Tahun 2026 ini saya memulai hobi baru yang cukup menantang, yakni running alias lari. Tentu saja ini bukan olahraga yang mudah, mengingat usia saya kini sudah berkepala 4. Sadar diri bahwa stamina enggak lagi sama seperti usia 20-an, plus merasa pemulihan tubuh terasa lebih lambat, saya tidak mau asal lari tanpa tahu kondisi dalam tubuh. Maka, untuk memastikan apakah kondisi tubuh saya cocok dengan rutinitas baru ini, saya pun menyempatkan untuk medical check up. Sebagai langkah pertama, saya memilih melakukan Panel Medical Check Up (MCU) Metabolik di Primecare Clinic Jakarta.

Panel MCU Metabolik memberikan landasan keamanan

FYI, Panel MCU Metabolik merupakan pemeriksaan gabungan dari panel diabetes, panel kolesterol, dan panel ginjal. Pemeriksaan ini sangat penting untuk mengevaluasi bagaimana kondisi metabolisme tubuh saya.

Tujuan dari Panel MCU Metabolik adalah untuk mendapatkan gambaran kesehatan metabolisme secara keseluruhan, yaitu bagaimana tubuh menggunakan energi, memproses makanan, dan menjaga keseimbangan kimiawi. Bahasa awamnya bisa dikatakan bahwa Panel MCU Metabolik ini merupakan screening internal mesin tubuh.

Primecare Clinic di Panglima Polim, Jakarta Selatan.

Dengan Panel MCU Metabolik ini, maka nanti saya bisa memastikan apakah tubuh saya sanggup atau tidak mendukung energi untuk beraktivitas, termasuk berolahraga lari, tanpa memicu komplikasi tersembunyi. Dari situ, saya bisa mengambil keputusan, apakah olahraga ini tepat buat saya atau tidak. 

Ruang tunggu di lantai satu.

Yaaa, kan, sebagai pelari pemula di usia mateng ini, saya perlu banget memastikan bahwa “mesin” di dalam tubuh saya (meliputi kadar gula darah, kolesterol, fungsi hati, ginjal, dll) masih dalam kondisi prima. Amit-amit, jangan sampai kegiatan olahraga yang saya lakukan dengan tujuan supaya sehat justru membawa masalah kesehatan tersembunyi, karena saya abai dengan angka-angka indicator di dalam tubuh.

Walaupun, tentu saja, nanti saya juga memerlukan tambahan pemeriksaan untuk jantung, tulang, sendi, otot, dan fisik secara keseluruhan. Namun, dengan Panel MCU Metabolik sebagai langkah awal, maka saya bisa mendapatkan landasan keamanan saat berolahraga lari.

Melakukan Panel MCU Metabolik di Primecare Clinic Jakarta

Setelah browsing-browsing sekaligus nanya-nanya ke beberapa teman di mana saya bisa melakukan Panel MCU Metabolik, akhirnya saya memutuskan cek di Primecare Clinic Jakarta. Salah satu pertimbangannya karena tidak seperti di rumah sakit, Primecare Clinic mengusung konsep klinik modern yang homey. Jadi, nggak tegang-tegang amat, lha, kalau mau cek kesehatan di sana.

Bagian depan klinik.

Oh ya, untuk Panel MCU Metabolik ini tersedia di Primecare Clinic cabang Panglima Polim (Kebayoran Baru) dan Tebet. Saya memilih MCU di cabang Panglima Polim, karena lokasinya cukup mudah dijangkau dari rumah dengan menggunakan transum KRL. Lokasi kliniknya tidak terlalu jauh dari Stasiun KRL Kebayoran.

Waktu itu saya datang siang hari setelah sebelumnya mendaftar melalui WhatsApp Primecare Clinic di nomor 0811-1958-188. Iyes, jadi untuk pendaftaran maupun konsultasi terlebih dahulu bisa melalui WhatsApp atau aplikasi Primeplus, sehingga pasien tidak perlu membuang waktu untuk alasan administrasi semata.

Respon dari admin-nya pun lumayan cepat. Saya bisa langsung mendapatkan jadwal untuk MCU, serta mendapatkan informasi mengenai dokter yang akan menangani sesi konsultasi saya. Begitu hari H pemeriksaan, saya pun tinggal datang saja. 

Beberapa layanan kesehatan di Primecare Clinic Panglima Polim.

Hari itu saya datang siang hari karena mendapatkan jadwal pukul 14.00 WIB. Tak lupa sebelumnya saya berpuasa, sesuai yang disarankan admin ketika melakukan pendaftaran MCU.

Memang, kalau mau melakukan Panel MCU Metabolik wajib berpuasa, ya, sekitar 10 jam sebelumnya, lha. Namun, masih diperbolehkan minum air putih supaya tidak  dehidrasi.

Tujuan dari puasa sebelum pemeriksaan adalah untuk:

-Menghindari lonjakan glukosa darah puasa yang merupakan indicator utama untuk mendeteksi apakah ada risiko diabetes atau prediabetes.

-Menjaga keakuratan profil lipid (meliputi kolesterol dan trigliserida). Apabila sebelumnya kita makan, maka khawatir nanti akan terbaca kalau angkanya naik, tidak sesuai dengan kondisi harian tubuh yang asli.

-Membuat fungsi organ-organ seperti ginjal, liver, dll berada di “mode istirahat”, sehingga nanti enzim dan zat sisa zat metabolic yang diukur memang benar-benar murni dari fungsi organ-organ tersebut, bukan karena efek makanan terakhir yang masuk ke tubuh.

Ruang tunggu lantai dua.

Intinya dengan berpuasa sebelum Panel MCU Metabolik akan memastikan hasil pemeriksaan saya akurat dan objektif.

Sebagai informasi pemeriksaan Panel Metabolik di Primecare Clinic meliputi:

-Pemeriksaan darah, meliputi glukosa darah puasa, HbA1C, kolesterol total, kolesterol HDL, kolesterol LDL indirect, trigliserida, ureum, kreatinin + eGFR, dan asam urat.

-Pemeriksaan urin lengkap.

-Pemeriksaan fisik dan konsultasi dokter.

Untuk biaya tindakan Panel MCU Metabolik ini adalah Rp999.000. Namun, untuk memastikan lagi, apabila teman-teman mau MCU juga, sebaiknya tanyakan ke admin melalui nomor WhatsApp tadi ya.

Proses Panel MCU Metabolik di Primecare Clinic

Proses MCU-nya pun tidak bertele-tele. Begitu sampai di klinik, saya langsung mengecek ulang pendaftaran saya di bagian administrasi. Admin kemudian meminjam kartu identitas saya untuk mengecek apakah betul saya pasien yang mendaftar. Kemudian, petugas mengkonfirmasi kembali apakah saya sebelumnya berpuasa dengan sangat detail, salah satunya bertanya mulai jam berapa saya berpuasa. 

Ruang pemeriksaan.

Waktu itu saya bilang kalau saya sedang berpuasa, karena kebetulan hari Kamis (puasa sunnah). Setelah dihitung ulang, ternyata waktu puasa saya masih kurang dari 10 jam. Petugas kemudian menyarankan saya menunggu satu jam lagi supaya hasil MCU benar-benar akurat, karena katanya eman-eman ya, sudah melakukan MCU tapi hasil laboratoriumnya tidak tepat.

Saya pun tidak keberatan menunggu, demi hasil yang MCU sesuai harapan. Apalagi ruang tunggu klinik cukup tenang, adem, dan nyaman. Terdapat fasilitas water dispenser di ruang tunggu. Lalu, ada toilet dan mushola juga yang disediakan buat pasien. 

Setelah satu jam, nama saya dipanggil oleh admin. Admin kemudian mempersilakan saya mengikuti petugas lab yang akan melakukan pemeriksaan kepada saya. Saya diajak ke kamar periksa yang lebih privat untuk diambil darahnya.

Pengambilan sampel darah.

“Biasanya saya tuh kalau ambil darah pakai jarum kecil yang buat anak-anak, soalnya pembuluh darah saya kecil.” info saya ke petugas lab.

“Oh ya?” Petugas lab-nya tersenyum.

“Iya, kadang bahkan diambil dua kali kanan kiri,” jelas saya.

Petugas lab-nya sambil menangani lengan saya kemudian mengatakan, “Oh bisa, ini, Bu. Ada kok pembuluhnya terlihat meskipun kecil.”

“Oh ya, alhamdulillah, kalau begitu,” kata saya.

Benarlah, petugas lab-nya dengan smooth mengambil darah saya sebanyak dua tabung kecil, Tidak terasa sakit, bahkan sesudahnya tidak nyeri sama sekali, lho.

Saya sendiri merasa amaze, karena sebelum-sebelumnya kalau cek darah tuh sering merasa kesulitan. Apa pembuluh darah saya terlihat karena belakangan saya mulai rajin lari disertai strength training, kali, ya?

OK, lanjut.

Periksa urine.

Setelah mengambil darah saya, petugas lab kemudian memberikan saya toples kecil (pot urine) untuk menampung sampel urin saya. Saya  kemudian diarahkan ke toilet untuk pipis. Toiletnya cukup besar dan resik, sehingga saya merasa nyaman. Wastafel untuk cuci tangan juga sudah tersedia di dalam toilet.

Setelah selesai menampung urin dalam pot urine, petugas lab tadi kemudian membawanya, setelah sebelumnya menginformasikan bahwa hasilnya bisa ditunggu selama kurang lebih satu jam. Nanti, setelah hasilnya keluar juga bisa langsung dikonsultasikan dengan dokter yang bertugas. Yaaa, karena cuma satu jam, maka saya memutuskan untuk menunggu saja. 

Konsultasi hasil Panel MCU Metabolik dengan dokter

Ternyata, beneran sat-set, lho, satu jam kemudian hasil Panel MCU Metabolik saya keluar. Seorang perawat kemudian mempersilahkan saya memasuki ruangan dokter. Di sana saya bertemu dengan dr. Rasya Mayona yang membantu saya menerjemahkan hasil pemeriksaan saya. Dokternya cantik, ramah, dan sangat informatif ketika saya banyak bertanya mengenai kondisi tubuh saya.

Secara umum, menurut dr. Rasya kondisi tubuh saya bagus. Hasil pemeriksaan darah OK. Namun, dr. Rasya menyarankan supaya saya mengurangi makan atau minum minuman manis. 

Kemudian untuk urin, saat itu kata dr. Rasya terlihat agak keruh, tetapi terlihat sel darah putih saya bekerja cukup aktif, sehingga bukan masalah besar. Nasihat dokter saya diminta lebih rajin minum air putih dan menjaga kebersihan area kewanitaan.

Bersama dr. Rasya.

Kemudian dr. Rasya menanyakan apakah saya memiliki keluhan kesehatan. Saya kemudian menceritakan tentang kondisi saya yang Hb-nya kerap rendah, sehingga tidak bisa melakukan donor darah. Saat ini pun saya mengkonsumsi vitamin penambah darah.

Nah, di sinilah menariknya, meski keluhan anemia saya sebenarnya tidak termasuk dalam Panel MCU Metabolik, tetapi dr. rasya tetap melayani sesi konsultasi dengan sangat baik ketika saya menceritakan kondisi tersebut. Dr. Rasya kemudian memberikan tips seputar makanan apa yang bisa saya konsumsi untuk memperbaiki kondisi itu.

Lalu, soal olahraga lari pun menurut dokter tidak masalah, karena kondisi internal tubuh saya sejauh ini bagus. Meski demikian, dokter juga merekomendasikan kepada saya agar melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

Konsultasi hasil MCU.

Alhamdulillah, lega, deh, mengetahui hasil pemeriksaan hari itu. Hasil pemeriksaan OK, serta bisa berkonsultasi dengan dokter yang sangat komunikatif. Nggak nyesel, nih, melakukan pemeriksaan kolesterol di Panglima Polim (Kebayoran Baru), Jakarta Selatan.

Itulah teman-teman, cerita atau pengalaman saya melakukan Panel MCU Metabolik di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Jakarta Selatan. Recommended, deh, periksa kesehatan di sini.

Selain paket pemeriksaan Panel MCU Metabolik, tersedia pula berbagai rekomendasi paket MCU dan panel di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Jakarta Selatan ini. Di antaranya ada paket MCU 40 dan MCU pranikah (pre-marital check up).

Ruang konsultasi dokter.

FYI, paket MCU 40 adalah layanan pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang dirancang khusus untuk mendeteksi risiko penyakit degeneratif dan kondisi medis sejak dini pada usia 40 tahun ke atas. Paket MCU 40 ini hanya ada di Primecare Clinic cabang Panglima Polim.

Selain itu, di di Primecare Clinic cabang Panglima Polim juga terdapat layanan poliklinik dokter umum dan spesialis, antara lain poli obgyn, poli anak, poli penyakit dalam, poli kulit dan kelamin, serta poli gigi. Fasilitas penunjang medis dan laboratorium klinik pun lengkap, serta tersedia apotek juga di klinik ini. 

Apabila teman-teman membutuhkan informasi lebih lengkap mengenai Primecare Clinic khususnya di cabang Panglima Polim, bisa langsung cek di akun Instagramnya @primecareclinic.id. 

Kesimpulan

Berdasarkan pengalaman melakukan Panel MCU Metabolik di Primecare Clinic cabang Panglima Polim hari itu, menurut hemat saya:

-Pemeriksaan Panel MCU Metabolik dapat memberikan landasan keamanan buat mengetahui kondisi internal tubuh.

-Pendaftaran untuk melakukan Panel MCU Metabolik sangat mudah, cukup mendaftar melalui WhatsApp saja bisa.

-Primecare Clinic Panglima Polim ini kliniknya modern, resik, dengan fasilitas yang lumayan lengkap.

-Proses pemeriksaan di sana minim stress.

-Dokter dan petugas medis di Primecare Clinic Panglima Polim sangat informatif.

-Hasil pemeriksaannya bisa keluar cepat, tidak perlu menunggu berhari-hari. 

Semoga cerita pengalaman saya melakukan Panel MCU Metabolik di Primecare Clinic cabang Panglima Polim ini bisa bermanfaat buat teman-teman ya, khususnya yang usianya sepantaran dengan saya, supaya mulai peduli pada kesehatan tubuh 😊.

April Hamsa

Categorized in: