Ada yang suka mantengin konten-konten Tahilalats (suka dibaca: Tahi Lalat) di sosmed, nggak, sih? Atau mungkin pernah nggak sengaja nemu kontennya lewat di timeline-nya? Itu tuh yang kontennya biasanya berupa komik animasi, yang isinya menyindir kelakuan aktivitas kita sehari-hari, plus sesekali membahas  tentang isu-isu sosial politik yang sedang hits? Nah, ternyata Tahilalats ini punya Toko Tahilalats yang berlokasi di Braga, Kota Bandung, lho. Ada yang pernah ke Toko Tahilalats Braga ini juga, nggak?

Toko Tahilalats di Braga, Bandung.

Saya sendiri baru tahu mengenai Toko Tahilalats Braga ini ketika jalan-jalan di Braga pada awal tahun lalu. Hari itu, kalau tidak salah, adalah hari terakhir saya dan keluarga di Braga, trus sebelum checkout dari hotel, kami memutuskan jalan-jalan keliling Jl. Braga yang bagian bebas kendaraan itu.

Tentu aja, mumpung di Braga, sekalian aja deh mau lihat tokonya kayak apaan. Kali ada yang bisa kami beli di dalam, hehe.

Sekilas tentang Tahilalats

Penasaran apa saja sih isinya Toko Tahilalats? Tenang-tenang, ntar, saya certain, kok. Namun, sebelumnya, saya mau ngajak kenalan yang belum kenal Tahilalats dulu, ya 😀 .

Jadi, Tahilalats tuh awalnya merupakan komik daring karya illustrator Nurfadli Mursyid. Awalnya, Pak Nurfadli Mursyid ini adalah illustrator koran, gitu. Trus, di samping pekerjaan utamanya, beliau juga suka menggambar komik.

Begitu masuk toko langsung disambut karakter Tahilalats.

Ada satu karakter yang dengan konsisten beliau gambar, yakni Tahilalats ini. Tahilalats ini memang bener dari “tahi lalat” di mana Pak Nurfadli Mursyid punya tahi lalat di bagian dagunya.

Kata “Tahilalats” juga sering disandingkan dengan semacam “tagline” atau entahlah apa ya, yang bunyinya “Mind Blowon”, bukan “Mind Blowing” ya. Katanya sih “Mind Blowon” merupakan plesetan dari mind blown sekaligus mind blo’on (bodoh).

Pak Nurfadli Mursyid kemudian mempublikasikan komiknya pada tahun 2013 di blog pribadinya, tetapi kurang popular. Akhirnya, kemudian, Pak Nurfadli Mursyid “menyederhanakan” karyanya dengan menyampaikan konten-konten yang lebih populer, relate dengan kehidupan masyarakat.

Foto sama karakter Tahilalats.

Trus, pada tahun 2014, Tahilalats mulai di-publish di sosmed. Waktu itu pertama kali di Instagram dengan nama akun @tahilalats. Hingga, kemudian merambah ke Line Webtoon, Twitter/ X, Facebook, dan YouTube.

Tema komik-komiknya, seperti yang saya sebutkan sebelumnya adalah tentang aktivitas kehidupan sehari-hari, juga tentang isu-isu sosial politik, dll. Pada mulanya berbentuk komik strip, tetapi kemudian ada yang berbentuk animasi juga, yang apabila sudah kita baca/ tonton, seringnya bikin ketawa (kecut) 😀 . Ya, soalnya, relate dengan kehidupan kita ((KITA)), hehe 😀 .

Apa saja yang ada di dalam Toko Tahilalats?

Oke, kembali lagi ke Toko Tahilalats yang ada di Braga, Bandung.

Pada mulanya, kami juga nggak menyadari kalau di situ ada Toko Tahilalats, karena bagian depan tokonya tuh ketutup semacam tempat photobox, gitu. Keknya di Braga banyak ya photobox-photobox, gitu? Udah gitu, nama tokonya tuh di atas banget, sehingga kalau berada tepat di depan tokonya tidak akan terlihat papan nama “Toko Tahilalalats”. Sepertinya, baru akan terlihat kalau kita berada di seberangnya. Oh ya, sebenarnya juga ada nama tokonya di kaca jendelanya, cuma kalau sedang ramai orang di depan sana, tidak terlihat hehe.

Etalase pernak-pernik fashion.

Trus, pada hari sebelumnya, tampaknya banyak bener orang ngantre di photobox depan toko tersebut, sehingga membuat suasana terlihat crowded. Anggapan kami, kemungkinan di dalam tokonya juga bakal penuh sesak orang, hehe.

Nah, baru ketika waktu pagi jelang siang hari, sepertinya jalanan Braga masih cukup sepi, sehingga tidak banyak orang berada di depan toko itu buat ngantre foto. Kebetulan lewat, eh, lha kok, melihat ada ikon Tahilalats yang biasa kita kenal sebagai karakter visual, laki-laki dengan wajah datar, bermata sipit, dan tubuh yang lentur itu tepat di depan pintu masuknya.

Kami pun auto tertarik masuk ke dalam Toko Tahilalats. Tepat seperti dugaan awal saya, toko tersebut menjual segala pernak-pernik atau merchandise tentang Komik Tahilalats. Cocok, deh, buat dibeli dan dibawa pulang sebagai oleh-oleh dari Braga, Bandung.

Bisa memilih pernak-pernik di sini untuk dikustomisasi sendiri.

Beberapa pernak-pernik yang dijual antara lain kaus T-shirt, topi, sandal, tas seperti laptop case, sling bag, tote bag. Juga, ada gantungan kunci, lanyard, pin, sticker, tumbler, phone strap, dll. Tak ketinggalan juga ada beberapa buku komik, card games, juga beberapa barang kolaborasi antara Tahilalats dengan brand-brand lain.

Antrean yang mau kustom pernak-pernik.

Uniknya, pengunjung Toko Tahilalats bisa mengkustomisasi pernak-ernik yang ada di sana, lho. Misalnya untuk aksesori gantungan kunci atau strap handphone, kita bisa memilih sendiri jenis gantungannya, lalu bisa memilih hiasan-hiasan atau elemen-elemen yang bisa ditambahkan sesuai selera. Bisa juga memilih tambahan huruf-huruf untuk membuat nama atau kata-kata sesuai keinginan.

Alat buat menyablon?

Nanti dibantu petugas mencetak gambar di kaus.

Bisa juga membeli botol minum/ tumbler, kemudian menghiasnya dengan sticker-sticker lucu yang bisa juga dibeli bebas di sana. Lalu, yang saya perhatikan keknya paling popular tuh membeli kaus atau tas atau topi lalu menambahkan aksesori tempel seperti patches sesuai selera pribadi. Nanti, sama mbak-mbak yang melayani di tokonya akan dibantu menempelkannya dengan alat khusus. Nggak tahu apa ya nama alatnya, kek semacam mesin sablon, gitu.

Trus, kayaknya di sana pengunjung juga bisa membuat pin, gantungan kunci, serta sticker sendiri, tinggal minta bantuan petugasnya buat nge-print, juga. Singkat kata, buat mereka yang berjiwa kreatif, keknya bakal seneng deh custom-custom pernak-pernik sendiri di Toko Tahilalats ini.

Untuk harga merchandise/ pernak-perniknya plus harga mengkustomisasinya, kayaknya start dari belasan ribu hingga ratusan ribu Rupiah. Kek, kaus-kaus dan tas-tas gitu sepertinya di atas 100 ribuan.

Waktu itu kami cuma lihat-lihat aja, nggak beli merchandise, hehe 😛 . Lumayan cukup banyak pengunjung juga yang sedang mengantre untuk kustom pernak-perniknya masing-masing.

Foto-foto sama ikon Tahilalats.

Foto di mirror selfie.

Selain bebikinan merchandise, di Toko Tahilalats pengunjung juga mendapatkan experience untuk berfoto dengan beberapa patung ikon Tahilalats. Bisa juga memanfaatkan mirror selfie yang ada di sana. Kalau untuk sekadar pepotoan kek gini, free, ya, teman-teman.

Area photobox di dalam toko.

Namun, kalau mau hasil yang lebih bagus, di dalam tokonya pun ada spot photobox. Saya tidak tahu perbedaan photobox di dalam sama yang di luar tadi apa, kemungkinan sama kali ya?

Makan es krim di Toko Tahilalats

Ternyata, di Toko Tahilalats tuh tak hanya menjual merchandise, melainkan juga makanan dan minuman. Makanan yang dijual antara lain ada kentang goreng, burger, hotdog, dll. Lalu, untuk minuman ada kopi, juga es krim.

Kami memutuskan buat membeli es krim saja. Lumayan, lha, karena hari itu Braga juga cukup panas hawanya. Sayangnya saya lupa berapaan harga makanan dan minuman di sana, tetapi kayaknya standar kafe-kafean di Jakarta gitu,  mungkin kisaran 30-40 ribuan kali ya?

Ngaso sambil makan es krim dulu.

Kita bisa memakan makanan dan minuman pesanan kita di sana, karena di dalam Toko Tahilalats disediakan cukup banyak meja dan kursi.

Yap, itulah teman-teman experience saya dan keluarga saat ke Toko Tahilalats yang ada di Braga, Bandung. Cukup menyenangkan, karena bisa pepotoan di spot-spot yang memang disediakan, hehe.

Ada yang sudah pernah ke Toko Tahilalats juga? Ceritakan donk waktu itu ngapain aja ke sana?

Buat teman-teman yang belum pernah ke Toko Tahilalats, kali mau mengunjungi toko ini, berikut alamatnya ya:

Semoga informasi tentang Toko Tahilalats ini bermanfaat, khususnya buat para penggemarnya 😀 .

April Hamsa

Categorized in: