Bismillah. Masih lekat dalam ingatan tentang duka menyelimuti masyarakat Aceh dan Sumatra karena bencana banjir bandang akhir tahun lalu. Bahkan, kabarnya hingga sekarang belum banyak perubahan yang berarti. Sebagai sesama manusia, saya hanya bisa membantu dengan doa dan menitipkan sedikit donasi melalui Dompet Dhuafa, lembaga filantropi yang saya percaya akan menyampaikan amanah saya dengan baik. Dan, alhamdulillah, pada Kamis 15 Januari 2026 lalu, melalui event Indonesia Humanitarian Summit, saya menyaksikan langsung bagaimana donasi kecil saya dan jutaan donatur lainnya di luar sana dikelola dan disalurkan secara nyata oleh Dompet Dhuafa.

Dompet Dhuafa lembaga filantropi yang aktif membantu saat bencana Aceh dan Sumatra terjadi.

Tentang Indonesia Humanitarian Summit (I-HitS)

Menggandeng Nusantara TV, Dompet Dhuafa menyelenggarakan Indonesia Humanitarian Summit sebagai ajang penggerak perubahan nyata. Acara yang berlangsung di Nusantara Tower Jakarta Timur ini dihadiri oleh sekitar 300 orang dari perwakilan pemerintah dan lembaga negara, NGO dan lembaga kemanusiaan, tokoh filantropi, akademisi dan peneliti, mahasiswa, mitra strategis Dompet Dhuafa, serta perwakilan komunitas dan masyarakat umum.

Saya menghadiri event Indonesia Humanitarian Summit.

Dompet Dhuafa menyelenggarakan acara ini dengan tujuan sebagai wujud transparansi pelaporan kinerja program-program pemberdayaan yang sudah berjalan selama ini, khususnya sepanjang tahun 2025 lalu. Selain itu, melalui ajang ini, Dompet Dhuafa juga memaparkan perannya sebagai lembaga filantropi serta memperkenalkan kembali program-program pemberdayaan berbasis zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).

Event ini juga menghadirkan ruang diskusi dalam menyuarakan dampak besar filantropi di Indonesia. Menjelaskan juga bagaimana filantropi ini merespon dan menangani kemiskinan di Indonesia.

Tahun ini, I-Hits menghadirkan beberapa tokoh penting sebagai keynote speakers, antara lain: Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M. Ag, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen Mariman Darto, dan Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta.

Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M. Ag.

Prof. Waryono Abdul Ghafur sebagai perwakilan Kemenag dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya kepada Dompet Dhuafa yang selalu memiliki inovasi-inovasi sehingga terus tumbuh menjadi mitra pemerintah dalam memerangi kemiskinan.

Bapak Mariman Darto.

Kemudian, Bapak Mariman Darto mewakili Kemendikdasmen menyampaikan ucapan terima kasih kepada lembaga-lembaga filantropi Indonesia, khususnya Dompet Dhuafa, yang telah berperan besar membantu membuka sekolah di hari pertama di Aceh dan Sumatra pasca bencana besar lalu. Kemendikdasmen juga menghargai usaha lembaga-lembaga filantropi yang memberikan dukungan, bukan hanya tentang donasi uang, tetapi juga atas waktu, tenaga, pemikiran untuk memberikan bantuan. Hal-hal semacam ini diharapkan dapat melahirkan kebiasaan-kebiasaan memberi yang sehat dan bertanggungjawab. Ini merupakan investasi sosial untuk membangun empati dan gotong royong di lingkup murid sekolah.

Wamenlu Bapak Anis Matta.

Wamenlu Anis Matta juga menyampaikan apresiasinya terhadap lembaga-lembaga filantropi seperti Dompet Dhuafa. Kehadiran lembaga filantropi ini dinilai mampu bisa memberikan dampak sosial yang baik buat lingkungan, salah satunya mampu mengurangi kemiskinan yang berdampak pada lingkungan yang lebih aman dari kejahatan yang terjadi karena faktor kemiskinan.

Bapak Anis Matta juga mengapresiasi kinerja Dompet Dhuafa selama ini, apalagi saat ini sudah memiliki cabang di lima negara, yakni Jepang, Korea Selatan, Amerika (USA), Hongkong, dan Australia. Harapannya skala usaha memberikan dampak baik ini pun bisa diterima lebih banyak orang lagi.

Empowerment to the Next Level

Oh ya, FYI, I-HitS tahun ini mengusung tema “Empowerment to the Next Level”. Dompet Dhuafa memilih tema ini untuk mempertegas target filantropinya, yakni:

-Bukan sekadar memberi bantuan

Dompet Dhuafa menegaskan fokusnya adalah mendorong kemandirian ekonomi masyarakat masyarakat secara jangka panjang. Dompet Dhuafa tidak ingin memberikan bantuan, lalu selesai begitu saja, sehingga mengakibatkan ketergantungan bantuan sosial yang umumnya bersifat sementara.

Itulah sebabnya program-program Dompet Dhuafa selalu berusaha memberdayakan umat. Salah satu contohnya yang saya ketahui adalah DD Farm di mana program peternakan ini tidak sekadar membeli hewan ternak untuk program kurban, melainkan juga melatih para peternak bagaimana memilih bibit, menydiakan modal, hingga pendampingan teknis. Dengan demikian peternak tersebut bisa lebih berdaya dalam berbisnis dan mengembangkan usahanya secara mandiri.

Selain peternak, Dompet Dhuafa juga banyak membantu sektor-sektor lain supaya menjadi lebih mandiri, seperti pengusaha UMKM, petani lokal, dll. Lalu, terkait bencana Aceh dan Sumatra, Dompet dhuafa juga membantu memperbaiki sarana umum yang rusak hingga mengupayakan RUMTARA (Rumah Sementara) untuk warga terdampak bencana.

-Melakukan inovasi program

Dompet Dhuafa juga terus berupaya melakukan inovasi sehingga bisa meningkatkan kualitas program-programnya. Salah satu contohnya mengubah petani lokal dari sekadar menjual buah segar menjadi produsen dengan nilai tambah melalui IKON (Industri Komunal Olahan Nanas).

Ada pula program pemberantasa gizi buruk/ stunting melalui LKC (Layanan Kesehatan Cuma-Cuma), yang tidak sekadar memberikan makanan gratis, tetapi pelan-pelan bisa mengubah perilaku masyarakat dalam memberikan makanan bergizi buat anak-anaknya.

Masih banyak lagi inovasi program Dompet Dhuafa dan dalam event ini lembaga filantropi ini mengatakan akan berupaya terus berinovasi melalui peningkatan program-program pemberdayaan lainnya.

-Memberikan dampak lebih luas

Dompet Dhuafa juga berharap bisa memberikan dampak pemberdayaan yang lebih luas lagi. Walaupun saat ini cabangnya “masih” terbatas di lima negara lainnya, tetapi sebenarnya program-program Dompet Dhuafa juga menjangkau negara-negara lain. Salah satunya yang sering kita dengar beritanya adalah penyaluran donasi ke Palestina, Myanmar, dll.

Tentu saja, Dompet Dhuafa juga berupaya akan meningkatkan fokus bantuan ke dalam negeri, khususnya ke daerah-daerah terdampak bencana dan tertinggal.

Hingga tahun 2025, Dompet Dhuafa telah mencapai 41 juta lebih penerima manfaat. Di tahun 2026 ini, Dompet Dhuafa ingin meningkatkan skala kebermanfaatan tersebut ke level yang lebih transformatif dan sistemik.

-Efektivitas penyaluran

FYI, sepanjang tahun 2025, total Penghimpunan Dompet Dhuafa sebanyak Rp426.519.076.822,-. Sementara total penyaluran melalui berbagai program yang berbasis lima pilar kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, dakwah dan budaya- sebanyak Rp422.942.586.574,-. Dari angka penghimpunan di atas, total penerima manfaat pada tahun 2025 sebanyak 2.828.823 jiwa dan melalui 3.632.925 layanan.

Rasio efektivitas penyaluran mencapai 103% menurut Allocation to Collection Ratio, Zakat Core Principle. Harapannya di tahun-tahun berikutnya masih bisa mempertahankan efektivitas penyaluran tersebut.

Bapak Rahmad Riyadi.

Bapak Rahmad Riyadi, anggota Dewan Pengawas Dompet Dhuafa dalam acara tersebut mengatakan bahwa Dompet Dhuafa telah berhasil berperan sebagai jembatan kebaikan guna mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata, untuk membantu masyarakat marginal bangkit dari kemiskinan. Lalu, Bapak Rahmad Riyadi mengajak seluruh mitra untuk tidak berhenti melangkah dalam kebaikan dan bersama melakukan pemberdayaan yang lebih kuat dan berdampak.

Kemudian, Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini menyampaikan bahwa gelaran I-HitS ini bukan sekadar laporan tahunan dan rangkuman aktivitas, melainkan cerminan perjalanan panjang Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi dalam mengelola amanah masyarakat Indonesia selama lebih dari tiga dekade.

Bapak Ahmad Juwaini.

Bapak Ahmad Juwaini juga mengatakan bahwa untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang semakin komplek, maka Dompet Dhuafa akan berupaya mengembangkan beragam program di berbagai bidang (ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, dan budaya) melalui inovasi, kolaborasim dan penguatan kapasitas supaya bisa menumbuhkan sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat yang membutuhkan.

Diskusi tentang optimasi filantropi untuk pemberdayaan masyarakat

Acara ini juga membuka sesi diskusi mengenai optimasi filantropi untuk pemberdayaan masyarakat. Terdapat dua sesi diskusi yakni diskusi pertama bertema “Lembaga Filantropi dalam Pemberdayaan Berdampak Selaras dengan Asta Cita”, lalu diskusi kedua mengenai “Local Leader, Young Empowerment, Young Philantrophist”.

Diskusi pertama menghadirkan pembicara-pembicara antara lain Anggota Dewan Pembina Dompet Dhuafa Yudi Latif, Direktur IDEAS Agung Pardini, Ketua Bidang Inovasi dan Literasi Forum Zakat Eko Muliansyah, dan Direktur Komersial NTV Dede Apriandi.

Para pembicara di diskusi pertama.

Diskusi ini menghasilkan beberapa poin penting yang menyoroti bahwa tanpa mengabaikan negara, peran komunitas dan lembaga filantropi memiliki efek yang baik, tepat, dan efektif dalam menyejahterakan masyarakat. Maka, apabila komunitas dna lembaga ini berkembang makin banyak, bisa lebih cepat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Meski demikian, tentu membutuhkan pengawasan, sehingga dana umat tidak disalahgunakan.

Dilanjutkan dengan diskusi kedua yang menghadirkan tokoh publik sekaligus pengusaha Sandiaga Uno, Owner Batik Trusmi Sally Giovanny, Founder dan CEO Agradaya Andhika Mahardika. Diskusi kedua ini dimoderatori oleh Penerima Manfaat Dompet Dhuafa, M. Attiatul Muqtadir.

Diskusi ini menyoroti bahwa pengusaha yang juga mengambil peran sebagai philanthropist, maka bisnisnya bisa lebih secure sekaligus berdampak baik buat lingkungannya.

Diskusi tentang entrepreneur philantrophist.

Bapak Sandiaga Uno mengatakan bahwa filantropi di zaman sekarang bukan sekadar memberi, tetapi tentang bagaimana membangun kemandirian. Namun, hal ini tidak bisa berjalan sendiri, melainkan butuh sinergi antara lembaga filantropi dan mitra, juga menyamakan dengan visi dan misi strategis pemerintah (Asta Cita).

Bapak Sandiaga Uno juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan Dompet Dhuafa melalui Empowerment to the Next Level adalah bukti nyata bahwa kolaborasi umat mampu menjawab tantangan Asta Cita, terutama dalam memperkuat ekonomi rakyat dari akar rumput.

Pentas seni dan pameran program dan pemberdayaan Dompet Dhuafa

Selain laporan kinerja Dompet Dhuafa serta diskusi, ajang I-HitS ini juga memfasilitasi pentas seni dan pameran hasil program pemberdayaan Dompet Dhuafa.

Di panggung utama, Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa menunjukkan murid-murid Sekolah Luar Biasa (SLB) yang menampilkan bakat menarinya.

Pameran UMKM.

Kemudian, di luar panggung terdapat beberapa booth yang diramaikan oleh mitra Dompet Dhuafa dari UMKM di bidang pertanian (Zona Madina), lalu ada mitra di bidang literasi, dll.

Mitra di bidang literasi.

Terdapat pula booth Yayasan Rumah Sehat Terpadu (YRST) yang merupakan salah satu program Dompet Dhuafa di bidang kesehatan yang menghadirkan pemeriksaan mata gratis, layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta games edukasi dan mental health.

Booth pemeriksaan kesehatan.

Peserta yang menghadiri I-Hits tahun ini tampak antusias untuk meramaikan booth-booth tersebut, dari mulai bermain games, cek kesehatan, hingga belanja hasil produk-produk UMKM binaan Dompet Dhuafa.

Itulah, teman-teman, gambaran mengenai acara I-Hits yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa sebagai wujud pertanggungjawaban lembaga filantropi ini atas titipan amanah dari masyarakat luas. InsyaAllah, laporannya transparan ya, dari umat kembali kepada umat.

BTW, teman-teman ada yang sering berdonasi juga melalui Dompet Dhuafa, nggak? Jika iya, share pengalamanmu di kolom komentar ya ?.

April Hamsa

Categorized in: