Udah luamaaa buangeeett nggak nongkrong sama Bu Eni dan Mbak Alida, sesama geng blogger Depok yang domisilinya nggak di Depok 😛 , akhirnya keturutan deh ketemuan sebentar, beberapa waktu lalu. Kali ini kami memilih sarapan bersama di Kedai Kopi Ko Acung yang berlokasi di Sabang, Jakarta Pusat.
Saya dan makanan, wkwk.
Memilih bertemu di area ini, karena letaknya di tengah-tengah domisili kami masing-masing 😀 . Selain itu, alasan lainnya karena Kopi Ko Acung ini bukanya pagi banget. Keknya jam 7 sudah buka, deh. Pasalnya kami ketemuannya di weekdays, masing-masing masih kudu jadi macan ternak (mama cantik anter jemput anak, hehe). Jadi ngedrop anak dulu ke sekolah, baru OTW Kopi Ko Acung. Lumayan kan, nongkrong dulu sambil menunggu jam jemput anak dari sekolahan 😀 .
Saat itu, Mbak Alida duluan yang sampai, kemudian disusul Bu Eni. Saya agak terlambat, karena kalau tidak salah hari itu ada kejadian kebakaran di salah satu perumahan dekat salah satu stasiun arah Tangerang yang berimbas pada kereta Tanah Abang. Akhirnya, saya memutuskan turun Tanah Abang dan lanjut naik ojek online saja ke Kopi Ko Acung-nya.
Ketika saya sampai, ternyata Bu Eni juga belum lama duduk. Di meja baru terlihat es kopi karamel Mbak Alida. Trus, tak lama datang mas-mas pelayannya memberi Bu Eni pesanan empon-emponnya.

Nongkrong bertiga.
Lalu, mas-mas pelayannya dengan gercep memberi saya dan Bu Eni buku menu. Akhirnya, saya memesan es amerikano, sedangkan Bu Eni kembali memesan bihun goreng seafood yang ternyata itu tuh porsi sharing hehe.
Saya masih bingung mikir makan apaan, sampai akhirnya mas-mas pelayannya muncul lagi membawakan tiga piring pisang goreng selai kaya. Ternyata, Mbak Alida udah mesenin sebelumnya. Jadi, saya pun batal memesan lagi, karena masih belum terlalu lapar. Pikir saya pisang goreng manis udah cucok banget buat ganjel perut.
Kemudian, Mbak Alida memesan lagi beberapa makanan seperti hekang goreng, choipan, dan lumpia. Keknya udah cukup lha ya buat dimakan sharing ramean.
Sekilas tentang Kedai Kopi Ko Acung
FYI, buat yang belum tahu, di Jakarta Pusat tuh ada satu area yang namanya Jalan Sabang, yang memang terkenal dengan banyak tempat kulinerannya. Kedai Kopi Ko Acung ini lokasinya tepat di perempatan jalan besarnya, sehingga mencolok sekali.

Pintu depan Kedai Kopi Ko Acung.
Kalau siang banyak pegawai-pegawai kantoran di area Ring 1 yang makan siang di sini. Makanya, saran saya, kalau teman-teman mau nyicipin makanan di Kopi Ko Acung, sebaiknya pagi aja. Nge-brunch juga masih OK.
Waktu saya, Bu Eni, dan Mbak Alida ke sana, lumayan masih sepi. Bahkan di ruangan itu hanya ada kami bertiga, jadi bisa nggosip puas-puas *eh. Tenang-tenang, kami nggak nggosipin temen atau saudara, kok, cuma ngobrolin pejabat-pejabat Indonesia *uhuuyy 😛 .
Bangunan Kedai Kopi Ko Acung ini terdiri dari dua lantai. Di lantai pertama, kalau tidak keliru, terdapat dua area dine in. Di bagian depan dan belakang. Nah, di tengah-tengah kedua area ini, terdapat tangga untuk menuju ke lantai atas.

Lantai satu.
Di lantai atas ada dua ruangan juga, smooking room dan non smooking room. Masing-masing ruangan ini tuh ada pintunya. Tentu saja kami memilih duduk di area non smooking room. Trus, karena tertutup dan hanya kami bertiga, makanya bisa ngobrol puas-puas, sebelum ada pengunjung lain.
Oh ya, Kedai Kopi Ko Acung ini terkenal dengan kuliner khas Sambas, Kalimantan Barat. Sayangnya, karena masih pagi dan males makanan berat, kami tidak memesan menu beratnya. Padahal, sebenarnya kepengen banget tuh nyicipin nasi telur kecap khas Sambas yang menjadi salah satu menu andalan di sana. Yaaa, mungkin tandanya kami mesti balik lagi ke sana kapan-kapan, hehe.


Ruangan non smooking room.
Tapi, kami sempat melihat “bentukannya” menu makanan itu, karena sekitar pukul 11 siang, ada beberapa pegawai BUMN (terlihat dari seragamnya) yang duduk di sebelah kami memesan menu itu. Kami puas ngliat aja, soalnya udah mau balik buat jemput anak-anak hehe 😛 .
Emang keknya kudu balik ke sana, tetapi lain kali agak siangan, nih 😀 .
Oh ya, FYI, semua makanan dan minuman di Kedai Kopi Ko Acung ini sudah HALAL certified, ya. Ada logonya terpampang jelas di depan pintu masuk resto-nya.
Makanan dan minuman yang kami nikmati di Kedai Kopi Ko Acung
Lalu, bagaimana rasa makanan dan minumannya.
BTW, kalau minumannya saya cuma bisa kasi review es americano-nya yaaa. Soalnya, nggak nyicipin minuman yang lain 😀 .
Ada cerita lucu waktu es americano ini diantarkan ke meja, yakni penampilannya tuh mirip sekali sama es teh. Sampai-sampai saya nanya ke mas-masnya, “Ini americano, kan, Mas?’ Haha 😛 .

Es americano.
Secara umum es americano Kopi Ko Acung tuh warnanya lebih ke cokelat muda (makanya saya mengira es teh), clean, gitu. Teksturnya cair dan tidak terlalu pekat. Namun, kerasa, sih, pahitnya cukup dominan. Ada asem-asem khas arabikanya juga.
Untuk makanannya, pertama yang saya makan adalah pisang goreng selai kaya. Sesuai namanya, pisang goreng selai kaya ini merupakan pisang goreng yang disajikan dengan saus srikaya.

Pisang goreng kaya.
Tekstur luar pisang gorengnya cukup crispy, tetapi pisangnya tetap lembut dengan tingkat kematangan yang pas. Pisangnya manis, selainya juga manis. Cocok buat naikin “gula” di pagi hari, nambah-nambah energi buat yang belum makan makanan berat 😀 .
Kemudian, buat hekang gorengnya, jujurly saya baru tahu ada makanan namanya “hekang”. Ternyata, makanan ini tuh perpaduan antara ikan laut dan udang yang dibentu sedemikian rupa, kemudian dipotong-potong.

Hekang goreng.
Rasanya gurih dengan tingkat keasinan yang tepat. Makannya dicocol sama sambal yang ada asem-asemnya. Sepertinya sambal bertekstur cair itu diberi perasan jeruk.
Untuk choipan-nya, isiannya bengkuang serut dan udang ebi. Kulitnya tipis terbuat dari tepung beras yang adonannya lembut. Disajikan dengan sambal cocolan yang sepertinya mirip dengan hekang goreng tadi. Rasa gurih asinnya begitu dominan. Trus, kalau memakannya tuh masih ada krinyis-krinyis dari bengkuangnya.

Choipan.
Bihun goreng seafood-nya, seperti yang saya bilang tadi porsinya tuh porsi sharing. Saya cuma mencicipi sedikit, karena makan yang lain aja dah kenyang.

Bihun goreng.
Menurut saya, bihun goreng seafood-nya tekstur bihunnya kenyal dan tidak terlalu berminyak. Terdapat topping bakso ikan, potongan cumi-cumi, dan udang, serta sayuran sawi hijau, kol, tauge, juga potongan cabe rawit. Rasanya lebih ke gurih dan manis.
Kalau lumpianya, saya tidak ikut makan. Namun, satu hal, bentuknya cakep. Kamera saya aja yang sempat nyicipin, haha..

Lumpia.
Eh, tak lama sebelum kami pulang, Mbak Alida memesan roti bakar selai kaya. Pada prinsipnya ini tuh ya roti bakar dengan isian selai kaya, rasanya mirip-mirip dengan pisang goreng selai kaya tadi, hanya bedanya ini hidangan roti. Tak ketinggalan, Bu Eni memesan lagi es kopi caramel. Saya nggak order apa-apa lagi, karena sudah cukup kenyang.

Roti bakar selai kaya.
Semua makanan dan minuman yang kami pesan, total harganya sekitar 300 ribuan lebih, sudah termasuk pajak.
Pendapat saya tentang Kedai Kopi Ko Acung
Itulah teman-teman, cerita saya, Bu Eni, dan Mbak Alida nongkrong pagi di Kedai Kopi Ko Acung yang berlokasi di area Jalan Sabang, Jakarta Pusat hari itu.
Pendapat saya tentang kedai kopi yang menyajikan makanan khas Sambas ini adalah tempatnya menyenangkan untuk didatangi pagi hari. Apalagi, kalau masih sepi banget. Maka, seperti yang saya bilang sebelumnya, sebaiknya datang ke sana di bawah pukul 11 ya, karena kalau siang, kedai ini menjadi jujugan tempat makan siang para pegawai kantoran di sekitar sana.


Atas minuman empon-empon pesanan Bu Eni dan bawah es kopi karamel punya Mbak Alida.
Untuk makanan dan minuman yang saya nikmatin, semuanya juga enak-enak, tidak mengecewakan. Apalagi, sudah tersertifikasi halal, sehingga cukup nyaman makan di kedai yang tampilannya peranakan ini.
Kalau mau ruangan yang adem, pilih ruangan di atas yang non smooking room ya. Selain AC-nya dingin, jendelanya juga lebar-lebar sehingga sinar matahari terang masuk dengan bebas. Tempatnya nyaman dan nggak singup.
Buat pelayanannya juga cukup gercep. Waktu kami minta tolong apa, gitu, mas-masnya nggak pelit bantuin. Kayak, pas kami nanya-nanya menu, nanyain colokan, juga bantuin foto-foto, hehe 😀 . Mungkin, karena masih pagi juga, sehingga belum terlalu hectic yaa.
Ya sudah, itu aja, sih, teman-teman cerita kami nongkrong pagi di Kedai Kopi Ko Acung.
Buat teman-teman yang sedang maen ke Jakarta dan kebetulan nginepnya di Jakpus, saya merekomendasikan Kedai Kopi Ko Acung ini. Berikut adalah alamat lengkapnya:
Semoga review tentang Kedai Kopi Ko Acung ini bermanfaat 😀 .
April Hamsa


nongkong di kafe di temani secangkir kopi sambil merampungkan bacaan atau tulisan adalah hal yang menyenangkan. apalagi harga kopinya releate dengan kondisi kantong. pasti akan betah berlama-lama
Untuk ukuran Jkt pusat, harganya masih masuk kantong *imho 😀
Aku baru tahu ada makanan namanya Hengkang dan Choipan. Apa itu termasuk makanan fussion ya? Ah, sudahlah… Yang penting enak poll buat nyemil pagi² ????
Harga 300rb dapat segitu, lumayan juga ya mbak. Kalau lihat makanannya kupikir makanan berat. Agak kemahalan buat akyuhhh… ????
Bikin penasaran tuh hengkang sama choipan. Makanya lgsg klik tuh makanan gimana ya rasanya ada ikan yg diolah ma udang, ada bengkong yang dijadikan snack.. ????
Setahu aku makanan chinese mbak.
Ooo itu segitu karena kami memesannya nggak cuma satu piring buat makanan2 itu. Ada yang 2-3 piring, kecuali bihunnya hehe.
Udah lama di Jakarta malah ga pernah nongki di sini nih. Hiks. Dari segi menunya, ok bgt loh. Mana belum coba semua menunya lagi, khususnya yg khas Sambas itu.
Kyknya enk bgt tuh kak pisang goreng kaya. Saus srikaya. Bayanginnya kayaknya ada manis asam gt ga sih? Trs ada hekang. Lihat aja blm pernah. Denger jg tdk. Kyknya boleh nih kalo ke Jakarta hrs coba menu2 baru kyk ke Kedai Kopi Ko Acung.
Itu makanan Chinese kak. Tapi aku jg blm pernah coba sih. Deskripsi dr kak April jelas kok. Kepikiran buat pgn makan di sana. Atau cb cari kafe dgn menu yg sama.
Smg bs ke Jakarta lg buat cobain menu2 enak ini. Sembari WFC, kedai kopi Ko Acung ini mantap sekali.
Wah ini keren nih ada tempat ngopi yang pagi2 buka, bisa dipake buat sarapan juga sepertinya, biasanya tempat2 ngopi bukanya diatas jam 9.
Interiornya sepertinya vintage juga yah, ga banyak dekorasi tapi kesannya rapi dan nyaman
Nah bener tuh, Mang.
Jadinya buat urusan cari sarapan ga kerepotan deh ya, karena bisa di Kedai Kopi ini aja.
Malah asiknya bisa sambil healing maupun sambil kerja sejenak sih ya, sebelum berangkat ke kantor
Iya bener. Bisa buat nyari tempat sarapan juga. Soalnya jarang rumah makan yang buka pagi-pagi kaya gini ya.
Apalagi menunya beragam dari yang ringan sampai yang berat. Tinggal pilih aja suka yang mana.
Kalo macam kopitiam gini biasanya memang buka dari pagi sampai malam mbaa jadi bisa buat sarapan sampai makan malam..kadang kalo pagi ada menu sarapan khusus macam bubur gitu tapi ada jjuga yang memang ready sepanjang hari..
Btw disini sekarang juga makin banyak kedai kopitiam di solo selalu suka dengan kopi butter nya karena memang ciri khas dari kedai kopitiam
Wah aku masih jarang ke kopitiam. Kayanya di Bandung juga masih jarang. Atau akunya yang belum tahu kali ya hehehe… Tapi ada sih beberapa resto yang kalau pagi jual menu khusus sarapan. Jadi beda menu pagi dan waktu makan lainnya. Belum pernah nyoba sih. Biasanya kalau sarapan nyarinya yang murmer aja hahahha
Mantap nih ada kedai kopi sekaligus sarapan yang oke punya. Mana desain interior eksteriornya vintage yang bikin kita nostalgia ke masa lalu. Klop banget dah antara menu, masakan, minuman dan vibes tempo dulu.
Whaaa, jalan sabang yakkk. Itu emang sederet jalanan banyak banget spot jajanan legendnya mbak. Pernah melipir kesana buat janjian ketemu sama mbak nik, dan daku langsung takjub karena sebegitu ramai oleh restoran legend anekarupa di sekitar sana.
penasaran sama americano di Ko Acung ini, rasanya kek mana ya. Soalnya liat bentukannya unik, area atasnya gak warna pekat.. dan bener, sekilas kayak es teh, hihihi.
Oya, aku ada customer juga lhoo disana mbak. namanya pempek cawan putih. Mbak udah pernah coba kah?
Btw mbak, aku ada customer langganan juga disana
Sebagai orang yang familier dengan kuliner Sambas, senang rasanya melihat makanan Kalimantan Barat seperti choipan dan hekang goreng cocok di lidah kalian. Tekstur renyah hekang dicocol sambal asam pedas itu emang juara. Sayang banget belum sempat coba nasi telur kecapnya, tapi ini alasan kuat buat datang lagi lain waktu. Tempatnya juga tampak nyaman dan aesthetic buat ngobrol lama.
Daku setuju dengan hal ini, karena kalau ada menu yang terlewatkan buat disantap seperti nasi telur kecap, itu pertanda buat bisa mengagendakan kembali datang ke sana hehe.
Apalagi konsep tempatnya juga nyaman ya, buat bolak-balik ke sana mah bakalan asik aja
Lah iyaaa mbaa..es americano nya kok jadi macam lemon tea gt yaa warnanya hehehe…biasanya kan item pekat yaaa trus gelasnya juga gak terllau gede juga biasanya 😉
Choipannn aku paling suka camilan satu itu karena berasa sehatnya hanya dikukus tanpa digoreng isiannya juga bengkuang kan jadi krenyes2 seger hehe…
Jalan Sabang memang daerah kuliner ya mbaa..aku juga pernah ke sabang tapi waktu itu malem hari ruame polll dr restoran sampe pedagang kaki limaa dan semuanya rameee hehe
Hahaha aku awalnya kaget juga
Tapi worth it lah ya kalau ke sana
Ada tempat buat nongkrong sambil buka laptop menurutku
Saya kemarin ga sengaja lewat depannya, Mbak. Dan langsung teringat pernah diundang acara blogger di kedei ko Acung. Letaknya memang strategis kareba di ujung pertigaan. saya suka suasananya yang agak jadul. Nah, saya ingat duduk di bawah AC itu hehhe. Terus waktu itu makanannya kayak sop, tapi pakai singkong. terus camilannya rebus-rebusan. Kayak kacang rebus dan ubi rebus juga jagung rebus.
kedai kopi ko acung ini sudah lama ya pril adanya? Kalau di Banjarmasin sekarang juga semakin banyak nih kedai kopi dengan konsep kopitiam begini dan biasanya harganya lebih bersahabat ketimbang cafe kekinian hehe
Kedai kopi Ko Acung ini nyaman dan bersih ya tempatnya. Walaupun interiornya cenderung old school, tapi tetap menarik.
Makanan dan minumannya juga beraneka ragam. Saya juga baru dengar makanan namanya hekang itu mbak. Kayanya gurih gitu ya rasanya.
Bihun gorengnya sih yang sukses bikin saya ngiler. Mantap pokoknya.
Wah seru ya, bisa naikin mood booster pagi-pagi ini mah, ngumpul dan ngopi bersama bestie. Saya itu paling suka kalau timnya cafe friendly dam suka dirempongi, termasuk urusan cekrak-cekrek he..he…andai dekat bisa sering nongki di sana, ditemani buku pilihan, sayangnya baru bisa menikmati lewat cerita, tapi tidak apa-apa lah, di keep dulu, siapa tahu nanti berjodoh bisa ke sana, aamien
Asyiik banget yaaa ada kedai kopi yang buka pagi² jam 7. Bisa sarapan enaak….dengan.menu beragam….sepertinya harus ditiru oleh banyak kedai kopi lainnya. Menunya juga enak² banget…pas mengisi perut di pagi hari.
Lokasinya strategis, menunya menarik, tempat nya nyaman, top deh kombinasi yang sempurna, pantas saja banyak pengunjungnya. Saya kira hanya resto seafood biasa tapi ternyata ada campuran khas Sambas ya, penasaran ingin coba kuliner daerah lain saya tuh. Yuk mbak balik lagi kan belum coba to telur khas Sambas
Awalnya tuh aku salfok lho mbak, soalnya namanya Ko Acung. Ternyata terkenal sama makanan Khas Sambasnya. Dan kalau makanan gini aku jadi inget Kak Don yang sama² dari Kalimantan.
Kota di kalimantan tuh beberapa makanannya tuh kayak semi² chinese. Makanya masuk akal kalau itu ada unsur Chinese macam Choipan ini.
Jujur sampe gugling resep choipan saking penasarannya. Huehehe…
Pagi udah nongkrong di tempat enak
Aku pengen jadi tetangganya supaya diajak muter muter ke tempat nongkrong yang enak
Soalnya aku jarang keluar nih kalau ga ada urusan penting
Mana lagi enak dan ramah di kantong
Vibesnya sederhana yaah..
Berasa di drama China yang tempat makan, ngobrol lalu pulang.
Seneng kalo porsinya bisa dimakan rame-rame.. jadi sharing menu.. dan iya juga yaa.. karena menunya unik, nongs di Kopo KO Acung harus diulang laggii…
Ya elah. Kenapa ngobrolin pejabat kakak. Hehehe…
Asyik juga ya kalau udah lama nggak hang out terus ketemuan tuh ya. Roti bakar kayanya kelihatan enak banget tuh, Kak. Bikin ngiler dah.
Saya sering ke area Sabang tapi belum pernah ke kedai kopi yang satu ini. tampak menarik ya karena saya suka bihun goreng seafood dan juga roti srikaya yang dibakar. kayaknya cocok dengan selera saya jadi nanti kapan-kapan mau mampir dah
Paling senang dengan pelayanan yang ramah dan gercep ya. Walaupun kita udah tahu kadang suka ngetes itu pelayan jutek gak kalau kita tanya…
Nah kalau ramah gitu, kan jadi betah. Apalagi makanannya enak, harga terjangkau, plus bisa dijangkau dari berbagai domisili alias strategis. Intinya gak nolak buat balik lagi ya…
cocok kalau bisa jadi tempat weekend atau melepas lelah sebab seharian dipenuhi banyaknya tuntutan kerja. semoga kedepannya bisa mampir ke kedai kopi ko acung
kopi ko acung ini tapi toko aslinya memang di kalbar ya mba? buka cabang di jkt? atau sekedar nama sama? krn aku kayak pernah denger nama kafe ini pas raka tugas ke kalbar.
pengeeeeen ih cobain… secara menu2 kalimantan aku kebanyakan cocok. cuma belum rezeki aja langsung makan di kota asalnya 😀
beneeeer ih, americano nya mirip es teh hahahahahahahah… untung rasa beneran pahit kopi yaaa ;p. naah nasi telur kecap itu juga pengeeeen aku rasain.. walaupun sebenarnya dah banyak resepnya untuk dicoba, tapi kalau belum rasain yg asli kayak gimanaaa gitu yaaa ;p.
pisgor srikaya aku pernah coba, jd kalau kesana lebih tertarik pesang hekang… unik aja, dari nama juga baru denger ;p
aku kalau ke kedai kopitiam begini suka penasaran sama bakmi dan buburnya. Soalnya kan biasanya itu menu khas kalau di pontianak sana yaa dan pastinya juga roti kaya atau kopi butter
MEnarik sekali kedai kopinya. Kirain ini sama dengan kopitiam di tempat lain yang menyediakan aneka kopi dengan dimsum, roti bakar, dll. Ternyata ada choipan juga. Pisang goreng kaya juga keliatan enak, apalagi pisangnya krispi dan selai sarikayanya manis.
Penasaran nih dengan makanan khas Sambas, bisa diulangi lagi ya Mbak ke sananya.
aku mauuuu ke siniii
catet ahhh jalan Sabang yaakk
moga2 bisa diagendakan klo aku main ke TangSel dan Bekasi.
sedaappp buat pul kumpul nih
Unik aja ada namanya helang goreng. Ternyata dari hasil kolaborasi seafood ya.
Daku malah jadi membayangkan, semisal makan helang goreng ini pakai nasi dong kak, wkwkwkwk. Aseli endomesiaaah dong ya yang apa² serba dipadukan dengan nasi hihi
Tempatnya bagus dan enakuen ya mbak April,,,,sejuk dan adem,,,,makanannya juga terlihat enak-enak. Saya kepengen nyicip lumpia dan bihun gorengnya. Sangat terlihat enak hehe,,,pagi pagi jadi laperr nih mbaak,,,
Paling senang kalau makan di tempat yang nyaman, makanannya enak dan pelayanannya cepat ya mbak
Sempurna gitu..
Btw roti kayanya begitu menggoda
Seneng banget bacanya, alhmdulilah ya bisa silaturahmi sambil kulineran bareng Bu Eni dan Mbak Alida.
Area Sabang ini emang surganya kuliner di Jakpus.
Alhamdulillah banget Kopi Ko Acung ini sudah halal certified, jadi tenang serta nyaman pas mesan makanan serta minuman ya.
Aku penasaran sama pisang kaya goreng, kebayang manis tapi nggak kemanisan yang bikin eneg kan mbak?
Oalah iya juga tampilan americano nya agak beda hehehe, aku pun kira itu teh manis. Untungnya tetap pahit yes. Seru pastilah obrolan tentang para pejabat anomali di negeri ini huhuhu.
Banyak juga pesanan kalian, kapan-kapan kesana lagi biar beneran icip kuliner khas Sambas nya Mbak April. Aku aja jadi penasaran. Misal ada agenda ke area sana, bolehlah di mampirin.
Lama nggak ketemu temen, pasti bakal hepi klo akhirnya bisa meet up ya mbak
Sama seperti aku and the genk, klo pilih tempat meet up kudu yang tengah-tengah
Biar semuanya mudah mengakses
Hehehe
Choipan, hekang goreng, pisang goreng kaya. 3 menu yang buat saya penasaran banget. Desain kedainya memang terasa kental banget chinesenya. Apalagi keramiknya itu lho. Bersih dan cozy.
Wah senangnya bisa ketemuan sama teman-teman Blogger di tengah kesibukan masing-masing, apalagi pagi-pagi yang harus mengantar anak ke sekolah dulu, ya. Pastinya happy bisa ketemu sama temen sefrekuensi.
Udahlah ketemu bestie, tempatnya ciamik lagi. Ini sih double combo. Mana makanannya terlihat enak-enak pula, bikin betah, ya.
Salfok bener sama Choipan. Bener-bener otentik sebagai makanan Khas Kalimantan Barat. Teman-teman di Pontianak, Singkawang dan Sambas pasti tidak asing dengan gurih dan krenyes-krenyes dari isian bengkuang dan ebi-nya. Bersyukurnya temen-temen yang tinggal di sekitaran kota besar, jadinya tak sulit menemukan tempat-temapt makan yang punya ciri khas dari daerah lain dengan rasa yang khas
di kota banjarmasin sekarang ada lumayan banyak juga kopi dengan konsep kopitiam begini dan karena kopitiam ini konsepnya peranakan jadi kadang yang datang juga keturunan cina peranakan. hihi. Ah jadi pengen mampir ke salah satu kopitiam di kotaku dan makan bubur atau bakmi di sana