Wargi Bandung, terutama yang hobi bikin kreasi seperti melukis, journaling, menjahit, menyulam, dll, ada yang kenal Blessings Art Space & Eatery, nggak? Lokasinya, ada di area Sukajadi, Bandung. Nah, sekitar setahun lalu,  ketika saya dan keluarga berlibur ke Braga, nggak sengaja nemu Blessings Art Space & Eatery Bandung ini.

Bagian depan Blessings Art Space & Eatery.

Kok iso?

Yo, nggak tahu kok, nanya saya. Eh, yo isooolaaahh wkwk.

Nggak sengaja nemu Blessings Art Space & Eatery

Jadi, ceritanya, setelah kami checkout dari hotel, karena jadwal kereta untuk kembali ke Jakarta (coret) masih lama, kami memutuskan mencari tempat buat ngaso dulu. Rencananya udah tidak mau jalan ke mana-mana lagi, cuma mau duduk saja, karena barang-barang bawaan kami juga lumayan banyak saat itu.

Pilihannya, sebenarnya bisa aja sih nyari kafe atau restoran gitu, karena jam sudah menunjukkan waktunya makan siang juga. Namun, saat itu, perut kami belum merasa lapar, karena sebelumnya sempat jajan agak berat di Toko Kue Lakker dan makan es krim di Toko Tahilalats.

Pintu masuk toko perlengkapan seni dari depan.

Lagian, aktivitas di tempat-tempat itu kan paling cuma makan doank, sekitar 2 jam paling lama.  Sungkan juga kalau berlama-lema di sana. Pasalnya, seperti yang tadi saya sebut, kereta kami tuh masih lama, tepatnya setelah Maghrib.

Lalu, saya kepikiran mencari tempat kayak kafe gitu, tetapi yang ada space buat bebikinan kreasi, gitu. Kalau di Jakarta sama sekitaran BSD kan banyak tuh kafe-kafean kek gitu. Tempat seperti ini saya pikir menarik juga buat anak-anak, karena kebayang nanti mereka bisa menggambar, melukis, atau apalah ya, pokoknya berkegiatan dan nggak bosen.

Pintu yang menghubungkan toko dan kafe.

Gugling-gugling, nemu beberapa kafe. Ada kafe yang makanannya berat trus harga menu makanannya mayan mihil, padahal kami kan belum niat-niat amat makan siang 😀 . Ada lagi yang harga paket bebikinan art-nya mayan pricey buat orang yang cuma iseng mau bebikinan kayak kami. Kan ceritanya hanya mau numpang ngaso, doank, hehe. Sampai akhirnya ketemu Blessings Art Space & Eatery di Sukajadi, Bandung ini.

Kalau baca-baca review-nya, pada dasarnya Blessings Art Space & Eatery ini adalah kafe tempat orang bisa makan/ minum sekaligus toko yang menjual pernak-pernik peralatan seni. Tempat ini kayaknya juga sering dipakai buat pertemuan komunitas crafter-crafter.

Ngopi dan ngemil di Blessings Art Space & Eatery

Dan beneran, begitu kami sampai di sana, tempatnya sesuai bayangan saya, Blessings Art Space & Eatery memang kafe sekaligus toko perlengkapan art.

Kalau saya perhatikan, parkirannya cukup luas buat ukuran sebuah kafe/ toko. Saat kami tiba, ada beberapa motor yang diparkir di sana, sekaligus satu dua mobil, tetapi masih ada space parkir. Oh ya, kami ke sana naik kendaraan online, sehingga memang nggak parkir, sih 😀 .

Bagian depan kafe masuk dari sisi kiri toko.

Begitu masuk area parkiran, kami disambut bangunan yang bentuknya kek rumah lawas yang besar banget dengan pintu terbuka lebar. Ternyata, pintu itu adalah pintu masuk menuju ke arah toko perlengkapan seninya.

Untuk masuk ke kafenya, pintunya ada di samping kirinya. Menurut hemat saya, kalau bangunan itu memang dulu sebuah rumah, maka itu adalah bagian garasinya. Jadi, kek kebuka lebar gitu dan nyambung sama teras depannya yang juga ada meja dan kursi.

Kami duduk di meja pojok itu.

Kami pun langsung masuk ke dalam untuk mencari tempat. Gampang banget nyari meja, karena saat itu pengunjung hanya kami berempat. Namun, tak lama setelah kami, ada beberapa pengunjung lainnya. Kalau tidak keliru ada mbak-mbak yang sepertinya masih mahasiswa. Mereka sedang nugas/ belajar kelompok. Lalu, ada satu dua keluarga yang kek kami. Ada pula pengunjung yang memilih nggak masuk ke dalam, tapi langsung duduk di teras depan kafe.

Taman di tengah kafe.

Untung, sebelumnya, saat baru ada kami doank, saya sudah sempatkan foto-foto area kafe dan toko. Walaupun posting-nya baru sekarang ini, wkwk 😛 .

Oh ya, sedikit gambaran mengenai kafe di Blessings Art Space & Eatery, ini tuh konsepnya semi outdoor. Ada taman di tengah-tengah kafenya.

POV dari meja kami.

Di sekeliling taman ada teras, tempat kami memilih duduk di sana (tepat di belakang toko), lalu ada dua ruangan indoor yang pintunya berupa pintu kaca sleeding. Sepertinya dua ruangan ini ada AC-nya. Saya nggak terlalu mengecek detail sih, karena sudah nyaman duduk di bagian luar. Di ruangan-ruangan itu saya lihat tersedia meja besar dengan kursi-kursi yang mengelilinginya. Cocok buat pertemuan/ meeting.

Dua ruangan di sisi kanan dan kiri kafe.

Lalu, ada juga ruangan di bagian atas. Sepertinya, ada mushola juga di atas. Namun, saya agak lupa-lupa inget, ya, maklum udah 1,5 tahun lalu saya ke sana. Soalnya waktu itu yang sholat hanya suami dan anak-anak saya, jadi lupa persisnya musholanya di bawah apa di atas. Untuk toilet tersedia di bagian belakang taman dan kondisinya sangat bersih.

Secara umum, kafenya tuh tertata apik, resik, pokoknya bikin betah, deh. Di sisi kanan toko dan nyambung ke kafe ada kolam ikan koi yang gemericik airnya juga cukup menghibur.

Numpang ngaso sebentar.

Lalu, ada piano akustik yang cukup besar diletakkan persis di depan meja kami. Anak-anak kemudian bergantian memainkannya, sembari menunggu pesanan makanan dan minuman kami datang.

Mainin piano.

Seperti yang saya bilang tadi, karena niatnya cuma membunuh waktu, bukan buat makan siang, kami hanya memesan makanan ringan. Waktu itu kami memesan camilan pisang goreng (pisgor) dan jamur enoki lada garam. Trus, buat minumannya, suami saya memesan es kopi latte, saya es kopi cream brullee, dan anak-anak minta chocolate milkshake.

Tak lama setelah kami order, camilan yang kami pesan tiba. Mata saya tertuju pada piring berisi pisang goreng yang disajikan bersama dua saus. Saus caramel dan saus sambal. Yes, jadi pisgor-nya dikasi dua saus 😀 .

Untuk saus karamelnya mungkin udah banyak yang tahu menu kek gini ya? Namun, penyajian dengan sambal, buat sebagian orang, terutama Orang Pulau Jawa tuh masih agak asing.

Pisang goreng dengan dua saus.

Kebetulan suami saya bukan Orang luar Pulau Jawa, sehingga makan pisang goreng dicocol sambal adalah hal yang biasa, Dulu, saya juga merasa aneh, kok iso, mangan pisgor ma sambel? Lha, ternyata memang enak hehe. Malah sekarang nggak terlalu suka saus yang manis-manis buat jadi pendamping pisgor 😀 . Ya, begitulah yang namanya pernikahan, menularkan kebiasaan-kebiasaan satu sama lain *uhuks.

Pisang goreng yang dihidangkan ke kami saat itu masih mayan panas. Sebut saja “hihang hoheng” deh kalau masih panas gitu, haha, trus mayan crispy teksturnya. Rasa pisangnya menurut lidah saya tidak terlalu manis tetapi juga tidak terlalu sepet. Anak-anak menikmatinya sambil mencocolnya ke saus caramel, sementara saya dan bapaknya memilih saus sambal.

Kalau untuk jamur enoki lada garamnya ini pada dasarnya berupa jamur enoki yang digoreng tepung sehingga terbentuk tekstur crispy. Setelah digoreng kering lalu ditumis dengan potongan bawang putih, cabai rawit, dan diberi taburan lada serta garam. Meski demikian, rasanya pedasnya tidak terlalu mencolok kok, sehingga masih aman dimakan oleh anak-anak.

Jamur enoki lada garam.

Untuk minumannya, pertama es chocolate milkshake. Ini merupakan perpaduan susu segar dengan krim cokelat. Disajikan di gelas dengan topping cream foam yang tinggi, lalu masih ditambah dengan taburan bubuk cokelat. Anak-anak sih udah pasti happy menikmati minuman ini 😀 .

Es chocolate milkshake.

Kalau es kopi latte-nya juga disajikan di gelas agak tinggi. Berupa kopi expresso ditambah susu cair dengan semacam foam tipis juga yang seolah menambah tekstur kopinya menjadi lebih lembut.

Es kopi latte.

Terakhir, kopi es kopi cream brullee pesanan saya. Sesuai namanya, es kopi ini rasanya miri psi latte tadi, cuma lebih creamy dan ada penambahan lapisan caramel brullee yang makin menambah rasa manis kopinya.

Es kopi cream brullee.

Selama ngopi dan ngemil di Blessings Art Space & Eatery, kami juga nyambi meronce manik-manik. Kebetulan di waktu-waktu itu anak saya, terutama Dema, sedang seneng-senengnya mengkoleksi dan membuat manik-manik.

Toko perlengkapan seni Blessings Art Space & Eatery

Manik-manik, juga pelengkapnya, seperti benang dan gantungan kunci, kami beli di toko perlengkapan seni Blessings Art Space & Eatery.

Masuk ke toko perlengkapan seni.

Sebelumnya, ketika pesanan kami belum datang, kami sudah menyempatkan melihat koleksi toko perlengkapan seni itu. Pendapat saya, toko tersebut adalah surga buat para crafter, deh.

Surga buat crafter, nih.

Gimana nggak, perlengkapan art dan craft yang dijual di sana tuh lengkap sekali. Ada peralatan menggambar, melukis, seperti kanvas, cat air, kertas gambar, dll. Ada juga perlengkapan journaling seperti notebook, sticker, kertas-kertas pembungkus, dll. Lalu, di sisi lain juga ada koleksi kartu-kartu ucapan selamat.

Menjual lukisan juga.

Buat yang suka menjahit, merajut, menyulam, di toko seni Blessings Art Space & Eatery juga menjual peralatan seperti kain, pola kristik, benang rajut, dll. Kalau suka membuat craft DIY juga ada beberapa paket DIY, seperti manik-manik (beads) juga beberapa paket art lain yang dijual dalam box lengkap dengan panduan membuatnya.

Mau cari kertas apa, semua ada.

Tadinya saya berencana membelikan anak-anak kanvas dan cat air saja, eh, ternyata anak saya Dema meminta manik-manik. Jadi, kami akhirnya membeli beberapa set manik-manik dan pernak-pernik lainnya. Sembari makan dan minum di kafe, kami kemudian membuat beberapa gelang, gantungan kunci, serta strap handphone.

Sudut lain toko Blessings Art Space & Eatery.

Ini sih yang saya suka dari Blessings Art Space & Eatery, mereka tidak jualan paket belajar art secara khusus, tetapi pengunjung kafe bebas mau bebikinan di sana. Oh ya, kalau soal harga pernak-pernik manik-manik tadi mohon  maaf saya lupa, nggak ketemu nota pembayarannya haha. Soalnya receipt tokonya kepisah dari kafe.

Kalau buat makanan dan minumannya, semua minuman yang kami pesan masing-masing harganya Rp30.000,-, sedangkan pisang goreng Rp28.000,-, dan jamur enoki lada garamnya Rp32.000,-. Kafenya sepertinya juga menyajikan makanan berat cuma saya lupa apa saja menunya, seingat saya ada pasta gitu.

Meronce manik-manik sambil ngemil.

Cukup puas ngopi dan ngemil di sini, karena tempatnya asyik, makanan dan minumannya enak, serta bisa happy-happy bebikinan art/ craft di sini. Andai rumah saya di Bandung, keknya saya bakal sering deh mengunjungi Blessings Art Space & Eatery ini 😀 .

Itulah teman-teman, pengalaman kami tidak sengaja ketemu Blessings Art Space & Eatery yang merupakan kafe sekaligus toko perlengkapan seni/ art di Bandung ini.

Buat yang penasaran lokasinya di mana, alamatnya di bawah ini ya:

Semoga postingan tentang Blessings Art Space & Eatery Bandung ini bermanfaat yaa 😀 .

April Hamsa

Categorized in: