Sedang viral Ketua BEM UGM yang dikata-katain “Cuma anak Paket C”, seolah-olah Paket C sehina itu. Namun, buat mereka yang paham, justru kalimat tersebut ya bakal diketawain aja. Malah sebagian orang kagum karena ada anak dengan ijazah Paket C bisa tembus UGM. Itu artinya lulusan Paket C nggak kalah donk ya dengan sekolah formal, bisa bersaing masuk perguruan tinggi favorit juga.
Beberapa alasan anak belajar di PKBM
Ngobrolin tentang Paket C, di era sekarang, terutama sejak zaman Covid-19, udah sangat jauh bedanya. Kalau dulu, Paket C kerap dijadikan pilihan terakhir oleh orang-orang yang mungkin secara ekonomi tidak mampu sekolah. Namun, sekarang, Paket C, terutama melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), telah menjadi alternatif pendidikan.
PKBM pun beragam. Ada PKBM yang menggunakan kurikulum luar negeri seperti Cambridge, IB, atau kurikulum AS yang dikombinasikan dengan program kesetaraan dalam negeri. PKBM seperti ini biasanya dipilih karena si anak ingin melanjutkan sekolah di luar negeri. Ada pula PKBM berbentuk Sekolah Alam yang menggunakan lingkungan sebagai bahan pembelajaran utama. Masih banyak bentuk-bentuk PKBM lainnya. Ada yang biayanya terjangkau, tetapi juga ada yang “biaya sekolahnya” sama aja dengan biaya sekolah-sekolah bergengsi.
Beragam alasan mengapa orang tua menyekolahkan anak ke PKBM.
Intinya di zaman now, dari sisi kemudahan akses, pengakuan ijazah, hingga gengsinya (mungkin?) yaaa udah nggak jauh beda dengan sekolah formal. Jadi, kalau ada yang mengejek Paket C, fix deh, wawasannya kurang luas 😀 .
Alasan sebuah keluarga (orang tua) memutuskan untuk membuat anak-anaknya belajar di PKBM pun beragam. Ada orang tua yang percaya pada PKBM karena sistem pendidikan yang mengecewakan. Ada pula orang tua yang menyukai fleksibilitas belajar di PKBM, karena ingin anak-anaknya fokus di bidang tertentu. Kebetulan di PKBM tempat anak-anak belajar, ada anak-anak yang sudah beraktivitas menjadi atlet professional, aktor, pengusaha, musikus, dll. Mereka sejak usia dini sibuk dengan dunianya, tetapi tetap butuh ijazah, sehingga memilih PKBM.
Kebetulan anak-anak saya juga belajar di PKBM. Kalau kami alasannya selain fleksibilitas, juga karena nggak terlalu akademik banget. Belajar dari pengalaman zaman sekolah dulu, semua dihafalin tapi nggak semua terpakai, jadi mending belajar dengan happy dan begitu ketemu apa yang disukai, mari fokus ke situ saja.
Masih banyak alasan-alasan lain yang mendasari orang tua menyekolahkan anak-anaknya ke PKBM. Panjang kalau dibahas hehe.
Belajar pakai aplikasi Sekolah.mu
Kalau di PKBM anak-anak saya menggunakan Kurikulum Merdeka dalam pembelajarannya. Meski demikian, Bahasa Inggris sudah dimasukkan ke dalam pelajaran wajib.
Untuk media belajarnya menggunakan platform aplikasi digital yang bernama Sekolah.mu. Aplikasi Sekolah.mu ini memfasilitasi Blended Learning Management System untuk kebutuhan institusi pendidikan, salah satunya PKBM tempat anak-anak saya belajar. Sebut saja namanya Sekolah Murid Merdeka (SMM). Sistem tersebut memungkinkan SMM ini melakukan kegiatan belajar secara hybrid, bisa online maupun offline.
Sekolah.mu ini juga memungkinkan ribuan guru, professional di bidang pendidikan, serta murid-murid bisa terintegrasi dalam satu platform ini. Dengan demikian maka ide-ide terkait pendidikan berkualitas lebih mudah sampainya ke banyak orang.

Platform Sekolah.mu.
Selain SMM dan mungkin beberapa institusi pendidikan lainnya, Sekolah.mu juga menyediakan program belajar Living English dan Siap Kuliah.
Living English merupakan program belajar Bahasa Inggris untuk anak usia dini hingga SMA kelas 12 yang basic-nya menggunakan Kurikulum Cambridge. Anak-anak saya kebetulan mengambil program ini juga untuk melengkapi pelajaran Bahasa Inggris-nya.
Kemudian, ada juga program Siap Kuliah yang menyediakan program persiapan kuliah baik di dalam maupun di luar negeri. Program ini bisa diikuti oleh anak SMA start dari kelas 9.
Cara memakai Sekolah.mu untuk belajar di SMM
Jika terdaftar menjadi murid PKBM SMM auto udah punya akun Sekolah.mu, yang juga memiliki paket kelas SMM. Nanti, setelah memiliki aplikasi Sekolah.mu di gadget, maka bisa login ke platform ini menggunakan email dan password yang digunakan saat pendaftaran.
Oh ya, kalau di SMM, semua orang menyebut aplikasi Sekolah.mu ini sebagai LMS, singkatan dari Learning Management System. Sebenarnya, Sekolah.mu ini multiplatform access, artinya bisa diakses melalui handphone, tablet, hingga browser (laptop dan komputer).
Okey, lanjut setelah login tadi…
Setelah masuk ke aplikasi, nanti akan ada akses “Kelasku” di dashboard Sekolah.mu untuk melihat program belajar yang aktif. Kalau di aplikasi anak saya, yang terlihat adalah program belajar SMM, Living English, serta kegiatan add on/ program tambahan, seperti ekskul, kelas-kelas tambahan yang diikuti, dll.

LMS yang digunakan anak-anak untuk belajar.
Nanti di aplikasi bisa klik salah satu program kelas ini. Semua materi belajar sudah tersedia di aplikasi, sehingga di “sekolah” anak-anak tidak lagi menggunakan buku-buku pelajaran.
Materi pembelajaran biasanya berupa slide presentasi, modul interaktif, audio, dan video. Untuk assessment ada yang berbentuk upload tugas-tugas (bisa foto, pdf, link drive, dll), ada pula yang berbentuk kuis-kuis.
Di dalam setiap paket belajar, ada ruang diskusi secara daring yang diakses orang tua maupun murid. Jadi, di SMM tidak ada grup WA korlas ya, komunikasi hanya pakai fitur chat ini dan sesekali menggunakan telegram sesuai kesepakatan.
Selain fitur komunikasi, aplikasi Sekolah.mu ini juga menyediakan fitur laporan perkembangan belajar anak. Semua raport anak bisa diunduh langsung dari sini.
Kemudian, ada juga fitur kalender, yang membuat anak maupun orang tua bisa mengatur waktu dan mengingat jadwal pelajaran, pengumpulan tugas, hingga ujian. Biasanya ada notifikasinya juga.
Kesimpulan penggunaan Sekolah.mu
Menggunakan platform Sekolah.mu atau LMS sebagai media belajar membuat anak-anak bisa menggabungkan cara belajar yang fleksibel dan mandiri, tetapi bermakna/ berkualitas ketika sesi tatap muka. Tatap muka ini bisa dilakukan secara online maupun offline, tergantung kebutuhan. Fleksibilitas sangat terjamin di sini.
Sekolah.mu ini juga memungkinkan anak-anak belajar sesuai minat, bakat, dan kecepatan belajar masing-masing. Anak memegang kendali atas pengalaman pendidikan mereka masing-masing. Hal ini mendukung kemandirian belajar anak yang bisa diaplikasikan ke kehidupan sehari-harinya juga.
Satu lagi keuntungan memakai Si LMS ini adalah materi pembelajaran bisa dibuka bebas kapan saja dan di mana saja. Hanya saja kelemahannya, kalau tidak ada jaringan internet, ya, susah sih membuka Sekolah.mu ini, hehe.
Nah, itulah teman-teman sedikit cerita pengalaman belajar anak dengan menggunakan platform aplikasi Sekolah.mu atau dikenal dengan LMS ini. Udah canggih kan ya? Nggak ketinggalan zaman kan ya, sehingga agak gimana gitu kalau diremehkan “Ih, ijazah paket, doank”? Hihihi 😀 . Yaaa, begitulah hidup, setiap hari kita akan belajar hal-hal baru, karena dunia juga nggak statis, melainkan dinamis. Apalagi yang namanya teknologi, khususnya terkait pendidikan, semua berkembang, bahkan kadang sangat cepat 😀 . Setuju tak? 😀
April Hamsa


Comments