Sekarang tuh banyak resto kasi birthday treats yaaa. Ada yang pernah dapet? Kalau saya belum pernah nih manfaatin promo kek gitu. Eh, pas bulan April ini tiba kok ya ada penawaran birthday treats dari Restoran Han Guksu lewat di timeline Instagram saya. Jadi pengen kaaan haha 😀 Baru sekali soalnya saya makan di sana, trus belum pernah kembali lagi.

Keinget dulu tuh makan di sana karena kepengen banget makan jjajangmyeon. Itu lho mie khas Korea yang disajikan dengan saus pasta kacang kedelai hitam. Pecinta drakor pasti tahu, deh, karena di drakor sering ada adegan makan makanan ini.

Restoran Han Guksu di Bintaro XChange Mall 2.

Sebelumnya, saya tuh pernah makan jjajangmyeon juga, tetapi sayangnya buat saya rasanya agak mengecewakan. Semacam ada rasa asem-asemnya gitu. Nah, saya penasaran, apa rasa jjajangmyeon semuanya kek gitu? Makanya, mau coba yang versi resto-nya. Waktu itu pilihan saya adalah Han Guksu, karena sudah jelas kehalalannya.

BTW, saya ke Han Guksu-nya tuh udah luamaa buangeett, tepatnya di Han Guksu cabang Bintaro XChange Mall 2. Kayaknya akhir tahun 2024, haha. Scroll-scroll gallery HP, hihihi, nemu deh foto-foto ketika makan di sana.

Ketika sampai sana, ternyata resto ini tidak hanya menyajikan jjajangmyeon, melainkan juga makanan-makanan ala Korea lainnya, seperti jjamppong (mie kuah pedas ala Korea-Tiongkok), kalguksu (mie kuah kaldu), ada pula menu dengan nasi putih dan nasi goreng.

Waktu makan di Han Guksu.

Oh ya, sebelum bercerita tentang makanannya, saya mau kasi info kalau Han Guksu yang ada di Bintaro XChange Mall 2 ini lokasinya ada di lantai LG/ B1. Pintu masuk mall yang terdekat dengan resto ini adalah pintu yang dekat dengan tunnel/ terowongan Stasiun KRL Jurangmangu yang terkoneksi dengan mall ini. Begitu masuk, sebelah kanan, seberang Subway, kita akan langsung menemukan Han Guksu ini.

Kesan pertama ketika berada di Restoran Han Guksu ini adalah konsep kekoreaan yang cute dengan dominasi warna-warna cerah. Karakter ruangannya juga cukup kasual, sehingga cocok untuk makan bareng keluarga atau teman-teman.

Di dinding resto-nya ada poster-poster makanan dengan tulisan aksara Korea yang memperkuat kesan bahwa restoran tersebut adalah khas Korea. Ditambah dengan pencahayaan restoran yang memakai lampu dengan cahaya warm menambah kesan sebagai restoran yang cukup kekinian.

Begitu kami sampai meja, mbak-mbak pelayannya akan langsung memberikan buku menu, peralatan makan seperti sendok, garpu, sumpit dalam kotak (bentuknya seperti kotak pensil). Tak lupa, mereka juga memberikan chile paste dan lada.

Peralatan makan dan “pedes-pedesan” yang disajikan di atas meja.

Kami pun membuka buku menu dan memutuskan memesan beberapa makanan, antara lain: jjajangmyeon, dry kalguksu, beef kalguksu nasi goreng. Untuk minumannya kami memesan corn tea yang bisa refill dan air mineral. Oh ya, kami juga memesan fried mandu dan tambahan kimchi.

Penasaran nggak rasa makanannya bagaimana? Oke, saya berikan review-nya satu per satu ya, sesuai dengan ingatan, foto, serta video yang tersimpan di galeri 😀 .

Pertama adalah jjajangmyeon. BTW, aslinya waktu itu saya minta jjajangmyeon dengan telur mata sapi. Lupa apa namanya di menu. Namun, yang datang ternyata “cuma” jjajangmyeon tanpa telur. Yoweslah, waktu itu males juga ngoreksi keknya, karena dah laper wkwk. Keknya perbedaannya pun hanya ada di ada atau nggaknya telur.

Well, jjajangmyeon di Han Guksu ini disajikan dalam piring saji yang sebenarnya mirip kek piring rumahan. Berbeda dengan di drakor-drakor yang disajikan di semacam mangkuk gitu keknya, ya? Namun, piring ini tuh cekungan ke bawahnya mayan besar sih, jadi ya mirip mangkuk lha.

Jjajangmyeon.

Awalnya, saya pikir porsinya sedikit, lha ternyata mie-nya disajikan munjung, gitu. Bahasa Indonesia-nya “munjung” apa ya? Kek menggunung, gitu, lha.

Menu mie ini disajikan dengan topping saus kacang hitam atau yang di Korea disebut “chunjang” dengan potongan daging ayam kecil-kecil berbentuk dadu. Di atasnya juga ada irisan kentang yang diiris panjang tipis dan terdapat pula taburan kacang polong berwarna hijau.

Untuk rasanya, saus chunjang-nya tuh gurih manis, tetapi nggak ada asem-asemnya sedikit pun, sebagaimana jjajangmyeon yang pernah saya rasakan sebelumnya.

“Wah approve nih di lidah Orang Indonesia, “ batin saya ketika pertama kali menyumpit (kalau pakai sendok kan menyendok 😛 ) jjajangmyeon Han Guksu.

Oh ya, saus hitamnya tuh disajikan melimpah, nggak pelit, deh. Teksturnya kental.

Untuk mie-nya punya tekstur kenyal, tidak terlalu tebal maupun tipis. Daging ayamnya juga pas banget, gurih, tidak terlalu asin, trus sepertinya bumbunya udah nyampur sama pasta hitamnya. Dagingnya pun kenyal, tidak alot, mudah dikunyah.

Kalau kentangnya cukup lembut dan gurih rasanya. Kacang polong ijo-nya pun masih fresh.

Kalau makan jjajangmyeon ini menurut drakor-drakor enaknya dicampur. Akhirnya sebelum makan, saya campur deh semuanya dan bener menyatu semua di lidah 😀 .

Dry kalguksu.

Lanjut, menu kedua, yakni dry kalguksu. Sesuai namanya mie ini disajikan tanpa kuah di dalam mangkuk. Bentuk mie-nya lebar dan pipih, karena katanya secara harfiah “kalguksu” artinya “mie potong pisau”, sehingga bentuknya melebar dan pipih, bahkan cenderung tidak beraturan.

Meski di mangkuk utama mie kalguksu ini disajikan tanpa kuah, tetapi tetep Han Guksu ngasi kuah di mangkuk kecil, gitu. Mungkin biar nggak seret kali ya? Haha.

Dry kalguksu ini daging ayam yang dipotong dadu, taburan daun bawang, wijen, serta nori (rumput laut). Ditambah juga dua potong mandu (pangsit) kukus yang cukup montok.

Rasa dry kalguksu ini secara umum gurih, ada pedas tetapi tidak terlalu nendang, dan ada rasa asam yang seperti cuka. Enaknya dimakan berbarengan dengan kaldunya yang memiliki rasa gurih umami.

Kemudian, menu ketiga adalah nasi goreng. Nasi goreng ini bukan nasi goreng biasa melainkan nasi goreng kimchi keju dengan telur mata sapi. Waktu itu ini pesanan anak saya. Kali ini nggak keliru, beneran diberi telur mata sapi hehe. Katanya sih menu nasi goreng ini merupakan salah satu best seller-nya Han Guksu.

Nasi goreng dengan keju yang lumer.

Sesuai namanya, nasi goreng ini dibuat dengan campuran kimchi. Rasanya pun menjadi berbumbu pedas, manis, dan ada asem-asemnya. Namun, masih bisa diterima kok oleh lidah anak kecil. Kalau tidak salah waktu itu bisa request juga agar tidak terlalu dibikin pedas. Nasi goreng ini juga disajikan dengan potongan buncis dan daun bawang. Juga dilengkapi potongan daging ayam.

Uniknya di atas nasi goreng yang panas (pinggirannya, gitu), diberi keju mozzarella yang meleleh dan cukup melimpah. Kejunya yang kek di pizza-pizza, bisa molor gitu, dan memberikan rasa creamy pada nasi gorengnya.

Beef kalguksu.

Menu berikutnya adalah beef kalguksu. Kalguksu ini disajikan di dalam mangkuk. Mie-nya terendam kuah kaldu sapi yang berwarna putih tetapi tidak terlalu bold kuahnya. Lebih ke jernih gitu.

Beef kalguksu ini mempunya topping  irisan daging sapi, lalu sayuran seperti pokcoy, zucchini, dan ada taburan wijen juga. Menu ini disajikan bersama dengan kimchi yang diletakkan di wadah kecil.

Rasanya lebih lembut dibandingkan dry kalguksu. Aman buat anak kecil karena enggak pedas. Kalau mau pedas tingga tambahkan lada ada chile pasta.

Pesan kimchi tambahan.

Untuk kimchinya, warnanya cukup merah pekat karena mengandung bubuk cabai (gochugaru). Meski demikian tidak terlalu pedas dengan keasaman yang juga tidak terlalu nyegrak, kalau kata Orang Jawa. Sawi putihnya pun terasa fresh.

Mandu.

Terakhir adalah mandu goreng. Ukurannya mirip seperti mandu kukus, tapi ini digoreng sehingga warnanya agak kecokelatan. Isiannya berupa cincangan daging ayam. Mandu ini disajikan dengan saus asin yang dicampur dengan gochugaru, irisan daun kucai, dan cuka.

Corn tea.

Kalau minumannya, yakni corn tea memiliki rasa yang ringan. Aroma tehnya seperti jagung panggang yang khas. Rasanya tawar dan bisa refill.

Anak-anak menikmati makan di Han Guksu.

Secara umum, rasa makanan dan minuman di Han Guksu cocok dengan lidah orang Indonesia. Tempatnya juga cukup family friendly. Untuk harganya, kebetulan saya lupa waktu itu persisnya membayar berapa buat pesanan makanan kami, tetapi sepertinya juga nggak terlalu mahal kok untuk ukuran makanan ala Korea, mungkin sekitar Rp50.000,-an per orang. Apalagi kalau manfaatin birthday treats-nya xixixi.

Rencananya sih saya kepengen ke Han Guksu lagi tetapi yang di The Breeze. Keknya beberapa waktu lalu pernah melihat resto ini juga di sana.

Kalau teman-teman bagaimana? Adakah yang pernah makan di Han Guksu juga? Paling favorit menu apa? Share di kolom komentar ya 😀 .

April Hamsa

Categorized in: