Malam itu, pertama kalinya saya berlari di track dalam komplek perumahan untuk night run. Sekitar pukul 20.30-an, saat saya udah sampai di putaran terakhir, saya berpapasan dengan tetangga saya yang sedang berjalan bersama Golden Retriver-nya.
“Wah, rajin ini malam-malam,” kata tetangga saya itu. Seorang ibu-ibu paruh baya yang sering berpapasan dengan saya sambil membawa anjingnya itu.
“Iya, Bu, besok nggak bisa, soalnya,” jawab saya.
Saya kemudian memutuskan berhenti dan memandang Si Doggy.

Memelihara anjing membutuhkan komitmen yang besar.
“Hallo, Milo, kamu kepanasan ya di rumah? Makanya jalan-jalan malam?” Saya menyapa anjingnya juga. Belakangan suhu di lingkungan rumah saya memang lebih terasa hangat dan lembab. Apalagi, ukuran rumah-rumah di perumahan saya tuh mungil-mungil. Maka, tak heran, kalau beberapa anjing tetangga jadi “agak rewel”
“Lucu banget, sih,” kata saya sambil memandangnya, walau kadang tergoda kepengen mengelusnya, hehe.
Saya jadi teringat sekitar 3 tahun lalu, pertama kali ketemu Si Milo ini di posyandu binatang yang dilaksanakan di komplek perumahan saya. Waktu itu saya datang ke posyandu buat memberikan vaksin rabies ke kucing saya, Bleky. Bleky yang nggak suka jarum suntik mendadak kabur ke bawah mobil tetangga. Akibatnya, antrean suntiknya jadi mundur ke belakang dan hampir berbarengan dengan jadwal vaksin anjing. Di situlah saya akhirnya berkenalan sama Milo dan owner-nya.
Merawat anjing lebih susah ketimbang merawat kucing
Saya tuh salut sama orang-orang yang memelihara anjing, karena menurut saya merawat anjing tuh lebih susah ketimbang merawat kucing. Dahulu, budhe saya juga memelihara anjing di rumahnya. Saya kurang paham jenisnya apa, tetapi kalau teman-teman, khususnya milenial, ingat kalau dulu tuh ada film lawas tentang anjing berjudul Lassie? Nah, anjing budhe saya mirip itu. Bahkan, waktu itu diberi nama Lessy.
Lessy ini usianya lumayan panjang. Seingat saya, budhe saya sudah memilikinya sejak saya SD hingga saya kuliah. Setelah Lessy mati, budhe saya kemudian beralih memelihara kucing. Alasannya, “Udah tua, udah capek, nggak sanggup mengurus anjing.”
Yaaa, gimana, kalau anjing tuh agak butuh effort untuk melatih toilet training-nya. Berbeda dengan kucing yang secara insting langsung paham di mana sebaiknya dia buang air. Melihat litter box aja, kucing sudah tahu di sanalah toiletnya. Kalau anjing berbeda, wajib diajarin toilet training secara intens baru dia paham di mana harus buang air besar.
Kalau saya perhatikan, tetangga-tetangga saya yang memiliki anjing, sering saya lihat membawa anjingnya ke kebun dekat rumah, sambil membawa kantong plastik buat toilet training anjingnya. Bener-bener ditungguin di lokasi yang sama. Yaaa, supaya nggak diprotes warga lain juga kali ya?
Satu lagi yang menurut saya agak berat adalah anjing tuh memiliki semacam kebutuhan olahraga dan ingin selalu aktif menjelajah, sehingga wajib banget owner-nya menyediakan waktu mengajak anjingnya berjalan-jalan keluar rumah. Kalau kucing kan geletakin aja di rumah, nanti dia bisa aktif bermain sendiri.
Itulah sebabnya butuh komitmen lebih buat teman-teman yang memutuskan memelihara anjing. Begitu anjing masuk rumah, vibes-nya seperti bukan punya hewan peliharaan, melainkan lebih ke memiliki anggota keluarga baru yang wajib diurus dengan baik.
Tips merawat anjing supaya sehat dan berumur panjang
Kualitas perawatan yang diberikan owner kepada anjing sangat mempengaruhi kualitas hidup anjing. Perawatan yang baik akan membuat angka harapan hidup anjing mencapai batas tertingginya, bahkan bisa melampaui rata-rata usia rasnya.
Lalu, bagaimana, sih, caranya supaya anjing selalu sehat dan bisa berumur panjang? Berdasarkan pengamatan saya, melihat anjing-anjing tetangga dan juga Lessy milik budhe saya dulu, beberapa hal yang dilakukan owner anjing sebagai usaha merawat anjingnya antara lain melakukan perawatan harian, mingguan, dan bulanan.
Berikut adalah perawatan harian anjing:
-
Memperhatikan perilaku dan kondisi anjing
Tadi di atas saya menceritakan tentang anjing tetangga saya, Milo, yang biasanya jalan-jalannya tuh sore atau pagi, tapi malam itu diajak jalan owner-nya malam. Nah, owner-nya Milo paham, nih, kalau anjingnya tengah gelisah, kemungkinan besar, karena kondisi cuaca.
Ini adalah hal yang tak biasa, bertolak belakang dengan kebiasaan anjing yang sebenarnya sangat menyukai rutinitas. Itulah sebabnya owner anjing harus mampu mengenali kebiasaan maupun kondisi normal anjingnya dari interaksi keseharian.
Owner anjing yang memang beneran sayang kepada anjingnya biasanya dapat mengenali perubahan kecil dari anjingnya. Baik perubahan fisik maupun mood anjingnya.
Berikut adalah beberapa checklist pengamatan yang mungkin bisa teman-teman perhatikan saat berinteraksi dengan anjing di rumah:
-Apakah nafsu makan normal atau ada perubahan? Apabila ada perubahan segera kenali apa penyebabnya, apakah makanannya berubah, mangkuk makanannya kotor, dll.
-Apakah ada perubahan perilaku yang berubah secara drastis? Contohnya, biasanya kalau melihat owner pulang kerja, dia menyambut dengan antusias, kali ini lebih banyak diam? Apa anjing tiba-tiba lesu dan tidak mau bermain?
-Apakah ada perubahan kondisi tubuh? Mungkin dari cara berjalan atau dari cara duduknya?
-Apakah ada perubahan fisik yang mencolok? Mungkin anjing terluka atau tiba-tiba kesulitan berjalan? Maka, sebaiknya kita cek secara menyeluruh.
Jika ada perubahan yang mencolok, maka segera lakukan observasi beberapa hari, cari penyebabnya dahulu. Apabila belum ada perubahan juga selama mungkin 3-4 hari, sebaiknya bawa anjing ke klinik hewan.
-
Memastikan memberikan makanan sesuai kebutuhan
Sebaiknya, jangan asal memberikan makanan kepada anjing. Selama ini, banyak owner anjing berpatokan pada jumlah makanan saja, tetapi sering melupakan kalau makanan anjing itu hendaknya menyesuaikan beberapa faktor, antara lain: jenis makanan dan kesesuaian dengan usia, ukuran tubuh anjing, aktivitas anjing selama ini, serta kondisinya.
Jumlah makanan memang perlu diperhatikan, apalagi kalau anjingnya sangat aktif, tentu saja biasanya diberikan porsi agak besar supaya bisa memenuhi kebutuhan anjing, tetapi hal paling penting dari makanan anjing adalah memberikan nutrisi yang lengkap dan seimbang.

Makanan anjing sangat mempengaruhi kesehatannya.
Jika ada kesulitan, saran saya, teman-teman bisa memakai beberapa panduan atau checklist berikut untuk pemberian makanan anjing harian:
-Apakah anjing sudah diberi makan tepat waktu sesuai rutinitasnya?
-Apakah jenis makanannya sudah sesuai kebutuhan nutrisi anjing?
-Apakah porsi makanan yang diberikan sudah sesuai feeding guide?
-Apakah jenis makanan yang disediakan sudah bernutrisi lengkap dan seimbang?
-Apakah anjing juga diberikan snack/ treat? Pemberiannya berlebihan atau tidak?
Untuk kebutuhan makanan anjing sehari-hari, saya merekomendasikan BOLT Dog Food. BOLT Dog Food merupakan makanan anjing yang formulasi nutrisinya telah sesuai dengan standar Association of American Feed Control Officials (AAFCO). Komposisi gizi makanannya juga seimbang antara kandungan protein dan lemaknya. Begitu pula dengan kandungan vitamin yang dibutuhkan anjing supaya bisa menjaga kulit, bulu, serta imunitas anjing.
BOLT Dog Food juga sudah dilengkapi dengan feeding guide pada kemasannya, sehingga owner bisa dengan mudah menyesuaikan makanan anjingnya dengan kondisi dan aktivitas si anjing. Harga BOLT Dog Food juga cukup ramah kantong in this economy. Tersedia beberapa varian yang bisa menyesuaikan usia anjing.
BOLT Dog Food mudah ditemukan di pet shop terdekat dari rumah teman-teman atau juga bisa dibeli secara online di sini.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai BOLT Dog Food, teman-teman bisa membaca di akun media sosial BOLT, yakni:
- Instagram: @boltpetfoodid
- Tiktok: @boltpetfoodid
- Facebook: BOLT Pet Food Indonesia.
-
Menyediakan air minum yang bersih
Selain makanan, teman-teman owner anjing sebaiknya juga memperhatikan kecukupan air minumnya sehari-hari. Apalagi di cuaca panas dan cenderung lembab seperti sekarang ini, anjing biasanya lebih aktif dan butuh minum lebih banyak.
Checklist sederhana untuk menyediakan air minum antara lain:
-Apakah air bersih selalu tersedia di wadah minum anjing?
-Apakah airnya sudah diganti secara rutin?
-Apakah wadah minumnya sudah dibersihkan?
-Apakah lokasi wadah minum anjing sudah di tempat yang mudah dijangkau anjing?
Penting sekali untuk memastikan bahwa owner telah menyediakan wadah minum yang selalu terjaga kebersihannya. Lalu, sebaiknya letakkan di posisi yang mudah dijangkau oleh anjing. Jangan lupa pula untuk rutin mencuci wadah minum anjing dan mengganti airnya. Jangan sampai air wadah minum anjing kosong, karena anjing bisa membutuhkan minum kapanpun.
Pastikan anjing terpenuhi kebutuhan air minumnya.
Jangan menunggu sampai wadah airnya berlendir akibat sisa-sisa kotoran makanan dari mulut anjing maupun menjadi sarang jentik nyamuk, baru diganti. Apalagi, anjing memiliki indra penciuman yang tajam. Apabila, dia merasa air di wadah minumnya berbau atau berubah, maka anjing biasanya menolak minum.
Kalau anjing tidak minum, maka akan mengalami dehidrasi dan jatuh sakit. Sebagai owner, tentu tidak ingin anjing peliharaan sakit, bukan?
-
Menjaga kebersihan area makan dan istirahat
Hal yang tidak kalah penting adalah senantiasa menjaga kebersihan area makan dan istirahat anjing. Area makanan dan minuman wajib dibersihkan setiap hari supaya tidak menjadi tempat berkumpulnya kotoran dan kuman.
Begitu pula dengan kendang atau tempat istirahat atau tempat tidur anjing, wajib dibersihkan supaya tetap nyaman dan tidak bau. Kalau anjing memiliki liter box di dalam maupun dekat kendang, jangan lupa pula rutin dibersihkan.
Beriku beberapa checklist untuk kebersihan area makan dan istirahat anjing:
-Apakah area makan anjing sudah bersih?
-Apakah wadah makanannya sudah tidak memiliki sisa makanan lama?
-Apakah wadah minumnya sudah bersih?
-Apakah kandang atau tempat tidur anjing sudah bebas kotoran?
-Apakah kotoran air sudah dibersihkan/ dibuang?
-
Mengajak anjing bergerak dan bermain
Seperti yang sudah saya sebutkan juga sebelumnya di atas, bahwa anjing memiliki kebutuhan berupa aktivitas fisik yang harus difasilitasi oleh owner-nya. Aktivitas ini biasanya menyesuaikan dengan jenis/ ras anjing serta usianya.

Anjing membutuhkan aktivitas fisik.
Oh ya, aktivitas fisik sebenarnya tidak harus berupa mengajak jalan-jalan anjing dengan jarak jauh. Bisa juga mengajaknya bermain dengan mainan, seperti bola atau benda lain yang bisa dilempar-lempar, bisa juga berjalan santai saja di sekitar lingkungan rumah, dan berbagai aktivitas lainnya yang memungkinkan anjing bisa bergerak aktif dan menghabiskan energinya.
Berikut adalah beberapa checklist-nya:
-Apakah anjing memiliki waktu bermain/ beraktivitas fisik?
-Apakah aktivitas tersebut jenis dan durasinya sudah menyesuaikan dengan kondisi fisik anjing?
-Apakah ada perubahan tingkat aktivitas anjing?
Itulah beberapa perawatan harian beserta panduan checklist-nya bisa digunakan oleh owner anjing.
Selain perawatan harian, owner anjing juga sebaiknya melakukan perawatan mingguan, yakni antara lain:
-
Memeriksa kulit dan bulu anjing
Selain perawatan harian, tidak ada salahnya setiap minggu owner bisa lebih intens lagi mengecek kondisi kulit dan bulu anjing secara keseluruhan. Owner bisa mengamati apakah bulu anjingnya mengalami kerontokan, lalu ada kondisi kulit yang berubah atau terluka, hingga perubahan tekstur bulu.
Sebaiknya juga lebih memperhatikan apakah anjing makin sering menggaruk tubuhnya, menjilat bagian tubuh tertentu, atau bahkan terlihat tidak nyaman. Apabila hal seperti itu terjadi maka sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter hewan, sebelum menjadi parah kondisinya.
-
Menyisir bulu anjing secara rutin
Salah satu aktivitas memeriksa kulit dan bulu anjing adalah dengan menyisir bulu anking secara rutin. Selain membuat bulu anjing makin rapi, menyisir bulu juga bisa mencegah bulu kusut, mengangkat kotoran di bulu, dan membuat bulunya makin panjang dan lebat.

Jangan lupa menyisir bulu anjing secara rutin.
Pada saat menyisir bulu anjing, owner juga bisa memanfaatkan kesempatan tersebut buat mengecek kondisi kulit anjing. Perhatikan apakah mungkin ada kemerahan, luka, benjolan, area yang tampak sangat kering, atau perubahan lain yang tidak biasa. Apabila ada kondisi tersebut maka segera bawa anjing ke klinik hewan terdekat.
-
Mengecek kondisi telinga anjing
Sebaiknya, owner anjing juga meluangkan waktu untuk mengecek kondisi telinga anjingnya setiap minggu. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain apakah ada kotoran yang berlebihan, ada kemerahan atau pembengkakan telinga, apa ada bau tak sedap, dll.

Cek kondisi telinga anjing.
Tidak perlu membersihkan telinga secara berlebihan hanya karena ingin membuatnya terlihat sangat bersih. Boleh menggunakan produk pembersih telinga, tetapi sebaiknya dilakukan sesuai petunjuk dokter dan kebutuhan anjing. Jika terdapat perubahan yang mencolok atau anjing tampak kesakitan, maka sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter hewan.
-
Memeriksa dan merapikan kuku
Kuku anjing yang terlalu panjang akan membuat anjing tidak nyaman berdiri, berjalan, maupun berlari. Maka, pastikan memeriksa dan merapikan kuku anjing setiap minggunya.
Berikut adalah beberapa checklist yang perlu diperhatikan:
-Sudahkah memeriksa panjang kuku anjing? Seberapa panjang kukunya?
-Apakah kukunya mengganggu cara berjalannya?
-Apakah kukunya normal? Tidak ada yang terluka atau retak?
-Apakah pemotongan kuku sendiri dibutuhkan atau membutuhkan bantuan ahlinya/ grooming profesional?
-
Mengecek persediaan kebutuhan anjing
Perawatan mingguan ini bisa sekaligus menjawab pertanyaan/ checklist berikut:
-Apakah persediaan makanan anjing masih cukup?
-Apakah sudah memastikan kondisi dan tanggal kadaluarsa makanan anjing?
-Apakah persediaan treat masih ada?
-Apakah produk perawatan anjing masih tersedia?
-Apakah perlengkapan grooming dalam kondisi baik?
-Apakah mainan dan perlengkapan aktivitas masih aman digunakan?
Itulah teman-teman owner anjing beberapa perawatan mingguan yang perlu dilakukan supaya anjing tetap terjaga kesehatannya.
Terakhir, yang sebaiknya dilakukan oleh owner anjing adalah melakukan perawatan bulanan, yakni antara lain:
-
Memantau berat badan dan kondisi tubuh anjing
Meskipun anjing masih terlihat aktif, tetapi tidak ada salahnya untuk mengecek kondisi tubuh anjing. Hal yang paling mudah dipantau terlebih dahulu biasanya adalah berat badannya. Berat badan anjing ini menjadi salah satu indikator apakah pola makannya sudah sesuai atau belum.
Maka, kalau bisa lakukan penimbangan badan anjing sebulan sekali. Kemudian, selain angka timbangan sebaiknya memperhatikan ukuran tubuh, bentuk badan, massa otot anjing.
Lakukan pula beberapa checklist berikut:
-Apakah sudah memantau berat badan secara berkala? Minimal sebulan sekali?
-Apakah sudah memperhatikan kondisi tubuh secara keseluruhan?
-Apakah jumlah makanan disesuaikan jika ada perubahan kebutuhan?
-Apakah aktivitas fisik tetap sesuai dengan kondisi anjing?
-Apakah ada perubahan berat badan yang tidak biasa?
-
Mengevaluasi pola makan anjing
Kebutuhan makanan anjing biasanya menyesuaikan seiring dengan bertambahnya usia, perubahan aktivitas, hingga perubahan kondisi tubuhnya. Maka, sebaiknya, setiap bulan lakukan evaluasi makanan yang diberikan kepada anjing.
Teman-teman bisa melakukan checklist dari pertanyaan berikut:
-Apakah makanan sudah sesuai dengan kebutuhan anjing?
-Apakah nutrisi yang diberikan sudah lengkap dan seimbang?
-Apakah porsi makanan selalu dievaluasi berdasarkan kondisi tubuh?
-Apakah setiap memberikan makanan selalu memperhatikan panduan pemberian makanan?
-Apakah treat masih berfungsi sebagai camilan/ snack? Karena treat tidak boleh menggantikan makanan utama.
-
Mengevaluasi aktivitas dan rutinitas harian anjing
Pernahkah mengalami kondisi ada anjing yang sebelumnya senang diajak bermain tiba-tiba lebih sering tidur? Atau ada anjing yang biasanya senang diajak berjalan-jalan keluar rumah mendadak terlihat cepat lelah?
Nah, perubahan semacam ini perlu diwaspadai. Apabila kondisinya berlangsung lama dan menetap, bukan sehari dua hari saja, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan.
-
Memastikan perawatan kesehatan preventif tidak terlewat
Perawatan kesehatan preventif ini misalnya seperti pemeriksaan kesehatan berkala dan vaksinasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah anjing terkena penyakit. Untuk itu teman-teman bisa melakukan checklist pertanyaan-pertanyaan berikut:
-Apakah sudah memeriksa catatan vaksin dan memastikan vaksinnya lengkap?
-Apakah melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin?
-Adakah perawatan pencegahan yang dilakukan sesuai rekomendasi dokter hewan?
-Apakah ada perubahan kondisi kesehatan yang mencolok?
-Sudahkah melakukan konsultasi dengan dokter hewan ketika ada kondisi yang tidak biasa?
-
Memeriksa perlengkapan anjing di rumah
Memeriksa perlengkapananjing seharihari, seperti wadah makan minumnya, kandangnya, kalung atau talinya, hingga mainannya juga perlu dilakukan. Pastikan kondisinya masih bagus dan bisa dipakai selalu oleh anjing.
Checklist-nya sebagai berikut:
-Apakah tempat makan dan minumnya masih dalam kondisi baik?
-Apakah tali dan kalungnya masih OK?
-Apakah tempat tidurnya bersih dan nyaman?
-Apakah ada mainan yang rusak dan perlu diganti?
-Apakah kandang atau area istirahat anjing tetap aman dan bersih?
Nah, itulah teman-teman perawatan rutin bulanan untuk anjing yang jangan sampai terlewatkan.
Kesimpulan
Kesimpulannya, apabila teman-teman memutuskan untuk merawat anjing, maka jangan lupa lakukan hal-hal berikut:
- Lakukan perawatan harian, mingguan, hingga bulanan secara rutin supaya bisa memastikan anjing selalu dalam kondisi sehat.
- Perawatan harian meliputi: cek makanan, air minum, perubahan aktivitas dan perilaku, hingga mengecek kebersihan area makan dan istirahat.
- Perawatan mingguan meliputi: cek kesehatan kulit dan bulu, mengecek telinga, mengecek kuku anjing, serta senantiasa membersihkan area tempat anjing istirahat dan mainannya.
- Untuk perawatan bulanan: sebaiknya memantau berat dan kondisi tubuh, mengevaluasi makanan dan aktivitas, mengecek jadwal kesehatan serta perlengkapan.
Semoga postingan mengenai panduan merawat anjing baik secara harian, mingguan, hingga bulanan ini bermanfaat, khususnya buat teman-teman yang baru memutuskan merawat anjing. Semoga dengan begitu anjingnya bisa selalu sehat dan bisa hidup lama.
April Hamsa


Bener juga merawat anjing lebih banyak tanggung jawabnya daripada hewan berkaki empat lainnya seperti kucing, atau domba ya…
Apalagi di tempat saya nih, di pedesaan, jauh ke pet shop apalagi dokter hewan
Kalau ada apa-apa gimana bisa cepat mengatasinya?
Tapi bukan berarti ga ada yg memelihara anjing
Banyak disini yg memelihara anjing, khususnya petani dan perkebunan yang punya lahan di pedalaman
Di sana masih ada babi hutan yg suka ganggu tanaman. Jadi mereka memelihara anjing buat menghalau atau berburu hama
Sayangnya ya dipelihara gitu aja. Asal dikasih makan. Tidak diperhatikan hal lain sebagaimana dalam artikel ini bagaimana merawat anjing sebaiknya
Jadi benar kalau a dog is human’s best friend?
ternyata merawat dog lebih rumit (dan mahal jugaa)
Kalau daku suka lihat siberian husky tapi belum berani megang hahaha
Itulah kenapa aku lebih memilih pelihara kucing walaupun sayaaaang banget dengan anjing.
Karena memang anjing itu butuh komitmen nya lebih gede, trutama ngajakin dia jalan2 supaya energinya bisa keluar. Aku ga kebayang kalah pelihara anjing , yang besar pula, trus cuma ditaro dalam rumah. Stress dia pasti.
Belum lagi yang bukunya tebal, macam husky, itu wajib rumah dingin , karena dia bisa kena heat stroke kalau sampe kepanasan. Jelek2nya bulu rontok.
Banyak sih checklist untuk melihara anjing ini. Karena sadar diri ga mampu, jadi yo wislaaa, kucing aja yang lebih mandiri hahahahah.
Dan lagi suamiku takuuuuut banget anjing mba, takutnya with beneran takut kalau ketemu. Pernah dia ga mau turun dari mobil pas ke rumah budhe nya , karena si budhe pelihara 5 ekor 🤣🤣. Dan tiap ada tamu mereka rajin menyambut semua tamu hahahahahhaa. Terpaksa tuh anjing2 aku bawa masuk ke kandangnya dulu, baru suami mau turun dari mobil 😂
Jadi memang ga mungkin pelihara di rumah. Drpd aku dan suami pisah rumah 🤣
Bener banget nih, buat para Dog lover, harus extra dalam merawatnya dan melatihnya agar lebih bisa lebih pet, jangan anjing banget. abisnya dulu sewaktu SMP saya pernah tinggal di komplek, terus ada yang pelihara Anjing, dan Anjing banget tiap saya lewat pasti anjing itu ngejar, dulu tiap berangkat dan pulang sekolah pasti olahraga sprint kalo lewat rumah orang itu, harusnya gimana caranya supaya tu Anjing ga ngejar orang gitu lho. sampe sekarang masih dendam tuh sama anjing jenis itu.
Eh tapi bener juga ya amerawat anjing itu butuh effort lebih drpd kucing secara anjing pada umumnya ukurannya jug alebih besar drpd kucing sehingga butuh space lebih,,,
Dari segi makanan juga pasti lebih mahal karena badannya yang lebih besar otomatis makannya juga bahan dan bener juga sie soal toilet training ini..sepertinya anjing memang terbiasan buang di tempat suka2 mereka tanpa harus ditutup lagi, beda dengan kucing yang setelah mereka pup ato pip otomatis mereka kemudian menimbunnya meski beberapa kucing kadang suka2 gue hehe
Di sekitar rumahnya juga ad nie yang tiap pagi ngajak jalan2 anjingnya, biasanya mereka mengajak dua ekor dan jenis anjingnya ini guede banget, aku gak tau jenis apa,,dan masing2 dibawa sama seorang pawangnya dan mereka juga bawa plastik tuhhh sepertinya buat ngambil pup kalo mereka tiba2 pup sembarangan pas lagi jalan2
merawat anjing tantangannya banyak terutama dia suka diajak jalan ke taman. Di rumah saja dia akan bete dan tentu saja dia butuh suasana baru. Bagusnya buat pemilik, jadi aktif gerak karena anjing butuh perhatian lebih
Bagi pecinta binatang, anjing in katanya termasuk hewan yang setia. Saya pernah dengar ada cerita-cerita bahwa anjing yang dibuang di suatu tempat akan menunggu pemiliknya untuk datang kembali di tempat tersebut. Saya juga pernah dengar cerita bahwa anjing ini akan setia menunggu pemiliknya, padahal si pemilik sudah meninggal dunia. Sebegitunya setia anjing, mungkin karena perawatannya yang luar biasa dari si pemilik.
Ternyata perawatan anjing lebih rumit ya dibandingkan kucing. Secara pebentukan habbitnya memang lebih sulit dan lebih telaten. Saya mengetahui dari cerita teman kerja saya tentang anjingnya. Saya sendiri ga memelihara binatang. Kalau dulu pernah pelihara kucing
Namanya memelihara binatang maka sudah seharusnya kebtuhan makan, kesehatan juga harus diperhatikan
Tetangga daku ada yang merawat anjing dengan apik, tapi ada juga yang kurang. Nah yang kurang ini agak ga asik, karena kalau sudah berkeliaran di luar malah kurang memerhatikan kebersihan.
Sedangkan yang apik merawat, keren anjingnya. Bulunya itu terawat bagus dan badannya juga sehat. Sebenarnya daku pengen mendekat, cuma karena sudah makin besar badan anjingnya jadi takut haha.
Jadinya memang bener sih, kalau memiliki hewan peliharaan kudu apik merawatnya, sehingga yang sehat tidak hanya pemiliknya aja tetapi juga anabulnya
Emang bener sih, pelihara anjing tuh rasanya beda banget dari kucing karena butuh komitmen waktu ekstra buat nemenin jalan sore atau malam.
Jangan sampai kelewatan merhatiin jadwal makan sama kebersihan kandang biar mereka tetap sehat ya kak…… Kadang hal-hal sepele kayak gitu suka kelupaan kalau kita lagi sibuk. Apalagi ngeliat tips milih makanan berkualitas kayak BOLT Dog Food, ngebantu banget buat yang masih bingung takaran gizinya biar anjing kesayangan nggak gampang sakit.
Wah, baca ini aku baru tahu ternyata merawat anjing jauh lebih banyak yang harus diperhatikan ya mbak
Anakku masa kemarin bilang pengen punya anjing, dahlah cukup kucing aja, haha
Aku gak pernah sih merawat anjing tapi ada temanku yg punya anjing lucu banget yang bulunya lebat bgt sampe menutpi matanya itu loh. Nah aku liat perawatannya gak susah2 amat tp gak yg mudah2 bgt jg. Saran dari mbak april ini kayanya praktis bgt buat diterapkan
Merawat anjing ternyata emang bukan sekadar soal kasih makan dan mengajaknya jalan-jalan ya mbak April.
Ada banyak hal kecil yang perlu diperhatikan supaya anjing tetap sehat, nyaman, dan tentu saja tidak gampang stres.
Panduan seperti ini menurut aku tuh penting bangeg, terutama buat orang yang baru pertama kali memelihara anjing dan masih sering bingung harus mulai dari mana.
Kadang kita udah ngerasa menjadi pemilik yang baik, padahal si anjing mungkin punya penilaian sendiri. 😂
Apalagi kalo udah soal makanan, jadwal jalan-jalan, dan perhatian, mereka kayak punya alarm khusus yang bunyinya selalu tepat waktu.
Intinya, punya hewan peliharaan juga berarti siap menjadi bagian dari rutinitas dan kehidupan mereka, bukan sekadar punya teman bermain di rumah ya mbak April.
Betul banget mbak April, merawat anjing itu memang lebih kompleks dan sulit jatohnya. Aku ada teman yang memelihara anjing, saat usianya sudah mulai tua, rentan sakit-sakitan juga. Dan kudu super telaten merawat harian.
Seperti yang Mbak jabarkan, banyak checklist nya. Nah, terkait asupan nutrisi atau makanan syukurlah ada BOLT Dog ya food ya.
Dari cerita Budhe mbak pun jelas kelihatan, kalau melihara anjing butuh effort lebih.
Siap mengadopsi berarti harus siap merawat dengan sepenuh hati ya, supaya mereka tetap sehat dan panjang umur. Dan ternyata merawat doggy serumit itu, belum lagi masalag toilet training harus esktra sabar. Di balik doggy yang sehat dan lucu ada babu yang selalu merawat sepenuh hati sepanjang waktu.
Ternyata merawat anjing lebih susah daripada merawat kucing ya. Buat yang nggak hobi perlihara hewan kadang mikir repot amat ya pelihara hewan. Nggak kalah repot sama membesarkan anak hahaha… Tapi ya gitu lha. Namanya juga hobi. Bebas aja selama positif 😁
Dulu aku punya Guguk dan kucing juga mbak. Dan bener, pelihara dua makhluk tuh yang paling kerasa emang si guguk.
Dia kalau udah waktunya jalan² dan kalau di rumah doang tuh, bakal riwil kayak bocah tantrum. Nyalak². Atau kalau laper tapi si empunya lupa kasih makan dia pun bakal nyalak kalau nggak ngambek. Sementara kucingku sendiri tuh lebih mandiri daripada si guguk, pokoknya ada pasir sama makanan di piringnya masih, kalau lapar atau mau BA bakal cepet tau.
Cuma ada satu hal yang sampe sekarang kuingat. Si guguk tuh setia banget sama yg ngerawat. Pas ayahku meninggal, si guguk bahkan ada di sampingnya jenazah ayahku. Kalau si kucing dia sibuk dengan permainan talinya di kebun belakang. huehehe.. 😂
Mungkin karena sifatnya yang kayak itu, pengaruhnya juga ke perilaku mereka pada yg ngerawat juga kali ya.. hehehe.. 🥹
Daku pribadi suka banget Mba sama anjing. Tapi cukup dipandang dan dielus saja. Karena apalagi baca kerepotan begini aku pun belum sanggup. Heheh
Memelihara anjing lebih sulit daripada memelihara kucing, sebagai seseorang yang memang pernah memelihara keduanya, saya setuju banget. Ada banyak alasannya sih. Selain karena ukurannya lebih gede, kadang buat lebih dekat dengan anjing itu ada perasaan takut, takut digigit dan tetiba ada rabies. Saya baca, anjing lebih mudah rabies ketimbang kucing.