Yeaaayy, akhirnyaaa, setelah sekian lama keturutan juga ngidam saya, eh, maksudnya keinginan saya untuk makan di resto Bandar Djakarta Ancol, hehe. Bomat dianggap norak. Ini harus diabadikan di blog wkwkwk 😛 . Makluuumm, biasanya kalau ke Ancol, keasyikan seharian di tempat-tempat rekreasinya, trus akhirnya kalau laper ya makan di tenant-tenant yang ada di sana aja sekalian. Hampir tidak pernah ada kesempatan makan di resto ini heuheu.
Perdana makan di Bandar Djakarta Ancol.
Makan siang kesorean
Nah, pas kemarin saya dan keluarga mengunjungi Ocean Dream Samudera, kebetulan hanya satu tempat itu saja yang dituju, sehingga rencananya kami keluar agak siang, lalu udah di-plot makan siangnya di Bandar Djakarta. Eh, ternyataaa, keasyikan nonton pertunjukan dan main wahana di Samudera, kami malah keluarnya sore, wkwkwk 😛 . Apalagi siangnya sempat ngemil banyak roti-rotian, sehingga kayak masih kenyang, gitu.

Restoran Bandar Djakarta Ancol bagian depan.
Begitu nyadar kalau sudah kelewat dari jam 3 sore, kami pun bergegas keluar Samudera dan otw ke Bandar Djakarta naik shuttle bus Wara Wiri. Sampai depan resto-nya, kesan pertama, “Kok kecil yaaaa.”
Eh, ternyata saya keliru, karena begitu masuk ke dalam, restoran ini ternyata luas banget. Dari depan ke belakang, dari ujung ke ujung. Bahkan ada yang dekat atau mefet laut. Bisa banget malah kalau mau sunsetan di resto ini.

Area makan di bagian paling depan.
Galfok juga sama bentuk atapnya resto Bandar Djakarta ini yang seperti atap tenda atau kanopi tebal gitu. Apa biar menyerupai suasana kapal atau gimana? 😀
Di area makannya terdapat beberapa akuarium berisi ikan-ikan. Saya lupa itu ikan hias atau ikan laut yang bisa dimakan juga, hehe. Kemudian, ada panggung mini yang sepertinya buat live music. Namun, sore itu, kayaknya saking luasnya area itu malah keliatan sepi. Area yang ramai justru di bagian belakang yang semi outdoor dengan pemandangan laut Ancol.
Asyiknya memilih ikan segar
Akhirnya, kami nggak ngetag meja, melainkan menuju ruangan sebelah area makan itu yang ternyata penuh dengan akuarium, box container, dan kolam. Kata mbak-mbak petugasnya, kami disarankan boleh memilih ikan atau bahan makanan lain yang masih segar. Walau sebenarnya bisa aja, sih, langsung duduk di meja dan memesan berdasarkan menu. Namun, buat experience kan lebih enak ya, kalau memilih bahan makanan segar. Dijamin lebih nikmat juga pastinya 😀 .

Pilih bahan makanan dulu di sini.
Kami pun berkeliling kolam dan akuarium, juga ngecekin box container, melihat satu per satu hewan laut maupun darat yang ada di sana. Ada ikan, kepiting, lobster, kerang-kerangan, dll.
Pandangan saya tertuju pada Alaska King Crab yang harganya Rp420 ribu per 100 gram. Nah, itu raja kepiting aja gedenya segede babon #hallah 😛 , berapa tuh harganya yaaa. Yang pasti, kaum mendang-mending kayak kami ini melipir duluuuu xixixi.

Nanti kalau ada rezeki mau makan ini Ya Allah 😀 .
Setelah menimbang-nimbang akhirnya pilihan kami jatuh pada ikan senangin. FYI, kalau kata Tante AI (tetangganya Mbah Google), ikan senangin ini sebenarnya nggak hanya hidup di laut, tetapi juga ada yang hidup di air payau. Ikan senangin ini sering disebut sebagai “ikan bandeng laut” karena rasanya sangat enak, dagingnya banyak, tetapi durinya lebih sedikit.
Ceritanya, ikan senangin ini berasal dari perairan Indo-pasifik. Ikan-ikan ini kemudian menjelajahi bumi, mulai dari Teluk Persia hingga ke Jepang Selatan dan Australia. Kalau di Indonesia, ikan senangin ini banyak di temukan di Laut Jawa, Kalimantan. Sumatera Selatan dan Sumatera Timur. Ikan ini biasanya hidup di sungai besar dan muara pantai.

Kontainer-kontainer yang penuh seafood segar.
Saya lupa waktu itu ikan senangin yang kami pilih berapa gram atau kg beratnya. Ingetnya cuma waktu itu kami request ke petugas resto-nya minta ikan itu dibumbui dan dibakar.
Lalu, sebagai pelengkap, tadinya kami ingin makan udang, secara udah beberapa bulan tidak makan udang. Ini tuh gara-gara kasus udang tercemar zat radioaktif dari pabrik yang ada di Kabupaten Tangerang itu, lho. Makanya kami menghindari makan udang. Nah, mumpung di Ancol yang agak jauh dari Tangerang, jadi kami berminat makan udang haha.
Di tengah-tengah memilih udang, pandangan saya tertuju pada kemasan ikan shisamo yang merupakan ikan kecil-kecil atau pindangnya Jepang. Tepatnya berasal dari perairan Hokkaido yang popular karena perutnya penuh dengan telur. Makanya, kadang orang-orang menyebutnya “ikan hamil”.
Saya pertama kali mengetahui ikan ini karena viral sebagai menu makanan salah satu anak aktris yang di era sekarang ini lebih terkenal sebagai “juragan laundry”, tapi yang dicuci bukan baju itu, lho 😛 . Waktu itu kan sempat viral kalau anaknya makan ikan shisamo, karena memang ikan mungil ini kaya akan Omega-3, protein, kalsium, vitamin, dan yang paling penting ikan ini rendah kolesterol.

Area makan belakang.
Dulu, saya pernah beli, sih, tapi buat keponakan, malah belum pernah makan sendiri, haha. Yawda, akhirnya dari udang, kami memilih ikan sashimo saja. Satu pack berisi delapan ekor ikan. Kami cuma minta ikan tersebut digoreng saja.
Setelah memilih ikan, kami kemudian ke kasir untuk menimbang ikan tadi, lalu seperti yang saya jelaskan tadi, di sinilah kami request mau dimasak apa. Setelah ketahuan berat ikannya, baru deh membayarnya. Oh ya, di kasir kami juga memesan makanan lain yakni tumis kangkung dan nasi untuk empat orang. Kalau buat minumannya ternyata order-nya bisa langsung dari meja.
BTW, maaf banget saya lupa persisnya harga makanan dan minuman yang kami pesan totalnya berapa persisnya. Namun, kalau tidak salah inget total semuanya 375 ribuan. Menurut saya dengan menu yang tidak terlalu banyak memang agak mahal dari resto kayak D’Cost gitu, tetapi dengan bahan pangan utama (ikan) yang bisa memilih sendiri dan masih segar. Menurut saya worth it aja.
Menikmati makanan di pinggir laut
Sambil menunggu ikan-ikan dimasak, kami meminta rekomendasi ke mbak-mbak petugasnya untuk duduk dekat view laut. Sayangnya, waktu itu yang pinggir laut banget ada tulisan “reserved” hiks. Namun, entah kenapa, hingga kami selesai makan, kok tamunya nggak nongol-nongol.
Kami dapat tempat di seberang meja-meja itu, dekat kolam ikan. Yaweslah, lumayan dapat nuansa gemericik air kolam. Trus, ternyata di tiang-tiang yang ada di sebelah meja makan ada colokan. Jadi, memudahkan kalau mau ngecharge gadget. Masih bisa lihat laut juga walau dari pandangannya kudu melewati meja-meja kosong tadi.

Area tempat kami makan.
Setelah kami duduk, ada mas-mas pelayan memberikan kami buku menu. Lalu, kami pun order minuman. Anak-anak memesan es milo, saya es cendol, lalu suami es teh.
Saat membuka buku menu, ternyata ada beberapa menu makanan lain selain yang bisa kita pesan di depan tadi. Namun, waktu itu kami tidak menambah makanan. Saya cuma nanyain ada sambal atau nggak, karena saya paling nggak bisa makan kalau makanannya tidak pedas.
Eh, ternyata, sambalnya boleh bebas ambil sendiri. Mas-mas tadi menunjukkan di mana lokasi sambal. Ada beberapa pilihan, seperti sambal bawang, sambal terasi, sambal matah, dan sambal mangga. Suami saya waktu itu mengambil sambal bawang dan sambal terasi.

Makanan dan minuman yang kami pesan.
Tak lama kemudian minuman dan makanan yang kami pesan pun datang. Untuk makanan menunggu lumayan sih ya, 20 menitan lebih. Namun, nggak masalah sebanding dengan hasil masakan yang sesuai keinginan kami. Ikan senangin bakar yang disajikan dengan sambal kecap, tumis kangkung, serta ikan shisamo goreng.

Nasinya ternyata bisa buat lima orang, hehe.
Untuk porsi nasinya, kami diberikan satu mangkuk besar nasi. Lumayan banyak porsinya. Kebetulan saya dan suami sedang proses ngurang-ngurangin makan. Waktu itu udah pada ngambil nasi semua ternyata masih nyisa. Mana lupa bawa kotak buat ngewadahin makanan sisa. Untungnya anak-anak mau diminta menghabiskan, karena kami berusaha menghabiskan makanan yang kami pesan supaya tidak food waste. Salah satu keuntungan punya anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, hehe.

Ikan senangin bakar.
Ikan senangin bakar mengeluarkan aroma asap yang khas dan menggugah selera kami. Karena ikannya tadi masih hidup, maka dagingnya begitu lembut dan tidak bau tanah. Bumbunya ikannya perpaduan antara gurih, manis, dan sedikit pedas. Makin enak lagi ketika dagingnya dicocol dengan aneka sambal yang kami ambil.

Shisamo goreng yang bergizi.
Lalu, untuk ikan shisamo gorengnya, walaupun cuma digoreng rasa dagingnya lembut. Ada sedikit kerenyahan karena sepertinya ada baluran tepung saat digoreng. Trus, seperti yang saya sebutkan sebelumnya “ikan hamil” ini telurnya banyak banget. Gurih rasanya, lembut di mulut.

Tumis kangkung.
Untuk tumis kangkungnya, rasa bawang putihnya begitu kuat. Tidak terlalu pedas sehingga mudah diterima lidah anak-anak. Tekstur kangkungnya masih krenyes-krenyes. Nggak terlalu banyak kuahnya.

Es cendol pesanan saya.
Untuk es cendol pesanan saya, karena disajikan dengan daun pandan jadi tercium aroma pandan, hehe. Santannya lumayan kentel, dengan cendol atau kalau orang Surabaya nyebutnya “janggelan”, potongan-potongan gitu, lumayan melimpah. Lalu, yang paling saya suka, es cendolnya ini manisnya nggak lebay. Cocok lha saya memang nggak terlalu suka rasa manis yang over.

Es milo pesanan anak-anak.
Kayaknya itu saja sih yang bisa saya komentarin. Kalau es teh sama es milo, yaaa, standar yang biasa kita minum.
Buat sambal-sambalnya, enak-enak semua. Seneng deh kalau sambalnya bisa ambil dan refill sendiri kayak gitu 😀 .

Tempat mengambil sambal.
Setelah makan, sebelum pulang, kami memutuskan buat sholat Ashar di mushola resto. Ternyataaa, musholanya gede banget. Senengnya lagi, ruangan sholat buat laki-laki dan perempuan dipisah. Kalau perempuan ada di lantai bawah, sedangkan laki-laki di atas. Jadi, nggak nyampur.
Tempat wudhunya juga OK sekali. Lega gitu. Musholanya resik, mukena dan sajadah juga sepertinya rutin dicuci. Udah gitu, musholanya adem hehe.

Mushola khusus cewek yang luas.
Saya nggak tahu di lantai atas masih ada area buat makan lagi atau nggak. Tapi kalau ada, wah, emang gede banget sih ini restoran Banda Djakarta Ancol haha.
Setelah makan, lalu kami berfoto-foto. Bisa foto-foto di semacam dek kayu yang ada di pinggiran resto juga, lho. Saya melihat beberapa pengunjung lain melakukan hal yang sama.

Dari dek kayu itu bisa pepotoan atau melihat laut/ kapal.
Setelah itu, kami pun pulang dengan hati dan perut yang full bahagia hahaha. Alhamdulillah, keturutan juga makan di resto Bandar Djakarta Ancol.
Oh ya, kalau tidak salah sebenarnya restoran satu ini enggak cuma ada di Ancol, melainkan juga ada di Jakarta area perkotaan (nggak tahu di mana 😛 ) bahkan di Bekasi. Wah, kapan-kapan kudu nyobain juga, nih 😀 .
Teman-teman ada yang pernah makan di Bandar Djakarta juga? Yang udah pernah juga, certain juga ya pengalamanmu, terutama menu yang sekiranya direkomendasikan di sana 😀 .
April Hamsa


Ini tempat kayaknya cocok yaaa buat nanti bukber, ahahaha. Secara konsepnya mirip sama waktu itu aku ke pasar muara angke ya.. Bedanya kalo di muara angke, kita beli di pasar, terus minta masakin ke resto.. kalo ini mah lebih ke ‘tinggal milih’ aja.
Overall tempatnya nyaman sih, apalagi deket lau juga yaa jadi bisa sekalian nikmatin sunrise. Makanya kata saya geh, bagus banget ini buat bukber hehehe.
Btw king crab mahal bener ya. Itu beneran 420rb per gram? apa per 1 kilogram mbak.
Iya karena lokasinya luas yaa, musholanya juga lega.
Setelah kuliat lagi potonya, per 100 gram mas hahaha.
Semoga ada rezekinya nanti bisa makan kepiting alaska dan lobster tanpa lihat harga 😀
Wow berarti perkilonya 4,2 juta ya mbak. Hahahaha… Bagi saya tim mendang-mending sungguh berat mengeluarkan uang segitu untuk makan kepiting. Tapi penasaran juga gimana rasanya kok bisa semahal itu. Siapa tahu suatu hari ada yang mau traktir makan kepiting alaska ini. Aamiin… 😆
Mbaaaaa kangen ih aku makan di sini 😍😍😍😍. Ini sbnrnya tempat langganan pas masih kerja dulu. Jadi tiap ada acara kantor, acara syukuran, perpisahan, pasti di bandar JKT 🤣🤣. Apalagi waktu aku ditempatin di mangga dua. Kan Deket soalnya.
Sukaaaa sih Ama menu2nya. Biasa dulu Ama temen kantor kami pesen cumi telur asin, cumi goreng tepung, itu enaaaaaak. Trus kepiting pernah juga, tp ga sering. Mahaaal hahahhaha.
Udang telur asin enaaak. Kayaknya kalau telur asin mah enak semua apapun lauknya 🤣🤣🤣.
Tp ini emang mahal sih. Cuma menurutku msh oke laaah Ama rasa 👍👍👍.
Dulu waktu tinggal di Jakarta pengin ke Bandar Djakarta Ancol ini. Alasannya kangen makan seafood dengan pemandangan laut kaya di Batam sama Bali, tapi sayangnya belum keturutan.
Ternyata luas banget ya tempatnya. Harganya juga gak mahal-mahal amat. Standar restoran seafood pinggir laut lha.
Btw saya baru dengar nama ikan senangin. Enak kayanya dibakar kecap.
Semoga suatu hari bisa keturutan makan di sana.
Serunya bersantap di Bandar Djakarta Acol ya, Mbak. Dan justru karena kesorean, maka bisa sekalian berpeluang menikmati sunset dengan semilir angin laut. mantap…
Menang asyik kalau makan di sana ya, Mbak. Karena dijamin semua ikan laut dan lainnya fresh. bahkan masih ada yang hidup. rasa daging ikannya juga manis. Kasihan deh, si udang diPHP. sudah dilihat-lihat, kok malah hati berpaling dan memilih ikan Shisamo hahaha…
Akhirnya keturutan juga ya mbaaa kulineran di Bandar Djakarta mana tempatnya luas banget, makanannya enak2 banyak pilihan dan yang penting musholanya juga gak pelit alias luas dan bersih,..nilai plus banget itu menurutku…
Btw aku baru tahu tentang kedua ikan itu looo hehe selama ini taunya yang standart2 aja macam kakap bandeng dll nyaa…
Sptnya Bandar Djakarta ini memang ada beberapa ya mba kalo gak salah ingat juga aku 🙂
Makan Kesorean itu pernah kualami mbak dan aku inget itu gara-gara drama pas traveling ke lombok pertama kali. Wkwkwkw… 😀
Aku lihat restonya Bandar Djakarta Ancol kok seger banget. Seger bisa lihat laut dari resto plus seafoodnya juga seger-seger gitu. Mana aku doyan seafood dan persambalan, jadi punya rekomendasi tempat makan seafood kalau ke JKT.
Mana aku kalau ke JKT paling-paling makan di situ-situ bae, jadi pengen nyoba suasana lain juga sih. hehehehe.. 😀
Se-asik itu ya di resto Bandar Djakarta Ancol. Banyak aneka ikan yang bisa dipilih.
Apalagi ada ikan hamil juga, yang bentuknya unik dan kecil. Dicocol sambal keknya bisa ngabisin nasi ya kak hihi
Daku oun belum pernah kak wkwkwk. Pernah diajakin waktu masih teller, tapi daku gak ngikut karena pulangnya bakal kemalaman.
aku baru tahu eh restoran Bandar Djakarta Ancol ini. Maklum pertama kali ke Ancol waktu kecil aja. Bisa jadi pilihan nih restorannya kalau misal jalan-jalan ke ancol nanti
Wah, seru banget baca pengalamannya! Jujur saya pribadi belum pernah ke Bandar Djakarta Ancol ini, padahal sering dengar namanya. Maklum tinggalnya di seberang lautan 😊Jadi makin penasaran pengen ke sana setelah baca soal ‘experience’ milih ikan segar langsung dari akuariumnya. Ternyata tempatnya luas banget ya sampai ada mushala yang nyaman juga. Makasih sharing-nya ya, masuk list kulineran nih kalau kami ke Ancol nanti.
Jujurly aku belum pernah makan di Bandar Djakarta yang di kawasan Ancol, soalnya setiap ada acar kantor lama makan di sana saya nya malah lagi nugas di luar kota. Kalau sengaja beli sendiri kayak ragu soalnya lumayan pricy hehehe.
Padahal, worth it ya mba. Apalagi bisa milih ikan segar, ini jadi momen yang berkesan banget. Makan with view pula. Terus menunya terlihat sangat variatif juga ya. Penasaran sih pengen cobain juga makan di Bandar Djakarta yang ada di kawasan Ancol tersebut. Semoga nanti ada rezeki yang pas deh.
Ya Allah quality time yg quality time bangeut ini mah , aku suka kalau teteh review satu hal itu selalu ada family disampingnya daei photo2 dari moment2 nya terlihat support bangeut, kaka sama ade selalu nememin ibu suka bangeut ❤ salam buat kaka sama ade ya bu
Perasaan happynya nular lewat tulisan nih, ahaha. Aku jadi ikutan senang karena dirimu akhirnya kesampean juga makan di Bandar Djakarta ini. Aku sendiri malah belum pernah, padahal rumah ortu malah di Priuk dan gak gitu jauh dari Ancol, wkwkwk.
Tapii aku pikir beneran ngidam lhoo, #eh xp
Anw, ikan senanginnya menggiurkan deh, shasimo gorengnya jugaa. Duh, jadi pengen ngerasain juga makan di sini kapan kapan.
Oiyaa, foto-fotonya juga baguus, itu juga kayanya yang bikin rasa senangnya menular lewat tulisan. Selain baca, bisa lihat penampakannya juga, jadi bikin puas yang baca dan perasaannya jadi keikut yang nulis.
Kalo ke Ancol emg ga bs dilewatkan sih mampir ke sini. Selain menu ikan dan seafood yang fresh, suasana makan sambil menikmati desiran dan deburan air laut tuh bakal menenangkan hati.
Pulang dr Bandar Ancol sih ga cuman kenyang tapi bikin hati tenang. Udh bs nyobain ikan macem2, baru tahu ada ikan senangin hingga ikan Sashimo atau Shisamo sih. Ada dua tulisan beda soalnya. Apapun itu, jd penasaran pgn coba tuh ikan pindang kaya gizi ini.
Wkwkw SHISAMO mas, ntar aku cari dan edit yak haha thx koreksi typonya 😀
Ah enak banget ini
Seafood nya pasti fresh ya
Aku belum pernah sih makan di Badar Djakarta
Tapi vibes kayak gini klo di Surabaya ya du restoran Layar, cuma nggak di pinggir pantai
Haha
wah ini nama ikannya sungguh nggak familiar di aku. kalau ikan shisamo itu memang sempat viral juga di sini ada yang jual gitu entah belinya di mana yang pasti harganya lebih mahal dibanding ikan lokal yaa
Wah, sama nih, aku juga ngidam banget makan di resto seafood kayak Bandar Djakarta ini. DI Bandung juga ada. Tapi gak tahu, masih yang sama atau enggak. Dan kayaknya, kalo ke sana, aku juga mau abadikan foto-foto dan tulisan di blog. Gapapa deh norak juga. Hahahaha. Iyalah, sebagai penyuka sea food, aku penasaran banget. Tapinya jarang makan di restonya. Seringnya makan di kaki lima aja. Soalnya takut kaget dengan harganya. Hahahaha…
Saya udah pernah mba makan disini, tapi lupaa kapan-kapannya karena sudah lama sekali hehehe. Enak emang makan disana tempatnya luas dan ikannya bisa langsung milih sendiri lalu dimasak deh sama koki-koki disana. Jadi fresh gitu makan seafoodnya. Menu pilihan mbak April dan keluarga sangat menggoda lidah saya niih mbak, jadi kepengen ikutan makaan deh, seger banget , cah kangkungnya hijau fresh ikannya juga. Duuh piring mana piring , saya mau makan wkwk…jadi lapeer
wah tempatnya luas, cocok kalau buat rapat Komite sekolah wkwk. Apalagi kalau pilih ikan sendiri trus baru dimasakin itu rasanya makin nikmat. Trus belum lagi suasananya yang tepi pantai dengan pemandangan laut, byuuuh, dijamin kalau ngobrol berjam jam nggak bakalan kelar2 di sini. Milih sendiri ikan, kepiting, udang, dan seafood segar lainnya dari akuarium sebelum dimasak itu bikin pengalaman unik dan menarik. Itu aku mupeng sama Shisamo, soalnya yang aku tahu bergizi tinggi hehe. Di pasar tradisional nggak bakalan ada :p
tempatnya bagus dan cocok untuk makan keluarga tapi menurutku rasanya seperti seafood pada umumnya hehe selera kali ya
Kenanganku terhadap ancol juga salah satunya makan di tepi pantai haha, cuma tampilannya beda banget dengan Bandar Djakarta Ancol ini. Kayaknya emang kami makan di area lain, atau juga restorannya udah tutup mengingat dulu ke sana tahun 2002 ehem.
Ngelirik jajaran makanan dan minumannya bikin lapar padahal baru brunch time saat aku ngetik komen ini hahaha. Lunch masih lamaaaa. Btw, aku setuju soal kebiasaan untuk nggak food wastenya. Dan bener, ada baiknya selalu sedia kotak makanan di mobil ya biar kl gak habis bisa bungkus sendiri (walau kayaknya bisa minta bungkusin mereka tapi ujung-ujungnya ngebanyakin sampah plastik). Kapan-kapan main ke Palembang mbak April biar bisa kulineran di sini ^^
Dulu memang ada beberapa restoran di sekitaran situ mas. JD mungkin yg mas Yayan coba restoran seafood lainnya. Tp kalau si bandar Djakarta ini udh lama kok, dan belum pernah tutup. Termasuk yg legend lah. Boleh dicoba lagi kalau nanti ke Ancol 😄.
Kalau Palembang mah, aku ga bakal skip utk coba pindang udang nya 😍😄😄😄. Beuuugh mantaaap
Jujurly baru tahu nama ikan senangin ini, unik ya namanya. Kalau rasanya seperti bandeng, mungkin anakku akan suka nih, apalagi durinya lebih seidkit ya. Ikan bandeng kan durinya banyak tuh, jadi saya lebih milih ikan bandeng tanpa duri, ga ribet milihin durinya saat mau makan
Sukses bikin aku ngiler kak… Ikan Bakarnya. Nggak kuat. Udah cukup lama aku nggak makan ikan Bakar. Kenapa ya.. hehe. Seringnya ayam bakar. Sadd..
aduhh kak aku ngiler banget. posisi belum makan malam terus lihat nasi hangat, kangkung sama Ikan Bakar dan sambal. Ya ampun aku kudu piye . wkwk. Ngajak abang beli ikan bakar deh.
Btw, aku jadi pensaran sama Ocean Dream samudra. hehe. Maklum aku bukan warga Jakarta jadi cuma tahu Ancol itu isinya dufan sama Seaworld. Ternyata ada banyak yaa kak.. Aku pernah ke Dufan wahh seru banget.. Sayang posisi aku ke Jakarta jauhnya bukan main. Jadi kaya butuh perencanaan buat kesana. semoga kalau ada kesempatan lagi. aku pngen ngerasain tempat lainnya di Ancol..
Ikan shisamo tuh yang viral karena dimakan rayanza itu ya.. Bener nggak sih?
Suasananya enak ya mba. Makan sambil lihat laut dari kejauhan.. Duh romantis
milih ikan dulu di aquarium buat makan, pengalaman yang menyenangkan sekali…
aku baru denger nama ikan senangin loooh, namanya pas seperti suasana hati yang lagi berlibur.
makannya madep pantai juga, aahhh serunya
Ramah keluarga banget ya mbak april.. Mau nih di agendakan kapan kapan. Kesini ah. Semoga bisa
Ramah keluarga banget ya mbak april.. Mau nih di agendakan kapan kapan. Kesini ah. Semoga bisa next kesini
Auto ngebayangin berapa ya harga King Crabnya, kan King ga ada yang kecil, la 100 gr aja sudah 420 rb hmm jebol bandar deh aku. Akupun bakal melipir deh mbak, cari ikan lain aja yang kusuka tapi harga masih wajar wkwkwk. Secara emak-emak gitu lho jangan sampai emngganggu perekonomian negara kan ya
Btw banyak yang rekom Bandar Djakarta lho, jadi penasaran ingin cobain juga makan di sana, apalagi bisa pilih ikan langsung ya
Guede banget tempatnya ya Mbak. Cocok nih bawa keluarga besar ke sana. Dari fotonya, menggiurkan sekali yaa. Cabangnya di mana-mana, tapi aku belum pernah mampir he he he.
Seafoodnya kelihatan seger dan lezat mba. Part favoritku adalah musholla perempuan yang luas! Ngga sekedar pelengkap, tapi real fasilitas ya mba.
Ini dulu jadi tempat favorit ulang tahun keluargaku Mbaaa. Ahahaah. Kayanya sekitar empat kali di keluarga kami ngundang keluarga besar untuk makan di Bandar Djakarta Ancol. Oh dan sekali waktu kami ulang tahun dua tahun lalu, tapi itu di Bandar Djakarta. Gemesnya di sini kalau ada yang ultah tuh dirayain pakai makanan dan kelapa yang diatasnya dibakarkan kembang api mini gitu. Nanti diantar oleh para pegawai dengan iring-iringan lagu ultah ke meja. Tapi semenjak usianya makin banyak, makin males ngerayain , wkwwkk..
Wah,ini kabar baik buat saya yang pemakan sambal, “boleh memilih!”
Pastikan semua jenis sambel saya ambil, Hahaha.
Restoran Banda Djakarta Ancol emang keren apalagi dilengkapi dengan Musallah yang Nyaman.
Makan di Bandar Jakarta nikmat dan juga mantap. Cuman memang harus pilih-pilih karena dompet bisa jebol kalau kita kalap dan lapar mata semua dipesan. Tapi karena memang kualitas bahan baku yang sangat segar dan juga lokasi yang sangat bagus menurut saya sih masih sepadan. Kalau memang ada rezeki sekali-kali boleh nggak makan di sini
Bandar Djakarta memang jadi pilihan aman kalau mau makan seafood rame rame karena pilihan menunya lengkap dan ikannya fresh. Lokasinya di Ancol juga enak buat sekalian jalan santai setelah makan tanpa perlu pindah tempat.
Ikut seneng Mbak April kesampaian makan di Bandar Djakarta, apalagi makannya bareng keluarga tercinta dengan menu-menu pilihan, pasti jadi momen priceless banget, ya. Menu-menu pilihannya juga bikin penasaran (karena saya belum pernah nyoba.. hehe) kaya ikan senangin dan ikan shisamo itu
Makan di resto yang ikannya masih segar-segar (bahkan masih hidup) tuh emang sedikit lebih mahal. Cuma, kitanya lebih puas menikmatinya.
Ikannya pasti lebih nikmat. Apalagi kalau kita yang milih mau dimasak apa ikan yang kita pilih. Jatohnya kek makanan rumahan gitu ya, Kak.
Aku pernah main ke Ancol. Tapi, belum pernah nyobain makan di Bandar Djakarta. Ntar pan-kapan pingin nyobain juga lah.
Bandar Djakarta di dalam Ancol ini emang memikat sih, ada banyak tempat duduk with view. Leluasa pilih seafood, banyak yang masih segar pula. Bantu ku aminkan, semoga nanti mba balik kesana lagi dan nyoba makanan wishlist nya yak.
Cendol yang di pesan, secara tampilan menarik tuh. Sama aneka ikan dan sambal nya. Syukurlah dapat tempat duduk dengan view bagus, walaupun agak di sayangkan yang reserved tetapi nggak datang-datang sampai kalian beres makan.
Aku tuh suka seafood jadi sukses baca artikel ini ngilerrrr hahaha. Kebayang enaknya makan ikan laut ada sambel yang bisa pilih sendiri pulak. Fasilitas mushola nya pun mumpuni banget. Pantes banyak perusahaan yang suka makan bareng di sana.
Kalau makan seafood yang bisa milih ikan sendiri itu, hal yang paling seru. Dan aku baru tahu loh soal ikan senangin. Bisa hidup di air tawar dan asin itu yang membuat dia enak, informasi yang bikin aku penasaran dan ingin segera nyobanya.
Walau jujur, seenak apapun seafood yang ada di Jakarta, tetap buatku tidak merasa enak, karena sudah terbiasa makan yang langsung diambil dari laut. Seperti makan di tepi laut daerah pulau-pulau timur. Hihihi maafkan.
Tapi tetep memang untuk melunasi rindu, bandar djakarta bisa jadi pilihan baik untuk makan seafood. Dengan suasana dan ikan yang ada sudah cukup melunasi rindu makan ikan enak.
Pernah makan sekali, pas acara MPR netizen sak Indonesia diajakin gathering di JKT.
terus pas last day, dinner nya diarahkan ke sini
ofkorsss aku makan sak mbledoskuuu Pril.
seafoodnya enyaakkkk dan gede².
seingatku pas itu ga ada kepiting.
tapi ada lobster, mbuh aku njupuk piro kali 😂😂😂
Cakep banget Restoran Bandar Djakarta Ancol, spesialis seafood ya? Kalau ikan bakar request bumbunya manis bisa kah? Anaknya belum kuat makan pedes soalnyaaa.
Ikan sashimo pernah viral yaa gegara jadi makanannya Rayyanza.
Harga segitu kalau worth it dengan rasanya ya jadi ikhlas aja bayarnya.