juga makan perbekalan roti dan snack kami buat ganjel perut sebelum makan siang.
Tak jauh dari tempat membeli es krim ada playground anak-anak. Anak-anak saya yang itungannya sebenarnya “bukan bocil” sudah tidak mau bermain di wahana playground itu hehe. Jadi, yawda kami ngliatin anak-anak lain berlarian dan bermain di playground saja.

Playground di sana.
Selesai menikmati es krim, kami lalu menuju masjid buat sholat Dhuhur. Masjidnya ternyata tidak terlalu besar, jika dibandingkan dengan masjid di Dufan atau masjid utamanya Ancol.
Menonton pertunjukan satwa
Selesai sholat, ketika sedang memakai sandal, sayup-sayup terdengar akan ada pertunjukan lumba-lumba di bangunan sebelah masjid. Bangunan ini tuh bentuknya seperti istana-istanaan kalau dari luar. Saya melihat beberapa orang dari masjid berjalan menuju ke sana. Kami pun ikut bergegas menuju ke sana.

Masjid di Ocean Dream Samudra.
Ternyata, untuk melihat pertunjukan lumba-lumba ini harus naik tangga ke atas. Waktu kami sampai di atas, tribun kursi penonton udah full. Tersisa kursi di bagian atas-atas. Yawda, kami pun naik ke atas.
Area “panggung” lumba-lumba ini berupa kolam renang yang lumayan besar. Di sisi kanan kirinya, terdapat sekat dari kaca, sehingga pengunjung bisa melihat saat lumba-lumba berenang di dalam air.

Orang-orang excited dengan pertunjukan lumba-lumba.
Aksi panggung lumba-lumba pun dimulai. Eh iya, teman-teman tahu kan kalau sebenarnya lumba-lumba bukan ikan, melainkan mamalia air? (Penting banget diinfo haha 😛 ).
Atraksi ini melibatkan empat ekor lumba-lumba dan empat pawangnya. Lumba-lumba ini masing-masing memiliki nama, tapi maaf saya lupa siapa saja namanya 😛 . Mereka kemudian menampilkan atraksi lumba-lumba berenang, melompat, meliuk, hingga bermain bola. Ada juga atraksi pawangnya berenang dan berdansa bareng lumba-lumba.

Lumba-lumba berenang dan menari bersama pawangnya.
Penonton, khususnya yang duduk di bagian depan, juga diberikan kesempatan untuk maju buat melihat lumba-lumba dari dekat hingga memegang lumba-lumba. Lalu, mereka “dikerjain” lumba-lumba, karena tiba-tiba lumba-lumba ini memercikkan air ke penonton yang berdiri tadi, sehingga pakaian penonton pun jadi basah.

Usai nonton pertunjukan.
Kalau yang udah sering menonton lumba-lumba keknya bersiap-siap baju ganti, deh. Soalnya, saya melihat beberapa orang tua langsung memakaikan baju baru ke anaknya yang basah kuyup. Kalau yang nggak tahu ada atraksi splash-splash ini yang nggak tahu nasibnya, haha.
Puas menonton atraksi lumba-lumba, tadinya kami udah mau keluar Ocean Dream Samudra tuh, karena ingin makan siang di resto Bandar Jakarta. Udah niat banget, pokoknya makannya di situ. Cumaaa, ketika mencari pintu keluar, lha kok tertarik sama woro-woro dari announcer yang mengatakan kalau sebentar lagi akan ada pertunjukan Mermaid Show.

Nonton pertunjukan putri duyung di sini.
Penasaran, donk, yawda kami cari di mana tuh pertunjukannya diselenggarakan. Ternyata, lokasinya ada di Penguin Kingdom. Kenapa disebut begitu, karena di situ juga ada kendang penguin dengan AC yang lumayan adem. Nah, di depan kandang pinguin yang terbuat dari kaca, terdapat akuarium besar di mana ada Mermaid Show.

Menyaksikan penyelam andal menjadi putri duyung.
Pertunjukan putri duyung ini menampilkan dua penyelam yang memakai kostum putri duyung dan dua penyelam berpakaian selam biasa. Hal yang membuat pertunjukan ini menarik, karena di dalam akuarium juga ada ikan-ikan kecil, yang kemungkinan jumlahnya ribuan, yang berenang mengikuti efek arus air buatan. Jadi, ikan-ikan ini tuh kadang bubar, kadang berkumpul di satu titik, kadang membentuk pusaran, sehingga membuat atraksi makin seru.
Sementara dua putri duyung dan dua penyelam tadi juga menampilkan atraksi menyelam yang tak biasa. Mereka berenang dan meliuk-liuk di antara ikan-ikan. Sesekali saya melihat putri duyungnya naik ke atas akuarium untuk mengambil nafas, karena mereka menyelam tanpa oksigen, hanya pakai kacamata renang saja. Wow, ya? Kemampuan diving-nya pasti sudah andal banget tuh.
Setelah selesai menonton putri duyung, kami kemudian nengokin penguin sebentar. Terlihat mereka sedang aktif garuk-garuk dan ada pula yang berenang. Katanya sih akuarium penguin itu dibuat semirip mungkin dengan habitat aslinya supaya mereka tidak setres.


Nengokin penguin.
Saya baru kali ini lho lihat real penguin. Ternyata, ukurannya mini-mini ya? Kirain lebih gedhean lagi 😀 .
Setelah dadah-dadah sama penguin, kami pun keluar. Udah niat banget mau pergi makan ke resto, eh, di tengah jalan ketemu wahana namanya Ubur-Ubur. Kok menarik ya mau mencobanya. Apalagi antreannya nggak begitu banyak.


Wahana Ubur-Ubur.
Ubur-ubur ini tuh sebenarnya kek komidi putar juga, tetapi bentuknya balon udara. Bedanya, nanti semakin lama balon udara akan makin naik ketinggiannya dan putarannya semakin kencang, hingga balon udaranya miring-miring gitu.
Yawda, naik Ubur-Ubur, deh. Herannya di wahana ini Dema terlihat menikmati, sementara saya nggak. Hadeeehh, wes tuwek udah males diputer-puter, puciiiing wkwk 😛 .
Kelar naik Ubur-Ubur, bapaknya udah ngewarning, “Ayok makan!”
Tapiiii, tiba-tiba pandangan kami tertuju ke seorang anak, yang usianya mungkin 6-7 tahunan, sedang menangis mencari emaknya. Keknya kepisah, gitu. Akhirnya beberapa orang termasuk kami nyamperin. Trus, ada seorang bapak-bapak berinisiatif mengajak si anak itu ke bagian informasi.
Nah, si anak ini ternyata nangisnya tepat di depan tempat pertunjukan Sea Lion and Friends. Setelah si bapak-bapak tadi pergi dengan anak tadi, tiba-tiba terdengar pengumuman kalau pertunjukan singa laut akan segera dimulai. Trus, orang-orang yang ikut mengerumuni si anak tadi masuk ke dalam. Yaaa, kami ikut penasaran, donk. Nunda makan lagi, deh hehe 😛 .

Nonton singa laut dulu.
Kami pun masuk ke dalam lokasi pertunjukan singa laut. Di tribunnya ternyata juga sudah banyak penonton. Kami kebagian duduk di bagian samping panggung pertunjukan, di atas pula, kehalang tiang deh 😛 .
Pertunjukan tersebut menampilkan dua berang-berang dan dua singa laut. Sebenarnya mirip-mirip pertunjukan lumba-lumba, sih. Mereka bermain bola dan berenang. Cuma tetep takjub, ternyata singa laut tuh ukurannya gedhe yaaa. Saya tuh penasaran sama kulitnya, apakah berbulu atau nggak hehe. Namun, untuk pertunjukan kali ini, penonton tidak boleh mendekati panggung dan kolam, demi keamanan bersama.

Nungguin berang-berang berenang.
Yaaa, mayanlah, bisa nonton beberapa pertunjukan hari itu, padahal enggak niat-niat amat 😀 .
Katanya sih waktu naik Mola-Mola tadi tuh bertepatan ada pertunjukan Cinema 5D. Jadi, ini tuh seperti menonton film dengan efek khusus dan kursi yang bisa bergerak-gerak, sehingga seolah-olah penonton ada di tengah-tengah adegan yang ditampilkan di layar gitu. Sepertinya mirip sama Mowgli’s Jungle Adventure yang sebelumnya kami tonton di Dufan. Bedanya, ini versi kehidupan lautnya, kali ya?
Trus, katanya menjelang Maghrib nanti, akan ada parade hewan-hewan di Ocean Bird Samudra dan Jakarta bird Land. Namun bapake dah minta cepet-cepet keluar buat makan (sore) 😛 . Untuk jadwal lengkap show di tempat rekreasi ini bisa teman-teman cek di website Ancol atau di papan informasi yang ada di sana.
Yawda, akhirnya kami mengucapkan perpisahan deh ke Ocean Dream Samudra sekitar pukul setengah empatan sore.


Keluar Samudra Ancol melalui toko merchandise ini. Sepertinya ini terkoneksi dengan Jakarta Bird Land, deh.
Sebelum keluar, terselip doa saya, semoga satwa-satwa di sana hidup dengan baik dan layak. Kalau liat hewan tuh saya selalu agak terharu karena keinget Bleky, kucing saya di rumah, hiks.
Yaaahh, itulah cerita kami piknik ke Ocean Dream Samudra Ancol hari itu, mulai naik Mola-Mola hingga menonton aksi beragam satwa. Memang cukup menghibur, sih. Tak heran kalau tempat wisata ini menjadi jujugan keluarga untuk mencari hiburan.
Adakah yang pernah ke Ocean Dream Samudra juga? Share donk, paling suka naik wahana dan menonton pertunjukan apa? 😀
April Hamsa


Seru banget aku baca ceritamu mbak Prill.. 🤭
Aku tuh belum bisa ke Sea World yang jaraknya ratusan kilo dari kotaku. Aku penasaran tuh mola² kek gimana, beberapa temenku cerita tuh cerita ngeri² sedap tapi seru. Wkwkwk.. Aku kok ngebayanginnya kayak komidi putar versi adrenalin gitu ya.. 🤭
Kalau ke sea world paling syuka lihat lumba² sama pinggu ya. Inget waktu ke Prigen. Sayangnya wahana pinggunya lagi nggak dibuka, cuma lumba²nya aja. Namun itu cukup menghibur bocah 5 tahun waktu itu. 😁
Mola-Mola masih ramah anak kecil kok mbak, cuma emang anjloknya bikin kaget hehe. Semua yang di Samudra tidak terlalu memicu adrenalin 😀
Saya belum pernah ke Ocean Dream Samudra Ancol yang dulunya bernama Gelanggang Samudra. Dulu saya kira ini kolam berenang besar dengen permainan air, Mbak. Ternyata pertunjukan satwa ya. Terus ada permainan juga. Kayak Mola-Mola dan ubur-ubur. Cocok ini Memang untuk rekreasi bersama keluarga.
Ooo kalau taman air itu keknya Atlantis Pak. Saya juga belum pernah masuk sana nih 😀
Saya belum pernah ke Ocean Dream Samudra Ancol yang dulunya bernama Gelanggang Samudra. Dulu saya kira ini kolam berenang besar dengen permainan air, Mbak. Ternyata pertunjukan satwa ya. Terus ada permainan juga. Kayak Mola-Mola dan ubur-ubur walau tetap harus sabar antre ya. Mbak hehehe. Cocok ini Memang untuk rekreasi bersama keluarga.
Ini lokasinya seberang Sea World pak, sebelahan JBL. Kalau rame emag antrenya mayan pak, tapi pas itu situasi mayan kondusif lha hehe.
Pengin banget lihat penguin beneran secara langsung. Selama ini kan lihatnya cuma di film² aja. Banyak yang menarik nih di situ.
Tahun kemarin waktu ke Ancol saya bawa anak-anak nonton mermaid show dan penguin kingdom, sayangnya belum sempet ke yang lain karena lanjut ke Dufan. Next sepertinya harus menjelajah kembali, karena masih banyak ternyata wahana yang bisa kita explore di kawasan Samudra Ancol ini, ya
Ikut mendoakan juga, semoga satwa di sana dirawat dengan baik dan dilestarikan, soalnya kan belum pada ketemu sama saya, eh 😁.
Seru juga bisa seharian eksplor di sana, jadinya capeknya sekalian dan puas nya juga terasa.
Dema, ada² aja dah pakai acara nangis naik mola², daku dong nangis waktu naik kora² #infogakpentingsihini 😆
Kebetulan aku belum pernah nih ke Ocean Dream Samudera Ancol mba. Makanya aku excited banget baca cerita mba dan keluarga yang menjelajah sana. Ternyata mola-mola itu bentuknya lucu nan manis yaaa, walaupun permainan ini lumayan bikin serem. Secara ku kurang berani naik modelan gini, paling aman udahlah komidi putar hehehe.
Ternyata banyak pertunjukan ya mulai dari lumba-lumba, penyelam ala putri duyung, singa laut, dkk. Tetapi, memang tiap kali ngeliat satwa yang dipertunjukkan, aku suka kasian juga ngeliatnya. Berharap sih mereka beneran hidup dengan layak ya. Dirawat dengan baik jangan sampai di eksploitasi saja.
Jadi ingat aku waktu kecil dulu pernah nonton juga atraksi lumba-lumba tapi lupa di mana. Kalau atraksi lumba-lumba begini malah dikecam ya karena salah satu bentuk eksploitasi hewan gitu apalagi yang sistemnya hewannya dibawa ke daerah gitu kayak waktu dulu pernah ada di kotaku dan banyak banget diprotes influencer
Sampe akhir jadinya makan pas kapan ini Pril? Ahaha. Mau makan siang aja adaa aja yang bikin teralihkan, ihihi.
Anw, aku sendiri juga belum pernah nih ke Ocean Dreams inii. Malah tadinya aku pikir yang pertunjukan mermaid itu adanya di SeaWorld loh. Ternyata malah di sini toh.
Yang Pinguin, sepertinya ini jenis Pinguin Humboldt juga ya kayak yang ada di BXSea, soalnya yang di saja justru kayak pindahan dari yang Ancol. Berhubung grup nya memang Jaya (Ancol), jadi kayak ada kerja sama gitu.
Anw, asiknya Ancol, mereka banyak banget pertunjukan yang bisa ditonton sepuasnya gini, jadi pengunjung bisa menikmati banget kunjungannya.
Kalau aku ya Mbaa paling kepo sih sama show-shownya yang kok keliatannya interaktif banget..
Penasaran sama kaya Underwater Show, Water Stuntman, sampai cinema 4D. Kebayangnya aku tuh bakal bikin sensasi nonton filmnya jadi real banget gitu gak sih..
Dulu tuh suka banget waktu kecil yang berasa real misalnya Turbo tour atau wahana lain yang menjelajah
Serunya bermain di sana. Ternyata lokasinya berdekatan dengan Seaworld juga ya. Saya belum pernah kesana masih masuk dalam daftar tunggu wisata bareng kiddos. Jadi tambah referensi nih, berangkat pagi, seharian muter di sana, seaworld ma Dufan. Seru pastinya. Jiwa anak-anakku pun pengen maen
udah lama gak ke ancol, makin keren aja nih 😀
Waah..seru ya maim ke Ocean Dream Ancol. Kami suxah lamaaaa sekali nggak ke Ancol klo ga dalah masih jaman namanya Sea World dan Gelanggang Samudra deh..hehe…
Wah udah lamaaaa banget nggak ke Ancol. Waktu anak2 masih bocil. Belum ada objek wisata ini. Ntar kalau le Jakarta nengok anak pengin jalan2 ke Ancol. Kayaknya makin seru ya.
Membaca ulasan ini jadi pengingat serunya main ke Ocean Dream Samudra. Anak-anak memang paling senang kalau sudah lihat atraksi lumba-lumba dan singa laut. Setuju banget, tempat ini masih jadi destinasi edukatif yang asyik buat keluarga di Jakarta.
Seru banget mengikuti kunjungan ke Ocean Dream Samudra Ancol-nya.
Jadi ingat kalau udah lama banget nggak ke Acol, terakhir saat anak masih bocah, jadi belum sempat naik Mola-mola. Keiknya harus main ke Ancol lagi, tapi di hari biasa aja biar nggak ngantri lama, heheh.
Weeehh zamanku dulu ke Ancol namanya masih Gelanggang Samudra. Ternyata sekarang udah ganti nama. Tapi aku belum pernah masuk situ sih, Mbak. Ternyata banyak juga ya pertunjukkannya. Itu kalau nonton lumba-lumba, putri duyung, penguin, dll gratis kah, Mbak? Atau bayar tiket lagi?
Waahhh Ancoooll, lama banget ga ke sana. Terakhir pas masih kerja di Jakarta huhu jadi pengen lagi ke sana
Anak² gak ketebak ya wkwkwk. Ngeri bisa berputar 360 derajat gitu. Kalau buat penikmat “olah adrenalin” pasti menikmati 😁
Aku sama dengan Dema…hahaha, kaget dan deg2an juga naik mola2. Masih mending naik ubur2 walau agak puyeng muter2. Dan kebetulan aku dah lama ga ke Ancol lagi nih. Jadi pengen bgt berkunjung ke sana.