Kalau teman-teman searching di sosmed, terutama Tiktok, mengenai kulineran yang viral di Braga Bandung, pasti salah satu yang direkomendasikan oleh algoritma sosmed adalah Sambal Pecel dan Seafood Braga ini. Yeees, nyobain makanan viral lagi, kitaaa, haha 😀 .
Makan bersama keluarga di Sambal Pecel dan Seafood Braga Bandung.
Eh, tapi alhamdulillah, ketika kami ke sana sekitar jam 2-an menuju 3 siang/ sorean gitu, tempatnya cukup kondusif. Rame, tapi nggak yang umpel-umpelan banget, gitu, lho, kayak di video-video viral. Mungkin, karena sudah lewat jam makan siang juga kali, ya? 😀 Yaweslah, rezeki 😀 .
Mengapa kok makan siangnya hampir ke sore banget? Soalnya, siang harinya, begitu kami tiba di Bandung, kami langsung jajan dulu di Warung Kopi Purnama. Setelah itu, kami menuju hotel, melepas lelah sebentar, baru kemudian mencari makanan yang agak berat.
Kenal Sambal Pecel dan Seafood Braga dari Tiktok
Seperti yang saya bilang sebelumnya, dari hasil searching di Tiktok ketemulah Sambal Pecel dan Seafood Braga. Katanya sih rumah makan ini terkenal harganya murah. Trus, free refill untuk nasi, sambal, dan lalapannya. Sebagai pecinta pedas, tentu nggak mau donk melewatkan fasilitas kek gitu, hehe 😀 .

Lokasinya persis di Braga yang jalannya ditup/ tak boleh dilewati kendaraan itu.
Lalu, PR-nya tinggal nyari tuh kedai makanan lokasinya di mana. Eh, nggak tahunya deket banget sama hotel tempat kami menginap. Kayaknya jaraknya cuma 5 menit dengan berjalan kaki, deh.
Pertama kali ketemu kedai makanan satu ini, kesan pertama saya bangunan gedung Sambal Pecel dan Seafood Braga ini cukup sederhana. Begitu kontras dengan kafe-kafe dan resto-resto kekinian di sekitarnya yang sepertinya berlomba-lomba menonjolkan sisi estetiknya. Kalau Sambal Pecel dan Seafood Braga ini lebih ke kedai atau warung makan sederhana aja, gitu.
Begitu masuk, di sebelah kiri langsung ketemu dapur, tempat pegawai-pegawai memasak makanannya. Juga, langsung ketemu etalase menu makanan, terutama lauk, yang siap dihangatkan/ digoreng lagi. Yup, jadi konsepnya, tempat masaknya di depan, sehingga nggak heran kalau masuk ke area dine in-nya agak gerah ya.

Suasana di dalam kedai makannya.
Jadi, Sambal Pecel dan Seafood Braga ini menurut saya kurang kids friendly ya, terutama buat yang bawa anak bayi dan balita. Namun, kalau buat seusia anak-anak saya yang OTW remaja masih OK, lha.
Untuk menu makanan yang disajikan, walaupun nama kedainya mengandung “sambal pecel”, tetapi Orang Jawa jangan ngarep ketemu nasi pecel, yak, hehe, karena “pecel” yang dimaksud tuh sebangsa “pecel ayam” atau “pecel lele” gitu. Jadi ini tuh menu sambelan/ penyetan gitu lha kalau di Jawa.
Menu makanan yang disajikan di Sambal Pecel dan Seafood Braga
Menu makanannya antara lain ada yang berbahan dasar daging ayam, seperti ayam goreng, ayam pop, ayam taliwang. Lalu, ada juga bebek goreng, ikan lele goreng, usus goreng, ati ampela goreng, kulit ayam, babat. Ada pula aneka pepes dan menu telur. Tahu, tempe, jengkol, terung, kerupuk juga tersedia. Banyak, deh, hehe.
Begitu pula dengan pilihan menu seafood-nya. Ada banyak. Yaaa, standar lha, seperti cumi, udang, kepiting, kerang-kerangan, ikan kek gurami, dll. Seafood tersebut tersedia dengan pilihan memakai saus asam manis atau saus padang.
Sebenarnya bedanya apa, sih, saus asam manis dan saus padang? Secara umum, menurut saya, saus asam manis tuh lebih ramah lidah anak-anak. Walaupun sama-sama berwarna merah, tapi rasanya dominan manis dan nggak pedas. Sementara, kalau saus padang rasanya lebih pedas dan bold, gitu, lho.
Kalau untuk menu minuman, Sambal Pecel dan Seafood Braga ini enggak menyediakan minuman yang unik, sih. Pilihannya antara teh, jeruk, aneka jus buah, air mineral. Paling, kalau ada yang agak beda sama kedai penyetan lain adalah ada minuman kunyit asem dan gula asem.
Makanan yang kami pesan di Sambal Pecel dan Seafood Braga
Hari itu, kami memesan beberapa lauk, antara lain kepiting saus padang, cumi saus asam manis, lele dan hati ampela goreng lengkap dengan sambal serta lalapan. Sambalnya terdiri dari sambal tomat dan sambal ijo.
Kebetulan tiga dari empat member keluarga saya tuh suka makanan pedas. Cuma satu aja yang tidak suka? Tebak siapa? Haha.
Itulah sebabnya buat lele dan hati ampela gorengnya, kami berpesan buat dipisah antara lauk dengan sambalnya. Ketimbang orangnya yang nggak suka pedes ini mutung nggak mau makan kan? 😀
Semua lauk tersebut diambil dari etalase yang tadi saya sebutkan dipajang di depan dekat dapur tempat pegawainya memasak hidangan. Sayang nggak kefoto, huhu. Nah, nanti kita tinggal tunjuk-tunjuk aja makanan yang kita mau supaya nanti dimasak/ digoreng. Jadi, masakan di sana tuh lumayan fresh, ya, teman-teman. Disajikan juga saat masih hot-hotnya ke meja kita.
Kemudian untuk sayurannya, kami memesan tumis kangkung dan jukut goreng. Ini perdana saya makan jukut. Sebelumnya cuma pernah denger aja. Kirain jukut tuh sejenis ikan kecil-kecil gitu, eh, nggak tahunya taneman ijo alias sayuran kek selada air, gitu, hehe 😛 . Lalu, untuk minumannya, kami hanya memesan es teh tawar buat orang dewasa dan air mineral dingin untuk anak-anak.
Lalu, bagaimana rasa makanan di sana?

Cumi asam manis.
Hmmm, mulai dari menu lauknya dulu, yak. Cumi saus asam manisnya disajikan di atas piring dengan saus yang melimpah. Ada beberapa potongan paprika gitu di sausnya.
Penyajian cuminya dipotong seperti cincin (calamary style) tetapi tidak putus, jadi masih nyambung gitu tubuhnya. Kalau dilihat sekilas penampilan daging cuminya mengintimidasi, eh, ketika disantap ternyata dagingnya nggak alot, lho. Mudah aja terlepas dari tubuhnya/ sambungannya.
Saus asam manisnya memiliki tekstur yang kental. Cenderung asam, mungkin dari bahan saus tomatnya, juga ada rasa gurih dari bawang putih dan Bombay.
Menurut saya, rasa cumi asam manis cukup segar dan tidak pedas. Namun, buat penyuka pedas, jangan khawatir, cumi asam manis ini sangat cocok dimakan dengan sambal ijo.

Kepiting saus padang.
Lalu, untuk kepiting saus padangnya, kepitingnya berukuran sedang, nggak terlalu besar, tapi juga tidak bisa dibilang kecil. Cocok untuk sharing makan berdua. Ketika disajikan kepiting ini memiliki aroma bakaran (smokey) yang khas dari proses masaknya.
Daging kepitingnya lumayan fresh. Saya makan dengan kedua tangan, bomat deh belepotan 😀 . paling suka mutus-mutusin tangan-tangannya, lalu berlanjut ke area kepalanya. Wkwk udah kek psikopat kalau makan kepiting tuh 😛
Saus padangnya memiliki tekstur yang kental seperti saus asamnya, rasanya juga ada manis-manisnya, tetapi juga ada rasa pedas. Meski begitu, pedasnya bukan yang langsung bikin wuah wuah, gitu, kok. Menurut saya masih sopan. Malah saya tuh memakannya masih pakai sambal tomat lagi.

Lele dan hati ampela goreng.
Untuk lele goreng dan hati ampela goreng, sebenarnya taka da yang istimewa. Kedua menu makanan ini digoreng garing. Penyajian hati ampelanya pun melimpah, nggak pelit, lho. Sayangnya, saat itu kami cuma diberi lalapan berupa mentimun saja. Saya juga nggak ngecek sih, apakah mereka punya selada atau kol di depan, nrimo-nrimo aja saya, mah wkwk. Kami juga tidak nambah nasi, lalapan, maupun sambal, walau aslinya boleh, karena merasa udah cukup sesuai porsinya 😀 .

Lalapan dan dua jenis sambal.
Untuk tumis kangkungnya menurut saya waktu itu agak overcooked, karena warnanya udah kehijauan tua banget haha. Trus, ya ampun, mereka kelebihan kangkung atau gimana, karena ngasinya banyak banget. Yaaa, alhamdulillah, sih hehe 😛 . Untuk rasanya agak asin dikit, tetapi masih bisa ditolerir.

Tumis kangkung.
Untuk jukut gorengnya, lumayan sih, masih terasa ada kriuk-kriuknya kalau dimakan begitu disajikan. Paling enak dimakan dengan dicocol sambal-sambal yang disajikan. BTW, ini porsinya juga banyak wkwk 😀 .

Jukut goreng.
Untuk harga makanan maupun minuman yang kami bayar setelah menikmati semua itu, mohon maaaaff, saya lupa, huhu. Entah struk-nya hilang atau memang taka da. Lupa nggak kefoto dan kesave di HP juga. Namun, yang pasti, relatif murah keknya dibandingkan makan di rumah makan sejenis yang tampilan kedainya lebih estetik atau fancy. Apalagi bisa refill-refill gitu kaaan?
Kesimpulan kulineran di Sambal Pecel dan Seafood Braga
Overall, rasa makanan di Sambal Pecel dan Seafood Braga ini cukup memuaskan lidah. Harganya juga cukup ramah kantong dengan porsi makanan yang lumayan banyak ya.
Cuma memang tempatnya nggak fancy, sehingga yang biasa makan di resto-resto yang agak mewahan mungkin kurang cucok. Kalau yang biasa ngewarteg mah, nyaman-nyaman aja haha.
Tidak disarankan bawa anak kecil ke sini, kecuali anaknya bisa diberi pengertian, karena tempatnya cukup sumuk (gerah) yaaa.
Itu sih teman-teman pengalaman saya dan keluarga makan di salah satu kedai makan viral di Braga Bandung, Sambal Pecel dan Seafood Braga. Ada yang sudah pernah mampir makan di sana juga? Share donk menu favoritmu apa kalau makan di sana 😀 .
April Hamsa


Seru banget ya, meskipun tempatnya sederhana dan agak “sumuk,” tapi kalau rasa makanannya juara dan porsinya melimpah, tetap worth it banget buat dicoba.
Apalagi fasilitas free refill nasi dan sambalnya itu, benar-benar surga buat pecinta pedas. Saya juga tipe yang kalau makan kepiting harus totalitas pakai tangan biar makin mantap! tips soal jukut goreng dan suasana di sana, sangat membantu buat yang mau mampir bareng keluarga.
Emang kalau makan kepiting enaknya pakai tangan ya sambil menyalurkan jiwa2 psikopat wkwk 😛
Wih.. akhirnya kesampaian juga cobain temat makan viral di Bandung ya, Mbak. Mungkin karena harganya pas di hati dan kantong, terus bisa refill nasi, sambal dan lalapan. Tapi lalapan cuma timun tok, Mbak? hehehe.
Tapi Mbak Apri beruntung datang di saat tak sedang umpel-umpelan. Terus dekat dari tempat menginap lagi, jadi tinggal jalan kaki saja. Dari foto menu yang ditampilkan, saya ngiler dengan cuminya Mbak. disantap dengan nasi hangat itu mantap sekali hehehe.
Iya Pak bambang cuminya enak, tapi sebenarnya keknya enakan pakai saus padang kali ya, kalau asam manis kurang nendang. Tapi untung ada sambel 😀
Nah daku pun demikian Kak, suka keblinger membedakan “pecel” ini. Kirain mah sambal kacang, eh tapi modelannya ada yang pakai lele goreng atau ayam goreng wkwkwk.
Ah pokoknya mah kalaj buat daku apapun model pegelnya, InsyaAllah daku suka ????
Apalagi pilihannya Kak April ada yang per-cumi-an, kan daku makin mupeng buat nyobain ????????
Iya kalau di sekitaran Jawa Barat/ Jakarta gitu pecel identik ma sambelan/ penyetan yak 😀
Iya enak cuminya, dipotong calamari tapi tetep utuh gitu.
Begitu baca sambal pecel, yang ada di benakku pecel tuh ya dari kacang gitu. Ternyata kok ya sambal pecel a.k.a penyetan.
Pas banget ya, Kak. Pingin makan di warung makan yang lagi viral malah ketemunya di dekat penginapan. Jadi, nggak perlu keluar jauh-jauh.
Iya mbak alhamdulillah tinggal melipir aja 😀
Pas explore Braga aku malah tidak mampir ke Sambal Pecel dan Seafood. Ternyata cumi asam manisnya begitu menggugah selera banget ya ???????????? apalagi baca deskripsi nya dari sisi rasa pun ciamik.
Meski tidak fancy tempatnya, kalau rasa makanannya oke, ajiblah. Yang nggak suka pedas itu apakah anak Mba April yang cewek? Maafin aku nebak yaaa.
Nah, saran buat tidak bawa anak kecil masuk akal soalnya tempatnya sumuk, agak ngeri anak bayi menangis rewel dan pastinya nggak nyaman.
Kepitingnya juga menggugah selera. Btw lalapannya hanya mentimun mbak? Sama aku penasaran dengan jukut goreng, belum nyobain lho aku tuh hahaha.
Nice share, next kalau ke Braga mau mampir akh.
Betul Mbak lala, anakku yang cewek nggak suka makanan pedas atau yang berbumbu, pilih2 haha.
Iya agak gerah, tapi kalau makanannya enak dahlah konsen makan aja kita yak 😀
Cobain mbak next kalau ke Braga lagi 😀
Pas explore Braga aku malah tidak mampir ke Sambal Pecel dan Seafood. Ternyata cumi asam manisnya begitu menggugah selera banget ya. apalagi baca deskripsi nya dari sisi rasa pun ciamik.
Meski tidak fancy tempatnya, kalau rasa makanannya oke, ajiblah. Yang nggak suka pedas itu apakah anak Mba April yang cewek? Maafin aku nebak yaaa.
Nah, saran buat tidak bawa anak kecil masuk akal soalnya tempatnya sumuk, agak ngeri anak bayi menangis rewel dan pastinya nggak nyaman.
Kepitingnya juga menggugah selera. Btw lalapannya hanya mentimun mbak? Sama aku penasaran dengan jukut goreng, belum nyobain lho aku tuh hahaha.
Nice share, next kalau ke Braga mau mampir akh.
Konsepnya memuaskan penyuka sambal dan nasi wkwkwk secara kalau makan pedes auto ngabisin nasi ya mbak
Btw tapi porsinya emang besar itu mbak, sayurnya sampai memenuhi piring ya. Btw masak cumi itu tricky lo, ini malah empuk, waa yummy mbak.
Ga salah ya kalau warung sambelan ini viral
Iya mbak, di sana nasinya bebas nambah, tapi aku dah kekenyangan hehe 😀
Terkecoh saya denger kata pecel. Krn kalo org Jawa bilang pecel, ya pasti nasi pecel yg full sayuran itu. Wkwk. Tp kalo org Jakarta, pecel ya isinya pasti ayam dan sebangsanya. Krn mereka bilangnya pasti pecel ayam, pecel lele dan sbgnya.
Ini kyk shockculture meski dlm satu pulau yak. Mirip dgn pesen es teh manis di Jakarta. Itu hrs dibilang manis. Kalo ga bilang manis, ya dikasih teh tawar. Beda dgn di Jawa, beli teh ya pasti dikasih manis. Kalo bilang teh aja, pasti dikasih tawar. Haha.
Wah ntr kalo ke Braga, bolehlah dicoba. Kangen jg masakan Jawa kalo pas ke Bandung. Meski kita udh tiap hari makanannya ya pecel aja wkwkw.
Haha iya awal2 pindah Jakarta juga keliru soal teh ini. Eh, tapi malah sejak itu nggak doyan teh manis, malah suka aja teh anget tanpa gula, apalagi yang gratisan dari warung wkwk.
Alhamdulillah segini mah tidak mengecewakan untuk ukuran makanan viral ya karena kadang-kadang ekspektasi orang berlebihan sehingga ketika terasa kurang pastinya akan menjadi sebuah kenangan yang kurang menyenangkan. Menurut saya agak beda di tempat ini adalah dia menyajikan aneka masakan seafood jadi bisa jadi alternatif selain pecel lele dan teman-temannya tapi kalau saya pribadi Memang agak menghindari karena biasanya di sini ramai banget males antri
Iya mas, kemarin lihat video orang pas buka puasa tu full banget di sana. Mungkin karena waktu itu kami makannya nggak pas makan siang banget udah ke sore gitu jadi mayan sepi, walau ya tetep ramai sih, cuma nggak crowded banget 😀
Waaaah ntar ke bandung awal may aku juga stay di Braga. Dan aku percaya sih Ama level pedas Orang2 bandung ini mba, memang di atas rata2. Jadi buatku yg menyuka pedas, langsung sukaaaa biasanya makan di manapun di bandung.
Tapi tadi aku kira ini jual pecel juga hahahahahha. Ternyata pecel penyetan yaaaa ????. Tapi gapapalah, Krn aku memang doyaaaaan Ama menu2 begini. Liat aneka gorengan lele dan lainnya, duuuuh langsung ngiler.
Samaaa mba, aku pun kalau dah makan kepiting, bodoamatlah dengan kotor ????????. Yg penting bisa menikmati kepiting sampai semua dagingnya ????. Kecuali makannya di resto yg bagus, baru deh malas berkotor2 ria ????.
Iya mbak, lumayan lha pedesnya bukan pedes formalitas haha, walau menurutku masih kalah pedes dari sambelnya penyetan di Surabaya mbak 😀
Haha iya nih mbak, kalau makan kepiting enakan pakai tangan, lebih nikmat 😀
emgn lumyn viral teh , tapi aku blum pernah haha . Ini review nya meemang bagus dibeberpa medssos , rating di 4.6 worthit lah ya teh , duh aku ngakakk teh april paas bilng jukut goreng , tth ittu teh selada aair teh , kalau jukut mah gak bisaa dimakan . Jukutt itu rumput hehe
emgn lumyn viral teh , tapi aku blum pernah haha . Ini review nya memang bagus dibeberpa medssos , rating di 4.6 worthit lah ya teh , duh aku ngakakk teh april paas bilng jukut goreng , tth ittu teh selada aair teh , kalau jukut mah gak bisa dimakan . Jukut itu rumput hehe
Ooo malah rumput yak? Ku pikir kek selada air itu lho, mbak Wkwkw 😀 , nggak tahu bentuk aslinya, ntar aku gugling deh 😀
Modelan warteg, ini mah.. fancy…hihihi..
Soalnya real warteg pan yaa.. tau kan.. kek apa..
Aku pikiirr yaa.. aku real psiko.. tapi masih cupu sekali kalo makan kepiting.. suka mager motekin.. makanya makan seafood paling suka pesen cumi atau udang.. soalnya tinggal HAPP aja kan yaah…
Favoriitt kamii.. sayur jukuutt..
Dan biasanya memang ga pernah banyak siiyh.. di sini alhamdulillah, banyak yaah… seneng liat yang ijo ijooo…
Dan jukut ituu.. minyaknya mashaAllah yaa.. hihihi.. gapapa gapapaa… sehaatt sehaatt, in syaa Allah~
Ngiler bangettt mbak liat cumi asam manisnyaaa. Sumpaah, pengen beli wkwkwk
Aku terakhir ke Bandung tuh mampir ke Braga juga mbak. Dan disana memang bwanyaaaaak banget jajanannyaa. Trus tempat nongkrongnya juga asyik-asyik banget. Cuma aku kok ya lupa ada tempat makan pecel ini apa nggak ya. Kayaknya dulu belom viral.
Ujung-ujungnya dulu cuma mampir ke toko jajanan legendaris gitu mbak. Mbak kesana juga kah? hihihi
Naik tangga bersama bu tata
tangannya melendung terkena jelaga
Braga itu memang penuh cerita
Belum ke bandung, kalo ga ke braga
Hmm… lihat kepiting dengan saus itu memang bikin lapar
Viral di Tiktok ternyata bisa membawa keberuntungan bagi penjualnya
Pun mbak April sebagai penikmat bisa menyantap berbagai menu dan harganya juga masih affordable kan ya
Tergoda juga nih aku sama kangkung-nya
Kebayang aromanya…
Wah saya malah nggak tahu rumah makan ini mbak. Ada kepiting ya. Jadi pengen nyobain. Kapan hari makan ke restoran seafood malah nggak jualan kepiting hahaha… Padahal pengennya itu.
Nanti kalau aku pengen kepiting lagi coba aku datang ke sana.
Btw jukut dan selada air itu sama kok. Cuma aku kurang cocok. Lebih suka selada air di tumis ala jawa timuran gitu. Atau dibobor sekalian hehehe
Jadi pengen bobor selada air. Nggak nyambung banget. Maafkan ????
beneran ini tadi kupikir ini menunya bakalan nasi pecel dengan kuah kacang gitu. eh ternyata menunya lebih ke menu lalapan yaa. sayang nih penyajiannya di piring ijo jadinya kurang menggoda gitu. tapi ya untuk rumah makan dengan harga murah kayaknya ini recommended yaa
Sudah beberapa kali ke sana, setuju banget sama review-nya. Memang kalau ke Sambal Pecel & Seafood Braga itu kuncinya jangan pas jam makan siang banget kalau nggak mau ‘saingan’ sama antrean turis atau pekerja kantoran sekitar.
Saya juga paling doyan jukut gorengnya, apalagi kalau dimakan bareng cumi asam manis yang sausnya melimpah itu. Benar banget soal suasananya yang agak gerah karena dapur terbuka di depan, tapi ya itu seninya makan di Braga, kerasa banget vibes warung nasi rakyatnya di tengah kepungan kafe-kafe estetik. Memang destinasi wajib sih kalau lagi pengen makan berat yang murah dan kenyang di area sini!
Wah Seruuuu …selamat menikmati Bandung Mbak April ..aku malah belum pernah lo ke sini ternyata menu makanannya seru-seru juga ya …kapan-kapan deh dicoba kalau udah balik lagi ke Bandung
Menunya terbilang sederhana, tapi bisa viral gitu berarti emang rasa asam manisnya pas banget di lidah nih. Pecel lelenya juga menggoda banget. Saya jadi penasaran dengan rasanya. Sesekali lah kalau main ke Bandung ke sini.
Kenapaa yaa aku kalo ke Bandung tuh bingung mau makan di mana, ahaha. Antara gak tau tempat sama kebanyakan rekomendasi, wkwkwk. Nah, malah kami belum pernah nih eksplor Braga gini.
Nextnya kalau nginep di Bandung, bisa ke sini kali ya. Asal gak datang di jam makan aja supaya gak empet2an sama pengunjung lain kali ya. Bisa lebih awal, atau lebih sore kayak gini.
Nah, tempatnya ini ternyata cukup besar juga yaa. Walaupun bukan tempat yang fancy ala ala gitu, yang penting kan rasanya uenak, hehehe.
Kayanya aku belum pernah juga deh makan cumi yang dipotong2 gini tapi masih nyambung, dan bener, kelihatannya agak alot tapi nyatanya enggak ya, jadi pengen nyobain sih. Soalnya masak cumi emang tricky ya, kalau gak pas, kurang matang atau kematengan ya bisa alot gitu.