Kawasan BSD City, terutama area BSD Barat, cukup terkenal dengan keberadaan kafe-kafe estetik dan kekinian yang sering jadi tujuan buat work from cafe (WFC). Sayangnya, nggak semua kafe itu ramah buat kerja berjam-jam, apalagi kalau tarif parkirnya dihitung per jam, huweeehh bikin kantong jebol! Huhu. Namun, tenang, teman-teman, saya mau spill satu kafe yang bebas biaya parkir. Namanya Sositi Coffee & Bar. Selanjutnya kita sebut “Sositi” aja ya supaya ringkes.
Sebenarnya, saya udah mengenal Sositi ini udah lama, karena lokasinya dekat dengan “sekolahan” anak-anak saya. Agak seberang-seberangan, gitu, jadi sering lihat dan nglewatin. Lokasi Sositi ini berada di Foresta Business Loft Signature, salah satu kawasan ruko premium di west BSD.

Tampak depan Sositi Coffee & Bar.
Kalau teman-teman pernah ke BSD, lokasinya tuh di seberang dereta Gramedia World atau gedungnya Astra. Sederet dengan fedung BCA yang ada di perempatan QBig Mall. Strategis banget, kan? Gampang, lha, dicarinya.
Meski demikian, saya baru sempat mampir ke sana ketika komunitas lari yang saya ikuti berkolaborasi dengan kafe Sositi ini. Saya baru ngeuh, kalau ternyata kafe ini udah buka sejak pagi, tepatnya jam 07.00 WIB.
Hadeuh, ke mana aja saya? Keinget dulu, zaman masih suka nganter anak-anak, saya tuh numpang buka laptop-nya ke kedai kopi Fore yang ada di QBig. Tahu Sositi sudah buka sepagi itu kan mending saya ke Sositi hehehe.
Suasana dan fasilitas WFC di Sositi
BTW, meskipun lokasi Sositi ada di jalan raya besar, tetapi ambience kafenya cukup tenang, lho. Untuk mereka yang naik kendaraan ke sini, parkirnya ada di bagian bawah. Jadi, nanti masuk perkantoran/ ruko Foresta langsung ke bawah saja, lalu parkir di spot parkir Sositi.
Untuk menuju Sositi bisa melalui tangga yang menuju pelataran Foresta, kemudian masuk melalui pintu depan Sositi. Alternatif lain dari lokasi parkir langsung saja masuk ke pintu Sositi yang terkoneksi dengan lahan parkir lalu naik lift ke lantai atas.

Di meja ini kita bisa menunggu kopi kita dibuat oleh baristanya.
Begitu masuk melalui pintu kacanya, kita akan disambut dengan interior kafe yang didominasi perpaduan warna kayu cokelat dan cat hijau sage. Di sebelah kanan terdapat meja bar yang berada di meja yang sama dengan barista kopi yang tengah meracik kopinya. Kemudian, lurus dari pintu ada meja service sekaligus kasir di mana kita bisa memilih dan order menu makanan maupun minuman.

Pesan makanan di sini.
Di sebelah kiri juga terdapat high table yang menempel di kaca yang sekaligus berfungsi sebagai dinding kafe. Jika duduk di meja ini, maka kita bisa menghadap ke bagian luar kafe (pelataran Foresta dan Jl. BSD Raya Utama).
Masih di sebelah kiri, tak jauh dari meja bar dekat dinding kaca tadi, ada semacam meja/ table coffee berbentuk estetik yang bisa menampung dua orang. Lalu, di dinding sebelah kiri menempel beberapa bangku dan kursi.

Suasana kafe.
Satu lagi yang menjadi semacam pusat visual ruangan kafe adalah keberadaan long communal table di bagian tengah. Meja ini sepertinya sengaja diletakkan di sana untuk memfasilitasi pengunjung yang datang rame-rame seperti nugas bareng atau meeting. Mejanya juga cukup besar, aman buat menaruh laptop, buku-buku, dll.

