Puas ngopi dan ngemil di Blessings Art Space & Eatery, saatnya bersiap kembali ke Jakarta (coret). Namun, sebelum OTW ke Stasiun Bandung (yes, kami naik kereta), kami menyempatkan makan makanan berat dahulu di salah satu restoran yang menyajikan makanan Sunda, namanya Restoran Raja Sunda. Makan siang yang dirapel ke sore, ceritanya, hehe 😛 .

Restoran Raja Sunda di Bandung.
FYI, kalau baca review-nya, kata orang-orang, Restoran Raja Sunda atau yang terkenal dengan sebutan Raja Sunda Pasteur ini cukup populer di kalangan turis-turis yang akan kembali ke Jakarta, lho. Pasalnya, katanya lokasi resto ini tak jauh dari Pintu Tol Pasteur. Itulah sebabnya restoran ini dikenal dengan nama Raja Sunda Pasteur.
Bener, nggak, sih? Tolong Orang Bandung komen, hehe 😀 .
Mendadak makan di Raja Sunda
Sebenarnya, makan di rumah makan khas Sunda yang satu ini tidak kami rencanakan. Kami hanya ngasal aja mencari rumah makan dengan makanan berat yang berada di sepanjang rute dari Blessings Art Space & Eatery menuju ke Toko Kartika Sari yang dekat stasiun.

Ruang makan utama di Raja Sunda.
Setelah menemukan beberapa referensi, akhirnya kami memutuskan ke Raja Sunda saja, yang udah pasti menyajikan menu masakan khas Sunda. Kan kata orang-orang, eman-eman kalau ke Bandung nggak nyicipin makanan Sunda? Yaaahh, walau di Jakarta dan Bogor juga banyak, tetapi siapa tahu ada bedanya xixixi.
Waktu itu, kami datangnya sekitar jam 3-an sore lebih, deh, kayaknya. Bukan jam makan siang, sehingga resto-nya tidak terlalu ramai pengunjung. Parkiran kendaraan di sana yang mayan luas pun terlihat cukup lengang.
Bangunan Restoran Raja Sunda terlihat cukup besar dan luas. Bangunan utamanya sepertinya terdiri dari dua lantai. Lalu, di area belakang ada lesehan dengan beberapa space kayak saung-saung, gitu. Kami memutuskan untuk menuju area lesehan saja.

Parkiran yang cukup luas.

Masuk ke lorong itu untuk menuju area lesehan.
Kalau dari bangunan utamanya, pengunjung bisa ke arah parkiran, lalu menuju ke samping. Di sana nanti pengunjung akan menemukan lorong yang melewati mushola, kemudian agak masuk ke dalam, di sanalah terdapat area lesehan itu. Layout saung-saungnya kalau nggak salah letter L, dengan kolam ikan di bagian halaman yang kosong. Wastafel untuk mencuci tangan juga tersedia di sana.

Kolam ikan dekat saung.

Saungnya cukup lega ukurannya.
Waktu kami ke area ini, sepertinya saung-saung lain tuh masih kosong. Anak-anak saya kayaknya udah pegel. Akhirnya, mereka numpang leyeh-leyeh di saung, sembari menunggu pesanan kami datang 😀 .

Anak-anak leyeh-leyeh dulu sebelum makan.
Untuk order makanan, sebelumnya, ada mas-mas pelayannya yang nyamperin kami, lalu memberikan kami buku menu supaya bisa langsung memesan. Tak lama setelah pesanan kami dicatat, beberapa pengunjung resto lain berdatangan. Keknya ada dua saung lagi terisi. Rata-rata datang ramean, mungkin satu keluarga juga seperti kami.
Menikmati masakan Raja Sunda
Kembali ke masakan Sunda yang kami order, waktu itu untuk makanannya, kami memesan sayur asem, sate ayam (10 tusuk), udang goreng, ayam bakar (opsi satuan), nasi liwet yang bisa dimakan bersama-sama, satu porsi nasi tutug oncom. Lalu, buat minumannya, saya memesan es kelapa muda, suami teh tawar panas, sedangkan anak-anak air mineral saja.
Foto sebelum menghabiskan makanan.
Untuk harga makanannya, sebagai informasi, saya bulatkan aja, ya, karena harganya tuh nominalnya tidak bulat. Misal, harga teh tuh Rp8.658,-, yawda kita perkirakan saja Rp8.000,- gitu, ya, biar gampang, haha. Saya juga tidak mudeng kenapa harganya begitu. Apa mungkin ada kode-kode khusus kali ya?

Teh anget.
Lanjut, untuk makanan yang kami pesan, yang paling mahal adalah udang goreng yang harganya Rp85.000,-, disusul dengan sate ayam Rp.44.000,-. Kalau makanan lain harganya berkisar antara Rp15.000,-an hingga Rp25.000,-an, lha. Menurut saya masih harga yang masuk akal, nggak murah tetapi juga nggak terlalu mihil untuk restoran sekelas itu.
Lalu, bagaimana dengan cita rasanya?
Sebelum ngobrolin cita rasa makanannya, saya mau ngajakin teman-teman mengernyitkan dahi barengan dahulu, haha.
Jadi, saya kan memesan es kelapa muda ya? Harapan saya, itu tuh es kelapa yang disajikan di dalam batok kelapa asli, gitu. Eh, ternyata enggak. Es kelapa itu disajikan di gelas keramik berbentuk kelapa muda, haha, ucul kaaann? 😛

Es kelapa muda.
Padahal, saya udah membayangkan buah kelapa segede apaan xixixi. Nggak tahu mengapa es kelapanya disajikan kayak begitu.
Untungnya, rasa es kelapanya segar, pemanisnya terasa alami air kelapanya, berpadu dengan es batu yang dingin. Lumayan ngademin kepala yang terkena matahari Bandung, yang saat itu bersinar terik. Daging kelapa mudanya diiris tipis-tipis, sehingga memudahkan saya mengunyahnya. Namun, tetep, sih menurut saya, lebih pas kalau tetap disajikan di dalam batok kelapanya, hehe 😛 .
Untuk rasa makanannya, kita bahasa nasi liwetnya dulu, ya. Raja Sunda menyajikan nasi liwetnya di dalam panci kastrol. Saya memperkirakan satu kastrol bisa untuk 2-3 orang.

Nasi liwet.
Begitu panci nasi liwetnya disajikan langsung tercium aroma bumbu nasinya yang kuat. Nasinya memiliki tekstur pulen dengan topping/ campuran beberapa lembar daun salam, irisan cabai merah, ikan teri medan dan pete.
Selanjutnya adalah nasi tutug oncomnya, yang dibungkus daun pisang. Begitu dibuka terlihat nasi seperti nasi merah dengan campuran cabe merah dan bumbu-bumbu lainnya, termasuk bulir-bulir oncom. Nasinya pulen juga, dengan aroma kencur yang segar, dan memiliki rasa gurih.


Nasi tutug oncom.
Untuk sate ayamnya disajikan di wadah unik yang menyerupai panggangan sate, padahal bukan. Bumbu kacang yang di bagian atasnya diberi kecap dan acarnya disajikan terpisah.
Potongan daging satenya cukup tebal, tetapi tekstur dagingnya lembut, sehingga mudah dikunyah. Rasanya lebih ke perpaduan antara gurih dan manis. Bumbu kacangnya, selain diberi kecap, juga sepertinya dikecrutin jeruk nipis, sehingga menambah kelezatan sate ayamnya.


Sate ayam.
Lalu, untuk udang gorengnya diolah sedemikian rupa, sehingga menghasilkan tekstur yang sangat crispy. Daging udangnya segar, rasanya manis dan juicy dengan perpaduan gurih asin. Paling enak dimakan sama sambal.

Udang goreng.
Oh ya, saya lupa menginformasikan, jadi sebelum pesanan kami sampai ke meja, sebenarnya mas-mas pelayannya juga memberikan kami dua mangkuk sambal. Satu sambal terasi, satu lagi nggak tahu sambal apa hehe 😛 . Selain itu di meja juga disajikan setoples bening kerupuk dan dua piring otak-otak.
Oke, lanjut, ke makanan selanjutnya, yakni sayur asem. Saya tuh paling suka sayur asemnya Orang Sunda yang begitu kompleks isinya dan kuahnya kemerahan. Kalau di tempat asal saya, Surabaya, sayur asemnya lebih sederhana isiannya, kuahnya juga bening dan lebih lite.

Sayur asem.
Sayur asem Raja Sunda disajikan di mangkuk yang tidak terlalu besar. Meski demikian isiannya tuh melimpah sampai mangkuknya terlihat full. Isiannya ada kacang panjang, jagung, melinjo, labu siam, kacang tanah, dll. Potongannya besar-besar pula. Oh ya, ini tuh sebenarnya porsi personal, tetapi karena banyak bisa dimakan seluruh keluarga haha 😛 .
Terakhir sepotong ayam bakarnya. Ini khusus pesanan anak saya Dema. Potongan daging ayamnya cukup besar, sehingga bisa dimakan dua orang, sharing, gitu. Bumbunya meresap dengan baik, sehingga ayam bakar ini memiliki cita rasa manis gurih dengan bumbu yang legit.

Ayam bakar.
Secara umum, kalau diminta memberikan penilaian, rasa makanan yang kami pesan di restoran Raja Sunda tidak ada yang mengecewakan. Porsinya makanan yang kami pesan juga pas buat kami berempat. Harganya juga masih ramah kantong.
Kalau buat lokasinya, menurut saya, area lesehannya terlihat agak jadul ya. Trus, agak panas, karena sepertinya waktu itu nggak ada kipas angin di saung kami. Mungkin, next, apabila ada kesempatan kembali mencicipi makanan di Restoran Raja Sunda ini, mungkin saya akan makan di bangunan utamanya. Sepintas ngintip keknya lebih modern gitu *imho ya.
Itulah teman-teman, pengalaman dan sedikit review dari kami tentang Restoran Raja Sunda. Adakah teman-teman yang tinggal di Bandung atau mungkin yang sering melancong Bandung-Jakarta pernah mampir Restoran Raja Sunda Pasteur ini juga?
Buat yang kepengen tahu lokasinya di mana, di sini lokasi persisnya ya:
Semoga informasi mengenai Restoran Raja Sunda ini bermanfaat buat yang suka eksplore kuliner Bandung 😀 .
April Hamsa


Demi mempertahankan bentuk kelapa muda akhirnya di pilihlah cangkir dengan bentuk kelapa muda juga, lucu sih idenya hahaha….
Nasi liwetnya tampak menggoda, tapi lebih menggoda jika di masaknya pake Hawu atau tungku kayu bakar. Kombinasi yang tepat Sayur Asem, sambel dan lalapannya juga jangan sampe ketinggalan.
hati hati mbak, saya suka kejebak sama otak otak yang di taruh di meja, biasanya mahal itu harganya hahaha
Weh, enakan minum dari batok kelapa aslinya mang wkwk.
Haha iya otak2 yaa, makan sebiji dua biji eh nggak kerasa bisa keterusan tu wkwk 😀
Kalau harga makanan segitu termasuk standar yaa. Ada tax tambahan kah Mbak?
Kagum lihat lantai restoran di bagian utama, bisa bersih dan kinclong gituu. Untuk restoran yg nomer 1 emang kebersihannya jadi berasa aman pas makan.
Sate kesukaan Saladin nih, tapi bisa pesan pakai lontong kah?
Pangling lihat foto Dema, anak gadis sudah makin besar dan cantik.
pajak pasti ada, namanya juga usaha hehe, apalagi zaman now T.T
Kurang tahu aku mbak bisa pakai lontong apa gaknya, soalnya keknya menu satenya gini aja, gak ada pilihan lontong kyknya waktu itu.
saya langsung ngakak pas lihat foto es kelapa muda-nya, Mbak April hahaha. Baru kali ini ada pesanan es kelapa muda, tenyata es kelapa muda dalam cangkir berbentuk kelapa muda. Untung tetap segar ya hehehe. hanya dari tampilan menu lain dan harganya masih pas di hati, kantong dan lidah ya, Mbak. Hanya kalau harganya yang ga bulet itu, biasanya total dari sana akan dibulatkan.
Duhhhh kok makanannya bikin happy banget, kebayang nikmatnya yang paripurna itu. ngiler donggg! Raja Sunda Pasteur ini emang legendaris banget buat yang lewat di tol ini y kak.
Nasi liwet di kastrol plus sate ayamnya juara banget ya, bikin ngiler! Unik juga ya es kelapa muda disajiin di gelas keramik bentuk kelapa, kreatif tapi emang sensasi ngerok batok aslinya jadi hilang, hehe.
Kalau dilihat dari harga dan porsinya aku sih yess. Penampakan dari fotonya juga menggiurkan. Gagal fokus dengan si ayam bakar, duuh itu bikin ngiler banget. Terlihat empuk dan enak. Juga dengan dan nasi oncom-nya bikin ngeces. Apa bacanya lagi jam makan siang kali yak ha ha ha
Lama ga ke Bandung dengan naik mobil, jadi kalau ke RM ini tidak ada kesempatan.
Nanti kalau lewat boleh nih dicoba. Thanks ulasannya ya.
Aku juga salah fokus ke menu yang disajikan, haha
Kayaknya memang selalu ada tambahan alasan kenapa aku harus segera ke Bandung
Wujudkan cita cita sejak kecil yang belum kesampaian
Belum pernah makan di Restoran Raja Sunda. Tetapi pas lihat foto bangunan utama, aku sih akan milih duduk di area bangunan utama karena tampak elegan dan nyaman, so pasti dingin juga hehehe. Tetapi, lesehan pun harapannya bisa meluruskan kaki atau selonjoran sejenak ya Mbak?
Wkwkkw, agak anomali nih es kelapa muda nya. Padahal better di batok kelapa langsung, makin berasa seger nya gitu.
Syukurlah makanan lainnya so far oke secara rasa dan porsi. Jujur, selaku orang Sunda, salah satu sayur favorit ku ya sayur asem. Soalnya sayur asem khas Sunda itu sangat segar banget dan beneran asam, pun isiannya variatif sekali. Makanya di rumah, Mama sering masak sayur asem karena makanan favorit hehe.
Menarik ya pengalaman makannya. Alhamdulillah semua happy. Parkiran nya pun luas. Jujurly aku pengen makan nasi liwet, sate ayam ditambah sayur asem, duhhh sedepnya.
Tapi menurut daku wadah buat es kelapa nya kayak gitu oke juga kok, hehe. Soalnya tetap dibuat ala-ala batok kelapa. Mungkin kalau batok kelapa asli ada alasan lain yang kurang memungkinkan. Positif thinking asik.
Yang penting sih porsinya ini nih yang pas untuk disantap. Ga kebanyakan, karena nanti bisa kelabakan hihi. Apalagi kalau kurang juga ga nyaman. Boleh juga dicoba datangin nih restonya
Bolak balik Bandung, belum pernah lihat nih restoran ini. Harus coba deh kalo ke Bandung lagi.
Dari namanya, udh berharap bgt tuh dpt masakan Sunda versi raja. Hehe. Ternyata masih sama ya menu2nya dgn restoran Sunda lain.
Tp bedanya di sini emg suasana Sundanya yang masih berasa, apalagi masih di Pasteur, gerbang menuju Bandung gt loh.
Kalo udh masuk Pasteur tuh hawa Sunda-nya emg berasa. Dan yg bikin lucu emg penyajian es kelapa mudanya sih. Aku kira itu batok kelapa beneran loh. Ternyata gelas keramik yang warnanya mirip bgt ama kelapa muda. Kereen nih. Beda dgn yg lain
Panci nasi liwetnya juga unik. Bumbu2nya masih disisakan di atas. Berasa kyk topping sekaligus jadi penghias jg sih. Biasanya kan suka dibuang2in tuh rempahnya.
Saya dulu pernah makan di sini bareng sama klien dan buat saya makanannya cukup lezat dan tempatnya cukup representatif buat yang suka atau Mencari masakan Sunda di Bandung. Tapi entah kenapa saya udah lama nggak balik lagi ke sini mungkin karena di Bandung persaingan makanan Sunda sangat ketat, sehingga sayangnya membuat saya belum balik lagi ke sini
Aduh ,,,,nasi liwetnya menggoda banget. Terus es kelapa mudanya unik yaa wadahnya,,,rumah makannya luas dan tempat makannya nyaman banget ada gazebo dari bambu gitu bikin betah banget. Sepertinya saya juga harus mencoba deh makan disini,,,rekomended yaa.
Untung Raja Sunda ya, bukan Raja Solo, hihihi.
Ngakak pas baca es kelapa mudanya, di wadah gelas kelapa, wkwkwk. Kok isooo.. kan biasanya wadah beneran yaakkk..
ini malah kelapa imitasi, hihihi
Tp overall makanannya kulihat aman semua ya mbak, nampak menggugah selera. Apalagi nasi tutug oncomnya tuh, beuh.. kayak anget2 masih wenak gitu mbak 😀
Restoran sunda biasanya jarang gagal si. Kalo sampe gagal, sini saya getok pala ownernya, hihihi
Restoran Raja Sunda ini menarik ya. Tempatnya nyaman. Apalagi ada lesehannya.
Makanannya juga mantap. Nasi liwet sih favorit. Tempat satenya juga unik ya.
Sayur asem sunda sama Jatim emang beda ya. Kalau aku masih lebih suka versi Jatim yang bening dan ringan.
Hmm… tempat makan yang gak bisa cuma duduk sebentar saja
Apalagi makan makanan yang tidak menguras dompet terlalu banyak
Bisa dicoba kalau ke area sana atau aku rekomendasikan ke Om
Wah, ulasan yang seru dan informatif banget, Mbak April! Saya langsung ikut senyum-senyum sendiri pas baca bagian es kelapa muda yang disajikan pakai gelas keramik berbentuk kelapa—unik dan ada-ada saja ya idenya, kreatif tapi memang sensasi kerok batok aslinya jadi hilang, hehe. Menu nasi liwet di dalam kastrol dan nasi tutug oncomnya juga kelihatan sangat menggoda selera, apalagi dipadukan dengan sayur asem khas Sunda yang isiannya melimpah seperti itu. Pas banget ya buat jadi tempat transit dan “amunisi” makan berat yang nyaman bareng keluarga sebelum perjalanan kembali ke Jakarta via Pasteur. Terima kasih sudah berbagi rekomendasi kuliner Bandung, ditunggu ya tulisan berikutnya.
Mbak Srie jangan sering-sering nge-cheat komen pake AI gini ya 🙂
Kurang elok.
Haduh nasi liwetnya menggoda banget sih kak, auto pengen makan juga ke Raja Sunda ini. Es kelapa juga seger… Perpaduan kuliner yang pas ya
Nasi liwet adalah hidangan yang nggak bisa dilewatkan saat makan ke restoran Sunda ya mbak
Aku belum pernah cobain nasi tutug oncom, nampaknya enak ya
bener mbak, kalau sudah visit ke daerah tertentu harus icip makanan atau resto yang menyajikan masakan khas, karena yang kita icip di daerah kita tinggal biasanya rasanya sudah adaptasi dengan lidah penduduk lokal jadi ga identik, biasanya lho ya
btw gelas kelapanya lucu wkwkwk
Tapi keknya bener deh Kak Dyah, soalnya adakalanya kuliner itu menyesuaikan dengan tempatnya, makanya kalau bisa jangan sampe dilewatkan sih ya
karena dengan begitu makanan tersebut bisa lebih mudah diterima orangnya maupun selera lidahnya.
Waduh es kelapa muda nya termasuk penipuan itu. Haha…
Apa emang di menu gak disebutkan es kelapa muda dengan batok kelapa misalnya?
Kalau di jualan es kelapa muda biasanya emang ada yg langsung dengan batok (buah kelapa asli) atau cukup dengan gelas (biasanya ukuran besar)
Di luar ekspektasi aja ya kelapa muda dihidangkan dalam gelas bentuk kelapa gitu. Kalau saya sih asli merasa tertipu
Haha…
Waktu ke Bandung dua tahun lalu , aku sempat jemput ponakan (daribTangsel) naik travel dan turun sekitaran masjid Pusdai.
trus ponakanku yg asli Bandung sakjane ngajakin makan ke Raja Sunda enih….tapi lihat di Google Map , kok mihilll amaaatt paketnya ada yg 700 ribuan utk berlima
walhasil batal deh ke sini
padahal sakjane yo sesekali gapopo yaaa, menikmati masakan Sunda dgn harga sedikiiitttt d atas rata rata
udangnya 85K ya Pril. muantabbb wis
Aku biasanya juga gtu mbaa kalo mengunjungi suatu daerah pasti yang dicari rekomendasi kuliner otentik daerah tersebut karena sayang aja dh jauh2 sampe kesana tapi gak icipin kuliner khas daerah tersebut kan biar lengkap yaaa menikmati suasana dan kuliner nya juga
Dan sayur asem sunda ini aku juga sukaa banget karena ada pedes2nya mungkin sayur asem surabaya dan solo hampir2 mirip kali yaa karena gak ada pedes2nya trus bumbunya juga cemplung2 aja..bener gak mab hehe
Dari semua makanan dan minumannya, semuanya sukaaa…. Kebayang harum daun salam dari Nasi liwetnya, apalagi itu ada nasi tutug oncom, omaygad.. Sunda nya nyunda banget itu.
Tapi untuk udangnya dikira bakal lumayan banyak dengan harga segitu, ternyata di luar ekspektasi saya.. hehe. Yang paling unik itu es kelapa muda nya sih. Kok ada, ya gelas besar yang bentuknya kaya kelapa gitu. Lucu banget.
Nah, iya. Bersyukur sekali bisa mampir ke rumah makan yang satu ini. Secara desain interior menarik, bahkan ada area lesehan juga. Sama nih, bayangin aroma nasi liwet heneut-haneut pasti sedep. Sayur asem pula, aduh jempolan beneran Sunda sekali.
Wkwkkw, iya yaaa bagian es kelapanya agak improve kreatif nih resto. Tapi gapapa, it’s ok lah. Terpenting good food for good mood nya ngena sekali. Saya malah jadi penasaran kalau ke Bandung mesti mampirin.
Nggak boleh terlalu berekspektasi kalau di restoran soal es kelapa ya, Kak. Tuh jadinya disajikan dalam gelas bentuk kelapa. Hehehe
Tapi, tempat penyajian satenya lucu banget, kak.
Aku ngiler sama nasi liwetnya euy. Jarang banget ngeliat kastrol begitu
harga minuman yang ganjil itu buat ditambah pajak nggak sih? soalnya aku sering juga belanja di toko bahan kue di sini itu harganya ganjil semua tapi setelah dijumlahin jadinya genap aja. heu. kalau untuk menu masakannya aku penasaran nih sama nasi tutug oncom gimana ya rasanya. btw di banjarmasin sekarang juga ada beberapa restoran sunda tapi aku belum pernah nyobain
Habis makan nasi liwet, emang paling enak minum es kelapa yang segar ya mbak
Itu gelasnya unik
Persis seperti bentuk kelapa
Sudah kadung berharap segarnya minum es degan dari kelapa muda asli éh ternyata kelapa palsu wkwk
Jarang sih yang jual es kelapa muda beserta batoknya
Btw nasi liwet sama sayur asem seger nian tuh mbak, biasanya di Jabar nasi timbel kan ya, nasi liwet khas Jateng, éh bener ga sih
Belum pernah makan di Raja Sunda Restoran, ka April..
Soalnya Pasteur langsung bablas tol, hihhii.. karena belum laper biasanyaa lapernya pas di jalan, jadi mampir rest area.
Cumaa..menurutku Raja Sunda Restoran ini uda semi-modern yaah..
Dari peralatan yang digunakan untuk piring dan gelas sajianya.
Tapi tetep menggunakan ciri khas urang Sunda.. kayak makan di saung sama sajian otak-otak dan teh anget sugar free.. buat temen ngopi, ceunaah..
Dan otak-otaknya biasanyaaa.. enyaakk bangeett sambil dicocolan ama sambel kacang teaa…
Jadi yakin kenapa makanan sunda teh enaakk..
Bukan hanya kesederhanaannya, tapi juga makannya selalu ngariung di alam kituu…
Aku pernah makan di siniiii :D. Pas Masih kerja di HSBC, outing ke bandung, trus sebelum balik JKT, makan di sini mba :). . Memang lokasinya cocok bgt sih. Udah Deket tol yaa.
Utk rasa makanan, aku sih sukaaaaa. Walau udah lupa menu apa yg dulu kami pesan. Yg pasti Krn laper juga, semuanya habis dilahap Ama team hahahahaha.
Jadi kangen ih makan sini lagi. Biasanya aku mampir kalau ke Bandungnya bawa mobil. Kalau naik kereta blm pernah mba. Pdhl ga jauh juga yaaa
jadi penasaran jika mendengar masakah khas sunda. di bali saya punya teman yang memang asli jawa barat tapi sayangnya tidak diinfokan soal masakan yang menjadi ciri khas di sana. raja sunda ini sepertinya jadi wisata kuliner yang wajib dikunjungi jika pergi ke jawa barat. semoga ada kesempatan untuk waktu yang akan datang