Sumpah, dari dulu saya tuh paling enggak suka olahraga lari. Soalnya, saya tidak suka “rasa engap” atau “ngos-ngos’an” ketika sedang berlari. “Ngapain, sih menyiksa diri dengan berlari?” Pikir saya. Anehnya, takdir malah mempertemukan saya dengan Slow Girls Society, sebuah komunitas lari yang memiliki tagline “Slow run, good vibes” di medsos Threads. Sampai akhirnya, budhe-budhe usia 40++ ini menantang diri buat berlari bareng Slow Girls Society hari Sabtu kemarin.
Sebenarnya, udah sejak Sabtu minggu lalu saya kepengen gabung kegiatan larinya. Namun, sayangnya cancel, karena Sabtu lalu ada agenda raport mengaja anak-anak di TPA.
Perdana lari bareng Slow Girls Society.
Baru bisa join kali ini, karena sedang free. Itu pun maju mundur, karena saya berkali-kali meragukan diri saya. “Hmmm, bisa nggak ya, saya full lari?”
Sebenarnya, saya tuh tidak asing-asing banget, sih, sama olahraga pakai kaki, karena sejak pindah rumah ke lingkungan yang sekarang ada track/ lintasan di dalam komplek yang bisa dipakai warga workout. Panjang lintasannya, kalau tidak keliru sekitar 3 km-an. Kalau ditambah perjalanan ke rumah bertambah jaraknya sekitar 2 km-an. Total mungkin 5 km-an, lha, kalau saya workout (ciyeeehh yang workout, yang workout wkwk 😛 ).
Dalam seminggu, biasanya, saya minimal banget dua kali melintasinya. Namun, lebih banyak jalan cepat atau jogging (ini juga jaraaangg, karena saya nggak suka ngos-ngos’an tadi, haha), aja. Nggak pernah berlari. Yaaa, kan, lagi-lagi saya tydack cuka berlari, hehe.
Saya maunya jalan cepat, nyantai menikmati lintasan, sambil sesekali mantengin HP. Jyaaahh, HP ini mendistraksi banget, yak! (Malah nyalahin HP, wkwk 😛 ).
Yaaa, begitulah. Intinya, kali ini, karena melihat kegiatan Slow Girls Society kok kayaknya seru, ya. Mau coba ikutan, ah.
Sekilas tentang Slow Girls Society
Kalau baca-baca postingan di Threads, Slow Girls Society ini mulai aktif sejak bulan Juni, lalu. Sabtu minggu ini adalah kali keempat kegiatan lari mereka.
Awalnya, cuma 6 orang saja yang lari bareng di area larinya BSD. Kemudian, iseng-iseng mereka ngajakin orang-orang di Threads buat lari bareng, Maka, pertemuan kedua jadi 20-an orang yang gabung. Pertemuan ketiga dan keempat malah jadi 70-an lebih orang join.
Kegiatan berlarinya berbasis di sekitar area BSD City dan Gading Serpong. Makanya, karena masih terjangkau dari rumah, saya pun cukup excited buat join. Apalagi, sesuai tagline-nya “slow run, good vibes”, kegiatan berlarinya ramah buat beginner.
Meski demikian, ternyata katanya ada lho yang tinggal di Jakarta bela-belain datang pagi-pagi ke BSD buat ikutan lari bareng Slow Girls Society ini. Gilak, emang, ya, kekuatan Threads mempertemukan member-member-nya, hehe. Oh ya, sesuai namanya, Slow Girls Society ini khusus buat cewek, aja, yang cowok-cowok minggir dulu.

Sebelum dan sesudah berlari.
Saat kegiatan lari kedua dan ketiganya, Slow Girls Society ini collabs dengan kafe di sekitar BSD City. Bahkan, ada fotografernya, lho, yang siap sedia motoin. Biasa, lha, cewek-cewek. Kan seru yak, kalau lari difotoin. Mayan buat diposting di medsos, wkwk 😀 .
Apalagi, kegiatan lari Sabtu minggu lalunya, tuh, pada pakai dresscode pink. Aih seruuuu. Sayang, saya wurung ikutan, hiks.
Lalu, gimana cara ikut lari bareng Slow Girls Society?
Hmmm, sebenarnya, sih, informasi kegiatan berlarinya ada di grup WhatsApp. Hanya saja, keknya, grupnya sudah full. Meski demikian, kalau teman-teman mau join, bisa menyimak info-nya dari Threads/ Instagram mereka @slowgirlssociety.
Untuk saat ini, kalau mau ikutan lari tidak ada pendaftaran. Nggak perlu bayar-bayar juga, tetapi kalau collabs sama kafe, kalau bisa ikut jajan. Nanti ada diskon khusus dari kafenya juga. Intinya kalau mau lari sama Slow Girls Society, langsung join, aja.
Namun, entah, nanti-nanti ya, seiring bertambahnya jumlah pelari, kali ada rencana mengurangi kuota atau bagaimana. Apalagi, kalau kegiatannya di sekitar BSD baru, area-area Perumahan Mozia tuh biasanya suka ramai pelari. Kalau yang lari dari komunitas ini banyak udah berasa kek mau demo aja, katanya, haha. Namun, mudah-mudahan tidak, sih, ya, soalnya sistem yang sekarang menurut saya udah nyaman sekali 😀 .
Perdana lari bareng Slow Girls Society
Setelah dua kali lari di sekitaran Mozia, Sabtu kali ini, Slow Girls Society memilih Eastvara. FYI, buat yang belum tahu, Eastvara ini merupakan mall yang berada di jalan barunya BSD. Jadi, ada perumahan-perumahan baru yang makin mepet ke area Legok/ Parung Panjang gitu, nah, mungkin supaya “menjual” maka dibangunlah mall Eastvara ini.
Saat ini tuh sekeliling Eastvara kebanyakan masih lahan kosong, meskipun beberapa perumahan sudah jadi. Namun, kalau soal jalan rayanya udah mulus sekali, hehe. Apalagi jalannya lebar-lebar.
Banyak warga sekitar memanfaatkan jalan tersebut buat berlari juga. Bahkan baru-baru ini, Eastvara juga membuat jogging track bernama Green Pathway. Lintasannya rapi, mulus, dan estetik. Punya semacam sungai buatan gitu yang membuat suasananya serasa di Jepang atau Korea. Walaupun masih agak panas, ya, karena sekelilingnya masih lahan kosong dan pohon-pohonnya belum terlalu tinggi, karena baru ditanam.

Bukti berlari, wkwkwk.
WAG Slow Girls Society menginformasikan bahwa peserta diharapkan berkumpul start pukul 05.45 buat pemanasan dan jam 06.10 mulai berlari.
Di waktu normal (maksudnya nggak pagi-pagi banget), waktu tempuh dari rumah saya ke Eastvara tuh biasanya 20 menit saja naik mobil. Perkiraan saya bisa lebih cepat lagi kalau naik sepeda motor (saya berencana naik ojol).
Setelah subuhan, saya bersiap berangkat, eh, nggak tahunya susah nyari motor, huhu. Padahal, kalau ke stasiun dekat rumah sebelum Subuh biasanya banyak, lho, yang mau ngambil. Apa mungkin babang-babang ojol-nya ngrasa kejauhan ya. Apalagi, jalan baru BSD itu memang masih sepi sekali, sih, kalau pagi-pagi buta.
Saya sempat mau mengalihkan rute ke Stasiun Parung Panjang yang terdekat dari rumah saja, lalu berencana naik KRL menuju Stasiun Jatake, baru lanjut naik ojol dari sana. Namun, untungnya, ada yang mau menerima order saya, tepat jam setengah 6.
Sayangnya, bapaknya nggak terlalu paham Eastvara di mana. Padahal, saya dah bilang, kalau nanti saya tunjukkin jalannya. Kalau dari rumah saya tuh keluar gerbang tinggal lurus saja, belok ke arah yang ada pabrik-pabriknya (apaan dah tu?), belok kiri mengikuti jalan baru sampai ketemu jalan layang, udah deh terlihat tuh Eastvara.

Sesi pendinginan.
“Ooo ini AEON, ya? Kalau AEON saya tahu,” kata Si Pak Driver.
“Iya, Pak, tapi bukan yang di Cisauk ya. Ini di jalan barunya BSD,” jelas saya.
Eh, keluar dari perumahan, melewati perkampungan, kami malah ke arah area Cisauk. Saya pastikan lagi, kalau AEON-nya bukan di Cisauk, wkwk.
Sampai akhirnya, bapaknya ngebelokin ke Perumahan Hyera, udah mulai tenang, tuh. Jadinya nelat, deh, tidak ikut pemanasan sejak awal, cuma dapat sesi terakhirnya saja. Yoweslah.
Untungnya, budhe-budhe 40 tahun plus-plus ini sadar diri. Seminggu sebelum join lari hari ini, saya makin rajin nyoba jogging di track dan olahraga angkat beban hasil nonton video YouTube. FYI, saya suka nontonin channel “Eh Olahraga, Yuk” itu, lho. Jadi, alhamdulillah, badan tidak kaget buat berlari 5 km lebih. Bahkan, menurut jam tangan saya, jaraknya udah 6 km, lho.
Kali ini beneran banyakan larinya ketimbang jalannya. Bahkan, saya merasa, larinya lebih lambat dari kecepatan saya nyoba-nyoba berlari sebelumnya (syombong amat wkwk 😛 ). Bahkan, banuak juga yang jalan cepat/ jogging, yang penting bergerak. Lha, ternyata, saya bisa, haha. Mungkin, karena larinya rame-rame kali, ya, jadi semangat 😀 .

Waktu dan jarak berlari kemarin.
Oh ya, sepanjang jalan tuh rombongan kami bertemu dengan “pelari beneran”. Saya mengamati cara mereka berlari. Wow, kakinya yaaa, pace-nya manteb. Entah kapan saya bisa kayak gitu.
Tapi, saya tidak mau bikin target, ah. Soalnya, saya penganut sabda dr. Tirta, yang bilang kalau lari atau olahraga lainnya adalah kegiatan rekreasional buat release stress. Apalagi, sebagai WNI yang disuguhi dengan berita dar der dor setiap waktu, niat saya berlari memang cuma untuk mengurangi beban stress ini, hehe. Cuma, manusia kan disarankan untuk selalu menjadi sosok yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya, kali aja ntar-ntar lari saya bisa lebih kenceng lagi, yekan? 😀
Kegiatan lari kami selesai 1 jam, lalu kami kembali lagi ke pelataran Eastvara. Setelah lari, ada kegiatan pendinginan dan doa bersama. Trus, ada pembagian sticker Slow Girls Society dan post run mingle. Lumayan, banget, nggak hanya berlari tetapi juga dapat teman-teman baru. Ada yang seusia saya, tetapi sepertinya lebih banyak anak-anak muda genzi, hihihi 😀 .
Jajan kopinya Haechan NCT
Sekitar pukul 8 pagi, kegiatan pun sudah bubar. Beberapa orang masih melanjutkan ngobrol sambil menunggu coffee shop yang ada di Eastvara buka.
Saya dan beberapa orang lainnya memutuskan duduk di area luar Kopi Kenangan, sambil memandangi poster Haechan NCT yang menawarkan tiga jenis kopi, haha. Ternyata, beberapa orang itu ada yang suka Haechan. Katanya juga mau membeli kopinya Haechan.
Pukul 08.15, mas-mas pegawai Kopi Kenangan mempersilakan kami masuk ke dalam, lalu kami pun order kopi, deh.
Tak lama kemudian, pesanan kopi kami jadi. Beberapa orang ada yang berpamitan mau pulang atau mau kerja, sebagian lain lanjut mengobrol. Termasuk saya 😀 . Yang kami bicarakan macem-macem, sih, tapi kebanyakan soal event-event lari.

Jajan kopi setelah lari.
Kalau soal lomba lari, jujur, saya belum berani ikut ya. Ntar-ntar, aja, hihihi. Kalau sekarang-sekarang ini, saya tidak ada target khusus. Selow aja, tetapi semoga konsisten. Sudah mendorong diri sendiri agar mau bergerak rutin aja, saya udah bangga sama diri saya sendiri *uhuuuukkksss 😀 .
Lagipula, in this economy harga-harga tiketnya mayan, yeaaa. Ada yang di atas 500 ribu hingga jutaan. Kudu pinter-pinter memilih event yang benefit-nya lumayan, lha 😀 .
Namun, satu hal yang belakangan membuat saya tertarik tuh adalah virtual run yang harga tiketnya tidak semahal event lari offline. Cara ikutannya pun bisa dicicil. Misal, target 5 km, nanti bisa satu kali lari kita target berapa km, gitu. Ada panitia yang mengizinkan mencicil sebanyak 3 kali, dengan cara upload hasil di aplikasi kayak Strava. Nanti, kalau berhasil, kita bisa dapat medali, kaus jersey, dll. Tergantung tiket yang kita bayarkan. Mana, medalinya gemes-gemes, wkwkwk, niat ingsun ngumpulin medali 😛 .
Yaaa, begitulah, cerita pertama kali saya bisa berlari 5 km lebih bersama Slow Girls Society. Seruuuu.
Kalau teman-teman berminat ikutan lari juga bersama Slow Girls Society, ntar follow saja Threads/ Instagram-nya, ya, karena WAG-nya full. Semua info ada di sana, kok. Semangat bergerak! *Uhuuuyy 😀 .
April Hamsa


Slownya tetep lari, ya. Seru juga. Sama nih aku juga ga suka lari. Enak jalan santai. cuma ya emang efeknya beda, sih
Iyaa mbak, lari tapi slow dengan target jarak tertentu.
hahahaa kalo dirimu “budhe budhe usia 40” lah aku oppoooooo
iya sama ik, aku bingung orang kok mau ya ngos2an, engap lari pake keram (wkkwkkwk aku itu)
Anyway, pokoke suka banget sama tulisan ini!
Konsep Slow Girls Society ini bener-bener menyegarkan di tengah gempuran tren lari yang serba ngejar pace dan jarak. Terkadang kita cuma butuh menikmati langkah, hirup udara segar, dan dengerin tubuh sendiri tanpa beban pace.
Pendekatan slow running begini jujur bikin olahraga terasa jauh lebih manusiawi dan ramah buat siapa saja. Bikin persepsi tentang lari yang ‘menyiksa’ langsung luntur. Penasaran, momen paling berkesan apa yang paling dirasain sejak kenal or gabung sama gerakan slow running ini?
Iya mak, aku pun lari tujuanku nyari temen baru sama release stress hehe.
Ayok ikutan mak Tanti 😀
Mak Neng, mirip dengan yg bilang ke saya ngapain capek capek naik gunung? Berat berat bawa bekal, naik turun, hihi… Mirip kan?
Padahal mungkin belum tau, selama itu saya merasa waras. Jiwa saya merasa bebas dan saya bisa menemukan teman sebenarnya teman. Yg dalam kondisi apapun tidak meninggalkan kita
Di gunung, banyak teman yg akhirnya saya ketahui sifat aslinya…
Begitupun dengan lari ini. Mbak April yh slow tapi bahagia, atau yg lain yg ngejar medali dan rekor.
Punya sisi yang berbeda ya…
Woaaahhh pasti seneng dan semangat banget bisa ketemu komunitas dengan ketertarikan yang sama. Selain networking, kita juga dapat sehat nya dapat kegembiraan nya. Semoga jadi kegiatan regular, mendapatkan manfaat sehat, dan bisa membaur dengan banyak orang.
Kalau aku sih dah gak kuatan lelarian begitu. Meskipun speed nya rendah dan jaraknya masih diskon. Selain karena ada HNP, ngap memang bagian yang bikin males hahahaha. Sekarang olga ku jalan kaki tawaf di mall AEON Deltamas yang luasnya lebih besar dikit dari lapangan bola. Sering sama suami jalan keliling di tiga lantai mall ini. Lumayan loh bisa ribuan langkah. Selesai jalan, langsung dah jajan.
wah keren
(sambil nginget masa lalu, apakah saya masih kuat lari di umur sekian)
Kayanya masih deh, tapi emang sebaiknya latihan bertahap ya, supaya tubuh gak kaget
Enaknya gabung dengan komunitas tuh bikin selalu semangat, karena selalu aja ada event menarik
Wuihhhh keren mba april ternyata rajin olahraga juga yaaa,,,bisa lari 5km pulakkk…kalo buat aku ini sudah pencapaian…duhhh aku nie mo olahraga kok rasanya berat banget yakkkk ;(
Btw ternyata mahal2 juga yaa tiket lomba lari sekarang dan aku baru tau tentang virtual run ini,,,enak donk ya kalo larinya bisa dicicil hehe…
Semangat mba april semoga medali2 segera terkumpul!!!
Mbak…keren banget ih. Salut sama semangatnya. Saya tuh urusan lari ini moody-an banget. Dulu pernah rutin, eh kok males lagi, sekarang udah mulai siapin sepatu dll, eh belum gerak juga. Hadeuhh. Emang harus dipaksa gerah sih ini badan
selamat ya sudah berhasil menaklukkan rasa malas. insyaallah semakin sehat fisik dan mental karena nambah kegiatan dan komunitas yang positif.
Kak kamu hebat lho bisa lari 5 km begini sesantai-santainya masih perlu effort juga itu ., meski endingnya sempet ngopi sebelum pulang ya… Seruuu
Part ngopinya ini tuh penting banget, biar bisa tetap konsen dan enjoy. Hahaha. Saya pun gitu, kelar lari (yang cuma sesekali itu) bawaannya yang pengen duduk ngopi. Entah varian dingin ataupun panas, yang penting ngopi.
Kak outfit larinya cantik banget lho hijau ceria, bawaannya adem banget dipakai lari gini ya. Iya bener banget nggak perlu target ya… Yang penting bisa lari santai bareng sahabat
Mantab jiwa, Pril!!
Aku pertama baca tentang slow jogging tuh ketawaaaa, karena selama ini aku pelaku jugaaa.
Ancen piye yhaa, umur wis akeh… trus aku juga kagak rutin olahraga jaman nom-noman biyen.
sehinggaaaa, saiki wis ku tak shangguuuppp kalo kudu lari “beneran”.
Selama ini, daku jalan santai , diselingi jalan cepat, kadang lari tapi seloooooo motion banget.
Moga-moga ntar ada komunitas serupa di Surabaya, keknya aku minat bangett buat join!!
Jogging masih jadi salah satu olahraga rutinan di kala masifnya olahraga yang sekarang trending. Selain murah dan gampang dilakukan, olahraga ini ngasih dampak positif ke badan. Stress berkurang dan badan jadi lebih enteng
Oh beli kopi Taichan ini setelah lari – lari ya, berarti ini mah lari – lari kecil namanya yah, kecepatannya juga 5KM/Jam, olahraga kalo motivasi awalnya udah happy, dan circlenya menyenangkan pasti deh senang jadinya, gak akan terasa cape, tapi olahraganya dapet. Kalo olahraga punya target tertentu untuk dicapai biasanya kitanya jadi males.
Kalau gak terpaksa kadang kita tidak akan tahu kemampuan itu ternyata kita miliki
Seperti lari 5km ini. Maju mundur ternyata setelah dicoba mampu kan ya…
Semoga kedepannya makin semangat ya
Walaupun antar jemput anak juga udah masuk olahraga tapi pasti rasanya beda kalau ikut event seperti itu
Tapi bener lho, daftar event lagi seperti itu ternyata cukup nguras biaya juga ya
Buat saya, mending beli beras uangnya. Haha…
Olahraga larinya saya melipir saat ke kebun dan ke pasar aja. Hehe… Nawar
Seru banget membaca pengalaman lari pertamanya, Mbak. Dari awalnya tidak suka lari karena takut ngos-ngosan, ternyata malah berhasil menempuh lebih dari 5 kilometer bersama Slow Girls Society. Memang suasana komunitas yang ramah untuk pemula bisa membuat olahraga terasa lebih ringan dan menyenangkan. Aku juga suka konsep “slow run, good vibes”-nya karena peserta tidak dituntut harus cepat; yang penting tetap bergerak dan menikmati prosesnya. Apalagi setelah lari ada pendinginan, ngobrol, dan kesempatan mendapat teman baru. Komunitas seperti ini pasti membantu banyak perempuan yang ingin mulai berlari, tetapi masih minder atau takut tertinggal.
Aku malah pengen ketawa pas bareng sama pak drivernya. Untungnya mbak April beneran tahu arah. Entah kalau aku yang amat sangat buta di JKT bagaimana jadinya, paling nggak berhenti liatin map. huehehee.. 😀
Lari slow itu juga sebenernya bagus looh, Krn naikin stamina… Trus ga mengurangi massa otot juga. Cuma aku nih memang tipe yg lebih suka olahraga sendiri mba ????????. Makanya olahraga beban, cardio, semua di rumah. Ruang tamu aku ubah total jadi mini gym. Toh ga pernah ada tamu juga. Drpd mubazir, mending jadi gym kcil ????.
Selain virtual run dan strava, ada ga sih aplikasi lari yg menarik lain? Soalnya temenku yg dmalaysia ikutan pakai apk bookdoc. Jadi mereka ada challenge lari, misalnya lari ke Indonesia, Singapura, Turkmenistan etc. Trus kalau targetnya udah tercapai, dpt voucher makanan minuman . Kemarin coba apply bookdoc, ternyata hanya utk WN Malaysia. Aku cari challenge yg sama di Indonesia, belum Nemu. Pengen ikutan ????.
Bagus juga activity dari slow girls society ini. Bagi yg ga suka lari sendirian, cocok nih, jadi penyemangat utk olahraga
Threads ada saja gebrakannya ya tahu-tahu ada klub lari seru banget.. aku tuh lagi hasut anakku lanang buat coba lari karena dia kan tiap hari jalan kaki 10 ribu langkah tapi dia belum tertarik ey.. padahal maksudnya pengen ikutan event lari gratis sering di Semarang biar bisa latihan bareng gitu lho.. aku sih baru jalan kaki aja tiap hari dan iya malas ngos-ngosan hebat deh April..
Ibarat kata slow but sure, yang penting stress release di antara berita yang dar der dor. Anyway, threads ini so far memang asyik. Mampu mempertemukan orang-orang yang punya hobi sama melakukan kegiatan bareng. Dan itu pun sudah termasuk stress release karena bertemu dengan orang-orang baru.
Menanti cerita lomba lari-nya di kemudian hari ya, Budheee….hehe.
Haha, bener kak, berita kok saban hari kek kurang gula gitu ya, rasa manisnya pada ke mana. Masa iya udah engap kek gitu, harus ditambahin juga sama engapnya berlari. Cukup lari dari kenyataan aja ????
Semangat buat komuniti kece ini, buat para putri biar makin sehat hayati dan selalu berseri-seri.
Sebenarnya, aku pingin tuh ikut-ikut event lari. Tapi, entahlah. Mau mulai latihan lari kok ya ada saja alasannya. Padahal, nggak usah muluk-muluk kudu bisa pace berapa, ye ‘kan? Lari slow saja konsisten berapa km juga udah oke banget itu.
Tapi, iya sih. Kalau ikut komunitas lari semacam Slow Girls Society begini tuh jadi lebih semangat. Karena larinya ‘kan bareng-bareng. Berasa punya banyak teman yang seperjuangan begitulah. Asyik sekali.
Cobalah di sekitaran rumahku ada komunitas semacam ini. Ikut pasti akutu.
The power of bareng-bareng, lari berkilo-kilo pun jadi serasa ringan, ya kalau ada di antara orang-orang sefrekuensi dan saling dukung untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat. Udah gitu namanya Slow Girls Society, jadinya yang tak terlalu familiar dengan olahraga jogging sepertinya bisa beradaptasi dengan mudah.
Mudah-mudahan komunitas bagus seperti Slow Girl Society ini bisa menyebar ke banyak daerah di Indonesia, sehingga makin banyak kedepannya warga yang dengan percaya diri untuk mengikuti setiap event olahraga yang diadakan komunitas. Jadinya tak hanya membuat badan sehat, tetapi juga dapat bertemu teman-teman baru yang punya hobi serupa
dari yang awalnya paling malas dan alergi ngos-ngos-an, tahu-tahu malah bisa bablas nembus 5 Km (bahkan 6 Km versi jam tangan!).
Emang magis banget sih aura komunitas kayak Slow Girls Society ini. Tagline-nya juara, pelan-pelan asal konsisten dan enggak bikin tekanan. Plus, dapet bonus jajan kopi bareng dan dapet temen baru pula.
Semangat terus bergerak dan berproses ya! Jangan lupa niat utamanya, yang penting hepi, rilis stres, dan medalinya dapet! Ditunggu cerita virtual run pertamanya!
Wow, daku baru tahu ada komunitas Slow Girls Society. Larinya alon-alon asal kelakon ya. 5 KM itu lumayan banget lho, hebat Mbak sampai finish.
Outfit Mbak April juga kece, keliatan masih usia 22 jadinya.
Malih penasaran dengan kopinya, ada review khusus kopi tersebut kah?
Mbakk, nek isuk ngopi tok ini IF apa emang sarapannya agak siang?
kegiatan yang asik banget. Memang sih, harus diakui, ada beberapa kegiatan yang lebih menyenangkan jika dilakukan bareng bersama komunitas. Selain bisa berbagi informasi mengenai aktivitas untuk kesehatan tubuh, ya seru aja gitu kan rame2 sekalian dapat kenalan baru. Plus bisa saling memberi semangat akan pencapaian yang kita peroleh dari kegiatan olahraga bersama ini. Semoga tetap konsisten dan kesehatan terjaga selalu ya 🙂
Wah.. serunya. Sekarang emang lagi heppening komunitas lari. Nanti kalau ada event lagi, mereka juga ikut bareng-bareng.
Dan Slow Girls Society ini saya yakin akan semakin banyak anggotanya, Mbak. Baru hadir bulan Juni dan yang ikut lari hanya 6 orang, lalu nambah jadi 20 orang, sekarang sudah 70-an orang. Karena selain bikin sehat juga bisa bersosialisasi. Pasti akan dapat pengalaman dan ilmu baru juga.
O, iya. kaos kaki Mbak April keren. Kayak kaos kaki Desat Club 80 hehehe.
Sempat lewat di timeline soal komunitas “lari tapi slow”, tapi baru tahuu ada yang khusus cewek begini. Menarik banget apalagi buat yang baru mulai mau membentuk kebiasaan bergerak nih. Apalagi jadi bisa saling menyemangati dan mengingatkan, butuh juga motivasi seperti ini karena kalau sendirian kadang ada waktu-waktu magernya.
Waah…seru banget mbak Nurul….bis aikut gabhng dengan komunitas lari khusus perempuan. Jadi bisa memiliki aktivitas sehat dan bermanfaat. Olahraga lari emang sednag happening banget yaaa akhir akhir ini. Tapi kalau kita niatnya buat olah raga bukan buat sekedar ikut ikutan aja kan bagus jadinya sehat ke badan.
Seneng yaa di komunitas juga ada grup wa nya jadi terjadwal kegiatan larinya dan bisa bareng bareng lagi gak sendirian olahraganya. Outfit bajunya lucu lagi yaa drescode nya warna pink…
seru sekali 😀 sehat selalu ya kak
Aku suka sekali dengan konsep “slow” di tengah dunia yang serba cepat. Rasanya menyenangkan tahu ada komunitas yang bukan mengejar siapa paling cepat, tapi bagaimana tetap konsisten bergerak sambil menikmati prosesnya. Artikel ini mengingatkan kalau olahraga nggak harus selalu kompetitif. Yang penting tubuh sehat, hati senang, dan pulang dengan energi yang lebih baik.
aku pertama kali ikut event lari ya yang diadakan sama kantor tapi ya dengan kondisi lututku yang nyeri plus aku juga kalau jalan itu lambat aku jujur minder kalau ikutan event begini. berasa ditinggal gitu deh. hehe. tapi sebenarnya memang seru sih ya kalau lari itu ada temannya jadi ada yang ngasih semangat
Hu hu hu..Walau sungguh terinspirasi, kayaknya saya jenis emak2 setengah abad yang menyatakan sudah nyaman dengan cara bergerak yang sekarang.
Sepeda kayuh, sepanjang hari. Antara berangkat dan pulang bekerja, atau kelilingi Gili Trawangan suka-suka, sedapetnya sunset yang ketemu pas ngayuh. Bukan karena niat, karena cara hidup di pulau ya begini ini. Mau keluar pulau, ongkos nyebrang ke Lombok juga ekstra cost lain-lainnya, mending ditabung buat budget liburan akhir tahun yang panjang ntar.
Insya Allah ????????
Selalu senang melihat komunitas yang mengutamakan proses dibanding gengsi. Slow Girls Society membuktikan kalau lari bukan soal cepat-cepatan, tapi soal menikmati setiap langkah, menjaga konsistensi, dan memperluas pertemanan. Semoga makin banyak yang terinspirasi, Mba April!
Wah seru banget kegiatannya! Namanya terdengar cocok nih dengan pace saya yang slow juga kalo olahraga. Wkwk. Mbaa, kapan-kapan aku colek ya kalo mau ikutan. BSD masih terjangkau lah dari Pamulang sini kan. Hehe..
Uda dapet member lagii, ka April..
Serruu yaah.. bisa ramean yang bermula hanya beberapa, sekarang jadi puluhan.
Kompak selalu dan saling kasih semangat untuk hidup sehat.
Keren banget, Pril! Dari yang tadinya males lari karena gak suka engap, malah keterusan bisa tembus 5 km lebih. Emang komunitas yang vibes-nya ‘slow run’ dan enggak judging gini bikin kita gak minder buat mulai ya. Kayaknya saya harus mulai berpikir untuk ikut komunitas lari juga. Suka males memulai karena khawatir ngos-ngosan, tapi butuh komunitas buat penyemangat juga
Adanya komunitas lari gini emang bermanfaat banget ya Mbak. Aku happy lihat mbak memulai 5Km bareng komunitas cewek-cewek ini. So excited bacanya.
Meski awalnya sempat gagal ikut karena jadwal bentrok sama ambil raport, akhirnya kesampaian dan bisa menaklukkan 5Km dengan lancar sentosa, terpenting selamat serta nyaman. Barakallah. 2023 pertama lari, aku pun latihan dulu. Tapiii ku mulainya emang sering ikutan event. Makanya sampe 2025 awal doang, habis itu ku lari mandiri biar gratis hehehe. Kalau lari bareng komunitas di Bogor Ama Depok ada sebenernya, cuma belum sempat join aja.
Semangat terus olahraganya mbak. Semoga makin sehat, happy dan awet muda. Keren udah 40++ tapi tampilannya masih fresh.
Sempet ngopi bareng juga ???????? the best, sekalian nambah temen yak.
Wah seru sekali ya, melakukan aktivitas bareng dengan kemunitas memang rasanya lebih menyenagkan dibandingkan beraktivitas sendirian. Rasanya seperti kurang greget. Sayangnya saya harus nyebarang laut dulu kalau mau gabung he…he…sebenarnya di tempat saya juga ada tapi biasanya untuk perlombaan. Kalau yang kegiatan bareng komunitas paling joging di bandara atau senam di lapangan desa.
Cewek2 tangguh nih. Di sela kesibukan diri, masih sempat nih meredakan stres dgn lari. Pasti seneng banget ya kak ketemu temen2 cewek sehobi, sedaerah lagi. Pastinya bakal nambah banyak temen tuh.
Smg dgn rutin berlari ini makin sehat tuh badan, sekalian bakar lemak. Meski slow run, tapi efeknya luar biasa ya. Ntr pelan2 bs nambah nih rute dan durasi larinya. Bahkan jaraknya.
Btw, semangat jg abis ngopinya ditemenin dedek Haechan. Smg doi ga ikut cabs dr NCT, apalagi SM. Lama2 bubar dong kalo satu2 membernya cabs. Wkwkw.
Keren banget ini loh, baru awal sudah 5km. ITu berhenti gak? ritmenya lari terus atau gimana? Aku seneng lihat ibu-ibu muda gitu aktif olahraga, cuma aku belum bisa yang lari jauh terus gitu loh, harus berjeda jalan cepet. Baru lanjut lari lagi
Wuihhh ini toh yang kemaren dishare pulangnya beli kopi NCT, hihihihi.
Daku baca ini, langsung teringat pula mbak kapan yaaa terakhir kali pernah lari sampe 5K, wkwkwkw. Terakhir tuh kalo gasalah cuma mentok di 3K aja, itu pun udah banyak berhenti. Agak susah ngepushnya, mungkin karena geraknya cuma sendirian kali ya. Jadi vibes dan energinya beda.
Pengen ikut, tapi lumayan jauh.. dan girs only pulak ya, heuheuheu.
Aku jadi kepikiran nih, apa bikin gerakan serupa kali ya. Tapi gausah jauh-jauh ke GBK. Udah, di Taman Sundai aja yang deket rumah, wkwkwkwkwkw
Keren mbak, jujurly saya nyerah kalau lari meskipun pelan, tapi kalau jalan saya masih kuat makanya saya milih jalan aja sih.
Sebagai kaum mager memaksa diri untuk bergerak itu lumayan effort nya wkwk
Tapi beneran kok mbak kalau ada teman itu lebih enak jadi saling support, lebih enak kalau rame-rame kan, apalagi bisa sampai 70an tuh teman larinya, jadi nambah sodara ya mbak
Echanaa.. jadi kamu nemenin tante April niih??
Na eottokee??
Hahaha.. mode manja ama Haechan.
Seneng liat komunitas lari yang “gak ngoyo” gini..
Rasanya memang untuk pemula, jangan terlalu memforsir dulu dengan jarak yaa.. yang penting ootd lusyuu.. temen nyaman dan nongs di cafe yang nyediain banyak makanan dan minuman yang ramah di kantong, ini uda lebiihh dari ISTIMEWA.
Dan aku percaya, kalo “If you want to go fast, go alone; if you want to go far, go together.”
Semangaatt.. ka April.
Sampai nanti bisa lari bareng babang Minho ((SHINee)), mas Eunwoo dan mas Ryu Jun Yeol >> aktor dan idol Korea yang hobi runniing~
Salut sama semangatnya mau mengalahkan ketidaksukaan, mbak. Saya justru suka lari, karena saya payah dalam olahraga berkelompok kayak sepakbola atau basket. Tapi sekarang udah gak lari sih, paling jalan kaki aja.
Setuju bahwa olahraga nggak harus ditarget dengan keras. Bukannya happy, malah jadi stress nanti.
Habis minum kopinya Haechan jadi bisa nyanyi falsetto nggak mbak?
Wuih keren! 5 km pertama yang patut dirayakan. Keren mbak, uda ikutan lari. Gabung komunitas bikin lebih semangat ya. Aku pengen euy tapi belum juga mulai.
Sama kaya aku nih mbak. Aku juga nggak begitu suka olahraga lari sejak sekolah karena nggak suka sama sensasi ngos-ngosannya. Kaya sesak napas rasanya hahaha… Ya paling jogging tipis-tipis aja.
Keren mbak April bisa ikutan acara Slow Girl Society ini. Semoga konsisten terus dan makin kuat larinya!
Mantap sekali mbak. Ketemu komunitas lari yang dari namanya aja udah kece sekali. Abis lari lanjut ngopi kenangan dengan brand ambassador salah satu member NCT ???? Idah banget. Alhamdulillah. Lancar terus olahraga larinya. Makin enjoy, bertahap nanti akan naik 5K ke 10K dan seterusnya. So happy kalau ada blogger mulai aktif lari. Investasi jangka panjang sehat maksimal.
Acara dan komunitas yang keren mbak, bisa mengajak orang untuk bergerak dan ini ga mudah lo
Dari awalnya 6 orang hingga pertemuan ke 4 jadi 70an orang itu prestasi lo
Semangat mbak, semoga awet semangatnya sekalian nambah teman dan komunitas baru ya mbak
Budhe usia 40 tapi lari 5 KM kuat, ini mah kekuatannya masih kaya usia umur 25 an. Umur 25 an aja banyak yang males loh buat olahraga terlebih lari. Slow running, sepertinya cocok banget buat saya yang ingin masuk komunitas pelari kalcer. Biar lambat asal sehat.