Kafenya nyaman dan tenang buat WFC.
Selain itu, terdapat elemen berupa tanaman-tanaman artifisial yang menambah cantik ruangan. Ada pula hiasan kayu di langit-langit kafe yang memanjakan mata. Belum lagi keberadaan lampu gantung dengan desain minimalis tetapi cantik yang mengeluarkan warm white. Meski demikian, pencahayaannya membuat terang secara optimal.
Untuk jaringan WiFi dan colokan, jangan khawatir, namanya juga buat WFC, maka kebutuhan-kebutuhan tersebut disediakan di Sositi ini. Tak ketinggalan toilet pun juga ada di kafe ini. Menurut saya toiletnya cukup luas, juga resik. Maka, kalau ke sana, sebaiknya kita juga jaga kebersihannya bersama 😀 .
Buat yang bertanya tentang keberadaan mushola, sayang sekali Sositi belum menyediakan mushola khusus dalam kafenya. Namun, jangan khawatir kalau mau sholat bisa memakai ruangan serba guna yang berada di dekat pos security Foresta.
Makanan dan minuman di Sositi
Namanya, juga kafe, Sositi Coffee & Bar lengkapnya, maka Sositi udah pasti menyediakan beragam makanan dan minuman yang bisa dinikmati selagi kita WFC atau meeting di sana. Untuk makanan, Sositi menyediakan makanan berat, camilan, salad, serta pastry & cakes.
Makanan beratnya antara lain: sup tom yum, aneka pasta (pasta Bolognese, smooked beef pasta, fettucini, dll), nasi goreng, mala, nasi curry, club sandwich, dll. Lalu camilannya ada kulit aya krispy, jamur goreng, kentang goreng, tempe mendoan, bitter ballen, dll. Untuk pastry & cakes ada croissant, muffin, chiffon, dll.
Memandangi porsi nasi gorengnya, xixixi.
Waktu ke sana saya memesan nasi goreng tom yum. Pada dasarnya nasi goreng ini keknya memakai bumbu tom yum, gitu, deh. Cita rasanya asam, gurih, dengan aroma khas sup tom yum. Menu ini katanya masih lumayan baru di list menu Sositi.

Pesanan saya waktu ke sana.
Emejing-nya porsinya tuh gedheee, hehe. Saya tidak menyangka. Mana isian nasi gorengnya tuh banyak bener. Ada fishcake, fishball, crabstick, juga udang. Banyak deh, pantes kaya rasa 😀 .
Jujur, saya waktu itu nggak habis, tetapi boleh, kok, kalau mau dibungkus buat dibawa pulang. Hari gini gitu, lho, jangan buang-buang makanan, ya 😀 .

Nasi goreng tom yum yang kaya rasa.
Kemudian, buat minumannya saya memesan es kopi latte. Oh ya, tadi saya lupa menyebutkan minuman apa saja yang tersedia di Sositi ya? Yang pasti mereka menyediakan aneka kopi, ada kopi susu, ada kopi hitam, ada kopi seduh manual, dll. Mereka juga menyediakan minuman non kopi buat yang mungkin tidak bisa minum kopi, seperti teh, soda, mojito, dll.
Menurut saya, es kopi latte-nya tidak terlalu pekat, lalu tekstur susu/ crem-nya cukup pas. Tidak meninggalkan pekat atau pahit di lidah setelah diminum, clear, gitu. Es kopi latte ini menurut saya sangat cocok menemani nasi goreng tom yum yang menurut saya rasanya bikin lidah lebih bergoyang karena kaya rasa tadi, hehe.

Es kopi latte.
Untuk harga makanan dan minuman di sana sekitar Rp50.000-Rp70.000,-an per orang. Memang agak pricey, tetapi kalau niatnya buat WFC, percayalah, harga segitu tuh worth it, ya. Bisa kerja tenang, makan minum yang enak-enak, plus nggak pusing mikirin argo parkir walau di sana sampai malam (kafe tutup jam 21.00 WIB), karena free biaya parkir.
Buat yang tidak membawa kendaraan kalau ke Sositi pun bisa tenang, karena di Foresta ini ada halte bus BSD Link. FYI, BSD Link ini shuttle-nya BSD yang keliling start dari Pasar Modern Intermoda BSD ke beberapa lokasi di BSD. Shuttle bus ini gratis juga, ya. Cuma memang nungguinnya agak lamaan, bisa satu jam sekali lewatnya.
Oh ya, berikut alamat lengkap Sositi Coffee & Bar, jika teman-teman ada yang kepengen WFC di sana:
Semoga tulisan mengenai rekomendasi kafe di BSD yang nyaman buat WFC, sekaligus bebas parkir, Sositi Coffee & Bar ini bermanfaat, ya.
April Hamsa


Wah di Foresta toh tempatnya. Keren tuh. Dulu pernah ke kantor Astra, cuman ngelihatin apa sih Foresta ini kok bagus banget. Padahal kayak ruko2 biasa tapi mewah banget.
Dan beneran deh kawasan ini disulap dgn kehadiran kafe2 dan tenant terkemuka. Plus kantor2 bonafid sehingga pekerja di sana jg dianggap elit.
Pantesan kafe pada berjamur di sono. Ga terkecuali di Sositi ini. Keren tempatnya. Hommy bgt. Mana menunya enak bgt lagi tuh kak April. Jd pengen SFC dari sono deh kalo ke BSD lagi. Hehe.
Kayaknya kita samaan mbak ya, kalau makanan nggak habis bakal minta bungkus. Makanya aku biasanya bawa kotak makan di tasku. Jadi kadang minta tolong mbak atau masnya, buat masukin ke dalam kotak makan buat di bawa pulang. Itung-itung biar ga pake tempat sekali pakai lagi. 😀
Nasgor tom yum ini bikin kepo, selama ini tahunya di sup gitu dan berkuah. Sayangnya sayur di nasgornya kayak kurang ya mbak. Kalau ditambah jamur itu yummy, kan ada fishcake, fishball,dll Cuma porsinya tuh cukup banyak.. hehehe.. 😀
Aku juga suka minta bungkus kalau nggak habis. Selain mubadzir, sayang juga udah bayar. Apalagi kalau harganya nggak murah hahaha…
Tapi sering lupa bawa wadah sendiri. Ini jadi pelajaran sih.
Nasi goreng tomyum aku jg belum pernah makan walaupun beberapa kali baca menunya di kafe-kafe gitu. Soalnya rata-rata pedas dan aku nggak kuat pedas hehehe…
Yang dibeli mbak April tampak menggoda, apalagi porsinya besaaaar.
Namanya unik ya mbaaa 🤭. Awalnya aku pikir ini toko jual sosis 🤣🤣. Ternyata kafe kopi. Dan tempatnya baguuuus pula..kliatan sih, lokasi premium nya. Tapi bagus juga Krn free parkir yaa. Mau berapa lama kerja di sana, juga ga pusing mikirin parkiran.
Bagian dalam pun kliatan nyamannya. Enak buat kerja, tp juga untuk ngobrol bareng temen pun ayo aja…
Terlebih aku suka Krn pilihan menu yang beragam.
Ikut kaget liat porsi nasgor hahahahahhaha. Bisa sharing lah itu yaaaa.. 🤭🤭. Aku tuh sukaaa nasgor Tomyam. Pertama kali Coba dulu di Thailand. Eh enaaak, akhirnya malah ketagihan . Tiap ada menu ini, pasti pilih nasgor Tomyam.
Penasaran es kopi hitam nya. Kalau enak, berarti menu2 kopi lainnya pasti enak 🤭😄. Patokan ku itu sekarang kalau mau memfavoritkan cafe kopi 🤭.
Tempat yang menarik untuk dijadikan tempat WFC dengan fasilitas dan suasana yang memadai dan makanan yang bisa diterima oleh lidah apalagi parkirnya gratis ini yang bikin Jadi daya tarik Buat beberapa orang yang sebel sama tukang parkir yang tiba-tiba muncul minta uang parkiran
Sositi Coffee & Bar ini punya suasana yang tenang ya, pas buat wfc.
Apalagi nggak hanya menyediakan kopi, tapi ada makan beratnya. Pas buat lunch, mantap banget porsi nasi gorengnya
Samaaaaa kak, ditempatku ada mall yang parkirannya super mahal padahal didalam banyak gerai makanan enak enak, jadi males banget. Apalagi kalau nongkrong di kafe kalau argo parkirnya jalan terus, bikin nggak fokus kerja.
Mantap juga nih Sositi ini udah buka sepagi itu, jadi bisa nongkrong sekalina nganter anak sekolah. Nasi goreng tom yum nya keliatan menggiurkan banget porsinya, cocok nih buat nemenin nugas atau kerja seharian.
Kapan-kapan mesti cobain mampir ke sana langsung buat ngerasain sendiri suasananya sambil nyobain es kopi lattenya.
Sositi ini hawanya memang tenag, syahdu ya? Jadi memang cocok untuh mencari inspirasi atau malah WFH. Saya lansung ngiler melihat nasgornya, apalagi pas baca kalau spicy. Ini seperti hidden gem sih, karena biasanya cafe rame ada musiknya juga. Jadi pingin nyobain ke sana tapi kok ya jauh sekali, semoga next ada jodoh dan rezeki jadi bisa menikmati suasananya.
Sositi menyediakan berbagai macam makanan kalkuntidak mau makan berat bisa pilih pastri. Paket lengkap sih menurut saya jadi kita tidak bingung memilih menu.
Tempatnya besar yaa dan cocok banget memang buat jadi tempat nongkrong atau WFA apalagi dengan jumlah colokan yang memadai. Untuk harganya memang agak pricey sih yaa tapi kalau memang enak dan bisa membantu produktivitas kenapa nggak yaa
Sositi ini nyaman dan estetik sekali tempatnya. Lokasinya juga strategis. Parkiran pun mumpuni. Cocok banget buat WFC ya.
Itu porsi nasi goreng emang gede banget. Cocok lha kalau WFC biar makin lama makannya wkwkwkwk…
Bener sih, walaupun harganya agak mahal, tapi kalau buat WFC tetap masuk akal.
Foresta Loft ini banyak banget yang menarik ya. Kalau lewat suka salfok sama rukonya yang emang dibikin megah. Dapet satu lagi rekomendasi kafe nih. Buat nanti kalau anak yang kecil sudah ga petakilan banget bisa diajak ngafe.
nasgornya keliatan enak dan porsinya banyak ya 😀
area indoornya terlihat wah dan nyaman,konsepnya lebih kei ndustrial ya kalau diliat sekilas gini. Aku juga suka nih kalau nemu cafe yang suasaananya tenang seperti ini. Mau nugas jadi konsen juga.
start harga menunya memang cukup pricey ya, tapi selama masih worth itu,menurut aku masih oke oke aja
Namanya unik dan mudah di ingat, Sositi Coffee & Bar, entah ini berkiblat kemana untuk penamaan ini, tapi yang jelas nama – nama yang unik seperti ini gampang ingetnya.
Jarang juga ada cafe yang menyediakan bangku dan meja panjang seperti ini nih, jadi kalo ngafe nya ram – rame ngga usah repot buat narik meja kesana kemari, apalagi fasiltas colokan dll avaible, bisa banget buat di pake meeting dll.
Interiornya juga ngga kalah menarik nih, warna tembok dan paduan motif kayunya sanga mix n match, modern dan artistik, bikin betah.
Menunya spertinya tidak ada yang signature, tapi its oke karena memang kosepnya buat orang-orang yang nyari tempat buat WFC atau meeting estetik.
Mantap Sositi, bukanya dari jam 7 pagi .. jarang kan kafe bukanya dari jam segitu. Meja panjangnya itu akomodatif buat mahasiswa dan anak sekolahan kerja tugas ya, bisa gelar gambar besar, atau bikin project bareng.
Menarik juga, Mbak April! Ternyata Sositi Coffee & Bar bukan cuma tempat ngopi, tetapi juga bisa jadi pilihan buat WFC tanpa harus khawatir biaya parkir yang dihitung per jam. Saya tertarik dengan menu nasi goreng tom yum-nya, apalagi porsinya besar dengan isian yang beragam.
Buat saya.. mencari kafe yang nyaman buat bekerja memang bukan hanya soal kopi yang enak, tetapi juga suasana yang tenang dan fasilitas yang mendukung. Jadi penasaran ingin mampir ke Sositi kalau suatu saat berkunjung ke BSD.
Kadang yang dicari saat nongkrong itu bukan cuma kopi atau makanan enak ya mbak April, tapi juga tempat yang bikin betah ngobrol berlama-lama.
Apalagi kalau tempatnya nyaman dan cocok buat kumpul keluarga.
Review seperti ini ngebantu banget buat yang lagi cari referensi tempat makan di BSD tanpa harus datang dan coba-coba sendiri.
Jadi penasaran, kalau dibandingkan dengan kafe lain di sekitar BSD, apa yang paling bikin Sositi Coffee Bar ini layak dikunjungi lagi ya? Suasana yang premium itu atau malah menu masakannya? 😁
Juaaaarang banget kan ada kafe di BSD yang ngasih fasilitas parkir gratis begini. Apalagi kalau niatnya mau nongkrong atau kerja seharian, bikin hati tenang tanpa mikirin argo parkir yang bikin kantong bolong. Nasi goreng tom yum pesanan tadi juga kelihatan menggiurkan banget porsinya, pas buat nemenin nugas.
Kapan kapan kalau main ke daerah Foresta, wajib banget mampir ke sini buat ngerasain sendiri suasananya sambil ngopi santai.
Keren Sositi, bukanya jam 7 pagi, ini berarti persiapannya dari jam berapa, ya? Mungkin malah lebih cepat bangun daripada ayam jantan, apalagi belum pernah ada ayam jantan yang buka kafe macam begini. Dilihat dari menunya, sih, oke. Harganya juga oke, cocok untuk Mas Eko. Walaupun ada pula Eko yang kadang merasa kekurangan, apalagi kalau bukan ekonomi di era Prabowo ini!
Spot yang menarik nih buat bisa nugas dengan baik, tanpa perlu khawatir tempat dan nyari makan. Sebab tersedia satu tempat lengkap. Enak dah di BSD jadinya nih kak.
Paling sih kalau WFC ini jangan lupa beli makanannya, bukan hanya sekadar pakai tempat dan jaringan internet nya saja. Sehingga tercipta simbiosis mutualisme.
Belum pernah sih ke Sositi. kalau suatu saat kesini sudah ada rekomendasinya. Asyik banget ya suasananya, apalagi kalau bareng teman-teman kesini untuk makan bareng. Aku suka nuansa serba kayu gitu. Oh ya,semoga ke depan tempat buat shalatnya ada khusus pasti lebih oke.
Kebetulan banget akhir bulan mau ke BBW, bolehlah mampirin ke sositi buat ngedit video dulu sebelum pulang. Enakeun nih tempatnya terutama kursinya, beneran WFC friendly yaaa.
Kaget aku lihat porsi nasi gorengnya, gede bener lho mbak. Iya sih dari harga makanan dan minuman lumayan berasa yaaa. Tapi sesekali WFC an mah masih aman ajalah. Biar fokus dan maksimal juga gitu.
Wah, kafe yang nyaman buat WFC plus bebas biaya parkir begini menarik banget, ya. Kadang kalau mau duduk lama sambil kerja, biaya parkir juga jadi pertimbangan. Aku jadi penasaran sama nasi goreng tom yum-nya, apalagi porsinya besar dan isiannya banyak. Bisa kerja sambil makan enak tanpa buru-buru mikirin parkir, lumayan banget!
BSD yang megah inii.. ada Sositiii..
Rasanyaa mashaAllah banget yaa..
Aku kalo ke BSD suka pas matahari sedang semangat semangatnya menyapaa.. jadi butuh banget tempat ngupi cancyiii seperti di Sositii.. dengan menu yang bikin manteb peruutt juga minumannya yang ga pelit porsinya… Sositi bisa jadi tempat duduk sejenak.
Cakep kafenya, bisa betah nugas sih di sana, apalagi free parking dan semisal naik transum pun juga masih bisa walaupun 1 jam sekali lewatnya
Galfok dengan nasi goreng tomyumnya, pantesan mbak April mengamatinya lama, mesti mikir habis ga ya, gitu ya? Secara porsinya jumbo
Btw aku juga gitu kok mbak, kalau ga habis ya bungkus dong walaupun sama di jalan dimakan dan sampai rumah ga bersisa wkwkwk, terus ngapain coba dibungkus tadi
Kemaren Sositi lewat lagi di timeline Sosmed aku.. apakah emang lagi kalcer ya di BSD.. hmm next month kita coba kalau gitu ke situ ngopi jajan cantik
Nganu mbak.. Aku dari sekilas lihat penampakan suasananya aja, udah setuju betul kalau tempat ini tuh cocok banget buat jadi media untuk ber-WFC ria.
Menurutku ada 3 faktor yang membuat tempat cocok untuk WFC :
1. Suasananya adem, dengan tinggi meja yang pas. (Kalo kerendahan atau ketinggian, jadi nggak nyaman)
2. Ada makanan beratnya. Karena kalo cuma kopi doang, itungan 3-4 jam udah laper kita weyyyy.
3. Banyak Colokan, karena kita Fakir Daya, wkwkwk
Dan kayaknya semua aspek itu ada di Sositi ini ya. Apalagi pas liat sajian menu nasgornya, itu udah pas banget si. Gak kebanyakan, gak kedikitan juga. Moga aja nanti buka cabang di Bekasi 😀
Kalo lihat dari interior dan deskripsi yang mba april jabarkan memang sositi ini cocok banget buat WFC ya mbaa,,,terasa suasana yang nyaman dan tengah meskipun dekat dengan jalan raya,,,
Untuk harga makanan memang sepertinya agak mahal tapi kalo melihat fasilits yang diberikan rasanya memang worthed,,,
Kalo buat urusan nasgor memang kebanyakn cafe yang menyediakan nasgor ini pasti porsinya gede sepertinya ya soalnya tiap pesan nasgor di bbrp tempat aku pasti sharing buat berdua saking banyaknya hehe
Namanya unik dan gampang dihafal ya: SOSITI. Aku suka banget interior bagian dalam kafe, artistik, clean, instagrammable, dan yang pasti gak ngebosenin untuk WFC.
Nah apalagi mereka juga jual makanan berat jadi bisa sekalian lunch/dinner di sana, ehh tapi buka mulai jam 7 berarti bisa sekalian sarapan ya. Untuk harga makanan standar cafe lah yang penting rasanya enak. Apalagi ada mesin kopi dan kopinya juga enak.