BSD City merupakan kawasan yang dikenal runner friendly di sekitar Jabodetabek. Gimana, nggak, tepian jalan alias pedestriannya cukup lebar, masih banyak pepohonan teduh, serta punya banyak rute menarik untuk dilintasi. Salah satu yang paling populer adalah rute manga (mango loop). Disebut mangga, karena kalau di apps Strava rute larinya membentuk gambar buah manga. Banyak kafe yang mengelilingi rute ini, sehingga kalau kehausan maupun lapar, para runner bisa mampir ke salah satunya. Aman, deh, perut, kalau lari di sini.
Makan nasi tim ayam di Primocasa.
Namun, kali ini, saya ingin memperkenalkan beberapa kafe lain yang berada di luar rute manga, yang juga runner friendly. Saya sudah mencoba kafe-kafe ini sendiri, ketika lari bareng komunitas lari SGS di sekitar sana.
Ok, langsung saja ya, berikut adalah tiga kafe di BSD City yang runner friendly di luar rute mangga:
Primocasa Nusantara Fusion Restaurant & Cafe
Kafe ini memiliki nama panjang Primocasa Nusantara Fusion Restaurant & Cafe, tetapi supaya lebih gampang kita sebut saja Primocasa, ya. Primacosa ini merupakan salah satu kafe yang rutin berkolaborasi dengan komunitas runner. Sesuai namanya, Primocasa ini menyajikan hidangan nusantara dengan cita rasa yang dipadukan dengan sentuhan modern atau bahkan kuliner internasional.

Bagian dalam Primocasa.
Berdiri di atas bangunan dua lantai, menu andalan Primocasa antara lain sate maranggi saikoro yang katanya memakai daging wagyu, nasi goreng saikoro, sup iga, sup buntut, bakmie ayam, dll. Tersedia juga aneka camilan seperti pisang goreng, singkong goreng, serta yang paling unik adalah capybara pudding.
Kemudian, untuk minuman mereka menyediakan aneka macam es kopi, es teh leci, dll. Kalau untuk signature-nya, Primocasa memiliki minuman berry blis yang merupakan kombinasi segar antara buah-buahan berjenis berry yang dicampur dengan yogurt. Baru-baru ini, kafe ini juga membuat minuman ube sauce yang merupakan perpaduan ubi ungu dengan yogurt.

Berry blis dan teh leci.
Waktu itu di sana saya mencoba nasi tim ayamnya. Porsinya mini, tetapi menurut saya pas sekali buat orang-orang seusia saya yang udah tidak bisa makan banyak. Nasi tim ayam ini disajikan dalam piring yang cukup besar dan berbentuk cekung. Nasinya berbentuk cetakan mangkuk terbalik dan diberi topping ayam cincang plus jamur. Nasi tim ayam ini disajikan dengan kuah pendamping yang terbuat dari kaldu ayam bening di mangkuk terpisah. Ketika disajikan, menurut saya kok mirip-mirip ya dengan nasi hainan, hehe.

Nasi tim ayam dan capybara pudding.
Rasa nasi ini kombinasi antara manis dan gurih yang seimbang. Tekstur nasinya sangat lembut karena berupa nasi tim. Paling enak dimakan hangat-hangat. Comfort food, gitu, lho.
Untuk minumannya saya mencoba teh sereh-nya yang rasanya nastel, alias panas kentel, hehe. Sempat mencicipi singkong goreng yang gurih dan pisang gorengnya yang manis, renyah banget. Kalau teman-teman datang ke sini, jangan lupa beli gorengan ini, deh.

Aneka gorengan dan teh sereh.
Di Primocasa ini tersedia private room yang bisa disewa buat acara atau meeting. Lalu, kafe ini juga menjual produk home care dan auto care. Mungkin yang punya usaha produk-produk tersebut masih satu keluarga, kali, ya?
Kafe yang berlokasi di ruko perumahan Greenwich BSD ini buka setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB. Namun, kalau ada komunitas runner yang berkolaborasi dengan kafe ini, mereka akan buka lebih pagi lagi.
Alamat: Greenwich Business Park, Jl. Bumi Botanika No.17 Blk C16, Lengkong Kulon, Kec. Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten 15311.
Double Dose Cafe
Double Dose berlokasi di Delrey Biztown, BSD. Berdiri di ruko dua lantai, kafe ini juga kerap berkolaborasi dan bikin event dengan komunitas-komunitas pelari. Waktu buka kafenya setiap hari dari jam 07.00 pagi sampai 20.00 malam WIB.

Waktu lari 17 Agustusan di Yatta.
Di kafe ini selain minuman, juga menyediakan cake dan pastry. Kalau mau memesan kue di sini buat event juga bisa, lho.
Kafe ini juga menjual makanan yang tengah hits belakangan ini, yakni kunafa cake. Itu, lho, kalau tidak keliru, makanan penutup tradisional khas Timur Tengah yang katanya lembut bagian dalamnya tetapi renyah di luar. Saya juga belum pernah makan, sih, haha. Next, kalau berkesempatan ke sana mau beli, ah.

Kunafa cokelat.
Waktu itu saya cuma membeli cheese cake-nya aja. Kue kejunya ini bener-bener enak, deh. Krim kejunya sangat lembut di mulut, rasa kejunya benar-benar dominan, sehingga gurih kejunya lebih menonjol ketimbang manisnya. Trus, uniknya cheese cake ini disajikan dengan chocolate crunch yang renyah.
Trus, buat minumannya, waktu itu saya memesan kopi andalannya, yakni double dose latte. Meski ini kopi susu tetapi rasanya tidak terlalu manis. Komposisi antara kopi dan espresso-nya menurut saya cukup seimbang. Teksturnya juga lembut, creamy, dan aftertaste-nya tuh meninggalkan rasa manis gurih di lidah. Cocok deh ngopi ini sama menikmati cheese cake-nya.

Double dose latte dan cheese cake.
Buat yang bertanya-tanya apakah ada makanan berat di sana. Hmmm, ada, sih. Seingat saya waktu itu ada teman yang memesan bakmi ayam. Ada yang berkuah, ada yang mie yamin. Menu lain seperti pasta atau nasi sepertinya juga ada.
Untuk suasana kafenya, menurut saya cukup nyaman ya. Terdiri dari dua lantai, masing-masing lantai ada toiletnya, sehingga kalau duduk di lantai atas kebelet ke toilet nggak perlu repot-repot turun ke bawah. Menurut saya kafe ini juga cocok sekali buat WFC. Lokasinya pun tenang, gitu, lho, vibes-nya.
Alamat: Delrey Biztown Blok A1.12, Jl Lkr. Botanika Selatan Jl. BSD Raya Utama Utara Blok A1.12, Lengkong Kulon, Pagedangan, Tangerang Regency, Banten 15331.
Yatta Connect Space
Buat yang sering WFC di BSD, bisa cus menjadikan Yatta ini sebagai jujugan, deh. Yes, selain sebuah cafe, Yatta ini juga menyediakan coworking space/ creative hub, gitu. Sepertinya ruangan WFC ada di lantai atas, sedangkan lantai bawah untuk mereka yang mau ngopi-ngopi.

Yatta cocok buat WFC.
Yes, Yatta menyediakan menu kopi dan non kopi. Waktu ke sana, sayangnya saya belum nyobain kopinya, karena abis lari pengen terhidrasi dengan baik, akhirnya memesan es air kelapa. Adem, segar, dan manisnya alami dari kelapanya.

Es kelapa buat hidrasi setelah lari.
Selain minuman, Yatta juga menyediakan makanan seperti mie dan pasta, juga aneka camilan. Kapan-kapan kalau ke sana lagi kayaknya mau memesan makanan beratnya, deh.
FYI, Yatta buka setiap hari. Kalau Senin-Jumat pukul 08.00-19.00 WIB, sedangkan Sabtu-Minggu 07.00-19.00 WIB. Lumayan pagi yaaa. Itulah sebabnya, Yatta juga sering berkolaborasi dengan komunitas-komuntas runner.
Kalau kebetulan teman-teman berlari di area Lengkong Kulon, BSD, bisa banget mampir ke sini.
Alamat: Jl. Bumi Botanika No.D10, Lengkong Kulon, Kec. Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten 15331.
Itulah teman-teman 3 kafe di BSD City yang runner friendly. Jadi, misalnya, teman-teman berlari di luar rute mangga dan dekat dengan alamat kafe-kafe yang saya sebut itu, mampir yuk! 😀
Semoga informasi ini bermanfaat 😀 .
April Hamsa


Menarik banget, ternyata mencari kafe yang nyaman untuk runner juga bisa jadi pertimbangan setelah olahraga. Saya suka konsepnya, apalagi kalau tempatnya bukan cuma nyaman untuk makan atau ngopi, tapi juga mendukung kebutuhan para pelari. Jadi penasaran dengan kafe-kafe di BSD yang dibahas di tulisan ini, siapa tahu bisa jadi pilihan setelah lari bareng teman atau keluarga.
BSD tuh perkembangannya kaya gak pernah berhenti. Tiap maen ke sana terasa manglingi terus. Termasuk juga dengan kafe-kafe nya. Entah gmana Tangerang kalau ga punya BSD..
Hadirnya komunitas-komunitas runner bisa banget kerjasama same kafe, ya. Which is simbiosis mutualisme. Kalau orang sini mah bilangnya Runner Culture. Olah raganya dapet, nongkrong culture di kafe nya ga ketinggalan 🙂
Kalau saya sendiri tertarik dengan Teh Sereh dari Primocasa. Kebayang segernya neguk minuman itu sembari istirahat setelah berlari. Di minum hangat-hangat sambil menarik nafas setelah berolahraga, kebayang badan makin sehat sepertinya.
Yatta sama Double Dose cocok nie buat yang suka lari pagi, karena mereka sudah buka sejak pagi jadi bisa buat jujugan sarapan juga ya mb habis lari …meskipun akhirnya kalori yang masuk leboh banyak dari kalori yang kita keluarkan…hehe ini sepertinya saya deh wkwkwk…
Btw aku juga suka nasi tim tuh..kalo yang sering aku beli bisanya nasinya juga lebih lembek daripada nasi biasa yaa cocok buat yang lagi males ngunyak ato kalo lagi gak enak badan apalagi ada tambahan sup nya jadi anget di badan 🙂
Sepertinya kita sama mba Er, kalori yang masuk lebih banyak dari pada kalori yang keluar, karena kalau sudah capek lari ketemu makanan biasanya khilaf. Padahal saya larinya juga belum konsisten he…he….
Walau jarang ke BSD, tapi aku tahu di sana memang buanyaaaak banget cafe menarik. Enak2 pula. Soalnya aku ada sepupu di sana yang juga suka wiskul, dan sering posting tempat2 makan yang dia coba di kawasan BSD sekitar. Kadang udh kepikiran mau staycation di sana, tapi waktu aja ga pas. Kalau staycation, kan bisa sambil cicipin banyak kafe nya.
3-3 nya menarik mba, walau mungkin yang jadi incaran ku si primocasa. Apalagi ada gorengan enak , dan menu beratnya banyak macam. Tertarik nyobain nasgor saikiro dan sup buntut 😍😍😍.
Memang kebayang sih, abis lari trus isi tenaga di sini lagi 😄🤭. Capibara pudingnya lucu ameeeeeet 😍😍😍😄.
Berry blis Ama teh leci, ini juga kebayang segeeeeer sih. 😍
Aku juga penasaran sama nasgor saikironya mbak. Sate maranggi saikoro juga. Biasanya sate marangi yang aku makan tuh pakai daging ayam. Kebayang sih kayaknya nikmat di lidah.
Setuju kalau capybara pudding-nya lucu. Kayanya nggak tega mau dimakan hehehe…
Selain itu ada satu lagi yang bikin penasaran dadi menu di Primocasa yaitu ube sauce.
Dilihat dari kafe dan menu-menunya sih oke-oke, tidak hanya buat runner, tapi bagi pengunjung atau konsumen yang larinya hanya 1 meter, tapi langsung ingin makan banyak, haha. Tapi, kalau melihat menu-menu yang ada dan mungkin kebanyakan gula, apa nggak jadi ambigu itu, ya? Satu sisi lari untuk menjaga kesehatan, tapi sisi lainnya memasukkan banyak gula ke dalam tubuh atau banyak kalori. Jadi kayak gimana gitu, ya?
Tinggal disesuaikan ya, lagi pas di spot yang mana dekat dengan kafe-nya. Dan pilih menunya yang memang cocok juga dengan kondisi badan. Kalau sama daku mungkin bisa balas dendam eh gimana gimana 🤣🤣
Kafe yang bikin happy pasca mengeluarkan banyak kalori dari berlari.
Cuma tentunya harus tetap hati-hati jangan sampai lupa diri.
Nanti yang ada malah kalap menyantap sana-sini,
eh jadinya kelebihan kalori yang kudu olahraga dari awal lagi hihi.
Pas banget buat referensi kalau nanti main ke BSD. Baru tahu kalau Primocasa punya menu nasi tim ayam yang mirip nasi hainan, bikin penasaran sama rasanya yang manis gurih itu. Apalagi ditambah rekomendasi pisang goreng dan teh serehnya, duh, ngiler banget euuuyyyy. Bayangin habis capek lari terus nemu makanan yang hangat dan nyaman di perut, rasanya pasti pas banget.
apalagi cheese cake dengan chocolate crunch itu kedengarannya unik banget teksturnya. Kalau Yatta, pilihan es air kelapanya juara banget sih buat balikin cairan tubuh pas habis keringetan.
Maoooooo semuaaa
Cieee anak runner sekarang
Cari kafe pun kudu yang runner friendly ya..
Haha
Kapan kapan klo ke Surabaya, aku ajak ke Unsur, kopi buat pelari kalcer di surabaya
Ada kamar mandi dengan shower, sengaja buat anak runner yang mau mandi habis lari
saya penasaran, saya sampai serch rute mangga ini, Mbak. Dan ternyata benar rutenya berbentuk buah mangga. Tapi semua cafe di atas ini rekomeded. tempatnya asyik dan nyaman. Terus sekrang singkong goreng sudah naik kelas ke Cafe ya. terus strateginya jitu, bekerjasama dengan komunitas lari. Jadi sekalian promosi juga
Menarik juga ya mbak April deretan katanya. Ternyata abis lari itu bukan cuma perkara cari air minum, tapi bisa sekalian cari tempat buat “balikin mood” lewat makanan 😄
Saya malah jadi tertarik sama konsep kafe yang mau berkolaborasi dengan komunitas runner begini. Olahraga dapat, nongkrong dapat, perut pun ikut bahagia.
Tinggal satu masalah: kalorinya jangan sampai balik lebih banyak daripada yang dibakar pas lari, hehe.
Nah itu kak, mantapnya yak.
Mana pas pula lagi tempatnya itu strategis, jadi lepas gerak tubuh bisa langsung mengisi asupan tubuh juga.
Palingan ya jangan sampai kalap pula.
Kan udah dikeluarkan kalorinya, ya masa jadinya hap-hap sangking lupanya karena melihat makanan lezat
Pas lihat foto nasi di atas aku malah salfok sama pudingnya kukira itu badak ternyata capybara. Hehe. April ternyata sekarang ikut komunitas runner yaa. Seru banget nih pastinya lari sama teman-temannya dan ikutan event lari juga kemarin ya?
Wah Cocok nih buat Para pelari yang akan melakukan kegiatan lari di area BSD karena memang kebutuhan agak berbeda dan suasananya santai dulu pernah ada event lari di sana saya sempat bingung mau nongkrong di mana karena agak malu juga sih bajunya basah karena habis lari kan
Aku awalnya sungguhan bertanya-tanya.. manga ini buah apa.
Ternyata beneran typo yaak.. Mangga.
Ketiga cafe di BSD ini mashaAllah.. sangat menarik dengan menu kekiniaan yang ngebalikin mood dan energi abis larrii…
Aku juga punya pengalaman menyenangkan pas nungguin mobil di serpis di salah satu bengkel di BSD dan nunggu di kapisyop.
MashaAllah.. orangnya yang punya meuni sholiih.. sholat jum’at, kita diminta nunggu di luar ((karena mau ke masjid)) dan aku beli cemilan sama minum cuma abis under 50.
MashaAllah yaah..
kalo ada cafe nyaman, wifi lancar dan harga hemat. Kusukaaa~
Haha iya autotext dari microsoft words kyke, judah dibeneriiiinn. Kalau ke BSD lagi kabar2in yak, ntar takparanin =))
Keren ya ada cafe yang bisa berkolaborasi dengan komunitas runner begini. Jadi kita tidak perlu khawatir kekurangan amunisi, selesai lari bisa recharge energi, makan dan minum di sana.Dari ketiga cafe ini saya justru tertarik dengan Yatta karena ada menu air kelapa, bisa mengembalikan cairan tubuh yang keluar pas lari, seger juga apalagi kalau dingin.
Mbak April makin rajin larinya ya… Enak sekalian nyobain kafe-kafe di sekitaran sana ya. Ternyata di jalur runner banyak tersedia kafe yang nyaman. Bahkan ada yang suka kolaborasi dengan komunitas lari.
Paling menarik buat aku sih Primocasa Nusantara Fusion Restaurant & Cafe.
Mantaaapp Mbaaa… keren banget sekarang lagi aktif lari ya.. seru banget nih rekomen kafe kafenya. Belum ada yang pernah aku datengin >.< nanti mungkin bisa icip bareng paksu kalau mau ngedate
Ada tiga kafe semuanya memiliki keistimewaan ya…
Kalau berurutan saya terkesan dengan Primocasa dulu.
Terbayang luasnya karena ini terdiri dari dua lantai. Jadi penasaran sama menu andalan Primocasa, sate maranggi saikoro. Pasti beda lah sama Maranggi Sari Asih Cianjur ya. Haha… kalau maranggi saikoro memakai daging wagyu, kalau maranggi Sari Asih kan tetelan dan sebagian daging sesuai pilihan pembeli.
Beneran konsep kuliner internasionall ya secara ada tersedia lengkap. Mulai nasi goreng, sup iga, sup buntut, bakmie ayam, dll.
Ada juga camilan seperti pisang goreng, singkong goreng, dan yang unik ada juga capybara pudding.
Kirain kalau pelari udah mulai mengatur gaya pola makan, seperti mulai meninggalkan gorengan, gitu. Hihi… tapi kalau gorengan di Primocasa direkomendasikan, mana bisa tahan mau nolak ya…
Selagi sehat, lanjut aja cicip dan seruput es kopi, es teh leci, dll.
Termasuk minuman ube sauce yang merupakan perpaduan ubi ungu dengan yogurt. Bikin penasaran kan ya itu…
Seru kalau ada komunitas running yang bisa kolab sama cafe, jadi habis running bisa nyempetin icip-icip isi perut di sana. Mana bisa bareng temen-temen running juga, kayaknya seru. huehehehe.. 😀
Tapi kok aku tertarik sama double dose itu ya. Cakenya yang pistachio itu menggoda sweet toothku. Hehehe.. Tapi kalau ke Cafe buat WFC, entah kenapa di aku nggak pernah berhasil mbak. Beberapa kali datang ke cafe yang recomen buat kerja, lha malah sering isi tumbler kopi, sama banyakan nyemilnya. Kerjanya kayaknya hanya 10 persen mbak… Makanya skg udah jarang banget buat WFC, adanya WFL (work from library) sampe jemput anak sekolah.. 😀
Widiih, pelari kalcer kitaaa makin tsakeeppp dan looks so younger kamu, Pril!
Aselik, kagak pereuss eikeehh.
Lebih bahagia dan shining shimmering splendid gitu loh dirimuu, kayak sik umur 30!
Btw, aku juga sukaaaa pol ama vibes BSD City,
saban main ke rumah adekku di Pamulang, dia tuh slalu ngajak hangout ke BSD.
Nah, selama ini kami makan palingan di mall atau di RM Padang atau Nasi Kapau gitu.
Pankapan boljug nihhh cobain aneka kafe yg ciamik bener dah.
Tingkyuuu, Pril!
Mantaap ini sih pelarinya gka akan kehabisan tengaa karena sumber asupan tenaganya tersedia dimana mana hehehe….nyaman nyman lagi cafe nya…enakeun suasananya. Menunya juga dijamin bikin perut kenyang jadi bisa lari denvan semangat 45 membara hehehe…
Daerah BSD itu rame banget yaaa , udah kek pusat kota sendiri. Padahal ini perumahan kaan cuma luas bangeet yaaa….
asik juga ya kalau ada cafe-cafe yang sering kolaborasi dengan komunitas lari. Aku sebagai anak komunitas lari di kotaku, memang cukup sering tau kalau ada event lari kebanyakan sekarang start finishnya dari cafe-cafe di Jember. Menarik juga sebenernya ini, mungkin bisa disebut soft selling juga ya.
Aku penasaran sama kunafa coklat, selama ini kalau aku nemu jajanan yang viral memang jarang aku beli, kadang ada yang kurang suka atau mungkin memang lagi belum tertarik aja.
Paling tertarik dengan Primocasa, namanya estetik banget, casa itu bahasa Spanyol kan? Kebayang nasi tim lembut dengan porsi yang pas.
Anyway Mbak April lebih suka minuman hangat dan no/less sugar ya?
Afirmasi positif dulu, punya rumah di BSD City lalu puas-puasin lari di rute mangga dan cobain satu-satu cafe di sana.
Masing-masing cafe punya menu istimewa. Teh sereh, kunafa cake dan es air kelapa sepertinya menarik. Tapi menu-menu lain pastinya juga enak ya. Jadi untuk para runner nggak perlu khawatir karena ada cafe-cafe yg runner friendly dengan menu yg cocok.
Huaaaah mantep nih, abis lari lari pagi disini kan ya. kelar keringatan bareng temen-temen komunitas, nongkrong di Double Dose sambil nyicipin cheese cake lembutnya sepertinya pilihan paling pas buat balikin tenaga. Catat deh daftarnya buat agenda akhir pekan besok kalau pas mampir ke daerah sana.
Sungguh menarik untuk dicoba sekaligus penasaran
Kalo bisa ke sana, jadi pengen coba apalagi bisa buka laptop sambil bisa me time gaya-gaya aku.
Olahraga lari lagi naik daun ya. Ini menginspirasi kafe kafe untuk membuat kafenya jadi runner friendly ya…
Biar ikutan hype
Cafe yang direkomendasikan tampaknya nyaman nih mbak, ga hanya interiornya tapi aneka menu dan vibesnya juga asyik. Enggak hanya untuk pelari tapi juga nyaman untuk pekerja WFC.
Porsinya pas ya mbak untuk kita yang memang sudah ga bisa makan banyak, bukannya mau sok diet tapi emang perutnya sudah ga muat
Salfok ama menu di Primocasa. Mgkn krn ada kabel nusantara, jd masakannya beragam ya kak.
Aku malah kaget ada sate maranggi tapi saikoro. Pake daging wagyu loh. Ini nih sate maranggi next level dong.
Marketing nya luar biasa nih Primocasa. Bikin nama yang unik termasuk capybara puding. Ini gmn deh ceritanya dan bentukannya? Jadi pengen ke sana deh.
Seru juga ya cafe-cafenya bekerja sama dengan runner jadi kalau ada event lari nggak pusing mikirin mau nongkrong di mana. Aku sendiri penasaran nih sama BSD ini karena terkenal banget dari dulu. Apakah ini komplek perumahannya gede banget, Pril dan kayaknya berkembang terus ya?
Menarik banget sih, jadi habis lari bisa sekalian ngopi dan istirahat tanpa harus buru-buru pulang. Apalagi kalau tempatnya nyaman dan pilihan menunya enak, cocok banget buat jadi tempat nongkrong setelah olahraga.
Ketiga kafe yang mbak spill ini semua sangat menarik dan menyuguhkan menu bersahabat sama para runner. Apalagi di cafe kedua ada teh sereh juga. Nah terpenting jam buka cafe lebih pagi. Meski yang paling Wahid itu bukanya siang, tapi karena ada kolaborasi sama komunitas lari mereka buka lebih pagi, asli respect banget.
BSD ini best memang terkait area buat pejalan kaki dan pelari. Sejauh aku beberapa kali kesana, beda banget sama Bogor hehe. Enakeun lari di BSD, sayangnya jauh aja dari rumahku. Kalau dekat dah pasti sering kesana.