Sehari setelah peristiwa tragis kecelakaan yang melibatkan kereta commuter line (KRL) dengan KA Argo Bromo Anggrek, akibat butterfly effect taksi mogok di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur, saya masih tetap mengantar anak-anak saya sekolah naik KRL. Namun, hari itu, suasana terasa beda. Gerbong kereta terasa lebih hening dibandingkan biasanya. Padahal, biasanya di gerbong itu ada sepasang suami istri yang sama-sama berangkat kerja ngobrol atau dua orang yang mungkin berteman/ bertetangga saling menyapa di kereta.

Mungkin, setiap anker (anak kereta) yang naik di gerbong yang sama dengan kami saat itu merasakan kedukaan bahkan ikut trauma karena peristiwa itu. Betapa tidak, sebagai orang yang sehari-harinya naik kereta untuk beraktivitas, kami makin menyadari ada risiko yang bisa dibilang cukup riskan.

Kebetulan, anak-anak saya bersekolah di area BSD City, yang lebih nyaman ditempuh naik KRL, ketimbang kami kudu melewati jalur darat yang kadang bertemu dengan truk-truk milik pabrik/ tambang. Sekitar 10 menitan saja kalau naik KRL dari stasiun terdekat dari rumah (Parung Panjang). Suami saya juga bekerja di area Tanah Abang yang lebih mudah diakses naik KRL. Yawda, bismillah saja, Tuhan akan melindungi kita semua, aamiin.

Nyamannya naik kereta

Tak hanya KRL, secara umum, kendaraan yang melewati jalur rel alias kereta api juga merupakan moda transportasi yang menjadi andalan saya dan keluarga ketika bepergian ke luar kota atau mudik ke kampung halaman.

Banyak alasan yang melatarbelakangi mengapa memilih kereta api ini, antara lain:

-Cukup tepat waktu

Apabila tidak ada masalah yang berarti, insyaAllah kereta api tuh taat jadwal banget. Alhamdulillah, sepanjang pengalaman naik kereta api jarak jauh, belum pernah tidak sesuai jadwal, baik saat keberangkatan maupun kedatangan di stasiun tujuan.

Naik kereta api jarak jauh.
-Bebas macet

Ya, iyalah, wong jalurnya sendiri, di atas rel. Jalur khusus ini membuat kereta api menjadi moda transportasi yang bebas macet, sehingga ngaruh juga ke alasan pertama tadi, cukup tepat waktu.

-Biaya lebih murah dibandingkan pesawat

Walaupun memang ada kenaikan tiket kereta, tetapi harganya masih lebih miring dibandingkan harga tiket pesawat. Kalau bepergian bersama keluarga inti lengkap, opsi kereta api lebih masuk kantong *eh.

-Kenyamanan

Soal kenyamanan ini, sebenarnya yaaa, menurut kami menyesuaikan waktu perjalanan dan jenis kereta yang dipilih, sih, ya. Namun, menurut saya, zaman sekarang, kereta api kelas ekonomi pun juga  bagus.

Perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan.

Sebagai anak milenial yang pernah merasakan model kereta api di masa lampau yang gerbongnya aja bau pesing dan banyak orang tak jelas bisa masuk, bisa menilai sih kalau kereta api tuh bertransformasi  menjadi moda transportasi yang lumayan nyaman di masa sekarang 😀 .

Nah, itulah beberapa alasan yang menurut kami membuat kereta api menjadi moda transportasi paling nyaman di negara ini.

Sayangnya, di balik kenyamanan itu, ada risiko yang mengintai. Salah satunya, yang kita ketahui bersama, kalau ada error di perlintasan kereta, maka bisa membahayakan nyawa. Tak hanya nyawa penumpang kereta, tetapi juga masyarakat lain yang tengah berada di area sekitar perlintasan kereta api tersebut. Kejadian di Bekasi Timur salah satunya, yang membuat banyak orang sangat shock.

Diskusi mengenai perlintasan sebidang

Terkait keselamatan pengguna kereta dan perlintasan kereta api sebidang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menginisiasi diskusi dengan Komunitas Rail Fans pada 6 Mei 2026 lalu di Gedung Auditorium Balai Yasa, Manggarai, Jakarta Selatan. Komunitas Rail Fans ini datang dari berbagai kota, antara lain dari Jabodetabek, Cirebon, Jember, Madiun, bahkan dari kota-kota di Pulau Sumatera.

FYI, Komunitas Rail Fans ini merupakan sebutan untuk para pecinta dan user kereta api. Komunitas-komunitas ini biasanya mendukung kegiatan perkeretaapian dengan berbagai cara. Ada yang menjadi sukarelawan pelayanan KAI, ada yang melakukan kegiatan edukasi tentang keselamatan menggunakan kereta dan perlintasan kereta, ada yang suka mendokumentasikan kereta api melalui foto/ video, mengumpulkan data-data tentang sejarah perkeretaapian Indonesia, dan lain sebagainya.

Acara diskusi KAI dengan Komunitas Rail Fans.

Sementara dari PT KAI hadir beberapa perwakilan antara lain Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi PT KAI Bapak I Gede Darmayusa, VP Public Relation PT KAI Ibu Anne Purba, dan beberapa pejabat PT KAI lainnya.

Dalam kesempatan itu, KAI memaparkan data dan mapping  keselamatan perlintasan. Ternyata, menurut data, tercatat ada 3674 perlintasan sebidang. FYI, perlintasan sebidang adalah perpotongan jalan darat dengan jalur kereta api yang terletak pada ketinggian tanah yang sama. Perlintasan ini biasanya rawan kecelakaan.

Sering kan, kita mendengar kabar tentang ada orang atau kendaraan tertemper kereta api? Mengapa dipilih kata “tertemper, bukan “tertabrak”? Alasannya, karena kereta api adalah kendaraan yang berjalan di jalurnya sendiri (rel), tidak bisa berhenti instan,maka benda lain yang dianggap menabrak kereta.

Dari jumlah 3674 itu ada 2771 perlintasan sebidang yang terdaftar dan 903 perlintasan yang belum terdaftar. Dari 2771 perlintasan tersebut ternyata ada 907 titik yang tidak dijaga.

Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi PT KAI Bapak I Gede Darmayusa.

Rencananya, KAI akan berfokus pada 907 perlintasan yang tidak dijaga itu dan 903 perlintasan liar. Total ada 1810 perlintasan sebidang. Dari 1810 perlintasan tersebut ternyata didapati bahwa ada 172 perlintasan yang lebar jalannya kurang dari 2 meter. KAI akan menutup perlintasan ini, karena sangat membahayakan pengguna jalan.

Sementara 1636 perlintasan lainnya yang lebih lebar jalannya akan dilakukan beberapa peningkatan keselamatan dengan beberapa tahapan berikut:

  • Melengkapi perlintasan dengan beberapa kelengkapan dasar, seperti: menempatkan petugas penjaga, membangun gardu penjaga, melengkapi penjaga dengan alat komunikasi, memasang sirine, lampu flip-flop, CCTV, serta panic button.
  • Melakukan evaluasi teknis sistem palang pintu.
  • Kemudian, start tahun depan (2027) akan melakukan pemasangan palang pintu perlintasan sesuai kelas jalan.
  • Ke depannya, KAI juga berencana untuk membangun beberapa perlintasan tidak sebidang, salah satunya seperti flyover.

VP Public Relation PT KAI Ibu Anne Purba.

Untuk itu KAI berharap bisa bekerjasama antar lembaga baik dengan Kemenhub, Pemerintah Daerah, Kepolisian, juga Komunitas Rail Fans agar agenda tersebut bisa berjalan dengan baik. Pada kesempatan itu, KAI memberikan apresiasi kepada para Rail Fans karena selama ini telah secara sukarela membantu KAI dalam memberikan edukasi dan sosialisasi tentang keselamatan berkereta.

Tentu saja, pada hari itu,mumpung ketemu beberapa pejabat PT KAI, teman-teman dari Komunitas Rail Fans menyampaikan uneg-unegnya terkait keamanan dan pelayanan kereta api. Bahkan, ada yang bersedia menjadi sukarelawan palang pintu perlintasan agar bisa mencegah terjadinya kecelakaan.

Bersama Ibu Anne Purba.

PT KAI berterima kasih atas semua  kritik, saran, hingga dukungan yang positif kepada KAI terkait musibah kecelakaan kereta api yang baru-baru ini terjadi. Tak ketinggalan KAI juga memberikan statement menampung semua aspirasi dan meminta dukungan kepada Komunitas Rail Fans supaya ke depannya pelayanan KAI maupun kereta commuter line (KRL) bisa menjadi lebih baik lagi.

Itulah sedikit rangkuman dari diskusi KAI bersama Rail Fans beberapa waktu lalu. Semoga semua pihak bisa saling bersinergi untuk mencegah terjadinya kecelakaan kereta api di masa mendatang.

Kalau teman-teman pembaca blog Keluargahamsa ada yang pengguna kereta juga kah? Atau jangan-jangan ada yang join Komunitas Rail Fans di daerah masing-masing?

Berfoto bersama teman-teman dari Komunitas Rail Fans.

Apapun perannya, sebagai pengguna kereta dan transportasi lainnya, yuk, kita juga dukung agenda KAI selanjutnya. Salah satu cara paling simple adalah dengan berhati-hati ketika berjalan atau berkendara, khususnya saat melewati perlintasan kereta api. Dengan begitu, semoga tak  ada lagi berita-berita duka terkait kereta api kita, aamiin.

April Hamsa

Categorized in: