Yeaaayy, sekarang kalau mau beli kopi nggak perlu jauh-jauh lagi ke komplek perumahan tetangga maupun ke stasiun KRL dekat rumah, karena tetangga buka kedai kopi rumahan. Bener-bener tempat ngopi-nya berdiri di teras rumahnya. Nama kedai kopinya “Kalasenggang”. Sebenarnya bingung “Kala Senggang” atau “Kalasenggang”. Tapi, ngikutin nama di Google-nya “Kalasenggang”, jadi ya kita sebut aja Kalasenggang kali ya?
Kalasenggang, kafe kopi baru milik tetangga
Kalau nggak salah kedai kopi rumahan ini sebenarnya udah sounding-sounding akan segera buka, pertengahan tahun lalu. Bahkan, saat acara Agustusan tuh mereka jualan di bazaar komplek.
Sempet ngrasain kopinya juga saat bazaar Agustusan kala itu. Rasa kopinya cocok di lidah. Bahkan, menurut saya lebih enak dibandingkan beberapa kopi yang pernah saya beli dari kedai-kedai lain di sekitar daerah rumah.

Ngopi di Kalasenggang.
Cumaaa, nggak tahu kenapa nih ditungguin setelah Agustusan kelar, kedainya nggak buka-buka, hihihi. Bahkan, mendekati akhir tahun juga belum ada tanda-tanda buka, walaupun teras rumah sudah di-renov sedemikian rupa menjadi bangunan ala kafe kekinian (sekitar bulan September-Oktober).
Sampai akhirnya, kalau tidak salah akhir Oktober atau awal November gitu, kedai kopi rumahan Kalasenggang ini resmi dibuka. Namun, sepertinya awalnya mereka hanya menerima orderan take away dulu. Baru sekitar Desember udah bisa ngopi dan ngemil-ngemil di sana.
Saya sendiri keknya baru tiga atau empat kali gitu mampir ke sana. Dua atau tiga kali ke sana sama suami aja, iseng-iseng JJS (jalan-jalan sore) lalu maen ke kafe baru. Trus, pernah juga sama anak-anak saat kami pulang malam-malam abis maen dari Ocean Samudera Ancol beberapa waktu lalu.

Kafe tampak depan.
Waktu itu area rumah kami di Parung Panjang jalan rayanya sedang ada proyek perbaikan jalan, sehingga macet di mana-mana. Kebetulan bepergiannya waktu itu naik moda transportasi commuter line (KRL) yang stasiunnya tidak jauh dari rumah.
Saat itu udah malam hampir jam 9-nan lha, kalau mesen mobil dipastikan bakal kejebak di jalan. Mau mesen ojol, kek rempong banget ya mesen empat motor, wkwkwk. Yawda kami putuskan jalan kaki saja dari stasiun ke rumah. Kalau jalan kaki dari stasiun ke rumah tuh biasanya 15 menit jalan santai, 10 menit jalan cepat, melalui jalan tikus.
Nah, kafe Kalasenggang ini lokasinya ada di gerbang perumahan yang waktu tempuhnya separuh perjalanan kami kalau pulang ke rumah dari stasiun. Lokasinya persis di samping gerbang perumahan. Sengaja mampir ke sana dulu biar anak-anak nggak ngeluh capek jalan kaki dari stasiun haha.

Dilihat dari dalam komplek.
Suasana di Kalasenggang
Kafe ini terbagi menjadi dua area, indoor yang ber-AC dan outdoor. Bagian outdoor-nya berupa bangku permanen gitu yang dibuat letter L di area carport rumah. Pengunjung yang merokok biasanya memilih duduk di sini.
Lalu, bagian indoor-nya ada di bagian teras. Terdapat beberapa meja, ada semacam sofa duduk lengkap dengan mejanya, lalu ada meja bar yang menghadap ke jendela. Ada pula beberapa meja kecil dengan kursi. Ruangannya kecil aja, sih, tetapi cukup nyaman.

Meja service dan kasir.
Kalau lagi agak sepi, biasanya saat weekdays di bawah jam 12 siang, enak banget buat numpang WFH. Di beberapa meja terdapat colokan. Kalau WiFi saya nggak nanya, karena memang berusaha pakai provider sendiri kala di luar rumah demi keamanan.
Di ruangan yang sama terdapat meja service dan kasir. Pengunjung bisa melihat menu-menu yang ditawarkan di tembok yang ada di balik meja ini.
Ketika malam hari, kafe ini memilih pencahayaan lampu yang agak temaram. Membuat suasana kafe jadi lebih syahdu.
Untuk parkirannya, jangan khawatir, karena ada space lumayan. Kebetulan perumahannya juga tidak pelit ngasi space antara rumah dengan jalan. Kalau misalnya parkir buat mobil penuh bisa juga parkir di ruko-ruko yang ada di seberang kafe ini. Free of charge, karena kalau ke minimarket yang di komplek ruko itu pun tidak ada tukang parkir.

Area duduk saat datang ramean.
Namun, tenaaang, tetap aman karena seperti yang saya bilang tadi, lokasi kafe dan ruko-ruko itu tak jauh dari pos satpam di gerbang komplek. Kalau penghuni perumahan yang kadang jadi pengunjung, kadang naruh motornya di samping kafe, tanpa perlu keluar gerbang komplek.
Review minuman dan makanan di Kalasenggang
Untuk minuman yang pernah kami cicipi di sana antara lain: es kopi susu butterscotch, es kopi susu aren, es cokelat, es kopi hitam. Untuk makanannya, kami beberapa kali memesan mix platter.
Anak-anak suka minuman cokelatnya.
Beberapa minuman lainnya yang tersedia di sana antara lain: kopi susu hazelnut, kopi susu gagula, kopi susu pandan, kopi susu seasalt. Ada pula moka dan kopi Vietnam (ini keknya Vietnam drip itu ya?). Trus, tersedia juga menu kopi yang dicampur air kelapa, peach, dan berries. Dua terakhir yang saya sebut saya penasaran rasanya, sayangnya belum ada kesempatan mencoba Heuheu.
Lalu, untuk non kopi, ada cokelat, matcha, dan teh kembang telang. Beberapa minuman kopi bisa dibeli dalam kemasan botol ½ atau 1 liter. Saat momen Nataru kemarin, mereka juga berjualan hampers kopi dalam botolan ini.

Mix platter.
Untuk makanannya, selain mix platter, kafe Kalasenggang ini juga menyajikan cireng, dimsum, singkong goreng, kentang goreng. Katanya ada donat juga, tapi saya belum pernah liat ada di menu.

Singkong goreng.
Singkong gorengnya diberi topping keju. Singkongnya masih panas, empuk, mudah dicuil (apa deh Bahasa Indonesianya “dicuil”? Hahaha).
Mix platter yang pernah saya pesan berisi kentang goreng, nugget, dan sosis. Disajikan dengan saus tomat dan mayonaise. Untuk makanan seharga Rp20.000,- menurut saya worth it. Buat kami sih cukup buat berdua. Kalau makan berempat ya pesan dua mix platter.

Kopi susu butterscotch.
Menurut saya es kopi susu butterscotch-nya cukup smooth dan creamy. Terasa lembut di lidah, apalagi yang dengan es ya. Teerdapat sedikit rasa asin dan less sugar, cocok buat yang tidak suka minuman terlalu manis. Espresso-nya cukup terasa, mayan lhaaa.
Kalau es kopi susu gula arennya seimbang antara rasa manis gula aren dengan kopinya, tidak berlebihan. Trus, kalau es kopi item atau americano-nya tanpa gula, pahit tetapi ringan, dan menyegarkan. Ada seikit rasa asam juga.

Es kopi susu gula aren.
Es cokelatnya juga dibikin less sugar, agak pahit, tetapi masih bisa dinikmati oleh anak-anak saya. Mungkin, karena di rumah kebiasaan ngikut ortunya minum cokelat tanpa gula kali ya? Jadi udah biasa lidahnya 😀 .
Ada pula es kopi susu gagula. Ini kopi susu tanpa gula dengan cream. Punya sensasi rasa creamy dan lembut tanpa tambahan gula. Kalau ke sini saya rekomendasikan memesan ini. Enaaaakk 😀 .

Kopi susu gagula.
Overall, ngopi di kafe rumahan milik tetangga satu ini cukup memberikan pengalaman yang baik, sih. Kedai kopinya kecil aja, nyempil di deretan rumah tetapi banyak banget yang datang silih berganti. Kalau di sosmed kek Tiktok gitu, banyak juga yang promoin di Tiktok Go. Memang nyaman sih kafenya, makanan dan minumannya juga sesuai selera lidah.
Harga minuman berkisar sekitar Rp20.000,-an. Ramah kantong tapi rasanya nggak kaleng-kaleng.

Es americano.
Lalu, beberapa hari lalu, saya dan suami juga sempat numpang meeting online di sana, trus nyobain kopi vietnam. Ini cuma 12 ribuan dan enaaakk Ya Alloh, buat melek. Definisi tetangga kalau ngajakin begadang cukup nyuguhin ini aja deh haha.

Kopi vietnam (vietnam drip).
Cuma, kalau menurut saya kekurangannya adalah penyajian untuk dine in kebanyakan masih pakai gelas plastik dan piring kertas. Semoga nanti ada masanya bisa disajikan di piring dan gelas beling/ keramik. Namun, yaaa, di satu sisi pengemasan makanan/ minumannya cukup memudahkan kalau pengunjungnya mau bawa pulang andai apa yang dipesannya belum habis.
Mungkin juga akan lebih OK lagi kalau ada tempat sampah buat buang kemasan makanan/ minumannya saat dine in, sebab buat kami yang terbiasa buang sampah di tempatnya nih, rasanya gatel ninggalin bekas kemasannya di meja, hehe. Yaaa, walaupun kami yakin setelah kami pergi langsung diberesin, sih. Namun, buat yang ingin meninggalkan meja dalam kondisi bersih dari sampah yang sebenarnya bisa dibuang sendiri saya suka gateeelll hehehe. Makanya, akhirnya, kadang saya bawa pulang gelasnya kalau cuma pesan minuman aja 😀 .
Nah, itulah teman-teman kedai kopi rumahan Kalasenggang milik tetangga saya. Hayuk yang mau mampir ntar kita ke sana bareng buat ngopi dan ngemil :D.
Ada anker (anak kereta) terutama yang sering main ke area greenline (jalur KRL)? Mampir saja ke Stasiun Parung Panjang trus jalan kaki ke perumahan The River untuk menuju kafe ini. Kalau mau naik ojol pun ongkosnya nggak nyampek Rp10.000,- kalau pakai promo.
Oh ya, berikut alamat lengkap Kedai Kopi Kalasenggang ini:
Kedai kopi rumahan Kalasenggang The River ini buka setiap hari kecuali Hari Senin. Selasa-Minggu buka jam 09.00-22.00 WIB, kecuali Hari Sabtu tutupnya pukul 23.00 WIB.
April Hamsa


Minuman yang dipesen bikin seger daku, padahal baru lihat doang haha.
Asik juga kafe jaman now berakar dari rumah, lalu beralih menjadi tempat nongkrong yang seru seperti ini.
Meski ada yang menurut Ka April kekurangannya, tapi masih bisa sih jadi perbaikan seperti penyediaan wadah yang bukan berbahan plastik ya.
Wah.. asyik nih Mbak ada tetangga yang buka tempat asyik. Jadi nggak perlu jauh-jauh kalau mau jajan atau sekadar ngopi atau bahkan kerja juga. Terus makanan dan minuman sudah beragam dan pas di hati dan kantong ya. Ini saya catat ancer-ancernya Mbak. turun Stasiun Paring Panjang. Jalan kaki menuju perumahan The River. Habis dari Kalasenggang. Bisa main ke rumah Mbak April hehehe.
Suka banget kedai kopi model² homey gini mbak. Aku jadi inget slaah satu library cafe yang pernah kukunjungi beberapa waktu lalu. Konsepnya homey gini dan asiknya bisa nyemil² sambil ngeblog di sana. Berasa nggak jauh² dari rumah kesannya. Wkwkw..
Salah satu yg kusuka kalau pergi ke kedai rumahan gitu, banyak yang free parking mbak. Dan kok ndilalah Kalasenggang meski terbatas masih bisa memanfaatkan ruko² di depannya, free parking lagi.. 😍😍
Wah buat yng suka ngopi pastinya senang banget kalau ada kedai kopi dekat rumah yaa. Di Banjarmasin sekarang juga lagi menjamur banget kedai kopi dalam perumahan gitu, Pril. Sampai ada yang cuma beda blok ada kedai kopi
Waduh, tetangga banget nih kedai kopinya, hehe. Kalau tetangga saya ada yang buka cafe juga, ke sana beneran buat numpang kerja doang, gak yang nyari vibe. Soalnya kalo deket jadi kurang berasa gitu jalan-jalannya, hehe.
Penggunaan kertas dan plastik gitu biasanya karena sang owner gak mau ribet nyuci piring, mungkin karena keterbatasan tenaga. Yang bagian indoor kayaknya cukup nyaman juga mbak, tapi yang mbak foto sendiri kayak bakal panas saat siang.
Aman mas, soalnya dia nggak ngadep Timur/ Barat, hadap mana ini ya, kalau kiri Barat kanan Timur wkwkw mendadak lupa arah. Trus ada tirainya juga. Iya keknya masih kurang tenaga gitu jadi mungkin demi kepraktisan pakainya masih gelas plastik.
Suh senangnya dalam tetangga punya kedai hehe ( rezeki kali ya)
Deket rumah , ada kedai kopi dan kita penikmat kopi masya Allah hehe ga harus jauh2 nongki cukup disini
Oh iya aku juga lagi suka susu butterscotch sama kopi susu gula aren nih hehe
Duh, cantik sekali tampak dari luar
Vibes-nya aku banget, haha
Duduk ngopi sambil menatap jendela kotak kotak menunggu kekasih datang pakai payung berwarna kuning
Belum lagi kalau ditambah dramatis dengan hujan
Aih aih syahdu
Nama cafe-nya juga gampang diingat
Kapan kapan kalau aku ke sana, mau ditemenin ngopi di Kalasenggang
Wah wah… mantap dah imajinasinya mbak.
Daku tambahkan, sambil nuansa syahdu itu, terdengar pula lagu Janam Janam… Kemudian mereka pun melepas payung dan bersandar di batang pohon. Lah kok jadi adegan film Bollywood hihi
Wah, nampak asik kedai kopinya ya mbak
Klo di komplek ada kedai kopi yang asik gini, ngopi nggak perlu keluar jauh jauh ya
Cukup ke kedai kopi milik tetangga ini
Bener mbak Di.. Kalau tetangga ada punya kedai kopi gini, biasanya selain nyobain kopinya kadang bisa sambil ngobrol tipis-tipis atau say hai sekalian. Hehehe.. 😀
Tapi malah kalau aku bakalan jarang main ke sana mbak. Meski deket, karena lebih suka jalan-jalan agak jauhan buat eksplore-eksplore. Pengalaman pribadi rumah belakangnya mall besar malah seumur-umur kesana sekali doang masuk mall depan rumah. Sisanya pasti jalan-jalan ke mall yang agak jauh dari rumah. hihihi.. 😀
Wah akhirnya yang ditunggu-tunggu gebrakan dari tetangga ini keluar juga ya apalagi dengan harga yang terjangkau bisa menikmati aneka macam minuman dan juga makanan yang rasanya enak, kualitasnya baik dan bisa jadi tempat nongkrong menggunakan dari rumah. Kita Tandain dulu nanti kalau main ke arah sana bisa juga mampir ke cafe ini
Wah, asik banget ya kalau punya tetangga yang buka kedai kopi. Definisi nggak perlu ribet kalau lagi pengen kafein pagi-pagi. Penasaran sama suasananya, apalagi kalau konsepnya teras rumah gitu, pasti berasa homey banget.
Memang paling juara sih kalau ada hidden gem yang lokasinya sedekat itu dari rumah. Kita tidak perlu macet-macetan hanya untuk berburu kopi kesukaan.
senengnya kalau ada cafe deket rumah tinggal ngesot gini, kalau aku mungkin bakalan rutin hahaha, kan ga perlu jauh-jauh nyetir ke tengah kota misalnya buat nyari cafe
di kalasenggang ini, asik juga vibesnya mbak, indoornya tenang gitu
terus harganya juga sama kayak di kotaku, jember, rata-rata 20ribuan, tergantung jenis minuman dan makanannya juga
Waaaa asiknyaa ada tempat ngopi nongkrong asik deket rumah jadi gak perlu ribet pergi jauh apalagi rasa kopi nya jga enak kan duhhb pasti bikin mo balik lagi…
Enak nie klo.deket rumah gini klo ada saudara ato teman dtg tinggal diajak maen kesana ato take away minuman jg enak pasti bikin betah berlama2 😊
Bahkan kalau ada teman yang mau ke rumah langsung dialihkan ke cafe ini aja
Sama sama senang dan sama sama gak merepotkan satu sama lain
Tempatnya juga aman dan nyaman
Bisa lupa nih kalau sudah berjam jam di sana, haha
Aku malah paling demen sama cafe / tempat ngopi yang gak terlalu gede gini, karena biasanya gak yang terlalu rame… jadi nyaman buat nongkrong dan WFC. Tapi nganu, saya ini memang musuhnya cafe. Kalo nongkrong biasanya cuma beli kopi, duduk 1-2 jam abis itu pulang, hahaha. Bener-bener cuma buat numpang kerja.
Perkara wadah plastik, ini aku juga agak gemes si. Maksudku, kalo kopi starling oke lah yaa. Tapi kalo cafe yang jual tempat dan kesannya ‘premium’, masa iya sih tetep pake plastik. Kan bisaaa lho pake Gelas aja, heeuheu
Mungkin kayak kata mas Matius masih kurang tenaganya buat nyuciin ya, namanya juga kafe baru. Makanya hayuk datang biar jadi langganan juga jadi pengunjung tambah banyak dan nanti bisa hire petugas buat nyuci gelas2 😀
Nah iya. Memang mungkin alasannya efisiensi ya, makanya sengaja gak pake gelas, biar langsung cusss dibuang aja kalo udah kelar pemakaian.
Pengen sii nyobain ngopi kesana mbak. Tapi kok Barusan aku cek, lokasinya lumayan jauh ya ternyata. Hampe 50KM lebih dari rumahku di Bekasi, hahahaha.
Wis ah, kapan-kapan yaaa
Bener, kalau baru buka alasannya efisiensi ya. Jadi pakai wadah plastik. Tapi enak kalau nggak habis bisa langsung dibawa pulang. Semoga usahanya semakin berkembang dan bisa hire karyawan lebih banyak lagi.
Ngopi sambil mengerjakan tugas kalau dua jam gitu kurang lama Mas Fajar, hehe.
Kalau daku demennya nugas di perpusnas, karena semisal males bawa laptop, tersedia komputer di sana.
Kalau kafe memang apiknya wadah minumannya bukan yang plastik. Apalagi di tengah masifnya gerakan minim sampah plastik ya.
Asyiknya punya tetangga buka Kafe, jadinya ga usah jauh-jauh buat santai sambil menyeruput nikmatnya segelas kopi dan camilannya. Datang ke kafe punya tetangga juga bagus banget sebagai bukti dukungan kita dengan usaha tetangga, apalagi menu-menunya cocok dengan lidah, ditambah dengan desain kafe yang mungil tapi terasa homey, pastinya bakal tambah nyaman, ya
Setuju banget, bentuk mendukung usaha tetangga ya. Apalagi kalau kopi dan makanan yang dijual sangat cocok di lidah serta di kantong. Ini sih paket combo sekali. Bahkan misal mau menjamu tamu yang suka ngopi, bisa juga ajakin ngafe Deket rumah pula. Beneran ajib dan solusi sih. Senengnya punya tetangga buka coffee shop. Kalau lagi banyak deadline dan butuh suasana lebih tenang, bisa melipir beberapa jam di sana yak.
Menyenangkan banget punya tetangga yang buka kedai kopi deket rumah… Pandangan mata langsung tertumbuk sama sofa yang pasti bikin mager deh kalau ke sana. Kopi susu butterscotch ini langsung kepingin bikin pesen deh… Eh, tapi jauh tempatnya 🙂
Waaah senangnya ada cafee dekat rumah yaa mbaak, tetangga lagi. Jadi kalau mau ngupi ngupi gak usahlaah jauh-jauh yaaa,,,cukup jalan kaki sajaaa. Saya juga di depan rumah ada kuliner sop iga jadi andalan banget kalau lagi gak bisa masak,,,cuzz aja tinggal ke depan hehehe…
Ngeliat kafenya suka banget kak.. rustic-rustic gimana gitu. Ini kalau ada beginian di sekitar rumah akupun pasti ikut mejeng kesana buat beli kopi. hihi. Kopi Butterscotch lagi. My Fav 🥰
Iyaa yaa, kadang aku pun suka mikir. Kenapa yaa, banyak kafe dan tempat minum gitu yang dine in selalu pake plastik. Mungkin biar lebih simpel kali ya, soalnya kalau Kaca perputarannya jadi agak melambat apalagi kalau lagi rame, terus belum lagi nih kalau ada cerita pecah. Soalnya yang aku tahu terkadang meskipun ada tulisan memecah gelas berarti membeli. Kadang bisa jadi konflik juga… cuma CMIIW yaa kakk.. hehe 🥰
Enak nih ada kafe tetangga. Kalau pengen ngopi atau nongkrong tipis-tipis tinggal jalan kaki aja. Bosen di rumah, kabur aja sebentar ke sana. Apalagi harganya masih bersahabat ya. Tempatnya juga cukup nyaman. Cocok buat langganan.
Ada hikmah menarik dari macet, sehingga jalan kaki menuju rumah dan bisa menemukan kedai kopi Kalasenggang yang rupanya punya menu kopi menarik serta aku kebayang sama rasa kopi butterscotch nya sih karena balance ya. Americano nya juga menarik nih, jauh lebih ringan dan pas tau harganya takjub sih Murmer.
Aku sama kayak mba, kalau makan dan minum di tempat, berharap wadahnya tuh pake gelas dan piring saja. Tetapi nyatanya malah pake cup plastik ya, rada disayangkan tetapi harus kita doakan semoga mereka berubah pikiran dan menyediakan gelas serta piring non plastik yang jauh lebih ramah lingkungan. Suasana nya juga kece, nyaman dan kalau WFC di sana boleh juga nih dicoba.
Tulisan ini seperti panggilan pertemuan nih mba April hihi.
Secara deket rumahmu dan rasa yang diungkapkan untuk minumannya menggoda untuk di coba. Selain itu aksesnya juga mudah ya.
Semoga yak, keisengan random saya datang dan tahu-tahu kesana hihi
Tulisan ini seperti panggilan pertemuan nih mba April hihi.
Secara deket rumahmu dan rasa minumannya juga pengen nyoba. Selain itu aksesnya juga mudah ya.
Semoga yak, keisengan random saya datang dan tahu-tahu kesana hihi
Tulisan ini seperti panggilan pertemuan nih mba April hihi.
Secara deket rumahmu. Harga dan rasa yang ditawarkan menggoda untuk dicoba. Areanya juga sepertinya nyaman.
Semoga yak, keisengan random saya datang dan tahu-tahu kesana hihi
Seperti panggilan pertemuan nih mba April hihi.
Secara deket rumahmu. Harga dan rasa yang ditawarkan menggoda untuk dicoba. Areanya juga sepertinya nyaman.
Semoga keisengan aku yang suka tiba-tiba pengen pergi tanpa rencana datang, tahu² nanti melipir kesana. Karena aksesnya pun mudah.
Kalasenggang The River ini memang definisi hidden gem tetangga yang juara. Aku jadi penasaran pengen coba Es Kopi Susu Butterscotch-nya yang katanya creamy dan smooth itu, apalagi harganya ramah di kantong. Parkirannya yang luas dan suasana rumahan yang tenang bikin tempat ini cocok banget buat pelarian sejenak kalau jenuh di rumah.
Asyik banget nih bisa ngopi deket rumah. Suasana kafe Kalasenggang ini nyaman ya, bikin betah. Harganya juga terjangkau. Banyak varian kopinya juga, kalau ngajak anak bisa kasih minuman coklat atau matcha. Kayanya kalau deket rumah saya ada kafe seperti ini, betah deh ngopi di sini
Gak perlu meragukan kualitas kopi di perumahan gini yaa..
Karena pastinya selain tempatnya tenang, nyaman dan rasanya “beneran”.
Kadang justru kopi-kopi yang uda femes dengan brand-nya, rasanya B aja.
Tapiii soal rasa memang preferensi masing-masing yaa..
Aku juga kalo pertama kali nyobain kopi, suka either gula aren atau salted caramel. Hihihi..
Tapi butterscotch ini juga…enyaakk~
Kalau sudah direnovasi dan jadinya secantik ini, dan ujungnya cuma layani take away sayang banget emang. Untungnya akhirnya kafenya menerima juga dine in ya 😀 Aku suka kafe yang nuansa hangat kayak gini. Walau kecil, tapi tetap asyik selama makanan dan minuman enak dan…. pegawainya ramah.
Kalau aku main ke kafe ini berarti udah bisa sekalian mampir ke rumah mbak April ya ini hwhw.
Cafe homey banget ya. Manalah Deket dari rumah mba April, nanti misal mba April ada tamu banyak dan pada hobi ngopi, bisalah diajakin ke cafe nya.
Aku tuh naksir berat sama kopi butterscotch, kebayang creamy dan kopinya menyatu. Manalah ada mix platter pula, bikin nongki makin asyik lah.
Enaaak bangetttt kalau Deket rumah ada kopi cafe yg enak. JD kan ga perlu pesen dari gofood. Kena ongkir lagi. Yg begini jadi bisa beli sendiri ya mba. Apalagi tempatnya kliatan kok nyaman bangettttt.
Sebenarnya di Deket rumahku, juga ada cafe kopi, yg rame dan enak. Tapiiiii aku agak males ke sana, Krn yg datang itu kebanyakan cowo. Ntahlah, akunya ga nyaman aja kalo beli sendiri, kecuali ada suami. Padahal tinggal ngesot kesana hahahahahaha.
Kalau rasa minuman less sugar begini fav ku banget. Apalagi Americano, wajib itu mah ga pake gula.
Penasaran dengan es kopi butterscotch, kalau minta extra sugar bisa gak sih? Sweet tooth akuu.
Btw snack yg di mix platter cukup banyak lhoo dan itu harganya termasuk murah.
Puas yaa nongkrong di sana. Apalagi deket rumah, ibaratnya ngglundung aja dah sampai.
Btw takjub lihat foto si sulung, sudah gedee. Mamanya makin imut.
Harusnya memang disediakan tempat sampah sih ya. Karena terlepas dari waitresnya yang pasti akan membersihkan setelah pelanggan pergi, terkadang pelanggan juga butuh membuang sampah mereka yang lain. Minimal ada satu tempat sampah gitu lah ya.
Bikin betah banget ini sih ya Mba. Bisa sekalian jadi motivasi jalan kaki. Setiap pulang naik KRL ngopi dulu >.< nyemal nyemil seru, ngopi cantik sambil ngobrol sama keluarga. Best..
seru banget ya punya tetangga yang buka kedai kopi sekeren Kalasenggang! Ceritanya sangat relatable, apalagi bagian “penyelamat” saat lelah jalan kaki dari stasiun.
Saya jadi penasaran sama Kopi Susu Gagula-nya, apalagi kalau teksturnya creamy tapi tetap less sugar. Suasana temaramnya juga pasti bikin betah buat healing tipis-tipis dekat rumah. Setuju sih, kalau pakai gelas beling pasti estetikanya makin dapet.
Paling suka deh kalau ada kedai kopi dekat rumah, trus kopinya tuh enak. Bakal jadi sering order buat pas butuh kapan aja. Ga jauh, ga ribet, dan ga makan waktu.
Kalo di BSD lama, kebanyakan rumah-rumah yang berada di tepi jalan utama udah jadi tempat usaha, dan ga sedikit yang jadi kedai kopi kayak gini. Pengunjungnya juga rame terus.
Btw namanya cakep dan unik nih, Kalasenggang. Ciri khas kedai kopi kekinian, pakai nama-nama yang vibes nya memang cocok buat ngopi. April tiap senggang kayaknya bakal mampir terus nih ke sini buat ngopi 😀
aku pas lihat thumbnail artikel ini berasa melihat april dan suami dalam versi remaja hihi. pas banget anaknya miripnya rata yang cowok mirip bapak yang cewek mirip ibunya
Unik ya nama Kafenya, Kalasenggang vibesnya jadi santai dan nyaman tanpa harus terburu-buru. Plusnya lagi dekat rumah, tinggal cuzz beli deh kalau pengen tanpa mengeluarkan tenaga lebih untuk membelinya
Kalau di dekat rumahku kebanyakan warkop, ada 5 mungkin dalam jarak ga sampai 5 kilo. Tapi karena konsepnya warkop bukan untuk keluarga jadinya buatku ga nyaman, apalagi banyak asap rokonya
Peluang usaha itu ternyata banyak ya. Di rumah aja, meskipun perumahan tapi kalau diseriusi ternyata buka kafe juga jalan. Kalau saya mikirnya udah merasa pesimis duluan. Di perumahan, gak strategis, mana bakalan ada yg mau datang nongkrong? Eh, ternyata ini tetangga sejati yang jadi pelanggan tetapnya ya… Hehehe
Mantaabb, kayaknya klo aku main ke rumahmu, diajakin nongki di mari ya Pril
kopinya looks menggodaa bangett..harga juga OK ya.
snack2nya pun sangat ngawe aweeee. pokoke pengin coba semuaa