Berawal dari perut yang udah keroncongan banget, setelah facial di Klinik Larissa, akhirnya nyari-nyari makan, deh, di sekitar sana (area Gading Serpong). Ketemulah resto Ayam Goreng Gegeran dari postingan orang di Threads.
Yes, hari itu (11 Agustus 2026) rencananya cuma nemenin anak saya Maxy facial, eh, emaknye ikutan, jadilah facial berdua. Sementara anak saya satu lagi, Dema, nungguin hehe 😛 . Selesai-selesai, eh, jam 1 siang lebih. Untung inget kalau dulu pernah baca postingan orang soal restoran halal di Gading Serpong, salah satunya adalah resto Ayam Goreng Gegeran. Cek-cek di online map, lokasinya nggak terlalu jauh juga dari Larissa, Cuma 7-8 menit naik kendaraan bermotor. Akhirnya, saya memutuskan membawa anak-anak ke sana.
Nasi gegeran wajib dicoba 😀 .
BTW, FYI, wilayah Gading Serpong tuh memang salah satu area yang terkenal banyak ruko-ruko yang disulap menjadi restoran. Namun, di sana tuh juga kek terkenal banyak makanan non halal-nya, gitu. Maka, kalau makan di area sini tuh saya lumayan berhati-hati memilih resto-nya. Kalau udah mentok ragu banget, mending memilih restoran cepat saji yang terkenal. Bisa juga belok ke mall terdekat, seperti Summarecon Mall Serpong, yang udah pasti banyak tenant-tenant makanan bersertifikasi halal.
Mengapa nggak makan aja di BSD yang udah jelas banyak pilihan makanan halal? Yaaa, seperti yang saya bilang tadi, anak-anak udah pada kelaparan, kalau OTW dulu ke BSD bisa-bisa riwil duluan, deh, hehe. Apalagi, kalau jam-jam siang tuh jalur yang menghubungkan Gading Serpong dengan BSD terkenal sering macet.
Sampai resto Ayam Goreng Gegeran tak langsung makan
Nggak sampai 10 menit dari Larissa, kami pun sudah pindah tempat di Ayam Goreng Gegeran. Lokasinya ada di sebuah komplek ruko, yang alhamdulillahnya, kendaraan bebas keluar masuk tanpa perlu bayar parkir. Ya, maklum, soalnya ada beberapa ruko di area Gading Serpong yang ribet, dipagerin gitu sepanjang halaman ruko, akibatnya kendaraan walau cuma ngedrop doank, wajib bayar parkir. Nah, kalau ruko yang ada resto Ayam Goreng Gegeran ini nggak, gitu.

Lokasi resto-nya ada di ruko.
Bangunan resto Ayam Goreng Gegeran ini ternyata sebuah ruko tiga lantai yang sepertinya tidak terlalu besar ukurannya. Ruang dine in-nya terbagi menjadi dua, di lantai bawah dan atas. Kalau mau order langsung di meja pemesanan yang menyatu sama meja kasir. Jadi, setelah order langsung bayar saja.

Area dine in lantai satu kebuka gitu.
Waktu saya sampai sana, ternyata ada antrean. Mereka yang mengantre bisa duduk di semacam kursi bakso yang memang disediakan di teras resto.
Untungnya, waktu itu yang mengantre cuma satu grup, sekumpulan cowok-cowok Chindo, gitu. Jadi, kami antrean kedua. Nah, setelah kami, ternyata ada beberapa orang lagi yang datang, baik individu maupun grup juga.

Meja service sekaligus kasir ada di lantai satu.
Oh ya, FYI, Ayam Goreng Gegeran ini menurut review orang-orang memang terkenal enak. Maka, tidak heran pas jam makan tuh banyak yang datang dan ngantre. Katanya terkenalnya karena bumbu ayam gorengnya terkenal lezat, meresap sampai ke daging dan kulit. Klaimnya, resto ini menggunakan resep kuno warisan keluarga owner sejak tahun 1980 yang memadukan 16 rempah.
Kembali ke antrean, eh, alhamdulillah, rezeki, ada satu grup yang duduk di meja paling dekat dengan pintu berdiri, karena sudah selesai makan. Nah, meja itu diberikan ke saya dan anak-anak, karena grup koko-koko sebelum kami tadi jumlahnya lebih banyak dari kursi di mejanya. Mereka butuh kursi lebih banyak dan prefer di atas.
Belakangan, saya baru mengetahui kalau di atas tuh ruangan ber-AC, gitu, sehingga mungkin menurut mereka lebih nyaman. Kalau ruang dine in di lantai bawah pintu ruko-nya terbuka lebar-lebar tanpa sekat gitu, makanya nggak pakai AC.
Makanan dan minuman yang kami pesan di Ayam Goreng Gegeran
OK, setelah kami dapat meja, saya kemudian memesan beberapa makanan dan minuman. Karena, sesuai namanya ini adalah restoran ayam goreng, maka sudah pasti kami memesan ayam goreng 😀 .
Saya memesan dua ayam goreng saja, karena melihat (meja tetangga) ukuran ayam gorengnya cukup besar. Khawatir tidak habis kalau pesan tiga ayam. Saya memesan bagian dada dan paha. Harganya sama saja, sih, masing-masing @Rp26.000.
Untuk ayam gorengnya tuh bukan paketan ya, sehingga belum sama nasi. Ada dua pilihan nasi, yakni nasi putih biasa dan nasi gegeran alias nasi uduk sehat.
Apa bedanya nasi uduk di Ayam Goreng gegeran ini dengan resto lain, kok, mereka mengklaim nasi uduuknya sehat? Ternyata, karena mereka tidak pakai santan buat nasi uduknya, melainkan memakai VCO, yang membuat nasi uduk itu tetap terasa gurih tanpa kandungan lemak jenuh tinggi dari santan.
Saya memesan satu nasi uduk untuk saya dan dua nasi putih biasa buat anak-anak. Baik nasi uduk maupun nasi putih harganya sama, yakni #Rp8.000/ porsi.

Anak-anak enjoy makan di sini walaupun di depan banget wkwk. Bomat udah laper soalnya.
Kemudian, saya juga memesan pelengkap berupa ampela goreng yang harganya Rp9.500 dapat tiga potong ampela. Sama memesan satu mangkuk sayur asem seharga Rp16.000. Untuk minumnya, saya memesan es teh manis buat Maxy, air mineral buat Dema, dan es teh tawar buat saya. FYI, es teh tawarnya boleh refill. Saya suka yang refill-refill’an gini, haha 😀 .
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pesanan kami diantarkan ke meja. Beneran, deh, potongan ayam gorengnya cukup besar. Untung tadi hanya memesan dua ayam.
Pasalnya, saya pribadi kurang suka makan daging ayam banyak-banyak. Biasanya kalau belanja dan masak ayam, saya lebih sering makan bagian kulit, kepala, ceker, dan jeroannya, heuheu, ndableg saya yah? 😛 Tapi, nggak sering-sering, kok 😛 .
Bersama ayam gorengnya, tersaji lalapan mentimun dan sambal bawang. Oh ya, sambal ini boleh refill juga.
Review ayam goreng ala resto Ayam Goreng Gegeran
Bagaimana pendapat saya mengenai ayam gorengnya?
Okey, pertama untuk daging ayamnya, daging bagian dalamnya juicy tetapi kulitnya tetap kering. Baik bagian dada maupun paha benar-benar digoreng empuk, sehingga kami tuh makannya kek tanpa effort. Saat dipotong dan digigit, dagingnya gampang sekali lepas dari tulangnya. Wah, ayam goreng seperti ini comfort food, sih, menurut saya, apalagi buat bocil yaaa 😀 . Rasanya gurih, asin, dan sedikit ada manis-manisnya.

Dua potong ayam goreng.
Paling enak dicocol dengan sambal bawangnya tadi. Rasa sambalnya mantab pedasnya. Ada sedikit rasa asem, mungkin dari jeruk nipis? Tadinya saya berniat akan nambah sambal, tetapi karena porsi yang diberikan cukup banyak (satu piring nasi, satu sambal, jadi dapat tiga sambal) dan cuma saya yang makan, ya, nggak jadi hehe. Apalagi sambalnya memang pedeeeesss, nggak pedas formalitas 😀 .

Sambalnya manteb.
Untuk ampela gorengnya, sepertinya bumbu yang digunakan sama dengan ayam gorengnya. Ampela ini juga tidak alot, kenyal, mudah dikunyah, dan yang paling penting tidak berbau amis.

Kalau di menu tertulis dapat dua potong, nggak tahu kok dikasi tiga 😀 .
Lalu, pendapat saya tentang nasi gegeran atau nasi uduknya rasanya gurih lite. Wangi, pulen, dan porsinya cukup buat saya.

Nasi gegeran alias nasi uduk.

Nasi putih.
Terakhir adalah sayur asemnya. Sayur asem ini berisi potongan jagung, labu siam, karang panjang, kacang tanah, juga biji melinjo. Kuahnya tidak terlalu butek (keruh), rasanya segar, dan dominan gurih asam, juga tidak terlalu manis.
Sebenarnya, mereka juga memiliki sayur lodeh, yang sepertinya isiannya mirip-mirip juga. Namun, karena anak-anak saya nggak terlalu suka lodeh dan lagi-lagi khawatir tidak habis, akhirnya tidak jadi memesannya, deh.

Sayur asem.
Buat rasa tehnya yaaa gitu, lha. Paling saya hanya mengomentari kalau ternyata satu gelas es teh tawarnya cukup buat makan satu piring makanan, sehingga saya tidak jadi refill, haha. Udah kenyaaaang 😀 .

Es tehnya. Sebenarnya resto ini memiliki beberapa menu teh yang unik, cuma waktu itu saya pesan teh biasa.
Yaaah, jadi itulah teman-teman, cerita makan siang di resto Ayam Goreng Gegeran yang ada di Gading Serpong, Tangerang. Maaf, struk-nya hilang, jadi saya nggak bisa memberitahu berapa total biaya makan siang hari itu 😛 . Namun, menurut saya untuk ayam goreng seharga Rp26.000 di kawasan Gading Serpong, harganya masih ramah kantong, sih.
Oh ya, denger-denger selain di Gading Serpong, resto Ayam Goreng Gegeran ini juga ada di Bintaro Sektor 9, dan area Fatmawati, Jakarta Selatan.
Buat yang mampir ke resto Ayam Goreng Gegeran Gading Serpong, alamatnya di sini ya:
Restoran Ayam Goreng Gegeran ini buka setiap hari pukul 11.00-14.30 WIB, kemudian buka lagi sore hari pukul 17.00-22.00 WIB. Ayam Goreng Gegeran ini lumayan cukup ramai, oleh karena itu saran saya sebaiknya datang jangan di jam-jam makan siang atau makan malam, ya. Bisa agak pagian atau sorean atau malam sekalian hehe 😀 . Yawda, cukup segini ceritanya, semoga bermanfaat 😀 .
April Hamsa


Masih penasaran seberapa gede ayamnya? Harga 26.000 tapi kalau besar ya gakpapa lahh. Ada foto ayamnya kah?
Unik juga nasi uduk pakai VCO, biasanya kan pakai santan.
Harga nasi standar lahh.
Eh fotonya nggak kelihatan kah? Aku embed dari WP karena BP yang biasa buat galeri poto gak bisa dipakai upload T.T.
Ini yang baru aku tahu sih. Nasi uduk tanpa santan tapi pake minyak VCO. Keren bgt nih. Mereka kampanyekan makanan tradisional tapi lebih sehat. Bukan berarti santan itu ga sehat loh ya. Tp bagi penderita penyakit tertentu, VCO ini jelas lbh aman sih.
Fixed kalo ke sini, pgn cobain deh nasi uduk VCO-nya. Bakal seenak apa tuh.
Buat saya ini benar benar resep baru. Nasi uduk minyak VCO. Meski mungkin rasanya pasti berbeda dari nasi uduk pada umumnya yang menggunakan santan. Tapi kalau sudah dijual seperti ini berarti enak dong.
Seger bener sayur asemnya. Bikin makin nikmat sih ini disantap bareng ati ampela dan nasi hangat. Kalau daku semisal dalam kondisi yang sama ada pilihan sayur lodeh atau sayur asem, keknya bakalan memilih sayur asem, karena udah dari alam bawah sadar langsung kepikiran itu sayur bikin seger hehe.
Makin #SemangatCiee makannya , terlebih pasca faisal eh facial, jadinya butuh asupan yang tepat untuk menjaga kebugaran dan kecantikan tubuh, yeaah.
Iya mbak, seger. Nah, karena udah nyoba sayur asemnya, aku jadi penasaran sama lodehnya haha 😀
Asiikk…
Lanjutkan Kak, biar daku dapat inspirasi lagi nih soal sayur lodehnya. Seperti apa bentuk alias penampakannya, terus rasanya kayak apa, sama isiannya ada apa aja.
Minimal dapat ceritanya aja dulu, sama bayangannya, pankapan bisa mampir ke tempatnya hehe.
Daku kalau tempat makan gitu, agak jarang bertemu sama kulineran yang menyediakan sayur lodeh, beda sama sayur asem atau sayur sop yang kerap kali dijumpai
Ditunggu kunjungan berikutnya dan review sayur lodehnya mbak hehehe… Lodeh sama ayam goreng tuh mantap. Apalagi dimakan pas hujan-hujan. Buihhhh…
Kalau sayur asem sih cocoknya dimakan pas panas. Seger pisan.
Resep yang udah turun temurun ini apalagi sudah lebih dari 40 tahun biasanya udah terbukti enak. Makanya warung ini legendaris. Ga hanya udah lama berdiri tapi juga memadukan 16 bumbu rempah yang udah terkenal di Nusantara.
Ga heran ayam ini enak banget. Smg lain kali ada waktu buat cobain ayam Gegeran ini. Dan gorengnya pake minyak VCO lagi. Ini yang lebih keren sih.
Setiap menu ayam goreng, khususnya kuliner Sunda, itu selalu aja ada sajian sayur asem. Apakah ini emang pasangan pelengkap nya?
Buat saya dan keluarga, sayur asem enak dipadukan dengan ikan asin sih. Plus sambal dan kerupuk juga
Tapi namanya makanan apalagi saya mah gak ada pantang atau pilih-pilih gitu, jadi ayam goreng sama sayur asem juga tetap mantap…
Siang2 gitu emang enak bgt makan sayur asem ya kak. Apalagi ditemanin ayam goreng atau lauk lain. Tetap enaaak.
Plus nanti minum yang dingin buat pelepas haus. Pasti klop banget tuh. Jadi kangen nih masakan Sunda ginian. Plus kalo ada lalapan dgn sambel pedes. Jgn lupa kerupuk deh. Wkwkkw
Apakah sayurasem memang menu wajib ya di resto sunda Teh? Kalau saya amati dari beberapa yang saya kunjungi sih memang begitu
Sayur asem dipadukan dengan ikan asin atau ayam goreng tetap enak aja sih menurutku
Btw pelayannya lagi baik hati mbak April dapat 3 ampela tuh
Kalo siang2 emang enak sayur asem ya mbak. Bikin seger. Apalagi kalo ditemanin sambel ama kerupuk. Atau ada ikan atau ayam. Ga ada itu, hati ampela malah lbh enak. Wkwk
Tp kalo sayur lodehnya sesuai dgn selera aku, ya bs oleng sih. Apalagi kalo isiannya tahu, tempe, kenyang, kacang panjang, cecek (kulit sapi). Plus pedas dgn kuah merah. Mantap itu. Wkwk
Kalo siang2 sih aku juga bakal pilih sayur asam sih. Atau kalo ada cukup sayur bening mbak. Ntr tinggal kasih lauk apa aja deh. Entah tempe, tahu atau ayam goreng. Pas bgt dgn ayam Gegeran ini. Pasti nikmat. Plus sambelnya yg pedes. Ditutup dgn es manis. Duh nikmat mana yang kau dustakan wahai manusia? Hehe
Aku baru sadar nama “Ayam Goreng Gegeran” saja sudah bikin penasaran sebelum tahu seperti apa makanannya. 😄 Tapi yang paling terasa dari tulisan ini justru suasana makan bareng keluarganya. Ada kesan sederhana, tapi tetap jadi pengalaman yang menyenangkan.
Kaget juga harganya malah belum sepaket ama nasi. Harga nasi malah sepertiga harga ayam. Hehe. Tapi untungnya buka nasi biasa sih, ada nasi uduknya. Meski harga nasi biasa kok sama.
Kalo soal jeroan, persis banget ama emakku mbak. Emakku tuh suka bgt ama kepala, ceker ama jeroan. Padahal ga sehat tapi tetap dimakan krn bikin mood makannya. Pokoknya sedia obat aja abis makan yg ga sehat ini. Hehe.
Haha orang Jawa juga ya mas ibunya? 😀
Iya nih nggak tahu kenapa aku malah nggak terlalu suka daging ayam, lebih prefer ikan atau sapi huaahahah 😀
Iya nasi gegerannya wajib coba 😀
Bener ya. Makan bareng keluarga itu yang paling nikmat. Makan apa aja terasa lebih nikmat. Apalagi kalau ramean.
Aku juga jeroan mas, tapi kalau kepala bingung sih apanya yang dimakan.
Huaaa, nasi uduk pake VCO ini juga aku baru denger mbak. Biasanya pake santan atau sejenis bubuk fiber cream gitu. Seingetku VCO ini bukannya minyak kelapa yang virgin itu ya? Kayaknya pernah denger.. wkwkw..
Jadi pengen nyoba juga sih bikin nasi uduk dengan VCO ini gimana.. :p
Tapi kalau ayam gorengnya, beuh aku lihat juicy. Mana kelihatan itu sambalnya bikin nampol. Bijinya banyakk.. 😀
Sayurnya juga cocok banget sama ayam gorengnya, nggak kebayang kalau masak sendiri bisa ‘nanduk nasi’ berapa banyak iniiii.. huehehehe.. 😀
Eh iyaa aku baru ngeh ini nasi uduk nya pake VCO yaa…tapi tetep berasa gurihnya ya mba…gak ada aroma2 apa gt kah mba soalnya kan biasanya minyak kelapa ada aroma khas nya…
Comfort food banget sie ini menurutku ayam goreng plus cocolan sambal dan lalap pasti semua gak bakal nolak yaaa…
Dan namanya unik ayam goreng gegeran…gegeran kalo bahasa jawa artinya rame2 kayak ada yg berantem hehe
Ternyata kelar facial nya udah jam-jam makan siang ya Mbak. Pantes langsung cari tempat makan terdekat. Alhamdulillah ada restoran Ayam Goreng Gegeran, yang sudah tersertifikasi halal. Jadi lebih tenang dan jaraknya juga dekat dari tempat facial.
Nah, kalau jam makan siang, makanan enak, udah pasti antri sih. Untunglah cepet nggak terlalu menguras effort. Dan finally, goreng ayamnya oke, ampela nya pun. Bahkan nasi uduknya best. Minuman pun pas porsinya. Makan siang yang berkesan dan membahagiakan. Beneran padam rada lapar berganti dengan happy karena makanannya enak. The real good food for good mood.
Ah bener, lokasinya pun masuk terjangkau. Ga bikin galau lepas facial yang kedepan, dimanakah enaknya maksi? hehe. Ini jadinya double combo ya, hati riang karena wajah yang lebih segar plus sistem pencernaan yang lebih ceria
Woiya… Ayamnya luamayan besar. Kalau rame gini biasanya beneran enak. Apalagi kalau banyak cindo yang makan.
Ampelanya murah ya, 9000an dapat tiga biji. Nasi uduknya nih yang unik pakai VCO. Nggak pernah kepikiran VCO bisa buat nasi uduk. Unik juga hahaha…
Iya juga ya.. aku juga belum pernah tau kalau nasi uduk ada yang pakai VCO. Kalau aku emang suka sama per ayam ayam an sih. Pasti penasaran kalau ada ayam direview. Soalnya ayam tuh makanan yang cukup aman dimakan kapanpun kalau buat aku >.<
Setuju
Aku pun penggemar ayam garis keras! Haha
Unik ya, nasi uduk pakai VCO, lebih sehat pastinya ya
Baru tau ada Ayam Gegeran ini Mba. Aku pribadi emang bukan yang hobi spontan jajan di ruko GS. Karena ya itu, harus dipilah mana yang halal dan non halal. Kadang ada juga yang memang no pork no lard tapi masih belum tersertifikasi halalnya. Jadi kalau makan ke GS biasanya karena sudah riset atau ada undangan aja. Selainnya ya karena ke Mall.
Aku baru tahu mbak kalau di GS itu kudu teliti milih makanan Halal sama Non-Halal. Dan baru tahu juga kalau di area sana juga banyak makanan Non-Halal. Aku sampe Gugling ayam goreng gegeran di Maps dan reviewnya juga ok punya..
Lihat ayamnya ini lho aku sudah ngiler. Secara tampilan tuh renyah banget giitu kulit garing ayamnya. Yang bikin penasaran justru nasi uduknya yang pake VCO itu… 😀
Wah iya… Aku juga baru tahu kalau ada yang halal dan non halal. Harus lebih berhati-hati dalam memilih. Walaupun kalau nggak tahu katanya nggak apa-apa, tapi nggak ada salahnya usaha nyari informasi lebih dulu sebelum makan.
baca tulisan ini aku jadi ngebayangin bakal sering juga kulineran sama kedua anakku karena mereka memang paling sering jalan sama aku. hihi. untuk ayam gorengnya alhamdulillah sudah halal ya, pril. jadi ingat kasus ayam kremes solo itu yang ternyata pakai minyak b2. bahkan sekarang untuk menu ayam goreng pun kita harus hati-hati yaa
Ayam goreng original ini ya. Enak disantap selagi hangat
Yang bikin unik justru pilihan nasinya ya menurut saya ini. Ada nasi gegeran alias nasi uduknya yang tanpa santan
Saat di luar rumah terus gak yakin akan kehalalannya mending pilih yg praktis dan sudah jelas halal nya seperti sajian ayam goreng seperti ini
Walaupun agak begitu tidak suka tapi paling enggak bisa ganjal perut dulu lah ya…
Palagi barengan anak anak, memang daripada rewel mending cari yg praktis dan disukai mereka
Pada umumnya anak kan suka tuh sama ayam goreng (original) ya….
Aku kira gegeran ini tadinya nama daerah haha eh ternyata artinya nasi uduk sehat yang dimasak pake VCO. Aku sempat konsumsi VCO beberapa waktu, dan gak kebayang jika VCO bisa diolah jadi bahan untuk bikin nasi uduk. Jadi penasaran mau coba.
Tentang ukuran ayam eh ya bener gede juga segitu. Kelihatan pas ayamnya cuma 2 tapi piringnya kelihatan penuh. Untuk harga 26k lumayan murah sih terlebih untuk ukuran (sekitaran) Jakarta alias Gading Serpong hwhw.
Tentang makanan/minuman yang bebas refill, tos aku juga suka mbak hahaha. Ada restoran di sini yang nasi, sambal dan lalapannya bebas refill, nah mantab banget xixixi
Nah iya bener. Segi harga sangat terjangkau dan inovasi mereka pake VCO ini juara sih. Ukuran ayamnya pun gede. Nggak pelit. Dan kalau lihat jam buka nya pun terbilang unik nih. Nggak heran kalau banyak yang penasaran. Aku sendiri pun rasanya pengen atur waktu buat makan di sana. Namanya unik, pas tau artinya wah bikin takjub. Terus di ceritakan dengan detail sama mbak April. Auto lapar dan ngiler wkwkwk.
Bisa refil pula. Ini beneran surgaaa. Buat yang doyan makan bakalan have fun banget.
Uwaaaaaah kenapa semua cabang dan lokasi jauh semuaaa 😅😅.padahal aku sukaaaa kalau ayam goreng beginiiii.
Beda Ama ayam goreng franchise crispy biasa cuma berbumbu di permukaan tp ga meresep. Makanya aku ga doyan ayam2 crispy itu. Lebih suka yg style kampung begini
Apalagi sambel pedeees ya mbaaa 😍😍. Sebagai penyuka pedes, kalau sambal berasa manis, aku langsung ilfil 🤭.
Kapan2 deh kalau suami mau diajak ke selatan, aku coba makan sini 😍😍
Nah iya. Terkait alamat cabangnya jauh semua buat warga Bogor kayak aku yang nggak ada kendaraan pribadi Mba Fanny hehhee. Mba Fanny nanti pasti bisa nyempetin kok, aku yakin soalnya mba sama suami pada hobi kulineran.
Ayam goreng ini beneran bikin ngiler dan laperrr. Sangat menarik karena bumbunya meresap. Udah gitu sambelnya tampak menggugah selera dan ajibnya nasi uduk sehat. Nggak heran ya kalau sering ada antrian, manalah harganya super terjangkau. Teh tawar nya boleh refil pula. Juara sekali sih. Bahkan ayam dua dimakan bertiga pun aman karena ukuran daging ayamnya gede.
Nah, untuk jarak ke lokasi, daku pun merasakan demikian Kak Fan, karena ada keinginan untuk mencicipi ayamnya, tetapi buat ke sananya ini nih lumayan juga.
Jadinya kalau khusus untuk ke sana sepertinya belikan, kecuali bisa sekalian karena kerjaan biar bisa mampir
Wah ternyata Resto Ayam Gegeran juga ada di Bintako sektor 9, jadi enggak perlu jauh ke Serpong. Lihat reviewnya bikin lapar, harga 26 ribu udah bisa nyobain ayam yang juicy terus minumnya bisa refiil lagi. Dan ah jadi penasaran sama nasi uduk dimasak pakai VCO
Iya betul ada di Bintaro Sekbil. Gading Serpong kak, bukan Serpong 😀
Paling paham deh dilema nyari makanan halal di area Serpong pas perut udah jerit-jerit, apalagi kelar nemenin anak facial. Pilihan pas banget itu belok ke sana.
Aku juga penasaran sama nasi uduk pakai VCO, rasanya gurih tapi lebih ramah di perut ya. Sambal bawangnya yang pedas mantap plus ayam juicy empuk beneran bikin ngiler.
Mana es teh tawarnya bisa refill lagi, makin betah deh.
Tengks rekomendasinya ya, Mbak, masuk daftar incaran kulineran nih
Daku juga belum pernah nyobain nasi goreng pakai VCO, Bang Don. Jadi belum paham kayak apa rasanya.
Kalau ke tempat makan, sepertinya pada pakai minyak goreng pada umumnya.
Atau jangan² pada pakai VCO juga, tapi dakunya yang nggak engeh, karena ga bertanya dan kurang peka sama rasanya, tahunya mah cuma makan aja haha
Kayaknya ini tipe restoran yang cocok banget buat makan siang setelah aktivitas, apalagi kalau sudah lapar berat. Ayam gorengnya kelihatan sederhana tapi justru menggoda karena bumbunya meresap dan sambalnya mantap. Saya juga suka bagian cerita anak-anak tetap lahap makan walaupun dapat meja dekat pintu, namanya juga sudah lapar ya
Waaah… anak2 saya penyuka ayam goreng plus sambelnya. Kalo dibawa kesini sepertinya bakalan seneng deh hehe
sudah pas ini Mbak ke ayan goreng gegeran di Gading Serpong. Kalau ke BSD, malah bahaya… karena sudah puncuk lapar. sampai sana malah bisa hilang laparnya tinggal lemasnya.
Dan ini rekomendasi ya, karen resep leluhur dari tahun 1980. Apalagi dengan perpaduan 16 rempah. Pantas bumbunya sangat terasa. Disantap dengan nasi uduk.. wah mantap. Awalnya saya ga tahu apa VCO itu. pas saya cari, ternyata Minyak kelapa murni hahaha. Pastinya lebih sehat. Makin mantap ada sayur asem lagi.
Kebayang deh enaknya makan ayam goreng panas denban nasi pulen yang juga dnak. Ayam bumbu kaya rempah ini langsung deh memenuhibperut yang sudah keroncongan. Perpaduan menunya pas ada ayam goreng, ampela goreng, nasi panas dan sambel serta minuman dingin. Mantaap.
Sekarang kayaknya kalo nyari referensi tempat makan dari Threads ya, Mba. Haha. Saya beberapa kali juga ngikutin saran warga buat nyari tempat makan di Pamulang sini. Btw, dari tadi saya blogwalking bacanya seputar kuliner ayam goreng, jadi pengen deh! Sambalnya kelihatan pedas tapi pasti nagih deh. Tumben lho harga nasi uduk dan nasi putih sama, biasanya nasi uduk lebih mahal yaa..
Sebagai orang yang jarang buka threads, saya tidak tahu kalau bisa dapat tempat makan di sana
Hmm…
Ternyata sebanyak itu info di sana ya
Kayaknya butuh install nih hehehe
Mbak, kamu habis makan ayam ini nggak gegeran sama yang jual kan? Hahahah. Namanya unik ya. Nasi gegeran itu ternyata nasi uduk.
Unik ya namanya gegeran, padahal kalau bahasa Jawa artinya kan bertengkar. Ternyata nasi uduk. Belum pernah makan nasi uduk yang menggunakan VCO biasanya kan hanya menggunakan santan aja. Next time kalau ada rejeki waktu bisa mampir deh kesana
Eh serius baru tahu itu artinya dalam bahasa Jawa
Jadi secara bahasa kalau mengikuti artinya bisa disebut ayam goreng bertengkar ya ini? Hihi… Ada ada saja…
Keunikannya selain menggunakan vco ternyata dari namanya juga. Apa sejarahnya ya sampai bisa pakai nama ayam goreng bertengkar
Daku pikir itu kayak grogi, eh tapi itu malah ge-er-an hehe. Lai lagi ya konteksnya.
Mungkin jadi terinspirasi dari bahasa Jawa juga Kak Dyah, artinya itu bertengkar di atas piring mana aja nih yang bakalan lebih dulu disantap oleh penikmat kuliner, ciee
Wah ayam goreng begini mah memang comfort food nya orang Indonesia kayaknya ya. Aku sama anak-anak, kalo datang makan Di suatu tempat, kalo bingung menu, atau takut gagal milih menu, pasti ujung2nya milih ayam goreng. Lengkap sama sambel dan lalap. Jarang gagal. Perut kenyang, mulut pun tenang 😅
Padahal arti gegeran secara harfiah mah berantem yaah..
Hehhee.. seru juga makan di tempat yang viral kayaa Ayam Goreng GEGERAN – Gading Serpong.
Ramenya ini menjadi bukti kalau ayam goreng di sini lezaatt~
Aku suka ada fasilitas refiil ini.. in this economy pan yaa.. penting bangett.. apalagi kalau menurut aku pribadi, ini salah satu point plus.. karena sebenernya, customen mau berapa banyak refiil sih yaa…??
Tapi niat baiknya ituu yang bikin meltiing~
Hehehhee..
Nah iya baru mau bilang secara arti gegeran ini macem kek ribut atau berantem hehehe. Ternyata ayam gegeran ini malah sedap lezat yaaa. Bikin penasaran sih pas lihat tampilan dan detail info dari mbak April.
Dan bener sih, part of refil itu kek surga duniawi di era in this economy banget ya Mbak hehehe. Lumayan bisa lebih hemat maksimal dan kenyang sekali. Mantep sih, kalau lagi ke area sana mesti sempatkan mampir dan cobain langsung biar nggak penasaran lagi serta kejawab seberapa lezat ayam goreng ini. Mengingat nasi uduknya pun spesial nih, pake VCO, lebih sehat lah ya.
Sayangnya ya, pas aku cek tuh cabangnya dia belom banyak. Udah gitu, terkonsentrasinya di daerah selatan sono semuaaaa. Paling deket cuma cabang fatmawati doang. Syulit dah daku kalau mau mencoba, hiks hiks
Aku sekeluarga juga paling seneng makan Ayam-ayaman mbak. Si Ayam Gegeran ini, kalau kulihat-lihat jenis resepnya lebih ke penyet yakk.. dengan sambalnya tuh sambal ijo. dan ini pun favoritku sih. Kalo aku biasanya lebih seneng beli ginian buat jadi temen nonton netflix bareng istri, ahihihi.
Yha moga aja cabang barunya banyak dibuka ya di daerah bekasi, atau minimal Jakarta Timur. Biar saya bisa nyobain juga nich
Hoo.. iayyaa… sambelannya ini yang josjis yaa..
Makan ayam nikmat, minum refil dan pastinya kudu ditemenin netflix and chill..
Wah, resepnya lebih tuaaa dari akuuu hihihi.. MEsti nih dicobain. Ayok, Mba April kapan mau ajak aku ke sana? Pingin main-main ke Gading Serpong.. 😀
Menu ayam goreng itu sebenenrnya umum banget, ya. Tapi kalau rasanya enak, gurih, sambelnya juga mantap pasti bakalan jadi favorit sih. Dan orang-orang kalau bingung mau makan apa pasti makan ayam aja lagi udh paling bener. 😀 Makanya resto ayam kalo udah punya resep rahasia biasanya bakal bertahan lama..
Minuman bisa refill juga benefit banget tuh buat pembeli ya. Kau paling suka model resto gini hihi.. Bisa nambah minum. Soalnya suami dan anak-anakku hausan semua.. 😀
wah aku penasaran dengan 16 rempah di ayam goreng ini. Wajar dong ya ayamnya berasa banget karena rampahnya aja banyak. Trus digorengnya juga pas ya bagian luar kering dan bagian dalam juicy enak banget sih ini pastinya
Kelihatannya makanannya enak, jadi pingin coba
Ayam goreng ini memang confort food banget ya mba apalagi buat anak2 dh pasti doyan deh itu…
Dan ini ayam goreng juga gak main2 karena udah ada sejak 1980 dan masih eksis sampe sekarang apalagi td juga sempet ada antrean kan brarti mash banyak peminat yaa…
Untuk harag 26rb di serpong sie sptnya gak mahal ya mba,,,apalagi sambl juga bisa refill sepuasnya sepertinya kalo yg doyan pedes bakal hepi tap kalo level pedesnya rendah kayak aku semangkok aja sptnya juga gak bakal habis hehe
Anak-anak rata-rata memang menyukai ayam goreng ya… Entah itu ketularan dari Upin Ipin apa… Hehe…
Apa anak saya aja yg gak suka makan ayam goreng? Padahal dia nonton juga tuh Upin Ipin.
Setelah mondok aja dia mulai gak pilih² makanan. Membiasakan diri dengan kondisi di pondok kali ya
Apalagi di pondok makan dengan daging ayam itu termasuk wah… Adanya Senin atau kamis aja. Oas banyak anak yang melakukan puasa sunnat
In this economy sekitar 26 ribu ini termasuk terjangkau ya. Apalagi bumbunya ini original meresap sampai ke daging. Plus sambal yang menggigit udah cocok banget ini mah pokoknya. Semoga di Jawa Tengah sana juga ada segera buka Ayam Goreng Gegeran terdekat ya Mbak Ery…
Sepakat Mbak Eryka, ayam goreng itu memang kesukaan sejuta umat, ya. Saya pun sekeluarga tak ada yang tak suka. Doyan semua.
Saya sendiri suka salut dengan rumah makan yang sudah berdiri sejak lama. Berarti ini dapat bertahan dengan menu-menunya yang otentik dan jelas disukai banyak pelanggan setianya.
Apalag ada yang bisa direfil-refil, ya. Walaupun cuma sambal, in this economy itu jadi poin plus banget sih
Namanya unik Ayam Goreng Gegeran. Pas baru baca judulnya sambil mikir juga, apa ya arti gegeran ini. Ternyata Nasi uduk sehat tah.
Saya juga baru pertama tau kalau nasi uduk bisa tanpa santai, tapi alternatif pakai minyak VCO, asli jadi pengen nyoba bikin, tapi kebayang effort-nya juga, karena bikin VCO itu butuh waktu yang tak sebentar.
Untuk kawasan Gading Serpong harganya masih reasonable, ya. Apalagi potongan daging ayamnya memang cukup besar, jadi worth it lah untuk harga 20ribuan per potongnya.
Rp26.000 masih ramah banget di kantong. Ayam goreng di rumah makan yg kelasnya setara di BSD sini, udah 30an ke atas harganya. Apalagi ini terkenal, halal, dan otentik dengan bumbu 16 rempah itu. Jadi termasuk ramah lah di kantong. Nah, aku penasaran deh, 16 rempah itu apa aja 😁
Yes betul, di GS memang dominan resto2 non halal, jadi harus pilih2 banget. Syukurlah ayam gegeran ini halal ya. Unik juga namanya, Gegeran. Abis makan ayam, jadi geger. Geger keenakan hihi.
Maxy lagi rutin perawatan kulit, karena lagi berjerawat kah, April? Keinget Alief dulu, zaman awal2 di SMA jerawat bersemi diwajahnya, sampe banyak dan mengganggu. Sampe dirawat secara khusus di ER*A sampai sembuh 😀 eh, maaf jadi melebar sampe bahas jerawat 😀
Makasih info tempat makan ayamnya, ya April. Insha Allah dicatet dan dicoba kalau lagi pas pengen makan ayam goreng di GS.
Nah ini salah satu ayam goreng rasanya enak di area Gading Serpong dan nasinya itu loh Istimewa ya karena ada rasa kelapa-kelapanya kalau ke sana saya mau balik lagi untuk makan minimal 3 potong ayam deh pakai sambal yang mantap
Pas pertama baca nama restonya pikir saya mungkin ayamnya disajikan dengan sambal ekstra pedas. Karena fokus dengan kata gegeran (tawuran), ternyata beda he…..he…jujur saya tertarik dengan sayur asemnya, nikmat sekali kalu disantap saat cuaca panas. Malah ajdi ingat ibu tetangga kos waktu zaman sekolah, beliau suka sekali membuat menu sayur asem seperti ini dan membagikannya ke kami, dulu kami menyebutnya sayur asem Betawi, karena beliau memang dari Betawi.
makan ayam goreng + sayur asem adalah kenikmatan duniawi yang hakiki 😀
Kenapa saya mikirnya jadi geger rame pas dimasak ya? Hahahaha… Ngawur. But anyway, ayam goreng yang racikan bumbunya ada 16 macem, kebayang deh pas dimakan bisa jadi comfort food. Luarnya crunchy dalamnya lembut plus gurih juga. Jadi penasaran sama nasi uduknya, sama enaknya kah dengan nasi uduk yang menggunakan santan?
Pssst, aku juga suka yang refill2, dan pasti berujung hanya pesan 1 gelas karena udah begah duluan sama es batu 🙂
jika dicermati dari tahunnya memang jelas sudah resep puluhan tahun dengan dedikasi yang tidak mudah karena sudah kenyang dengan banyaknya pengalaman tentunya. soal harga ayam goreng gegeran ini memang cukup bagus. dengan modal 26.000 sudah bisa merasakan aneka ayam goreng dengan rasa yang khas tentunya. jadi pengen ikut nyicipin
Saya pingin nyobain nasi uduknya. Agak lain soalnya nggak pakai santan. Tapi, namanya saja nasi uduk sehat ya, Kak.
Potongan ayamnya memang terlihat gedhe. Tapi, kalau itu keluargaku, jelas kami bakalan mesan satu potong ayam untuk masing-masing orang. Hehehe….
Ati ampelanya kurang menarik sih platingnya, Kak.
Kulineran di Gading Serpong ini jadi bikin ngiler seketika. Pas banget tuh habis nemenin anak facial terus perut keroncongan, langsung meluncur ke Ayam Goreng Gegeran yang bumbunya rempah banget itu.
Emang agak PR ya kalau cari makanan halal di sekitaran sana yang banyak ruko non-halal, untung ketemu tempat enak begini jadi gak salah pilih. Bikin penasaran pengen nyobain langsung sensasi ayam gorengnya yang meresap sampai ke kulit pakai resep kuno itu.
Kapan-kapan harus mampir juga ke sana deh.
Wah, baca artikelnya jadi ikut kebayang suasana makan siang bareng anak-anak setelah facial. Saya suka gaya ceritanya yang santai, apalagi bagian harus cari tempat makan karena anak-anak sudah kelaparan. Ayam gorengnya kelihatan menggoda banget, dan nasi gegeran yang dibuat tanpa santan juga menarik perhatian saya. Jadi penasaran ingin coba kalau suatu saat main ke Gading Serpong. Detail soal antrean, tempat duduk, harga makanan sampai pengalaman anak-anak makannya juga bikin review-nya terasa lebih nyata, bukan sekadar cerita soal rasa. Jadi ikut lapar setelah baca ini, hehe.
wah aku penasaran jadinya sama rasa nasi uduknya soalnya santannya diganti sama vco ya berarti ini mengurangi kalori nasinya ya kayaknya?
Udah lama gak berkunjung ke blognya Mbak April, dan suprisingly Maxy dan Dema udah remaja,,, kaget banget
Btw dari gambar menu makanan tadi aku langsung gagal fokus saat lihat ampela, aaaa kesukaan juga sama bagian ayam ini. Aku pun juga ga begitu suka daging ayam yang tebal gitu, emang lebih enak kulit, jeroan, wkwkwk. Tapi ya sama, tetap dibatasi
Btw kata Gegeran ini langsung nyambut sama kata “Geger” yang artinya bukan punggung, tapi semacam dalam kata geger geden, apa sih mbak, rame kali ya, wkkwkwk. Oh ternyata maksudnya menu ayam gorengnya tuh pakai resep kuno dengan berbagai bahan rempah yang digunakan ya
Aduh Kak, Teddy bacanya sambil ngiler nih. Dari fotonyaaja udah keliatan enak gitu. Baru dengar juga nasi Gegeran nggak pakai santan tapi bisa gurih.
Apa Nasi Gegeran ini juga ada di Pontianak ya??
Terima kasih ya Kak.
sekali mendayung, 2 tempat tercapai ya mbak, facial dan makan.
Nama kedai makanannya unik, ayam goreng gegeran, kalau di Jawa, arti kata gegeran yaitu bertengkar 😀
Harga 26 ribuan belum nasi, lumayan juga ya, tapi termasuk standart untuk kota besar, karena rata-rata juga segituan. Aku penasaran sama nasi uduknya nih, mungkin aja beda sama nasi uduk di kotaku yang dijual kalau di warung-warung nasi
teruss kalau air teh tawar dan sambel boleh refill, aku juga suka hahaha, kan mayan tuh, kalau kita masih haus, tinggal refill aja teross
Umur tempatnya lebih tua dari saya ckck.
tapi gk nyangka juga sampai gunaian 16 jenis rempah- rempah untuk satu menu ayam goreng. Yaa.. walau infonya jenis masakan dulu emang kaya akan rempah rempahnya tapi ini kebanyakan rasanya, terhitung perdana saya tahu. jadi penasaran rasanya. pasti legend banget
Saya suka penataan ruangannya. Ada lampu-lampu gantung seperti lampion gitu yaa cantik banget. Makan dalam kondisi lapar dengan ayam goreng panas di dalam ruangan yang bagus desainnya seperti ini jadi nambah betah makannya
Bener-bener ayam goreng yang bikin geger ya mbak. Hahaha. Buat harganya lumayan terjangkau loh, bisa refill teh tawar, ditambah sambalnya juga nampol yah. Kadang tuh kalau pilih resto aku suka pertimbangin dari sisi saos / sambalnya enak apa nggak. Hehe.
Btw, sama kayak aku, kalau makan ayam nggak mau yang banyak-banyak dagingnya, karena eneg sih jujur aja. Aku lebih suka bagian paha, kalau beli fillet juga lebih suka paha karena lebih juicy dan banyak lemak wkwk.
Menu makanan yang memang disukai anak anak dan harganya relatif aman buat rekening mamak
Lumayan udah kenyang dengan ayam goreng
Apalagi kalau pas sambelnya, bakalan balik lagi
Aku suka nih tipe ayam goreng begini. Yang gurihnya sampai kerasa sampai ke daging bagian dalamnya.
Biasanya ‘kan kalau ayam goreng tuh kebanyakan ya cuma gurih di bagian kulitnya doang. Terus sampai ke dagingnya itu bumbu nggak kerasa lagi. Mungkin efek kurang marinasinya kali ya.
Eh., tapi kalau ati ampela tuh, aku sukanya yang berbumbu gitu. Kalau cuma digoreng begitu agak kureng menurutku. Hehehe….
Ngomongin soal sambalnya, pantas sih kakak bilang mau nambah sambal. Kelihatannya porsi sambalnya emang dikit sih. Apalagi buat yang doyan sambal.
Beda dari yang lain kalau saya suka sama jeroan alias ati ampela dan usus ayam. Mungkin bawaannya inner child, hehe…
Yg pasti dibumbui garam aja buat saya enak, apalagi ini di Ayam Goreng Gegeran yang ati ampela nya dibumbui pakai resep Kun turunan sejak 1980. Seumur saya itu mah resepnya juga.
Pasti enak…
Dimakan dengan nasi uduk khas Gegeran pula. Hemm… Sambalnya boleh nambah gak?
Untuk ukuran daerah elit kaya Serpong sih, harga 26.000 sudah OK banget. Saya lihat juga worth it juga dengan besarnya ayam yang didapat. Di masak gurih dan renyah banget dagingnya. Makasih sudah berbagi cerita Kak.