Kalau teman-teman searching di sosmed, terutama Tiktok, mengenai kulineran yang viral di Braga Bandung, pasti salah satu yang direkomendasikan oleh algoritma sosmed adalah Sambal Pecel dan Seafood Braga ini. Yeees, nyobain makanan viral lagi, kitaaa, haha 😀 .
Makan bersama keluarga di Sambal Pecel dan Seafood Braga Bandung.
Eh, tapi alhamdulillah, ketika kami ke sana sekitar jam 2-an menuju 3 siang/ sorean gitu, tempatnya cukup kondusif. Rame, tapi nggak yang umpel-umpelan banget, gitu, lho, kayak di video-video viral. Mungkin, karena sudah lewat jam makan siang juga kali, ya? 😀 Yaweslah, rezeki 😀 .
Mengapa kok makan siangnya hampir ke sore banget? Soalnya, siang harinya, begitu kami tiba di Bandung, kami langsung jajan dulu di Warung Kopi Purnama. Setelah itu, kami menuju hotel, melepas lelah sebentar, baru kemudian mencari makanan yang agak berat.
Kenal Sambal Pecel dan Seafood Braga dari Tiktok
Seperti yang saya bilang sebelumnya, dari hasil searching di Tiktok ketemulah Sambal Pecel dan Seafood Braga. Katanya sih rumah makan ini terkenal harganya murah. Trus, free refill untuk nasi, sambal, dan lalapannya. Sebagai pecinta pedas, tentu nggak mau donk melewatkan fasilitas kek gitu, hehe 😀 .

Lokasinya persis di Braga yang jalannya ditup/ tak boleh dilewati kendaraan itu.
Lalu, PR-nya tinggal nyari tuh kedai makanan lokasinya di mana. Eh, nggak tahunya deket banget sama hotel tempat kami menginap. Kayaknya jaraknya cuma 5 menit dengan berjalan kaki, deh.
Pertama kali ketemu kedai makanan satu ini, kesan pertama saya bangunan gedung Sambal Pecel dan Seafood Braga ini cukup sederhana. Begitu kontras dengan kafe-kafe dan resto-resto kekinian di sekitarnya yang sepertinya berlomba-lomba menonjolkan sisi estetiknya. Kalau Sambal Pecel dan Seafood Braga ini lebih ke kedai atau warung makan sederhana aja, gitu.
Begitu masuk, di sebelah kiri langsung ketemu dapur, tempat pegawai-pegawai memasak makanannya. Juga, langsung ketemu etalase menu makanan, terutama lauk, yang siap dihangatkan/ digoreng lagi. Yup, jadi konsepnya, tempat masaknya di depan, sehingga nggak heran kalau masuk ke area dine in-nya agak gerah ya.

Suasana di dalam kedai makannya.
Jadi, Sambal Pecel dan Seafood Braga ini menurut saya kurang kids friendly ya, terutama buat yang bawa anak bayi dan balita. Namun, kalau buat seusia anak-anak saya yang OTW remaja masih OK, lha.
Untuk menu makanan yang disajikan, walaupun nama kedainya mengandung “sambal pecel”, tetapi Orang Jawa jangan ngarep ketemu nasi pecel, yak, hehe, karena “pecel” yang dimaksud tuh sebangsa “pecel ayam” atau “pecel lele” gitu. Jadi ini tuh menu sambelan/ penyetan gitu lha kalau di Jawa.
Menu makanan yang disajikan di Sambal Pecel dan Seafood Braga
Menu makanannya antara lain ada yang berbahan dasar daging ayam, seperti ayam goreng, ayam pop, ayam taliwang. Lalu, ada juga bebek goreng, ikan lele goreng, usus goreng, ati ampela goreng, kulit ayam, babat. Ada pula aneka pepes dan menu telur. Tahu, tempe, jengkol, terung, kerupuk juga tersedia. Banyak, deh, hehe.
Begitu pula dengan pilihan menu seafood-nya. Ada banyak. Yaaa, standar lha, seperti cumi, udang, kepiting, kerang-kerangan, ikan kek gurami, dll. Seafood tersebut tersedia dengan pilihan memakai saus asam manis atau saus padang.
Sebenarnya bedanya apa, sih, saus asam manis dan saus padang? Secara umum, menurut saya, saus asam manis tuh lebih ramah lidah anak-anak. Walaupun sama-sama berwarna merah, tapi rasanya dominan manis dan nggak pedas. Sementara, kalau saus padang rasanya lebih pedas dan bold, gitu, lho.
Kalau untuk menu minuman, Sambal Pecel dan Seafood Braga ini enggak menyediakan minuman yang unik, sih. Pilihannya antara teh, jeruk, aneka jus buah, air mineral. Paling, kalau ada yang agak beda sama kedai penyetan lain adalah ada minuman kunyit asem dan gula asem.
Makanan yang kami pesan di Sambal Pecel dan Seafood Braga
Hari itu, kami memesan beberapa lauk, antara lain kepiting saus padang, cumi saus asam manis, lele dan hati ampela goreng lengkap dengan sambal serta lalapan. Sambalnya terdiri dari sambal tomat dan sambal ijo.
Kebetulan tiga dari empat member keluarga saya tuh suka makanan pedas. Cuma satu aja yang tidak suka? Tebak siapa? Haha.
Itulah sebabnya buat lele dan hati ampela gorengnya, kami berpesan buat dipisah antara lauk dengan sambalnya. Ketimbang orangnya yang nggak suka pedes ini mutung nggak mau makan kan? 😀
Semua lauk tersebut diambil dari etalase yang tadi saya sebutkan dipajang di depan dekat dapur tempat pegawainya memasak hidangan. Sayang nggak kefoto, huhu. Nah, nanti kita tinggal tunjuk-tunjuk aja makanan yang kita mau supaya nanti dimasak/ digoreng. Jadi, masakan di sana tuh lumayan fresh, ya, teman-teman. Disajikan juga saat masih hot-hotnya ke meja kita.
Kemudian untuk sayurannya, kami memesan tumis kangkung dan jukut goreng. Ini perdana saya makan jukut. Sebelumnya cuma pernah denger aja. Kirain jukut tuh sejenis ikan kecil-kecil gitu, eh, nggak tahunya taneman ijo alias sayuran kek selada air, gitu, hehe 😛 . Lalu, untuk minumannya, kami hanya memesan es teh tawar buat orang dewasa dan air mineral dingin untuk anak-anak.
Lalu, bagaimana rasa makanan di sana?

Cumi asam manis.
Hmmm, mulai dari menu lauknya dulu, yak. Cumi saus asam manisnya disajikan di atas piring dengan saus yang melimpah. Ada beberapa potongan paprika gitu di sausnya.
Penyajian cuminya dipotong seperti cincin (calamary style) tetapi tidak putus, jadi masih nyambung gitu tubuhnya. Kalau dilihat sekilas penampilan daging cuminya mengintimidasi, eh, ketika disantap ternyata dagingnya nggak alot, lho. Mudah aja terlepas dari tubuhnya/ sambungannya.
Saus asam manisnya memiliki tekstur yang kental. Cenderung asam, mungkin dari bahan saus tomatnya, juga ada rasa gurih dari bawang putih dan Bombay.
Menurut saya, rasa cumi asam manis cukup segar dan tidak pedas. Namun, buat penyuka pedas, jangan khawatir, cumi asam manis ini sangat cocok dimakan dengan sambal ijo.

Kepiting saus padang.
Lalu, untuk kepiting saus padangnya, kepitingnya berukuran sedang, nggak terlalu besar, tapi juga tidak bisa dibilang kecil. Cocok untuk sharing makan berdua. Ketika disajikan kepiting ini memiliki aroma bakaran (smokey) yang khas dari proses masaknya.
Daging kepitingnya lumayan fresh. Saya makan dengan kedua tangan, bomat deh belepotan 😀 . paling suka mutus-mutusin tangan-tangannya, lalu berlanjut ke area kepalanya. Wkwk udah kek psikopat kalau makan kepiting tuh 😛
Saus padangnya memiliki tekstur yang kental seperti saus asamnya, rasanya juga ada manis-manisnya, tetapi juga ada rasa pedas. Meski begitu, pedasnya bukan yang langsung bikin wuah wuah, gitu, kok. Menurut saya masih sopan. Malah saya tuh memakannya masih pakai sambal tomat lagi.

Lele dan hati ampela goreng.
Untuk lele goreng dan hati ampela goreng, sebenarnya taka da yang istimewa. Kedua menu makanan ini digoreng garing. Penyajian hati ampelanya pun melimpah, nggak pelit, lho. Sayangnya, saat itu kami cuma diberi lalapan berupa mentimun saja. Saya juga nggak ngecek sih, apakah mereka punya selada atau kol di depan, nrimo-nrimo aja saya, mah wkwk. Kami juga tidak nambah nasi, lalapan, maupun sambal, walau aslinya boleh, karena merasa udah cukup sesuai porsinya 😀 .

Lalapan dan dua jenis sambal.
Untuk tumis kangkungnya menurut saya waktu itu agak overcooked, karena warnanya udah kehijauan tua banget haha. Trus, ya ampun, mereka kelebihan kangkung atau gimana, karena ngasinya banyak banget. Yaaa, alhamdulillah, sih hehe 😛 . Untuk rasanya agak asin dikit, tetapi masih bisa ditolerir.

Tumis kangkung.
Untuk jukut gorengnya, lumayan sih, masih terasa ada kriuk-kriuknya kalau dimakan begitu disajikan. Paling enak dimakan dengan dicocol sambal-sambal yang disajikan. BTW, ini porsinya juga banyak wkwk 😀 .

Jukut goreng.
Untuk harga makanan maupun minuman yang kami bayar setelah menikmati semua itu, mohon maaaaff, saya lupa, huhu. Entah struk-nya hilang atau memang taka da. Lupa nggak kefoto dan kesave di HP juga. Namun, yang pasti, relatif murah keknya dibandingkan makan di rumah makan sejenis yang tampilan kedainya lebih estetik atau fancy. Apalagi bisa refill-refill gitu kaaan?
Kesimpulan kulineran di Sambal Pecel dan Seafood Braga
Overall, rasa makanan di Sambal Pecel dan Seafood Braga ini cukup memuaskan lidah. Harganya juga cukup ramah kantong dengan porsi makanan yang lumayan banyak ya.
Cuma memang tempatnya nggak fancy, sehingga yang biasa makan di resto-resto yang agak mewahan mungkin kurang cucok. Kalau yang biasa ngewarteg mah, nyaman-nyaman aja haha.
Tidak disarankan bawa anak kecil ke sini, kecuali anaknya bisa diberi pengertian, karena tempatnya cukup sumuk (gerah) yaaa.
Itu sih teman-teman pengalaman saya dan keluarga makan di salah satu kedai makan viral di Braga Bandung, Sambal Pecel dan Seafood Braga. Ada yang sudah pernah mampir makan di sana juga? Share donk menu favoritmu apa kalau makan di sana 😀 .
April Hamsa


Seru banget ya, meskipun tempatnya sederhana dan agak “sumuk,” tapi kalau rasa makanannya juara dan porsinya melimpah, tetap worth it banget buat dicoba.
Apalagi fasilitas free refill nasi dan sambalnya itu, benar-benar surga buat pecinta pedas. Saya juga tipe yang kalau makan kepiting harus totalitas pakai tangan biar makin mantap! tips soal jukut goreng dan suasana di sana, sangat membantu buat yang mau mampir bareng keluarga.
Emang kalau makan kepiting enaknya pakai tangan ya sambil menyalurkan jiwa2 psikopat wkwk 😛
Wih.. akhirnya kesampaian juga cobain temat makan viral di Bandung ya, Mbak. Mungkin karena harganya pas di hati dan kantong, terus bisa refill nasi, sambal dan lalapan. Tapi lalapan cuma timun tok, Mbak? hehehe.
Tapi Mbak Apri beruntung datang di saat tak sedang umpel-umpelan. Terus dekat dari tempat menginap lagi, jadi tinggal jalan kaki saja. Dari foto menu yang ditampilkan, saya ngiler dengan cuminya Mbak. disantap dengan nasi hangat itu mantap sekali hehehe.
Iya Pak bambang cuminya enak, tapi sebenarnya keknya enakan pakai saus padang kali ya, kalau asam manis kurang nendang. Tapi untung ada sambel 😀
Kalau saya sih suka semua, Mbak April. Hanya saya heran, kok jarang yang jual cumi hitam yang berasal dari tintanya ya… Padahal itu mantap banget lho, Mbak. Apalagi pakai nasi hangat. Auto nambah 2 piring hahahaha.
Nah daku pun demikian Kak, suka keblinger membedakan “pecel” ini. Kirain mah sambal kacang, eh tapi modelannya ada yang pakai lele goreng atau ayam goreng wkwkwk.
Ah pokoknya mah kalaj buat daku apapun model pegelnya, InsyaAllah daku suka ????
Apalagi pilihannya Kak April ada yang per-cumi-an, kan daku makin mupeng buat nyobain ????????
Iya kalau di sekitaran Jawa Barat/ Jakarta gitu pecel identik ma sambelan/ penyetan yak 😀
Iya enak cuminya, dipotong calamari tapi tetep utuh gitu.
Begitu baca sambal pecel, yang ada di benakku pecel tuh ya dari kacang gitu. Ternyata kok ya sambal pecel a.k.a penyetan.
Pas banget ya, Kak. Pingin makan di warung makan yang lagi viral malah ketemunya di dekat penginapan. Jadi, nggak perlu keluar jauh-jauh.
Iya mbak alhamdulillah tinggal melipir aja 😀
Pas explore Braga aku malah tidak mampir ke Sambal Pecel dan Seafood. Ternyata cumi asam manisnya begitu menggugah selera banget ya ???????????? apalagi baca deskripsi nya dari sisi rasa pun ciamik.
Meski tidak fancy tempatnya, kalau rasa makanannya oke, ajiblah. Yang nggak suka pedas itu apakah anak Mba April yang cewek? Maafin aku nebak yaaa.
Nah, saran buat tidak bawa anak kecil masuk akal soalnya tempatnya sumuk, agak ngeri anak bayi menangis rewel dan pastinya nggak nyaman.
Kepitingnya juga menggugah selera. Btw lalapannya hanya mentimun mbak? Sama aku penasaran dengan jukut goreng, belum nyobain lho aku tuh hahaha.
Nice share, next kalau ke Braga mau mampir akh.
Betul Mbak lala, anakku yang cewek nggak suka makanan pedas atau yang berbumbu, pilih2 haha.
Iya agak gerah, tapi kalau makanannya enak dahlah konsen makan aja kita yak 😀
Cobain mbak next kalau ke Braga lagi 😀
Maafin ternyata emoticon bintang bintang malah berubah jadi banyak tanda tanya huhuhu.
Oalah, gapapa mbak nanti anak cewek akan suka semua makanan pas dia mulai bekerja. Aku dulu pemilih sama makanan. Pas kerja, aku malah suka explore berbagai makanan hehehe.
Iya ya, gerah emang agak nggak nyaman tapi kalau makanannya enak yaudah gaskeun aja, bawa kipas portabel kali ya pas kesananya.
Entah kapan nih ke Bandung lagi. Masih banyak Kota yang pengen di explore tapi sejujurnya Bandung selalu memikat hati emang, saking okenya, nyaman, menarik, banyak inovasi kuliner pula.
Pas explore Braga aku malah tidak mampir ke Sambal Pecel dan Seafood. Ternyata cumi asam manisnya begitu menggugah selera banget ya. apalagi baca deskripsi nya dari sisi rasa pun ciamik.
Meski tidak fancy tempatnya, kalau rasa makanannya oke, ajiblah. Yang nggak suka pedas itu apakah anak Mba April yang cewek? Maafin aku nebak yaaa.
Nah, saran buat tidak bawa anak kecil masuk akal soalnya tempatnya sumuk, agak ngeri anak bayi menangis rewel dan pastinya nggak nyaman.
Kepitingnya juga menggugah selera. Btw lalapannya hanya mentimun mbak? Sama aku penasaran dengan jukut goreng, belum nyobain lho aku tuh hahaha.
Nice share, next kalau ke Braga mau mampir akh.
Baru mau ngomong. Cumi asam manisnya menggoda banget. Sama kepitingnya.
Asyik banget makan di sini keknya. Meskipun sempet terkecoh sama pecelnya. Hehehe
aku juga nebaknya Dema yang gasuka pedes yaak..
belum nemu “enak”nya pedes.. nanti kalo uda.. bisa nagiihh.. hehehe…
Aku juga suka kasih semangatnya gitu ke anak-anak.. kek “Mosok arek Suroboyo gak doyan pedeess?? Yo ga mboiiss..”
Hahahah.. tapi dasarnya memang tinggalnya ga sama aku kaan.. jadi kudu “nrimo ing pandum” makanan apapun yang dihidangkan.
Jukut ini termasuk favoritooo..
tapi cumi aku juga suka siih.. seafood ini langka kalo di Bandung yaa.. sekalinya ada.. harganya mashaAllah…
Ngeri dan makan jadi tidak tenang
Memang sebaiknya bawa anak yang sudah paham kalau diberi informasi
Apalagi kalau sudah bisa makan sendiri, tenang pasti
Tinggal pilihkan menu sesuai selera mereka
Insya Allah kalau seafood pada doyan semua nih Trio S
Konsepnya memuaskan penyuka sambal dan nasi wkwkwk secara kalau makan pedes auto ngabisin nasi ya mbak
Btw tapi porsinya emang besar itu mbak, sayurnya sampai memenuhi piring ya. Btw masak cumi itu tricky lo, ini malah empuk, waa yummy mbak.
Ga salah ya kalau warung sambelan ini viral
Iya mbak, di sana nasinya bebas nambah, tapi aku dah kekenyangan hehe 😀
Mantap ya, bisa nambah nasi. Misal lagi kelaperan banget, ini beneran sangat menolong sih. Apalagi melihat menu-menu yang di pesan, aduhai bikin perut keroncongan, menggugah selera banget.
Senengnya kalau Nemu FYP atau makanan viral di Tiktok itu seringnya oke banget sih. Beneran rekomended. Nggak bikin nyesel ataupun kapok.
Maka tak heran kalau banyak orang cari referensi makanan viral dari tiktok ya Mbak April.
Terkecoh saya denger kata pecel. Krn kalo org Jawa bilang pecel, ya pasti nasi pecel yg full sayuran itu. Wkwk. Tp kalo org Jakarta, pecel ya isinya pasti ayam dan sebangsanya. Krn mereka bilangnya pasti pecel ayam, pecel lele dan sbgnya.
Ini kyk shockculture meski dlm satu pulau yak. Mirip dgn pesen es teh manis di Jakarta. Itu hrs dibilang manis. Kalo ga bilang manis, ya dikasih teh tawar. Beda dgn di Jawa, beli teh ya pasti dikasih manis. Kalo bilang teh aja, pasti dikasih tawar. Haha.
Wah ntr kalo ke Braga, bolehlah dicoba. Kangen jg masakan Jawa kalo pas ke Bandung. Meski kita udh tiap hari makanannya ya pecel aja wkwkw.
Haha iya awal2 pindah Jakarta juga keliru soal teh ini. Eh, tapi malah sejak itu nggak doyan teh manis, malah suka aja teh anget tanpa gula, apalagi yang gratisan dari warung wkwk.
Alhamdulillah segini mah tidak mengecewakan untuk ukuran makanan viral ya karena kadang-kadang ekspektasi orang berlebihan sehingga ketika terasa kurang pastinya akan menjadi sebuah kenangan yang kurang menyenangkan. Menurut saya agak beda di tempat ini adalah dia menyajikan aneka masakan seafood jadi bisa jadi alternatif selain pecel lele dan teman-temannya tapi kalau saya pribadi Memang agak menghindari karena biasanya di sini ramai banget males antri
Iya mas, kemarin lihat video orang pas buka puasa tu full banget di sana. Mungkin karena waktu itu kami makannya nggak pas makan siang banget udah ke sore gitu jadi mayan sepi, walau ya tetep ramai sih, cuma nggak crowded banget 😀
Waaaah ntar ke bandung awal may aku juga stay di Braga. Dan aku percaya sih Ama level pedas Orang2 bandung ini mba, memang di atas rata2. Jadi buatku yg menyuka pedas, langsung sukaaaa biasanya makan di manapun di bandung.
Tapi tadi aku kira ini jual pecel juga hahahahahha. Ternyata pecel penyetan yaaaa ????. Tapi gapapalah, Krn aku memang doyaaaaan Ama menu2 begini. Liat aneka gorengan lele dan lainnya, duuuuh langsung ngiler.
Samaaa mba, aku pun kalau dah makan kepiting, bodoamatlah dengan kotor ????????. Yg penting bisa menikmati kepiting sampai semua dagingnya ????. Kecuali makannya di resto yg bagus, baru deh malas berkotor2 ria ????.
Iya mbak, lumayan lha pedesnya bukan pedes formalitas haha, walau menurutku masih kalah pedes dari sambelnya penyetan di Surabaya mbak 😀
Haha iya nih mbak, kalau makan kepiting enakan pakai tangan, lebih nikmat 😀
emgn lumyn viral teh , tapi aku blum pernah haha . Ini review nya meemang bagus dibeberpa medssos , rating di 4.6 worthit lah ya teh , duh aku ngakakk teh april paas bilng jukut goreng , tth ittu teh selada aair teh , kalau jukut mah gak bisaa dimakan . Jukutt itu rumput hehe
Sama Teh Nuy, daku juga belum nyobain hehe.
Pertama karena lumayan jauh dari tempatku. Kedua karena bukan tipe yang kalau ada viral² langsung didatengin. Jadi nunggu tenang dulu baru mungkin bakalan ke sana.
Di tempat ku juga ada bakso yang lagi viral, deket sama stasiun Klender Baru, bisa nih Kak April coba ceki² biar nantinya bisa ceritain rasanya kepadaku, karena ya biasa daku belum nyobain haha
emgn lumyn viral teh , tapi aku blum pernah haha . Ini review nya memang bagus dibeberpa medssos , rating di 4.6 worthit lah ya teh , duh aku ngakakk teh april paas bilng jukut goreng , tth ittu teh selada aair teh , kalau jukut mah gak bisa dimakan . Jukut itu rumput hehe
Ooo malah rumput yak? Ku pikir kek selada air itu lho, mbak Wkwkw 😀 , nggak tahu bentuk aslinya, ntar aku gugling deh 😀
Eh dibilangnya emang jukut lho teh Nuy… Di rumah makan sunda disebutnya jukut goreng. Padahal ya selada air goreng itu. Aku pertama kali makan di Warung Bu Imas. Kirain apaan jukut. Ternyata selada air.
Modelan warteg, ini mah.. fancy…hihihi..
Soalnya real warteg pan yaa.. tau kan.. kek apa..
Aku pikiirr yaa.. aku real psiko.. tapi masih cupu sekali kalo makan kepiting.. suka mager motekin.. makanya makan seafood paling suka pesen cumi atau udang.. soalnya tinggal HAPP aja kan yaah…
Favoriitt kamii.. sayur jukuutt..
Dan biasanya memang ga pernah banyak siiyh.. di sini alhamdulillah, banyak yaah… seneng liat yang ijo ijooo…
Dan jukut ituu.. minyaknya mashaAllah yaa.. hihihi.. gapapa gapapaa… sehaatt sehaatt, in syaa Allah~
Ngiler bangettt mbak liat cumi asam manisnyaaa. Sumpaah, pengen beli wkwkwk
Aku terakhir ke Bandung tuh mampir ke Braga juga mbak. Dan disana memang bwanyaaaaak banget jajanannyaa. Trus tempat nongkrongnya juga asyik-asyik banget. Cuma aku kok ya lupa ada tempat makan pecel ini apa nggak ya. Kayaknya dulu belom viral.
Ujung-ujungnya dulu cuma mampir ke toko jajanan legendaris gitu mbak. Mbak kesana juga kah? hihihi
Naik tangga bersama bu tata
tangannya melendung terkena jelaga
Braga itu memang penuh cerita
Belum ke bandung, kalo ga ke braga
Hmm… lihat kepiting dengan saus itu memang bikin lapar
Viral di Tiktok ternyata bisa membawa keberuntungan bagi penjualnya
Pun mbak April sebagai penikmat bisa menyantap berbagai menu dan harganya juga masih affordable kan ya
Tergoda juga nih aku sama kangkung-nya
Kebayang aromanya…
Wah saya malah nggak tahu rumah makan ini mbak. Ada kepiting ya. Jadi pengen nyobain. Kapan hari makan ke restoran seafood malah nggak jualan kepiting hahaha… Padahal pengennya itu.
Nanti kalau aku pengen kepiting lagi coba aku datang ke sana.
Btw jukut dan selada air itu sama kok. Cuma aku kurang cocok. Lebih suka selada air di tumis ala jawa timuran gitu. Atau dibobor sekalian hehehe
Jadi pengen bobor selada air. Nggak nyambung banget. Maafkan ????
beneran ini tadi kupikir ini menunya bakalan nasi pecel dengan kuah kacang gitu. eh ternyata menunya lebih ke menu lalapan yaa. sayang nih penyajiannya di piring ijo jadinya kurang menggoda gitu. tapi ya untuk rumah makan dengan harga murah kayaknya ini recommended yaa
Sudah beberapa kali ke sana, setuju banget sama review-nya. Memang kalau ke Sambal Pecel & Seafood Braga itu kuncinya jangan pas jam makan siang banget kalau nggak mau ‘saingan’ sama antrean turis atau pekerja kantoran sekitar.
Saya juga paling doyan jukut gorengnya, apalagi kalau dimakan bareng cumi asam manis yang sausnya melimpah itu. Benar banget soal suasananya yang agak gerah karena dapur terbuka di depan, tapi ya itu seninya makan di Braga, kerasa banget vibes warung nasi rakyatnya di tengah kepungan kafe-kafe estetik. Memang destinasi wajib sih kalau lagi pengen makan berat yang murah dan kenyang di area sini!
Wah Seruuuu …selamat menikmati Bandung Mbak April ..aku malah belum pernah lo ke sini ternyata menu makanannya seru-seru juga ya …kapan-kapan deh dicoba kalau udah balik lagi ke Bandung
Menunya terbilang sederhana, tapi bisa viral gitu berarti emang rasa asam manisnya pas banget di lidah nih. Pecel lelenya juga menggoda banget. Saya jadi penasaran dengan rasanya. Sesekali lah kalau main ke Bandung ke sini.
Kenapaa yaa aku kalo ke Bandung tuh bingung mau makan di mana, ahaha. Antara gak tau tempat sama kebanyakan rekomendasi, wkwkwk. Nah, malah kami belum pernah nih eksplor Braga gini.
Nextnya kalau nginep di Bandung, bisa ke sini kali ya. Asal gak datang di jam makan aja supaya gak empet2an sama pengunjung lain kali ya. Bisa lebih awal, atau lebih sore kayak gini.
Nah, tempatnya ini ternyata cukup besar juga yaa. Walaupun bukan tempat yang fancy ala ala gitu, yang penting kan rasanya uenak, hehehe.
Kayanya aku belum pernah juga deh makan cumi yang dipotong2 gini tapi masih nyambung, dan bener, kelihatannya agak alot tapi nyatanya enggak ya, jadi pengen nyobain sih. Soalnya masak cumi emang tricky ya, kalau gak pas, kurang matang atau kematengan ya bisa alot gitu.
Braga asik banget mba Isti. Asal bukan di jam penuh sih yah. Kadang malah gak bisa dinikmati kalau terlalu padat. Banyak banget spot kuliner dan foto estetik di sini Mba
OWh tempatnya yang deket jualan lukisan itu, sering lewat cuma ga pernah mampir, dulu kalo ke braga fokusnya pasti ke Niaga Foto, toko kamera legendaris itu, tapi sekarang sayangnya katanya sudah tutup, makanya udah lama ga ke braga lagi jadi berkurang kesempatan buat mampir ke tempat2 makan di Braga.
tapi nanti kalo lewat lagi kesana pasti mau nyoba, ke kopi purnama terutama.
Sambal pecel alias penyetan ya, haha
Btw penasaran sama Jakut goreng. Di jatim belum pernah menemukan lalapan ini
Catettt BRAGA ya Pril.
insyaAllah Sekitaran September mau ke BDG
kayaknya kalo pas bayar dewe, aku mau nyempetin makannnn ke sini
looks so yummy.
dan harga OK
Untung diingatkan tadi di awal mbaa..soalnya pas aku baca judulnya sempet agak bingung kok unik warung pecel namun juga ada seafood nya hehe ternyata uyang dimaksud disini pecel nya ini adalah lalapan sambal yaa jadi ya nyambung aja sie klo lalapan sama seafood yakk..
Dan beruntung banget ternyata lokasinya deket banget sama hotel jadi tinggal jalan..aku juga sukanya gitu mba kalo ketempat baru suka cobain makanan yg lagi viral kalo gak ya makanan yanbg tradisional otentik khas daerah tersebut
Daku kalau disediakan ini sambal pecel takut kalap, Kak. Soalnya daku doyan wkwkwk. Menunya nggak ngebosenin. Istilahnya tuh di Jakarta kan ada menu yang seperti itu, jadi kalau misalnya pas ke Braga makan menunya ini juga mah nggak bosen. Malah bisa jadi pilihan banget, karena udah tahu InsyaAllah rasanya enak
Di sebelah mana ini, kemaren pas ke Bandung sama Lala kok nggak mampir ke sini, huhu. Malah kita mampir resto dari artis yang sekarang udah tutup restonya, hiks, mana kuulas di mana-mana pula, Mbak.
Astaga rupanya pecel ala Jabar, dari awal mindset aku dah mikirin pecelnya ala Jateng Jatim, haha. Padahal dah lama di Depok, tapi kok ya nggak apal-apal.
Ini kalau aku kayaknya pesen menu andalan, lele goreng plus tumis kangkung, hehe suka banget soalnya Mb.
Wah aku tim penyuka lalapan kecewa kalau cuma mentimun doang. Aku kaya kambing kalau makan penyetan, semua yang ijo habis, mau daun-daunan, timun. Masukan banget nih Mbak buat pemilik, tapi emang sih, nyediain sayuran lebih beresiko.
Nggak perlu tempat fancy, yang penting makananya enaaaak.. *sikap Ahahahaha…
Lucu juga nih Mba April tempat makananya. Biasanya mah refill minuman teh ya, tapi ini malah refill nasi. Apa nggak kesennengan bapaks-bapaks yang makan di sana… Wkwkwk.. 😀 Nah, iya aku tuh awalnya denger pecel lele, pecel aaym yang ada di otaknya sayuran pecel dikasih tambahan lele sama ayam. Ternyata emang beda ya artinya di orang Sunda sama orang Jawa… 😀
Keliatan enak-enak mbaaa makananya. Dan iya ya porsi tumis kangkung sama jukut gorengnya banyak. Iiih jadi pingin jukut dicocol sambel… 😀
Kalau saya mbak yang penting makanannya enak dan tempatnya bersih, urusan tempatnya mewah atau fancy atau enggak itu gak masalah hehe,,,sing penting bersih ,,,itu sudah lebnih dari cukup. Saya suka nih varian menunya,,,menunya sederhana tapi terlihat menggoda selera. Tidak heran jadi viral di tiktok, Saya juga suka penasaran kalau ada kuliner yang viral–viral itu jadi kepengen datang langsung ke tempatnya. Alhamdulillah mbak April sudah mampir yaa kesana.
Aku ngiler banget pas lihat kepiting saus padangnya. Kok yummy ddan menggoda dimakan malam-malam gini, hehehe. Btw aku juga suka lho mencari kuliner yang sedang viral di TikTok. Terlepas dari makanannya enak atau tidak, tapi aku jadi tidak penasaran lagi kalau sudah makan kuliner yang viral di medsos
Sungguh sebuah keberuntungan banget sih ini menurutku kak, nggak terlalu antre padahal lagi viral. Sama kaya di Pontianak konsep pecel pasti munculnya penyetan lengkap dengan sambal dan lalapannya. Klo di Malang pecel udah pasti sayuran dengan saus kacang….
Aku juga kalau makan seafood memang paling bener dinikmati pakai tangan biar makin pol mantapnya. Penasaran juga sama jukut gorengnya, apalagi katanya porsinya melimpah. di Pontianak jarang ada yang jual
Wahh ini viral ya di TikTok? Aku baru tau, padahal tiap ke Braga aku mampir makan di sini terus karena emang comfort food banget daripada yang lain. Hahahaha. Menu-menunya oke apalagi jukut goreng sama kulit ayamnya yang gurih. Next cobain Bacang Braga Mbak, isinya jando (lemak daging sapi) ini agak jalan ke Asia Afrika dikit sih, tapi dia jualannya menjelang malam.. ini juga legend dan enduls rasanya.
Waktu abru baca tulisannya , saya membayangkan sambal pecel khas Madiun yang pakai kacang, ternyata ini sambel pecel yang mirip pecel lelel ya? he..he..Sebenarnya setiap membaca tulisan tentang kuliner pingin langsung cuss ikut nyobain, tapi sepertinya untuk saat ini itu masih sekadar impian, karena rata-rata kulinerannya di Jawa he…he…
Bisa viral banget yaa tempatnya padahal panas hihi mungkin sensasinya di sana makan pedas sambil kegerahan.. mantap..menggoda sekali makanannya..
Mbak Apriilll sebagai arek Suroboyo kok dikau tega nyobain menu pecel di Bandung siihh? Ahahahaha….
Tapi boleh lah ya jajal namanya juga kuliner viral. Kalau makanannya enak ya why not, palagi tempatnya oke dan bersih. Baleni meneh laahh kalo ke Bandung.
Mak Dem ke Bandung ga bilang kan bisa janjian ketemu *halah basbus* wkwkw..
Aku aja orang Cimahi baru tahu di Braga ya ada tempat ini 😀 kukira di Braga yang makanan2 aneh dessert semacamnya :p btw aku setuju lihat kangkungnya over cooked dan maaf tidak menarik wkwkwk *diguyur sambel sama abangnya*
Wah wah wah, nggak bisa nih kalo ada yang free refill-refill gini, suka kalap biasanya. Apalagi menunya sambelan begitu, jelas maling nasi itu. Hihhi. Gapapa deh tempatnya syumuk dikit, tapi kalo bisa free refill lalapan gasss… Eh, aku juga penasaran sama jukut. Bedanya sama selada air apa yak?
Aku pas dulu masih tinggal di Bekasi juga heran, kenapa namanya pecel ayam, pecel lele, padahal kan itu penyetan kalo di Jawa Timur nyebutnya. Btw, kunyit asamnya istimewa tuh mbak. Jarang-jarang ada rumah makan ngasih minumnya kunyit asam. Atau aku aja yang jarang nemu?
Ini kira-kira kalo di Malang kayak Pak Soleh ya. Di situ juga menunya sambelan, penyetan, bakaran. Yang istimewa ada jamu beras kencurnya. Beuhh mantepp!
Wah, aku ngeces deh euy ngeliat kepitingnya 🙂 Kayaknya sekarang kita cari info itu lewat tiktok lebih asik ya. Ada visualisasinya makanan sama tempatnya jadi kita punya ancer2 tempatnya kayak gimana sebelum masuk. Ini memang bukan tempat nyaman tapi yang penting kebersamaannya yah.
Baca tengah malam jadi lapar lagi pengen makan seafood, mana sudah lama gk makan kepiting lagi. Sebagai pecinta seafood dan nasi padang, saya gk pernah kebayang gimaan jadinya kepiting di balur dengan saus padang yang rasaya sudah gurih , mana warnanya juga cantik banget lagi ya…
belum pernah nyobain makan di sana mbak, sepanjang jalan Braga memang banyak kuliner yang menggoda sih. next kalau ke Bandung lagi mau cobain ah kuliner viral in, menunya menggoda dan melimpah pula wkwkwk. Kalau di sini namanya penyetan, lauk yang disajikan dengan sambal, bisa ngabisin nasi ini wkwkwk, dietnya besok aja ya
kalau ke Bandung nggak susah buat nyari tempat makan, apalagi kalau tempat makan viral seperti sambal pecel dan seafood ini.
awalnya aku ngira yang dimaksud sambal pecel pastinya kayak yang di Jawa, yaitu makanan dengan bumbu pecelnya gitu, ternyata bukan ya. termasuk beda juga artinya di tiap kota.
aku suka cumi, udah lama juga ga makan cumi apalagi dengan saus asam manis.Udang sebenernya suka, cuman udah beberapa tahun ini alergi makan udang.