Setiap anak berhak memiliki mimpi besar, tidak peduli mereka yatim piatu atau keluarganya memiliki keterbatasan ekonomi, sebab semua anak berhak punya kesempatan bersinar di masa depan. Keyakinan seperti itulah yang membuat lembaga filantropi Dompet Dhuafa menghadirkan Indonesia Dream Festival, yang digelar tanggal 26 Juli 2026 lalu di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan.

Menghadiri Indonesia Dream Festival tanggal 26 Juli kemarin.

Indonesia Dream Festival wujud nyata program BesTeam

FYI, buat yang belum tahu, sejak Juni lalu Dompet Dhuafa menyoroti kebutuhan anak yatim dengan meluncurkan program BesTeam (Bestian Sama Yatim). Program ini lahir karena melihat data tentang kelompok rentan, salah satunya anak yatim.

Memang, kalau berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2024, tingkat kemiskinan nasional berada di angka 8,85%, menurun dari 9,36% pada tahun sebelumnya. Namun, angka ini masih setara dengan sekitar 24 juta jiwa yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Meski data tersebut menunjukkan ada penurunan angka, tetap tak bisa dipungkiri bahwa kemiskinan masih menjadi persoalan serius di negeri ini, terutama bagi kelompok rentan seperti anak yatim. Maka, Dompet Dhuafa berharap program BesTeam ini bisa menjadi salah satu solusi untuk makin menurunkan angka tersebut.

BesTeam ini menyentuh berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan, termasuk dukungan untuk anak yatim di Indonesia Timur dan Palestina, dengan  berlandaskan pada empat pilar utama, yakni:

  • Best Heart: Program ini berupaya utuk memberikan kasih saying, antara lain menghadirkan rasa aman dan dicintai, membangun kesehatan mental anak yatim, salah satunya dengan memberikan pendampingan psikologis,dll.
  • Best Mind: Menjamin akses pendidikan berkualitas, menyediakan program bimbingan khusus, serta memberikan pelatihan karakter dan moral.
  • Best Future: Bertujuan untuk kemandiran dan masa depan anak yatim dengan membuka akses beasiswa secara jangka panjang, menyiapkan keterampilan buat anak, mengembangkan bakat unik anak, hingga memastikan anak-anak ini siap mandiri secara finansial.
  • Best Impact: Berusaha menginspirasi masyarakat untuk memiliki kepedulian kepada anak yatim, berupaya menciptakan siklus kebaikan yang berkelanjutan (misalnya nanti anak yatim yang dibantu juga kelak bisa membantu anak yatim lainnya), serta menghasilkan dampak sosial yang nyata di masyarakat.

Nah, Indonesia Dream Festival merupakan perwujudan nyata dari program BesTeam, karena event ini menerapkan keempat pilar utama BesTeam tadi secara langsung kepada anak-anak yatim.

Event Indonesia Dream Festival 2026

Indonesia Dream Festival ini diselenggarakan berbarengan dengan momen peringatan Hari Anak Nasional. Mengusung tema “1000 Dreams, One Festival”, Indonesia Dream Festival dirancang sebagai ruang yang menggabungkan edukasi, kreativitas, budaya, permainan, serta pengalaman inspiratif yang mendorong anak-anak yatim dan dhuafa untuk berani bermimpi, mengenali potensi diri, menampilkan bakat terbaik, serta membangun karakter melalui nilai-nilai kebaikan, kepedulian, dan kebersamaan.

Finalis lomba menyanyi bersama para juri.

Salah satu agendanya adalah menggelar perlombaan Indonesia Dream Talent yang dibagi menjadi tiga kategori, yakni lomba Menyanyi, lomba Da’i Cilik, dan lomba Kreasi Tari (Solo). Lomba ini dikhususkan untuk anak yatim yang memiliki rentang usia SD hingga SMP dari seluruh wilayah di Indonesia.

Lomba ini, baik pendaftaran maupun seleksinya berbasis digital dengan memanfaatkan media sosial. Peserta mengirimkan bakat terbaik mereka dalam bentuk video, kemudian diposting di media sosial/ Instagram.

5 finalis lomba Da’i Cilik.

Dari semua peserta yang mengikuti lomba, kemudian dipilih 5 orang finalis dari setiap kategori lomba. Anak-anak finalis lomba ini kemudian diterbangkan ke Jakarta dan bisa tampil di panggung Indonesia Dream Festival di Pasaraya Blok M. Di panggung ini, juri kemudian memilih juara 1,2,3, serta juara Harapan 1 dan 2 untuk setiap kategori lomba.

Para juara berhak mendapatkan apresiasi berupa uang tunai dan sertifikat/ piagam resmi berskala nasional yang bisa bermanfaat untuk dimanfaatkan sebagai salah satu syarat jalur prestasi jenjang pendidikan mereka selanjutnya.

Finalis lomba Tari.

Tak berhenti sampai di situ, Dompet Dhuafa juga memberikan beasiswa pengembangan bakat berkelanjutan untuk anak-anak peserta lomba ini, supaya kemampuan menyanyi, berdakwah, dan menari mereka dapat terus diasah, sehingga nanti berkembang secara profesional di bidangnya masing-masing.

Acara ini juga khusus mengundang anak-anak yatim dan dhuafa sebagai upaya untuk memuliakan anak-anak ini, lalu memicu cita-cita, serta ajang menyalurkan bantuan pendidikan.

Dongeng dan pertunjukan boneka.

Selain menonton unjuk bakat para finalis lomba, anak-anak dan pengunjung lainnya juga dihibur dengan berbagai pertunjukan. Ada pertunjukan dongeng bersama Kak Subhan dan bonekanya yang bernama Nunu, serta pertunjukan sulap.

Pertunjukan sulap yang menghibur anak-anak.

Kemudian, pengunjung festival juga bisa menyimak Inspiration Talks bertema “Bekal Hebat untuk Meraih Mimpi Anak” yang menghadirkan moderator Prapti Leguminosa, serta narasumber Wiwed Salman dan Ayah Irwan.

Inspiration Talks.

Secara garis besar, Inspiration Talks tersebut membahas tentang sinergi pola asuh orang tua dan dukungan yang dibutuhkan oleh anak-anak supaya bisa mengenali potensi diri dan berani mengejar cita-citanya, tanpa khawatir akan keterbatasan.

Wiwied Salman kemudian menceritakan pengalamannya ketika melihat potensi dan bakat anaknya, penyanyi Quinn Salman, kemudian bagaimana caranya mengarahkan anaknya ke arah sana secara positif, hingga bagaimana cara memfasilitasinya. Kemudian, Ayah Irwan membahas tentang pentingnya orang tua supaya hadir dalam mendampingi tumbuh kembang anak, supaya si kecil bisa tumbuh menjadi orang yang percaya diri.

Tak ketinggalan, anak-anak dan pengunjung festival juga bisa melihat penampilan live Quinn Salman yang menyanyikan beberapa lagu. Anak-anak yang hadir pun senang bisa bertemu secara langsung dengan penyanyi cilik yang sedang naik daun ini.

Zona interaktif di Indonesia Dream festival

Selain menonton pertunjukan di panggung utama festival, Anak-anak dan tamu undangan yang hadir juga bisa mencoba permainan dan pengalaman belajar di Zona Interaktif.  Ada lima zona utama yang ada di event ini, yakni:

-Talent Zone

Talent Zone merupakan area panggung apresiasi yang menampilkan para grand finalis Indonesia Dream Talent dari berbagai daerah tadi.

Salah satu finalis kategori lomba menari.
-Bestian Kindness Zone

Bestian Kindness Zone merupakan zona edukasi yang menunjukkan tentang berbagai program kebaikan yang bisa dilakukan untuk menolong sesama. Zona ini dikhususkan untuk menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, dan semangat berbagi sejak usia dini melalui berbagai aktivitas sederhana yang dapat dilakukan oleh anak-anak.

Dapur keliling Dompet Dhuafa.

Edukasi dilakukan dengan praktik sederhana, salah satunya mengikuti simulasi dan aktivitas interaktif yang mengajarkan anak-anak bagaimana cara menolong sesama. Ada simulasi pemberian makanan dan minuman gratis di zona ini.

Passport untuk mencoba beberapa zona edukasi.

Selain itu, buat pengunjung yang hadir, juga bisa berdonasi minimal Rp50.000,- kemudian akan mendapatkan kesempatan untuk mencoba semua zona yang ada, kemudian berhak mendapatkan sertifikat dan hadiah menarik.

Belajar menjadi ilmuwan.
-Dream Zone

Dream Zone ini memberikan pengalaman eksploratif kepada anak-anak yatim dan dhuafa untuk mengenal berbagai profesi, keterampilan, serta peluang masa depan, sehingga anak-anak ini memiliki keberanian untuk bermimpi dan mulai mengenali potensi dirinya. Di Dream Zone ada beberapa pengenalan profesi seperti dokter, dokter gigi, rescuer, artist doodle, content creator, dll.

Di sini anak-anak belajar tentang entrepreneurship.

Hal yang sepertinya paling menarik perhatian adalah menjadi rescuer. Anak-anak diberi kesempatan untuk naik perahu karet yang dikelola oleh tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa. Anak-anak diajak melakukan simulasi misi penyelamatan di daerah bencana. Tidak Cuma naik perahu karet, anak-anak bahkan memakai life jacket beneran, lho.

Anak-anak belajar mendayung perahu karet.

Tim DMC juga mengajari anak-anak bagaimana cara mendayung perahu karet, serta bagaimana caranya mengevakuasi korban supaya aman dan selamat.

Selain itu, ada area yang mengajarkan untuk berbuat kebaikan melalui karya seni. Salah satunya adalah menggambar doodle yang dibimbing langsung oleh komunitas Doodle Art Indonesia.

Belajar menjadi content creator.

Tak ketinggalan, sesuai era sekarang, booth untuk belajar menjadi content creator juga banyak diserbu oleh anak-anak. Anak-anak bisa belajar bagaimana berbicara atau acting di depan kamera. Selain itu anak-anak juga bisa belajar bagaimana menyunting video di sini.

-Care Zone

Care Zone merupakan area yang memberikan layanan kesehatan yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Di area ini anak-anak dicek kesehatannya secara umum.

Terdapat pula pemeriksaan kesehatan mata gratis untuk anak-anak yatim dan dhuafa yang membutuhkan. Tak hanya diperiksa kesehatan matanya, anak-anak ini juga mendapatkan kacamata secara gratis.

Pemeriksaan mata gratis.

Pemeriksaan kesehatan untuk anak-anak yatim dan dhuafa ini didukung oleh tim medis yang ahli di bidangnya masing-masing. Tentu saja didukung oleh jejaring kesehatan, seperti klinik dan rumah sakit yang dibangun dari dana umat yang mengamanahkannya kepada Dompet Dhuafa, agar pemeriksaan yang dilakukan akurat. Salah satu jejaring kesehatan yang turut berpartisipasi adalah RS Mata Achmad Wardi.

-Play Zone

Namanya juga acara anak-anak, maka tak ketinggalan ada Play Zone. Play Zone ini berusaha menghadirkan ruang bermain yang sehat, aktif, dan edukatif melalui permainan tradisional Indonesia untuk melatih kerja sama, sportivitas, komunikasi, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Kegiatan anak-anak di Play Zone.

Selain menyediakan sarana interaktif berupa berbagai zona tersebut, dalam festival ini, Dompet Dhuafa juga menyalurkan berbagai bantuan penunjang seperti santunan, paket school kit, dan bentuk dukungan lainnya kepada anak-anak yatim dan dhuafa yang hadir.

Tak hanya memuliakan anak yatim dan dhuafa, dalam kesempatan ini, Dompet Dhuafa juga memberikan penghormatan kepada individu, komunitas, korporasi, hingga figur publik yang secara konsisten memberikan dedikasi, kepedulian, dan kontribusi nyata dalam mengawal tumbuh kembang anak-anak yatim di Indonesia dengan menganugerahkan penghargaan BesTeam Award.

Itulah teman-teman, berbagai acara serta keseruan Indonesia Dream Festival yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa sebagai salah satu upaya mewujudkan program BesTeam-nya. Semoga event ini bisa menginspirasi kita untuk senantiasa bersyukur, melakukan kebaikan untuk sesama, dan memuliakan anak yatim, ya.

April Hamsa

Categorized in: