Udah luamaaa buangeeett nggak nongkrong sama Bu Eni dan Mbak Alida, sesama geng blogger Depok yang domisilinya nggak di Depok 😛 , akhirnya keturutan deh ketemuan sebentar, beberapa waktu lalu. Kali ini kami memilih sarapan bersama di Kedai Kopi Ko Acung yang berlokasi di Sabang, Jakarta Pusat.

Saya dan makanan, wkwk.

Memilih bertemu di area ini, karena letaknya di tengah-tengah domisili kami masing-masing 😀 . Selain itu, alasan lainnya karena Kopi Ko Acung ini bukanya pagi banget. Keknya jam 7 sudah buka, deh. Pasalnya kami ketemuannya di weekdays, masing-masing masih kudu jadi macan ternak (mama cantik anter jemput anak, hehe). Jadi ngedrop anak dulu ke sekolah, baru OTW Kopi Ko Acung. Lumayan kan, nongkrong dulu sambil menunggu jam jemput anak dari sekolahan 😀 .

Saat itu, Mbak Alida duluan yang sampai, kemudian disusul Bu Eni. Saya agak terlambat, karena kalau tidak salah hari itu ada kejadian kebakaran di salah satu perumahan dekat salah satu stasiun arah Tangerang yang berimbas pada kereta Tanah Abang. Akhirnya, saya memutuskan turun Tanah Abang dan lanjut naik ojek online saja ke Kopi Ko Acung-nya.

Ketika saya sampai, ternyata Bu Eni juga belum lama duduk. Di meja baru terlihat es kopi karamel Mbak Alida. Trus, tak lama datang mas-mas pelayannya memberi Bu Eni pesanan empon-emponnya.

Nongkrong bertiga.

Lalu, mas-mas pelayannya dengan gercep memberi saya dan Bu Eni buku menu. Akhirnya, saya memesan es amerikano, sedangkan Bu Eni kembali memesan bihun goreng seafood yang ternyata itu tuh porsi sharing hehe.

Saya masih bingung mikir makan apaan, sampai akhirnya mas-mas pelayannya muncul lagi membawakan tiga piring pisang goreng selai kaya. Ternyata, Mbak Alida udah mesenin sebelumnya. Jadi, saya pun batal memesan lagi, karena masih belum terlalu lapar. Pikir saya pisang goreng manis udah cucok banget buat ganjel perut.

Kemudian, Mbak Alida memesan lagi beberapa makanan seperti hekang goreng, choipan, dan lumpia. Keknya udah cukup lha ya buat dimakan sharing ramean.

Sekilas tentang Kedai Kopi Ko Acung

FYI, buat yang belum tahu, di Jakarta Pusat tuh ada satu area yang namanya Jalan Sabang, yang memang terkenal dengan banyak tempat kulinerannya. Kedai Kopi Ko Acung ini lokasinya tepat di perempatan jalan besarnya, sehingga mencolok sekali.

Pintu depan Kedai Kopi Ko Acung.

Kalau siang banyak pegawai-pegawai kantoran di area Ring 1 yang makan siang di sini. Makanya, saran saya, kalau teman-teman mau nyicipin makanan di Kopi Ko Acung, sebaiknya pagi aja. Nge-brunch juga masih OK.

Waktu saya, Bu Eni, dan Mbak Alida ke sana, lumayan masih sepi. Bahkan di ruangan itu hanya ada kami bertiga, jadi bisa nggosip puas-puas *eh. Tenang-tenang, kami nggak nggosipin temen atau saudara, kok, cuma ngobrolin pejabat-pejabat Indonesia *uhuuyy 😛 .

Bangunan Kedai Kopi Ko Acung ini terdiri dari dua lantai. Di lantai pertama, kalau tidak keliru, terdapat dua area dine in. Di bagian depan dan belakang. Nah, di tengah-tengah kedua area ini, terdapat tangga untuk menuju ke lantai atas.

Lantai satu.

Di lantai atas ada dua ruangan juga, smooking room dan non smooking room. Masing-masing ruangan ini tuh ada pintunya. Tentu saja kami memilih duduk di area non smooking room. Trus, karena tertutup dan hanya kami bertiga, makanya bisa ngobrol puas-puas, sebelum ada pengunjung lain.

Oh ya, Kedai Kopi Ko Acung ini terkenal dengan kuliner khas Sambas, Kalimantan Barat. Sayangnya, karena masih pagi dan males makanan berat, kami tidak memesan menu beratnya. Padahal, sebenarnya kepengen banget tuh nyicipin nasi telur kecap khas Sambas yang menjadi salah satu menu andalan di sana. Yaaa, mungkin tandanya kami mesti balik lagi ke sana kapan-kapan, hehe.

Ruangan non smooking room.

Tapi, kami sempat melihat “bentukannya” menu makanan itu, karena sekitar pukul 11 siang, ada beberapa pegawai BUMN (terlihat dari seragamnya) yang duduk di sebelah kami memesan menu itu. Kami puas ngliat aja, soalnya udah mau balik buat jemput anak-anak hehe 😛 .

Emang keknya kudu balik ke sana, tetapi lain kali agak siangan, nih 😀 .

Oh ya, FYI, semua makanan dan minuman di Kedai Kopi Ko Acung ini sudah HALAL certified, ya. Ada logonya terpampang jelas di depan pintu masuk resto-nya.

Makanan dan minuman yang kami nikmati di Kedai Kopi Ko Acung

Lalu, bagaimana rasa makanan dan minumannya.

BTW, kalau minumannya saya cuma bisa kasi review es americano-nya yaaa. Soalnya, nggak nyicipin minuman yang lain 😀 .

Ada cerita lucu waktu es americano ini diantarkan ke meja, yakni penampilannya tuh mirip sekali sama es teh. Sampai-sampai saya nanya ke mas-masnya, “Ini americano, kan, Mas?’ Haha 😛 .

Es americano.

Secara umum es americano Kopi Ko Acung tuh warnanya lebih ke cokelat muda (makanya saya mengira es teh), clean, gitu. Teksturnya cair dan tidak terlalu pekat. Namun, kerasa, sih, pahitnya cukup dominan. Ada asem-asem khas arabikanya juga.

Untuk makanannya, pertama yang saya makan adalah pisang goreng selai kaya. Sesuai namanya, pisang goreng selai kaya ini merupakan pisang goreng yang disajikan dengan saus srikaya.

Pisang goreng kaya.

Tekstur luar pisang gorengnya cukup crispy, tetapi pisangnya tetap lembut dengan tingkat kematangan yang pas. Pisangnya manis, selainya juga manis. Cocok buat naikin “gula” di pagi hari, nambah-nambah energi buat yang belum makan makanan berat 😀 .

Kemudian, buat hekang gorengnya, jujurly saya baru tahu ada makanan namanya “hekang”. Ternyata, makanan ini tuh perpaduan antara ikan laut dan udang yang dibentu sedemikian rupa, kemudian dipotong-potong.

Hekang goreng.

Rasanya gurih dengan tingkat keasinan yang tepat. Makannya dicocol sama sambal yang ada asem-asemnya. Sepertinya sambal bertekstur cair itu diberi perasan jeruk.

Untuk choipan-nya, isiannya bengkuang serut dan udang ebi. Kulitnya tipis terbuat dari tepung beras yang adonannya lembut. Disajikan dengan sambal cocolan yang sepertinya mirip dengan hekang goreng tadi. Rasa gurih asinnya begitu dominan. Trus, kalau memakannya tuh masih ada krinyis-krinyis dari bengkuangnya.

Choipan.

Bihun goreng seafood-nya, seperti yang saya bilang tadi porsinya tuh porsi sharing. Saya cuma mencicipi sedikit, karena makan yang lain aja dah kenyang.

Bihun goreng.

Menurut saya, bihun goreng seafood-nya tekstur bihunnya kenyal dan tidak terlalu berminyak. Terdapat topping bakso ikan, potongan cumi-cumi, dan udang, serta sayuran sawi hijau, kol, tauge, juga potongan cabe rawit. Rasanya lebih ke gurih dan manis.

Kalau lumpianya, saya tidak ikut makan. Namun, satu hal, bentuknya cakep. Kamera saya aja yang sempat nyicipin, haha..

Lumpia.

Eh, tak lama sebelum kami pulang, Mbak Alida memesan roti bakar selai kaya. Pada prinsipnya ini tuh  ya roti bakar dengan isian selai kaya, rasanya mirip-mirip dengan pisang goreng selai kaya tadi, hanya bedanya ini hidangan roti. Tak ketinggalan, Bu Eni memesan lagi es kopi caramel. Saya nggak order apa-apa lagi, karena sudah cukup kenyang.

Roti bakar selai kaya.

Semua makanan dan minuman yang kami pesan, total harganya sekitar 300 ribuan lebih, sudah termasuk pajak.

Pendapat saya tentang Kedai Kopi Ko Acung

Itulah teman-teman, cerita saya, Bu Eni, dan Mbak Alida nongkrong pagi di Kedai Kopi Ko Acung yang berlokasi di area Jalan Sabang, Jakarta Pusat hari itu.

Pendapat saya tentang kedai kopi yang menyajikan makanan khas Sambas ini adalah tempatnya menyenangkan untuk didatangi pagi hari. Apalagi, kalau masih sepi banget. Maka, seperti yang saya bilang sebelumnya, sebaiknya datang ke sana di bawah pukul 11 ya, karena kalau siang, kedai ini menjadi jujugan tempat makan siang para pegawai kantoran di sekitar sana.

Atas minuman empon-empon pesanan Bu Eni dan bawah es kopi karamel punya Mbak Alida.

Untuk makanan dan minuman yang saya nikmatin, semuanya juga enak-enak, tidak mengecewakan. Apalagi, sudah tersertifikasi halal, sehingga cukup nyaman makan di kedai yang tampilannya peranakan ini.

Kalau mau ruangan yang adem, pilih ruangan di atas yang non smooking room ya. Selain AC-nya dingin, jendelanya juga lebar-lebar sehingga sinar matahari terang masuk dengan bebas. Tempatnya nyaman dan nggak singup.

Buat pelayanannya juga cukup gercep. Waktu kami minta tolong apa, gitu, mas-masnya nggak pelit bantuin. Kayak, pas kami nanya-nanya menu, nanyain colokan, juga bantuin foto-foto, hehe 😀 . Mungkin, karena masih pagi juga, sehingga belum terlalu hectic yaa.

Ya sudah, itu aja, sih, teman-teman cerita kami nongkrong pagi di Kedai Kopi Ko Acung.

Buat teman-teman yang sedang maen ke Jakarta dan kebetulan nginepnya di Jakpus, saya merekomendasikan Kedai Kopi Ko Acung ini. Berikut adalah alamat lengkapnya:

Semoga review tentang Kedai Kopi Ko Acung ini bermanfaat 😀 .

April Hamsa

Categorized in: