Yeaaayy, sekarang kalau mau beli kopi nggak perlu jauh-jauh lagi ke komplek perumahan tetangga maupun ke stasiun KRL dekat rumah, karena tetangga buka kedai kopi rumahan. Bener-bener tempat ngopi-nya berdiri di teras rumahnya. Nama kedai kopinya “Kalasenggang”. Sebenarnya bingung “Kala Senggang” atau “Kalasenggang”. Tapi, ngikutin nama di Google-nya “Kalasenggang”, jadi ya kita sebut aja Kalasenggang kali ya?

Kalasenggang, kafe kopi baru milik tetangga

Kalau nggak salah kedai kopi rumahan ini sebenarnya udah sounding-sounding akan segera buka, pertengahan tahun lalu. Bahkan, saat acara Agustusan tuh mereka jualan di bazaar komplek.

Sempet ngrasain kopinya juga saat bazaar Agustusan kala itu. Rasa kopinya cocok di lidah. Bahkan, menurut saya lebih enak dibandingkan beberapa kopi yang pernah saya beli dari kedai-kedai lain di sekitar daerah rumah.

Ngopi di Kalasenggang.

Cumaaa, nggak tahu kenapa nih ditungguin setelah Agustusan kelar, kedainya nggak buka-buka, hihihi. Bahkan, mendekati akhir tahun juga belum ada tanda-tanda buka, walaupun teras rumah sudah di-renov sedemikian rupa menjadi bangunan ala kafe kekinian (sekitar bulan September-Oktober).

Sampai akhirnya, kalau tidak salah akhir Oktober atau awal November gitu, kedai kopi rumahan Kalasenggang ini resmi dibuka. Namun, sepertinya awalnya mereka hanya menerima orderan take away dulu. Baru sekitar Desember udah bisa ngopi dan ngemil-ngemil di sana.

Saya sendiri keknya baru tiga atau empat kali gitu mampir ke sana. Dua atau tiga kali ke sana sama suami aja, iseng-iseng JJS (jalan-jalan sore) lalu maen ke kafe baru. Trus, pernah juga sama anak-anak saat kami pulang malam-malam abis maen dari Ocean Samudera Ancol beberapa waktu lalu.

Kafe tampak depan.

Waktu itu area rumah kami di Parung Panjang jalan rayanya sedang ada proyek perbaikan jalan, sehingga macet di mana-mana. Kebetulan bepergiannya waktu itu naik moda transportasi commuter line (KRL) yang stasiunnya tidak jauh dari rumah.

Saat itu udah malam hampir jam 9-nan lha, kalau mesen mobil dipastikan bakal kejebak di jalan. Mau mesen ojol, kek rempong banget ya mesen empat motor, wkwkwk. Yawda kami putuskan jalan kaki saja dari stasiun ke rumah. Kalau jalan kaki dari stasiun ke rumah tuh biasanya 15 menit jalan santai, 10 menit jalan cepat, melalui jalan tikus.

Nah, kafe Kalasenggang ini lokasinya ada di gerbang perumahan yang waktu tempuhnya separuh perjalanan kami kalau pulang ke rumah dari stasiun. Lokasinya persis di samping gerbang perumahan. Sengaja mampir ke sana dulu biar anak-anak nggak ngeluh capek jalan kaki dari stasiun haha.

Dilihat dari dalam komplek.

Suasana di Kalasenggang

Kafe ini terbagi menjadi dua area, indoor yang ber-AC dan outdoor. Bagian outdoor-nya berupa bangku permanen gitu yang dibuat letter L di area carport rumah. Pengunjung yang merokok biasanya memilih duduk di sini.

Lalu, bagian indoor-nya ada di bagian teras. Terdapat beberapa meja, ada semacam sofa duduk lengkap dengan mejanya, lalu ada meja bar yang menghadap ke jendela. Ada pula beberapa meja kecil dengan kursi. Ruangannya kecil aja, sih, tetapi cukup nyaman.

Meja service dan kasir.

Kalau lagi agak sepi, biasanya saat weekdays di bawah jam 12 siang, enak banget buat numpang WFH. Di beberapa meja terdapat colokan. Kalau WiFi saya nggak nanya, karena memang berusaha pakai provider sendiri kala di luar rumah demi keamanan.

Di ruangan yang sama terdapat meja service dan kasir. Pengunjung bisa melihat menu-menu yang ditawarkan di tembok yang ada di balik meja ini.

Ketika malam hari, kafe ini memilih pencahayaan lampu yang agak temaram. Membuat suasana kafe jadi lebih syahdu.

Untuk parkirannya, jangan khawatir, karena ada space lumayan. Kebetulan perumahannya juga tidak pelit ngasi space antara rumah dengan jalan. Kalau misalnya parkir buat mobil penuh bisa juga parkir di ruko-ruko yang ada di seberang kafe ini. Free of charge, karena kalau ke minimarket yang di komplek ruko itu pun tidak ada tukang parkir.

Area duduk saat datang ramean.

Namun, tenaaang, tetap aman karena seperti yang saya bilang tadi, lokasi kafe dan ruko-ruko itu tak jauh dari pos satpam di gerbang komplek. Kalau penghuni perumahan yang kadang jadi pengunjung, kadang naruh motornya di samping kafe, tanpa perlu keluar gerbang komplek.

Review minuman dan makanan di Kalasenggang

Untuk minuman yang pernah kami cicipi di sana antara lain: es kopi susu butterscotch, es kopi susu aren, es cokelat, es kopi hitam. Untuk makanannya, kami beberapa kali memesan mix platter.

Anak-anak suka minuman cokelatnya.

Beberapa minuman lainnya yang tersedia di sana antara lain: kopi susu hazelnut, kopi susu gagula, kopi susu pandan, kopi susu seasalt. Ada pula moka dan kopi Vietnam (ini keknya Vietnam drip itu ya?). Trus, tersedia juga menu kopi yang dicampur air kelapa, peach, dan berries. Dua terakhir yang saya sebut saya penasaran rasanya, sayangnya belum ada kesempatan mencoba Heuheu.

Lalu, untuk non kopi, ada cokelat, matcha, dan teh kembang telang. Beberapa minuman kopi bisa dibeli dalam kemasan botol ½ atau 1 liter. Saat momen Nataru kemarin, mereka juga berjualan hampers kopi dalam botolan ini.

Mix platter.

Untuk makanannya, selain mix platter, kafe Kalasenggang ini juga menyajikan cireng, dimsum, singkong goreng, kentang goreng. Katanya ada donat juga, tapi saya belum pernah liat ada di menu.

Singkong goreng.

Singkong gorengnya diberi topping keju. Singkongnya masih panas, empuk, mudah dicuil (apa deh Bahasa Indonesianya “dicuil”? Hahaha).

Mix platter yang pernah saya pesan berisi kentang goreng, nugget, dan sosis. Disajikan dengan saus tomat dan mayonaise. Untuk makanan seharga Rp20.000,- menurut saya worth it. Buat kami sih cukup buat berdua. Kalau makan berempat ya pesan dua mix platter.

Kopi susu butterscotch.

Menurut saya es kopi susu butterscotch-nya cukup smooth dan creamy. Terasa lembut di lidah, apalagi yang dengan es ya. Teerdapat sedikit rasa asin dan less sugar, cocok buat yang tidak suka minuman terlalu manis. Espresso-nya cukup terasa, mayan lhaaa.

Kalau es kopi susu gula arennya seimbang antara rasa manis gula aren dengan kopinya, tidak berlebihan. Trus, kalau es kopi item atau americano-nya tanpa gula, pahit tetapi ringan, dan menyegarkan. Ada seikit rasa asam juga.

Es kopi susu gula aren.

Es cokelatnya juga dibikin less sugar, agak pahit, tetapi masih bisa dinikmati oleh anak-anak saya. Mungkin, karena di rumah kebiasaan ngikut ortunya minum cokelat tanpa gula kali ya? Jadi udah biasa lidahnya 😀 .

Ada pula es kopi susu gagula. Ini kopi susu tanpa gula dengan cream. Punya sensasi rasa creamy dan lembut tanpa tambahan gula. Kalau ke sini saya rekomendasikan memesan ini. Enaaaakk 😀 .

Kopi susu gagula.

Overall, ngopi di kafe rumahan milik tetangga satu ini cukup memberikan pengalaman yang baik, sih. Kedai kopinya kecil aja, nyempil di deretan rumah tetapi banyak banget yang datang silih berganti. Kalau di sosmed kek Tiktok gitu, banyak juga yang promoin di Tiktok Go. Memang nyaman sih kafenya, makanan dan  minumannya juga sesuai selera lidah.

Harga minuman berkisar sekitar Rp20.000,-an. Ramah kantong tapi rasanya nggak kaleng-kaleng.

Es americano.

Lalu, beberapa hari lalu, saya dan suami juga sempat numpang meeting online di sana, trus nyobain kopi vietnam. Ini cuma 12 ribuan dan enaaakk Ya Alloh, buat melek. Definisi tetangga kalau ngajakin begadang cukup nyuguhin ini aja deh haha.

Kopi vietnam (vietnam drip).

Cuma, kalau menurut saya kekurangannya adalah penyajian untuk dine in kebanyakan masih pakai gelas plastik dan piring kertas. Semoga nanti ada masanya bisa disajikan di piring dan gelas beling/ keramik. Namun, yaaa, di satu sisi pengemasan makanan/ minumannya cukup memudahkan kalau pengunjungnya mau bawa pulang andai apa yang dipesannya belum habis.

Mungkin juga akan lebih OK lagi kalau ada tempat sampah buat buang kemasan makanan/ minumannya saat dine in, sebab buat kami yang terbiasa buang sampah di tempatnya nih, rasanya gatel ninggalin bekas kemasannya di meja, hehe. Yaaa, walaupun kami yakin setelah kami pergi langsung diberesin, sih. Namun, buat yang ingin meninggalkan meja dalam kondisi bersih dari sampah yang sebenarnya bisa dibuang sendiri saya suka gateeelll hehehe. Makanya, akhirnya, kadang saya bawa pulang gelasnya kalau cuma pesan minuman aja 😀 .

Nah, itulah teman-teman kedai kopi rumahan Kalasenggang milik tetangga saya. Hayuk yang mau mampir ntar kita ke sana bareng buat ngopi dan ngemil :D.

Ada anker (anak kereta) terutama yang sering main ke area greenline (jalur KRL)? Mampir saja ke Stasiun Parung Panjang trus jalan kaki ke perumahan The River untuk menuju kafe ini. Kalau mau naik ojol pun ongkosnya nggak nyampek Rp10.000,- kalau pakai promo.

Oh ya, berikut alamat lengkap Kedai Kopi Kalasenggang ini:

Kedai kopi rumahan Kalasenggang The River ini buka setiap hari kecuali Hari Senin. Selasa-Minggu buka jam 09.00-22.00 WIB, kecuali Hari Sabtu tutupnya pukul 23.00 WIB.

April Hamsa

Categorized in: